0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
120 tayangan4 halaman

Prosedur dan Metode Relining Gigi Tiruan

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang prosedur relining gigi tiruan, perawatan diabetes saat relining, dan indikasi serta kontraindikasi bahan relining. Secara ringkas, dokumen menjelaskan dua metode relining yaitu secara langsung dan tidak langsung, perawatan gigi tiruan untuk pasien diabetes, serta manfaat penggunaan pelapis lembut untuk meningkatkan kenyamanan pasien.

Diunggah oleh

salma samia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
120 tayangan4 halaman

Prosedur dan Metode Relining Gigi Tiruan

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang prosedur relining gigi tiruan, perawatan diabetes saat relining, dan indikasi serta kontraindikasi bahan relining. Secara ringkas, dokumen menjelaskan dua metode relining yaitu secara langsung dan tidak langsung, perawatan gigi tiruan untuk pasien diabetes, serta manfaat penggunaan pelapis lembut untuk meningkatkan kenyamanan pasien.

Diunggah oleh

salma samia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEARNING ISSUE

1. Bagaimana prosedur relining ?


Macam–macam metode yang dipakai dalam relining pada gigi tiruan
 Relining tanpa perubahan dimensi vertikal;
Relining pada protesa dengan dimensi vertical yang tidak berubah, pembuatannya lebih
sederhana bila dibandingkan dengan protesa yang dimensi vertikalnya berubah.
 Relining dengan perubahan dimensi vertikal;
Untuk melakukan relining pada protesa dengan dimensi vertikal yang telah berubah, maka
terlebih dahulu ditempatkan tiga bulatan kecil dari impression compound yang hangat di
daerah Premolar I kanan dan kiri serta di daerah anterior ridge (tengah). Kemudian cetak ke
dalam mulut. Penderita diminta untuk menutup mulutnya serta dibantu menekan protesa
tersebut sampai dicapai dimensi vertikal yang dikehendaki. Selanjutnya tambahkan
impression compound pada pinggir–pinggir protesa dan lakukan muscle trimming.
Kemudian dilakukan pencetakan dengan pasta zink oxide.
Menentukan Protesa yang Harus Diperbaiki Lebih Dahulu
Apabila komposisi residual ridge kompak/padat maka protese bawah direline lebih dahulu,
tetapi bila jaringan sangat lunak terutama pada residual mandibular ridge, maka protese atas
diperbaiki lebih dahulu. Hal ini diperlukan untuk memudahkan memperoleh oklusi yang
diinginkan. Apabila protese atas dan bawah akan direline maka protese atas diperbaiki lebih
dahulu. Protese baik atas maupun bawah apabila membutuhkan banyak perubahan, maka
perbaikannya dilakukan dengan rebasing.
Prosedur Relining
 Persiapan pasien:
a. Pasien harus melepas gigi tiruan selama 1 – 2 hari.
b. Pemberian tissue conditioner bila perlu.
c. Bila terdapat hyperplatic tissue yang besar harus dioperasi.
 Persiapan gigi tiruan:
a. Permukaan gigi tiruan yang menghadap jaringan pendukung direlief dengan mengerok
akrilik sebanyak 1 – 2 mm.
b. Seluruh undercut yang ada dihilangkan.
c. Tepi – tepi gigi tiruan dipendekkan 1 – 2 mm.
d. Pencetakan dilakukan dengan memakai gigi tiruan sebagai sendok cetak.
e. Pada metode direct pencetakkan dilakukan dengan menggunakan cold curing acrylic,
sedangkan untuk metode indirect pencetakkan dilakukan menggunakan bahan cetak
Zinc Oxide Eugenol pasta
 Direct Relining
a. Batas tepi gigi tiruan lama dikasarkan dengan trimmer tapi tidak dipendekkan dengan
maksud agar lebih baik dalam menahan bahan cetak.
b. Instruksi pasien untuk kumur dengan air dingin
c. Semua undercut yang menggangu harus sudah dibuang, dan permukaan basis gigi
