PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kekentalan adalah sifat dari suatu zat cat cair (fluida) disebabkan adanya
gesekan antara molekul-molekul zat cair dengan gaya kohesi pada zat cair
tersebut. Gesekan-gesekan inilah yang menghambat aliran zat cair. Besarnya
kekentalan zat cair (viskositas) dinyatakan dalam suatu bilangan yang
menentukan kekentalan suatu zat cai. Hukum viskositas newton menytakan
bahwa untuk laju perubahan bentuk sudut fluida yang tertentu maka tegangan
geser berbanding lurus dengan viskositas.
Viskositas adalah gesekan interval, gaya viskos melawan gerakan sebagai
fluida relatif terhadap yang lain. viskositas adalah alasan diperlukannya usaha
untuk mendayung perahu melalui air yang tenang tetpai juga merupakan
suatu alasan mengapa dayung bisa bekerja. viskositas adalah alasan
diperlukannya usaha untuk mendayung perahu melalui air yang tenang tetpai
juga merupakan suatu alasan mengapa dayung bisa bekerja. Efek viskos
merupakan hasil yang penting dalam pipa aliran darah. Pelumasan bagian
dalam mesin fluida viskos cenderung melekat pada permukaan zat yang
bersentuhan dengannya.
Diantara sala satu sifat zat cair adalah kental dimana zat cair memiliki
kekentalan yang berbeda-beda materinya, misalnya kekentalan minyak
goreng dengan keekntalan oli. Dengan sifat ini zat cair banyak digunakan
dalam dunia otomotif yaitu sebagai pelumas mesin. Telah diketahui bahwa
dikepelumas yang dibuuhkan tiap-tiap mesin membutuhkan kekentalan yang
berbeda-beda. apabila kita memasukka sebuah bola kecil kedalam zat cair,
terlihat batu tersebut mula-mula turun dengan cepat kemudian melambat.
Suatu zat memiliki kemampuan tertentu sehingga suatu padatan yang
dimasukan kedalamnya mendapat gaya tekanan yang diakibatkan peristiwa
gesekan antara permukaan padatan tersebut dengan gaya zat cair.
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
2.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Instruksi Umum (TIU)
1. Mahasiswa dapat memahami konsep fisika/mekanika mengenai
kekentalan(viskositas).
2. Mahasiswa dapat memahami bahwa gesekan yang dialami oleh
suatu benda yang bergerak yang bergerak dalam fluida adalah
disebabkan oleh kekentalan fluida tersebut.
1.2.2 Tujuan Instruksi Khusus (TIK)
1. Mahasiswa dapat menggunakan prinsip keseimbangan gaya
stokes,gaya apung dan gaya berat pada suatu benda dalam fluida.
2. Mahasiswa dapat mengamati pengaruh gesekan yang dialami oleh
suatu benda yang bergerak dalam fluida yang disebabkan oleh
fluida tersebut.
3. Mahasiswa dapat menerapkan faktor koreksi pada laju bola yang
jatuh.
4. Mahasiswa dapat menentukan Viskositas Fluida.
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar
Viskositas adalah sifat fluida yang mendasari diberikannya tekanan
terhadap tegangan geser oleh fluida tersebut. Kadang-kadang viskositas ini
serupa dengan kekentalan. Fluida yang kental (viskos) akan mengalir lebih
lama dalam suatu pipa dari fluida yang kurang kental (Prijono,1985)
Viskositas dari suatu cairan adalah sala satu siafat cairan yang
menentukan besarnya perlawanan terhadap gaya geser. Viskositas terjadi
karena interaksi antara molekul-molekul cairan.
Gambar 5.2.1 Peraga Viskositas Fluida
Alat yang digunakan untuk mengukur viskositas fluida disebut
viskometer. Setidaknya terdapat 2 prinsip dasar sistem metode pengkuran
berdasarkan laju aliran fluida dalam pipa kapiler vertikal saat menempuh
jarak tertentu. alat yang digunkan dalam metode ini adalah viscometer
ostwald berdasarkan hukum poiseuille (Mochtar, 1990).
