SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN
AROMATERAPI LAVENDER
Disusun oleh :
Oti novianti
0433131420116086
PROGRAM STUDI STARA I KEPERAWATAN
STIKES KHARISMA KARAWANG
2019/2020
LAPORAN HASIL PENYULUHAN KESEHATAN
AROMATERAPI LAVENDER
1. PERSIAPAN
Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan pada tanggal 31 Oktober 2019,
yang dimulai dengan pembuatan pre planning serta konsultasi kepada
dosen pembimbing. Pada tanggal 2 November 2019 pada pukul 19.00
WIB dilaksanakan penyuluhan kesehatan mengenai aromaterapi lavender
di kampus STIKes Kharisma Karawang.
2. PELAKSANAAN
a. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir pada pukul 19.25
WIB. Waktu pendidikan kesehatan tidak sesuai dengan yang
direncanakan di preplanning.
b. Cara penyampaian menggunakan media kepada peserta cukup jelas.
c. Kegiatan dilakukan dikampus STIKes Kharisma Karawang.
d. Kegiatan berupa penyuluhan kesehatan dan demonstrasi.
Adapun susunan acara pada saat penyuluhan kesehatan tentang
aromaterapi lavender :
a. 19.00 WIB pembukaan :
Mengucapkan salam
Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan
b. 19.05 WIB penyampaian materi :
Memberi kesempatan untuk bertanya kepada peserta
Menjawab pertanyaan yang diajukan
c. 19.15 WIB penutup :
Memberi pertanyaan kepada peserta
Menyimpulkan dan menutup diskusi
Mengucapkan salam
NO. Jam Acara Penyaji Waktu
1. 09.30 Pembukaan : Oti novianti 5 menit
1) Mememberikan salam dan
memperkenalkan diri
2) Menyampaikan maksud dan tujuan dari
penyuluhan
3) Menjelaskan pokok pembahasan
4) Mengkaji tingkat pengetahuan sasaran
terhadap materi yang akan disampaikan
2. 09.35 Penyampaian materi : Oti novianti 15 menit
1. Menjelaskan pada sasaran tentang:
- Menyampaikan definisi aromaterpi
- Mengetahui manfaat aromaterapi
untuk mengatasi masalah
keperawatan
2. Melakukan tanya jawab tentang materi
penyuluhan
3. 09.50 Penutup : oti novianti 5 menit
1) Mengevaluasi materi yang telah
disampaikan dengan pertanyaan terarah
2) Memberikan reinforcement positif
3) Menyimpulkan hasil penyuluhan
4) Salam penutup
3. TAHAP EVALUASI
a. Struktur
Peserta penyuluhan di kampus STIKes Kharisma Karawang
Perlengkapan yang digunakan selama diskusi adalah leaflet dan
lembar balik. Penggunaan bahasa mudah dimengerti, peserta
penyuluhan dapat memahami dengan apa yang telah disampaikan
oleh penyaji.
b. Proses
Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Rabu tanggal 30
Oktober 2019 pada pukul 09.30 WIB, jadwal ini sesuai yang telah
ditentukan.
Peserta dapat mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir.
Pertanyaan yang diajukan kepada peserta dapat dijawab dengan
baik oleh penyaji.
c. Hasil
70 % peserta dapat menjelaskan pengertian dari aromaterapi
70 % peserta dapat mengetahui manfaat aromaterapi untuk
mengatasi masalah keperawatan
LAMPIRAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : Asuhan Keperawatan Keluarga
Topik Bahasan : Asuhan keperawatan keluarga mengenai aromaterapi
lavender
Hari/Tanggal : Jumat, 02 Oktober 2019
Pukul : 10:00-10:30 WIB
Tempat : Kampus STIKes Kharisma Karawang
Sasaran : Keluarga
A. LATAR BELAKANG
Fenomena yang ada saat ini penggunaan terapi alternatif dan
komplementer tanpa menggunakan obat telah banyak digunakan. Bentuk
dan jenisnya pun beragam, salah satunya adalah bentuk terapi
komplementer dengan aromaterapi. Aromaterapi adalah salah satu teknik
pengobatan atau perawatan menggunakan bau-bauan yang menggunakan
minyak esensial aromaterapi. Proses ekstraksi (penyulingan) minyak
esensial ini secara umum dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu
penyulingan dengan dengan air (direbus), penyulingan dengan air dan uap
(dikukus), dan penyulingan dengan uap (diuapkan).
