0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Q

Dokumen tersebut membahas perbedaan pandangan psikoanalisis dan behaviorisme karya Skinner dan Bandura dalam melihat perilaku manusia. Skinner lebih memfokuskan pada pengaruh lingkungan secara langsung, sedangkan Bandura menekankan pada pembelajaran tidak langsung melalui observasi. Kedua teori ini berbeda dalam asumsi dasar tentang sifat manusia dan proses belajar.

Diunggah oleh

Ptri devia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Q

Dokumen tersebut membahas perbedaan pandangan psikoanalisis dan behaviorisme karya Skinner dan Bandura dalam melihat perilaku manusia. Skinner lebih memfokuskan pada pengaruh lingkungan secara langsung, sedangkan Bandura menekankan pada pembelajaran tidak langsung melalui observasi. Kedua teori ini berbeda dalam asumsi dasar tentang sifat manusia dan proses belajar.

Diunggah oleh

Ptri devia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dwi Indah Sekarsari - 1506683676

Skinner

1. Jelaskan perbedaan antara pandangan Psikoanalisis dan Behaviorism dalam melihat perilaku
manusia!
Berdasarkan psikoanalisis, manusia itu berperilaku karena memiliki motivasi yang berasal dari
dalam dirinya sedangkan menurut behaviorism, manusia berperilaku karena stimulus dari
lingkungan. Terlihat bahwa psikoloanalisis lebih memfokuskan pada apa yang ada di diri
individu itu sedangkan behaviorism lebih memfokuskan pada apa yang ada di lingkungan
sehingga membuat individu bertindak sesuai stimulus.
2. Mengapa teori skinner disebut sebagai radical behaviorism?
Radical behaviorism adalah doktrin yang menolak semua kontruk hipotetis, seperti ego, traits,
drives, needs, hunger, dll. Skinner sendiri sangat strict dengan tingkah laku yang bisa
diobservasi secara langsung sehingga skinner tidak percaya dengan hal-hal yang tidak bisa
diobservasi secara langsung.
3. Jelaskan pandangan skinner mengenai pengaruh genetika dan masa lalu terhadap perilaku!
Menurut skinner, genetika itu penting tapi tidak dapat mengontrol tingkah laku. Sedangkan
masa lalu itu menyediakan data yang berguna untuk memprediksi dan mengontrol tingkah
laku.
4. Jelaskan mengenai bagaimana pengaruh masa lalu skinner terhadap teori yang dibuatnya!
Pada teori conditioning yang dibuat oleh skinner terlihat bahwa dia lebih menekankan masa
lalu dibandingkan genetika. Contoh, anak akan mengulangi perilaku yang telah di
reinforcement sebelumnya.
5. Jelaskan mengenai apa yang dimaksudkan oleh skinner sebagai scientific behavior!
Tingkah laku bisa diteliti secara langsung tanpa harus meneliti internal drive individu. Skinner
tidak memungkiri adanya internal drive tapi mereka tidak dapat menjelaskan tingkah laku.
6. Apa philosophy of science dan characteristic of science menurut skinner!
Scientific behaviorism dapat menginterpretasi tingkah laku bukan untuk menjelaskan
penyebabnya. Dari interpretasi tersebut kemudian dapat digeneralisasi ke populasi.
Karakteristik science:
- Science is cumulative
- An attitude that places value on empirical observation:
o Reject authority: ga berarti eistein yang ngomong berarti itu benar, harus dites
dengan empirical observation
o Demand intellectual honesty : mengungkapkan fakta bukan apa yang diharapkan
oleh peneliti
o Suspent judgement: tunggu sampe hasil bener-bener terbukti secara empiris
- Search for order and lawful relationship
Mencari keteraturan dengan mengamati sebuah kejadian dan kemudian
mengembangkan sebuah teori yang sesuai kejadian tersebut.
Metode scientific: prediction, control dan description
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan conditioning!
Proses belajar dimana respon muncul dan dapat diprediksi hasil dari lingkungan dan
konsekuensi
8. Apa perbedaan antara classical conditioning dan operant conditioning!
Dwi Indah Sekarsari - 1506683676

