LAPORAN PRAKTIKUM
LABORATORIUM TEKNIK KIMIA
MODUL : ROTARY DRUM FILTER
PEMBIMBING : Retno Indarti, Ir., M.T.
Tanggal Praktikum : 8 Oktober 2019
Tanggal Penyerahan : 15 Oktober 2019
Oleh :
Kelompok :2
Nama : Bilqish Erawan 171411071
Alya Rahmawati 181411068
Rivaldhy Haposan Silalahi 181411089
Wina Maulida 181411095
Kelas : 2C- TKI
PROGRAM STUDI D III TEKNIK KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan
1. Memahami pengoperasian rotary drum filter, mulai dari prosedur start up,
operasi normal, sampai shut down.
2. Mengamati karakter proses operasi filtrasi kontinyu memakai alat rotary
drum filter.
3. Mendapatkan hubungan antar variabel yang mempengaruhi pengoperasian
rotary drum filter dengan persamaan karakteristik yang telah tersedia dalam
literatur.
4. Mencari konstanta karakteristik untuk operasi ini dengan pengolahan data
praktikum
1.2 Landasan Teori
Rotary drum filter merupakan salah satu jenis filter yang dioperasikan secara
kontinyu. Seperti alat filtrasi pada umumnya, alat ini mempunyai medium filter dan
support sebagai komponen utama, hanya saja bentuk support berupa silinder dan
medium filter mengelilinginya. Bentuk silinder tersebut mengakibatkan alat ini
diberi nama drum. Selama beroperasi, drum tersebut berputar perlahan, oleh karena
disebut rotary. Seringkali alat ini disebut sebagai rotary vacuum filter, karena
kondisi tekanan di dalam drum bersifat vakum.
Jenis filter ini telah lama diaplikasikan di dunia industri. Keuntungan
pemakaian alat ini terletak pada sistem operasinya yang kontinyu, sehingga waktu
proses lebih efisien dan penggunaan tenaga kerja lebih hemat. Dalam sekali
putaran, rotary drum filter melakukan tahap penyaringan, pencucian, pengeringan,
dan pengumpulan cake yang jika dilakukan secara batch harus dilakukan satu per
satu sehingga akan memakan waktu serta tenaga.
Bahan yang bisa disaring memakai rotary drum filter dengan model yang
sejenis dengan alat praktikum ini pada prinsipnya berupa suspensi, dan yang biasa
diolah dalam indiustri adalah :
a. Lumpur limbah
b. Pigmen
c. Resin, plastik, atau polimer
d. Senyawa Kalsium
e. Titanium dioksida
f. Mineral dan senyawa kimia anorganik
Komponen utama dari rotary drum filter berupa sebuah drum berputar yang
dindingnya merupakan support dari medium filter. Medium filter ini bertindak
sebagai komponen pemisah yang akan meloloskan cairan filtrat dan menahan cake.
Pemilihan medium filter merupakan faktor penting yang akan menentukan mutu
produk. Contoh bahan medium yang banyak dipakai adalah : polyester, nylon,
polypropylene, dan bahan dari serat [Link] diberi vakum di bagian
tengahnya, sehingga cairan filtrat akan mengalir masuk kebagian tengah drum
dengan menembus medium filter dan support sambil meninggalkan padatan cake
di permukaan medium filter. Cake yang menempel akan diambil oleh pisau (knife)
dan dikumpulkan dalam penampung cake. Sementara itu filtrat mengalir keluar
dari bagian poros drum dan dialirkan ke tangki filtrat oleh sebuah pompa.
Dalam satu kali putaran, secara lengkap drum mengalami beberapa tahapan, yaitu :
1. Pembentukan cake
Pada saat drum tercelup dalam suspensi, maka aliran filtrat menembus
medium filter akan terjadi. Selain tahap ini perpindahan massa filtrat dari
suspensi ke dalam drum tidak terjadi. Pada saat filtrat menembus medium,
padatan dalam suspensi akan tertinggal dan menempel di permukaaan mediu,
dan terjadilah pembentukan cake. Tahap ini berlangsung dalam zona
pembentukan, dan di daerah ini kondisi vakum diaplikasikan secara maksimal.
