Pengalaman Kekerasan Verbal pada Anak
Pengalaman Kekerasan Verbal pada Anak
1 Maret 2017
ABSTRACT
Verbal abuse are all forms of speech acts that have the character of insulting,
snarling, cursing and scare by issuing inappropriate words. This research uses
qualitative method with phenomenology approach and involves 3 paticipant. This
study shows the experience of life experienced by school-age children are verbal
abuse in the form of snapped, scolded and issued inappropriate words that should
not be spoken by parents. Verbal abuse experience by families in school-aged
children. Verbal absue done by parents affects the child’s psychological
development. Parents should be more careful in attitude and when
communicating. Because children as imitators of parents, then it is better choose
which one is appropriate to say and show to the child. Keywords: Experience,
family, school-aged, verbal abuse.
ABSTRAK
Kekerasan kata-kata adalah semua bentuk tindakan ucapan yang mempunyai sifat
menghina, membentak, memaki, dan menakuti dengan mengeluarkan kata-kata
yang tidak pantas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi dan melibatkan 3 partisipan. Hasil Penelitian ini
menunjukan adanya pengalaman hidup yang dialami anak usia sekolah yaitu
kekerasan verbal yang berupa dibentak, dimarahi, dan mengeluarkan kata-kata
yang tidak pantas yang seharusnya tidak diucapkan oleh orang tua. Pengalaman
verbal abuse yang didapatkan keluarga pada anak usia sekolah. Verbal abuse yang
dilakukan oleh orang tua berdampak pada perkembangan psikologis anak.
Diharapkan penelitian ini dapat dilakukan kembali dengan lebih mendalami
pengalaman hidup seseorang lebihh dalam lagi agar penelitian ini bisa lebih baik
lagi.
Kata Kunci: Anak usia sekolah, keluarga, pengalaman, verbal abuse.
12
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 12, No.1 Maret 2017
13
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 12, No.1 Maret 2017
14
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 12, No.1 Maret 2017
tersebut. Kata kunci yang didapat mengatakan karena hal sepele. Hal
dikumpulkan kemudian di- ini sesuai dengan pendapat partisipan
kategorikan untuk membentuk tema. yaitu “ya karna tidak belajar dan
Tema yang dihasilkan kemudian bertengkar (P1)”, ya mungkin
disajikan dalam bentuk narasi yang waktunya belajar aku lupa (P2)”,
didukung oleh data hasil dari “kenapa sih mamah marah terus
penelitian berupa penuturan dari padahal gara-gara masalah sepele
partisipan. Informasi yang telah (P3)”
didapat kemudian di Uji Validitas
dengan menggunakan Triangulasi Tema 3 Respon anak usia
dan perpanjang pengamatan. sekolah saat mendapatkan
Pengujian validitas ini dilakukan VERBAL ABUSE Dari ketiga partisipan
dengan cara kembali lagi ke mengatakan hal yang sama yaitu
partisipan dengan menayakan hal respon emosional partisipan sedih. Hal
yang sama dan partisipan ini sesuai dengan jawaban partisipan
mengulangi kembali dengan jawaban yaitu “ya sedih kak (P1)”, “ya
yang sama dari wawancara sedihnya tu kenapa sering dimarahi
sebelumnya. sama mamah (P2)”, “ya sedih (P3)”.
Namun untuk jawaban respon perilaku
HASIL PENELITIAN 2 partisipan mengatakan hal sama
yaitu menangis dan 1 partisipan
mengatakan mendengarkan. Hal ini
Partisipan dalam penelitian sesuai dengan pendapat partisipan
ini berjumlah 3 murid yang sedang yaitu “mendengarkan kak (P1)”, “ya
duduk di bangku kelas 5 SD dan
terus nangis sendiri kalo pas dimarahi
berusia (6-11 tahun) di SD Negeri 02
mamah ya nangis takut (P2)”, “nangis
Ngaliyan Semarang. Partisipan 1
kak (P3)”.
