DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................................................. i
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................ii
DAFTAR TABEL .................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 4
1.1 Pendahuluan ................................................................................................................ 4
1.2 Tujuan.......................................................................................................................... 4
1.3 Sasaran ........................................................................................................................ 4
1.4 Ruang Lingkup ............................................................................................................ 5
1.4.1 Ruang Lingkup Wilayah Studi............................................................................. 5
1.4.2 Ruang Lingkup Pembahasan................................................................................ 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................. 6
2.1 Kecelakaan Lalu Lintas ............................................................................................... 6
2.2 Faktor – Faktor Penyebab Lalu Lintas ........................................................................ 6
2.3 Perilaku Pengemudi..................................................................................................... 7
2.4 Keselamatan Jalan ....................................................................................................... 8
BAB III METODE PENELITIAN ....................................................................................... 10
3.1 Variabel Penelitian .................................................................................................... 10
3.2 Teknik Mendapatkan Data ........................................................................................ 11
3.3 Teknik Analisis Data ................................................................................................. 11
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ......................................................................... 13
4.1 Gambaran Umum ...................................................................................................... 13
4.2 Analisis Regresi Linier .............................................................................................. 14
4.3 Analisis Cluster ......................................................................................................... 17
BAB V PENUTUP................................................................................................................. 20
5.1 Kesimpulan................................................................................................................ 20
5.2 Rekomendasi ............................................................................................................. 21
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 22
Lampiran I Album Peta.........................................................................................................23
Lampiran II Lembar Asistensi..............................................................................................26
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF i
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Orientasi Wilayah Studi ........................................................................................ 5
Gambar 4. 1 Peta Lokasi Wilayah Studi .................................................................................. 14
Gambar 4. 2 Diagram Dendogram Hasil Analisis Cluster ....................................................... 18
Gambar 4. 3 Peta Karakteristik Kesamaan Ruas Jalan Berdasarkan Cluster .......................... 19
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF ii
DAFTAR TABEL
Tabel 3. 1 Variabel Penelitian yang Digunakan ...................................................................... 10
Tabel 4.1 Variabel Data yang digunakan dalam Penelitian ..................................................... 13
Tabel 4.2 Korelasi Variabel Penelitian Terhadap Variabel Dependent ................................... 15
Tabel 4.3 Korelasi Variabel yang Berpengaruh Terhadap Variabel Dependent ..................... 15
Tabel 4.4 Hasil Uji Regresi Linier ........................................................................................... 16
Tabel 4.5 Cluster yang Terbentuk Berdasarkan Karakteristik Kesamaan ............................... 18
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Pendahuluan
Sektor transportasi sangat berpengaruh terhadap laju pembangunan suatu wilayah.
Transportasi dengan berbagai jenis dan jumlahnya mendukung berbagai aspek seperti aspek
ekonomi, aspek solsial, maupun aspek politik. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan
kepemilikan kendaraan bermotor, kondisi jalan harus dapat menyesuaikan dengan banyaknya
jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan prasarana jaringan jalan untuk menghindari
terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2016
kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Hal ini
didukung dengan jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia pada tahun 2016 ada 106.129
kejadian dan korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas pada tahun 2016 mencapai
26.185 jiwa. Sementara itu, di Kota Balikpapan, jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun
2016 ada 143 kejadian dan jumlah korban mati mencapai 41 jiwa. Kecelakaan lalu lintas
dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktornya adalah kondisi lalu lintas.
Kondisi lalu lintas meliputi interaksi pengemudi, kendaraan, prasarana jalan, maupun
karakeristik lingkungan.
Jalan arteri dan kolektor di Kota Balikpapan memiliki berbagai karakteristik yang
berbeda – beda. Pada jalan arteri memiliki ciri – ciri jalan yang memiliki median, sedangkan
jalan kolektor merupakan jalan tak terbagi atau yang tidak memiliki median jalan. Selain itu
juga, menurut Direktorat Lalu Lintas Kalimantan Timur menyebutkan kondisi jalan yang
tidak konsisten pada lebar jalan menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan
lalu lintas. Adapun kecelakaan lalu lintas yang biasa terjadi dipengaruhi oleh faktor manusia,
faktor kendaraan, dan faktor alam. Maka dari itu, untuk dapat mengurangi angka kecelakaan
lalu lintas di jalan arteri dan kolektor Kota Balikpapan perlu dilakukan identifikasi lebih
lanjut terkait pengaruh kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan arteri dan kolektor.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Merumuskan kebijakan pada masing – masing ruas jalan arteri dan kolektor, Kota
Balikpapan agar dapat mengurangi jumlah korban kecelakaan lalu lintas.
1.3 Sasaran
Adapun sasaran untuk dalam pencapaian tujuan penilitian ini adalah sebagai berikut:
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 4
1. Mengetahui permodelan yang dapat memprediksi jumlah korban kecelakaan di
jalan arteri dan kolektor, Kota Balikpapan.
2. Mengetahui permodelan yang dapat memprediksi jumlah korban kecelakaan di
jalan arteri dan kolektor, Kota Balikpapan.
