100% menganggap dokumen ini bermanfaat (11 suara)
93K tayangan9 halaman

Laporan Penjualan Produk Kewirausahaan

Dokumen tersebut merupakan laporan hasil penjualan produk yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa dalam mata kuliah kewirausahaan. Laporan tersebut mencakup proses produksi, pemasaran, penjualan, dan laporan keuangan atas penjualan produk dadar gulung dan kerajinan tangan dari stik es krim. Kegiatan ini memberikan pengalaman berwirausaha secara langsung kepada mahasiswa.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (11 suara)
93K tayangan9 halaman

Laporan Penjualan Produk Kewirausahaan

Dokumen tersebut merupakan laporan hasil penjualan produk yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa dalam mata kuliah kewirausahaan. Laporan tersebut mencakup proses produksi, pemasaran, penjualan, dan laporan keuangan atas penjualan produk dadar gulung dan kerajinan tangan dari stik es krim. Kegiatan ini memberikan pengalaman berwirausaha secara langsung kepada mahasiswa.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS KELOMPOK

KEWIRUSAHAAN
“LAPORAN HASIL PENJUALAN PRODUK”

ANGGOTA KELOMPOK :
1. ELFI SULFIANINGSIH 108001120
2. NURHIKMAH. K 10800112060
3. SUHAEMI 10800112059
4. BAYU ABDUL ROZAQ 10800112050
5. MUH. ALFIAN 108001120

AKUNTANSI 3 DAN 4
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
2013 / 2014
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum [Link]
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan
karunia-Nya jualah kami dapat menyelesaikan proposal hasil penjualan ini tepat pada
waktunya.

Sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan, begitu juga
halnya dengan kami. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam
penyusunan proposal ini, baik dari segi penulisan maupun isi. Kamipun menerima
dengan lapang dada kritikan maupun saran yang sifatnya membangun dari pembaca
agar kami dapat membenahi diri.

Walaupun demikian, kami berharap dengan disusunya proposal ini dapat


memberikan sedikit gambaran bagaimana proses penjualan dan praktek langsung kami
kelapangan dalam berwirausaha.

Terimakasih.

Wassalamu'alaikum [Link]

Gowa, 06 Juli 2014


Pe
nulis

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam menghadapi tantangan bisnis termasuk menghadapi costumer, maka
sebagai mahasiswa kita juga harus belajar dalam memasarkan suatu produk. Dalam
tugas untuk memenuhi mata kuliah kewirausahaan ini, kami mencoba melakukan
sebuah usaha sederhana untuk mendapatkan pembelajaran menjadi seorang
wirausahawan. Usaha yang kami jalankan merupakan sebuah usaha singkat yang
mungkin bisa menjadi peluang bagi kami untuk masa yang akan datang. Saat ini usaha
yang kami jalankan adalah mencoba menawarkan produk makanan dadar gulung dan
kerajinan tangan dari stik es krim di lingkungan sekitar Universitas Islam Negeri
Alaluddin Makassar dan secara online

B. Tujuan
Tujuan usaha ini bukan hanya memenuhi tugas dan profit saja, melainkan juga
mencari penekanan kepada pengalaman sebuah proses wirausaha karena melalui
pemasaran dan penjualan ini kami dituntut untuk berinteraksi dengan orang banyak,
bagaimana cara menawarkan dengan baik dan sopan kepada konsumen,
meyakinkankan konsumen agar membeli produk yang kita tawarkan dan memberi
penjelasan serta pelayanan terbaik agar konsumen merasa puas

C. Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan disatu tempat dalam waktu 2 hari, yaitu :
Hari : Jum’at-Sabtu, 04-05 Juli 2014
Waktu : Jum’at 15.00-selesai dan Sabtu 17.00-selesai
Tempat : Sekitar Kampus UIN Alauddin Makassar dan Jl. Hertasning (Perempatan
Hertasning)

BAB II
PEMBAHASAN

A. Proses Produksi
1. Dadar Gulung
Dalam proses pembuatan dadar gulung ini, kami melakukannya
pada pagi hari sebelum dijual dan dipasarkan. Bahan-bahan dibeli
sebelum kami mengerjakannya. Adapun bahan-bahan dan peralatan
yang dibutuhkan untuk membuat dadar gulung ini adalah sebagai
berikut :
- 2 butir kelapa
- 2 kg terigu
- 1 botol pewarna pasta hijau
- 2 butir gula merah
- Minyak
- Plastik
- Kompor
- Pembungkus
- Wajan teplon

