0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan17 halaman

Panduan Lengkap Alat Pelindung Diri K3

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian, jenis, tujuan dan ketentuan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam konteks kesehatan dan keselamatan kerja. Secara singkat, APD digunakan untuk melindungi pekerja dari berbagai bahaya di tempat kerja seperti benturan, panas, kimia, dan lainnya. Pengusaha wajib menyediakan berbagai jenis APD sesuai standar.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan17 halaman

Panduan Lengkap Alat Pelindung Diri K3

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian, jenis, tujuan dan ketentuan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam konteks kesehatan dan keselamatan kerja. Secara singkat, APD digunakan untuk melindungi pekerja dari berbagai bahaya di tempat kerja seperti benturan, panas, kimia, dan lainnya. Pengusaha wajib menyediakan berbagai jenis APD sesuai standar.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pemahaman Tentang Alat Perlindungan Diri (APD) dalam Kesehatan Keselamatan

Kerja (K3)

Diajukan untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Dangerous Goods

Dosen Pengampu : Marwanto Rahmatullah, ST.,MT.

Disusun Oleh :

Muhammad Rafif Garda Amal (6164135)

Program Studi Diploma IV Logistik Bisnis

POLITEKNIK POS INDONESIA

2019
1. Pengertian Perlindungan Diri
Kecelakaan kerja merupakan salah satu masalah bagi sebuah perusahaan. Kerugian
yang diderita tidak hanya berupa kerugian materi namun timbulnya korban jiwa pekerja.
Kehilangan sumber daya manusia ini merupakan kerugian bagi perusahaan karena diperlukan
waktu untuk mencari atau mendidik sumber daya manusia yang sesuai perusahaan. Kerugian
yang langsung yang tampak dari timbulnya kecelakaan kerja adalah biaya pengobatan dan
kompensasi kecelakaan. Sedangkan biaya tak langsung yang tidak tampak ialah kerusakan alat-
alat produksi, penataan manajemen keselamatan yang lebih baik, penghentian alat produksi,
dan hilangnya waktu kerja
.
Oleh karena itulah diperlukan alat pelindung diri (APD) untuk mengurangi risiko
kecelakaan dalam pekerjaan terutama di industri. Alat pelindung diri (APD) adalah seperangkat
alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh/sebagian tubuhnya terhadap
kemungkinan adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja. APD dipakai sebagai upaya terakhir
dalam usaha melindungi tenaga kerja apabila usaha rekayasa (engineering) dan administratif
tidak dapat dilakukan dengan baik.

Alat Pelindung Diri (APD) adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja
sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di
sekelilingnya Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat yang berfungsi untuk melindungi
seseorang dalam pekerjaan dimana fungsinya mengisolasi tubuh tenaga kerja dari bahaya di
lingkungan kerja (Depnaker, 2006). Alat pelindung diri yaitu seperangkat alat yang harus
digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi tubuh terhadap kemungkinan adanya potensi
bahaya atau kecelakaan kerja (Budiono, 2006).Pemilihan alat pelindung diri berdasarkan
pada sifat interaksi pasien dan tingkat potensi terkena darah, cairan tubuh atau agen
infeksius.

Penggunaan yang tepat dari APD untuk kepatuhan terhadap pelaksanaan standard
precautions meliputi:

 Penggunaan sarung tangan (handscoen) dalam situasi yang kemungkinan kontak


dengan darah atau cairan tubuh, selaput lendir (mukosa), kulit yang tidak utuh atau
bahan yang dicurigai berpotensi menular, menggunakan apron untuk melindungi
kulit dan pakaian selama prosedur tindakan di mana kontak dengan darah atau
cairan tubuh, penggunaan pelindung mulut, hidung dan pelindung mata selama
tindakan yang mungkin menimbulkan percikan cairan tubuh seperti darah atau
lainnya.
 Setiap unit baik rawat jalan atau pun rawat inap harus mengevaluasi layanan yang
diberikan untuk menentukan kebutuhan dan memastikan bahwa alat pelindung
memadai dan tepat tersedia untuk terlaksananya kepatuhan dalam penggunaan A
 Semua petugas pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan harus diberi
pengetahuan mengenai pilihan yang tepat dalam penggunaan alat pelindung diri.

2. Jenis Jenis Alat Pelindung Diri

1. Alat pelindung kepala


via klikMRO
Alat pelindung kepala berupa safety helmet ini berfungsi melindungi kepala dari benturan,
terpukul atau kejatuhan benda keras atau benda tajam, terantuk, percikan dari api atau
bahan kimia, radiasi panas, mikro organisme, dan juga suhu yang ekstrim. Safety
helmet memiliki warna beragam yang memudahkan untuk mengenali posisi atau jabatan
individu yang mengenakannya. Safety helmet untuk pekerja penambangan di bawah tanah
biasanya dilengkapi pula dengan lampu kepala.