Classical conditioning adalah proses belajar dimana respon muncul karena stimulus tertentu
sedangkan operant conditiong adalah proses belajar dimana perilaku individu akan menguat
apabila diberikan reinforcement dan melemah ketika diberi punishment. Bedanya adalah
tingkah laku dari classical conditioning didapatkan dari individu sendiri sedangkan operant
conditioning didapatkan dari luar individu hasil dari masa lalu.
9. Berikan contoh bagaimana suatu perilaku terbentuk melalui shaping!
Shaping adalah prosedur dimana peneliti memberika rewad terhadap perilaku kemudian
diberikan secara bertahap hingga perilaku tersebut menjadi reward. Contohnya ngajarin anak
untuk pake baju. Jadi kita kasih reward ketika dia udah bisa masukin bajunya ke kepala trs
ketika dia sudah bisa masukin baju ke kepala dan memasukkan tangannya maka akan diberika
reward, sistem ini dilakukan berulang kali hingga dia bisa memakai bajunya sendiri.
10. Bagaimana menjelaskan seseorang yang mengalami trauma melalui konsep stimulus
generalization?
Stimulus generalization adalah respon terhadap lingkungan yang mirip tanpa kehadiran
reinforcement. Contoh individu yang memiliki trauma terhadap kecelakan pesawat dan setiap
dia mendengar suara pesawat dia merasakan hal yang sama seperti saat dia melihat
kecelakaan pesawat.
11. Jelaskan apa yang dimaksud dengan reinforcement!
Reinforcement adalah bentuk konsekuensi yang dapat meningkatkan perilaku
12. Berikan perilaku yang terbentuk karena adanya positive dan negative reinforcement!
Positif: A belajar dengan gaya belajar tertentu kemudian dia mendapatkan nilai yang bagus
sehingga A akan melakukan gaya belajar seperti sebelumnya.
Negatif: Karena A mendapatkan nilai ujian yang baik sehingga dia tidak dimarahi oleh orang
tuanya sehingga meningkatkan perilaku belajarnya
13. Apa yang dimaksud dengan punishment dan mengapa punishment tidak dianjurkan dalam
membentuk perilaku?
Punishment adalah bentuk konsekuensi yang dapat melemahkan perilaku. Punishment tidak
dianjurkan dalam membentuk perilaku karena memiliki beberapa efek diantaranya:
- Anak tidak mengetahui perilaku yang seharusnya seperti apa sehingga malah supress
behavior yang tidak baik tersebut.
- Conditioning of negative effect dimana anak malah mengasosiasikan perilaku salahnya dia
dengan ketakutan, kecemasan dan guilr
- Mengembangkan perasaan negatif terhadap orang yang menghukum atau segala hal yang
berkaitan dengan perilaku yang dihukum dan sikap dia menjadi maladaptive terhadap hal
tersebut
14. Apa perbedaan antara punishment dan negative reinforcement?
Punisment melemahkan tingkah laku baik dengan menghadirkan yang tidak dia sukai dan
menghilangkan hal yang tidak disukai sedangkan negative reinforcement meningkatkan
tingkah laku dengan menghilangkan hal yang tidak disukai. Contoh : A suka pulang malam
sehingga mobil dia ambil atau dikurung sehingga A tidak pulang malam sedangkan A suka
pulang malam dan kemudian orang tuanya malah membelikan mobil baru sehingga
meningkatkan perilaku pulang malam
15. Mana jadwal pemberian reinforcement yang dianggap paling sesuai untuk membentuk
perilaku? Jelaskan alasannya!
Dwi Indah Sekarsari - 1506683676

Intermittent schedules karena mereka memproduksi respon yang lebih kuat walaupun respon
tidak diikuti dengan kehadiran reward (extinction).
16. Apa perbedaan antara natural selection dan cultural selection menurut skinner?
Natural selection lebih individual dimana individu bersaing dengan orang lain agar dapat
survive sedangkan cultural selection lebih bagaimana masyarakat yang bekerja sama dengan
baik akan survive.
17. Jelaskan dan berikan contoh mengenai social behavior!
Kelompok itu tidak bertindak tapi individu lah yang berperilaku dimana individu yang
mempertahankan grup karena dia diberikan reward karena hal tersebut. Menjadi anggota
social group tidak selalu diberikan reward, ada tiga alasan individu bertahan menjadi anggota:
- Anggota lain mereinforce mereka
- Reinforcemennya intermittent
- Positive reinforcement > Punishment
18. Bagaiman pandangan skinner mengenai bagaimana tingkah laku dapat dikontrol?
Tingkah laku dikontrol oleh kontingensi lingkungan baik dari masyarakat. Individu, atau diri
sendiri.
- Social control: dimana kelompok membuat peraturan tertulis maupun tidak untuk
mengatur perilaku anggotanya.
- Self control: physical aids, change their environtment, arrange their environtment, can
take drugs, melakukan hal lain untuk menghindari perilaku yang tidak diinginkan
19. Jelaskan mengenai kepribadian yang tidak sehat menurut skinner!
Teknik social control dan self control yang berlebihan atau kurang dapat memunculkan efek
yaitu tingkah laku yang tidak seharusnya dan perkembangan kepribadian yang tidak sehat
- Counteracting Strategies: escape, revolt dan passive resistance
- Inappropriate bahavior: Blocking out reality by simply paying no attention to asertive
stimuli, self deluding responses as boasting, rationalizing, or claiming to be messiah, self
punishment