2. Kerajinan tangan dari stik es krim


- 2 bungkus stik kayu es (500 batang/bungkus)
- 1 bngkus lem fox putih
- 1 bungkus kertas tabur kref
- 4 bungkus bunga kain
- 2 gulung pita emas
- 1 gulung pita satin Taiwan
- 1 bungkus kertas tabur hologram

B. Pemasaran
Proses pemasaran yang kami lakukan yaitu dengan cara mepromosikan
dan memasarkan langsung kepada konsumen serta secara online. Dengan
melakukan hal ini kami berusaha membujuk konsumen agar tertarik pada
produk kami sehingga pada akhirnya membeli produk yang kami jual.
Kebanyakan dari konsumen kami adalah masyarakat yang lalu-lalang
dijalan tersebut. Karena harganya yang relatif terjangkau dan interaksi
langsung pada konsumen, penjualan produk kamipun dapat berjalan lancar

C. Penjualan
Kegaiatan penjualan ini merupakan kegiatan inti dari proses transaksi,
oleh karena itu kegiatan penjualan terdiri dari serangkaian kegiatan seperti
menentukan dan menemukan pembeli guna menjual produk, proses
menawari dan diakhiri dengan proses pembayaran. Untuk produk makanan
penjualan yang kami lakukan kebanyakan pada masayarakat yang melintas
di Jl. Hertasning saat lampu merah dan untuk kerajinan tangan kebanyakan
pada mahasiswa/wi disekitar lingkungan kos kami dengan memaparkan
kelebihan produk yang kami miliki dengan produk lain

D. Laporan Keuangan
1. Dadar gulung
- Modal yang dikeluarkan :
Bahan-bahan Jumlah
2 butir kelapa @Rp. 5.000 Rp 10.000
1 ½ kg terigu @Rp. 7.500 Rp 11.300
1 botol pewarna pasta hijau @Rp. 5.000 Rp 5.000
1 ½ butir gula merah @Rp. 11.000 Rp 16.500
1 bungkus kotak plastik @Rp. 21.000 Rp 21.000
Total Rp 63.800
- Harga produk
Kami menjual produk kami dengan harga Rp. 5.000/porsi (1
porsi berisi 4 buah dadar gulung)

Dadar gulung yang terjual habis ada 30 porsi @Rp. 5.000 Rp 150.000
Modal awal yang dikeluarkan Rp (63.800)
Keuntungan penjualan Rp 86.200

1.

2. Kerajinan tangan stik es krim


- Modal yang dikeluarkan
Bahan-bahan Jumlah
2 bungkus stik kayu es @Rp. 13.300 Rp 26.600
1 bungkus lem fox putih 400 gram @Rp. 7.000 Rp 7.000
1 bungkus kertas tabur kref @Rp. 2.100 Rp 2.100
4 bungkus bunga kain @Rp. 3.500 Rp 15.000
1 gulung pita satin Taiwan @Rp. 10.000 Rp 10.000
1 bungkus kertas tabur hologram @Rp. 2.400 Rp 2.400
2 gulung pita emas @Rp. 4.500 Rp 9.000
Total Rp 72.100

- Harga produk
Kerajinan tangan yang terjual 15 buah dengan harga bervariasi Rp 125.000
Modal awal yang dikeluarkan Rp (72.100)
Keuntungan penjualan Rp 52.900

2. Hasil dan Pembahasan


Kegiatan ini kami lakukan agar mendapatkan pengalaman dan
pembelajaran untuk menjadi wirausaha. Kegiatan ini merupakan kegiatan
yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa khususnya kami, karena dengan
melakukan kegiatan ini kami dapat mengetahui bagaimana caranya
menawarkan dan memasarkan suatu produk dengan baik, dan kami bisa
lebih banyak mengetahui cara berinteraksi dengan baik dan sopan.

E. Analisis SWOT
1. Strenght (Kekuatan)
- Memiliki ciri khas tersendiri dari produk lainnya
- Tempat penjualan yang strategis
- Harga ckup murah dan terjangkau
- Pelayanan yang memuaskan, rapi dan bersih

2. Weakness (Kelemahan)
- Harga bahan baku tidak stabil
- Banyaknya pesaing
- Timing yang dipakai kurang tepat

3. Opportunity (Peluang)
- Digemari oleh sebagian besar masyarakat

4. Threat (Ancaman)
- Banyaknya saingan
- Tidak stabilna harga bahan baku yang sewaktu-waktu dapat
berubah
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari kegiatan ini, kami menarik kesimpulan bahwa mahasiswa
sangat memerlukan proses pembelajaran seperti ini, yang bukan hanya
teori saja tapi langsung praktek kelapangan. Dengan hal ini kita bisa
secara langsung merasakan bagaimana berinteraksi pada konsumen,
menawarkan dan menjual produk kepada orang lain. Pengalaman ini
bisa menjadi dasar ketika nanti kami akan membuka suau usaha. Asal
ada kemauan dan keinginan pasti kita bisa melakukannya, karena dalam
dunia bisnis modal bukanlah segalanya tapi skill juga sangat berperang
penting.

