Sejarah dan Ideologi PDI-Perjuangan
Sejarah dan Ideologi PDI-Perjuangan
PENDAHULUAN
Di Negara Indonesia terdiri dari berbagai macam Partai besar salah satunya PDI-
Perjuangan. PDIP dengan beridiologikan Pancasila menjadikan dirinya sebagai
Partai modern yang tetap mempertahankan jati dirinya sebagai partai kerakyatan
dengan tetap berpegang teguh pada prinsip berdaulat di bidang politik, berdikari
di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan.
1
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah adalah sebagai
berikut :
1. Bagaimana sejarah pendirian PDIP ?
2. Apa sajakah visi, misi, asas, dan program kerja dari PDIP ?
3. Bagaimana sosialisasi politik dari PDIP ?
4. Bagaimana sistem rekruitmen politik dari anggota biasa menjadi kader ?
5. Bagaimana pendidikan politik bagi kader, dan masyarakat
6. Apa sajakah harapan PDIP di pemilu 2019 ?
2
BAB II
PEMBAHASAN
Anggotai partai penyusun yang terdiri dari berbagai latar belakang itu membuat
PDI harus mengakomodasi berbagai perbedaan bentuk dan warna politik.
Mungkin hal itulah yang membuat PDI rentan terjadinya konflik internal.
Konflik dalam tubuh partai politik hasil fusi dengan banyaknya jajaran pimpinan
segera terlihat sejak tahun-tahun awal. Dimulai dengan konflik dalam struktur
kepemimpinan PDI, kemudian di beberapa daerah juga mulai timbul mosi tidak
percaya, serta rentetan konflik dalam struktur Dewan Pimpinan Pusat yang
kembali terjadi berulang-ulang.
Ragam konflik yang terjadi dalam lima tahun pertama berdirinya PDI pada
dasarnya menjadi ciri khas dinamika internal PDI yang berkelanjutan pada
waktu- waktu sesudahnya. Di tengah situasi politik nasional yang saat itu terdiri
dari 3 ormas sosial politik (orsospol), PDI menjadi satu-satunya partai yang
paling sering dilanda konflik internal. Pada satu sisi, demokrasi dan kebebasan
berpendapat yang dikembangkan menjadi daya tarik partai berlambang banteng
ini. Namun, di sisi lain kebebasan berpendapat membuat friksi antarkader mudah
meledak menjadi konflik terbuka.
Berawal dari Kongres IV PDI pada tanggal 21 – 25 Juli 1993 di Medan, terjadi
kekisruhan yang berakibat tidak diakuinya segala keputusan dalam kongres,
termasuk terpilihnya Soerjadi sebagai pimpinan DPP PDI. Padahal, saat itu
3
Soerjadi terpilih secara aklamasi. Untuk mengisi kekosongan pimpinan PDI,
pemerintah menunjuk Latief Pudjosakti sebagai pimpinan sementara yang
bertugas mempersiapkan Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya.
4
Pada tanggal 1 Februari 1999, PDI kubu Megawati resmi menjadi PDI
Perjuangan dalam bentuk badan hukum. Selain nama, PDI Perjuangan juga
mengubah logo kepala banteng dalam segilima menjadi banteng gemuk dalam
lingkaran.
Sesuai dengan hasil keputusan kongres ke-5 PDI sebelumnya di Denpasar Bali,
maka secara mendasar tidak banyak terjadi perubahan platform kecuali lebih
konsisten pada nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kerakyatan. Pondasi politik
partai diperkokoh dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga baru
yang menekankan jati diri partai secara lebih terbuka. Disebutkan pula bahwa
tujuan umum partai adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa dan mendorong perdamaian dunia, sama dengan pembukaan
UUD 1945. Sementara tujuan khususnya adalah memenangkan pemilu agar PDI
Perjuangan memiliki sarana mencapai tujuan umumnya.
5
2.2 Visi, Misi, Asas, dan Program Kerja PDIP
2.2.1 Visi
Visi Partai adalah keadaan pada masa depan yang diidamkan oleh partai, dan oleh
karena itu menjadi arah bagi perjuangan partai.
Partai adalah :
2.2.2 Misi
Misi Partai adalah muatan hidup yang diemban oleh partai, sekaligus menjadi
dasar pemikiran atas keberlangsungan diamanatkan dalam pasal 7,8,9 dan 10
Anggaran Dasar Partai, yaitu :
6
b. Berjuang mewujudkan Indonesia sejahtera berkeadilan sosial yang
berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi,
dan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudyaan.