Bandura

Learning

1. Jelaskan 2 perbedaan utama antara konsep learning bandura dan skinner’


Skinner: direct experience
Bandura: vicarious learning (belajar dengan mengobservasi orang lain
Asumsi Bandura:
- Karakteristik menonjol manusia itu plasticity, dimana individu punya fleksibility untuk
belajar berbagai tingkat laku diberbagai situasi
- Triadic reciprocal causation model dimana tingkah laku, lingkungan dan faktor personal
memiliki kapasitas untuk meregulasi kehidupan mereka. Environmental forces: chancen
encounter dan fortuistous events
- Agentic perspective, manusia punya kapasitas untuk melatih kontrol melawan alam dan
kualitas dari kehidupan mereka
- Meregulasi melalui eksternal dan internal faktor
- Saat seseorang pada situasi yang membingungkan mereka akan mencoba meregulasi
tingkah laku melalui moral agency
Dwi Indah Sekarsari - 1506683676

2. Jelaskan mengapa bandura percaya bahwa observasional learning lebih efektif dan efisien dari
enactive learning
hanya dengan mengobsevasi orang lain, manusia bisa terhindar dari konsekuensi punishment
maupun reinforcement. Anak tidak langsung melakukan hal tersebut, tp dia berharap ketika
dia melakukan hal tersebut suatu saat nanti akan di reinforce.
3. Jelaskan karakteristik2 yang dapat mempengaruhi proses modeling
- Karakteristik model
- Karakteristik observer
- Konsekuensi tingkah laku yang ingin di modelling
4. Sebutkan 4 proses utama dari modelling
- Attention
- Representation: secara simbolik direpresentasikan di memori
- Behavioral Production: how can i do this?, what am i doing?, am i doing this right?
- Motivation: kita observasi tingkah laku tapi ketika ingin di lakukan diliat apakah individu
memiliki motivasi untuk melakukannya atau tidak
5. Jelaskan mengapa attention merupakan proses penting dalam modeling proses
Ketika ingin melakukan modelling kita harus memberikan attention kita sehingga kita bisa
lanjutkan ke representation. Kita cenderung akan memberikan atensi kita terhadap perilaku
yang kita anggap penting saja.

Triadic reciprocal causation

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep triadic reciprocal causation


Suatu sistem dimana tingkah laku manusia merupakan hasil interaksi antara behavior,
environtment, dan person
2. Berikan contoh bagaimana konsep triadic reciprocal causation dapat diaplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari
Anak meminta permen ke ayahnya. Ayah akan berfikir bahwa memberikan permen akan
membuat anak berhenti menangis tapi jika diberikan anak akan melakukan itu lagi. Maka ayah
tidak memberikan permen. Respon anak akan mempengaruhi kognitif ayah, jika anak tersebut
berhenti menangis maka ayah akan berfikir bahwa perilaku dia sudah benar.
Permintaan anak mempengaruhi tingkah laku ayah ( E B) dan kognitif ayah (E P)
Ayah membantu membentuk tingkah laku anak (B  E) dan kognif (B P)
Kognitif dia menentukan tingkah laku (PB) dan dia sebagai ayah (P E)
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep chance encounter. Berikan contoh
Pertemuan tidak sengaja dengan orang yang tidak dikenal. Contoh: A ketemu B dalam sebuah
acara yang akhinya mereka menjalin hubungan
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep furtuitous event. Berikan contoh
Pengalaman yang tidak terduga dan tidak disengaja. Contoh: Razia
5. Bagaimana konsep chance encounter dan furtuitous event berpengaruh terhadap kehidupan
sehari-hari
Tidak selamanya kita dapat mengontrol kehidupan kita, bisa ada kejadian-kejadian yang tidak
sengaja atau tidak terduga terjadi dan akhirnya mempengaruhi kepribadian seseorang.
Contoh: Kejadian kena razia mengubah perilaku laku kita menjadi tertib terhadap peraturan
lalu lintas
Dwi Indah Sekarsari - 1506683676