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
Hukum poiseuille dituliskan :
∆P = I1
…………………….....………………………………………………(5.2.1)
Dimana :
∆P = tekanan
I = panjang pipa kapiler
Iv = laju aliran volume
Viskositas zat cair dapat ditentukan secara kuantitatifnya dengn besaran
yang disebut koefisien viskositas satuan SI, untuk koefisien adalah 𝑛𝑠⁄𝑚2
atau pascal (Pa), ketika anda berbicara tentang fluida sejati, fluida ideal
mempunyai koefisien viskositas apabila suatu benda bergerak dengan
kelajuan V, dalam suatu fluida kental yang berkoefisien viskositasnya itu
maka benda tersebut akan mengalami gaya gesekan fluida sebesar Fsi dengan
K adalah konstanta yang bergantung pada bentuk yang goemetris benda.
Berdasarkan pada bentuk perhitungan laboratorium pada tahun 1845.
Sir George stoke menunjukkan bahwa untuk benda yang geometrinya berupa
bola senilai k=6𝜏𝑟. Jika nilai K dimasukkan kedalam suatu persamaan, maka
dibuat persamaaan sebagai berikut :
𝐹𝑠=6𝜋∩𝑟𝑣………...............…………………………………......(5.2.2)
Keterangan :
Fs = gaya gesekan stokes (u)
∩ = koefisien viskositas fluida (pa.s)
r = jati-jari bola (m)
v = kelajuan bola (𝑚⁄𝑠)
Fs = 6𝜋 𝑛𝑟 𝑣 …..................……………………………………….(5.2.3)
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
Dimana:
Fs = gaya gesekan yang bekerja pada bola (N)
n = Viskositas fluida (Ns)
r = Jari-jari bola (m)
v = laju relatif bola terhadap fluida (m/s)
Jika sebuah benda berbentuk bola dan mempunyai rapat massa
dilepaskan pada permukaan zat cair tanpa laju [Link] tersebut mula-mula
akan mendapat percepatan. Dengan berbentuk besarnya laju bola maka gaya
stokes pada bola stokes tersebut akan bergerak laju konstan. Yaitu pada saat
terjadi kesetimbahngan antara gaya berat, gaya apung, dan gaya stokes pada
bola tersebut. Khusus untuk benda yang berbentuk bola dan bergerak didalam
gluda yang tepat sifat-sifatnya. Viskositas zat cair dapat ditentukan secara
kuantitatifnya dengan besaran yang disebut koefisien viskositas satuan SI,
untuk koefisien adalah 𝑛𝑠⁄𝑚2 atau pascal (Pa), ketika anda berbicara tentang
fluida sejati, fluida ideal mempunyai koefisien viskositas apabila suatu benda
bergerak dengan kelajuan V.
Jika bola tersebut telah bergerak dengan laju konstan maka akan berlaku
hubungan :
2𝑟 2
……………………………………………………………...…….(5.2.4)
𝑔𝜋𝑙
V= (pb – pf)m atau tr2 =
𝑔𝜋 29 (𝑝𝑏−𝑝𝑓)
Dimana :
Pb = massa jenis bola (kg /m3)
Pt = massa jenis fluida (kg/m3)
T = waktu tempuh bola untuk memenuhi jarak L (s)
Seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa asistensi lalu bola yang
dikosntanta hanya dapat dipenuhi untuk waktu tempuh yang besar atau
ruangan yang luas (ideal tak terhingga). Karena waktu pengamatan kita
terbatas, maka laji bola dengan pesamaan :
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
𝑟
Vs = v (1 + k 𝑙 )
…………………………………………………………….....(5.2.5)
Dimana :
Vs = laju sebenarnya
V = laju bola yang diamati
R = jari-jari tabung fluida
K = suatu ketetapaan
2.2 Tekanan Hidrostatik
Konsep tekanan sangat penting dalam mempelajari sifat fluida. Besar tekanan
didefinisikan sebagai gaya tiap satuan luas. Dalam praktek, tekanan sering kali
diukur dalam milimeter air raksa (biasanya dinamakan torr, menurut fisikawan italia
Toricelli).
