Pengelolaan dan Desain Laboratorium
Pengelolaan dan Desain Laboratorium
Laboratorium sering diartikan sebagai suatu ruang atau tempat dilakukannya percobaan atau
penelitian. Ruang dimaksud dapat berupa gedung yang dibatasi oleh dinding dan atap atau
alam terbuka misalnya kebun botani. Pada pembelajaran sain termasuk Fisika di dalamnya
keberadaan laboratorium menjadi sangat penting. Pada konteks proses belajar mengajar sains
di sekolah-sekolah seringkali istilah laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu
suatu ruangan yang didalamnya terdapat sejumlah alat-alat dan bahan praktikum. Atas dasar
inilah pembahasan kita tentang pengelolaan laboratorium akan dibatasi pada laboratorium
yang berupa ruang tertutup.
A. Desain Laboratorium
1. Jenis Laboratorium
Pemakai laboratorium hendaknya memahami tata letak atau layout bangunan laboratorium.
Pembangunan suatu laboratorium tidak dipercayakan begitu saja kepada seorang arsitektur
bangunan. Bangunan laboratorium tidak sama dengan bangunan kelas. Banyak faktor yang
harus dipertimbangkan sebelum membangun laboratorium. Faktor-faktor tersebut antara lain
lokasi bangunan laboratorium dan ukuran-ukuran ruang.
Persyaratan lokasi pembangunan laboratorium antara lain tidak terletak pada arah angin yang
menuju bangunan lain atau pemukiman. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyebaran
gas-gas berbahaya. Bangunan laboratorium tidak berdekatan atau dibangun pada lokasi
sumber air. Bangunan laboratorium jangan terlalu dekat dengan bangunan lainnya. Lokasi
laboratorium harus mudah dijangkau untuk pengontrolan dan memudahkan tindakan lainnya
misalnya apabila terjadi kebakaran, mobil kebakaran harus dapat menjangkau bangunan
laboratorium.
Selain persyaratan lokasi, perlu diperhatikan pula tata letak ruangan. Ruangan laboratorium
untuk pembelajaran sain umumnya terdiri dari ruang utama dan ruang-ruang pelengkap.
Ruang utama adalah ruangan tempat para siswa atau mahasiswa melakukan praktikum.
Ruang pelengkap umumnya terdiri dari ruang persiapan dan ruang penyimpanan. Ruang
persiapan digunakan untuk menyiapkan alat-alat dan bahan-bahan yang akan dipakai
praktikum atau percobaan baik untuk siswa maupun untuk guru. Ruang penyimpanan atau
gudang terutama digunakan untuk menyimpan bahan-bahan persediaan (termasuk bahan
kimia) dan alat-alat yang penggunaannya tidak setiap saat (jarang). Selain ruangan-ruangan
tersebut, mungkin juga sebuah laboratorium memiliki ruang gelap (dark room), ruangan
spesimen, ruangan khusus untuk penyimpanan bahan-bahan kimia dan ruang adminitrasi /
staf . Hal ini didasarkan atas pertimbangan keamanan berbagai peralatan laboratorium dan
kenyamanan para pengguna laboratorium.
Penyimpanan alat-alat di dalam gudang tidak boleh disatukan dengan bahan kimia. Demikian
pula penyimpanan alat-alat gelas tidak boleh disatukan dengan alat-alat yang terbuat dari
logam.
Ukuran ruang utama lebih besar dari pada ukuran ruang persiapan dan ruang penyimpanan.
Contoh apabila luas lantai untuk sebuah bangunan laboratorium 100 m2, 70 – 80
m2 diguanakan untuk ruang utama tempat praktikum. Ruang penyimpanan harus dapat
ditempati lemari yang akan digunakan untuk menyimpan alat-alat atau bahan. Demikian juga
ruang persiapan, harus dapat ditempati meja dan alat-alat untuk keperluan penyiapan bahan-
bahan atau alat-alat untuk percobaan. Contoh tata letak ruangan-ruangan laboratorium beserta
ukurannya dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 2. Tata letak ruang laboratorium berikut meja samping, meja demonstrasi, meja dan
kursi praktikum, panggung, papan tulis, bak cuci dan terminal listrik
a. Ruang praktikum
Ruang praktikum merupakan bagian utama dari sebuah laboratorium fisika sekolah. Ruang
praktikum adalah ruang tempat berlangsungnya proses pembelajaran fisika di laboratorium.
Proses pembelajaran fisika di dalam ruang praktikum dapat berupa peragaan atau
demonstrasi, praktikum perorangan atau kelompok, dan penelitian. Proses pembelajaran di
ruang praktikum menuntut tempat yang lebih luas dari pada proses pembelajaran klasikal di
dalam kelas biasa, oleh karena itu luas ruang praktikum harus dapat memberikan keleluasaan
bergerak kepada siswa dan guru selama melakukan proses pembelajaran. Luas ruang
praktikum ini tentu harus memperhitungkan jumlah siswa dan guru yang akan melaksanakan
proses pembelajaran fisika di dalamnya. Luas ruang praktikum biasanya antara satu setengah
sampai dua kali luas ruang kelas. Agar kegiatan proses pembelajaran di dalam ruang
praktikum dapat berjalan dengan baik, maka ruang praktikum hendaknya memiliki
fasilitasfasilitas utama sebagai berikut :
Instalasi listrik (untuk percobaan, demonstrasi, penerangan dan lain-lain), instalasi air
dengan bak cucinya, instalasi gas, dan instalasi limbah.
Fasilitas mebeler berupa meja dan kursi praktikan untuk siswa, kursi dan meja
demonstrasi untuk guru, loker penitipan tas buku siswa, dan lemari penyimpanan alat-alat
praktikum.
Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan kerja di dalamnya, sebaiknya ruang praktikum
memiliki fasilitas-fasilitas sebagai berikut :
Ventalasi udara yang cukup, dapat berupa jendela, langit-langit yang tidak tertutup
rapat, atau mungkin kipas angin (exhous-van).
Pintu masuk dan pintu keluar yang berbeda dengan daun pintu terbuka ke luar.
Pintu yang berhubungan langsung dengan ruang persiapan dan ruang guru serta dapat
teramati [Link] ruangan itu.
Kotak P3K.
b. Ruang guru
Ruang guru di laboratorium adalah tempat kerja bagi penanggung jawab laboratorium
dan guru yang melaksanakan proses pembelajaran di laboratorium.
Ruang guru terdapat di dalam laboratorium, dengan satu pintu masuk dan keluar
yang sama melalui ruang praktikum.
Ruang guru dan ruang praktikum sebaiknya disekat dengan dinding berkaca bening
sehingga dari dalam ruang ini guru dapat mengawasi kegiatan yang terjadi di dalam ruang
praktikum.
Ruang guru memiliki instalasi listrik dan ventilasi udara yang baik.
Kursi dan meja tulis untuk satu orang guru atau lebih.
Loker atau rak untuk menyimpan pekerjaan tulis siswa yang akan diperiksa oleh guru.
Dalam ruang ini dapat dilaksanakan pekerjaan administrasi laboratorium seperti :
c. Ruang persiapan
Ruang persiapan adalah ruang yang disediakan untuk melakukan perawatan dan persiapan
alat-alat laboratorium.
Bila sekolah atau laboratorium memiliki petugas laboran, ruang persiapan juga dapat
digunakan sebagai ruang kerja laboran dalam melayani kegiatan laboratorium kepada guru
dan siswa.
Ruang persiapan terdapat di dalam laboratorium, diantara ruang praktikum dan ruang
ruang penyimpanan atau gudang.
Ruang persiapan dan ruang praktikum sebaiknya disekat dengan dinding berkaca
bening atau ram kawat, sehingga dari dalam ruang ini guru atau laboran dapat melihat
kegiatan yang terjadi di dalam ruang praktikum.
Ruang persiapan memiliki instalasi listrik dan ventilasi udara yang baik.
Kursi dan meja kerja untuk melakukan perawatan dan persiapan alat-alat laboratorium..
Di dalam ruang ini dapat dilaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan alat-alat
laboratorium seperti :
Memperbaiki.
Membersihkan.
Mengkalibrasi ulang.
Di dalam ruang ini juga dapat dilaksanakan pekerjaan mempersiapkan alat-alat yang
akan digunakan dalam kegiatan laboratorium seperti :
Setting.