1.4 Ruang Lingkup
Dalam penelitian terdapat ruang lingkup wilayah studi dan ruang lingkup pembahasan
untuk membatasi pembahasan agar tidak terlalu luas, seperti berikut.
1.4.1 Ruang Lingkup Wilayah Studi
Untuk membatasi pembahasan penelitian, berikut ruang lingkup wilayah
lokasi studi yang diteliti:
Utara : Kabupaten Kutai Kartanegara
Selatan : Selat Makassar
Timur : Selat Makassar
Barat : Kabupaten Penajam Paser Utara
Gambar 1. 1 Orientasi Wilayah Studi
Sumber: Google Earth, 2018
1.4.2 Ruang Lingkup Pembahasan
Adapun ruang lingkup pembahasan penelitian ini yaitu meliputi Jumlah
Kecelakaan, Jumlah Korban Kecelakaan, Kondisi Jalan, Panjang Jalan, dan Lebar
Jalan, Derajat Kejenuhan, serta Level of Service ruas jalan di Kota Balikpapan.
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kecelakaan Lalu Lintas
Menurut D.A Coliing (1990) yang dikutip oleh Ben Fauzi (2009) kecelakaan dapat
diartikan sebagai tiap kejadian yang tidak direncanakan dan terkontrol yang dapat disebabkan
oleh manusia, situasi, faktor lingkungan, ataupun kombinasi-kombinasi dari hal-hal tersebut
yang mengganggu proses kerja dan dapat menimbulkan cedera ataupun tidak, kesakitan,
kematian, kerusakaan property ataupun kejadian yang tidak diinginkan lainnya. Menurut F.D
Hobbs (1995) yang dikutip Karika (2009) mengungkapkan kecelakaan lalu lintas merupakan
kejadian yang sulit diprediksi kapan dan dimana terjadinya. Kecelakaan tidak hanya trauma,
cedera, ataupun kecacatan tetapi seiring pertambahan panjang jalan dan banyaknya
pergerakan dari kendaraan. Dari beberapa definisi kecelakaan lalu lintas dapat disimpulkan
bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan suatu peristiwa pada lalu lintas jalan yang tidak
diduga dan tidak diinginkan yang sulit diprediksi kapan dan dimana terjaidnya, sedikitnya
melibatkan satu kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang menyebabkan cedar,
trauma, kecacatan, kematian dan/atau kerugian harta benda pada pemiliknya (korban).
2.2 Faktor – Faktor Penyebab Lalu Lintas
Oder dan Spicer (dalam Fachrurrozy, 2001) menyatakan bahwa kecelakaan lalu lintas
dapat diakibatkan dari situasi-situasi konflik antara pengemudi dengan lingkungan, dimana
pengemudi melakukan tindakan menghindari sesuatu atau rintangan sehingga kemungkinan
dapat menyebabkan tabrakan atau kecelakaan lalu lintas. Dari beberapa penelitian dan
pengkajian di lapangan dapat disimpulkan bahwa kecelakaan lalu lintas dipengaruhi oleh
faktor manusia, kendaraan, dan lingkungan jalan, serta interaksi dan kombinasi dua atau lebih
faktor tersebut di atas (Austroads, 2002).
1. Faktor Manusia (Human Factor)
Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan.
Manusia menggunakan jalan sebagai pejalan kaki dan pengemudi kendaraan.
Pejalan kaki tersebut menjadi korban kecelakaan dan dapat juga menjadi
penyebab kecelakaan. Pengemudi kendaraan merupakan penyebab kecelakaan
yang utama, sehingga paling sering diperhatikan. Hampir semua kejadian
kecelakaan diawali dengan pelanggaran aturan lalu lintas.
2. Faktor Kendaraan (Vehicle Factor)
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 6
Kendaraan bermotor sebagai hasil produksi suatu pabrik, telah dirancang dengan
suatu nilai faktor keamanan untuk menjamin keselamatan bagi pengendaranya.
Kendaraan harus siap pakai sehingga harus dipelihara dengan baik agar semua
bagian mobil berfungsi dengan baik, seperti mesin, rem kemudi, ban, lampu, kaca
spion, dan sabuk pengaman. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan
kecelakaan karena faktor kendaraan, antara lain:
a. Rem tidak berfungsi, kerusakan mesin, ban pecah, kemudi tidak baik, kopel
lepas, lampu mati khususnya pada malam hari, selip merupakan kondisi
kendaraan yang tidak laik jalan.
b. Over load atau kelebihan muatan
c. Desain kendaraan
d. Sistem lampu kendaraan
3. Faktor Kondisi Jalan dan Konsis Alam
Faktor kondisi jalan dan kondisi alam juga berpengaruh sebagai penyebab
kecelakaan lalu lintas. Kondisi jalan yang rusak dapat menyebabkan kecelakaan
lalu lintas. Hal ini dapat mempengaruhi pengemudi dalam mengatur kecepatan
untuk mempercepat, memperlambat, berhenti jika menghadapi situasi seperti
berikut:
a. Lokasi atau letak jalan, antara lain : jalan di dalam kota (di daerah pasar,
pertokoan, perkantoran, sekolah, perumahan) dan jalan di luar kota
(pedesaan).
b. Iklim atau perubahan cuaca.
c. Volume lalu lintas.
