0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan2 halaman

Strategi Penanganan Risiko Bunuh Diri

Dokumen ini memberikan strategi pelaksanaan kepada keluarga untuk merawat anggota keluarga yang berisiko bunuh diri. Strateginya meliputi tiga fase yaitu orientasi, kerja, dan terminasi. Pada fase orientasi, perawat akan menjelaskan tanda-tanda bunuh diri dan cara merawat pasien. Fase kerja meliputi pengawasan gejala bunuh diri pasien, menjauhkan benda berbahaya, dan memberikan dukungan. Fase terminasi berupa evaluasi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan2 halaman

Strategi Penanganan Risiko Bunuh Diri

Dokumen ini memberikan strategi pelaksanaan kepada keluarga untuk merawat anggota keluarga yang berisiko bunuh diri. Strateginya meliputi tiga fase yaitu orientasi, kerja, dan terminasi. Pada fase orientasi, perawat akan menjelaskan tanda-tanda bunuh diri dan cara merawat pasien. Fase kerja meliputi pengawasan gejala bunuh diri pasien, menjauhkan benda berbahaya, dan memberikan dukungan. Fase terminasi berupa evaluasi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PELAKSANAAN KELUARGA 1

RESIKO BUNUH DIRI

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
Ds :
a. Klien sering sekali mengatakan segala sesuatu akan lebih baik jika tanpa
saya
b. Klien mengatakan saya adalah orang yang selalu membawa musibah sudah
sepantasnya saya pergi jauh dari sini.
Do :
a. Klien tampak murung dan sedih
b. Klien tampak sering menangis

2. Tujuan Khusus
a. Klien dapat meningkatkan harga dirinya
b. Klien dapat melakukan kegiatan sehari-hari
c. Klien mendapat perlindungan dari lingkungannya.

3. Tindakan keperawatan
a. Menanyakan keluarga tentang tanda dan gejala bunuh diri yang penah muncul
pada pasien.
b. Mendiskusikan tentang tanda dan gejala yang umumnya muncul pada
pasien berisiko bunuh diri.

B. Komunikasi Strategi Pelaksanaan


SP I Keluarga: Melatih keluarga cara merawat pasien risiko bunuh Diri
a. Fase Orientasi
Assalamu’alaikum. Selamat pagi Bapak/Ibu. Benar kalian adalah orang tua dari
Yuki? Kenalkan saya perawat Rini Safitri yang merawat putri ibu.”
Sekarang kita akan mendiskusikan tentang tanda dan gejala bunuh diri dan cara
melindungi dari bunuh diri.
Dimana kita akan mendiskusikannya? Berapa lama bapak dan ibu ingin
mendiskusikannya?
b. Fase Kerja
Apa yang bapak/ibu lihat dari perilaku Yuki selama ini?
Bapak/Ibu sebaiknya lebih sering memperhatikan tanda dan gejala bunuh diri.
Pada umumnya orang yang akan melakukan tindakan bunuh diri menunjukkan
tanda melalui percakapannya seperti “ saya tidak ingin hidup lagi”. Apakah Yuki
sering mengatakannya pak?
Kalau bapak/ibu mendengarkan Yuki berbicara seperti itu, maka sebaiknya bapak
mendengarkan secara serius. Pengawasan terhadap kondisi Yuki perlu
ditingkatkan, jangan biarkan Yuki mengunci diri di kamar. Bapak perlu
menjauhkan benda berbahaya seperti gunting, silet, gelas dan lain-lain. Hal ini
sebaiknya perlu dilakukan untuk melindungi Yuki dari bahaya dan memberi
dukungan untuk tidak melakukan tindakan tersebut.
Usahakan 5 hari sekali bapak dan ibu memuji dengan tulus.
Tetapi kalau sudah terjadi percobaan bunuh diri, sebaiknya bapak dan ibu mencari
bantuan orang lain. Apabila tidak dapat diatasi segeralah ke rumah sakit terdekat
untuk mendapatkan perawatan yang lebih serius. Setelah kembali ke rumah,
bapak/ ibu perlu membantu Yuki terus berobat untuk mengatasi keinginan bunuh
diri.

c. Fase Terminasi
Evaluasi Subjektif: Bagaimana bapak/ibu ada yang mau ditanyakan?
Evaluasi objektif: Bapak/ibu dapat mengulangi lagi cara-cara merawat anggota
keluarga yang ingin bunuh diri? Ya, Bagus. Jangan lupa untuk selalu mengawasi
Yuki ya pak jika ada tanda-tanda keinginan bunuh diri segera menghubungi kami.
Terima kasih Bapak/Ibu. Selamat Siang.

Anda mungkin juga menyukai