0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
287 tayangan5 halaman

Struktur dan Ciri Teks Editorial

Teks editorial tersebut membahas tentang pentingnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan telah lama terinternalisasi di masyarakat Indonesia karena pengaruh orang tua. Hal ini berdampak negatif terhadap lingkungan seperti tersumbatnya aliran sungai yang dapat menyebabkan banjir. Diperlukan kampanye berkelanjutan dari pemerintah dan partisipasi masy

Diunggah oleh

Setiani Pramudhita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
287 tayangan5 halaman

Struktur dan Ciri Teks Editorial

Teks editorial tersebut membahas tentang pentingnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan telah lama terinternalisasi di masyarakat Indonesia karena pengaruh orang tua. Hal ini berdampak negatif terhadap lingkungan seperti tersumbatnya aliran sungai yang dapat menyebabkan banjir. Diperlukan kampanye berkelanjutan dari pemerintah dan partisipasi masy

Diunggah oleh

Setiani Pramudhita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEKS EDITORIAL

Teks editorial adalah atau opini adalah sebuah karangan yang berisi sejumlah permasalahan yang
baru saja terjadi dan masih hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat. Teks editorial
umumnya berbentuk artikel pokok yang terdapat dalam surat kabar yang menjadi pandangan
terhadap peristiwa atau kejadian yang masih hangat diperbincangkan ketika surat kabar tersebut
diterbitkan. Struktur teks editorial atau opini adalah terdiri atas informasi yang merupakan
permasalahan aktual yang tengah terjadi, penegasan-penegasan umum tentang pentingnya
perasalahan, opini redaksi dan opini publik tentang masalah, saran dan kritik atas permasalahan,
dan harapan peran serta pada pembaca.

Mengapa teks editorial disebut juga dengan teks opini? Hal ini mengacu kepada asas dan unsur
dimana redaksi memberikan opini atau pandangan tentang permasalahan.

A. Struktur Teks editorial atau Opini


Pada dasarnya teks editorial adalah teks yang termasuk kedalam jenis teks eksposisi, dan sama
seperti teks eksposisi pada umumnya, Teks ini memiliki struktur untuk membentuknya:

1. Pernyataan atau pendapat


Pernyataan atau pendapat merupakan sebuah gagasan utama sekaligus menjadi prediksi penulis
tentang permasalahan yang tengah beredar yang ditulis berdasarkan fakta yang ada.

2. Argumentasi
Argumentasi pada dasarnya sama dengan tesis, yakni sebuah penjelasan yang lebih mendalam
tentang pendapat maupun pernyataan sebelumnnya. Argumentasis sendiri pada dasarnya ditulis
kedalam pengungkapan fakta atas dasar keyakinan sang penulis. Argumentasi dapat ditandai
dengan adanya kalimat yang memuat pendapat sang penulis tentang permasalahan yang tengah
terjadi dan menjadi topik perbincangan.

3. Pernyataan ulang
Pernyataan ulang adalah bagian dimana sebuah teks editorial memiliki kalimat kalimat penguat
yang telah didukung oleh sejumlah fakta pada argumentasi sebelumnya. Pada bagian ini
umumnya kita bisa menambahkan pernyataan berupa kritik dan saran agar opini penulis dapat
terbukti dan semakin kuat.

B. Ciri-ciri dan kaidah kebahasaan teks editorial

1. Konjungsi (kata penghubung)


Konjungsi atau kata penghubung adalah sekumpulan kata yang berfungsi untuk menghubungkan
kelompok kata dengan kata lain, kalimat dengan kalimat, klausa dengan klausa. Contoh kata
penghubung diantaranya adalah: dan, karena, tetapi, ketika. Tidak hanya itu saja, namun kata
penghubung juga kerap kali digunakan untuk menghubungkan sebuah paragraf dengan paragaraf
lain.

Dalam teks edtorial sendiri konjungsi digunakan untuk menghubungkan paragraf dengan
paragraf agar tercipta argumentasi yang saling berhubungan. Hal ini dapat ditandai dengan
adanya kata pertama, kedua, selanjutnya, dan terakhir pada awal paragraf editorial itu sendiri.
Umumnya sebuah konjungsi juga menyatakan sebuah ikatan antara sebab dan akibat, harapan
dan sebagainya.

2. Kata keterangan
Kata keterangan merupakan sebuah kata yang menunjukkan sebuah keterangan suatu peristiwa,
kata keterangan yang kerap digunakan adalah keterangan waktu dan keterangan tempat.
Umumnya contoh kata keterangan dalam teks editorial adalah: kapan, jam, hari, dan sebagainya.