2.3 Perilaku Pengemudi
Menurut Djafri (2007) determinan yang dapat memepengaruhi perilaku seseorang
meliputi:
a. Faktor Penentu (Predisposing)
Faktor penentu adalah faktor perilaku seseorang yang ditentukan oleh pengetahuan,
sikap, keterampilan, persepsi, kepercayaan dan nilai.
b. Faktor Lingkungan (Enabling)
Faktor lingkungan merupakan faktor lingkungan yang dapat memfasilitasi atau
dapat sebagai media bagi seseorang dalam melakukan perilaku tertentu. Contoh,
keadaan sosial ekonomi dan perceraian.
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 7
c. Faktor Pendorong (Reinforcingi)
Faktor pendorong yaitu faktor yang menjadi pendoroang atau memotivasi
seseorang dalam melakukan perilaku tertentu. Contoh, pergaulan, interaksi sosial,
konflik.
Menurut Djati (2001) bahwa tindakan buruk dilakukan oleh individu disebabkan oleh
sebagai beirkut, yaitu:
a. Tidak Tahu
Pelaku tidak mengetahui bagaimana melakukan pekerjaan dengan aman dan tidak
mengetahui bahaya-bahaya yang ada.
b. Tidak Mampu atau Tidak Bisasa
Pelaku mengetahui cara kerja yang aman dan bahaya-ahaya yang ada tetapi karena
belum mampu serta terampil, maka ia melakukan kesalahan.
c. Tidak Mau
d. Walaupun telah mengetahui dengan jelas cara kerja dan peraturan-peraturan dalam
upaya meningkatkan keselamatan serta bersangkutan dapat melaksanakannya,
tetapi karena tidak mau melaksanakannya maka terjadi kecelakaan.
Menurut Sarwono (2006), terdapat beberapa unsur yang dapat mempengaruhi perilaku
pengemudi, antara lain:
a. Kondisi infrastruktur seperti kondisi jalan, rambu-rambu ataupun marka jalan.
b. Sikap dan kebiasaan pengguna jalan dan angkutan umum.
c. Pergerakan transportasi yang melebihi kapasitas sistem prasarana transportasi yang
ada melebihi daya tampung prasarana tersebut.
d. Pemantauan kualitas layanan bus belum dilaksanakan denganbaik.
e. Infrastruktur transportasi tidak bermotor belum tersedia.
f. Pengguna kendaraan pribadi lebih tinggi dibandingkan pengguna kendaraan umum
(volume kendaraan pribadi menurunkan efektivitas penggunaan ruang jalan).
2.4 Keselamatan Jalan
Sujanto (2010) menyatakan bahwa keselamatan jalan salah satunya ditentukan oleh
perlengkapan jalan. Identifikasi perlengkapan yaitu kegiatan pemeriksaan perlengkapan jalan
meliputi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, alat penerangan jalan,
alat pengendali dan pengaman pengguna jalan, alat pengawas dan pengamanan jalan, fasilitas
untuk sepeda, pejalan kaki, penyandang cacat dan fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas
lainnya. Sehingga dapat mengetahui penyebab yang berpotensi menimbulkan kecelakaan
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 8
serta mengevaluasi hasil pemeriksaan perlengkapan jalan mengikuti Pasal 25 UU Nomor 22
Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan. Menurut, Pramono (2016) menyimpulkan
bahwa keselamatan jalan dapat ditentukan melalui tingkat kerusakan jalan. salah satunya
idenfikasi kerusakan jalan yaitu kegiatan pemeriksaan kerusakan jalan meliputi tipe-tipe
kerusakan dengan kategori kerusakannya. Sehingga dapat mengetahui penyebab yang
berpotensi menimbulkan kecelakaan serta mengevaluasi hasil dari pemeriksaan pada
kerusakan jalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dewar dan Olson (2007) menambahkan bahwa perilaku tidak selamat (unsafe action)
merupakan tindakan-tindakan tidak aman dan berbahaya yang dilakukan oleh pengemudi.
Unsafe action pada pengemudi dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor
internal dipengaruhi oleh perilaku pengemudi itu sendiri misalnya konsumsi alcohol, obat-
obatan tertentu dan rokok yang dapat menyebabkan tekanan pada sistem saraf sentral. Jumlah
yang berlebihan mempengaruhi perhatian dan penilaian, memperpanjang waktu reaksi dan
lambat laun menghilangkan koordinasi antara otot dan saraf sehingga tidak mampu
melaksanakan tugas mengemudi yang sederhana sekalipun. Obat perangsang yang dapat
menyebabkan perilaku kasar dan aneh juga mempengaruhi kemapuan mengambil keputusan
dan mengendalikan kendaraan. Selain itu pula perilaku tidak selamat pada pengemudi yang
terbiasa memuat penumpang melebihi kapasitas, kebiasaan tidak memakai sabuk pengaman
dan kebiasan berbincang-bincang pada saatu mengemudi dapat menyebabkan kemungkinan
terjadinya kecelakaan.. Faktor eksternal dapat dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur atau
kondisi jalan yang rusak, bergelombang, cuaca, pengguna jalan lain dan lain-lain.