Total rasio daerah yang tercelup disebut apparent submergence, sedangkan
rasio daerah tercelup dimana pembentukan cake betul-betul efektif disebut
effective submergence. Rasio ini umumnya berkisar antara 33 sampai 35%.
2. Pengeringan dan pencucian
Dalam zona ini air yang mungkin masih membasahi cake dihisap lebih
lanjut, menghasilkan cake yang lebih kering. Jika diperlukan, dapat dilakukan
tahap pencucian untuk menghilangkan kotoran yang menempel atau tercampur
dalam cake. Dalam rotary drum filter yang dipakai untuk praktikum ini, tidak
ada tahap pencucian. Tahap pengeringan dilanjutkan setelah tahap pencucian,
dengan cara yang sama dengan sebelumnya. Jika tidak ada tahap pencucian,
maka zona untuk tahap ini hanya terdiri dari zona pengeringan, sedangkan jika
ada pencucian terbagi menjadi zona-zona: pra pengeringan, pencucian, dan
pengeringan akhir.
3. Pelepasan cake.
Cake yang telah cukup kering digaruk oleh sebilah pisau, dan dikumpulkan
dalam sebuah bak penampung. Di tempat pelepasan cake, kondisi vakum dalam
drum ditiadakan. Daerah tempat langkah ini berlangsung disebut zona
pelepasan.
Tahapan kosong.
Tahap ini berlangsung setelah pisau melepas cake. Medium filter menjadi
terekpos, tanpa ada cake yang melapisi. Jika ruang vakum dalam drum
terhubung dengan daerah ini, maka akan terjadi kebocoran vakum yang
mengakibatkan kondisi vakum di zona lain tidak berfungsi. Oleh karena hal ini,
maka diperlukan suatu valve pengatur yang menyekat zona ini dengan kondisi
vakum dalam drum. Zona ini biasa disebut dead zone, dan diterjemahkan
sebagai zona mati.
Selama drum berputar, valve otomatis secara terus menerus mengatur segmen
drum yang menjalani filtrasi, pencucian dan pengeringan, serta pelepasan cake,
juga segmen yang memasuki zona mati. Valve ini dilengkapi dengan sekat yang
biasa disebut jembatan (bridge), yang merupakan daerah perubahan tekanan.
Gambar 3. Pengaturan kondisi tekanan dengan valve bidging
Dalam aplikasi secara industrial, rotary drum filter cocok digunakan untuk
proses yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. Suspensi (atau slurry) dengan padatan yang tidak cenderung mengendap
dengan cepat dan berada dalam suspensi seragam jika diaduk dengan baik.
2. Cake yang tidak memerlukan waktu pengeringan lama
3. Cake yang dengan sekali tahap pencucian akan bersih dari kotoran atau
menghasilkan recovery filtrat yang maksimal.
4. Filtrat yang tidak memerlukan pemisahan tajam antara filtrat induk dan
filtrat hasil pencucian
5. Filtrat yang diizinkan mengandung sedikit padatan halus. Padatan ini
mungkin lolos menembus medium filter pada detik-detik pertama dari
pembentukan cake. Dalam beberapa pengoperasian rotary drum filter,
biasanya filtrat dapat mengandung sampai 5000 ppm padatan tak terlarut.
