SOP Kegiatan Penanganan Gigitan Hewan Penular Rabies
No. Dokumen : [Link] : Halaman : ½
Tanggal Terbit : Di tetapkan : di Garut
PROSEDUR
14 Agustus 2014 Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit
TETAP
[Link] Siti Hana
NIP. 19720315 201001 2 002
Pengertian
Tujuan Untuk mencegah penularan penyakit rabies dari hewan penular rabies ke
manusia.
Kebijakan Bahwa penyakit rabies merupakan salah satu penyakit yang cenderung
menimbulkan kejadian luar biasa dan kematian sehingga menjadi masalah
kesehatan masyarakat, sehingga perlu dilakukan penanganan gigitan
hewan penular rabies secara dini dan terus menerus.
Prosedur 1. Puskesmas menyampaikan permintaan VAR ke Dinas Kesehatan
2. Kepala Bidang menerima surat permintaan VAR
3. Kepala Bidang meneruskan surat ke Kepala Seksi untuk tindak lanjut
4. Kepala Seksi menugaskan programer menindaklanjuti
5. Programer menghubungi petugas di puskesmas untuk memastikan
kebutuhan VAR
6. Programer melaporkan nota pengeluaran VAR kepada Kepala Seksi
untuk ditandatangan
7. Programer membubuhkan cap dinas pada nota yang telah
ditandatangani Kepala Seksi/ mewakilkan
8. Nota siap diberikan ke puskesmas
Alur Kegiatan
Penderita Rabies
Penyelidikan Epidemiologis oleh
Puskesmas
Dinas Kesehatan Kabupaten
Unit Terkait 1. FAMM
2. Puskesmas
3. Kelurahan /Desa
4. Dinas Kesehatan Kabupaten
Mengetahui,
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit
Tatang Wahyudin, [Link], [Link]
NIP. 19650913 198603 1 013
Pendistribusian Kelambu Berinsektisida
No. Dokumen : [Link] : Halaman : ½
Tanggal Terbit : Di tetapkan : di Garut
PROSEDUR
14 Agustus 2014 Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit
TETAP
[Link] Siti Hana
NIP. 19720315 201001 2 002
Pengertian Pemberian kelambu berinsektisida kepada masyarakat di wilayah resiko
terjadinya penularan penyakit malaria melalui vektor nyamuk malaria.
Tujuan 1. Untuk membatasi penularan serta menurunkan angka kesakitan dan
kematian akibat malaria.
2. Melindungi sekurang-kurangnya 80% masyarakat yang tinggal di
daerah endemis malaria terhadap penularan malaria.
3. Melindungi kelompok rentan terhadap penularan malaria,
kuhususnya pada ibu hamil, bayi dan balita.
4. Mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) malaria pada
kelompok penduduk di lokasi potensial KLB.
5. Melindungi penduduk miskin di daerah endemis malaria yang jauh
dari unit pelayanan kesehatan.
Kebijakan 1. Seluruh penduduk beresiko terlindungi dari penularan malaria
melalui penggunaan kelambu berinsektisida.
2. Kelambu diadakan oleh pemerintah pusat , Pemerintah Daerah ,
LSM, Organisasi Kemasyarakatan dan Lembaga Donor serta
didistribusikan ke daerah endemis malaria.
3. Penggunaan kelambu berinsektisida harus didasarkan pada data
penyakit malaria dengan memperhatikan faktor sosial budaya
masyarakat.
Prosedur A. Perencanaan
1. Penetapan sasaran.
a. Tahap Pemberantasan
1). Sasaran lokasi pendistribusian kelambu berinsektisida
adalah desa endemis malaria (masih terjadi penularan)
yang SPR-nya ˃ 5%
Alur Kegiatan
Penderita DBD
Penyelidikan Epidemiologis (ditemukan
1 atau lebih penderita DBD lainnya dan/
atau ≥ 3 orang tersangka DBD, dan
ditemukan jentik (≥ 5%)
Lakukan Pengendalian Vektor DBD
dengan cara pengasapan (Fogging)
Unit Terkait 1. Rumah Sakit
2. Puskesmas
3. Kelurahan /Desa
4. Dinas Kesehatan Kabupaten
Mengetahui,
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit
Tatang Wahyudin, [Link], [Link]
NIP. 19650913 198603 1 013