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 9
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Variabel Penelitian
Dalam melakukan penelitian identifikasi kecelakaan lalu lintas di jalan arteri dan
kolektor, Kota Balikpapan. diperlukan beberapa variabel yang dianggap berpengaruh
terhadap kecelakaan yang terjadi. Pada penelitian ini unit analisis yang digunakan adalah ruas
jalan. Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel sebagai
berikut:
Tabel 3. 1 Variabel Penelitian yang Digunakan
Deskripsi
Variabel
Merupakan banyaknya jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas. Ditentukan
Jumlah
dengan jenis data rasio berisi angka banyaknya jumlah kejadian
Kecelakaan
kecalakaan lalu lintas.
Jumlah Merupakan jumlah korban akbat kecelakaan lalu lintas yang mengalami
Korban luka – luka ataupun meninggal dunia. Ditentukan dengan jenis data rasio
Kecelakaan berisi angka jumlah korban kecelaan dalam satuan jiwa.
Merupakan kondisi eksisting panjang jalan. Ditentukan dengan jenis data
Panjang Jalan
rasio berisi angka panjang jalan dalam satuan meter.
Merupakan kondisi eksisting lebar jalan. Ditentukan dengan jenis data
Lebar Jalan rasio berisi angka lebar jalan efektif pada bagian ruas jalan yang diteliti
dalam satuan meter.
Merupakan kondisi eksisting ruas jalan terkait adanya kerusakan jalan
atau tidak. Ditentukan dengan jenis data rasio dengan memasukan nilai
Kondisi Jalan
value dimana angka 1 berarti kondisi jalan rusak dan angka 2 berarti
kondisi jalan tidak rusak.
Merupkan banyaknya kendaraan yang melintasi suatu ruas jalan dengan
Derajat
kapasitas tertentu. Ditentukan dengan jenis data rasio berisi angka hasil
Kejenuhan
perhitungan volume lalu lintas dibagi dengan kapasitas jalan.
Merupakan tingkat pelayanan ruas jalan. Ditentukan dengan jenis data
Level of rasio dengan memasukan nilai value dimana angka 1 berarti tingkat
Service pelayanan F, angka 2 tingkat pelayanan E, angka 3 tingkat pelayanan D,
angka 4 tingkat pelayanan C, angka 5 tingkat pelayanan B, dan angka 6
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 10
Deskripsi
Variabel
tingkat pelayanan A. berdasarkan standar semakin mendekati tingkat
pelayanan F maka semakin buruk tingkat pelayanan ruas jalan. Sedangkan
semakin mendekat tingkat pelayanan A maka semakin baik tingkat
pelayanan ruas jalan
Sumber: Analisis Penulis, 2018
3.2 Teknik Mendapatkan Data
Adapun teknik mendapatkan data penelitian terkait faktor – faktor yang
mempengaruhi terjadinya kecelakaan di jalan arteri dan kolektor, Kota Balikpapan yaitu
dengan cara survei primer dan survei sekunder. Survei primer dilakukan dengan cara melihat
kondisi eksisting secara langsung. Pada survei primer dapat diketahui variabel data seperti
lebar jalan, panjang jalan, dan kondisi jalan. Kemudian, survei sekunder dilakukan dengan
survei instansi untuk mendapatkan data – data pendukung terkait terjadinya peristiwa
kecelakaan di arteri dan kolektor, Kota Balikpapan. pada survei sekunder dapat diperoleh
data berupa jumlah kecelakaan, jumlah korban kecelakaan, derajat kejenuhan, dan level of
service. Data – data tersebut dapat diperoleh dari instansi Direktorat Lalu Lintas Kalimantan
Timur dan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan.
3.3 Teknik Analisis Data
Dalam melakukan penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik
analisis regresi dan teknik analisis cluster. Teknik analisis regresi digunakan untuk
memprediksi angka kecelakaan yang terjadi di jalan arteri dan kolektor, Kota Balikpapan.
Kemudian, adapun tahapan melakukan analisis regresi sebagai berikut:
1. Menentukan variabel jumlah korban kecelakaan sebagai variabel dependent.
2. Menentukan variabel jumlah kecelakaan, panjang jalan, lebar jalan, kondisi jalan,
derajat kejenuhan, level of service sebagai variabel independent.
3. Melihat signifikansi setiap variabel independent seberapa besar memiliki
hubungan pengaruh terhadap variabel dependent agar permodelan yang terbentuk
dapat memprediksi angka kecelakaan.
4. Jika terdapat variabel independent yang tidak memiliki hubungan pengaruh
terhadap variabel dependent maka dapat dilakukan reduksi pada varibel tersebut.
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 11
5. Melihat nilai R square sebagai uji kebaikan model seberapa besar variasi data
yang dapat menjelaskan model dengan syarat harus melewati 50% agar dapat
dilanjutkan pada tahap berikutnya.
6. Melihat signifikansi nilai ANNOVA sebagai uji f atau uji variabel secara serentak
untuk melihat seberapa signifikan variabel secara serentak terhadap model.
