BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI
2.1 Keadaan Umum
RSUD Pemangkat merupakan rumah sakit daerah milik pemerintah Kabupaten
Sambas yang termasuk Rumah Sakit Tipe C.
Identitas Rumah Sakit : RSUD Pemangkat
Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas
Nama Direktur : dr. Achmad Hardin, [Link]
Alamat : Jl. Abdul Kadir Kasim No. 20 Pemangkat
Kode Pos : 79455
Telp. & Fax : (0562) 241040 & (0562) 241203
Luas Lahan : 2,02 ha
Luas Bangunan : 4.298 m2
Jumlah Tempat Tidur : 151
Jumlah Pegawai : 335
Rumah Sakit Umum Daerah Pemangkat selanjutnya disingkat menjadi RSUD
Pemangkat merupakan Unit Pelayanan Teknis Daerah pada Dinas Kesehatan milik
Pemerintah Kabupaten Sambas yang mengelola penyelenggaraan pelayanan
kesehatan sejalan dengan praktek bisnis yang sehat dan mempunyai fungsi
memberikan pelayan kesehatan rujukan kepada masyarakat di Kabupaten Sambas.
RSUD Pemangkat dipimpin oleh seorang direktur yang berada dibawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kesehatan. Tugas RSUD Pemangkat yaitu
memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna pada semua bidang
dan jenis pelayanan (Pasal 4 Perbup 17 tahun 2017). Rumah Sakit Umum Daerah
Pemangkat berdiri pada tahun 1955 dengan nama Yayasan Rumah Sakit Rakyat
Pemangkat dengan ketua dr. Lim Tiong Sing. Pada tahun 1966 berkembang menjadi
Pusat Kesehatan Masyarakat terpadu (Puskesmas). Untuk memenuhi kebutuhan
pelayanan kesehatan masyarakat Kecamatan Pemangkat selanjutnya dikembangkan
menjadi Puskesmas Rawat Inap. Semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan
pelayanan kesehatan di Kabupaten Sambas menuntut pengembangan Puskesmas
Rawat Inap menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Tipe D.
RSUD Pemangkat memiliki kemampuan pelayanan minimal 4 (empat)
pelayanan dasar, hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
1235/MENKES/SK/10/1997 tanggal 28 Oktober 1997, tentang Peningkatan Kelas
RSUD Pemangkat milik Pemerintah Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat
3
menjadi Tipe C. Pelayanan dasar yang mampu dilayani di RSUD Pemangkat yaitu :
Kebidanan, Penyakit Dalam, Bedah dan Anak serta ditambah dengan pelayanan
Spesialistik Mata, Instalasi ICU, Bedah Sentral dan Penunjang Medis yaitu Instalasi
Laboratorium Klini, Instalasi Radiologi, Fisioterapi serta Unit Transfusi Darah Rumah
Sakit. Sarana dan prasarana yang terdiri atas sarana medis maupun non medis
merupakan bagian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dari
tahun ke tahun RSUD Pemangkat melaksanakan program peningkatan sarana dan
prasarana Rumah Sakit yang bertujuan untuk semakin melengkapi sarana yang telah
ada.
Letak RSUD Pemangkat cukup strategis yaitu di Kecamatan Pemangkat yang
berada ditengah - tengah antara Kota Singkawang dan Kota Sambas sebagai ibu kota
Kabupaten Sambas. Kabupaten Sambas merupakan kabupaten yang berbatasan
langsung dengan Negara Malaysia. Dari sisi akses dan jalur transportasi, RSUD
Pemangkat berdekatan dengan dua pelabuhan yang menjadi pusat transportasi laut di
Kabupaten Sambas yaitu Pelabuhan Sintete di Kecamatan Semparuk dan Pelabuhan
Perikanan yang terletak di Desa Penjajap Kecamatan Pemangkat. Lokasi RSUD
Pemangkat tepatnya di Jalan A. Kadir Kasim No. 20 Pemangkat, Desa Gugah
Sejahtera. Luas lahan yaitu 2.02 ha dengan luas bangunan 4.298 m2. Sampai dengan
tahun 2017, jumlah tenaga di RSUD Pemangkat sebanyak 335 orang. RSUD
Pemangkat adalah Rumah Sakit kelas C yang merupakan pusat rujukan di Kabupaten
Sambas.
RSUD Pemangkat memiliki sejumlah unit pelayanan yaitu unit yang
menyelenggarakan upaya kesehatan yang terdiri dari rawat jalan, rawat inap, gawat
darurat, rawat intensif, radiologi, laboratorium, rehabilitasi medis. Saat ini kapasitas
rawat inap RSUD Pemangkat ini adalah sebanyak 151 TT (Tempat Tidur). Pelayanan
rawat inap terdiri dari rawat inap bedah, non bedah, khusus dan intensif. Pelayanan
rawat inap berjalan normal dengan berfungsinya ruang rawat kelas I, II, III serta VIP.
