0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan21 halaman

Sejarah dan Ideologi PDI-Perjuangan

Paragraf pertama memberikan latar belakang tentang tugas membuat makalah mengenai Partai PDI-Perjuangan. Paragraf berikutnya membahas tentang sejarah berdirinya PDIP dari hasil fusi 5 partai pada tahun 1973. Paragraf terakhir membahas tentang visi, misi, lambang, dan makna yang dimiliki PDIP.

Diunggah oleh

Joko Sutrisno
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan21 halaman

Sejarah dan Ideologi PDI-Perjuangan

Paragraf pertama memberikan latar belakang tentang tugas membuat makalah mengenai Partai PDI-Perjuangan. Paragraf berikutnya membahas tentang sejarah berdirinya PDIP dari hasil fusi 5 partai pada tahun 1973. Paragraf terakhir membahas tentang visi, misi, lambang, dan makna yang dimiliki PDIP.

Diunggah oleh

Joko Sutrisno
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Latar belakang dibuatnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
Pendidikan Kewarga Negaraan yang membahas mengenai Partai politik
khususnya PDI-Perjuangan.
Partai politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau
dibentuk dengan tujuan khusus. Bisa juga didefinisikan perkumpulan segolongan
orang-orang yang seasas, sehaluan, dan setujuan di bidang politik. Adapun partai
politik berkembang bersamaan dengan berkembangnya proses pemilihan. Partai
tersebut muncul sebagai komite pemilihan yang mendapatkan dukungan bagi
seorang kandidat bagi warga Negara yang terkemuka dan mengumpulkan dana
yang diperlukan untuk kampanye pemilihan. Partai politik dianggap sebagai
manifestasi dari suatu sistem politik yang demokratis, modern dan mewakili
aspirasi rakyat.
Dalam Negara yang demokratis, tidak ada sistem politik yang berjalan tanpa
adanya partai politik, kecuali Negara yang menganut sistem perpolitikan otoriter
atau tradisional dimana raja atau peguasa yang menjalankan kekuasaannya dan
sangat bergantung pada tentara atau polisi. Fungsi utama partai politik yaitu
besaing untuk memenangkan pemilihan umum, mengagregasikan berbagai
kepentingan masyarakat, menyediakan alternative kebijakan dan mempersiapkan
para calon pemimpin yang akan duduk dalam pemerintahan.

Di Negara Indonesia terdiri dari berbagai macam Partai besar salah satunya PDI-
Perjuangan. PDIP dengan beridiologikan Pancasila menjadikan dirinya sebagai
Partai modern yang tetap mempertahankan jati dirinya sebagai partai kerakyatan
dengan tetap berpegang teguh pada prinsip berdaulat di bidang politik, berdikari
di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

1
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah adalah sebagai
berikut :
1. Bagaimana sejarah pendirian PDIP ?
2. Apa sajakah visi, misi, asas, dan program kerja dari PDIP ?
3. Bagaimana sosialisasi politik dari PDIP ?
4. Bagaimana sistem rekruitmen politik dari anggota biasa menjadi kader ?
5. Bagaimana pendidikan politik bagi kader, dan masyarakat
6. Apa sajakah harapan PDIP di pemilu 2019 ?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan makalah adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui sejarah pendirian PDIP.
2. Untuk mengetahui visi, misi, asas, dan program kerja PDIP.
3. Untuk mengetahui sosialisasi politik dari PDIP.
4. Untuk mengetahui tentang sistem rekruitment politik dari anggota biasa
menjadi kader.
5. Untuk mengetahui tentang pendidikan politik bagi kader, dan masyarakat.
6. Untuk mengetahui harapan PDIP di pemilu 2019.

1.4 Manfaat Penulisan


Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang Pemilu 2019.
2. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang Partai khusus nya PDIP.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Pendirian PDIP


Berdirinya PDI Perjuangan beraal dari berfusinya 5 partai politik pasca
pemilu 1971, yang tegabung dalam kelompok Demokrasi Pembangunan. Kelima
partai politik itu adalah Partai Nasional Indonesia (PNI), Ikatan Pendukung
Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Murba, Partai Kristen Indonesia
(PARKINDO), dan Partai Katolik. Semua partai politik tersebut berfusi menjadi
Partai Demokrasi Perjuangan (PDI) pada tanggal 10 Januari 1973. Berfusinya
kelima partai tersebut tidak lepas dari peranan pemerintah saat itu yang berupaya
menjalankan agenda politik memerkecil jumla partai politik dengan alasan untuk
lebih mudah mengendalkan stabilitas politik.