Salah satu aroma yang paling digemari adalah lavender.
Kandungan utama dari bunga lavender adalah linalyl asetat dan linalool
(C10H18O). Linalool adalah kandungan aktif utama yang berperan pada
efek anti cemas (relaksasi) pada lavender. Menurut hasil dari beberapa
jurnal penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa minyak esensial dari
bunga lavender dapat memberikan manfaat relaksasi (carminative), sedatif,
mengurangi tingkat kecemasan, dan mampu memperbaiki mood
seseorang. Saat ini, minyak esensial dan komponen-komponen
penyusunnya digunakan dalam berbagai produk, seperti produk kosmetika,
produk kebersihan, pembuatan makanan, obat, pengharum, dan agrikultur.
Menurut Ali B, et al., 2015 bahwa penggunaan minyak esensial penting
untuk terapi, aromatik, parfum, dan juga digunakan untuk spiritual. Selain
itu, pemanfaatan minyak esensial yang tidak kalah penting sebagai produk
aromaterapi.
Menurut data yang diperoleh dari Indonesian Essential Oil: The Scents of
Natural Life terdapat sekitar 40 jenis tanaman yang diproduksi di
Indonesia yang berpotensi sebagai sumber aromaterapi. Peran yang dapat
diberikan perawat dalam terapi komplementer atau alternatif dapat
disesuaikan dengan peran perawat yang ada, sesuai dengan batas
kemampuannya. Pada dasarnya,perkembangan perawat yang
memerhatikan hal ini sudah ada. Sebagai contoh yaitu American Holistic
Nursing Association (AHNA), Nurse Healer Profesional Associates
(NHPA) (Hitchcock et al.,199 9). Ada pula National Cent er f or
Complementary/Alternative Medicine (NCCAM) yang berdiri tahun 1998
(Snyder & Lindquis, 2002).Manfaat dari produk aromaterapi bagi
kesehatan manusia di antaranya adalah untuk merelaksasikan tubuh,
menyegarkan pikiran, untuk memperbaiki mood, dan sebagai placebo
dalam penyembuhan penyakit yang memberikan efek fisiologi. Selain itu
menurut hasil penelitian dari beberapa peneliti, minyak atsiri yang terdapat
dalam produk aromaterapi memiliki manfaat sebagai berikut: sebagai
antioksidan, untuk meredakan inflamasi dan sebagai analgesic.
B. TUJUAN PENGAJARAN
1. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )
Setelah diberikan penyuluhan tentang aromaterapi lavender maka
diharapkan keluarga dapat memahami aromaterapi lavender untuk
mengurangi nyeri/relaksasi
2. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
Setelah diberikan penyuluhan selama 25 menit diharapkan sasaran
dapat :
1) Keluarga dapat mengetahui definisi aromaterapi lavender.
2) Keluarga dapat mengetahui aromaterapi bagi kesehatan
C. METODE DAN PEMBELAJARAN
1. Media / Alat Bantu
Poster
2. Metode
Ceramah, diskusi, demonstrasi, dan tanya jawab
3. Materi ( terlampir )
1) Definisi aromaterapi lavender
2) Mengetahui manfaat aromaterapi untuk mengatasi masalah
keperawatan.
