0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan2 halaman

Prosedur DC Shock untuk Kardioversi

Defibrilator kardio digunakan untuk menghentikan aritmia jantung berbahaya dengan memberikan renjatan listrik ke dinding dada. Prosedurnya melibatkan pemasangan elektroda di dada dan memberikan renjatan listrik pada saat gelombang QRS untuk mengembalikan irama jantung normal. Defibrilator kardio digunakan untuk mengobati henti jantung dan gangguan irama jantung lainnya.

Diunggah oleh

Silvia Manurung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan2 halaman

Prosedur DC Shock untuk Kardioversi

Defibrilator kardio digunakan untuk menghentikan aritmia jantung berbahaya dengan memberikan renjatan listrik ke dinding dada. Prosedurnya melibatkan pemasangan elektroda di dada dan memberikan renjatan listrik pada saat gelombang QRS untuk mengembalikan irama jantung normal. Defibrilator kardio digunakan untuk mengobati henti jantung dan gangguan irama jantung lainnya.

Diunggah oleh

Silvia Manurung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGGUNAAN DEFIBRILLATOR CARDIO (DC) SHOCK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/2
RSUD SULTAN
SURIANSYAH
Rantauan Darat
RT.04 RW.01
Banjarmasin
Ditetapkan oleh,
DIREKTUR RSUD SULTAN SURIANSYAH
Tanggal terbit BANJARMASIN,
STANDAR
PROSEDUR
Juni 2019
OPERASIONAL
dr. Sukotjo Hartono, Sp. THT-KL
Pembina
NIP. 19720417 200501 1 007

Suatu cara memberikan renjatan arus listrik langsung ke jantung melalui


sepasang elektroda yang diletakkan pada dinding thoraks untuk menghentikan
takikardia ventrikular dan supraventrikuler. Pemberian renjatan sinkron
PENGERTIAN gelombang P (Kompleks QRS). Renjatan listrik mendepolarisasi sel pemacu
jantung automatic dan sel miokardial serta menghilangkan aritmia. Nodus
sinoatrial, nodus atrioventrikular dan system purkinje mengambil alih irama
jantung.

Menghilangkan aritmia ventrikel yang spesifik pada henti jantung dan kelainan
TUJUAN
organik jantung lainnya

Keputusan Direktur RSUD SULTAN SURIANSYAH Banjarmasin tentang


Kebijakan Pelayanan RSUD SULTAN SURIANSYAH Banjarmasin
KEBIJAKAN
(nomor.................................) Lampiran Kebijakan Pelayanan Instalasi Rawat
Inap

Indikasi
A. Kardioversi darurat.
1. Takikardi supraventrikular, fluter atrial, dan fibrilasi atrial dengan
hipotensi, hipoperfusi sistemik, gagal jantung kongestif, atau iskemia
miokard.
2. Takikardia ventrikel dengan nadi palpasi gagal berubah ke irama sinus
dengan lidokain atau amiodaron.
B. Kardioversi elektif.
Kardioversi dilakukan elektif pada takikardia supraventrikuler, fluter atrial,
PROSEDUR
dan fibrilasi atrial, yang gagal berubah ke irama sinus dengan digitalis,
propanolol, adrofonium, fenilefrin, kuinidin, atau verapamil.

Kontraindikasi:
1. Intoksikasi digitalis..
2. Penyakit sistem konduksi. Blok atrioventrikular dipasang profilaktik
Temporer Pace Maker (TPM).
3. Pasien dengan tidak mampu bertahan pada irama sinus.
4. Fibrilasi atrial yang telah lama atu bertahun.
5. Kardioversi dengan fibrilasi atrial cepat berulang, dengan dosis kuinidin
KRITERIA PASIEN MASUK PERAWATAN INTENSIF

No. Dokumen No. Revisi Halaman


2/2
RSUD SULTAN
SURIANSYAH
Rantauan Darat
RT.04 RW.01
Banjarmasin
profilaktik.
6. Post operasi baru katup jantung, kardioversi ditunda 10-14 hari, TPM
dapat menghentikan takiaritmia

Tahap Orientasi
1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya (kesukaannya)
2. Jelaskan nama dan tanggung jawab perawat
3. Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya tindakan pada klien/keluarga

Tahap Kerja
PROSEDUR 1. Memberikan sedatif, atau analgesik bila perlu
2. Memasang elektrode dan menyalakan EKG monitor
3. Cek ulang gambaran EKG dan print gambaran EKG tersebut untuk
mencegah kekeliruan
4. Set kebutuhan joule sesuai indikasi (untuk defibrilasi mulai dengan 150
joule untuk cardioversi mulai dengan 50 joule)
5. Pegang peddic 1 dengan tangan kiri, letakkan pada daerah mid sternum
dan paddle 2 dengan tangan kanan pada daerah midaksila
6. Sambil mengatur letak kedua paddle, beri aba-aba agar staff yang lain tidak
ada yang menyentuh pasien ataupun bed pasien
7. Bila terdengar tanda ready dan mesin defibrilator, tekan tombol DC shock
dengan jempol agar arus masuk dengan baik.

1. ICU
2. ICCU
UNIT TERKAIT
3. IGD
4. Rawat Inap

Anda mungkin juga menyukai