𝑓
P = 𝐴 ……………………………………………........…………….(5.2.6)
Keterangan :
P = tekanan
F = gaya (n)
A = luas (m2)
Satuan tekanan dalam SI adalah Nm2 atau disebut dengan pascal, singkat
Pa. untuk tekanan udara kadang-kadang masih dapat digunakan satuan
atmosfer atau cm raksa (cmHg) atau milibar (mb).
1 mb = 10-3 bar
1 bar = 105 Pa
1 atm = 1.01 x 105 Pa
1 mmHg = 1 torr = 1,1316 x 10-3 atm = 133,3 Pa
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
2.3 Hukum Pascal
Bals Fascal (1623-1662) adalah seorang sarjana prancis, berkesimpulan
bahwa gaya menekan zat cair didalam ruang terttup akan diteruskan kesegala
arah dengan sama rata. Hal itu selanjutnya dinyatakan sebagai hukum pascal
yang berbunyi.
Tekanan yang diberikan kapada zat di dalam ruang tertutup diteruskan
sama besar kesegala arah.
Jika penekan hidrolik merupakan alat yang untuk menggandakan alat yang
kerjanya berdasarkan hukum pascal seperti : Kempa hidrolik dan alat
pengangkat mobil.
Hukum pascal dpat diterapkan dengan kerja penekan hidrotik juga. Alat
itu berupa bejana tertutup yang dilengkapi dengan dua buah penghisap yang
luas penampangnya berubah masing-masing A1 dan A2 (A1<A2). Dalam
praktek, tekanan sering kali diukur dalam milimeter air raksa (biasanya
dinamakan torr, menurut fisikawan italia Toricelli). Pada penghisap yang
𝑓1
penampangnya A1, dikerjakan gaya F1 tekanan P diteruskan oleh zat cair
𝐴1
lewat pipa penghubung kepenghisap A1 dengan gaya F2 = P. A2 karena pada
kedua panghisap sama maka :
F1 = f2
A…..
1= Astokes………...................................................................(5.2.7)
2
Dimana :
F1 = gaya penampang 1 (N)
F2 = gaya penampang 2 (N)
A1 dan A2 = luas penampang 1 dan 2 (m)
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
2.4 Hukum Stokes
Tekanan terhadap sembarang titik pada permukaan bola yang menghadap
arah aliran dengan tepat sama dengan tekanan pada arah ilir aliran. Sehingga
resultan gaya terhadap bola itu yang disebut gaya stokes. Misalnya jari-jari
bola r koefisien viskositas fluida 𝜋 dan kecepatannya relatif bola terhadap
fluida v, secara matematis besarnya gaya stokes dirumuskan :
Fs = 𝜎𝜋. n. r. V ………………………..….....…(5.2.8)
Dimana:
Fs = gaya stokes (N)
𝜋 = koefisien viskositas (Nsm-2)
V = Kecepatan relatif bola terhadap bola (ms-1)
Persamaan diatas pertama kali dirumuskan oleh sir george stokes pada
tahun 1845, sehingga disebut juga hukum stokes.
Jika bola jatuh kedalam fluida yang kental. Gay berat bola bergerak
didalam fluida pada bola bekerja gay-gaya berikut :
a. Gaya berat bola 𝜔 berarah vertikal kebawah
b. Gaya archimedes (fs) berarah vertikal keatas
c. Gaya stokes (fs) berarah vertikal keatas.
Sesaat- sesaat bola masuk kedalam fluida, gaya gerak bola lebih besar
dari pada bola jumlah gaya Archimedes dan gaya stokes, sehingga bola
mendapat percepatan vertikal kebawah dan selama gerak bola dipercepat.
Gaya stokes bertambah, hingga suatu saat gaya berat benda sama dengan
jumlah gaya Archimedes dan gaya stokes. Pada keadaan tersebu kecepaian
bola maksimum, bola bergerak beraturan.