2. Pakaian pelindung

Pakaian pelindung berupa rompi reflektor atau safety vest adalah rompi yang dirancang
secara khusus dilengkapi dengan bahan iluminator. Bahan ini bisa berpedar saat terkena
cahaya. Tujuan penambahan bahan iluminator pada rompi tak lain supaya posisi
penggunanya bisa terlihat dengan mudah di malam hari atau pada area yang gelap.

3. Alat pelindung kaki


Alat pelindung kaki berupa sepatu khusus ini berfungsi melindungi kaki dari benturan
benda-benda berat, tertimpa, tertusuk benda tajam, terkena cairan panas ataupun dingin,
terpapar suhu yang ekstrim, cipratan bahan kimia atau mikro organisme, dan tergelincir.
Untuk pekerja tambang, sepatu yang dikenakan menggunakan bahan kulit berlapis metal
dengan sol karet tebal atau sepatu boot sesuai dengan medan pertambangan.

4. Alat pelindung mata

Alat pelindung mata berupa safety goggles, face shield atau tameng muka, serta full face
masker atau tameng muka dan kacamata yang menjadi satu kesatuan. Fungsinya adalah
untuk melindungi mata dan muka dari percikan bahan kimia, percikan benda-benda
berukuran kecil terutama saat proses drilling di pertambangan, uap panas maupun dingin,
radiasi gelombang elektromagnetik, benturan dengan benda keras atau tajam dan juga
pancaran cahaya.

5. Alat pelindung pernafasan


Alat pelindung berupa masker atau respirator ini berfungsi melindungi organ pernafasan
dengan cara menyaring udara dari bahan-bahan kimia, partikel kecil yang banyak
beterbangan di area pertambangan, mikro organisme, uap, panas, dan sebagainya.

6. Alat pelindung tangan


Alat pelindung tangan berupa safety gloves ini berfungsi melindungi tangan dari suhu panas
atau dingin, arus listrik, percikan api atau bahan kimia, benturan dan goresan yang kerap
dialami pekerja tambang hingga infeksi virus dan bakteri.

7. Alat pengaman telinga

Earplug Earmuff
Alat pengaman telinga berupa ear plugs / ear muff ini berfungsi melindungi alat
pendengaran dari tekanan atau kebisingan karena penggunaan berbagai mesin di area
pertambangan.

8. Alat pelindung jatuh


Alat pelindung jatuh untuk perorangan ini terdiri dari safety harness atau pengaman tubuh
dan safety rope atau tali pengaman. Alat ini berfungsi untuk membatasi gerak pekerja
supaya tidak terjatuh atau dengan kata lain menjaga pekerja untuk berada pada posisi yang
dibutuhkan. Alat pelindung jatuh perorangan ini akan menjaga pekerja tidak jatuh atau
terbentur.

9. Pelampung

Pelampung atau lifevest berfungsi melindungi penggunanya agar tidak tenggelam.


Penggunaan pelampung membantu pengguna untuk tetap berada dalam posisi melayang
atau terapung di dalam air. Para pekerja tambang biasanya menggunakan alat pelindung ini
dalam perjalanan menuju ke lokasi tambang saat melewati perairan.

Semua jenis alat pelindung diri atau APD untuk pekerja di bidang pertambangan ini wajib
dikenakan dengan semestinya saat sedang bekerja. APD tidak hanya menjaga keselamatan
penggunanya tetapi juga orang-orang yang berada di sekelilingnya.
2. Tujuan Alat Pelindung Diri

1. Melindungi tenaga kerja apabila usaha rekayasa (engineering) dan administratif tidak dapat
dilakukan dengan baik.

2. Meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja.

3. Menciptakan lingkungan kerja yang aman

3. Ketentuan Penggunaan Alat Pelindung Diri

A. Menurut Undang-undang No.1 tahun 1970

 Pasal 3 ayat (1) butir f : Memberikan alat-alat perlindungan diri pada para pekerja
 Pasal 9 ayat (1) butir c : Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap
tenaga kerja baru tentang APD bagi tenaga kerja yang bersangkutan
 Pasal 12 butir b : Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga
kerja untuk memakai APD yang diwajibkan
 Pasal 14 butir c : Pengurus diwajibkan menyedikan secara cuma-cuma Alat
Perlindungan Diri yang diwajibkan pada pekerja dan orang lain yang memasuki tempat
kerja.

