SATUAN ACARA PENYULUHAN
( SAP )
Masalah : Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Pokok Bahasan : Penatalaksanaan Diet Nutrisi pada Penyakit Jantung
Bawaan
Waktu : 15 Menit
Tempat : Poliklinik Anak RSUP Hasan Sadikin Bandung
I. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu memahami nutrisi yang
dibutuhkan oleh anak dengan VSD
II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit diharapkan sasaran dapat :
1. Menyebutkan pengertian nutrisi
2. Menyebutkan pentingnya nutrisi
3. Menyebutkan syarat-syarat pemberiaan diet pada anak dengan penyakit
jantung bawaan
4. Menyebutkan contoh makanan yang dapat diberikan
5. Menyebutkan jenis makanan yang tidak boleh dimakan
6. Menyebutkan jenis-jenis diet pada penyakit jantung bawaan
III. Materi Penyuluhan
1. Pengertian nutrisi
2. Pentingnya nutrisi
3. Syarat-syarat pemberiaan diet pada anak dengan penyakit jantung bawaan
4. Jenis diet dan indikasi pada penyakit jantung bawaan
IV. Kegiatan Belajar Mengajar
- Metode : diskusi dan tanya jawab
- Langkah – langkah kegiatan :
1
A. Kegiatan Pra Pembelajaran
1. Mempersiapkan materi
2. Mempersiapkan media
B. Membuka Pembelajaran
1. Mengucapkan salam
2. Perkenalan
3. Kontrak waktu
4. Maksud dan tujuan
5. Penjelasan
C. Kegiatan inti
1. Apersepsi
2. Penyuluh menjelaskan materi
3. Sasaran menyimak materi
3. Penyuluh menanyakan kembali materi
4. Sasaran menjawab apa yang telah disuluhkan
D. Penutup
1. Menyimpulkan materi
2. Memberi Salam
V. Media dan Sumber
- Media : Brosur
- Sumber :
1. Arif, Mansjoer.(2002). Kapita Selekta Kedokteran : Diet Pada Kelainan
Jantung. Media Aesculapius, Jakarta.
2. Bambang, Madiyono, dkk. (2005). Penanganan Penyakit Jantung Pada Bayi
dan Anak. UKK Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Balai Penerbit
FKUI, Jakarta.
3. Beck, Mary. (2000). Ilmu Gizi dan Diet. Yayasan Essentia Medica, Yogyakarta.
4. Faisal, Baraas. (1995). Penyakit Jantung Pada Anak. Balai Penerbit FKUI,
Jakarta.
5. Suandi.(1999). Diet Pada Anak Sakit. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
2
6. Sunita, Almatsier. (2004). Penuntun Diet. Instalasi Gizi Perjan RS [Link]
Mangunkusumo dan Asosiasi Dietisien Indonesia. PT Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta.
7. Tandyo. (1997). Gizi Anak. Buku Pegangan Kuliah Fakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
8. Wariyono. (2010). Gizi Dalam Reproduksi. Yogyakarta, Pustaka Rihama
VI. Evaluasi
Klien menyimpulkan materi edukasi.
VII. Lampiran
Materi
3
Lampiran
1. Materi
Pengertian
Diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme
tertentu. Jenis diet sangat dipengaruhi oleh latar belakang asal individu atau
keyakinan yang dianut masyarakat tertentu 8.
Tujuan Diet Nutrisi
Tujuan memberikann diet pada penderita penyakit jantung adalah5 :
1. Untuk memberikan cukup makanan agar anak tumbuh dan berkembang
optimal, tanpa memperberat beban jantung.
2. Mengurangi dan mencegah retensi garam/air dalam jaringan tubuh dan
menurunkan tekanan darah bila ada hipertensi.
3. Menyiapkan anak dengan kelainan jantung bawaan sehingga kondisinya
memungkinkan untuk tindakan operasi.
Syarat-Syarat Diet
Persyaratan yang harus dipenuhi untuk menyusun diet penderita penyakit
jantung menurut Persatuan Ahli Gizi Indonesia adalah sebagai berikut5:
1. Energi sesuai dengan kebutuhan
Untuk kelainan jantung bawaan dibutuhkan 175 -180 kkal/kgBB/hr. Bila
masukan kalori kurang dari 120 kkal/kgBB sehari akan terjadi defisiensi vitamin
D, asam folat, vitamin B12, zat tembaga dan seng.
2. Protein 3-4 gr/kgBB yang diperlukan untuk pembentukan otot jantung. Pada
gagal jantung, protein yang dianjurkan 1-2 gr/kgBB sehingga dapat
meringankan beban ginjal.
3. Lemak sedang; Formula dengan persentase lemak tidak jenuh ganda
(polyunsaturated fat) atau zat besi dapat meningkatkan kebutuhan akan
4
vitamin E; vitamin E hendaknya diberikan diantara waktu makan bila
diperlukan.
4. Vitamin dan mineral cukup; natrium dan cairan dikurangi bila ada sembab
atau hipertensi. Formula yang dianjurkan adalah yang kadar natriumnya 7-8
meq sehari dan susu dengan protein dengan susunan whei/kasein: 60/40
5. Makanan yang mudah diserap, cukup mengandung serat sehingga
memudahkan buang air besar; bila perlu diberikan lewat pipa gastrik.