Karakter rotary drum filter didasarkan persamaan karakteristik yang dapat
menggambarkan perilaku rotary drum filter, yaitu :
1/ 2
V 2. f .( P )
Flow rate = = (Geankoplis, 1993, hal. 814)
A.t C t C . . .c S
Dimana :
V : volume filtrat yang tertampung di bak penampung
A : luas penampang filtrasi (filter area)
tC : waktu siklus total (total cycle time)
f : fraksi bagian yang tercelup dalam slurry
(-ΔP) : beda tekan yang terukur dalam drum
μ : viskositas filtrat
α : hambatan spesifik cake (specific cake resistance)
cs : kg solid/m3 volume filtrat
harga cs didapatkan dari persamaan berikut :
.c X ρ : massa jenis air
cs =
1 m.c X cx : kg solid/kg slurry
m : kg cake basah/kg cake kering
Flow rate biasa dilambangkan Φ, merupakan laju alir linier filtrat yang
dipindahkan ke tangki penampung. Perpindahan massa filtrat ini hanya
berlangsung di bagian drum yang tercelup ke dalam suspensi. Tahanan
perpindahan dianggap hanya dari cake, sedangkan dari medium diabaikan karena
dalam operasi filtrasi kontinyu biasanya memiliki harga yang relatif kecil. Dalam
praktikum ini telah dipilih jenis umpan serta bahan medium yang cocok untuk
kondisi tersebut.
BAB II
METODOLOGI PERCOBAAN
2.1 Alat dan Bahan
a. Alat utama : seperangkat alat praktikum rotary drum filter
4
1
6
2
Gambar 2.1 seperangkat alat praktikum rotary drum filter
Keterangan :
1. Control Panel 2. Bak pembuangan
3. Bak filtrat 4. Bak bahan utama (slurry)
5. Rotary Drum 6. Bak penampungan cake
b. Alat Pendukung :
1. Beaker glass
2. Ember plastik
3. Cawan penguap
4. Stopwtach, 2 buah
c. Bahan :
1. Air kran dan rajangan kertas sebagai bahan feed
2. Kain sari atau sejenisnya sebagai medium filter
2.2 Prosedur Kerja
a. Persiapan
Memastikan Pipa, listrik,
pompa, sistim perpipaan telah
Ukur keliling drum/panjang
terhubung dengan baik serta se
screen tercelup dalam slurry.
mua kondisi alat dalam keada
an yang diinginkan.
Basahi screen, sampai drum
Ukur keliling drum dan lebar berputar 3 kali. Lakukan pe
screen ngukuran periode putaran
drum (tc)
Jalankan pompa feed hingga
tangki penampung slury terisi
sampai bats saluran pelimpah,
hentikan
b. Operasi Rotary Drum Filter
Jalankan pompa feed Catat awal filtrat
masuk ke tangki
produk (stopwatch 1)
Jalankan drum pada
skala yg ditugaskan Catat waktu awal
cake menyentuh
pisau (stopwatch 2)
Nyalakan tombol
pompa vakum,
Catat waktu yang
jalankan pompa
dibutuhkan filtrat
produk
tertampung di tangki
produk setap kenaikan
5 cm sampai 30 cm
