0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
60 tayangan10 halaman

Perawatan Perioperatif: Fase dan Tujuan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang perawatan perioperatif yang terdiri dari tiga fase yaitu fase praoperatif, intraoperatif, dan postoperatif. 2. Fase praoperatif meliputi persiapan pasien secara psikologis dan fisik sebelum operasi. 3. Fase intraoperatif meliputi perawatan selama operasi seperti pemantauan kondisi pasien dan sterilitas ruang operasi. 4.

Diunggah oleh

NGIMBANG
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
60 tayangan10 halaman

Perawatan Perioperatif: Fase dan Tujuan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang perawatan perioperatif yang terdiri dari tiga fase yaitu fase praoperatif, intraoperatif, dan postoperatif. 2. Fase praoperatif meliputi persiapan pasien secara psikologis dan fisik sebelum operasi. 3. Fase intraoperatif meliputi perawatan selama operasi seperti pemantauan kondisi pasien dan sterilitas ruang operasi. 4.

Diunggah oleh

NGIMBANG
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT , yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sebagai
fasilitas proses belajar mengajar dan perkembangan ilmu keperawatan
dalam memahami fase pre, intra dan post operasi.

Makalah ini akan membahas tentang perawatan perioperatif, dari fase


perawatan praoperatif, intraopratif, dan fase postoperatif.

Kami berharap makalah ini mampu memenuhi tugas dan menambah


pengetahuan tentang perawatan perioperatif, dari fase perawatan praoperatif,
intraopratif, dan fase postoperatif .

Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari masih banyak


kekurangan baik dalam hal isi maupun cara penulisan. Oleh karena itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kemajuan pola pikir
yang baik dalam penulisan makalah selanjutnya.

Kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah
mendukung dan berperan dalam penyelesaian makalah ini.

Jombang, 13
Oktober 2013

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Tindakan operasi atau pem edahan merupakan pengalaman yang ulit hamper semua pasien.
Berbagai kemungkinan nburuk bias saja terjadi yang akan membahayakan bagi pasien. Maka tak
heran jika seringkali pasien dan keluarganya menunjukkan sikap yang agak engan kecemasan
yang mereka alami. Kecemasa yang mereka alami biasanya terkait dengan segala macam
prosedur asing yang harus dijalani pasien dan juga ancaman terhadap keselamatan jiwa akibat
segala macam prosedur pembedahan dan tindakan pembiusan. Perawat mempinyai peranan yang
sangat penting dalam setiap tindakan pembedahan baik pada masa sebelum, selama maupun
setelah operasi.

Intervensi keperawatan yang tepat diperlukan untuk mempersiapkan klien baik secara fisik
Maupin psikis. Tingkat keberhasilan pembedahan sangat tergantung pada setiap tahapan yang
dialami dan saling ketergantungan antara tim kesehatan yang terkait( dokter bedah, okter
anastesi, dan perawat) di samping peranan pasien yang kooperatif selama proses perioperatif.

Ada tiga faktor penting yang terkait dalam pembedahan, yaitu penyakit pasien, jenis pembedahan
yang dilakukan dan pasien sendiri. Dari ketig factor tersebut factor pasien merupakan hal yang
paling penting, karena bagi penyakit tersebut tindakan pembedahan adalah hal yang paling
baik/benar. Tetapai bagi pasien sendiri pembedahan mungkin merupakan hal yang paling
mengerikan yang pernah mereka alami. Mengingat hal tersebut diatas, maka sangatlah penting
untuk melibatkan pasien dalam setiap langkah-langkah perioperatif. Tindakan keperawatan
perioperatif yang berkesinambungan dan tepast akan sangat berpengaruh terhadap suksesnya
pembedahan dan kesembuhan pasien.

B. Tujuan
a. Tujuan Umum
Mengetahui apa yang dimaksud dengan perawatan perioperatif, dari fase perawatan praoperatif,
intraopratif, dan fase postoperatif.
b. Tujuan Khusus
a) Pembahasan Intraoperatif
1. Perlindungan terhadap injuri.
2. Monitoring pasien/klien.
3. Peran perawat.
b) Pembahasan Postoperatif
1. Faktor yang mempengaruhi paska operasi.
2. Tindakan keperawatan paska operasi.

c. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakan perawatan perioperatif itu?