3. Kata kerja
Dalam teks editorial, kata kerja dapat dibagi menjadi tiga jenis yakni:

1. Kata kerja relasional: Kata kerja ini berfungsi untuk menghubungkan subjek dan kalimat
pelengkap. Sebuah kalimat verb relasional haruslah memiliki pelengkap karena jika tidak
maka bunyi kalimat akan terdengar rancu.
2. Kata kerja material: Kata kerja ini menunjukkan adanya aktivitas fisik yang terjadi dan
dapat dilihat karena bersifat nyata. Contoh kata kerja ini adalah membaca, menulis,
menari, bernyanyi.
3. Kata kerja mental: Kata kerja ini berhubungan langsung dengan mental seseorang.
Umumnya kata kerja ini digunakan untuk mengungkapkan perasaan si penulis.

4. Pemilihan kata (diksi)


Pemilihan kata atau penggunaan diksi yang sesuai bertujuan untuk mengungkapkan suatu
gagasan dan saran dengan menggunakan efek bahasa tertentu.
C. Contoh Teks Editorial

Cara Meningkatkan Mutu Pendidikan

Pendidikan yang kita kenal sekarang ini telah menjadi kebutuhan dasar setiap manusia karena
pendidikan menjadi kunci kemajuan dan keberhasilan sebuah bangsa. Dengan tingkat pendidikan
yang tinggi maka kita akan memiliki kesempatan untuk sejajar dengan bangsa-bangsa besar
lainnya. Namun pada kenyataanya kualitas pendidikan di negara kita tidak sebagus seperti di
negara lain.

Banyak lembaga pendidikan yang berupaya untuk menciptakan lulusan-lulusan yang memiliki
kualitas dan daya juang tinggi di masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menghadapi tantangan dan
persaingan yang semakin sulit. Namun perlu kita ingat bahwa sebuah keberhasilan tidak akan
lepas dari segala faktor dan kondisi.

Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan maka dilakukan berbagai upaya, diantaranya
adalah melakukan diagnosis permasalahan. Dengan mengetahui perasalahan tentunya akan
dengan mudah mencari penyelesaian. Usaha untuk meningkatkan tingkat dan mutu pendidikan
menjadi sangat penting sebagai cara untuk menghadapi tantangan globalisasi yang terjadi.

Lembaga pendidikan sekarang ini dituntut untuk dapat melahirkan lulusan yang berkualitas dan
kompetitif karena persaingan dan perlombaan antar bangsa yang tengah berlangsung sangat
intensif dan sengit. Para lulusan juga diharapkan memiliki keahlingan dan juga kompetensi yang
profesional sehingga dapat menghadapi kompetisi global yang terjadi.

Pada era teknologi sekarang ini, guruk tidak hanya menjadi satu satunya sumber ingormasi bagi
siswanya. Namun peran guru telah berubah dan berkembang menjadi seorang motivator,
administator dan falisilitator. Selain guru, siswa dapat mencari dan mendapatkan sumber materi
dari berbagai media seperti internet.

Namun pada dasarnya dalam keadaan seperti sekarang ini guru diharapakan dapat memberikan
peran aktif karena pada dasarnya peran guru sebagai pendidik tidak dapat tergantikan. Untuk
mencapai tujuan dan peran tersebut maka perlu dilakukan peningkatan kualitas mengajar dan
tentunya usaha-usaha yang jelas. Menciptakan usaha yang dapat meningkatkan kualitas pendidik
pada dasarnya merupakan sebuah tantangan terbesar untuk pemerintah.
Kebiasaan Membuang Sampah

Pernyataan pendapat (tesis) :


Kebiasaan membuang sampah di sembarangan tempat telah tertanam di benak orang Indonesia
sejak masih usia dini. Bagaimana tidak orang tua secara tidak sadar mengajarkan cara membuang
sampah yang tidak benar kepada anak-anak mereka. Itu bisa dilihat dari cara mereka dengan
gampang melempar sebungkus sampah ke sungai atau di depan rumah yang dianggap hal
lumrah. Masyarakat kita secara umum mempunyai kesadaran yang rendah dalam hal memikirkan
konsekuensinya.

Parahnya lagi kebiasaan tersebut oleh sebagian besar masyarakat kita tidak dianggap sebagai
sesuatu yang salah. Sampah yang tertumpuk di sungai akan menyumbat aliran air dan dengan
hanya sedikit curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya atau air kiriman dari daerah yang lebih
tinggi, banjir sudah tidak bisa dielakan lagi. Yang disalahkan pasti pemerintah yang tidak becus.

Kurangnya kesadaran untuk mendidik dan memberikan contoh adalah hal yang perlu diperbaiki
dan akan membutuhkan waktu yang lama supaya kesadaraan akan kebersihan dapat terciptakan.
Kebiasaan untuk hidup sehat dan bersih tidak terlalu menjadi prioritas masyarakat karena masih
banyak hal-hal yang lebih penting antara lain seperti memikirkan bagaimana menyediakan
makanan sehari-hari di atas meja atau lantai untuk keluarga, kesehatan, pendidikan, dan lain
sebagainya.