Uji coba
d. Ruang penyimpanan.
Ruang penyimpanan di laboratorium dapat juga disebut sebagai gudang laboratorium, adalah
ruang yang disediakan khusus untuk menyimpan alat-alat yang sedang tidak digunakan.
Ruang penyimpanan terdapat di dalam laboratorium di sebelah dalam ruang persiapan.
Ruang penyimpanan atau gudang harus memiliki instalasi listrik dan ventilasi udara
yang baik.
Sekali lagi dapat diperhatikan bahwa pada kenyataannya di lapangan, jumlah, bentuk, ukuran,
kualitas dan lokasi setiap ruang-ruang laboratorium dapat saja berbeda antara satu sekolah
dengan sekolah lainnya, bergantung kepada keadaan di masing-masing sekolah. Hal itu dapat
terjadi misalnya karena laboratorium didirikan dengan memanfaatkan ruangan-ruangan
tertentu yang sudah ada di sekolah. Akan tetapi, seandainya laboratorium di bangun baru di
tanah kosong, maka perencanaannya hendaklah memperhatikan perbandingan yang
proporsional antara ruang yang satu dengan ruang yang lainnya, dan antara setiap ruangan
yang dibuat hendaknya mudah saling mengakses selama kegiatan laboratorium berlangsung.
Telah dibicarakan di muka bahwa laboratorium memiliki peran sebagai tempat dilakukannya
percobaan atau penelitian. Di dalam pembelajaran sains, laboratorium berperan sebagai
tempat kegiatan penunjang dari kegiatan kelas. Bahkan mungkin sebaliknya bahwa yang
berperan utama dalam pembelajaran sain adalah laboratorium, sedangkan kelas sebagai
tempat kegiatan penunjang. Fungsi lain dari laboratorium adalah sebagai tempat display atau
pameran. Contohnya kita dapat menyaksikan adanya sejumlah spesimen hewan atau
tumbuhan yang sengaja dipampang untuk pembelajaran. Kadang-kadang di dalam
laboratorium juga dikoleksi sejumlah spesies langka atau bahkan yang sudah punah, baik
yang mikroskopis maupun yang makroskopis. Dalam hal ini laboratorium ternyata juga dapat
berperan sebagai musium kecil. Selain itu masih banyak lagi peranan laboratorium, sebagai
perpustakaan IPA, sumber-sumber IPA.
C. Fasilitas Laboratorium
Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memudahkan
pemakai laboratorium dalam melakukan aktivitasnya. Fasilitas tersebut ada yang berupa
fasilitas umum (utilities) dan fasilitas khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat
digunakan oleh semua pemakai laboratorium contohnya penerangan, ventilasi, air, bak cuci
(sinks), aliran listrik, gas. Fasilitas khusus berupa peralatan dan mebelair, contohnya meja
siswa/mahasiswa, meja guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari alat, lemari bahan, dan ruang
timbang, lemari asam, perlengkapan P3K, pemadam kebakaran dll.
Penerangan
Ruang laboratorium harus memiliki pengatur penerangan yang dapat diubah-ubah sesuai
kebutuhan. Sumber cahaya dapat berasal dari cahaya matahari atau dari listrik.
Ventilasi
Laboratorium IPA membutuhkan ventilasi yang baik, lebih-lebih untuk laboratorium Fisika
yang sering menggunakan bahan-bahan mudah menguap. Kadang-kadang ventilasi tidak
dapat dicukup dari jendela, sehingga dibutuhkan alat perotasi udara seperti kipas penyedot
(ceiling fans). Adanya kipas penyedot ini dapat membantu pergantian udara menjadi lebih
baik.
Air
Air merupakan fasilitas yang penting dalam laboratorium IPA, terutama untuk laboratorium
Fisika. Pasokan air ke dalam laboratorium tersebut harus cukup. Selain jumlah pasokan,
kualitasnya juga harus baik, kualitas air yang kurang baik dapat mempercepat kerusakan alat-
alat terutama alat-alat yang terbuat dari logam. Aliran air yang masuk ke dalam laboratorium
harus lancar. Demikian juga aliran air yang ke luar laboratorium. Air yang masuk dan ke luar
laboratorium biasanya lewat pipa-pipa. Harus diperhatikan pembuangan air sisa cucian yang
mengandung bahan-bahan yang dapat merusakkan pipa-pipa tersebut. Beberapa kebutuhan
instalasi air yang harus diperhatikan, yaitu:
Komponen Instalasi air terdiri dari saluran air bersih dari sumbernya ke dalam
laboratorium, salurang air buangan (limbah), dan bak cuci lengkap dengan kran airnya.
Bak Cuci dapat dipasang di bagian ruangan yang memerlukan, namun hendaknya
jauh dari lemari alat-alat yang tidak tahan terhadap kelembaban dan dari stop kontak listrik.
Biasanya bak cuci di pasang di ruang guru, di bagian pinggir ruang praktikum, di dekat meja
demonstrasi, dan dapat juga di dekat meja praktikum. Bak cuci sebaiknya tidak usah dipasang
di ruang persiapan dan di gudang.
Listrik
Pada laboratoium Fisika, listrik merupakan fasilitas yang sangat penting. Besarnya daya yang
terpasang harus mencukupi kebutuhan alat-alat laboratorium, terutama alat-alat laboratorium
yang membutuhkan daya besar, seperti oven, furnace, autoclave dan lain-lain. Tegangan
listrik harus selalu dicek apakah stabil atau [Link] listrik yang tidak stabil dapat
merusak alat-alat. Harus diperhatikan pula instalasi listrik, jangan didekatkan dengan aliran
air dan gas. Selain itu harus dilengkapi dengan pengaman yang mudah dijangkau.
Terminal out let harus mudah dijangkau. Instalasi listrik secara periodic perlu diperiksa
kondisinya. Kabel-kabel listrik secara periodic disikat untuk menghilangkan bahan-bahan
korosif yang biasanya menempel pada permukaan kabel. Socket dan plug harus diperiksa
apakah masih berfungsi dengan baik atau rusak (aus). Apabila rusak harus segera diganti.
Periksa juga secara periodic hubungan kabel ke socket apakah masih terikat dengan kuat.
Komponen instalasi listrik laboratorium dapat terdiri dari jaringan kabel, sikring,
lampu, saklar dan stop kontak, lebih baik kalau dilengkapi dengan stabiliser.
Mebeler
Yang dimaksud dengan fasilitas mebeler adalah peralatan mebel seperti meja, kursi, lemari,
rak dan sebagainya. Pada prinsipnya semua mebeler adalah sama, namun karena fungsi dan
tujuan pemakaiannya, maka mebeler laboratorium biasanya memiliki bentuk, ukuran, dan
jenis bahan tertentu yang dapat berbeda dengan mebeler lainnya. Sesuai dengan tujuan
pemakaian dan fungsinya, fasilitas mebeler laboratorium dapat terdiri dari bermacam-macam
meja, kursi, lemari, rak dan loker, seperti yang akan dikemukakan berikut ini :
a. Meja
Meja praktikum
Satu meja untuktuk satu percobaan dan satu percobaan dapat dilakukan oleh dua sampai 4
orang siswa.
Ukuran meja praktikum kira-kira dua kali meja belajar di kelas dengan atau misalnya
tinggi 75 cm, lebar 70 cm dan panjang 120 cm.
Sebaiknya satu meja dipasang terpisah (jangan berimpit) dengan meja yang lainnya.
Meja demonstrasi
Ukuran panjangnya kira-kira dua kali meja praktikum dengan lebar dan tinggi yang sama
atau bisa juga tinggi 75 cm, lebar 80 cm dan panjang 200 cm.
Meja persiapan
Untuk guru dan atau laboran untuk mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk
proses pembelajaran.
Meja tulis
Untuk guru.
Ukurannya sama dengan ukuran meja tulis pada umumnya, lengkap dengan laci-lacinya
b. Kursi
Kursi di laboratorium dibedakan atas kursi biasa untuk guru dan kursi praktikum untuk siswa
melakukan percobaan atau mengikuti pembelajaran di laboratorium.
Kursi praktikum umumnya dibuat dari rangka besi tingginya sekita 50 cm dan tempat
duduknya terbuat dari kayu berbentuk dengan diameter sekitar 25 cm.