Anggotai partai penyusun yang terdiri dari berbagai latar belakang itu membuat
PDI harus mengakomodasi berbagai perbedaan bentuk dan warna politik.
Mungkin hal itulah yang membuat PDI rentan terjadinya konflik internal.
Konflik dalam tubuh partai politik hasil fusi dengan banyaknya jajaran pimpinan
segera terlihat sejak tahun-tahun awal. Dimulai dengan konflik dalam struktur
kepemimpinan PDI, kemudian di beberapa daerah juga mulai timbul mosi tidak
percaya, serta rentetan konflik dalam struktur Dewan Pimpinan Pusat yang
kembali terjadi berulang-ulang.
Ragam konflik yang terjadi dalam lima tahun pertama berdirinya PDI pada
dasarnya menjadi ciri khas dinamika internal PDI yang berkelanjutan pada
waktu- waktu sesudahnya. Di tengah situasi politik nasional yang saat itu terdiri
dari 3 ormas sosial politik (orsospol), PDI menjadi satu-satunya partai yang
paling sering dilanda konflik internal. Pada satu sisi, demokrasi dan kebebasan
berpendapat yang dikembangkan menjadi daya tarik partai berlambang banteng
ini. Namun, di sisi lain kebebasan berpendapat membuat friksi antarkader mudah
meledak menjadi konflik terbuka.
Berawal dari Kongres IV PDI pada tanggal 21 – 25 Juli 1993 di Medan, terjadi
kekisruhan yang berakibat tidak diakuinya segala keputusan dalam kongres,
termasuk terpilihnya Soerjadi sebagai pimpinan DPP PDI. Padahal, saat itu

3
Soerjadi terpilih secara aklamasi. Untuk mengisi kekosongan pimpinan PDI,
pemerintah menunjuk Latief Pudjosakti sebagai pimpinan sementara yang
bertugas mempersiapkan Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya.

Hasil KLB di Surabaya memutuskan Megawati sebagai Ketua Umum PDI.


Terpilihnya Megawati sebagai Ketua Umum PDI membuat pemerintah menjadi
khawatir. Berbagai analisis ahli politik Soeharto menyetakan bahwa munculnya
sosok Megawati akan meradikalisasi suara masyarakat yang sudah jenuh dengan
segala stabilitas dan kemapanan Orde Baru. Hal ini pada gilirannya sangat.
potensial mengancam stabilitas politik yang sudah dibangun Orde
[Link] yang melihat gelagat munculnya anggota keluarga Soekarno di
tubh PDI menyikapi dengan berbagai cara, salah satunya dengan memfasilitasi
dan memperbesar konflik yang sedang terjadi antara kubu Megawati dengan
kubu Soerjadi maupun di dalam jajaran PDI lainnya.
Terjadinya dualisme PDI menimbulkan berbagai friksi di lapisan bawah,
mulai dari demo-demo hingga berbagai aksi penolakan pada tokoh PDI Soerjadi
maupun Megawati. Puncaknya pada Kongres di Medan yang digelar kubu
Soerjadi pada tahun 1996 yang bertujuan menjatuhkan kepemimpinan Megawati,
ketika beberapa orang pimpinan PDI secara terang-terangan mengabaikan
kepemimpinan PDI yang saat itu dipegang oleh Megawati Soekarnoputri. Di lain
pihak, pendukung dan simpatisan Megawati di berbagai kota mulai bergerak
sebagai reaksi dari perlakuan pendukung Soerjadi. Kemarahan pendukung dan
simpatisan Megawati di beberapa kota mengundang terjadinya bentrok fisik
dengan aparat keamanan, yang atas permintaan kubu Soerjadi memutuskan
merebut kantor DPP PDI. Pada peristiwa yang dikenal dengan peristiwa 27 Juli
tersebut, menjadi pengalaman yang paling kelabu dalam sejarah PDI hingga saat
ini.

Kondisi tersebut memaksa pemerintah yang akhirnya mulai mengakui


keberadaan PDI Megawati secara terbuka pada 16 Juli 1997. Sebagian
pendukung PDI menyelenggarakan kongres di Bali pada bulan Oktober 1998
dalam rangka meneguhkan keberadaan mereka yang ingin berdiri sendiri. PDI
hasil kongres di Bali yang kemudian diketuai oleh Megawati Soekarnoputri ini
akhirnya sepakat menambahkan kata “Perjuangan” di belakang nama PDI.

4
Pada tanggal 1 Februari 1999, PDI kubu Megawati resmi menjadi PDI
Perjuangan dalam bentuk badan hukum. Selain nama, PDI Perjuangan juga
mengubah logo kepala banteng dalam segilima menjadi banteng gemuk dalam
lingkaran.

Sesuai dengan hasil keputusan kongres ke-5 PDI sebelumnya di Denpasar Bali,
maka secara mendasar tidak banyak terjadi perubahan platform kecuali lebih
konsisten pada nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kerakyatan. Pondasi politik
partai diperkokoh dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga baru
yang menekankan jati diri partai secara lebih terbuka. Disebutkan pula bahwa
tujuan umum partai adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa dan mendorong perdamaian dunia, sama dengan pembukaan
UUD 1945. Sementara tujuan khususnya adalah memenangkan pemilu agar PDI
Perjuangan memiliki sarana mencapai tujuan umumnya.