B. Saran
Semoga dalam perkuliahan kewirausahaan selanjutnya, kegiatan
praktek lapangan ini tetap bisa dilaksanakan dan lebih ditingkatkan lagi.
Karena kegiatan seperti ini sangatlah bermanfaat, agar mahasiswa
memiliki bekal pengalaman ketika ingin terjun langsung kedunia bisnis

Common questions

Didukung oleh AI

According to their SWOT analysis, the students acknowledged the instability of raw material prices and the high level of competition as significant weaknesses and threats. They addressed these by setting a product price that remained affordable to consumers while maintaining a quality that differentiated their products from competitors. This included ensuring strategic selling locations and distinctive product features like unique designs for their handicrafts to stand out against competitors .

The students' business endeavor demonstrates a strong understanding of customer service and interaction. They engaged directly with consumers, focusing on persuasive communication and service excellence to improve customer satisfaction. Their approach included polite and effective sales pitches, a focus on product quality and cleanliness, and the strategic use of pricing to make their offerings attractive. These practices reflect a comprehensive grasp of consumer needs and preferences, indicating skillful management of customer relationships aimed at fostering repeat businesses and building a positive reputation .

For the dadar gulung, the operational process involved purchasing ingredients in advance and preparing the food on the morning of the sale day to ensure freshness. Ingredients included grated coconut, flour, food coloring, and palm sugar, which were mixed and cooked before packaging. For the craft items, materials were also pre-purchased, and products were assembled using ice cream sticks, glue, decorative paper, and ribbons to create various handmade items .

Strategic location was pivotal to the students' sales strategy. By choosing locations with high foot traffic such as the vicinity of UIN Alauddin Makassar and a busy intersection (Jl. Hertasning), they ensured maximum visibility and accessibility to potential buyers. This choice naturally increased the likelihood of spontaneous purchases, especially for the dadar gulung sold at red lights. This location-based approach not only boosted immediate sales but also helped the students understand consumer behavior in different settings, enhancing their marketing effectiveness .

The students marketed two main products: dadar gulung, which is a traditional Indonesian snack, and handicrafts made from ice cream sticks. Their marketing strategy was unique because they combined direct selling to people in traffic (at red lights) for the food product and directly to fellow students for the crafts, with the addition of online marketing to reach a broader audience .

The entrepreneurship project significantly enhanced the students' practical business skills and learning. By engaging directly in sales and marketing activities, they gained firsthand experience in consumer interaction, product promotion, and sales negotiation. The project underscored the importance of both theoretical knowledge and practical execution, thereby equipping the students with a foundational understanding and skills crucial for future business endeavors. Additionally, the project fostered critical thinking through the development of marketing strategies and problem-solving during the sales process .

The sales of dadar gulung resulted in a total revenue of Rp 150,000 for 30 sold portions at Rp 5,000 per portion. After accounting for an initial expense of Rp 63,800 on materials, the profit realized was Rp 86,200 .

The students suggested that future entrepreneurial projects should continue incorporating practical fieldwork and possibly increase the scope of these activities. They emphasized the importance of such projects in providing real-world experience and recommended enhancements that would allow for more comprehensive engagement with the business aspects, thereby offering a more robust preparation for entering business environments. Their feedback highlights a recognition of the value these projects add to their educational experience by enhancing their practical business skills .

The dadar gulung sales resulted in a profit of Rp 86,200 after selling 30 portions at a unit price of Rp 5,000, offsetting a material cost of Rp 63,800. In contrast, the craft product sales yielded a smaller profit of Rp 52,900 from selling 15 units at varying prices, with higher material costs totaling Rp 72,100. A key difference lies in the cost structures and pricing strategies, where the dadar gulung had lower costs relative to its selling price, resulting in a higher profit margin compared to the handcrafted items .

Hands-on entrepreneurial assignments are crucial in university curricula because they bridge the gap between theoretical knowledge and real-world application. Such projects foster experiential learning, where students apply business theories in practical settings, thus gaining valuable skills in problem-solving, critical thinking, and interpersonal communication. These experiences prepare students for future business challenges by simulating real-life business environments, encouraging innovation and adaptability. Furthermore, they offer insight into personal entrepreneurial abilities and potential areas for skill development, making students better prepared for the workforce .

Anda mungkin juga menyukai