Agar tidak cepat merusak lantai dan tidak menimbulkan suara berisik ketika digeser,
bagian bawak (telapak) kaki kursi sebaiknya dilapisi plastik, kayu atau karet.
c. Lemari
Lemari di laboratorium terutama dapat dibedakan atas lemari alat, lemari buku, dan lemari
administrasi.
Lemari alat
Lemari alat di laboratorioum dibedakan atas lemari tinggi yang disimpan di ruang
penyimpanan, dan lemari pendek yang terdapat di bagian pinggir ruang praktikum.
Lemari pendek yang terdapat di bagian pinggir ruang praktikum, juga dapat digunakan
sebagai meja praktikum, misalnya untuk percobaan yang menggunakan instalasi gas..
Semua lemari laboratorium, terutama lemari alat-alat harus terbuat dari bahan yang kuat
untuk menahan beban yang cukup berat, sebaiknya tidak dari partikel blok atau tripleks dan
multiplek yang terlalu tipis.
Agar tidak menyita tempat yang lebar, pintu lemari alat-alat biasanya berupa pintu geser.
Bagian depan lemari alat di ruang penyimpanan sebaiknya terbuat dari kaca, agar mudah
dilihat alat apa yang terdapat di dalamnya.
Pintu lemari alat-alat harus dilengkapi dengan kunci yang menjamin keamaan alat-alat di
dalamnya.
Lemari administrasi
Lemari administrasi adalah lemari yang digunakan untuk menyimpan segala format
administrasi laboratorium.
Lemari ini dapat dibuat dari kayu atau plat logam, dengan ukuran yang dapat disesuaikan
dengan kebutuhan dan ketersediaan tempat.
Jumlah lemari administrasi jangan terlalu banyak dibandingkan dengan jumlah lemari alat.
Lemari buku
Lemari ini sebaiknya berninding kaca, dan tidak dikunci, agar setiap pengguna
laboratorium dapat menggunakan buku yang disimpan di dalmnya.
d. Rak
Rak adalah lemari tanpa dinding, yang digunakan untuk menyimpan alat-alat.
Alat-alat yang disimpan dalam rak ini biasanya adalah alat-alat yang memiliki kotak
khusus, atau alat-alat yang tidak terlalu memerlukan perlindungan dari cuaca dan debu.
Rak dapat disimpan di ruang penyimpanan alat, di ruang persiapan, dan di ruang guru
e. Loker
Loker siswa adalah lemari yang disediakan di laboratorium khusus untuk menyimpan
buku dan tas siswa di dalam laboratorium.
Loker di laboratorium biasanya dibuat hanya berupa kotak-kota dari sekat-sekat dan
tahap-tahap tanpa pintu.
Loker dapat dibuat dari bahan kayu dengan ukuran yang ideal untuk siswa.
Selain itu, perlengkapan yang berupa mebelar harus diperhatikan kualitas dan ukurannya.
Misalnya untuk meja perlu diperhatikan ketinggiannya. Umunya meja siswa / mahasiswa
ukuran tingginya 70-75 cm. Meja guru / dosen atau meja demonstrasi harus lebih tinggi dari
meja siswa, agar sewaktu demonstrasi dapat terlihat sampai ke meja siswa paling belakang.
Kursi laboratorium apabila memungkinkan ketinggiannya dapat diatur, sehingga siswa /
mahasiswa dapat menyesuaikan dengan jenis kegitan praktikum / percobaan. Meja samping
yang biasa dipakai untuk menyimpan alat-alat yang menetap umumnya terbuat dari cor beton.
Namun demikian dapat juga meja samping tersebut dibuat dari bahan kayu keras. Bagian
bawah meja samping dapat sekaligus digunakan sebagai lemari. Ukuran meja samping
panjangnya bervariasi sesuai kebutuhan, sedangkan lebarnya antara 50 cm sampai 60 cm
dengan ukuran tinggi 70cm -75 cm. Demikian halnya meja untuk timbangan harus rata dan
tidak mudah bergetar atau goyang. Meja timbangan ini sangat cocok dibuat dari cor beton
atau dari bahan kayu keras yang tebal. Lemari alat dan bahan hendaknya memiliki tahapan
(shelve) yang dapat diubah-ubah posisinya agar memudahkan dalam menata alat-alat yang
bervariasi ukurannya. Adakalanya dibutuhkan suatu lemari yang khusus digunakan untuk
menyimpan mikroskop dan alat optik lainnya. Lemari mikroskop dibuat dengan tahapan
(shelve) yang kokoh dan datar yang dapat dibuat dari bahan logam atau kayu keras.
Ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan atau jumlah mikroskop yang dimiliki. Hal yang
perlu diperhatikan untuk lemari mikroskop tersebut adalah diusahakan tidak lembab agar
terhindar dari jamur.
Instalasi gas
D. Personal
E. Anggaran
2. Dengan bantuan guru senior dan asisten laboratorium, mintakan informasi mengenai:
d. Alat-alat baru yang dibutuhkan pada tahun ajaran yang akan datang
3. Mencari informasi proyeksi penerimaan siswa pada tahun ajaran yang akan datang
4. Pengecekan fasilitas laboratorium mencakup suplai air, listrik, gas dan lain-lain
5. Mengecek harga-harga alat/bahan pada saat ini dan memprediksi harga-harga tersebut
pada tahun mendatang
6. Berdasarkan informasi di atas (1-5) dan hasil konsultasi dengan guru-guru IPA, masing-
masing guru senior menyiapkan daftar kebutuhan untuk tahun yang akan datang. Daftar yang
dibuat harus mencakup tipe alat, model dan jumlah yang dibutuhkan. Secara umum daftar
kebutuhan meliputi:
a. Bahan habis
c. ATK
d. Dan lain-lain
7. Mendiskusikan hal-hal yang penting dan kritis untuk penyelesaian kebutuhan alat/bahan
tersebut dengan melibatkan Kepala Sekolah dan guru senior.
Pengusulan kebutuhan alat atau bahan hendaknya dibuat dalam bentuk format pemesanan
dengan mencantumkan nama alat/bahan, spesifikasi yang jelas, jumlah dan estimasi
harganya. Contoh formatnya adalah sebagai berikut:
F. Inventarisasi Alat dan Bahan
Untuk memudahkan pemeriksaan alat dan bahan laboratorium perlu dilakukan inventarisasi
yang sistematik. Inventarisasi ini dapat dibuat pada suatu buku atau secara komputasi sebagai
daftar induk. Hal-hal yang umum diperlukan pada inventarisasai mencakup:
1. Kode Alat/bahan
2. Nama alat/bahan
5. Tahun penggunaan
[Link]
DesainLaboratorium Kimia
Desain laboratorium berarti bagaimana bentuk laboratorium, dan bagian serta perlengkapan
yang harus ada.
Beberapa criteria dalam mendesain laboratorium kimia :
Cukup jauh dengan sumber air untuk mencegah terjadinya pencemaran air
Mempunyai saluran pembuangan limbah sendiri untuk mencegah terjadinya pencemaran air,
tanah dan udara
Cukup jauh dari bangunan lain sehingga keamanan dan ventilasi terjamin
Keberadaan ruang
Setiap siswa sebaiknya memperoleh ruang untuk pembelajaran seluas 2,5 m^2
Terdapat ruang persiapan bagi pengampu, asisten, dan laboran untuk menyiapkan praktikum
Terdapat ruang gudang untuk menyimpan alat dan bahan yang belum digunakan
Terdapat ruang gelap untuk pemrosesan foto dan melakukan percobaan bebas cahaya (bila
diperlukan)
Terdapat ruang timbang yang bebas dari zat kimia dan getaran yang dipergunakan untuk
menimbang dan menyimpan neraca
Terdapat pintu dan jendela yang lebar dan membuka kearah luar
Beberapa contoh desain dan tata ruang laboratorium dapat di lihat pada gambar berikut :
Lemari asam
Lemari asam dalam laboratorium sangat diperlukan dan menjadi saran pendukung
laboratorium . Ada beberapa fungsi lemari asam:
1. Tempat reaksi kimia yang menggunakan bahan bahan yang mudah menguap, gas yang
berbahaya
Sirkulasi udara dalam sistem lemari asam memegang peranan kunci dari aman tidaknya
lemari asam. Disamping itu bahan bahan yang digunakan dalam lemari asam sebaiknya tahan
terhadap bahan kimia.