7
b. Melakukan rekrutmen anggota dan kader Partai untuk ditugaskan dalam
struktural Partai, Lembaga- Lembaga Politik dan Lembaga-Lembaga
publik.
c. Membentu kader Partai yang berjiwa pelopor, dan memiliki
pemahaman, kemampuan menjabarkan dan melaksanakan ajaran Bung
Karno dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,
d. Menghimpun, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat
menjadi kebijakan pemerintahan negara.
e. Menghimpun, membangun dan menggerakkan kekuatan rakyat guna
membangun dan mencapai cita-cita masyarakat Pancasila.
f. Membangun komunikasi politik berlandaskan hakekat dasar kehidupan
berpolitik, serta membangun partisipasi politik warga negara.
Pasal 10
8
g. Mempengaruhi dan mengawasi jalannya penyelenggaraan negara agar
senantiasa berdasarkan pada ideologi Pancasila 1 Juni 1945 dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, serta jalan TRISAKTI
sebagai pedoman strategi dan tujuan kebijakan politik Partai demi
terwujudnya pemerintahan yang kuat, efektif, bersih, dan berwibawa.
h. Sebagai poros kekuatan politik nasional wajib berperan aktif dalam
menghidupkan spirit Dasa Sila Bandung untuk membangun konsolidasi
dan solidaritas antar bangsa sebagai bentuk perlawanan terhadap
liberalisme dan individualisme.
2.2.3 Asas
1. Partai berasaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan
jiwa dan semangat kelahirannya pada 1 Juni 1945
2. Jati diri Partai adalah kebangsaan, kerakyatan, dan Keadilan Sosial.
3. Watak Partai adalah gotong royong, demokratis, merdeka, pantang
menyerah dan progresif revolusioner.
9
Penciptaan lapangan kerja dalam berbagai sektor, terutama industri
pengolahan dan pariwisata.
c. Untuk mengatasi serbuan impor barang-barang kebutuhan pokok,
program-program strategisnya adalah :
Peningkatan ekspor dan daya saing serta penurunan impor
Pengaturan pasar yang adil antara pengusaha ritel kecil, menengah
dan besar.
Perlindungan pasar dalam negeri melalui pemberantasan
penyelundupan dan pengawasan bea cukai, serta penngkatan daya
saing melalui Standar Nasional Indonesia
Pengintegrasian perdagangan domestik secara efisien
d. Untuk mengatasi persoalan buruknya kualitas infrastruktur nasional,
program-program strategisnya adalah :
Infrastruktur transportasi sebagai salah satu prioritas pembangunan
Pembuatan kebijakan transportasi massal yang aman, nyaman,
merata dan efisien.
Pembangunan sistem transportasi laut yang merata, efisien dan
memadai
10
2.4 Rekrutment Politik
11
yaitu DCT (Daftar Calon Tetap). Setelah mereka memasuki DCT, mereka baru
boleh berkampanye untuk mencari suara rakyat, dengan masa kampanye nya
kurang lebih satu tahun. WNI yang mencaleg-an diri, ia bersosialisasi membawa
program kerja calon dan membawa visi-misi partai.
Partai besar khususnya PDIP tentu mempunyai tujuan untuk memperoleh
kepercayaan rakyat agar mendapat suara terbanyak dalam pemilu baik pemilu
legislative, pemilu presiden dan pemilihan kepala daerah. Untuk tujuannya partai
berusaha menjalin hubungan baik dengan masyarakat melalui pemberian bantuan
langsung kepada masyarakat.
12
b. Pendidikan politik adalah bentuk pendidikan orang dewasa dengan
menyiapkan kader-kader untuk petarung politik dan mendapatkan penyelesaian
pilitik, agar menang dalam perjuangan politik.
Platform
PDI perjuangan adalah organisasi politik yang terbuka untuk semua warga negara
Indonesia tanpa membedakan suku, keturunan, agama, kedudukan sosial dan
gender serta berwatak: Kebangsaan Indonesia, Kerakyatan dan Keadilan Sosial
yang perjuangannya berlandaskan Pancasila. PDI Perjuangan telah berketepatan
menjadikan dirinya sebagai sebuah partai modern yang mempertahankan jati
dirinya sebagai Partai Kerakyatan dengan tetap berpegang teguh pada prinsip
13
berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dlam
bidang kebudayaan.