2. Bagaimanakah . Fase Praoperatif, Fase Intraoperatif, Fase Posotperatif itu?


3.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Perawatan perioperatif

Perawatan perioperatif adalah periode sebelum, selama dan sesudah operasi


berlangsung. Keperawatan perioperatif adalah istilah yang digunakan untuk
menggambarkan keragaman fungsi keperawatan yang berkaitan dengan
pengalaman pembedahan pasien. Keperawatan perioperatif adalah fase
penatalaksanaan pembedahan yang merupakan pengalaman yang unik bagi
pasien.
([Link]
perioperatif-pada-fraktur_30.html#ixzz1mt9MHO83 )
Keperawatan perioperatif adalah istilah yang digunakan untuk
menggambarkan keragaman fungsi keperawatan yang berkaitan dengan
pengalaman pembedahan pasien. ( Keperawatan medikal-bedah : 1997 )

Kata perioperatif adalah suatu istilah gabungan yang mencangkup 3 fase


pengalaman pembedahan yaitu praoperatif, intraoperatif, dan pascaoperatif.

a. Fase Praoperatif
Merupakan ijin tertulis yang ditandatangani oleh klien untuk melindungi
dalam proses operasi yang akan dilakukan. Prioritas pada prosedur
pembedahan yang utama adalah inform consent yaitu pernyataan
persetujuan klien dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan yang
berguna untuk mencegah ketidaktahuan klien tentang prosedur yang akan
dilaksanakan dan juga menjaga rumah sakit serta petugas kesehatan dari
klien dan keluarganya mengenai tindakan tersebut. Pada periode pre operatif
yang lebih diutamakan adalah persiapan psikologis dan fisik sebelum
operasi.
b. Fase Intra operatif

Dimulai ketika pasien masuk ke bagian atau ruang bedah dan berakhir saat
pasien dipindahkan ke ruang pemulihan. Lingkup aktifitas keperawatan,
memasang infus, memberikan medikasi intravena, melakukan pemantauan
fisiologis menyeluruh sepanjang prosedur pembedahan dan menjaga
keselamatan pasien.

c. Fase Posot peratif

Dimulai pada saat pasien masuk ke ruang pemulihan dan berakhir dengan
evaluasi tindak lanjut pada tatanan klinik atau di rumah. Lingkup aktifitas
keperawatan, mengkaji efek agen anestesi, membantu fungsi vital tubuh,
serta mencegah komplikasi. Peningkatan penyembuhan pasien dan
penyuluhan, perawatan tindak lanjut, rujukan yang penting untuk
penyembuhan yang berhasil dan rehabilitasi diikuti dengan pemulangan.

[Link] Intra operatif

a. Fase Intraoperatif dimulai Dimulai ketika pasien masuk ke bagian atau


ruang bedah dan berakhir saat pasien dipindahkan ke ruang pemulihan.
Lingkup aktifitas keperawatan, memasang infus, memberikan medikasi
intravena, melakukan pemantauan fisiologis menyeluruh sepanjang prosedur
pembedahan dan menjaga keselamatan pasien. Perawat yang bekerja di
ruang bedah harus telah mengambil program Proregristation Education
Courses in Anasthetic and Operating Teather Nursing . Dalam pembedahan
perawat disebut scrubbed nurse yang bertindak sebagai asisten ahli bedah.
Perawat bertanggung jawab akan pemeliharaan sterilitas daerah
pembedahan dan instrumen dan menjamin ketersediaan peralatan ahli bedah
untuk terlaksananya pembedahan yang direncanakan.

a)Perlindungan terhadap injury

Aktivitas yang dilakukan pada tahap ini adalah segala macam aktivitas yang
dilakukan oleh perawat di ruang operasi. Aktivitas di ruang operasi oleh
perawat difokuskan pada pasien yang menjalani prosedur pembedahan
untuk perbaikan, koreksi atau menghilangkan masalah – masalah fisik yang
mengganggu pasien. Tentunya pada saat dilakukan pembedahan akan
muncul permasalahan baik fisiologis maupun psikologis pada diri pasien.
Untuk itu keperawatan intra operatif tidak hanya berfokus pada masalah
fisiologis yang dihadapi oleh pasien selama operasi, namun juga harus
berfokus pada masalah psikologis yang dihadapi oleh pasien. Sehingga pada
akhirnya akan menghasilkan outcome berupa asuhan keperawatan yang
terintegrasi.