B. Menurut Permenakertrans No. Per: 01/Men/1981

 Pasal 4 ayat (3) menyebutkan kewajiban pengurus menyediakan secara cuma-cuma


Alat Perlindungan Diri yang diwajibkan penggunaanya oleh tenaga kerja yang berada
dibawah pimpinannya untuk mencegah Penyakit Akibat Kerja (PAK).
C. Menurut Permenakertrans No. Per. 03/Men/1982

 Pasal 2 menyebutkan memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan


tempmat kerja, pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dan gizi serta
penyelanggaraan makanan ditempat kerja.

D. Menurut Permenakertrans No. Per.08/Men/VII/2010

 Pasal 2 ayat (1) menyebutkan pengusaha wajib menyediakan Alat Perlindungan Diri
bagi pekerja/buruh ditempat kerja.
 Pasal 5 menyebutkan pengusaha atau pemgurus wajib mengumumkan secara tertulis
dan memasang rambu-rambu mengenai kewajiban penggunaan Alat Perlindungan Diri
ditempat kerja.
 Pasal 6 ayat (1) menyebutkan pekerja/buruh dan orang lain yang memasuki tempat
kerja wajib memakai atau menggunakan APD sesyai dengan potensi bahaya dan risiko
 Pasal 7 ayat (1) menyebutkan pengusaha atau pengurus wajib melaksanakan
manajemen Alat Perlindungan Diri di tempat kerja

4. Urutan Penggunaan Alat Pelindung Diri

A. Tujuan penggunaan:
Melindungi kulit, membrane mukosa, kulit dan pakaian tenaga kesehatan dari
resiko pajanan darah, semua jenis cairan tubuh , sekret, ekskreta, kulit yang tidak utuh dan
selaput lendir pasien maupun permukaan lingkungan yang terkontaminasi dan melindungi
pasien dari paparan tenaga kesehatan

B. Jenis Alat Pelindung Diri

1. Gloves/Sarung tangan → proteksi tangan

2. Gown/Aprons → proteksi kulit dan atau pakaian

3. Respirator → proteksi saluran nafas dari agen infeksi airborne/udara

4. Goggles/Kaca mata → proteksi mata

5. Face Protection → proteksi wajah, mulut, hidung dan mata

6. Head coverings/Topi → proteksi kepala

7. Sepatu/Boot → proteksi kaki

C. Urutan Pemakaian
1. Gloves / Sarung Tangan :
a. Tujuan Penggunaan :
Melindungi tangan dari kontak dengan darah, semua jenis cairan tubuh, sekret, ekskreta,
kulit yang tidak utuh, selaput lendir pasien dan benda yang terkontaminasi.
b. Jenis Sarung Tangan:
 Sarung tangan bersih
 Sarung tangan steril
 Sarung tangan rumah tangga
c. Bahan Dasar:
 Vinyl, Latex atau Nitrile
d. Indikasi Pemakaian Sarung Tangan:
 Sarung tangan steril
 jika melakukan tindakan steril yang kontak dengan darah atau cairan tubuh pasien
 Tindakan operasi
 Tindakan invasiv
 Rawat luka
 Mencampur obat intra vena multidose di farmasi
 Sarung tangan tidak steril

 Jika melakukan tindakan tidak steril dan kemungkinan kontak dengan darah atau cairan
tubuh, exkresi atau sekresi pasien
 Memasang intravena
 Ganti balutan
 Kontak langsung dengan pasien kolonisasi infeksi patogen
 Membersihkan alat instrumen yang terkontaminasi
enangani specimen

3. Sarung tangan rumah tangga


Jika melakukkan tindakan yang terkait dengan bahan kimia dan permukaan lingkungan atau
peralatan kesehatan yang terkontaminasi
 Pembersihan rutin permukaan lingkungan
 Menangani peralatan atau permukaan lingkungan yang terkontaminasi
 Menangani limbah
 Membersihkan cipratan darah atau cairan tubuh
 Menggunakan chemical
 Membersihkan instrumen
e. Hal-hal yang harus diperhatikan
 Lakukan kebersihan tangan sebelum dan sesudah memakai sarung tangan
 Gunakan sarung tangan berbeda untuk setiap pasien
 Pahami tehnik memakai dan melepas sarung tangan
 Sarung tangan tidak boleh reuseable (kecuali sarung tangan rumah tangga
 Ganti sarung tangan bila tampak rusak/bocor
 Segera lepas sarung tangan jika telah selesai digunakan
 Buang sarung tangan setelah digunakan ke tempat pembuangan sampah sesuai prosedur
 Pilih jenis sarung tangan sesuai tindakan
2. Gown / Baju Pelindung
a. Tujuan penggunaan gown atau baju pelindung:
Melindungi lengan dan baju petugas dari kemungkinan percikan darah atau cairan tubuh dan
material yang tercemar

b. Jenis :
 Steril
 Bersih
c. Bahan :
 Kain reuseable
 Plastik sekali pakai
 Kertas sekali pakai
d. Indikasi Gown :
Jika tindakan memungkinkan lengan dan baju terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh :
 Tindakan bedah
 Pengisapan lendir yang masif
 Membersihkan luka
 Memasang drainase
 Menangani pasien perdarahan masif