Jika jari-jari bola, massa jenis bola, massa jenis fluida dan koefisien
viskositas fluida maka sela bola bergerak dan beraturan gaya-gaya pada bola
memenuhi persamaan :
……… 𝛿 𝑟2 .𝑔
n = . .............................................................................................(5.2.9)
(p1 . p)
𝑔 𝑣
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
Dimana :
n = koefisien viskositas
r = jari-jari bola
g = percepatan gravitasi
v = kecepatan maksimum bola
p1 = massa jenis bola
p = massa jenis fluida
Dengan mengukur kecepatan maksimum bola yang jari-jari dan massa
jenisnya diketahui, maka viskositas fluida tempat bola itu dijatuhkan dapat
dihitung berdasarkan persamaan diatas.
Khusus untuk bola yang bergerak dibawah atau didalam fluida yang tetap
sifatnya. Besarnya gaya yang diambil oleh dirumuskan =
= 6𝜋 2 . 𝑉. 𝑉
……………………………………………………………………(5.2.10)
𝐹𝑠
Dimana
Fs = gaya gesek (N)
V= laju relative bola terhadap fluida (m/s)
Rumus ini dikenal dengna hukum stokes, hukum ini berlaku dengan syarat
dan ketentuan sebagaimana :
a. Ruang tempat fluida tidak terbatas (ukuran) besar atau luas dari bidang
dengan ukuran pada bola.
b. Tidak ada turbelensi, pda fluida yan dicapainya jika laju tidak benar.
Jika sebuah benda berbentuk bola dan juga mempunyai massa saat
dilepaskan pada saat permukaan zat cair tanpa laju awal. Bola tersebut akan
bergerak dengan kesetimbangan antara gaya gesek, gaya apung, dan gaya stokes
akan berlaku bola-bola table untuk viskositas dari beberapa fluida sebagai
berikkut, pada table dibawah ini terlihat bahwa air, udara dan juga alcohol
mempuyai koefisien kecil sekalih dibanding denan glisenin. Oleh karena itu,
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
dalam perhitungn sering diabaikan berdasarkan experiment juga diperoleh
bahwasanya viskositas tergantung pada suhu, dan pada kebanyakan fluida makin
tinggi suhu maka makin rendah koefisien [Link] sebabnya musim
dingin itu menjadi kental shingga, mesin sukar dihidupkan karena terjadi
viskositas pada oli mesin. Tabelnya yaitu sebagai berikut
Fluida Temperatur (o C) Koofisien Viskositas
0 1,8 x 10-3
20 1,0 x 10-3
Air
60 0,65 x 10-3
100 0,3 x 10-3
Darah (keseluruhan) 37 4,0 x 10-3
Plasma Darah 37 1,5 x 10-3
Ethyl alkohol 20 1,2 x 10-3
Oli mesin (SAE 10) 30 200 x 10-3
Gliserin 0 10.000 x 10-3
20 1500 x 10-3
60 81 x 10-3
Udara 20 0,018 x 10-3
Hidrogen 0 0,009 x 10-3
Uap air 100 0,013 x 10-3
Tabel 5.2.1 Viskositas Fluida Dan Koefisienya
2.5 Defenisi Fluida
Fluida merupakan zat yang dapat berubah bentuksecara terus menerus
jika terkena tegangan geser meskipun tegangan geser itu kecil. Tegangan
geser adalah gaya geser dibagi dengan luas permukaan tempat adanya gaya
geser tersebut. Gaya geser adalah komponen gaya yang ymenyinggung
permukaan. Fluida mempunyai dua fisik ynitu viskositas dan elastisitas
terhadap tegangan geser oleh fluida tersebut. Benar kecilnya viskositas fluida
tergantung pada suhu fluid tersebut. Untuk fluida caira, makin tibggu
suhunya maka, viskositasnya semakin besar. Sedangkan identitas atau
kerapatan atau suatu fluida dengan didefinisikan sehingga persatuan volume.
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
Dari ilmu mekanika sluida, tegangan geser pada alira keminar dua
dimensi arah x yang ditunjukkan.
𝑑𝑢
………
𝜏 = 𝜇 .......................................................................................(5.2.11
𝑑𝑦
)
Dimana :
𝜏 = tegangan geser
𝜇 = viskositas dinamik
𝑢 = kecepatan pada jarak y dari dinding
𝑑𝑢
= perubahan kecepatan dibagi dengan jarak sedang mana
𝑑𝑦
perubahan tersebut terjadi.