Dengan adanya lambang PDI-Perjuangan diatas, diberikan makna yaitu antara


lain moncong putih bersih maknanya dapat dipercaya, memperjuangkan keadilan
dan kebenaran. Tanduk kekar maknanya berbasis kekuatan rakyat dan selalu
memperjuangkan kepentingan rakyat. Mata merah tajam maknanya selalu
waspada terhadap kemungkinan terjadinya ancaman dalam memperjuangkan
kebenaran dan keadilan. Dasar merah membara artinya berani mengambil resiko
dalam memperjuangkan rakyat, keadilan dan kebenaran. Lingkaran tegas
maknana terus menerus tanpa terputus memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

5
2.2 Visi, Misi, Asas, dan Program Kerja PDIP

2.2.1 Visi

Visi Partai adalah keadaan pada masa depan yang diidamkan oleh partai, dan oleh
karena itu menjadi arah bagi perjuangan partai.

Berdasarkan amanat pasal 6 Anggaran Dasar Partai PDI Perjuangan adalah :

Partai adalah :

a. alat perjuangan guna membentuk dan membangun dan karakter bangsa


berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945.
b. alat perjuangan untuk melahirkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang
ber-Ketuhanan, memiliki semangat sosio nasionalisme, dan sosio demokrasi
(Tri Sila).
c. alat perjuangan untuk menentang segala bentuk individualisme dan untuk
menghidupkan jiwa dan semangat gotong royong dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Eka Sila).
d. wadah untuk membentuk kader bangsa yang berjiwa pelopor, dan memiliki
pemahaman, kemampuan menjabarkan dan melaksanakan ajaran Bung
Karno dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

2.2.2 Misi

Misi Partai adalah muatan hidup yang diemban oleh partai, sekaligus menjadi
dasar pemikiran atas keberlangsungan diamanatkan dalam pasal 7,8,9 dan 10
Anggaran Dasar Partai, yaitu :

Pasal 7 Partai mempunyai tujuan umum:

a. Mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945


sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 dalam bentuk mewujudkan masyarakat
adil dan makmur dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika.

6
b. Berjuang mewujudkan Indonesia sejahtera berkeadilan sosial yang
berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi,
dan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudyaan.

Pasal 8 Partai mempunyai tujuan khusus :

a. Membangun gerakan politik yang bersumber pada kekuatan rakyat untuk


mewujudkan kesejahteraan berkeadialan sosial.
b. Membangun semangat, mengkonsolidasi kemauan, mengorganisir
tindakan dan kekuatan rakyat, mendidik dan menuntun rakyat untuk
membangun kesadaran politik dan mengolah semua tenaga rakyat dalam
satu gerakan politik untuk mencapai kemerdekaan politik dan ekonomi.
c. Memperjuangkan hak rakyat atas politik, ekonomi, sosial dan budaya,
terutama demi pemenuhan kebutuhan material berupa sandang, pangan,
papan dan kebutuhan spritual berupa kebudayaan, pendidikan dan
kesehatan.
d. Berjuang mendapatkan kekuasaan politik secara konstitusional sebagai
alat untuk mewujudkan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 yaitu mewujudkan pemerintahan yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejateraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial.
e. Menggalang solidaritas dan membangun kerjasama internasional
berdasarkan spirit Dasa Sila Bandung dalam upaya mewujudkan cita-cita
Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

Pasal 9 Partai mempunyai fungsi :

a. Mendidik dan mencerdaskan rakyat agar bertanggung jawab


menggunakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara .

7
b. Melakukan rekrutmen anggota dan kader Partai untuk ditugaskan dalam
struktural Partai, Lembaga- Lembaga Politik dan Lembaga-Lembaga
publik.
c. Membentu kader Partai yang berjiwa pelopor, dan memiliki
pemahaman, kemampuan menjabarkan dan melaksanakan ajaran Bung
Karno dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,
d. Menghimpun, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat
menjadi kebijakan pemerintahan negara.
e. Menghimpun, membangun dan menggerakkan kekuatan rakyat guna
membangun dan mencapai cita-cita masyarakat Pancasila.
f. Membangun komunikasi politik berlandaskan hakekat dasar kehidupan
berpolitik, serta membangun partisipasi politik warga negara.

Pasal 10

Partai mempunyai tugas.

a. Mempertahankan dan mewujudkan cita-cita negara Proklamasi 17 Agustus


1945 di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Mempertahankan, menyebarluaskan dan melaksanakan Pancasila sebagai
dasar, pandangan hidup, tujuan berbangsa dan bernegara.
c. Menjabarkan, menyebarluaskan dan membumikan ajaran Bung Karno
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
d. Menghimpun dan memperjuangkan aspirasi rakyat berdasarkan ideologi
Pancasila 1 Juni 1945 dan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia 1945, serta jalan TRISAKTI sebagai pedoman stategi dan tujuan
kebijakan politik.
e. Memperjuangkan kebijakan politik Partai menjadi kebijakan politik
penyelenggaraan negara.
f. Mempersiapkan kader Partai sebagai petugas Partai dalam jabatan politik
dan jabatan publik.