Ada tiga komponen kimia yang perlu diperhatikan dalam pemeilihan bahan lemari
asam/fume hood. Kompone tersebut adalah:
2. Tahan terhadap bahan kimia yang bersifat korosif seperti asam dan bahasa.
Ketiga komponen tersebut menjadi pertimbangan utama dalam memilih lemari asam/fume
hood disamping desain dan harga.
PT. TARIFA INDONESIA adalah authorized dealer lemari asam/fume hood dan
menyediakan lemari asam/fume hood sesuai dengan kebutuhan anda. Kami mensuplai
kebutuhan lemari asama anda baik itu lemari asam buatan luar negeri seperti dari cole parmer
atau pun produk dalam negeri. Konsultasikan kebutuhan lemari asam/fume hood anda dengan
tenaga ahli kami sehingga lemari asam yang akan anda beli sesuai dengan harapan anda. Jika
anda masalah dengan lemari asam/fume hood anda maka kami menyediakan jasa service
untuk perawatan lemari asam anda.
[Link]
1. Letak Laboratorium, tidak mudah diseragamkan untuk semua sekolah yang mempunyai
laboratorium. Hal ini disebabkan tiap sekolah yang akan membangun laboratoium sudah
terikat oleh bentuk dan keadaan yang telah dimiliki sebelumnya. Sehingga tidak ada dua
sekolahpun yang memiliki keadaan lingkungan dan keperluan yang sama. Namun demikian,
bila keadaan masih mungkin, dalam menentukan letak laboratroium perlu diperhatikan hal-
hal berikut :
a. Letak terhadap lingkungan, selama masih mungkin meletakkan laboratorium dengan arah
“utara-selatan” sangat dianjurkan. Letak yang demikian erat hubungannya dengan banyaknya
sinar matahari yang masuk dan bersangkut paut dengan pemasangan jendela atau jumlah
jendela yang diperlukan.
b. Letak dari masing-masing laboratorium (science block). Kalau sebuah sekolah memiliki
beberapa buah laboratorium, adalah sangat bermanfaat bila laboratorium-laboratroium IPA
(Biologi, Fisika, Kimia, dan IPBA) letaknnya saling berdekatan atau ada dalam suat daerah.
Hal ini sangat menguntungkan karena dapat mengurangi perpindahan baik bagi guru maupun
peralatan yang diperlukan.
2. Luas ruangan laboratorium, sangat ditentukan oleh macam ruangan yang diperlukan.
b. Ruangan untuk persiapan, di mana guru dan laboran dapat melakukan persiapan
sebelumnya, agar kegiatan belajar berjalan baik. Untuk laboratorium yang mempunyai luas
lantai 100 m2, sebaiknya memiliki ruang persiapan sekurang-kurangnya 20 m2.
c. Ruangan untuk gudang, untuk menyimpan alat-alat, peralatan dan bahan-bahan yang
belum digunakan. Untuk gudang diperlukan ukuran minimal 5 x 4 m2, agar dapat
menyimpan lemari untuk zat-zat kimia.
f. Rumah kaca
b. Laboratorium Biologi
c. Laboratorium Fisika
d. Laboratorium Kimia
Walaupun ada pembedaan jenis laboratorium, tetapi ada fasilitas laboratorium yang umum
yang seharusnya ada dalam setiap laboratorium, seperti :
a. Meja. Meja ada beberapa macam, yaitu meja kerja untuk siswa; meja kerja untuk guru,
meja demonstrasi dan meja dinding.
1) Lemari biasa
2) Lemari gantung
d. Listrik
e. Gas
Sumber :
[Link]
PENDAHULUAN
Laboratorium sering diartikan sebagai suatu ruang atau tempat dilakukannya suatu percobaan
atau penelitian tertentu. Ruang dimaksud dapat berupa lantai gedung yang dibatasi oleh
dinding/ tembok/ kaca dan atap atau dapat juga alam terbuka, misalnya : Laboratorium
Komputer, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Kimia, merupakan contoh laboratorium yang
berada di dalam suatu ruang khusus. Sedangkan jenis laboratorium yang berada di alam
terbuka, seperti : Kebun Botani, Cagar Biosfer, Swaka Marga Satwa, Kebun Raya, Taman
Nasional dan lain-lain.
Laboratorium secara awam lebih sering difahami dalam pengertian yang sempit, yaitu hanya
berupa suatu ruangan pengap yang di dalamnya terdapat sejumlah alat-alat dan bahan
praktikum yang berbahaya, dengan harus selalu menaati prosedur baku dan tata cara khusus/
tertentu untuk dapat melakukan suatu kegiatan/ aktifitas di dalam ruang laboratorium tersebut
dengan aman.
Walaupun demikian, secara awam pula masyarakat luas bersepakat bahwa pada konteks
pembelajaran sains, keberadaan laboratorium menjadi sangat penting dan harus ada, karena
laboratorium tersebut dapat digolongkan menjadi salah suatu hal sangat pokok dalam
menunjang keberhasilan dan peningkatan kualitas proses belajar mengajar (transfer ilmu
pengetahuan oleh pendidik kepada para peserta didik).
Sehingga mau tidak mau pengertian laboratorium pada dunia perguruan tinggi harus difahami
menjadi pemaknaan yang lebih universal, setidaknya harus di fahamkan kedalam tiga fungsi
utamanya, yaitu : menjalankan fungi pendidikan, fungsi penelitian dan fungsi pengabdian
bagi masyarakat (tri dharma perguruan tinggi).
Pengertian Laboratorium
Menurut Direktorat Pendidikan Menengah Umum (1995:7) Departemen Pendidikan Nasinal
Republik Indonesia, “Laboratorium adalah tempat melakukan percobaan dan penyelidikan”.
Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar, atau ruangan terbuka. Dalam
pengertian yang terbatas laboratorium ialah suatu ruangan yang tertutup tempat melakukan
percobaan dan penyelidikan.
Desain Laboratorium
Bagaimanakah bentuk laboratorum yang ideal? Berapa besarkah ukurannya? Pertanyaan-
pertanyaan ini tidak serta merta dapat kita dijawab, karena sebuah laboratium dibangun untuk
tujuan dan misi tertentu. Artinya sebelum laboratoium itu dibangun tentu harus tahu dulu
untuk keperluan apa dan untuk siapa dipakai laboratorium tersebut. Misalnya laboratorium
yang akan digunakan untuk pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah tentunya akan
memiliki bentuk yang berbeda dengan laboratorium untuk penelitian lembaga riset nasional.
Sebuah laboratorium dengan ukuran lantai seluas 100 m2 dapat digunakan oleh sekitar 40
orang siswa, dengan rasio setiap siswa menggunakan tempat seluas 2,5 m2 dari keseluruhan
luas laboratorium. Laboratorium untuk keperluan 40 praktikum mahasiswa membutuhkan
ukuran lebih luas lagi, misalnya 3 – 4 m2 untuk setiap mahasiswa.
[Link]
PENDAHULUAN
Laboratorium memiliki peranan penting dalam kurikulum dan pendidikan sains, sebagaimana
diungkapkan oleh Hofstein & Naaman bahwa “Laboratory activities have long had a
distinctive and central role in the science curriculum and science educators have suggested
that many benefits accrue from engaging students in science laboratory activities”. Sementara
itu, Tobin (Hofstein & Lunetta, mengemukakan “Laboratory activities appeal as a way of
allowing students to learn with understanding and, at the same time, engage in a process of
constructing knowledge by doing science”.
Kualitas pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain tersedianya sarana prasarana
pendidikan yang memadai dan sumberdaya manusia pendidikan yang berkompeten.
Keduanya merupakan komponen input yang sangat penting dalam mendukung kegiatan
pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan baik dari segi kuantitas, kualitas,
maupun sistem pengelolaannya. Salah satu sarana pendidikan yang berfungsi sebagai
penunjang dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah, terutama yang berhubungan
dengan kegiatan praktikum adalah Laboratorium IPA.
Laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu suatu ruangan yang didalamnya
terdapat sejumlah alat-alat dan bahan praktikum. Penyimpanan bahan / zat kimia di
laboratorium merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan suatu laboratorium.