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Belajar Audience
Pembuka 1. Mememberikan salam dan 1. Menjawab salam
( 5 menit ) memperkenalkan diri
2. Menyampaikan maksud dan 2. Memperhatikan
tujuan dari penyuluhan
3. Menjelaskan pokok pembahasan 3. Memperhatikan
4. Mengkaji tingkat pengetahuan 4. Memperhatikan
sasaran terhadap materi yang
akan disampaikan
Inti Penyampaian materi :
( 15 menit ) 1. Menjelaskan pada sasaran 1. Mendengarkan dn
tentang: memperhatikan
- Menyampaikan definisi
aromaterapi
- Mengetahui manfaat
aromaterapi untuk mengatasi
masalah keperawatan
2. Melakukan tanya jawab tentang 2. Memberi
materi penyuluhan pertanyan yang
belum dimengerti
Penutup 1. Mengevaluasi materi yang telah 1. Menjawab
(5 menit) disampaikan dengan pertanyaan pertanyaan yang
terarah diajukan
2. Memberikan reinforcement 2. Memperhatikan
positif
3. Menyimpulkan hasil penyuluhan 3. Memperhatikan
4. Salam penutup 4. Menjawab salam
E. EVALUASI ( Terlampir )
a. Prosedur Evaluasi
b. Alat Evaluasi
LAMPIRAN MATERI
AROMATERAPI LAVENDER
A. Definisi Aromaterapi
Aromaterapi berasal dari kata “aroma”, yang artinya bau yang
menarik yang berasal dari tumbuhan (minyak essensial) atau rempah,
dan berasal dari kata “terapi”, yang artinya suatu perawatan yang
dirancang untuk pengobatan. Berbagai peninggalam seni dan lukisan
dari kebudayaan kuno Mesir, China, dan Persia memperlihatkan bahwa
essens atau kandungan inti dari tumbuhan banyak sekali digunakan
dan dianggap sangat berharga oleh para pemuka agama, dokter, dan
penyembuh.
Aromaterapi merupakan proses penyembuhan kuno yang
menggunakan sari tumbuhan aromaterapi murni yang bertujuan untuk
meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan tubuh, pikiran dan jiwa.
Beberapa minyak sari yang umum digunakan dalam aromaterapi
karena sifatnya yang serbaguna adalah Langon kleri, eukaliptus,
geranium, lavender, lemon, peppermint, petigrain, rosemary, pohon
teh, dan ylang-ylang. Aromaterapi mempunyai efek yang positif
karena diketahui bahwa aroma yang segar dan harum bisa merangsang
sensori dan reseptor yang ada di hidung kemudian memberikan
informasi lebih jauh ke area di otak yang mengontrol emosi dan
memori serta memberikan informasi ke hipotalamus. Hipotalamus
merupakan pengatur system internal tubuh, termasuk sistem
seksualitas, suhu tubuh, dan reaksi terhadap stress (Koensoemardiyah,
2009).
B. Mengetahui Manfaat Aromaterapi Untuk Mengatasi Masalah Keperawatan
1. Aromaterapi lavender dapat menurunkan intensitas nyeri perineum
pada ibu post partum
Nyeri perineum dapat memengaruhi kemampuan wanita
untuk mobilisasi sehingga dapat menimbulkan komplikasi seperti
perdarahan post partum. Trauma pada perineum juga menimbulkan
rasa tidak nyaman dan nyeri saat melakukan hubungan seksual.
Karena itu, penanganan nyeri perineum ini penting dilakukan. Saat
ini penanganan yang sering digunakan yaitu terapi komplementer
aromaterapi dengan minyak essensial lavender, karena lavender
mempunyai sifat antikonvulsan, antidepresi, anxiolytic, dan
menenangkan. Aromaterapi akan menstimulasi hipotalamus untuk
mengeluarkan mediator kimia yang berfungsi sebagai penghilang
rasa sakit dan menimbulkan perasaan bahagia. Penanganan untuk
mengurangi nyeri perineum dapat dilakukan secara farmakologi
dan non farmakologi. Namun penggunaan secara farmakologi
sering menimbulkan efek samping dan kadang tidak memiliki
kekuatan efek yang diharapkan. Aromaterapi digunakan sebagai
salah satu alternatif penanganan nyeri non farmakologik. Berbagai
macam aroma terapi yang dapat digunakan antara lain cendana,
kemangi, kayumanis, kenanga, sitrus, melati, cengkih, dan
lavender. Saat aromaterapi dihisap, zat aktif yang (kelenjar
hipofise) untuk mengeluarkan hormon endorpin. Endorpin
diketahui sebagai zat yang menimbulkan rasa tenang, relaks dan
bahagia. acetate yang terdapat dalam lavender berefek sebagai
analgetik. Nyeri perineum dapat terjadi setelah persalinan
pervaginam akibat laserasi spontan pada saat bayi lahir dan dapat
diperparah apabila terdapat robekan pada perineum yang
disebabkan tindakan episiotomi. Tindakan ini akan memerlukan
penjahitan dan dengan penjahitan tersebut dapat menyebabkan
nyeri pada daerah luka jahitan. Sebanyak 33% wanita mengalami
nyeri perineum karena tindakan episiotomi dan 52% merupakan
laserasi spontan.