8
g. Mempengaruhi dan mengawasi jalannya penyelenggaraan negara agar
senantiasa berdasarkan pada ideologi Pancasila 1 Juni 1945 dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, serta jalan TRISAKTI
sebagai pedoman strategi dan tujuan kebijakan politik Partai demi
terwujudnya pemerintahan yang kuat, efektif, bersih, dan berwibawa.
h. Sebagai poros kekuatan politik nasional wajib berperan aktif dalam
menghidupkan spirit Dasa Sila Bandung untuk membangun konsolidasi
dan solidaritas antar bangsa sebagai bentuk perlawanan terhadap
liberalisme dan individualisme.

2.2.3 Asas
1. Partai berasaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan
jiwa dan semangat kelahirannya pada 1 Juni 1945
2. Jati diri Partai adalah kebangsaan, kerakyatan, dan Keadilan Sosial.
3. Watak Partai adalah gotong royong, demokratis, merdeka, pantang
menyerah dan progresif revolusioner.

2.2.4 Program Kerja


a. Untuk menciptakan ketahanan dan kedaulatan pangan serta
pembangunan pertanian secara umum, sejumlah program strateginya
adalah:
 Pembentukan Bank Petani
 Pembangunan infrastruktur pertanian terpadu
 Penguatan kelembagaan petani kecil
 Pembatasan alih guna tanah subur untuk kegiatan non-pertanian
dan pengembangan lahan pertanian baru diluar Jawa dan Bali.
b. Untuk mengatasi kemiskinan, kesenjangan sosial dan penganguran,
prgram-program strategisnya adalah :
 Implementasi sistem jaminan sosial yang efisien dan berkelanjutan.
 Pemberlakuan standar pelayanan minimum atas pelayanan publik.
 Peningkatan SDM melalui pendidikan formal dan non-formal.

9
 Penciptaan lapangan kerja dalam berbagai sektor, terutama industri
pengolahan dan pariwisata.
c. Untuk mengatasi serbuan impor barang-barang kebutuhan pokok,
program-program strategisnya adalah :
 Peningkatan ekspor dan daya saing serta penurunan impor
 Pengaturan pasar yang adil antara pengusaha ritel kecil, menengah
dan besar.
 Perlindungan pasar dalam negeri melalui pemberantasan
penyelundupan dan pengawasan bea cukai, serta penngkatan daya
saing melalui Standar Nasional Indonesia
 Pengintegrasian perdagangan domestik secara efisien
d. Untuk mengatasi persoalan buruknya kualitas infrastruktur nasional,
program-program strategisnya adalah :
 Infrastruktur transportasi sebagai salah satu prioritas pembangunan
 Pembuatan kebijakan transportasi massal yang aman, nyaman,
merata dan efisien.
 Pembangunan sistem transportasi laut yang merata, efisien dan
memadai

2.3 Sosialisasi Politik


PDIP melakukan sosialisasi penekanan wilayah melalui beberapa program
rutin maupun insidental partai. Kegiatan tersebut diantaranya kampanye kepada
masyarakat, reses, temu rutin PAC, pengajian, kunjungan masyarakat dan dengar
pendapat masyarakat dengan selalu menyelipkan tahapan-tahapan pemekaran
wilayah, manfaat pemekaran, dan kesiapan daerah untuk mandiri. Ditengah
menjalankan tugas utamanya sebagai wakil rakyat, PDIP juga melakukan hal
tersebut guna menjaga eksistensi partai dimasyarakat. Kampanye merupakan
sebuah tindakan untuk menjaga eksistensi dan memperkenalkan pada masyarakat
bahwa PDIP merupakan wakil yang layak untuk dipilih untuk masyarakat.

10
2.4 Rekrutment Politik

Dalam menjadikan anggota biasa Partai menjadi kader Dengan memakai


kursus, kursus kader yang pertama membuat KTA itu untuk anggota biasa, kalau
anggota ingin jadi kader harus melewati kursus, dan itu ada tingkatannya.
Kalau dalam perekrutan caleg ada internal ada eksternal. Kalau yang internal
siapapun boleh mendaftar, bisa dari dalam anggota seperti pengurus PAC,
pengurus DPC. Yang eksternal bersifat terbuka siapapun bisa untuk memasuki
berkas, tetapi ada mekanismenya. Mekanisme nya bermacam-macam dalam
perekrutan ada tes psikotes, dan dari DPP atau yang daftar secara internal juga
mendapatkan tes-tes, intinya psikotes.