2.2 Visi dan Misi Organisasi
RSUD Pemangkat merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas
Kesehatan Kabupaten Sambas yang ikut berperan aktif dalam rangka
penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu,
pelaksanaan segala urusan dalam RSUD Pemangkat Kabupaten Sambas harus
didasarkan pada pola pemerintahan Kabupaten Sambas, yang diterangkan dalam
visi dan misi kabupaten. Visi RSUD Pemangkat adalah gambaran arah
pembangunan atau kondisi masa depan yang ingin dicapai RSUD Pemangkat
melalui penyelenggaraan tugas dan fungsi dalam kurun waktu lima tahun yang akan
4
datang, sedangkan misi RSUD Pemangkat adalah rumusan umum mengenai upaya-
upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan misi RSUD Pemangkat. Sehingga
untuk mencapai sinergitas pelaksanaan tugas pelayanan oleh RSUD Pemangkat
Kabupaten Sambas, maka RSUD Pemangkat Kabupaten Sambas menyusun visi
dan misi yang dirancang selaras dengan visi dan misi Kabupaten Sambas yaitu :
Visi
“Mewujudkan RSUD Pemangkat menuju pelayanan yang profesional dan terakreditasi
paripurna 2021”
Misi
Berdasarkan visi yang telah ditetapkan, maka misi RSUD Pemangkat Kabupaten
Sambas adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana
secara terus menerus.
2. Meningkatkan pelayanan prima melalui kecepatan, ketepatan dan efisiensi.
3. Memiliki daya saing yang berorientasi pada pemenuhan kepuasan pelanggan.
2.3 Nilai – Nilai Organisasi dan Motto
2.3.1 Nilai-nilai dasar yang dianut oleh RSUD Pemangkat Kabupaten Sambas
diantaranya adalah:
1. Disiplin
2. Saling menghormati
3. Dipercaya
4. Kebersamaan
5. Giat
6. Ramah
7. Bijaksana
8. Inovatif
9. Sabar
10. Tanggung jawab
2.3.2 Motto yang dianut oleh RSUD Pemangkat adalah “melayani dengan senyuman
dan sepenuh hati”.
2.4 Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Bupati Sambas Nomor 17 Tahun 2017 tentang
Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)
5
Rumah Sakit Umum Daerah Pemangkat Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas,
Susunan Organisasi UPTD RSUD Pemangkat Kabupaten Sambas adalah sebagai
berikut :
Gambar 2.1
Struktur Organisasi RSUD Pemangkat Kabupaten Sambas
6
2.5 Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Pemangkat
Table 2.1
SDM RSUD Pemangkat
JUMLAH
NO JABATAN TOTAL
PNS KONTRAK MAGANG
1 PEJABAT STRUKTURAL 32 26 3 61
2 DOKTER UMUM 5 2 - 7
3 DOKTER SPESIALIS 11 5 - 16
4 DOKTER GIGI 2 - - 2
5 PERAWAT 44 89 4 137
6 PERAWAT GIGI 1 1 1 3
7 BIDAN 12 16 5 33
8 APOTEKER 2 2 1 5
9 ASISTEN APOTEKER 3 3 1 7
10 RADIOGRAFER 1 1 - 2
11 ANALIS KESEHATAN 8 7 1 16
12 NUTRISIONIST 2 3 - 5
13 FISIOTERAPIS 1 - 1 2
14 REFRAKSIONIST OPTISEN 1 - - 1
15 PEREKAM MEDIS 2 1 1 4
16 ELEKTROMEDIS 1 - 1 2
17 SANITARIAN 3 1 - 4
18 KESEHATAN MASYARAKAT 3 - - 3
19 FUNGSIONAL UMUM 28 14 3 45
JUMLAH 162 171 22 355
2.6 Uraian Tugas Perekam Medis Terampil
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 30 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Perekam
Medis dan Angka Kreditnya, rincian kegiatan Perekam Medis Terampil Pelaksana
diantaranya sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi kebutuhan formulir dalam penyusunan SIM rekam medis manual
(berbasis kertas);
2. Mengidentifikasi kebutuhan isi dan data dalam formulir dalam penyusunan SIM
rekam medis manual (berbasis kertas);
3. Mengklasifikasi kegiatan pelayanan dalam rangka penyusunan alur pembentukan
SIM rekam medis (manual);
4. Merancang alur kegiatan pelayanan dalam rangka penyusunan alur pembentukan
SIM rekam medis (manual);
7
5. Mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan sebagai dasar pengambilan keputusan
baik internal maupun eksternal
6. Melakukan wawancara untuk mengisi identitas pribadi data sosial pasien rawat
jalan dalam rangka pelaksanaan rekam medis di tempat penerimaan pasien baru
dan lama rawat jalan;
7. Membuat dan memutakhirkan Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP) rawat jalan
dalam rangka pelaksanaan rekam medis di tempat penerimaan pasien baru dan
lama rawat jalan;
8. Melakukan wawancara untuk mengisi identitas pribadi data sosial pasien rawat
inap dan menginformasikan ke ruang perawatan dalam rangka pelaksanaan
rekam medis di tempat penerimaan pasien baru dan lama rawat inap;