Viskositas adalah sifat yang menentukan daya tahan fluida terhadap gaya gesek.
Hal ini disebabkan oleh pengaruh antar molekul-molekul fluida. Viskositas zat
cair disebabkan terbentuknya gaya gesek antar elemen-elemen. Apabila suatu
fluida mengalami getran maka ia bergerak dengan laju tegangan berbanding
terbalik dengan suatu besaran yang disebut koefisien viskositas dinamis. Selain
viskositas dinamis kita juga mengenal adanya viskositas [Link]
kinematis adalah perbandingan antara viskositas dinamis dan viskositas desitas.
Viskositas dinamis atau viskositas mutlak dapat dijelaskan pada persamaan
berikut :
𝜎
𝑛..........................................................................................(5.2.12)
=
𝑦
Dimana :
n = viskositas dinamis
𝜎 =tegangan
y = laju gesek
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
BAB III
PROSEDUR KERJA
3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
1. Tabung gelas besar
2. Bola-bola kecil
3. Aerometer/Hidrometer
4. Jangka sorong
5. Mikrometer sekrup
6. Thermometer
7. Rol meter
8. Stop watch
9. Neraca Analitis (Timbangan)
10. Gelas ukur
3.2 Prosedur Percobaan
1. Timbang dan ukurlah diameter tiap-tiap bola, dilakukan beberapa kali
sesuai petunjuk asisten.
2. Ukurlah diameter dalam tabung gas
3. Tentukan suatu jarak L pada tabung
4. Catat suhu fluida sebelum dan sesudah melakukan pengamatan
5. Ukurlah massa jenis fluida sebelum dan sesudah percobaan, gunakan
hydrometer, jika tidak, timbang fluida dengan volume tertentu ( gunakan
gelas ukur dan Neraca analytic digital ).
6. Jatuhkan bola tepat di permukaan fluida, amati waktu yang dibutuhkan
untuk sampai batas jarak yang ditentukan, lakukan beberapa kali sesuai
petunjuk asisten.
7. Ulangi beberapa kali prosedur (6) sesuai petunjuk asisten, lakukan pula
untuk bola yang lain.
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
BAB IV
TUGAS PENDAHULUAN
4.1 Pertanyaan
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan viskositas, fluida dan viskositas
fluida secara terminologi dan etimologi!
2. Jelaskan faktor-faktor yang berpengaruh pada viskositas fluida!
3. Jelaskan perbedaan fluida statis dan fluida dinamis
4. Tuliskan bunyi hukum Archimedes beserta dengan persamaan dan
gambarnya
5. Tuliskan penurunan dari rumus viskositas fluida serta tuliskan satuan-
satuannya
6. Sebuah bola dengan massa jenis 7.5 gr/cm3 dan diameter 1,2 cm jatuh
kedalam cairan pelumas yang memiliki massa jenis 5.5 gr/cm3. Jika
kecepatan terminal bola adalah 0.2 m/s dan g = 9.81 m/s2, tentukan
koefisien viskositas fluida
tersebut!
7. Jelaskan penerapan viskositas fluida di jurusan anda!
4.2 Jawaban
1. Viskositas merupakan pengukuran dari ketahanan fluida yang
diubah baik dengan tekanan [Link] adalah ukuran
kekentalan suatu fluida yang menunjukkan besar kecilnya gesekan
internal fluida.
Fluida adalah suatu zat yang bias mengalami perubahan bemtuknya
secara terus menerus bila terkena tekanan atau gaya gesek walaupun
relative kecil atau bias juga dikatakan suatu zat yang mengalir.
Viskositas Fluida adalah gesekan yang ditimbulkan fluida
bergerak,atau benda padat yang bergerak didalam [Link]
gesekan ini biasa juga disebut sebagai derajat kekentalan zat cair.