Dalam merekrut anggota, partai melakukan rekrutmen terhadap Warga Negara


Indonesia yang secara sukarela menyatakan diri untuk menjadi anggota dan telah
dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai anggota. Dalam keanggotaan Partai
terdiri atas : Anggota biasa; Anggota; Kader; dan Anggota kehormatan.
Anggota Partai biasa ialah anggota yang telah mengikuti pelatihan,
pendidikan, dan pembinaan yang dilaksaakan oleh Partai. Sedangkan Kader
Partai ialah anggota yang telah dinyatakan lulus dari pendidikan kader Partai
atau telah teruji dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya kepada Partai dan
masyarakat umum. Jadi, Partai mempersiapkan Warga Negara Indonesia yang
memiliki kecakapan professional tertentu untuk ditetapkan sebagai anggota
Partai dalam rangka ditugaskan pada lembaga public serta kelembagaan yang
bersifat strategis lainnya, setelah mengikuti sekolah Partai atau pendidikan kader
yang bersifat khusus.

Dalam perekrutan caleg, harus melewati perjalanan panjang WNI mendaftarkan


diri untuk menjadi caleg dengan melewati serangkaian proses. Yang pertama
yaitu penjaringan partai dimana semua atau siapapun boleh mendaftar, setelah
memasuki penjaringan selanjutnya ada yang namanya penyaringan dengan
melakukan tes-tes psikotes dan tes syarat tertentu lainnya dalam Partai. Jika
pendaftar sudah masuk dan berhasil lolos, mereka akan masukke dalam DCS
yaitu Daftar Calon Sementara. Setelah itu akan diadakannya penetapan dari KPU

11
yaitu DCT (Daftar Calon Tetap). Setelah mereka memasuki DCT, mereka baru
boleh berkampanye untuk mencari suara rakyat, dengan masa kampanye nya
kurang lebih satu tahun. WNI yang mencaleg-an diri, ia bersosialisasi membawa
program kerja calon dan membawa visi-misi partai.
Partai besar khususnya PDIP tentu mempunyai tujuan untuk memperoleh
kepercayaan rakyat agar mendapat suara terbanyak dalam pemilu baik pemilu
legislative, pemilu presiden dan pemilihan kepala daerah. Untuk tujuannya partai
berusaha menjalin hubungan baik dengan masyarakat melalui pemberian bantuan
langsung kepada masyarakat.

2.5 Pendidikan Politik

2.5.1 Pengertian pendidikan politik

Dalam kajian dan pemikiran tentang pendidikan terlebih dahulu perlu di


ketahui ada 2 (dua) istilah yang ampir sama bentuk nya dan sering dipergunakan
dalam dunia pendidikan, yaitu pedagogi(pendidikan dan pedagoik (ilmu
pendidikan). Pedagogi atau ilmu pendidikan ialah yang menyelidiki,
menenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik. Istilah ini berasal dari
kata “pedogogia” (yunani) yang berarti pergaulan dengan anak-anak. Sedangkan
yang sering digunakan pedogogos adalah seorang pelayan (bujang) pada zaman
yunani kuno yang perkerjaan nya mengantar anak ke dan dari sekolah paedagogos
berasal dari kata paedos (anak ) dan agoge ( saya membimbing, memimpin).
Perkataan paedagogos yang pada mula nya berarti poelayanan berubah menjadi
pekerjaan mulia. Karna pengertian pedagoog (dari pedagogos ) berarti seorang
yang tugas menurut kartini adalah:
a. Pengertian politik adalah upaya edukatif yang intensional, disengaja dan
sistematis untuk membentuk individu sadar politik , dan mampu menjadi pelaku
politik yang bertanggung jawab secara etis/moral dalam mencapai tujuan-tujuan
politik.

12
b. Pendidikan politik adalah bentuk pendidikan orang dewasa dengan
menyiapkan kader-kader untuk petarung politik dan mendapatkan penyelesaian
pilitik, agar menang dalam perjuangan politik.

Menurut R. Hayer pendidikan politik ialah usaha membentuk manusia partisipan


yang bertanggung jawab dalam politik. Unsur pendidikan dalam pendidikan
politik itu pada hakikatnya merupakan aktifitas pendidikan diri yaitu mendidik
dengan sengaja diri sendiri yang terus menerus berproses di dalam person,
sehingga orang yang bersangkutan lebih mampu memahami dirinya sendiri dan
situasi serta kondisi lingkungan sekitarnya. Kemudian mampu menilai segala
sesuatu secara kritis, selanjutnya menentukan sikap dan cara-cara penanganan
permasalahan-permasalahan.
[Link] pendidikan politik
Tujuan pendidikan dan pengajaran di Indonesia ialah unutk membentuk manusia
susila yang cakap, dan warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab
tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air berdasarkan asas pancasila dan
UUD 1945. Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional kita tersebut diatas,
maka tujuan pendidikan politik di indonesia ialah :
1) Menampilan peranan insani/humani setiap individu yang unik selaku
warganegara, dengan jalan mengembangankan potensi dan bakat kemampuan
semaksimal mungkin.
2) Agar mampu aktif berpartisipasi dalam proses politik unutk membangun
bangsa dan negara.