7. Melihat signifikansi nilai hasil uji t atau uji variabel secara individu untuk melihat
seberapa signifikan variabel secara individu terhadap model.
8. Merumuskan permodelan yang dihasilkan pada uji t untuk dapat memprediksi
angka kecelakaan di jalan arteri dan kolektor, Kota Balikpapan.
Selain itu juga, analisis cluster digunakan untuk mengelompokan unit analisis ruas
jalan yang dibagi kedalam kelompok – kelompok yang memiliki karakteristik yang sama
sehingga dapat merumuskan kebijakan sesuai dengan kondisi ruas jalan hasil
pengelompokkan analisis cluster. Adapun tahapan melakukan analisis cluster adalah sebagai
berikut:
1. Berdasarkan hasil hubungan tingkat pengaruh regresi maka dapat dilihat pada
tabel agllomeration schedule. Pada tabel tersebut dapat dilihat keberlanjutan
hirarki untuk menentukan suatu unit analisis termasuk ke dalam satu kelompok
yang sama.
2. Melihat keterkaitan hubungan antar unit analisis dalam bentuk dendogram yang
terbentuk untuk menentukan kelompok berdasarkan garis hirarki yang terbentuk
di dendogram.
3. Mengidentifikasi pengelompokkan unit analisis berdasarkan data yang telah
didapatkan sebelumnya sesuai dengan karakteristik yang sama.
4. Merumuskan kebijakan yang dapat dibuat terkait pengelompokkan unit analisis
agar kedepannya dapat mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan arteri
dan kolektor, Kota Balikpapan.
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 12
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum
Pada analisis yang bertemakan menghitung seberapa besar faktor yang menjadi
pengaruh terhadap kecelakaan lalu lintas yang terjadi, maka unit analisis yang digunakan
berupa ruas – ruas jalan arteri dan kolektor yang berada di Kota Balikpapan. Berikut
merupakan tabel data variabel - variabel yang digunakan dalam analisis yang dilakukan.
Tabel 4.1 Variabel Data yang digunakan dalam Penelitian
Jumlah Level
Jumlah Panjang Lebar Kondisi Derajat
Ruas Jalan Korban of
Kecelakaan Jalan Jalan Jalan Kejenuhan
Kecelakaan Service
Soekarno-
21 26 23026 8,6 1 0,91 2
Hatta
Yos Sudarso 7 9 4823 9,3 2 0,37 5
Jendral
6 7 17537 13,6 2 1,14 1
Sudirman
Marsma
9 12 5603 15,4 1 0,33 5
Iswahyudi
Mulawarman 8 10 21940 14,5 1 0,48 4
Ahmad Yani 4 6 4203 14,3 2 0,86 2
M.T
14 19 8395 12,2 1 1,21 1
Haryono
Syarifuddin
11 15 5754 9,6 1 0,94 2
Yoes
Wahab
2 3 561 6,6 2 1,26 1
Syahrani
Ruhui
7 3 3453 12,7 2 0,42 5
Rahayu
D.I Panjaitan 10 13 2366 6,0 1 1,04 2
Kapten
5 6 794 14,1 2 0,29 5
Tandean
Tanjung
8 10 1508 7,2 2 0,56 4
Pura
Sumber: Direktorat Lalu Lintas dan Dinas Perhubungan 2018
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 13
Dari tabel diatas terlihat bahwa unit analisis yang digunakan ialah 13 ruas jalan arteri
dan kolektor yang berada di Kota Balikpapan dan 7 variabel penelitian yang digunakan yaitu
jumlah kecelakaan, jumlah korban kecelakaan, panjang jalan, lebar jalan, kondisi jalan yang
ditunujukan dengan nilai value dimana angka 1 = kondisi jalan rusak dan angka 2 = kondisi
jalan tidak rusak, derajat kejenuhan yang merupakan rasio arus terhadap kapasitas jalan, dan
nilai level of service ditunjukkan dengan angka yang memiliki nilai value dimana angka 6 = F
arus dipaksakan, kecepatan rendah, volume diatas kapasitas, antrian panjang, angka 5 = E
arus tidak stabil kecepatan terkadang terhenti, permintaan sudah mendekati kapasitas, angka
4 = D arus mendekati stabil, kecepatan masih dapat dikendalikan . volume lalu lintas terhadap
kapasitas jalan masih dapat ditolerir, angka 3 = C arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak
kendaraan dikendalikan, angka 2 = B arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh
kondisi lalu lintas, serta angka 1 = A kondisi arus lalu lintas bebas dengan kecepatan tinggi
dan volume lalu lintas rendah. Kemudian, untuk memperjelas jaringan jalan arteri dan
kolektor yang diambil dalam penelitian dapat dilihat pada peta sebagai berikut.