c. Shut down dan Persiapan untuk Run Berikutnya
Matikan pompa
vakum dan
pompa feed Ambil sample
slurry dan cake
Tunggu cake terkelupas
[Link],
LEMBAR DATAsaat
catat waktu
e. cake terakhir tergesek
PERHITUNGAN
oleh pisau Kembalikan cake
dan filtrat ke tangki
produk
Matikan putaran
drum
BAB III
I. DATA PENGAMATAN
a. Kondisi Alat
(1) Keliling Drum (K) : 1,63 m
(2) Lebar Screen (L) : 0,46 m
(3) Filter Area = K x L : 0,7498 m2
(4) Panjang busur drum yang tercelup ke dalam slurry (K’) : 0,65 m
(5) Fraksi drum yang tercelup K’/K : 0,398
(6) Panjang dead zone (Ldz) : 0,15 m
(7) Tekanan Operasi (-P)
Run 1 : 0,5 bar = 50.000 Pa
Run 2 : 0,4 bar = 40.000 Pa
Run 3 : 0,6 bar = 60.000 Pa
(8)
1 cm tinggi filtrat (Hfiltrat) setara dengan volume filtrat (V) : 2,28 x
10-3 m3
b. Hubungan antara volume filtrat dengan time cycle
RUN 1 2 3
Tekanan operasi (-P) 0.5 bar 0.4 bar 0.6 bar
Periode 17 sekon
Volume
H Filtrat Waktu pengisian tangki
No. Filtrat
(cm) (m3) filtrat (sekon)
1 5 0.0114 44 75 54
2 10 0.0228 95 97 85
3 15 0.0342 138 144 126
4 20 0.0456 173 187 152
5 25 0.0570 214 232 195
6 30 0.0684 253 272 256
c. Hubungan antara tebal cake dengan periode putaran
RUN 1 2 3
Waktu percobaan
234 271 226
(tp, sekon)
Volume total cake
1,79 x 10-3 1,75 x 10-3 1,48 x 10-3
(Vcake, m3)
Massa Cake (Kg) 1,72 1,68 1,42
d. Karakter filtrat
RUN 1 2 3
µ (Pa.s) 0.890 x 10-3
(Kg/m3) 996, 8
e. Karakteristik Cake
Penentuan massa jenis cake
(Berat kering slurry)
ꭙ = (Berat basah slurry)
𝟎,𝟎𝟎𝟏𝟖𝟖𝟏𝟐 𝒌𝒈
ꭙ = = 0,04
𝟎,𝟎𝟒𝟕𝟕𝟓𝟖𝟗 𝒌𝒈
ρ cake = ρfiltrat x (1-ꭙ )
= 996,8 x (1-0,04) = 956,928 kg/m3
f. Penentuan Cs
RUN 1 2 3
Berat basah slurry (kg) 0,0477589
Berat kering slurry (kg) 0,0018812
Cx 0,643
Berat basah cake (kg) 3,58 3,76 3,12
Berat kering cake (kg) 1,26 1,22 0,96
M 2,841 3,081 3,25
Cs (Kg/m3) 775,0805459 652,8870216 588,1554485
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑘𝑒 𝑏𝑎𝑠𝑎ℎ
M = 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑘𝑒 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔
3,58
M1= 1,26 = 2,841
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑠𝑙𝑢𝑟𝑟𝑦
Cx = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑘𝑒 𝑏𝑎𝑠𝑎ℎ 3,76
M2= 1,22 = 3,081
0,0018812
Cx = 0,0029253 = 0,643
3,12
M3 = = 3,25
0,96
ρ x Cx
Cs = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑘𝑒 𝑏𝑎𝑠𝑎ℎ .𝐶𝑥
1−
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑐𝑎𝑘𝑒 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔
996,8 x 0,643