Platform
PDI perjuangan adalah organisasi politik yang terbuka untuk semua warga negara
Indonesia tanpa membedakan suku, keturunan, agama, kedudukan sosial dan
gender serta berwatak: Kebangsaan Indonesia, Kerakyatan dan Keadilan Sosial
yang perjuangannya berlandaskan Pancasila. PDI Perjuangan telah berketepatan
menjadikan dirinya sebagai sebuah partai modern yang mempertahankan jati
dirinya sebagai Partai Kerakyatan dengan tetap berpegang teguh pada prinsip

13
berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dlam
bidang kebudayaan.
Sebagai partai yang mempunyai roh kedaulatan rakyat, PDI Perjuangan dicirikan
oleh adanya pengakuan dan penghargaan terhadap demokrasi kebangsaan dan
keadilan [Link] menempatkan kekuasaan tertinggi di tangan rakyat
yang diwujudkan melalui Kongres [Link] menempatkan prinsip
“kewarganegaraan” yang mengakui adanya kesamaan hak dan kewajiban warga
negara tanpa kecuali sebgai dasr satu-satunya dalam pengelolaan [Link] PDI
Perjuangan prinsip ini menemukan bentuk kongkretnya lewat sifatnya sebagai
partai terbuka yang menempatkan kemajemukan sebagai kekayaan dan rahmat
[Link] sosial mengungkapakan komitmen PDI Perjuangan untuk
senantiasa mengarahkan semua aktifitas bagi kepentingan rakyat banyak. Cita
cita Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, dan makmur,
serta beradab dan berketuhanan tidak hanya menuntut rakyat, ttetapu juga
menuntut komitmen, moralitas, dan etika yang tinggi bagi para penyelenggaranya.

2.5.2 Peran PDI Perjuangan dalam pendidikan politik

Bentuk bentuk pendidikan politik yang dilakukan PDI Perjuangan


khususnya di DPC Kota Bandar Lampung. Dengan melakukan konsolidasi di
berbagai tingkatan di antaranya dari tingkat DPC ranting sampai anak ranting,
melakuakn kampanye politik, seminar politik, diskusi politik, pendidikan politik
partai PDI Perjuangan ini di ajukan kepada kelompok profesi, baik yang sudah
terorganisir maupun yang belum terorganisir, dari kelompok masyarakat maupun
pedagang kecil, pengrajin sektor informal dan lain-lain. Mengingat jumlah
masyarakat yang sangat besar dan terkategori, penduduk Indonesia yang luas serta
merupakan masyarakat profesi, maka perlu kiranya melihat kelompok masyarakat
yang beprofesi dan selanjutnya di kategorikan. Sebagai contoh, profesi sebagai
petani dan nelayan dapat dijadikan prioritas utama, dalam pengembangan program
ini. pengembagan program. melalui kelompok profesi masyarakat di anggap perlu,
secara territorial bangsa kita berimbang baik darat dan lautnya.

14
Program ini difokuskan pada praktek-praktek usaha yang sudah dijalankan oleh
masyarakat. Kerjasama dalam pengembangan program kelompok profesi
masyarakat dapat dilakukan dengan lembaga keuangan, lembaga distribusi,
lembaga pemasaran, lemabaga profesi dan lembaga pendidikan terkaitdengan
komoditas yang dikembangankan oleh kelompok profesi masyarakat. Hal ini tidak
lain untuk mutu usaha [Link] kegiatan yang dilakukan PDI
Perjuangan dilapangan adalah studi lapangan atau praktek dan percobaan atau
percontohan. Keberhasialan pengembangan kelompok profesi masyarakat sangat
ditentukan oleh tingkat kepedulian kader partai terhadap upaya pemberdayaan
masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.
Oleh karena itu, semua elemen organisasi harus bersikap untuk mendukung
terselenggaranya program ini. Pengoptimalan program pengembangan kelompok
profesimasyarakat dapat di bentuk melalui lembaga atau yayasan maupun institusi
lain yang berfungsi sebagai fasilitator. Pendidikan dan latihan (Diklat) kader PDI
Perjuangan menjadi hal yang sangat penting dilakukan untuk merebut masa
depan. Pendidikan dan latihan (Diklat), kader dan anggota partai akan
memantapkan kembali pemahamannyahal ini sangat mendukung bagi upaya partai
merebut masa depan. Pemahaman yang lebih baik tentang materi-materi yang di
sajikan dalam pendidikan dan latihan (Diklat) kader, diyakini akan mampu
meningkatkan performa kader ataupun anggota serta kelembagaan ke depan. Ini
merupakan pembuktian yang kongkrit bahwa partai melakukan pendidikan politik,
khusus nya di DPC Kota Bandar Lampung, dengan melihat beberapa hal diantara
nya adalah struktur dan komposisi kepengurusan tingkat kecamatan dan kelurahan
yang telah dibentuk, dan struktur dan komposisi kepengurusan organisasi sayap
tingkat kecamatan dan kelurahan Kampanye yang dilakukan PDI Perjuangan
yang juga merupakan bagian dari pendidikan adalah penyampaian materi yang
dianggap lebih mempunyai nilai nasionalisme yang tinggi. Materinya pun telah
ditentukan dalam rapat konsolidasi (RAKON). Proses pendidikan dan
pembelajaran secara berkala, tetapi hal ini merupakan bagian dari pendidikan
politik ketika menjelelang pesta demokrasi. PDI Perjuangan secara rutin
melakukan pendidikan politik kepada kader. Nanti kader yang secara langsung
bersentuhan langsung dengan masyarakat.