Gambar 4. 1 Peta Lokasi Wilayah Studi
Sumber: Bappeda Kota Balikpapan, 2016
4.2 Analisis Regresi Linier
Analisis regresi linier adalah metode statistika yang digunakan untuk membentuk
model hubungan antara variabel terikat (dependent,Y) dengan satu atau lebih variabel bebas
(independent, X). Kegunaan analisis ini adalah untuk mengukur besarnya pengaruh variabel
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 14
bebas terhadap variabel tergantung dan memprediksi variabel tergantung dengan
menggunakan variabel bebas. Adapun dalam kasus ini variabel dependent adalah Jumlah
Korban Kecelakaan dan Variabel independent adalah Jumlah Kecelakaan, Panjang Jalan,
Lebar Jalan, Derajat Kejenuhan dan Level of Service. Adapun dalam tahapan pertama yaitu
mengetahui tingkat hubungan variabel independent terhadap variabel dependent dapat dilihat
pada tabel seperti berikut.
Tabel 4.2 Korelasi Variabel Penelitian Terhadap Variabel Dependent
Jumlah Level
Jumlah Panjang Lebar Kondisi Derajat
Korban of
Kecelakaan Jalan Jalan Jalan Kejenuhan
Kecelakaan Service
Pearson
Corelation
Jumlah 1,000 ,961 ,081 -,209 -,761 ,250 -,289
Korban
Kedelakaan
Sig - ,000 ,396 ,246 ,001 ,205 ,169
Sumber: Analisis Penulis, 2018
Berdasarkan hasil dari korelasi didapatkan nilai signifikansi dari masing-masing
variabel, yaitu pada variabel Jumlah Kecelakaan dan Kondisi Jalan didapatkan tingkat
hubungan yang sangat kuat sebesar 0,961 dan -0,761 dengan signifikansi masing – masing
variabel sebesar 0,00 dan 0,001. Kemudian, pada variabel Panjang Jalan, Lebar Jalan, Derajat
Kejenuhan, serta Level of Service memiliki tingkat hubungan sangat rendah sebesar 0,081, -
0,209, 0,250, dan -0,289 dengan nilai signifikansi masing – masing variabel sebesar 0,39,
0,24, 0,20, dan 0,16. Untuk tingkat signifikansi variabel yang memiliki nilai lebih dari > 0.05.
dapat dikatakan variabel tersebut tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependent
sehingga variabel Panjang Jalan, Lebar Jalan, Derajat Kejenuhan, dan Level of Service dapat
direduksi dan dilakukan pengulangan pada proses regresi seperti yang dapat dilihat pada tabel
dibawah ini.
Tabel 4.3 Korelasi Variabel yang Berpengaruh Terhadap Variabel Dependent
Jumlah
Jumlah Kondisi
Korban
Kecelakaan Jalan
Kecelakaan
Pearson Corelation Jumlah Korban
1,000 0,961 -0,761
Kedelakaan
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 15
Jumlah
Jumlah Kondisi
Korban
Kecelakaan Jalan
Kecelakaan
Sig - 0,000 0,001
Sumber: Analisis Penulis, 2018
Dari tabel diatas dapat diketahui variabel independent Jumlah Kecelakaan dan
Kondisi Jalan memiliki nilai korelasi yang sama sebelum varibel yang tidak berpengaruh
direduksi. Setelah mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent
maka analisis regresi dapat dilanjutkan pada tahapan selanjutnya. Untuk menentukan bentuk
model regresi linier maka perlu dilakukan beberapa tahapan seperti tahapan Uji Kebaikan
Model, Uji Serentak atau Uji F, dan Uji secara individual atau Uji T. Berikut merupakan tabel
hasil uji regresi linier seperti dibawah ini.
Tabel 4.4 Hasil Uji Regresi Linier
Tahapan Uji Regresi Linier Hasil Uji Nilai
Adjusted R Square 0.924
Uji Kebaikan Model
R Square 0.937
Uji Serentak atau Uji F Niai Signifikan 0.000
Konstanta 0.246
Uji Secara Individu atau Uji T Nilai Signifikan Jumlah Kecelakaan 0.000
Kondisi Jalan 0.179
Sumber: Analisis Penulis, 2018
Berdasarkan tabel diatas, pada tahapan Uji Kebaikan Model didapatkan hasil yang
menyatakan model ini baik karena dapat menjelaskan data sebesar 92,4 – 93,7%. Sedangkan
sisamya 7,3% dijelaskan oleh faktor lain. Kemudian, pada tahapan selanjutnya yaitu Uji
Serentak atau Uji F didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.000 yang berarti secara bersama –
seluruh variabel tersebut dapat memprediksi model. Pada tahapan yang terakhir, yaitu
pengujian secara individu atau Uji T didapatkan nilai signifikansi Jumlah Kecelakaan sebesar
0.000 dan Kondisi Jalan sebesar 0.179. Selanjutnya hasil dari analisis diatas akan didapatkan
persamaan model regresi dalam analisis ini yaitu:
Y = a + b1x1 + b2x2
Jumlah Korban Kecelakaan = 4,019 + 1,139 Jumlah Kecelakaan – 2,038 Kondisi Jalan
Persamaan regresi diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 16
1. Konstanta sebesar 4,019 artinya jika Jumlah Kecelakaan (X1) dan Kondisi Jalan (X2)
nilainya adalah 0, maka Jumlah Korban Kecelakaan (Y) nilainya adalah 4,019 jiwa.