 Perawatan gigi
 Tindakan penanganan alat yang memungkinkan pencemaran / kontaminasi lengan dan
pakaian petugas
3. Respiratory Protection
1. Masker
a. Tujuan :
 Melindungi tenaga kesehatan dari kontak material infeksi dari pasien
 Melindungi pasien terpajan agen infeksi dari petugas
 Pada pasien batuk membatasi penyebaran infeksi ke orang lain

2. Respirator N95
a. Tujuan :
 Melindungi saluran pernapasan, untuk mencegah transmisi agen infeksi udara
(airborne transmission)
b. Indikasi :
 Tindakan yang dapat menghasilkan aerosol pada pasien dengan transmisi airborne.
Contoh :
 Pasien Flu burung
 Bronchoskopi
 Pengisapan lendir

4. Pelindung Wajah/Face protection


a. Tujuan : melindungi selaput lendir mata, hidung, mulut dan wajah dari semua jenis cairan
tubuh, sekret, ekskreta
b. Jenis Pelindung Wajah :
 Masker dan penutup mata
 kaca mata/gogles
 Visor/face shields
c. Indikasi :
Tindakan yang memungkinkan mata dan wajah terciprat darah atau cairan tubuh pasien.
 Tindakan operasi
 Menolong persalinan
5. Head Coverings/ Penutup Kepala
a. Tujuan :

Mencegah jatuhnya mikroorganisme yang ada di rambut dan kulit kepala petugas terhadap alat-
alat daerah steril dan juga sebaliknya untuk melindungi kepala/rambut petugas dari percikan
bahan-bahan dari pasien
Indikasi :
Tindakan yang memungkinkan rambut kepala jatuh ke pasien atau rambut petugas terkena
percikan darah atau cairan tubuh
 Tindakan operasi
 Tindakan invasif
 Tindakan intubasi
 Suctioning
6. Sepatu Pelindung
a. Tujuan :

Melindungi kaki petugas dari tumpahan/percikan darah atau cairan tubuh lainnya dan
mencegah dari kemungkinan tusukan benda tajam atau kejatuhan alat kesehatan
b. Catatan :
 Sepatu pelindung harus digunakan selama didalam ruang operasi dan tidak boleh
dibawa keluar
 Sepatu harus bersih dan sepenuhnya menutup kaki
 Bisa digunakan boot dari bahan kulit atau plastik
c. Langkah Penggunaan dan Melepaskan APD

Melepaskan:
 Desinfeksi sarung tangan
 Desinfeksi sepatu
 Lepas sarung tangan luar
 Lepas masker bedah
 Lepas apron
 Lepas pelindung mata
 Lepas penutup kepala
 Lepas masker
 Lepas sarung tangan
 Lepas sepatu

5. Kesimpulan
Alat pelindung diri (APD) merupakan upaya terakhir dan meminimalkan resiko
yang dapat terjadi akibat kecelakan atau bahaya di sekeliling terutama pada dunia kerja
baik dilaboratorium maupun di lingkungan. Klasifikasi APD disesuaikan dengan fungsi
dan kebutuhan yaitu pelindung mata dan wajah,pelindung pernapasan, pelindung
kepala, pelindungkaki, pelindung tangan, pelindung pendengaran, pelindung diri atau
tubuh dan sabut pengaman. Pemeliharaan APD dilakukan sesuai dengan standar dan
setiap alat pelindung diri memiliki karakteristik berbeda, ada yang sekali penggunaan
seperti masker dan sarung tangan kesehatan.
Teknik pemeliharan juga disesuaikan dan penyimpanan APD dalam keadaan
kering, bersih, berikan label dan simpan dalam kantung plastik sertaletakkan pada
tempat terjangkau. Karyawan atau pekerja yangakan melakukan respirasi dan
menggunakan alat respiratorhubungi petugas keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
dilingkungan atau tempat Anda. Secara inti Alat Perlindungan Diri merupakan:
1. Alat Pelindung Diri merupakan bagian dari kewaspadaan standar.

2. Penggunaan Alat Pelindung Diri bertujuan untuk memutus mata rantai infeksi.
3. Penggunaan Alat Pelindung Diri sesuai dengan indikasi dan segera dilepas jika telah
selesai digunakan/tindakan.
4. Penggunaan APD satu alat untuk satu tindakan.

Anda mungkin juga menyukai