Sebagai partai yang mempunyai roh kedaulatan rakyat, PDI Perjuangan dicirikan
oleh adanya pengakuan dan penghargaan terhadap demokrasi kebangsaan dan
keadilan [Link] menempatkan kekuasaan tertinggi di tangan rakyat
yang diwujudkan melalui Kongres [Link] menempatkan prinsip
“kewarganegaraan” yang mengakui adanya kesamaan hak dan kewajiban warga
negara tanpa kecuali sebgai dasr satu-satunya dalam pengelolaan [Link] PDI
Perjuangan prinsip ini menemukan bentuk kongkretnya lewat sifatnya sebagai
partai terbuka yang menempatkan kemajemukan sebagai kekayaan dan rahmat
[Link] sosial mengungkapakan komitmen PDI Perjuangan untuk
senantiasa mengarahkan semua aktifitas bagi kepentingan rakyat banyak. Cita
cita Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, dan makmur,
serta beradab dan berketuhanan tidak hanya menuntut rakyat, ttetapu juga
menuntut komitmen, moralitas, dan etika yang tinggi bagi para penyelenggaranya.
14
Program ini difokuskan pada praktek-praktek usaha yang sudah dijalankan oleh
masyarakat. Kerjasama dalam pengembangan program kelompok profesi
masyarakat dapat dilakukan dengan lembaga keuangan, lembaga distribusi,
lembaga pemasaran, lemabaga profesi dan lembaga pendidikan terkaitdengan
komoditas yang dikembangankan oleh kelompok profesi masyarakat. Hal ini tidak
lain untuk mutu usaha [Link] kegiatan yang dilakukan PDI
Perjuangan dilapangan adalah studi lapangan atau praktek dan percobaan atau
percontohan. Keberhasialan pengembangan kelompok profesi masyarakat sangat
ditentukan oleh tingkat kepedulian kader partai terhadap upaya pemberdayaan
masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.
Oleh karena itu, semua elemen organisasi harus bersikap untuk mendukung
terselenggaranya program ini. Pengoptimalan program pengembangan kelompok
profesimasyarakat dapat di bentuk melalui lembaga atau yayasan maupun institusi
lain yang berfungsi sebagai fasilitator. Pendidikan dan latihan (Diklat) kader PDI
Perjuangan menjadi hal yang sangat penting dilakukan untuk merebut masa
depan. Pendidikan dan latihan (Diklat), kader dan anggota partai akan
memantapkan kembali pemahamannyahal ini sangat mendukung bagi upaya partai
merebut masa depan. Pemahaman yang lebih baik tentang materi-materi yang di
sajikan dalam pendidikan dan latihan (Diklat) kader, diyakini akan mampu
meningkatkan performa kader ataupun anggota serta kelembagaan ke depan. Ini
merupakan pembuktian yang kongkrit bahwa partai melakukan pendidikan politik,
khusus nya di DPC Kota Bandar Lampung, dengan melihat beberapa hal diantara
nya adalah struktur dan komposisi kepengurusan tingkat kecamatan dan kelurahan
yang telah dibentuk, dan struktur dan komposisi kepengurusan organisasi sayap
tingkat kecamatan dan kelurahan Kampanye yang dilakukan PDI Perjuangan
yang juga merupakan bagian dari pendidikan adalah penyampaian materi yang
dianggap lebih mempunyai nilai nasionalisme yang tinggi. Materinya pun telah
ditentukan dalam rapat konsolidasi (RAKON). Proses pendidikan dan
pembelajaran secara berkala, tetapi hal ini merupakan bagian dari pendidikan
politik ketika menjelelang pesta demokrasi. PDI Perjuangan secara rutin
melakukan pendidikan politik kepada kader. Nanti kader yang secara langsung
bersentuhan langsung dengan masyarakat.