𝐶𝑠1 = 3,58 = 775,0805459
1− (0,643)
1,26
996,8 x 0,643
𝐶𝑠2 = 3,76 = 652,8870216
1− (0,643)
1,22
996,8 x 0,643
𝐶𝑠3 = 3,12 = 588,1554485
1− (0,643)
0,96
II. PENGOLAHAN DATA
Penentuan Flow rate (), harga specific cake resistance (), dan tebal
cake
Run 1
Volume Filtrat Setiap Waktu Pengisian Tangki Filtrat (sekon)
V/t
30cm (m3)
t (sekon) Tc (sekon)
0,0114 44 44 0,000259091
0,0228 51 95 0,000447059
0,0342 43 138 0,000795349
0,0456 35 173 0,001302857
0,057 41 214 0,001390244
0,0684 39 253 0,001753846
Run 1
0.002
0.0018 y = 7E-06x - 0.0002
R² = 0.9673
0.0016
0.0014
0.0012
V/t
0.001
0.0008
0.0006
0.0004
0.0002
0
0 50 100 150 200 250 300
Tc
Perhitungan masih punya aliati
𝑉
=
𝐴.𝑡𝑐
0,7 x 10^−5
=
0,212264
= 3.77 𝑥 10−5 𝑚/𝑠
1
= ( ). tc
^2 𝑍
2𝑓(−𝑃)
z=( )
.𝐶𝑠
2 𝑥 0.28 𝑥 (60.000)
z=( )
0.89 𝑥 10−3 𝑥 939,633
z = 40178.25 m3/kg s2
Z
=
2 . 𝑡𝑐
40178.25
=
( 3,77 x 10−5 )2 . 240
= 1.18 x 10^11 m/Kg
𝑉𝑐𝑎𝑘𝑒 𝑡𝑐
𝐿𝑐𝑎𝑘𝑒 = 𝐿−𝐿𝑑𝑧 𝑥 𝑡𝑝
𝐴( )
𝐿
0.01156 240
𝐿𝑐𝑎𝑘𝑒 =
0.212264 (
0.40−0.19
)
𝑥 235
0.40
𝐿𝑐𝑎𝑘𝑒 = 0.1059 m
Run 2
Volume Filtrat Setiap Waktu Pengisian Tangki Filtrat (sekon)
V/t
30cm (m3)
t (sekon) Tc (sekon)
0,0114 75 75 0,000152
0,0228 22 97 0,001036364
0,0342 47 144 0,00072766
0,0456 43 187 0,001060465
0,057 45 232 0,001266667
0,0684 40 272 0,00171
Run 2
0.0018
0.0016 y = 7E-06x - 0.0002
R² = 0.9834
0.0014
0.0012
0.001
V/t
0.0008
0.0006
0.0004
0.0002
0
0 50 100 150 200 250 300
Tc
Sama ini juga masih punya aliati
𝑉
=
𝐴.𝑡𝑐
1 𝑥 10^−5
=
0,212264
= 4.71 𝑥 10−5 𝑚/𝑠
1
= ( ). tc
^2 𝑍
2𝑓(−𝑃)
z=( )
.𝐶𝑠
2 𝑥 0.28 𝑥 (70.000)
z=( )
0.89 𝑥 10−3 𝑥 790.283
z = 55733.13 m3/kg s2
Z
= 2
. 𝑡𝑐
55733.13
=
( 4,71 x 10−5 )2 . 237
= 1.06 x 10^11 m/Kg
𝑉𝑐𝑎𝑘𝑒 𝑡𝑐
𝐿𝑐𝑎𝑘𝑒 = 𝐿−𝐿𝑑𝑧 𝑥 𝑡𝑝
𝐴( )
𝐿
0.00844 237
𝐿𝑐𝑎𝑘𝑒 =
0.212264 (
0.40−0.19
)
𝑥 275
0.40
𝐿𝑐𝑎𝑘𝑒 = 0.065 m
Run 3
Volume Filtrat Setiap Waktu Pengisian Tangki Filtrat (sekon)
V/t
30cm (m3)
t (sekon) Tc (sekon)
0,0114 55 54 0,000207273
0,0228 31 85 0,000735484
0,0342 41 126 0,000834146
0,0456 41 167 0,001112195
0,057 39 206 0,001461538
0,0684 50 256 0,001368
Run 3
0.0018
y = 6E-06x + 0.0001
0.0016
R² = 0.871
0.0014
0.0012
0.001
V/t
0.0008
0.0006
0.0004
0.0002
0
0 50 100 150 200 250 300
Tc
Ini juga sama
𝑉
=
𝐴.𝑡𝑐
1 𝑥 10^−5
=
0,212264
= 4.71 𝑥 10−5 𝑚/𝑠
1
= ( ). tc
^2 𝑍
2𝑓(−𝑃)
z=( )
.𝐶𝑠
2 𝑥 0.28 𝑥 (50.000)
z=( )
0.89 𝑥 10−3 𝑥 769.75
z = 40871.29 m3/kg s2
Z
= 2
. 𝑡𝑐
40871.29
=
( 4,71 x 10−5 )2 . 191
= 9.65 x 10^10 m/Kg
𝑉𝑐𝑎𝑘𝑒 𝑡𝑐
𝐿𝑐𝑎𝑘𝑒 = 𝐿−𝐿𝑑𝑧 𝑥 𝑡𝑝
𝐴( )
𝐿
0.00676 191
𝐿𝑐𝑎𝑘𝑒 =
0.212264 (
0.40−0.19
)
𝑥
188
0.40
𝐿𝑐𝑎𝑘𝑒 = 0.0616 m