Sesuai hasil penelitian Stea Susana menunjukkan bahwa
terapi esensial minyak lavender berpengaruh secara positif
terhadap kecemasan insomnia dan mengontrol rasa sakit. . Dengan
demikian aromaterapi lavender dapat menjadi salah satu alternatif
penanganan nyeri luka perineum yang dapat mengakibatkan
kondisi fisik maupun psikologis ibu menjadi lebih baik. Begitu
juga hasil penelitian Salamati didapatkan bahwa rasa sakit sebelum
dan setelah menghirup minyak lavender berpengaruh secara
signifikan terhadap pengurangan rasa sakit. (Wiwin Widyani,
2016)
2. Aromaterapi Citrus menangani Gangguan Pola Tidur
Masalah tidur yang terjadi pada remaja dapat diatasi dengan
salah satu terapi komplementer yaitu dengan menggunakan
aromaterapi. Aromaterapi memberikan efek relaksasi pada otot
sehingga remaja mudah untuk tidur. Kemajuan teknologi membuat
aromaterapi semakin berkembang dan diminati banyak orang.
Aromaterapi dapat berupa dupa, lilin, minyak aromaterapi, sabun
mandi, pengharum ruangan dan parfum. Aromaterapi dapat
diaplikasikan dalam berbagai cara, antara lain dengan
menggunakan alat anglo pemanas, pemijatan, berendam,
penghirupan langsung, semprotan maupun dengan kompres. Setiap
cara tersebut dapat dilakukan tergantung dari selera, kebutuhan,
dan kondisi individu masing-masing. Salah satu cara yang efektif
adalah dengan inhalasi langsung, sehingga efek dari aromaterapi
bekerja langsung pada sistem limbik pada otak. Pemberian
aromaterapi cendana membantu mengurangi depresi, mengatasi
sulit tidur, stress, perasaan sedih dan sangat bermanfaat untuk
meditasi. ( Jaelani, 2009)
3. Pada sebuah rumah sakit di New South Wales, Australia, misalnya
minyak cengkih dan lavender digunakan untuk memperkuat
kontraksi rahim.
4. Menurunkan tekanan darah
5. merangsang daya ingat kita yang bersifat emosional dengan
memberikan reaksi fisik berupa tingkah laku
6. Menghilangkan rasa stress
DAFTAR PUSTAKA
Ariani & Yunianti, N. l. p., 2012. Pengaruh pemberian aromaterapi cendana
terhadap kualitas tidur remaja di panti asuhan dharma jati II Denpasar 2012.
Keperawatan.
Dwijayanti, W., dkk. (2014). Efek aromaterapi lavender inhalasi terhadap
intensitas nyeri pasca sectio caesaria. Medica Hospitalia. 2(2), 120-125.
Jaelani. 2009. Aromaterapi. Jakarta: Pustaka Populer Obor.
Potter& Perry. 2005. Fundamental Keperawatan Edisi [Link] : EGC
Wong, D.L. 2008. Buku Ajar Keperawatn Pediatrik Volume 1. Edisi keenam.
Jakarta: EGC
Jaelani. 2009. Aromaterapi. Jilid Pertama. Edisi Pertama, Jakarta: Pustaka Populer
Obor.