Kesalahan dan keteledoran dalam menyimpan dan pengatur letak bahan / zat kimia akan
dapat mengakibatkan kecelakaan berupa keracunan, kebakaran, maupun ledakan, yang
membahayakan serta dapat merenggut nyawa.
Penyimpanan bahan / zat kimia yang benar akan dapat mengurangi resiko kecelakaan. Lalu,
bagaimanakah penyimpanan bahan / zat kimia tersebut dalam laboratorium yang benar?
Tanda – tanda bahaya apa sajakah yang harus diperhatikan praktikan di laboratorium? Dan
bagaimana contoh layout tata ruang penyimpanan bahan / zat kimia tersebut? Hal ini lah yang
akan kita bahas pada bagian selanjutnya.
ISI
Pengelolaan merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien
untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan
keberlanjutan fungsi sumber daya. Pengelolaan hendaknya dijalankan berkaitan dengan unsur
atau fungsi-fungsi manajer, yakni perencanaan, pengorganisasian, pemberian komando,
pengkoordinasian, dan pengendalian. Sementara Luther M. Gullick (1993) menyatakan
fungsi-fungsi manajemen yang penting adalah perencanaan, pengorganisasian, pengadaan
tenaga kerja, pemberian bimbingan, pengkoordinasian, pelaporan, dan penganggaran. Dalam
pengelolaan laboratorium meliputi beberapa aspek yaitu sebagai berikut :
1. Perencanaan
2. Penataan
3. Pengadministrasian
Pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola
maupun pengguna. Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan
merasa terpanggil untuk mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja.
Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap
berfungsi sebagaimana mestinya. Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup
usaha untuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di
laboratorium dan penangannya bila terjadi kecelakaan. Para pengelola laboratorium
hendaknya memiliki pemahaman dan keterampilan kerja di laboratorium, bekerja sesuai
tugas dan tanggung jawabnya, dan mengikuti peraturan.
3. Koordinator Laboratorium
5. Laporan.
Para pengelola tersebut mempunyai tugas dan kewenangan yang berbeda namun tetap sinergi
dalam pencapaian tujuan bersama yang telah ditetapkan.
Keadaan laboratorium yang ditentukan oleh fasilitas, susunan laboratorium, dan keadaan
alat/bahan.
Alat : dikelompokkan atas jenis alat, jenis bahan pembuat alat, seberapa sering alat tersebut
digunakan, atau jenis percobaan.
Bahan / Zat : dikelompokkan pada jenis bahan (fasa/wujud zat, sifat asam basa dari zat),
seberapa bahaya bahan tersebut, dan seberapa sering bahan tersebut digunakan.
1. Jenis Alat
3. Percobaan
Secara Alfabetis
Berdasarkan Golongan (klasifikasi)
Dikontrol periodik
Disimpan pada tempat yang sesuai dan terpisah (padat, cair, gas, mudah terbakar,
higroskopis, mudah menguap)
2. Bobot alat
[Link]
Dunia Kimia
PENDAHULUAN
Belajar sains khususnya kimia yang berhubungan dengan zat- zat kimia termasuk materi dan
energi tidak hanya sekadar mengingat dan memahami konsep yang ditemukan oleh ilmuwan.
Akan tetapi, yang lebih penting adalah pembiasaan perilaku ilmuwan dalam menemukan
konsep yang dilakukan melalui percobaandan penelitian ilmiah. Tuntutan kompetensi dalam
kurikulum meliputi tiga aspek penting yang harus dimiliki siswa sebagai hasil belajar yaitu
pemahaman konsep, keterampilan, dan sikap ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan
pembelajaran yang dapat mencakup ketiga aspek tersebut. Pembelajaran dengan pendekatan
keterampilan proses dapat menumbuhkan sikap ilmiah, untuk mengembangkan keterampilan-
keterampilan mendasar sehingga konsep yang dipelajari mudah dipahami.
Oleh karena itu pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses perlu dilaksanakan
yang melibatkan siswa untuk aktif dalam kegiatan percobaan laboratorium. Pembelajaran
dengan pendekatan keterampilan proses memungkinkan siswa dapat menumbuhkan sikap
ilmiah untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan yang mendasar, sehingga dalam
proses pembelajaran siswa dapat memahami konsep yang dipelajarinya. Dengan demikian
hasil belajar yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai tuntutan kompetensi
dalam kurikulum yang dikembangkan saat ini akan tercapai.
Laboratorium adalah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan dilakukan. Tempat ini
dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka, kebun misalnya.
Dalam pengertian yang terbatas laboratorium ialah suatu ruangan yang tertutup dimana
percobaan dan penyelidikan dilakukan.
Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap
berfungsi sebagaimana mestinya. Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup
usahauntuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di
laboratorium danpenangannya bila terjadi [Link] pengelola laboratorium hendaknya
memiliki pemahaman dan keterampilan kerja dilaboratorium, bekerja sesuai tugas dan
tanggung jawabnya, dan mengikuti peraturan. Pengelolalaboratorium di sekolah umumnya
sebagai berikut : 1. Kepala Sekolah; 2. Wakil Kepala Sekolah; 3. Koordinator Laboratorium;
4. Penanggung jawab Laboratorium; 5. [Link] pengelola tersebut mempunyai tugas
dan kewenangan yang berbeda namun tetapsinergi dalam pencapaian tujuan bersama yang
telah ditetapkan. Agar siswa dapat menggunakan laboratorium secara optimal, maka kondisi
laboratoriumjuga perlu diupayakan tetap bersih dan nyaman.
.PEMBAHASAN
Salah satu keunikan yang terdapat dalam pelajaran sains dibanding pelajaran lain di sekolah
adalah praktik laboratorium. Lalu apa yang dimaksud dengan praktek laboratorium? Secara
sederhana ini adalah kegiatan praktek dan eksperimen yang melibatkan guru dan murid serta
bahan pembelajaran seperti prosedur percobaan dan pemakaian alat dan bahan, yang biasanya
dilakukan di laboratorium sains.
Pada penentuan lokasi laboratorium hendaknya dipertimbangkan hal- hal seperti berikut: arah
angin, arah datangnya cahaya dan jarak antara bangunan yang satu dengan yang lain.
Pertimbangan- pertimbangan itu diberikan agar: polusi udara yang disebabakan oleh
percobaan- percobaan dalam laboratorium tidak mengganggu ruangan yang lain, dapat
diperoleh penerangan alami yang sebanyak- banyaknya, laboratorium mudah dikontrol dan
tidak terlalu jauh untuk dicapai dan ruangan- ruangan kelas lainnya.
Penentuan lokasi laboratorium pada bangunan sekolah yang telah ada biasanya sangat sulit,
sebab bangunan laboratorium mempunyai persyaratan- persyaratan tertentu. Biasanya tanah
yang tersedia itu tidak ada atau jika ada luasnya tidak cukup dan tidak memenuhi persyaratan.
Persyaratan umum bagi suatu laboratorium ialah ruangan cukup luas, penerangan optimal,
baik penerangan alami maupun buatan dan sirkulasi udara bersih dan lancar. Menurut buku
penuntun perencanaan pembangunan yang diterbitkan oleh proyek penyediaan fasilitas
laboratorium sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, Departemen P dan K,
persyaratan umum lokasi laboratorium dalam hubungannya dengan bangunan sekolah yang
telah ada adalah sebagai berikut:
a) Tidak terletak diarah angin, untuk menghindarkan pencemaran udara. Gas sisa reaksi
kimia yang kurang sedap agar tidak terbawa angin ke ruangan- ruangan lain.
b) Mempunyai jarak cukup jauh terhadap sumber air, untuk menghindari pencemaran
sumber air.
d) Mempunyai jarak cukup jauh terhadap bangunan yang lain, untuk memberikan ventilasi
dan penerangan alami yang optimum. Jarak minimal sama dengan tinggi bangunan terdekat,
atau kira- kira 3 meter.
e) Terletak pada bagian yang mudah terkontrol dalam kompleks, dalam hubungannya
dengan pencegahan terhadap pencurian, kebakaran dan sebagainya.
Tata letak pengelolaan adalah suatu bentuk usaha pengaturan penempatan peralatan
laboratorium, sehingga laboratorium tersebut berwujud dan memenuhi persyaratan untuk
beroperasi.