15
Keinginan partai untuk tetap melaksanakan salah satu fungsi terbentuknya patai
politik adalah melaksanakan pendidikan politik dan ini telah terbukti. Hasil
pendidikan
politik yang bisa di lihat secara kasat mata adalah bahwa PDI perjuangan masih
tetap menjadi partai kepercayaan rakyat. Uraian diatas menjelaskan bahwa bentuk
pendidikan politik yang di lakukan oleh PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung
terfokus pada kader dan masyarakat dengan pola pelatihan maupun pembinaan
profesi. Menurut penulis apa yang dilaksanakan oleh PDI perjuangan masih
bersifat inklusif walaupun sudah sejalan dengan undang-undang. Inklusif yang di
maksud penulis adalah bagaimana model pengkaderan tidak di perjelas, terkait
proses perjenjang yang tidak dilakukan. Tanpa adanya model atau pola
perjenjang pendidikan politik yang jelas maka ini akan mempengaruhi tingkat
militansi kader. Tolak ukur keberhasilanpaertai politik tidak sepenuhnya di tandai
oleh seberapa banyak kader yang duduk di lembaga eksekutif dan legislatif, tetapi
sejuah mana kemampuan kader mempunyai jiwa kemandirian, mempunyai rasa
tanggung jawab dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga Negara.

2.5.3 Pendidikan Politik yang dilakaukan oleh Kader PDI Perjuangan


Upaya PDI Perjuangan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat
nya agar menjadi masyarakat yang mempunyai jiwa militan dan kritis terhadap
partai maupun permasalahan bangsa ini tentunya mempunyai strategi serta upaya
yang selama ini dilakukan demi terwujudnya visi dan misi partai strategi yang
dimaksud adalah seni kecakapan PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung. Upaya
memberikan pemahaman atau mentransformasikan nilai-nilai ke partaian yang
tentunya dengan tujuan untuk meberikan pemahaman kepada masyarakat agar
masyarakat mempunyai jiwa , militan dan mempunya daya juang serta loyalitas
yang tinggi.
Strategi pendidikan politik adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan
materi dalam lingkungan pengajaran tertentu. Meliputi sifat, lingkup dan urutan
kegiatan yang dapat memberikan pengalaman kepada masyarakat Kota Bandar
Lampung.

16
Strategi pendidikan politik PDI Pejuangan terdiri atas semua komponen. Materi
pembelajaran dan prosedur yang digunakan untuk membantu parah masyarakat
untuk dapat memainkan peran mereka di dunia pepolitikan, yang sesuai
dansejalan dengan undang-undang yang berlaku. Strategi pendidikan politik PDI
Perjuangan juga merupakan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang
akan dicapai. Metode adalah cara yang didalam fungsinya merupakan alat untuk
mencapai suatu tujuan. Makin baik metode yang di pakai , makin efektif pula
pencapaian tujuan secara teori metode berbeda dengan teknik. Metode bersifat
procedural, sedangkan teknik lebih bersifat implementatif. Pelaksanaan seperti
apa yang sesunguh nya di lakukan kader terhadap masyarakat untuk mencapai
tujuan. Terdapat berbagai teknik dan metode bagin partai politik untuk
mengklarifikasikan dan mengelompokkan masyarakat . metode dan teknik ini
berangkat dari suatu premis bahwa setiap individu cendrung untuk berinteraksi
dengan orang-orang yang berkarakteristik sama. Kebersamaan orang-orang yang
berkarakteristik sama ini lah yang membentuk suatu kelompok yaitu kelompok
masyarakat. Mereka memiliki, ciri , sifat, kondisi psikologis, kepentingan,
harapan, permasalahan dan tujuan hidup yang relative sama dibandingkan dengan
orang-orang yang tidak terdapat dalam kelompok mereka. Hal ini yang memegang
peranan penting adalah dimensi karakteristik dengan melihat kedekatan
karakteristik partai politik dapat mengidentifikasikan anggota kelompok tersebut.