tiruan yang dipoles dilapisi dengan jelly petroleum untuk memudahkan pembuangan
kelebihan bahan cetak dan gunakan partial denture sebagai sendok cetak, campurkan
zinc oxide dan eugenol impression pasta sesuai dengan petunjuk pabrik.
d. Taruhlah campuran bahan diatas permukaan jaringan basis denture yang telah
dikeringkan lalu masukan ke dalam mulut pasien, kerangka dipegang kuat dengan
menekan pada masing–masing rest sampai bahan cetak mengeras dan usahakan pasien
tidak boleh beroklusi dan bahan cetak berlebihan dibuang, kemudian gigi tiruan
dikeluarkan dari mulut, protesa dirapikan/dibentuk dengan scapel tajam. Lalu dipoles
dan dinsersi.
 Indirect Relining
a. basis gigi tiruan yang menghadap jaringan mukosa dikerok terlebih dahulu
dengan kedalaman sekitar 1mm. Pengerokan dilakukan agar saat pencetakan
bahan cetak dapat mengalir dengan bebas sehingga diperoleh hasil cetakan yang
baik. Hal tersebut dilakukan jika terdapat perubahan dimensi vertikal pasien. Jika
tidak ada perubahan dimensi vertikal, hanya perubahan retensi dan stabilitas gigi
tiruan maka tidak perlu dilakukan pengerokan.
b. Pemilihan bahan cetak diusahakan menggunakan bahan cetak yang memiliki
viskositas rendah seperti elastomer atau tissue conditioning. Bahan cetak tersebut
dimanipulasi kemudian diletakan pada basis gigi tiruan yang menghadap mukosa
rongga mulut. Penggunaan bahan cetak dengan lapisan yang tipis akan
mengurangi reflek gagging.
c. Gigi tiruan yang telah diberi bahan cetak tersebut dimasukkan kedalam mulut
pasien, agar mendapat kontur jaringan rongga mulut, maka dilakukan gerakan
fisiologis pada mukosa pipi untuk mendapat bentukan vestibulum. Setelah setting
kemudian sendok cetak dikeluarkan dari mulut pasien.
 Prosedur Laboratoris;
a. Cetakan negatif rahang pasien yang telah diperoleh kemudian dirapikan jika
terdapat bagian-bagian yang memiliki ketebalan berbeda dengan tidak
mengurangi ukuran atau batas tepi cetakan.
b. Kemudian membuat cetakan positif/model kerja menggunakan dental stone yang
yang telah dimanipulasi
c. Setelah setting dan mengeras kemudian dengan menggunakan dental plaster yang
telah dimanpulasi letakan model kerja
d. Setelah dental plaster setting, reline jig dibuka kemudian bahan cetakan
dipisahkan dari basis gigi tiruan, basis gigi tiruan di dirapikan menggunakan
pumice untuk menciptakan adhesi yang bagus antara basis akrilik lama dan baru.
e. Cuci dan bersihkan gigi tiruan dan tuangkan resin akrilik yang telah dimanipulasi
pada daerah anatomis basis gigi tiruan, kemudian letakan pada model kerja, dan
pasang pada reline.
f. Lalu ditekan selama 10 menit
g. Kamudian gigi tiruan di lepas dari model kerja, dilakukan pemolesan dan siap di
insersi ke dalam rongga mulut pasien.
2. Bagaimana perawatan diabetes mellitus saat relining ?
 Ada banyak gigi tiruan yang dapat dipertimbangkan untuk penderita diabetes mellitus. Pada
prinsipnya semua gigi tiruan dapat disarankan untuk penderita diabetes mellitus, seperti
gigi tiruan lepasan, cekat, overdenture maupun implant. Akan tetapi, tingkat
keberhasilannya ditentukan oleh kontrol glikemik dan perawatan pendahuluan.
 Gigi tiruan lepasan merupakan pilihan utama dan terbaik untuk penderita diabetes mellitus,
karena mudah dibuka pasang, sehingga memberikan kesempatan jaringan rongga mulut
untuk istirahat dan memperlancar aliran darah serta pasien mudah membersihkan. Dokter
gigi harus jeli dan mampu memilih dukungan dan gigi penyangga gigi tiruan dengan tepat.
Hal ini berhubungan langsung dengan pendistribusian beban kunyah, perlindungan sisa
jaringan rongga mulut dan efektifitas proses pengunyahan. Diharapkan ggi tiruan tidak