Argumentasi :
Menurut opini saya, orang kaya biasanya lebih bersih dan tidak membuang sampah sembarangan
di rumah mereka. Masih banyak kebiasaan orang kaya yang kalau udah di luar rumah atau
lingkungan mereka, tetap saja membuang sampah sembarangan. Tidak sedikit saya lihat botol
aqua kosong yang melayang keluar dari pintu kaca mobil di dalam jalan tol.

Menjaga kebersihan di dalam mobil itu baik, tapi bisa kan kalau sampah itu jangan dibuang
keluar dari mobil yang sedang melaju di jalan umum. Tidak salah kalau sediakan kantong
sampah di dalam mobil, setelah sampai di tempat tujuan kantong sampah tersebut bisa dibuang
ke tempat yang semestinya.

Yang menjadi pertanyaan kenapa sih orang yang punya mobil bisa jaga kebersihan di dalam
mobil mereka dan tidak begitu peduli dengan kebersihan di jalan tol atau di jalan-jalan umum?
Botol kosong yang berterbangan tidak hanya akan membuat mata sakit kalau pas kita ada di
belakangan mobil mereka, tapi kemungkinan besar akan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Yang kita butuhkan itu adalah kesadaran diri untuk mau hidup sehat dan bersih, bukan hidup
bersih karena takut dikenai denda sama Jokowi. Berapapun besarnya denda, tetap saja orang
akan curi-curi untuk buang sampah sembarangan, lagian kalau ketangkap, apakah dendanya akan
masuk ke Pemprov DKI? Ini akan membuka peluang baru untuk korupsi.

Pertanyaannya siapa yang akan menjadi petugas untuk melakukan denda terhadap orang yang
membuang sampah sembarang?

Jika hanya mengandalkan petugas saja, saya rasa tidak akan terlalu efektif karena berapa petugas
yang harus ditempatkan di tempat-tempat umum? Pembuangan sampah sembarangan itu tidak
hanya di tempat umum saja, tapi semuanya bermula dari lingkungan hidup sekitarnya.

Melibatkan masyarakat umum untuk membantu menjaga kebersihan di lingkungan masing-


masing secara umum akan lebih efektif dan efisien. Masyarakat harus berani menegur orang-
orang yang tidak bertanggung jawab dengan membuat sampah sembarangan. Sering kali hal-hal
seperti ini tidak akan terjadi karena masyarakat meraka kalau negur orang yang dikenal kan
jadinya gak enak dan akan dimusihi, kalau negur orang yang tidak dikenal malah akan terjadi
percecokan atau malah terjadi perkelahian.

Pemerintah Pemprov DKI dan Pusat harus secara rutin melakukan kampanye dan sosialisasi
kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya akan membuahkan hasil yang
diinginkan. Saya selalu ajarkan cara buang sampah yang benar terhadap anak-anak saya baik di
rumah atau di tempat umum. Di rumah, saya sediakan dua jenis tong sampah, satu untuk
pembuangan sampah organik dan satunya lagi buat sampah yang bisa didaur ulang.

Pernah sekali saya bawa anak saya ke Indonesia, dia tanyain saya kenapa sih ibu itu main lempar
kantong sampah sembarangan? Saya perhatikan dan memang benar sampah ada dimana-mana,
yang absen dari situ adalah tong sampah. Mungkin sebulan sekali atau kalau lagi punya perasaan
menyenangkan baru masyarakat mengumpulkan dan membakar sampah-sampah yang ada di
sekitar rumah mereka.

Masyarakat yang hidup di bantaran sungai akan dengan mudah membuang sampah ke dalam
sungai dari pada harus buang ke dalam tong sampah. Kebiasaan ini telah dilakukan bertahun-
tahun. Lagian tidak akan memakan waktu banyak untuk melemparkan sekantong sampah ke
sungai. Kekurangan yang lain karena tidak tersedianya tong sampah yang cukup oleh pemerintah
dan adanya iuran sampah bulanan.

Bukan rahasia umum lagi kalau ada tanah kosong yang tidak ditempati, dipenuhi oleh sampah-
sampah. Biasanya masyarakat akan keluar malam-malam, diam-diam atau cari waktu sepi untuk
membuang sampah ke tanah kosong tersebut. Jika satu orang lempar sampah disitu, orang lain
akan pada ikutan, dan tidak disadari tanah yang kosong sebelumnya telah dipenuhin sampah,
kemudian masalah bau sampah yang menyengat akan mengikuti.

Anda mungkin juga menyukai