1. memahami persoalan masyarakat. Sebelum program pendidikan politik


dilaksanakan apa yang sesungguh nya menjadi persoalan mendasar yang
sedang dihadapi masyarakat di suatu daerah, karan persoalan masyarakat di
suatu daerah berbeda dengan persoalan masyarakat di daerah lainya.
2. Menentukan kebutuhan masyarakat. Setelah permasalahan mendasar
masyarakat di ketauih, kemudian menentukan kebutuahn mereka berdasarkan
skala prioritas. Skala prioritas ini akan menjadi sangat penting, terutama
ketika kebutuhan san aspirasi masyarakat sangat banyak dan beragam.
3. Merumuskan tujuan yang dipilih kelompok sasaran. Rumusan dari tujuan
pendidikan politik yang memberikan arah dan juga sasaran yang akan dicapai

17
dari pihak penyelenggara. Kelompok sasaran bisa di tentukan setelah tujuan
dari pendidikan politik berhasil di rumuskan.

4. Merancang aktivitas kerja dan menentukan media. Dalam , merancang


aktivitas kerja, meliputi adalah:
a. rancangan kegiatan.
b. berapa lama waktu yang dibutuhkan.
c. Pembagian tugas dan tanggung jawab.
d. Fasiltias atau peralatan yang dimiliki.
e. Anggaran yang dibutuhkan.
5. melaksanakan aktivitas. Pelaksanaan kegiatan pendidikan politik yang menjadi
efektif, jika dalam implementasinya dapat dilaksanakan sesuai rencana kerja
6. monitoring dan evaluasi hasil kerja, ini bertujuan untuk mengetahui apakah
strategi yang digunakan cukup efektif atau harus di ruba dan apakah isu ini
masih dapat diteruskan apa tidak. Proses penyampaian meteri nya dengan
metode Tanya jawab, diskusi atau simulasi. Semua dikembalikan pada apa
materi yang disuguhkan dalam proses penelitihan yang diberikan. Pendidikan
politik adalah salah satu upaya strategis mendemokrasikan bangsa indinesia.
Pendidikan politik yang dimaksud adalah model pendidikan yang berorientasi
pada pembangunan karakter bangsa, sehingga menjadi masyarakat kritis,
kreatif, partisipatif dan dapat mengaktualisasikan diri mereka. Dalam konteks
ini proses demokratisasi tidak menjadi monopoli segelintir orang yang
mengatasnamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum, tetapi
masyarakat mempunyai kesempatan dan jaminan hukum yang sama untuk
memberikan atau berpartisipasi untuk membangun bangsa ini. Pendidikan
politik PDI Perjuangan seperti yang telah di jabarkan sebelumnya, mempunyai
arah dan tujuan yang jelas. Tanpa arah dan tujuan yang jelas maka perjuangan
partai akan sia-sia. Isi pendidikan politik PDI Perjuangan saat ini hanya sebatas
lebih memantapkan pemahaman masyarakat tentang politik yang ada di
sekitarnya. Pemahaman yang lebih baik tentang perpolitikan yang telah di
berikan akan berdampak kepada partisipasi politik.

18
Sejauh ini isi pendidikan politik PDI Perjuangan tentunya berpedoman pada
AD/ART partai dan sejalan dengan undang-undang. Materi pendidikan politik
yang di sampaikan mencakup hal-hal sebagai berikut : pertama, posisi individu
dalan kehidupan bernegara. Kedua, posisi konstitusi dalan kehidupan bernegara.
Ketiga , posisi Negara dalam menjalin relasi dengan warga nya. Keempat, posisi
individu, Negara dan konstitusi dalam
konstelasi politik terkini. Kelima, pemenangan pemilu yaitu proses sosialisasi dan
pemenangan. Berdasar kan uraian di atas bahwa secara konsep isi pendidikan
politik PDI Perjuangan sudah sesuai dengan visi dan misi partai akan tetapi dalam
proses berjalannya organisasi tidak ada kata sempurna, untuk itu PDI Perjuangan
Kota Bandar Lampung harus selalu berupaya untuk mencerdaskan kehidupan
berbangsa dan bernegara kepada masyarakat. Selama ini materi yang disuguhkan
tidak terdokumentasi. Menurut pengamatan penulis materi yang disuguhkan
dalam pendidikan politik sudah sesuai pada pencermianan dahwa PDI Perjuangan
merupakan partai nasionalis. PDI Perjuangan sudah mendapat tempat yang tepat
dalam diri masyarakat secara signifikan.

2.1 Harapan PDIP Pada Pemilu 2019

Pemilu pada tahun 2014 PDIP sudah mendapat 10 kursi, dan harapan kami di
pemilu tahun ini adalah harus mendapat tambahan lagi menjadi 2 kursi.
Syarat mengikuti pemilu partai harus mendapatkan minimal jumlah kursi
20%.

19
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

20
DAFTAR PUSTAKA

[Link] . Diakses pada 21 maret 2019. Pukul 15.00 WIB

[Link] Diakses pada 21 maret 2019. Pukul 20.00 WIB

21

Anda mungkin juga menyukai