9. Menyiapkan rekam medis rawat inap serta meminta rekam medis rawat inap ke
petugas rekam medis bagian penyimpanan dalam rangka pelaksanaan rekam
medis di tempat penerimaan pasien baru dan lama rawat inap;
10. Membuat, menyimpan dan memutakhirkan Kartu Kendali (KK) dalam rangka
pelaksanaan rekam medis di tempat penerimaan pasien baru dan lama rawat
inap;
11. Mengisi buku registerasi pendaftaran pasien rawat jalan melalui
pencatatan/registrasi pasien;
12. Membuat dan memutakhirkan KIUP rawat jalan melalui pencatatan/registrasi
pasien;
13. Membuat dan memutakhirkan Indeks Utama Pasien (IUP) rawat jalan melalui
pencatatan/ registerasi pasien;
14. Membuat indeks penyakit, indeks tindakan medis dan indeks dokter pasien rawat
jalan melalui pencatatan/registerasi pasien;
15. Mengisi buku registrasi pendaftaran pasien rawat inap melalui
pencatatan/registrasi pasien;
16. Membuat dan memutakhirkan KIUP rawat inap melalui pencatatan/registrasi
pasien;
17. Membuat dan memutakhirkan IUP rawat inap melalui pencatatan/registrasi pasien;
18. Membuat indeks penyakit, indeks tindakan medis dan indeks dokter pasien rawat
inap dalam rangka pelaksanaan rekam medis melalui pencatatan/ registrasi
pasien;
19. Menerima data rekam medis dalam rangka asembling rekam medis rawat jalan
berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada;
20. Mencatat buku ekspedisi dalam rangka asembling rekam medis rawat jalan
berdasarkan SOP yang ada;
8
21. Menyeleksi rekam medis incomplete dalam rangka asembling rekam medis rawat
jalan berdasarkan SOP yang ada;
22. Menyisipkan slip lembar kekurangan dalam rangka asembling rekam medis rawat
jalan berdasarkan SOP yang ada;
23. Membuat laporan incomplete dalam rangka asembling rekam medis rawat jalan
berdasarkan SOP yang ada;
24. Menerima rekam medis dalam rangka asembling rekam medis rawat inap
berdasarkan SOP yang ada;
25. Mencatat buku ekspedisi dalam rangka asembling rekam medis rawat inap
berdasarkan SOP yang ada;
26. Mengidentifikasi data dalam rangka penyusunan katalog jenis formulir rekam
medis secara manual;
27. Mengklasifikasi data dalam rangka penyusunan katalog jenis formulir rekam medis
secara manual;
28. Mengolah data katalog jenis formulir rekam medis secara manual dalam rangka
penyusunan katalog jenis formulir rekam medis secara manual;
29. Membuat laporan data katalog catatan mutu formulir rekam medis secara manual;
30. Memasukkan data demografi pasien, kode diagnosa dan tindakan medis pasien
rawat jalan ke dalam soft ware case mix.
31. Memasukkan data demografi pasien, kode diagnosa dan tindakan medis pasien
rawat inap ke dalam soft ware case mix;
32. Memproses grouping untuk menentukan tarif case mix;
33. Menyiapkan dan menyerahkan laporan hasil grouping dalam bentuk txt ke bagian
akuntansi untuk diverifikasi internal;
34. Menerima kembali berkas klaim/file txt hasil koreksi dari bagian akuntansi;
35. Melakukan input ulang hasil koreksi kedalam software case mix;
36. Menyortir rekam medis rawat jalan dalam rangka penyimpanan rekam medis;
37. Menyimpan rekam medis rawat jalan dan rawat jalan guna menjaga agar
penyimpanan rekam medis aman, rahasia, tidak dapat diakses oleh orang yang
tidak berkepentingan;
38. Menyimpan rekam medis rawat jalan dan rawat inap inaktif yang bernilai guna
dengan media tertentu;
39. Menyeleksi rekam medis yang akan disusutkan dalam rangka proses retensi;
40. Membuat daftar pertelaan rekam medis yang akan disusutkan;
41. Mendistribusikan rekam medis ke unit terkait;
42. Mengumpulkan data untuk penyusunan laporan cakupan pelayanan pada sarana
pelayanan kesehatan;
9
43. Mengumpulkan data penyakit dan tindakan medis untuk penyusunan laporan
morbiditas dan mortalitas pasien rawat inap;
44. Mengumpulkan data penyakit menular untuk penyusunan laporan morbiditas dan
mortalitas pasien rawat jalan;
45. Menghitung angka ketidakkelengkapan pengisian informed consent;
46. Mengidentifikasi data formulir analisis mutu sistem pengembalian berkas rekam
medis;
47. Mengumpulkan data analisis mutu sistem pengembalian berkas rekam medis;
48. Mengidentifikasi keabsahan data rekam medis secara manual dalam rangka
evaluasi rekam medis pasien rawat inap;
49. Mengobservasi data pada setiap lembaran rekam medis dalam rangka evaluasi
keabsahan data.
10