2. Koefisien regresi variabel Jumlah kecelakaan (X1) sebesar 1,139; artinya jika variabel
independen lain nilainya tetap dan Jumlah Kecelakaan (X1) mengalami kenaikan satu
satuan, maka Jumlah Korban Kecelakaan(Y) akan mengalami peningkatan sebesar
1,139 atau 11,39%. Koefisien bernilai positif artinya kenaikan Jumlah Kecelakaan
(X1) akan mengakibatkan kenaikan pada Jumlah Korban Kecelakaan (Y).
3. Koefisien regresi variabel Kondisi Jalan (X2) sebesar -2,038; artinya jika variabel
independen lain nilainya tetap dan Kondisi Jalan (X2) mengalami kenaikan satu
satuan, maka Kepadatan Penduduk (Y) akan mengalami penurunan sebesar 2,038 atau
20,38%. Koefisien bernilai negatif artinya Kondisi Jalan (X2) akan mengakibatkan
penurunan pada Jumlah Korban Kecelakaan (Y).
4.3 Analisis Cluster
Setelah melakukan analisis regresi, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis
cluster. Analisis cluster adalah suatu analisis yang bertujuan untuk mengelompokkan objek-
objek dalam hal ini adalah unit analisis berupa ruas jalan berdasarkan karakteristik yang
dimilikinya. Analisis cluster mengklasifikasikan objek sehingga setiap objek yang memiliki
sifat yang mirip atau memiliki kesamaan terdekat mengelompok kedalam satu cluster yang
sama.
Dalam analisis cluster ini variabel yang digunakan yaitu variabel jumlah korban
kecelakaan, jumlah kecelakaan, dan kondisi jalan. Selanjutnya ketiga variabel tersebut akan
mengelompokkan ruas jalan sesuai dengan karakteristik kesamaannya masing-masing. Hal
tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kebijakan yang efektif dan efisien untuk mengurangi
jumlah korban kecelakaan di ruas - ruas jalan arteri dan kolektor tersebut. Berikut ini diagram
dendogram yang menampilkan hasil dari analisis cluster:
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 17
Hirarki ke 4
Gambar 4. 2 Diagram Dendogram Hasil Analisis Cluster
Sumber: Analisis Penulis, 2018
Melalui gambar 4.2 diatas yang merupakan diagram dendogram hasil analisis cluster,
dapat dilihat bahwa ruas - ruas jalan arteri dan kolektor tersebut membentuk 2 cluster pada
hirarki ke 4. Alasan pengambilan pengelompokan ruas jalan pada hirarki ke 4 yaitu agar
dapat memfokuskan kebijakan pada ruas – ruas jalan yang paling banyak terjadi kecelakaan
lalu lintas. Kemudian, dapat diketahui informasi cluster yang terbentuk berdasarkan
karakteristik kesamaan yaitu seperti pada tabel berikut:
Tabel 4.5 Cluster yang Terbentuk Berdasarkan Karakteristik Kesamaan
Cluster Anggota Karakteristik Kesamaan
Jl. Mulawarman
Jl. Tanjung Pura
Jl. Yos Sudarso
Ruas jalan di cluster 1 merupakan ruas jalan yang
Jl. Marsma Iswahyudi
memiliki karakteristik kondisi jalan tidak rusak dan
1 Jl. D.I Panjaitan
jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi cenderung
Jl. Syarifuddin Yoes
rendah.
Jl. Ahmad Yani
Jl. Kapten Tendean
Jl. Jenderal Sudriman
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 18
Jl. Ruhui Rahayu
Jl. Wahab Syahrani
Ruas jalan di cluster 2 merupakan ruas jalan yang
Jl. M. T Haryono
2 memiliki karakteristik kondisi jalan rusak dan jumlah
Jl. Soekarno-Hatta
kecelakaan lalu lintas yang terjadi cukup banyak.
Sumber: Analisis Penulis, 2018
Setelah mengetahui pengelompokkan setiap ruas jalan dan karakteristik kesamaannya,
maka dapat diterapkan kebijakan untuk mengurangi jumlah korban kecelakaan di ruas-ruas
jalan arteri dan kolektor sebagai berikut:
1. Cluster 1 memiliki karakteristik kondisi jalan tidak rusak dan kecelakaan lalu
lintas yang terjadi cenderung rendah sehingga pemerintah dapat menjaga kondisi
tersebut agar jumlah kecelakaan lalu lintas tidak meningkat karena hal tersebut
berpengaruh terhadap peningkatan jumlah korban kecelakaan.
2. Cluster 2 memiliki karakteristik kondisi jalan rusan dan jumlah kecelakaan lalu
lintas cukup banyak sehingga pemerintah dapat mengutamakan perbaikan jalan di
ruas - ruas jalan pada cluster 2 agar jumlah kecelakaan dapat menurun karena hal
tersebut berpengaruh terhadap penurunan jumlah korban kecelakaan.
Untuk dapat mengetahui dengan lebih jelas persebaran ruas-ruas jalan, berikut
ditampilkan peta karakteristik kesamaan ruas jalan berdasarkan cluster.