yaitu An.Y berjenis kelamin laki-laki,
partisipan 2 An. S berjenis kelamin
perempuan, partisipan 3 An. N Tema 4 cara/bentuk VERBAL ABUSE
berjenis kelamin perempuan. Peneliti Dari ketiga partisipan dua lainnya
telah mengidentifikasi yang terdiri mengatakan mendapatkan perlakuan
dari 5 tema, 12 kategori dan 29 kata intimidasi berupa dibentak hal ini
sesuai dengan pendapat partisipan
kunci.
yaitu “bentaknya agak keras
mungkin ada kata-kata yang bikin
Tema 1 Pelaku VERBAL ABUSE
kepikiran gitu (P2), “ya kadang kalo
Dari ketiga partisipan semuanya
mengatakan pelaku verbal pas marah sukanya bentak (P3)”.
abuse Untuk kategori merendahkan anak
tiga dari 2 partisipan mengatakan hal
yaitu ibu. “ibu (P1)”, “mamah, ayah
pernah sih marah tai gak tiap hari yang sama yaitu mencela anak yaitu
(P2), “kadang paling galak mamah “kamu kok nakal to (P1), “kamu tu
(P3)”. gimana to jahilin adkmu terus, kamu
kok nakal to (P3)”.
Tema 2 Penyebab VERBAL ABUSE
Dari ketiga partisipan 2 partisipan Tema 5 akibat/dampak VERBAL
ABUSE
mengatakan karena tidak belajar dan
bertengkar namun 1 partisipan
15
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 12, No.1 Maret 2017
16
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 12, No.1 Maret 2017
17
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 12, No.1 Maret 2017
keadaan ini dapat berlanjut dengan jangka panjang yang terjadi dari
melalaikan anak, mengisolasikan kekerasan verbal pada anak adalah
anak dari lingkungannya/hubungan menimbulkan rantai kekerasan pada
sosialnya, atau menyalahkan anak keluarga. Hasil tersebut sesuai
secara terus menerus yang meliputi dengan hasil penelitian terkait yang
membuat perbedaan negatif pada sudah dilakukan oleh Munawati,
anak dan mencela anak. yaitu akibat lain dalam jangka
Akibat/dampak verbal abuse panjang yaitu anak yang
Berdasarkan hasil wawancara dengan mendapatkan kekerasan verbal dapat
partisipan ditemukan akibat/dampak melakukan hal yang sama kelak
verbal abuse meliputi gangguan kemudian hari terhadap anak-
emosi, pemalu, agresif, malas belajar. anaknya saat mereka menjadi orang
Hal ini sesuai dengan teori (Lestari, tua. Hal ini terjadi karena esensinya
2006) yang menyebutkan bahwa anak-anak merupakan peniru ulung
akibat dari verbal abuse yaitu (Munawati, 2011).
anak menjadi agresif seperti
komunikasi yang negative KESIMPULAN DAN
mempengaruhi perkembangan otak SARAN Kesimpulan
anak, anak akan selalu dalam Hasil penenelitian yang telah
keadaan terancam dan menjadi sulit dilakukan dilihat dari tujuan
berfikir panjang sehingga sikap yang penelitian tersebut yaitu untuk
timbul hanya berdasarkan insting mengetahui Pengalaman verbal
tanpa pertimbangn terlebih dahulu. abuse oleh keluarga pada anak usia
Akibatnya anak berperilaku agresif. sekolah di SD Negeri 02 Ngaliyan
Verbal Abuse biasanya tidak Semarang, diperoleh suatu
berdampak secara fisik kepada anak, kesimpulan bahwa pengalaman
tetapi dapat merusak anak beberapa verbal abuse oleh keluarga pada
tahun ke depan. Verbal Abuse yang anak usia sekolah seringkali
dilakukan orang tua menimbulkan dilakukan oleh orang terdekat
luka lebih dalam pada kehidupan dan khususnya ibu. Pengalaman anak
perasaan anak melebihi perkosaan. usia sekolah ketika mendapatkan
Menurut Soetjiningsih (2002), kekerasan kata-kata (verbal abuse)
dampak-dampak psikologis akibat adalah mengatai bodoh, nakal,
kekerasan verbal pada anak mencaci maki, marah-marah,
diantaranya adalah anak menjadi membentak si anak dan ucapan yang
tidak peka dengan perasaan orang kasar. Kekerasan kata-kata (verbal
lain. abuse) ini dilakukan oleh orang tua,
Selain itu, verbal abuse juga teman bahkan guru.