Kata pengaturan di atas mengandung makna yang sangat luas, yaitu bahwa dalam
mewujudkan suatu laboratorium yang layak operasi diperlukan penempatan peralatan yang
tersusun yang rapi berdasar kepada proses dan langkah-langkah penggunaan/aktivitas dalam
laboratorium yang diharapkan.
Mempermudah pengawasan.
1. Pengelolaan Laboratorium
Pengelolaan merupakan suatu proses pendayagunaan sumber dayasecara efektif dan efisien
untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan
keberlanjutan fungsi sumber [Link] Fayol (1996: 86) menyatakan bahwa pengelolaan
hendaknya dijalankan berkaitan dengan unsur atau fungsi-fungsi manajer, yakni perencanaan,
pengorganisasian, pemberian komando, pengkoordinasian, dan pengendalian. Sementara
Luther M. Gullick (1993:31) menyatakan fungsi-fungsi manajemen yang penting adalah
perencanaan, pengorganisasian, pengadaan tenaga kerja, pemberian
bimbingan,pengkoordinasian, pelaporan, dan penganggaran. Dalam pengelolaan laboratorium
meliputi beberapa aspek yaitu sebagai berikut:
a) Perencanaa.
b) Penataan
c) Pengadministrasian
1) .Kepala Sekolah
3) Koordinator Laboratorium
5) Laboran
A. Perencanaan yaitu sebuah proses pemikiran yang sistematis, analitis, logis tentang
kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, SDM, tenaga dan dana yang
dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan secara efektif dan efisien.
B. Penataan pada dasarnya semua peralatan di sekolah dan merupakan milik negara/milik
yayasan, sekolah hanya mengelola
C. Peralatan itu harus dipertanggung-jawabkan harus dilengkapi dengan dokumen
pendukungnya (ada berita acara serah terima alat, hari/tanggal, spesifikasi alat/bahan,
jumlah).
1. mudah dilihat
2. mudah dijangkau
Keadaan alat seperti : jenis alat, jenis bahan pembuat alat, seberapa sering alat
tersebut digunakan, termasuk alat mahal atau tidak,
Keadaan bahan seperti: wujud (padat, cair, gas), sifat bahan (asam/basa) seberapa
bahaya bahan tersebut dan seberapa sering digunakan.
Untuk memudahkan mencari letak masing–masing alat dan bahan, perlu diberi tanda yaitu
dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau laci).
Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan, atas dasar alat yang mudah dibawa
dan mahal harganya seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman juga
berarti tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan.
Nilai postif yang dapat diperoleh jika ada inventarisasi laboratorium, antara lain:
Untuk mengetahui tentang keadaan dan keberadaan alat/bahan maka diperlukan perangkat
seperti:
Buku inventaris.
Alat/bahan (apakah dengan cara dibeli sendiri atau dropping dari pemerintah).
Yang dimaksud dengan optimasi ruangan adalah suatu usaha untuk mengoptimasikan
pemakaian ruangan sehingga bengkel tersebut secara optimal memberikan faedah dan
penunjang pencapaian tujuan ruangan
Sehat dan aman yaitu penerangan, ventilasi, sanitasi, air bersih, keselamatan kerja dan
lingkungan semua memenuhi persyaratan.
Peralatan / fasilitas selalu siap pakai dan aman yaitu semua peralatan/fasiltias terhindar
dari kerusakan, kemacetan dan terlindung dari kehilangan.
Seluruh aktivitas laboratorium mudah dikontrol yaitu dengan adanya administrasi yang
baik, visualisasi informasi yang jelas dan program yang jelas.
Memenuhi kebutuhan psikologis yaitu secara visual menarik dan menyenangkan, iklim
kerja yang baik dan kesejahteraan lahir batin yang memadai.
Inventaris adalah suatu kegiatan dan usaha untuk menyediakan rekaman tentang keadaan
semua fasilitas, barang-barang yang dimiliki sekolah.
Dengan kegiatan invetarisasi yang memadai akan dapat diperoleh pedoman untuk
mempersiapkan anggaran atau mempersiapkan kegiatan pada tahun yang akan datang.
Catatan inventaris yang baik akan mempermudah pergantian tanggung jawab dari
pengelola yang satu ke yang lainnya dan mempermudah untuk mengetahui dimana suatu
peralatan akan ditempatkan. Dengan demikian akan mempermudahkan pengontrolan, seperti
terhadap kehilangan yang disebabkan oleh kecerobohan atau kecurian.
Dalam pembelajaran, untuk memonitor aktifitas siswa kita harus berkeliling melihat monitor
mereka, apa saja yang sedang mereka lakukan.
a. Untuk mempermudah kegiatan pengamanan di laboratorium sekolah, bisa digunakan
beberapa software seperti dibawah ini:
LanSchool [Link]
Insight[Link]
Router Mikrotik Firewall yaitu sistem keamanan yang menggunakan device atau sistem
yang diletakkan di dua jaringan dengan fungsi utama melakukan filtering terhadap akses yang
akan masuk.
DNS Nawala merupakan layanan gratis yang bebas digunakan pengguna internet yang
membutuhkan saringan konten negatif dan berbau pornografi. Selain itu, DNS Nawala juga
akan memblokir situs yang mengandung konten berbahaya, seperti malware, phising
(penyesatan) dan sejensmya.
Hampir semua OS yang umum digunakan (Windows, Mac, Linux) dapat menggunakan
ini.
a) Planning (Perencanaan)
Fungsi perencanaan adalah suatu usaha menentukan kegiatan yang akan dilakukan di masa
mendatang guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini adalah keselamatan
dan kesehatan kerja di laboratorium.
b. Bagaimana mengerjakannya
c. Mengapa mengerjakan
Kegiatan laboratorium sekarang tidak lagi hanya di bidang pelayanan, tetapi sudah
mencakup kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan dan penelitian, juga metoda-metoda yang
dipakai makin banyak ragamnya; semuanya menyebabkan risiko bahaya yang dapat terjadi
dalam laboratorium makin besar. Oleh karena itu usaha-usaha pengamanan kerja di
laboratorium harus ditangani secara serius oleh organisasi keselamatan kerja laboratorium.
b) Organizing (Organisasi)
Organisasi keselamatan dan kesehatan kerja laboratorium dapat dibentuk dalam beberapa
jenjang, mulai dari tingkat laboratorium daerah (wilayah) sampai ke tingkat pusat atau
nasional. Keterlibatan pemerintah dalam organisasi ini baik secara langsung atau tidak
langsung sangat diperlukan. Pemerintah dapat menempatkan pejabat yang terkait dalam
organisasi ini di tingkat pusat (nasional) dan tingkat daerah (wilayah), di samping
memberlakukan Undang-Undang Keselamatan Kerja. Di tingkat daerah (wilayah) dan tingkat
pusat (nasional) perlu dibentuk Komisi Keamanan Kerja Laboratorium yang tugas dan
wewenangnya dapat berupa:
5) mengatasi dan mencegah meluasnya bahaya yang timbul dari suatu laboratorium
Manajemen keselamatan kerja profesi (PDS-Patklin) ataupun organisasi seminat (Patelki,
HKKI) dalam kiprah organisasi keselamatan dan kesehatan kerja laboratorium ini. Anggota
organisasi profesi atau seminat yang terkait dengan kegiatan laboratorium dapat diangkat
menjadi anggota komisi di tingkat daerah (wilayah) maupun tingkat pusat (nasional). Selain
itu organisasi-organisasi profesi atau seminat tersebut dapat juga membentuk badan
independen yang berfungsi sebagai lembaga penasehat atau Panitia Pembina Keselamatan
dan Kesehatan Kerja Laboratorium.
c) Actuating (Pelaksanaan)
Fungsi pelaksanaan atau penggerakan adalah kegiatan mendorong semangat kerja bawahan,
mengerahkan aktivitas bawahan, mengkoordinasikan berbagai aktivitas bawahan menjadi
aktivitas yang kompak (sinkron), sehingga semua aktivitas bawahan sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan sebelumnya. Pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja
laboratorium sasarannya ialah tempat kerja yang aman dan [Link] itu setiap individu
yang bekerja dalam laboratorium wajib mengetahui dan memahami semua hal yang
diperkirakan akan dapat menjadi sumber kecelakaan kerja dalam laboratorium, serta memiliki
kemampuan dan pengetahuan yang cukup untukmelaksanakan pencegahan dan
penanggulangan kecelakaan kerja tersebut. Kemudian mematuhi berbagai peraturan atau
ketentuan dalam menangani berbagai spesimen reagensia dan alat-alat. Jika dalam
pelaksanaan fungsi penggerakan ini timbul permasalahan, keragu-raguan atau pertentangan,
maka menjadi tugas manajer untuk mengambil keputusan penyelesaiannya.
d) Controlling (Pengawasan)
1. adanya rencana
Dalam fungsi pengawasan tidak kalah pentingnya adalah sosialisasi tentang perlunya
disiplin, mematuhi segala peraturan demi keselamatan kerja bersama di laboratorium.