15
Keinginan partai untuk tetap melaksanakan salah satu fungsi terbentuknya patai
politik adalah melaksanakan pendidikan politik dan ini telah terbukti. Hasil
pendidikan
politik yang bisa di lihat secara kasat mata adalah bahwa PDI perjuangan masih
tetap menjadi partai kepercayaan rakyat. Uraian diatas menjelaskan bahwa bentuk
pendidikan politik yang di lakukan oleh PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung
terfokus pada kader dan masyarakat dengan pola pelatihan maupun pembinaan
profesi. Menurut penulis apa yang dilaksanakan oleh PDI perjuangan masih
bersifat inklusif walaupun sudah sejalan dengan undang-undang. Inklusif yang di
maksud penulis adalah bagaimana model pengkaderan tidak di perjelas, terkait
proses perjenjang yang tidak dilakukan. Tanpa adanya model atau pola
perjenjang pendidikan politik yang jelas maka ini akan mempengaruhi tingkat
militansi kader. Tolak ukur keberhasilanpaertai politik tidak sepenuhnya di tandai
oleh seberapa banyak kader yang duduk di lembaga eksekutif dan legislatif, tetapi
sejuah mana kemampuan kader mempunyai jiwa kemandirian, mempunyai rasa
tanggung jawab dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga Negara.
16
Strategi pendidikan politik PDI Pejuangan terdiri atas semua komponen. Materi
pembelajaran dan prosedur yang digunakan untuk membantu parah masyarakat
untuk dapat memainkan peran mereka di dunia pepolitikan, yang sesuai
dansejalan dengan undang-undang yang berlaku. Strategi pendidikan politik PDI
Perjuangan juga merupakan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang
akan dicapai. Metode adalah cara yang didalam fungsinya merupakan alat untuk
mencapai suatu tujuan. Makin baik metode yang di pakai , makin efektif pula
pencapaian tujuan secara teori metode berbeda dengan teknik. Metode bersifat
procedural, sedangkan teknik lebih bersifat implementatif. Pelaksanaan seperti
apa yang sesunguh nya di lakukan kader terhadap masyarakat untuk mencapai
tujuan. Terdapat berbagai teknik dan metode bagin partai politik untuk
mengklarifikasikan dan mengelompokkan masyarakat . metode dan teknik ini
berangkat dari suatu premis bahwa setiap individu cendrung untuk berinteraksi
dengan orang-orang yang berkarakteristik sama. Kebersamaan orang-orang yang
berkarakteristik sama ini lah yang membentuk suatu kelompok yaitu kelompok
masyarakat. Mereka memiliki, ciri , sifat, kondisi psikologis, kepentingan,
harapan, permasalahan dan tujuan hidup yang relative sama dibandingkan dengan
orang-orang yang tidak terdapat dalam kelompok mereka. Hal ini yang memegang
peranan penting adalah dimensi karakteristik dengan melihat kedekatan
karakteristik partai politik dapat mengidentifikasikan anggota kelompok tersebut.
17
dari pihak penyelenggara. Kelompok sasaran bisa di tentukan setelah tujuan
dari pendidikan politik berhasil di rumuskan.
18
Sejauh ini isi pendidikan politik PDI Perjuangan tentunya berpedoman pada
AD/ART partai dan sejalan dengan undang-undang. Materi pendidikan politik
yang di sampaikan mencakup hal-hal sebagai berikut : pertama, posisi individu
dalan kehidupan bernegara. Kedua, posisi konstitusi dalan kehidupan bernegara.
Ketiga , posisi Negara dalam menjalin relasi dengan warga nya. Keempat, posisi
individu, Negara dan konstitusi dalam
konstelasi politik terkini. Kelima, pemenangan pemilu yaitu proses sosialisasi dan
pemenangan. Berdasar kan uraian di atas bahwa secara konsep isi pendidikan
politik PDI Perjuangan sudah sesuai dengan visi dan misi partai akan tetapi dalam
proses berjalannya organisasi tidak ada kata sempurna, untuk itu PDI Perjuangan
Kota Bandar Lampung harus selalu berupaya untuk mencerdaskan kehidupan
berbangsa dan bernegara kepada masyarakat. Selama ini materi yang disuguhkan
tidak terdokumentasi. Menurut pengamatan penulis materi yang disuguhkan
dalam pendidikan politik sudah sesuai pada pencermianan dahwa PDI Perjuangan
merupakan partai nasionalis. PDI Perjuangan sudah mendapat tempat yang tepat
dalam diri masyarakat secara signifikan.
Pemilu pada tahun 2014 PDIP sudah mendapat 10 kursi, dan harapan kami di
pemilu tahun ini adalah harus mendapat tambahan lagi menjadi 2 kursi.
Syarat mengikuti pemilu partai harus mendapatkan minimal jumlah kursi
20%.
19
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
20
DAFTAR PUSTAKA
21