Human Agency

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep human agency


Proses aktif dalam mengeksplorasi, manipulasi, dam mempengaruhi lingkungan untuk
menghasilkan hasil yang diinginkan. Bandura memandang manusia sebagai makhluk yang
aktif, mempunyai kemampuan untuk mengontrol dirinya sendiri dengan cara pandangan nya
sendiri.
2. Jelaskan 4 fitur utama dari human agency. Berikan contoh masing-masing fitur
Intentionality  perencanaan
Forethought  merancang tujuan
Self-reactiveness  memonitor kemajuan
Self-reflectiveness  evaluasi
3. Sebutkan dan jelaskan 3 elemen dari human agency
- Self-efficacy: kepercayaan pada kemampuan dia untuk mencoba mengukur kontrol fungsi
dirinya sendiri dan lingkungan. Kepercayaan bahwa dia bisa atau tidak melakukan tingkah
laku tertentu untuk menghasil hasil yang diinginkan pada situasi tertentu.
- Proxy Agency: kontrol secara tidak langsung terhadap kondisi sosial yang mempengaruhi
kehidupan sehari-hari. Bergantung pada orang lain untuk mengatasi apa yang tidak dia
bisa lakukan pada orang yang lebih kompeten dalam hal tersebut. Namun hal ini bisa
melemahlkan self efficacy dan collective efficacy. Kalo untuk anak nanti malah manja.
- Collective efficacy
Orang berbagi kepercayaan ke dalam collective power untuk menghasilkan hasil yang
diinginkan.
4. Apa perbedaan anatara efficacy expectation dan outcome expectation
Efficacy expectation berkaitan pada kepercayaan diri sesorang dalam melakukan sesuatu
sedangkan outcome expectation melebih kepada prediksi konsekuensi dari perilaku yang
telah dia lakukan. Orang bisa punya efficacy expectation yang tinggi tp outcome
expectationnya rendah. Contoh orang yang mau wawancara kerja.
5. Jelaskan faktor2 apa saja yang dapat berkontribusi terhadap self-efficacy
- Mastery experiences  past performance
- Social Modelling  dengan mengobservasi TL yang ter-reinforce dapat meningkatkan
self- efficacy
- Social persuasion  lebih baik dikombinasikan dengan pengalaman yang berhasil
sebelumnya
- Psysical and emosional states  high states – low performance

Self Regulation

1. Bagaimana bandura mendefinisikan konsep self-regulation


Self regulation adalah bagaimana individu meregulasi diri kita setelah melakukan sesuatu.
Melakukan 2 strategi yaitu reactive dan proactive. Reactive mencoba mengurangi perbedaan
antara keberhasilan dan tujuan mereka. Proactive membuat tujuan baru yang lebih tinggi
untuk diri mereka.
2. Jelaskan bagaimana faktor external dapat mempengaruhi regulasi diri. Berikan contoh
- Menyediakan kita dengan standard untuk mengevaluasi perilaku kita
Dwi Indah Sekarsari - 1506683676

Ex: diajarkan kan kita bagaimana berperilaku sopan oleh orang tua kita. Bagaimana sopan
kepada orang lain menjadi standard kita mengevaluasi apakah sopan yang kita lakukan
sudah sesuai dengan sopan yang diajarkan oleh orang tua
- Menyediakan reinforcement
3. Jelaskan bagaimana faktor internal dapat mempengaruhi regulasi diri
Faktor eksternal biasanya berinteraksi dengan faktor internal, yaitu:
- Self-observation
- Judgmental process: evaluasi melalui proses mediasi kognitif. Tergantung pada personal
standard, reference standard dan nilai yang ada pada tempat kita beraktivitas,
performance attribution (siapa yang berkontribusi dalam keberhasilan kita)
- Self-reaction: orang merespon positif atau negatif terhadap tingkah lakunya tergantung
pada bagaimana tingkah laku tersebut diukur dengan personal standard seseorang.
4. Individu dapat meregulasi perbuatannya berdasarkan moral standards of conduct. Jelaskan
bagaimana proses ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Berikan contoh
Moral memiliki 2 aspek: tidak menyakiti orang lain dan secara proaktif membantu orang lain.
Dijelaskan dengan jelas di no. 5
5. Jelaskan bagaimana selective activation dan disengagement of internal control berpengaruh
pada kemampuan self control
Ketika kita telah melakukan regulasi terhadap perilaku kita, belum tentu kita akan melakukan
perbaikan pada perilaku kita. Mungkin kita tau bahwa itu salah tapi kita belum melakukan
tingkah laku dengan benar. Self regulation harus diaktifkan dalam bentuk realnya yaitu
tingkah laku, hal ini disebut selective activation. Individu yang memiliki nilai moral yang tinggi
bisa saja tidak melakukan nilai moral yang dia miliki. Dengan menjustifikasi tingkah laku kita,
kita bisa lepas dari konsekuensi atas tingkah laku kita, disebut diengagement of internal
control.
Dengan cara:
- Redefine tingkah laku
o Moral justification: “gapapa wajar kok itu”
o Palliative comparition: “dia juga mencuri lebih banyak daripada saya”
o Euphemistic labels: “dia ngebunuhin orang tapi dibilang pahlawan”
- Disregard or distort konsekuensi dr tingkah laku
o Meminimalisir konsekuensi: nabrak orang “tidak gapapa kok. Dia akan baik2 aja”
o Menolak konsekuensi: dia mencuri tapi tidak mengakuinya karena dia tidak
melihat efek pada individu yang ia curi barangnya
o Miscontrue konsekuensi: orang tua abuse pada anak tapi mereka bilang anak
perlu diajarkan disiplin
- Dehumanize or Blame the victim
Bullying, pemerkosaan
- Displace or diffuse responsibility
Menempatkan tanggung jawab pada sumber di luar dirinya. Ex: mahasiswa menyalahkan
dosennya atas nilai dia yang jelek.