Sosialisasi perlu dilakukan terus menerus, karena usaha pencegahan bahaya yang
bagaimanapun baiknya akan sia-sia bila peraturan diabaikan. Dalam laboratorium perlu
dibentuk pengawasan labora-torium yang tugasnya antara lain :
KESIMPULAN
2. Dengan adanya pengelolaan laboratorium dalam pengajaran sains, siswa tidak hanya
paham dengan konsep saja tetapi terampil dalam mengaplikasikan di masyarakat.
3. Pengajaran sains melalui metoda praktek lab dapat berperan untuk menguji atau
mengkonfirmasi perkiraan-perkiraan teori-teori ilmiah. Oleh karena itu pengajaran sains buku
teks memerlukan berbagai pendekatan yang beragam dan cocok dalam pemakaian metoda
praktek laboratorium, hal ini akan dijelaskan lebih lengkap kemudian.
Syukri Sahab MS. Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Teknik Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Penerbit PT. Sumber Daya Manusia, Jakarta 1997.
Pengajaran Sains di Laboratorium (pengalaman dan investigasi) « Blog Pengajaran
[Link] [Link]
[Link]
BAB I
PENDAHULUAN
I. Peranan Laboratorium
Laboratorium merupakan salah satu sarana yang penting dalam proses belajar mengajar, baik
sebagai tempat belajar atau sebagai sumber belajar sehingga diperlukan suatu laboratorium
yang aman dan dan nyaman. Laboratorium yang bersifat nyaman memiliki arti bahwa segala
kebutuhan dan keperuan untuk melakukan kegiatan telah tersedia di tempat yang semestinya
atau mudah untuk diakses bila akan digunakan, sedangkan laboratorium yang memiliki sifat
aman artinya segala penyimpanan material berbahaya dan kegiatan berbahaya telah
dipersiapakan keamanannya.
Dalam rangka meningkatkan efesiensi dan efektifitas laboratorium harus dikelola dan di
manfaatkan dengan baik. Sebagus dan selengkap apapun suatu laboratorium tidak akan
berarti apa-apa bila tidak di tunjang oleh manajemen yang baik. Kegiatan laboratorium akan
memberikan peran yang sangat besar terutama dalam 1) Membangun pemahaman konsep; 2)
Verifiasi (pembuktian) kebenaran konsep; 3) menumbuhkan keterampilan proses
(keterampilan dasar dalam kerja ilmiah) serta efektif siswa; 4) Menumbuhkan “ rasa suka”
dan motivasi terhadap pelajaran yang dipelajari; 5) melatih kemampuan psikomotorik,
dengan melihat begitu banyak manfaat yang di dapat dari kegiatan laboratorium/ praktikum,
sehingga pemanfaatan laboratorium sangatlah diperlukan.
Laboratorium kimia merupakan salah satu jenis laboratorium yang dianggap cukup berbahaya
dalam melaksanakan percobaan, sehingga tidak jarang dalam melakukan percobaan kimia
yang berbahya tidak dilakukan walaupun percobaan tersebut sangatlah diperlukan dalam
peningkatan pemahaman siswa tentang materi tertentu. Perlaksanaan percobaan kimia
sebenarnya dapat dilakukan dengan baik apabila ada penanganan dan pengoprasian
laboratorium yang baik dan benar. Untuk mendapatkan penanganan laboratorium yang baik
diperlukan suatu manajemen/ pengelolaan laboratorium yang baik, baik dalam penanganan
alat, bahan dan tata letak laboratorium yang bebar disamping kesadaran dalam
menggunakan laboratorium yang baik dan benar. Pada dasarnya pengelolaan merupakan
tanggunga jawab bersama baik pengelolaan maupaun pengguna. Oleh karena itu, setiap orang
yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil untuk mengatur, memelihara,
dan mengusahakan keselamatan kerja. Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan
upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya, sedangkan upaya
menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya
kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan penanganannya bila terjadi kecelakaan. Para
pengelola laboratorium hendaknya memiliki pemahaman dan keterampilan kerja di
laboratorium, bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab dan mengikuti peraturan.
Pegelola laboratorium biasanya teridiri dari : 1) kepala Sekolah; 2) Wakil Kepala Sekolah; 3)
Kordinator Laboratorium ; 4) Penanggungjawab laboratorium : 5) Laboran
Para pengelola tersebut mempunyai tugas dan kewenangan yang berbeda namun tetap sinergi
dalam pencapaian tujuan bersama yang telah ditetapkan (Sugiharto, 2008). Agar siswa dapat
menggunakan laboratorium secara optimal, maka kondisi laboratorium juga diupayakan tetap
bersih dan nyaman. Kondisi laboratorium yang baik memiliki beberapa syarat diantaranya
ada tidaknya organisasi dan administrasi laboratorium, kelengkapan ruangan, kelengkapan
perabot, penataan alat dan bahan, kebersihan dan kerapian serta keselamatan kerja
laboratorium.
Untuk itulah pemahaman tentang pengelolaan laboratorium sangat penting untuk dimiliki
oleh pihak-pihak yang terkait dengan laboratorium, baik secara langsung maupun tidak.
BAB II
ISI
Menurut Direktorat Pendidikan Menengah Umum (1995:7) laboratorium adalah tempat
melakukan percobaan dan penyelidikan, tepat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup,
kamar, atau ruang terbuka. Sedangkan menurut kamus laboratorium berarti tempat untuk
mengadakan percobaan (penyelidikan), dan sebagainya segala sesuatu yang berhubungan
dengan ilmu fisika, kimia, dan sebagainya. Sedangkan menurut Emha (2006) laboratorium
sekolah merupakan suatu tempat atau lembaga tempat peserta didik belajar serta mengadakan
percobaan (penyelidikan).
Pengelolaan laboratorium akan berjalan dengan baik dan efektif bilamana dalam struktur
organisasi laboratorium didukung oleh Board Of Management yang brfungsi sebagai
peranan pengaruh dan penasehat. Board Of Management terdiri atas para senior yang
mempunyai kompetensi dengan kegiatan laboratorium yang bersangkutan.
Ada beberapa perangkat pengelolaan laboratorium yang standar untuk dilaksakan guna
mengoptimalkan peranan laboratorium dalam pembelajaran yaitu :
1. Tata ruang laboratorium
2. Alat yang baik dan terkalibrasi
3. Infrastruktur laboratorium
4. Administrasi laboratorium
5. Organisasi laboratorium
6. Fasilitas pendanaan (Sumber Dana)
7. Investasi dan keamanan laboratorium
8. Pengamanan laboratorium
9. Disiplin dan keterampilan laboran
10. Keterampilan sumber daya manusia
11. Peraturan dasar di laboratorium
Semua perangkat-perangkat tersebut diatas, jika dikelola secara optimal akan mendukung
terwujudnya penerapan manajemen laboratorium yang baik. Dengan demikimian manajemen
laboratorium dapat dipahami sebagai suatu tindakan pengelolaan yang kompleks dan terarah.
4. Administrasi Laboratorium
Pengadministrasian merupakan suatu proses pendokumenan seluruh sarana dan prasarana
serta aktivitas laboratorium. Dalam kaitannya dengan pengadaan alat dan bahan.
Pengadministrasian sarana dan prasarana laboratorium bertujuan untuk mencegah kehilangan/
penyalahgunaan, memudahkan oprasional dan pemeliharaan, mencegah duplikasi/
overlapping permintaan alat dan memudahkan pengecekan.