Gambar 4. 3 Peta Karakteristik Kesamaan Ruas Jalan Berdasarkan Cluster
Sumber: Bappeda Kota Balikpapan, 2016
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 19
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil percobaan analisis regresi linier berganda dan analisis cluster
yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Dalam uji kebaikan model dapat diketahui koefisien determinasi sebesar 92,4 –
93,7% yang berarti bahwa model sangat layak karena variasi data dapat dijelaskan
oleh model. Sedangkan, sisamya dijelaskan oleh faktor lain sebesar 7,3%.
2. Dalam uji serentak atau uji F jumlah kecelakaan dan kondisi jalan (variabel X)
mampu memprediksikan secara serentak jumlah korban kecelakaan (variabel Y)
dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05
3. Dalam uji secara individu atau uji T jumlah kecelakaan dapat memprediksi jumlah
korban kecelakaan karena nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Sedangkan, kondisi jalan
tidak dapat memprediksi jumlah korban kecelakaan karena nilai signifikansi 0,179
> 0,05.
4. Bentuk persamaan regresi linier berganda yang dihasilkan dari percobaan ini yaitu:
Jumlah Korban Kecelakaan = 4,019 + 1,139 Jumlah Kecelakaan - 2,038 kondisi
jalan..
5. Pada hirarki ke 4 akan membentuk 2 cluster dimana cluster pertama anggotanya
adalah Jalan Mulawarman, Tanjung Pura, Yos Sudarso, Marsma Iswahyudi, D.I
Panjaitan, Syarifudin Yoes, Ahmad Yani, dan Kapten Piere Tandean. Sedangkan,
pada cluster kedua anggotanya adalah Jalan Soekarno-Hatta dan M.T. Haryono.
6. Berdasarkan pengelompokkannya cluster pertama dikelompokkan karena memiliki
karakteristik kondisi jalan tidak rusak dan jumlah kecelakaan lalu lintas yang
terjadi cenderung rendah. Sedangkan, pada cluster kedua karena memiliki
karakteristik kondisi jalan rusak dan jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi
cukup banyak.
7. Kebijakan yang dapat dibuat pada tiap cluster yaitu cluster pertama pemerintah
dapat menjaga kondisi tersebut agar jumlah kecelakaan lalu lintas tidak meningkat
karena hal tersebut berpengaruh terhadap peningkatan jumlah korban kecelakaan.
Sedangkan, pada cluster kedua pemerintah dapat mengutamakan perbaikan jalan di
ruas - ruas jalan pada cluster kedua agar jumlah kecelakaan dapat menurun karena
hal tersebut berpengaruh terhadap penurunan jumlah korban kecelakaan.
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 20
5.2 Rekomendasi
Adapun rekomendasi yang dapat dibuat untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas
lintas pada jalan arteri dan kolektor adalah sebagai berikut:
1. Melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan pada ruas – ruas jalan arteri dan
kolektor di Kota Balikapapan yang mengalami kerusakan.
2. Melengkapi semua kelengkapan jalan untuk memunjang kondisi lalu lintas pada ruas
– ruas jalan arteri dan kolektor di Kota Balikpapan agar para pengguna jalan dapat
tertib berlalu lintas.
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 21
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2016. “Angka Kecelakaan Lalu Lintas 2016” BPS: Pusat.
Direktorat Lalu Lintas Kalimantan timur. 2017. “Laporan Jumlah Kejadian Kecelakaan
Kalimantan Timur tahun 2017”. Balikpapan: Ditlantas Kaltim.
Agus, Sujanto. 2010. “Psikologi Umum”. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Austroads. 2002. “Road Safety Audit, 2nd ed”. Syndney: Austroads Publication.
Ben, Fauzi Ramadhan. 2009. “Gambaran Persepsi Keselamatan Berkendara Sepeda Motor
pada Siswa/i Sekolah Menengah Atas di Kota Bogor”. Jakarta: FKM UI.
Djafri, Defriman. 2007. “Survival Analysis Gangguan Pernafasan dengan Tingkat Pejanan
Pencemaran Udara Di DKI Jakarta”. Jakarta: Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Djati, Pratiwi dkk. (2001). “Pola Dasar dan Pecah Pola Busana”. Yogyakarta: KANISIUS.
Fachrurrozy. 2001. “Keselamatan Lalu Lintas (Traffic Safety)”. Yogyakarta: Jurnal Magister
Sistem dan Teknik Transportasi Universitas Gadjah Mada.
Jonathan, Sarwono. 2006. “Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif”. Yogyakarta: Graha
Ilmu.
Kartika, Andi. 2009. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay di Indonesia”.
Semarang: Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE), Fakultas Ekonomi Universitas Stikubank
Semarang.
Katno, Pramono S. 2016. “Tingkat Kecelakaan Akibat Kerusakan Jalan”. Yogyakarta:
Fakultas Farmasi UGM.
R. Dewar, P. Olson. 2007. “Human Factors in Traffic safety 2nd ed”. Tucson, AZ : Lawyers
& Judges Publishing Co, Inc.
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 22
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 23
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 24
PENELITIAN KECIL TEKNIK ANALISA KUANTITATIF 25