Dysfunctional Behavior

1. Bagaimana bandura persepsi mengenai dysfunctional behavior?


Dwi Indah Sekarsari - 1506683676

Triadic reciprocal causation bisa menyebakan maladaptive behavior


2. Bagaimana bandura menjelaskan gangguan depresi?
Self-efficacy rendah. Dimana individu men-set tujuannya terlalu tinggi dan kemudian gagal
bisa menyebabkan individu depresi. Regulasi diri:
- Self observation: salah menilai performance dia. Mereka akan lebih melihat kegagalan
mereka daripada pencapaian mereka
- Judgmental process: membuat keputusan yang salah. High standards > efficacy
- Self-reaction: judge dan memperlakukan dirinya sendiri dengan tidak baik
3. Bagaimana bandura menjelaskan phobia?
Triadic reciprocal causation dimana tingkah laku individu yang phobia secara terus menerus
menghindari dari apa yang tidak dia sukai maka phobia akan terus bertahan.
4. Bagaimana bandura menjelaskan perilaku agresif?
- Positive reinforcement: senang melakukan perilaku agresif
- Negative reinforcement: menghindari perilaku agresif dari orang lain
- Punishment: mendapat hukuman karena tidak melakukan perilaku agresif
- Self-reinforcement: hidup dengan personal standard denga menyakiti orang lain
- Menerima reward atas perilaku agresif sedangankan non-aggresive ga dapet

Therapy

1. Dalam memberikan terapi, apa tujuan utama dari social cognitive therapy?
Self regulation
2. Strategi apa yang seringkali digunakan oleh social cognitive therapists untuk mencapai tujuan
dari terapi?
- Menimbulkan perubahan perilaku yang spesifik
- Mengeneralisasi perubahan terhadap berbagai situasi
- Mempertahankan perubahan
3. Sebutkan dan jelaskan tiga treatment utama yang sering digunakan oleh social cognitive
therapists?
- Overt or vicarious modeling  melihat langsung model
- Covert or cognitive modeling  membayangkan model
- Enactive mastery  melakukan perilaku langsung tp biasanya ini diawalin dengan
observasi model
Dwi Indah Sekarsari - 1506683676

Buss

1. Apa konsep penting dari Evolutionary Theory?


- Apa itu artificial selection, Natural selection, sexual selection, adaptation dan by product

- Jelaskan tentang prinsip dari evolutionary psychology?

2. Bagaimana pandangan Buss terhadap kepribadian individu?


- Apa itu nature dan nurture personality?

- Bagaimana mekanisme yang dilakukan individu untuk beradaptasi?

3. Apa itu mekanisme psikologis?


- Jelaskan konsep motivasi dan emosi dalam mekanisme psikologis

- Jelaskan konsep kepribadian sebagai mekanisme psikoogis

4. Sebutkan dan jelaskan sumber utama terjadinya perbedaan individu menurut buss:
- Environmental

- Genetic
Dwi Indah Sekarsari - 1506683676

- Nonadaptive

- Maladaptive

5. Bagaimana pandangan evolutionary theory Neo-Bussian terhadap kepribadian?

6. Jelaskan kesalahpahaman yang umum terjadi terhadap evolutionary theory

7. Beri penelitian2 yang penting terkait teori Buss

Anda mungkin juga menyukai