Setiap laboratorium memiliki jenis dan karakteristik yang berbeda-beda, namun dilihat dari
pola pengadministrasian memiliki pola dan aspek yang serupa. Sebagai contoh pola
pengadministrasian adalah :
a. Data ruangan Laboratorium
b. Kartu Barang
c. Daftar Barang
d. Daftar pengeluaran/penerimaan barang
e. Daftar usulan penerimaan barang
f. Kartu alat
g. Daftar alat
h. Kartu Zat
i. Daftar zat
j. Dafatar pengeluaran/ penerimaan zat
k. Daftar usulan/ permintaan zat
Dalam pengadministrasian ruangan laboratorium, setiap laboratorium harus memiliki denah
yang menggambarkan keadaan macam ruangan yang ada, jaringan listrik, jaringan air dan
jaringan gas. Ruangan – ruangan tersebut harus tercatat namanya, ukurannya, dan
kapasitasnya, dan data ini tercantum dalam data ruangan laboratorium. Untuk
mengadministrasikan fasilitas umum adalah barang – barang yang merupakan perlengkapan
laboratorium. Barang-barang ini di data dalam kartu barang dan daftar barang, untuk
memudahkan pendataan baiknya diurutkan berdasarkna abjad.
Pengadministrasian alat dan zat bertujuan untuk memudahkan pengelompokan jenis alat dan
zat seperti alat gelas, alat listrik, alat logam, instrumnet, dan data dari alat alat ini
dicantumkan dalam kartu alat, daftar alat, dan demikian untuk zat. Selain pengadministrasian
alat dan bahan/ zat sistem evaluasi dan pelaporan juga diperlukan yang bertujuan untuk
kelancaran administrasi yang baik, seyogianya laboratorium membeikan pelaporan kepada
atasannya. Evaluasi dan pelaporan kegiatan masing-masing laboratorium dapat dilakukan
bersama dengan pimpinan setiap semester atau tiap tahunyna, tergantung pada kesiapan yang
ada agar semua kegiatan laboratorium dapat dipantau dan sekaligus dapat digunakan untuk
perencanaan laboratorium (seperti penambahan alat-alat baru, rencana pembiayaan/ dana
laboratorium yang diperluka, perbaikan sarana dan prasarana yang ada)
5. Organisasi Laboratorium
Organisasi laboratorium meliputi struktur organisasi, deskripsi pekerjaan, serta susunan
personalia yang mengelola laboratorium tersebut. Bentuk susunan organisasi laboratorium
dapat berupa seperti bagan berikut ini :
[Link]
Ventilasi yang baik mengurangi risiko akumulasi gas berbahaya dan meminimalisasi panas berlebih, menjaga lingkungan kerja yang nyaman. Instalasi listrik yang tepat memastikan keamanan saat menggunakan peralatan yang memerlukan daya. Sistem keamanan termasuk akses mudah ke pemadam kebakaran dan pintu keluar yang jelas diperlukan untuk menghadapi keadaan darurat. Fasilitas ini mengintegrasikan keselamatan dan kenyamanan yang esensial dalam menunjang operasional laboratorium yang efisien dan aman .
Pengelompokan alat dan bahan berdasarkan frekuensi penggunaan dan jenis bahan mempermudah akses dan penggunaan, menjaga keamanan, dan memastikan peralatan serta bahan mudah dicari dan diakses secara aman. Alat dan bahan yang sering digunakan ditempatkan di posisi yang mudah dijangkau untuk efisiensi. Sementara itu, pemisahan berdasarkan jenis bahan melindungi alat atau bahan dari kerusakan dan menjaga kondisi keselamatan dari potensi bahaya fisik atau kimia .
Ruang penyimpanan terpisah diperlukan untuk menjaga alat dan bahan dalam kondisi aman dan terorganisir. Penyusunan optimal melibatkan penempatan lemari alat yang kuat di lokasi yang tidak mengganggu lalu lintas pelajar, pengelompokan alat berdasarkan jenis dan frekuensi penggunaan, serta penggunaan penyimpanan khusus untuk bahan kimia untuk mencegah kontaminasi silang atau kecelakaan. Penyusunan ini mengurangi hambatan operasional dan meningkatkan efisiensi penggunaan alat .
Keuntungan dari memiliki dinding kaca antara ruang guru dan ruang praktikum adalah memungkinkan guru untuk mengawasi kegiatan yang berlangsung di ruang praktikum tanpa perlu berada di dalam ruangan tersebut secara langsung. Hal ini memastikan bahwa guru dapat memberikan bantuan dan pengawasan secara efektif, meminimalisasi gangguan aktivitas laboratorium sembari memantau keselamatan dan efektivitas pembelajaran .
Penting untuk mempunyai ruang persiapan terpisah dari ruang praktikum untuk memisahkan aktivitas persiapan alat dan bahan dari aktivitas praktikum. Ruangan ini memudahkan persiapan alat dan bahan sebelum digunakan, memungkinkan pengecekan dan perawatan alat, serta tempat penyimpanan dan peminjaman alat tanpa mengganggu kegiatan pembelajaran. Dengan pemisahan ini, baik guru maupun laboran dapat memonitor kegiatan di ruang praktikum melalui dinding kaca, memastikan keamanan dan kelancaran praktikum .
Pengelola laboratorium bertanggung jawab memastikan bahwa laboratorium tetap berfungsi sebagaimana mestinya dan aman untuk digunakan. Ini termasuk koordinasi antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, koordinator laboratorium, dan penanggung jawab laboratorium. Mereka harus menjaga keselamatan dengan mencegah kecelakaan dan menangani jika terjadi melalui pelaporan, perencanaan, dan pengawasan yang ketat. Pengadministrasian dan pengawasan fasilitas laboratorium serta pelaksanaan protokol keselamatan kerja juga menjadi bagian dari tanggung jawab mereka untuk menjaga keberlanjutan fungsinya .
Meja di laboratorium memiliki berbagai fungsi, seperti meja praktikum untuk pelaksanaan percobaan oleh siswa, meja demonstrasi untuk peragaan oleh guru, meja persiapan yang digunakan di ruang persiapan untuk menyiapkan alat, dan meja tulis untuk administrasi. Kursi praktikum dirancang tanpa sandaran untuk memudahkan pergerakan, sedangkan kursi guru lebih nyaman untuk aktivitas administrasi. Fasilitas ini memastikan bahwa setiap kegiatan memiliki tempat dan sarana yang spesifik, memastikan keteraturan dan efektifitas dalam proses pembelajaran .
Perencanaan dalam pengelolaan laboratorium melibatkan pemikiran sistematis dan analitis untuk menetapkan tujuan, langkah, dan sumber daya yang dibutuhkan secara efektif dan efisien, seperti mengatur penjadwalan kegiatan atau proses pengadaan bahan. Praktik sehari-hari lebih pada implementasi perencanaan ini, termasuk administrasi penggunaan alat, pemeliharaan fasilitas, dan pengawasan aktivitas. Perbedaan ini terletak pada aspek strategis vs. operasional tetapi keduanya harus berkesinambungan untuk memaksimalkan fungsi laboratorium .
Pertimbangan penting dalam menata tata letak ruangan laboratorium meliputi lokasi yang tidak dekat dengan sumber air, pencegahan gas berbahaya dengan tidak bertempar di arah angin menuju pemukiman, kebakaran dengan memastikan mobil pemadam dapat menjangkau, dan ruang harus mudah diakses untuk pengontrolan keselamatan. Selain itu, ruang utama untuk praktikum harus lebih besar dari ruang pelengkap, memberikan keleluasaan pergerakan bagi siswa dan guru, serta memperhitungkan jumlah peserta didik. Fasilitas seperti instalasi listrik, air, ventilasi, serta pemadam kebakaran diperlukan untuk kenyamanan dan keselamatan .
Aspek yang harus diperhatikan dalam penyimpanan bahan kimia di laboratorium termasuk penyimpanan terpisah berdasarkan sifat bahan (misalnya, korosif, racun, mudah terbakar), wujud (padat, cair, gas), serta peringkat keamanannya. Penyimpanan secara alfabetis atau berdasarkan golongan dan kelompok juga diterapkan. Botol besar sebaiknya disimpan di bagian bawah lemari. Hal ini penting untuk menghindari reaksi yang tidak diinginkan dan memastikan bahwa bahan mudah ditemukan dan aman diakses, mengurangi risiko kecelakaan .