dapat berdampak pada anak menjadi Frekuensi dan lamanya anak
agresif, gangguan emosi, usia sekolah saat mengalami
perkembangan sosial terganggu, perlakuan verbal abuse rata-rata
Kepribadian sociopath atau mengatakan sudah mengalami sejak
antisocial personality disorder, dan lama dan kapan pastinya kejadian
menciptakan lingkaran setan dalam tersebut berawal. Namun ada pula
keluarga. Hal yang sama juga yang mengatakan bahwa pernah
diungkapkan pada penelitian dampak mengalami verbal abuse saat kelas 3
18
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 12, No.1 Maret 2017
SD. Berbagai macam respon anak dari segala bentuk kekerasan baik di
usia sekolah ketika mendapatkan rumah, di sekolah maupun
verbal abuse adalah ketiga anak lingkungan. Serta memberikan
tersebut merasakan sedih, menangis contoh berbicara yang baik tanpa
dan merasa takut. Dampak dari kekerasan verbal.
kekerasan verbal abuse yang dialami
oleh anak usia sekolah dalam Bagi penelitian selanjutnya terkait
kehidupan sehari-hari adalah dampak permasalahan anak usia sekolah
jangka panjang, anak menjadi agresif dengan pengalaman kekerasan kata-
atau mudah bertengkar dengan kata (verbal abuse) adalah sesuatu
teman, anak menjadi tidak percaya yang menarik dan kompleks
diri dan malas belajar. diharapkan dalam penelitian
selanjutnya dapat menggali
Saran pengalaman hidup seseorang lebih
Bagi masyarakat dan orang dalam lagi dengan metode kualitatif
tua diharapkan mampu menambah dengan pendekatan fenomenologi
pengetahuan parenting, serta orang sehingga dapat dinilai dengan lebih
tua mampu menghindari kata-kata baik lagi. Bagi Perawat diharapkan
kasar dan dapat memilah-milih mampu bekerja sama dengan
komunikasi kata-kata yang baik pada lingkungan maupun masyarakat luas
anak. Hal ini dilakukan sehingga khusunya bagi orang tua serta
tidak terjadi kekerasan kata-kata memberi informasi dan pengetahuan
(verbal abuse) pada anak-anak yang tahapan perkembangan anak, pola
nantinya akan berdampak buruk bagi pengasuhan dan komunikasi yang
anak. baik terhadap anak. Sehingga tidak
Bagi Institusi Pendidikan memicu adanya kekerasan verbal
diharapkan hasil peneitian ini dapat oleh keluarga.
dijadikan sebagai referensi dan
informasi tambahan mengenai teori DAFTAR PUSTAKA “Study
verbal abuse yang seringkali terjadi Arsih, F.Y. 2010
namun tidak disadari oleh orang tua. Fenomenologis kekerasan
Selanjutnya bagi guru dapat kata-kata(verbalabuse)
memberikan pemahaman kepada pada Remaja”. Skripsi.
guru maupun orang tua bahwa Semarang. Universitas
pengalaman mendapatkan kekerasan Diponegoro.
kata-kata (verbal abuse) saat masih Choirunnisa. 2008. Dampak
kecil akan mempengaruhi kekerasan verbal pada anak.
perilakunya saat menjadi orang tua, Diambil dari okezone online.
sehingga di-harapkan orang tua atau Diaskes dari
guru mampu memilih kata-kata yang [Link]
tepat saat berkomunikasi dengan Dawis, H. 2006. Emosi-Penjelajahan
anak agar verbal absue kelak tidak Religio-Psikologis tentang
terulang kembali pada generasi Emosi Manusia dalam Al
selanjutnya. Guru bekerjasama Qur’an . Jakarta: Erlangga.
dengan orang tua dalam proses Fataruba, P.N, Purwatiningsih, S &
pendidikan anak dan menjaga anak Wardani, Y. (2009).
19
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 12, No.1 Maret 2017
20