Viskositas suatu fluida merupakan ukuran tekanan suatu
fluidaterhadap deformasi atau perubahan [Link] dinyatakan
sebagai aliran fluida yang merupakan gesekan antar molekul molekul
cairan yang mudah mengalir ,dapat dikatakan memiliki viskositas yang
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
rendah dan sebaliknya bahan-bahan yang sulit mengalir dikatan
viskositas yang tinggi (ginting.1991:159).
2. Faktor-faktor yang berpengaruh pada viskositas fluida
1. Suhu
Viskositas berbanding terbalik dengan suhu jika suhu naik maka
viskositas akan turun, dan begitu sebaliknya. Hal ini merupakan
adanya gerkan di partikel-partikel cairan yang semakin cepat apabila
suhu di tingkatkan kekentalannya.
2. Konsentrasi larutan
Viskositas berbanding terbalik dengan konsentrasi yang tinggi
pula larutan. Suatu larutan yang dengan tinggi akan mengalami
viskositas yang tinggi pula, karena di kosentrasi larutan
menyenangkan partikel zat yang terlarut tiap suatu volume, semakin
banyak yang partikel zat yang viskositas tinggi pula.
3. Berat moleku salute
Viskositas berbanding lurus dengan berat molekul salute. Karena
adanya salute yang berat akan menghambat membedakan pada itu
cairan sehingga menaikkan viskositas.
4. Tekanan
Semakin tinggi tekanannya maka semakin besar viskositas.
5. Kehadiran zat lain
Penambahan gula tebu meningkatkan suhu viskositas air. Adanya
bahan tambahan seperti menaikkan viskositas air. Pada minyak
ataupun gliserin adanya penambahan air akan menyebabkan yang
viskositas akan turun karena gliserin maupun minyak akan semakin
orang waktu aliran semkin cepat.
6. Berat Molekul
Viskositas akan naik jika ikatan rangkap itu semakin banyak.
7. Kekuatan antar molekul
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
Viskositas air akan naik dengan adanya tekanan hydrogen,
viskositas dengan gugus OH. Pada yang tingginya naik pada keadaan
yang sama.
3. Perbedaan fluida statis dan fluida dinamis
a. Fluida statis, adalah fluida yang berada pada fase diam (tidak bergerak)
ataau fluida dalam keadaan bergerak tetapi tidak ada perbedaan
kecepatan antar partikel fluida tersebut atau bias dikatakna bahwa
partikel fluida tersebut bergerak dengan kecepatan seragam sehingga
tidak memiliki gaya gesek.
b. Fluida dinamis , adalah fluida yang [Link] ini dianggap
mempunyai kecepatan yang konstan terhadap waktu, tidak mengalami
perubahan volume,tidak kental,dan tidak mengalami putaran.
4. Bunyi Hukum Archimedes
"Jika suatu benda dicelupkan dalam zat cair maka benda tersebut akan
mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair
yang terdesak oleh benda tersebut".
Fa = V.g. ρ
Dimana:
Fa : gaya apung
V : Volum air yang terdesak (meluber)
ρ : massa jenis air
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
5. (P1 + P2 ) π r 2 = η. 2 π r 1 (˗dv / dr)
P1 ˗ P2
Yakni :˗dv = r dr
2η1
Yang pada pengintegralannya memberikan rumus profil kecepatan:
P1 ˗ P2
v= (R2 ˗ r 2 )
4η1
Yang ternyata merupakan fungsi kuadrat daripada r sehingga profilnya
berupa paraboloid.