menimbulkan masalah baru dan kerusakan jaringan rongga mulut.
 Resin akrilik merupakan pilihan utama bahan gigi tiruan, karena bahan ini mudah
dibersihkan dan direparasi. Pembuatan design tergantung area edentulous dan jaringan
pendukunganya. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan yaitu pembuatan embrasure harus
lebar, inter dental harus kontak point, tepi gigi tiruan tidak menutupi margin gingiva
(jaraknya 2-3 mm), dan free gliding occlusion.
 Pada pembuatan design gigi tiruan lengkap, basis gigi tiruan dibuat selebar mungkin dan
menutupi jaringan lunak, penyusunan anasir gigi dibuat menyempit arah buko lingual dan
pendek arah mesio distal, harus tepat di puncak alveolar ridge, dan kemiringan cups harus
dikurangi. Hal ini untuk perlindungkan jaringan rongga mulut, mengurangi resoprsi tulang
dan pendistribusian beban kunyah.
 Pengukuran dimensi vertical dan teknik pencetakan harus tepat. Pengukuran dimensi
vertical yang tidak tepat dapat memicu angular chelitis.
 Teknik pencetakan dapat menggunakan teknik double impression. Akan tetapi perlu
dihindari pemakaian wax based material/ pericompound untuk border molding, the dentist
should not use, sebab panas pada saat manipulasinya menyebabkan iritasi dan injuri
jaringan lunak. Selain itu, bahan cetak lebih baik menggunakan bahan cetak mukostatik
karena bahan mukokompresif dapat menekan jaringan lunak yang berakibat pada
penurunan sirkulasi lairan darah dan iritasi jaringan lunak. Pada saat pencetakan sebaiknya
sendok cetak ditutupi dengan spacer malam.
 Untuk mengatasi xerostomia, dimana saliva juga ikut berperan dalam pelembab mukosa,
menjaga resiliensi mukosa, dan retensi gigi tiruan, makan dokter gigi dapat memberikan
terapi simptomatik seperti terapi cairan, oral tissue moisturizer (topical E vitamin, topical
lanolin), gel oral rinse, artificial saliva (mucin, cerboxy-methilcellulosa). Dokter gigi juga
harus menginstruksikan untuk kontrol secara periodic untuk mencegah adanya denture
stomatitis dan denture hyperplasia.
3. Indikasi dan kontraindikasi bahan relining dan penggunaannya ?
Soft Liner
 Soft denture reliner adalah bahan yang membentuk lapisan empuk antara hard denture
base dan mukosa oral. Soft denture reliner dapat dibagi menjadi semi permanen atau
permanen. Selanjutnya dibagi lagi menjadi karet silikon atau akrilik plastik dan
polimerisasinya dapat berupa auto-heat atau visible light.
 Sifat fisik yang diinginkan dari bahan soft liner adalah efek bantalan pada mukosa, stabilitas
dimensi, ketahanan permanen, penyerapan dan kelarutan cairan minimal, dan
penghambatan pertumbuhan jamur.
 Sifat mekanik yang diinginkan adalah kemudahan dalam pemrosesan, kemudahan finishing
dan pemolesan serta adhesi, namun tidak berpengaruh pada resin denture.
 Penggunaan soft liner dapat memperbaiki efisiensi pengunyahan dan kenyamanan oral bagi
pasien yang mengalami penurunan ketebalan mucoperiosteum oral.
 Pelapis soft meningkatkan tingkat kenyamanan pasien selama pengunyahan. Mereka
memberi kenyamanan bagi pasien yang tidak dapat mentolerir tekanan oklusal atau yang
menunjukkan resorpsi ridge, nyeri kronis, dan knife-edge ridges.
 Sifat menguntungkan dari denture liners adalah ketahanan jangka panjang dan adhesi yang
baik terhadap bahan dasar gigi tiruan.
 Beberapa masalah dikaitkan dengan penggunaan liner gigi tiruan yang kuat, termasuk
kegagalan ikatan antara dasar liner dan denture, kolonisasi oleh Candida albicans,
porositas. Bahan heat-cured silicone lining mampu bertahan 3-6 tahun.

Anda mungkin juga menyukai