b) Monitoring pasien

Aktivitas keperawatan yang dilakukan selama tahap intra operatif meliputi 4


hal, yaitu :

1. Safety Management

Tindakan ini merupakan suatu bentuk jaminan keamanan bagi pasien


selama prosedur pembedahan. Tindakan yang dilakukan untuk
jaminan keamanan diantaranya adalah :

1) Pengaturan posisi pasien

Pengaturan posisi pasien bertujuan untuk memberikan


kenyamanan pada klien dan memudahkan pembedahan. Perawat
perioperatif mengerti bahwa berbagai posisi operasi berkaitan
dengan perubahan-perubahan fisiologis yang timbul bila pasien
ditempatkan pada posisi tertentu.

2. Monitoring Fisiologis

Pemantauan fisiologis yang dilakukan oleh perawat meliputi hal – hal


sebagai berikut :

1) Melakukan balance cairan

Penghitungan balance cairan dilakuan untuk memenuhi kebutuhan


cairan pasien. Pemenuhan balance cairan dilakukan dengan cara
menghitung jumlah cairan yang masuk dan yang keluar (cek pada
kantong kateter urine) kemudian melakukan koreksi terhadap
imbalance cairan yang terjadi. Misalnya dengan pemberian cairan
infus.

2) Memantau kondisi cardiopulmonal


Pemantaun kondisi kardio pulmonal harus dilakukan secara
kontinue untuk melihat apakah kondisi pasien normal atau tidak.
Pemantauan yang dilakukan meliputi fungsi pernafasan, nadi dan
tekanan darah, saturasi oksigen, perdarahan dan lain – lain.

3) Pemantauan terhadap perubahan vital sign


Pemantauan tanda-tanda vital penting dilakukan untuk memastikan kondisi
klien masih dalam batas normal. Jika terjadi gangguan harus dilakukan
intervensi secepatnya.

3. Monitoring Psikologis
Dukungan Psikologis (sebelum induksi dan bila pasien sadar) dukungan
psikologis yang dilakukan oleh perawat pada pasien antara lain :
1) Memberikan dukungan emosional pada pasien.
2) Perawat berdiri di dekat pasien dan memberikan sentuhan selama
prosedur pemberian induksi .
3) Mengkaji status emosional klien.
4) Mengkomunikasikan status emosional pasien kepada tim kesehatan (jika
ada perubahan).

4. Pengaturan dan koordinasi Nursing Care


Pengaturan dan Koordinasi Nursing Care ,tindakan yang dilakukan antara
lain :
1) Memanage keamanan fisik pasien.
2) Mempertahankan prinsip dan teknik asepsis.

C. Fase Postoperatif
a. Keperawatan postoperatif adalah periode akhir dari keperawatan
perioperatif. Selama periode ini proses keperawatan diarahkan pada
menstabilkan kondisi pasien pada keadaan equlibrium fisiologis pasien,
menghilangkan nyeri dan pencegahan komplikasi. Pengkajian yang cermat
dan intervensi segera membantu pasien kembali pada fungsi optimalnya
dengan cepat, aman dan nyaman.

Upaya yang dapat dilakukan diarahkan untuk mengantisipasi dan mencegah


masalah yang kemungkinan mucul pada tahap ini. Pengkajian dan
penanganan yang cepat dan akurat sangat dibutuhkan untuk mencegah
komplikasi yang memperlama perawatan di rumah sakit atau
membahayakan diri pasien. Memperhatikan hal ini, asuhan keperawatan
postoperatif sama pentingnya dengan prosedur pembedahan itu sendiri.