6. Rupa makanan menarik, rasa diperhatikan dan cara menyajikan menarik dan
suasana makan menyenangkan.
JENIS DIET DAN INDIKASI
PEMBERIAN
DIET JANTUNG I
Indikasi : Diet jantung I diberikan bagi pasien dengan gagal jantung.1,5,7
Dasar diet :
Karena fungsi jantung terganggu maka aliran darah ginjal juga akan
terganggu. Agar kadar ureum darah tidak meningkat maka perlu diberikan protein
yang rendah.
Sebagai akibat kegagalan jantung bisa menyebabkan timbulnya oedema.
Untuk mengurangi oedema, pemberian garam harus dibatasi.7
Tujuan Diet7 :
1. Mengurangi beban ginjal
2. Mengurangi atau mencegah retensi natrium
Syarat-syarat 1,7 :
Cukup kalori (sesuai dengan kecukupan normal)
Karbohidrat sedang
Lemak rendah
Air dibatasi
Mineral + vitamin cukup ( Ca dibatasi)
Konsumsi protein rendah 1-2g/kgBB
Konsumsi natrium dibatasi 150-180 mg/hr pada bayi, 400 mg/hr pada anak.
Bentuk makanan : Dihidangkan dalam bentuk makanan cair, mudah dicerna.1,7
5
Contoh menu sehari 7:
Pagi Siang Sore
06.00 : makanan cair 12.00 : makanan cair 18.00 : makanan cair
09.00 : makanan cair 15.00 : makanan cair 21.00 : makanan cair
10.00 : Sari pepaya 16.00 : Sari jeruk -
DIET JANTUNG II :
1,7
Indikasi : Diet jantung II diberikan pada pasien dengan kemampuan kerja
jantung yang menurun, namun belum tampak adanya gejala kegagalan jantung.
Dasar diet7 :
1. Walaupun fungsi jantung terganggu, pengaruh terhadap fungsi ginjal belum
tampak, sehingga dapat diberikan tinggi protein.
2. Untuk mencegah terjadinya oedem perlu diberikan diet rendah garam.
Tujuan Diet7 :
1. Memberikan makanan secukupnya agar anak dapat tumbuh dan berkembang
secara normal
2. Mencegah terjadinya oedem
Syarat-syarat 1,7 :
Tinggi kalori (175-180 kkal/BB/hr)
Tinggi protein (3-4 gr/kgBB/hr)
Cukup karbohidrat
Lemak, sedang
Garam dibatasi : Bayi Æ 200-400mg/hr
Anak Æ 600-800 mg/hr
Air dibatasi
Cukup vitamin dan mineral
Bentuk makanan7 : untuk bayi dalam bentuk makanan bayi. Untuk anak bentuk
makanan lunak atau biasa
6
Contoh menu sehari 7
Pagi Siang Sore
-nasi tim -nasi tim -nasi tim
-telur dadar -perkedel daging -ayam bumbu tomat
-setup wortel -gadon tahu -tempe bacem
-susu -sup sayuran -tumis kacang panjang
-pepaya -pisang
10.00 14.00 21.00
Bubur kacang hijau Kue talam Susu
Makanan yang tidak boleh diberikan :
1. Makanan yang diolah, diawetkan dengan garam dapur
2. Kecap, tauco,coklat
3. Minuman yang mengandung gas seperti air soda, coca cola, dan sebagainya.
DIET JANTUNG III
1,7
Indikasi : Diberikan bagi pasien tanpa gagal jantung dan kemampuan kerja
jantung tidak menurun, seperti pada demam reumatik dan penyakit
jantung rematik.
Dasar diet7 :
Pada penderita CHD atau RHD umumnya berstatus gizi kurang karena
pengangkutan zat-zat gizi ke jaringan tidak berjalan sempurna, ditambah dengan
adanya sekunder infeksi. Oleh karena itu perlu diberikan makanan tinggi protein
dan tinggi kalori. Pemberian garam dapur tidak dibatasi, karena pada penderita ini
tidak dijumpai oedem.
Tujuan Diet7 :
1. Memberikan makanan secukupnya agar anak dapat tumbuh dan berkembang
secara normal tanpa memberatkan kerja jantung.
2. Menyiapkan penderita CHD dalam keadaan baik untuk tindakan operasi.
Syarat-syarat 1,7 :
Tinggi kalori (175-180 kkal/BB/hr)
Tinggi protein (3-4 gr/kgBB/hr)
7
Karbohidrat sedang
Lemak cukup
Garam tanpa dibatasi (seperti pada makanan biasa)
Air tanpa dibatasi
Cukup vitamin dan mineral
Bentuk makanan : lunak atau makanan biasa.
Contoh menu sehari : Untuk anak berusia di atas tahun
Pagi Siang Sore
-nasi -nasi -nasi
-telur dadar -ikan bumbu kuning -Daging empal
-tempe bacem -tahu telur -sup kacang merah
-tumis buncis -sup sayuran -oseng-oseng kangkung
-susu -pepaya -pisang
10.00 14.00 21.00
Bubur kacang hijau Puding Susu
Pada diet jantung III hampir semua makanan boleh diberikan, kecuali
makanan yang merangsang saluran cerna dan mengandung gas seperti kol, lobak,
sawi, durian, nangka, cabai, dan lada.5