Selanjutnya kuat arusnya, yaitu debitnya, diberikan oleh :
R R
dф P1 ˗ P2 2 2
= ∫ v dA = ∫ (R ˗r ) ∙ 2 π r dr
dt 4η1
O O
( P1 ˗ P2 ) π R4
=
8η1
6. Diketahui:
ρ bola = 7,5 gram/cm³ = 7500 kg/m³
ρ fluida = 5,5 gram/cm³ = 5500 kg/m³
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
d bola = 1,2 cm ⇒ R = 0,6 cm = 0,006 m = 6 x 10-3
vt bola = 0,2 m/s
g = 9,81 m/s2
Ditanya:
koefisien visksitas fluida η
Penyelesaian:
2𝑅²𝑔.(𝜌𝑏 − 𝜌𝑓)
Kecepatan terminal vt =
9.η
2𝑅²𝑔.(𝜌𝑏 − 𝜌𝑓)
Koefisien viskositas η =
9.𝑣𝑡
2.( 6 × 10−3 )².(9,81).(7500 − 5500)
=
9 𝑥 0,2
2.( 6 × 10−6 ).(9,81).(2000)
=
1,8
(12 × 10−6 ).(9,81).(2 × 103 )
=
1,8
235,44 ×10−3
=
1,8
= 130,8× 10−3
7. Penerapan viskositas fluida di jurusan Teknik Pertambangan
a. Penerapan teori mekanika fluida pada kasus lumpur lapindo
Sifat-sifat fluida, Semua fluida nyata gas dan zat cair memiliki
sifat-sifat khusus yang dapat diketahui antara lain: rapat massa
(density), kekentalan (viscosity), kemampatan (compressibility),
tegangan permukaan (surface tension), dan kapilaritas (capillarity).
Persamaan energi, Energi yang ada pada tiap saluran berat dari aliran
air terdiri dari 3 bentuk dasar yaitu: energi kinetik, energi tekanan, dan
energi elevasi diatas garis datum. Dari ketiga bentuk dasar energi
tersebut akan di dapatkan persamaan Bernoulli yang menyatakan
bahwa konservasi energi merupakan bentuk persamaan energi untuk
aliran tanpa geseran dasar.
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
b. Poliakrilamda untuk enhange oil recovery
Dalam satu artikel tentang energi, tepatnya tentang Teknologi
Enhance Oil Recovery (EOR) menyatakan bahwa salah satu teknologi
EOR adalah dengan menginjeksikan Chemical, yang berisi Poliakrilamida,
sehingga dapat menurunkan tegangan permukaan minyak, sehingga oil
droplet dapat naik ke permukaan. Menurunkan tegangan permukaan
berarti menurunkan viskosita.
c. Dasar-dasar pompa sentrifugal
Pada industri minyak bumi, sebagian besar pompa yang digunakan
dalam fasilitas gathering station, suatu unit pengumpul fluida dari
sumur produksi sebelum diolah dan dipasarkan, ialah pompa bertipe
sentrifugal. Gaya sentrifugal ialah sebuah gaya yang timbul akibat
adanya gerakan sebuah benda atau partikel melalui lintasan lengkung
(melingkar).
1. Prinsip-prinsip dasar pompa sentrifugal ialah sebagai berikut:
gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida
ke sisi luar sehingga kecepatan fluida meningkat
2. kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh casing pompa (volute
ataudiffuser) menjadi tekanan atau head.
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182
PRAKTIKUM FISIKA DASAR I
LABORATORIUM FISIKA DASAR
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
VISKOSITAS FLUIDA
DAFTAR PUSTAKA
Halliday R, 1990. Fisika Dasar jilid IG Edisi ketiga. Jakarta : Erlangga.
Hermawati maria yeni, Suciyati sri wahyu, & warsito, 2013. Uji Viskositas Fluida
Menggunakan Transduser Ultrasonik sebagai Fungsi Temperatur dan
Akuisisinya pada Komputer Menggunakan Universal Serial Bus. Jurnal dan
Teori Fisika vol 1, No. 1.
Munsen Bruce, R Donald F.Y & Theodere, H.O, 2004. Mekanika Fluida Edisi ke 4.
Jakarta : Erlangga.
Murdaka Bambang Dkk, 2010. Penyeteraan Nilai Viskositas Terhadap Indeks Bias
Pada Zat Cair Bening. Jurnal Berkala Fisika vol.13, No. 4
Shanti, M. R. S ,A, Oktaviara. A, Sutresno. N. A & Wibowo, 2014. Pembuatan
Media Pembelajaran Pengukuran Viskositas Dengan Menggunakan
Viskometer Dua Kumparan Dan Freewave. Jurnal Pendidikan Indonesia.
JIHAN FITRI RAMDITA PUTRI GOUW
093 2018 0182