a) Faktor yang Berpengaruh Postoperatif


1. Mempertahankan jalan nafas
Dengan mengatur posisi, memasang suction dan pemasangan mayo/gudel.
2. Mempertahankan ventilasi/oksigenasi
Ventilasi dan oksigenasi dapat dipertahankan dengan pemberian bantuan
nafas melalui ventilaot mekanik atau nasal kanul.
3. Mempertahakan sirkulasi darah
Mempertahankan sirkulasi darah dapat dilakukan dengan pemberian caiaran
plasma ekspander.
4. Observasi keadaan umum, observasi vomitus dan drainase
Keadaan umum dari pasien harus diobservasi untuk mengetahui keadaan
pasien, seperti kesadaran dan sebagainya. Vomitus atau muntahan mungkin
saja terjadi akibat penagaruh anastesi sehingga perlu dipantau kondisi
vomitusnya. Selain itu drainase sangat penting untuk dilakukan obeservasi
terkait dengan kondisi perdarahan yang dialami pasien.
5. Balance cairan
Harus diperhatikan untuk mengetahui input dan output caiaran klien. Cairan
harus balance untuk mencegah komplikasi lanjutan, seperti dehidrasi akibat
perdarahan atau justru kelebihan cairan yang justru menjadi beban bagi
jantung dan juga mungkin terkait dengan fungsi eleminasi pasien.
6. Mempertahanakan kenyamanan dan mencegah resiko injury.
Pasien post anastesi biasanya akan mengalami kecemasan, disorientasi dan
beresiko besar untuk jatuh. Tempatkan pasien pada tempat tidur yang
nyaman dan pasang side railnya. Nyeri biasanya sangat dirasakan pasien,
diperlukan intervensi keperawatan yang tepat juga kolaborasi dengan medi
terkait dengan agen pemblok nyerinya.

b) Tindakan Postoperatif
Ketika pasien sudah selasai dalam tahap intraoperatif, setelah itu pasien di
pindahkan keruang perawatan, maka hal – hal yang harus perawat lakukan,
yaitu :
1. Monitor tanda – tanda vital dan keadaan umum pasien, drainage,
tube/selang, dan komplikasi. Begitu pasien tiba di bangsal langsung monitor
kondisinya. Pemerikasaan ini merupakan pemmeriksaan pertama yang
dilakukan di bangsal setelah postoperatif.

2. Manajemen Luka
Amati kondisi luka operasi dan jahitannya, pastikan luka tidak mengalami
perdarahan abnormal. Observasi discharge untuk mencegah komplikasi
lebih lanjut. Manajemen luka meliputi perawatan luka sampai dengan
pengangkatan jahitan.

3. Mobilisasi dini
Mobilisasi dini yang dapat dilakukan meliputi ROM, nafas dalam dan juga
batuk efektif yang penting untuk mengaktifkan kembali fungsi
neuromuskuler dan mengeluarkan sekret dan lendir.
4. Rehabilitasi
Rehabilitasi diperlukan oleh pasien untuk memulihkan kondisi pasien
kembali. Rehabilitasi dapat berupa berbagai macam latihan spesifik yang
diperlukan untuk memaksimalkan kondisi pasien seperti sedia kala.
5. Discharge Planning
Merencanakan kepulangan pasien dan memberikan informasi kepada klien
dan keluarganya tentang hal-hal yang perlu dihindari dan dilakukan
sehubungan dengan kondis/penyakitnya post operasi.
Ada 2 macam discharge planning :
1) Untuk perawat : berisi point-point discahrge planing yang diberikan
kepada klien (sebagai dokumentasi)
2) Untuk pasien : dengan bahasa yang bisa dimengerti pasien dan lebih
detail.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

a. Perawatan perioperatif adalah periode sebelum, selama dan sesudah


operasi berlangsung, yang mana tugas seorang perawat yaitu memberikan
kenyamanan terhadap pasien supaya saat dilaksanakannya operasi hingga
paska operasi sampai pemulihan pasien, sampai pasien sembuh, pasien
merasa nyaman dan tercukupi kebutuhan – kebutuhannya.
b. Dalam fase penyembuhan apabila pasien sudah diperbolehkan pulang
tugas perawat yaitu memberikan penyuluhan tindakan perawatan diri pasien,
terhadap keluarga dan pasien itu sendiri, supaya terjaga kesehatan pasien
dan terawat dengan baik, sehingga pasien sehat seperti sediakala.

B. Saran

a. Hendaknya mahasiswa dapat benar – benar memahami dan mewujud


nyatakan peran perawat yang prefesional, serta dapat melaksanakan tugas –
tugas dengan penuh tanggung jawab, dan selalu mengembangkan ilmu
keperawatan.

Anda mungkin juga menyukai