0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
357 tayangan28 halaman

Modul Interpretasi Tes Grafis

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut merupakan laporan hasil tes grafis menggunakan metode Baum, yang memberikan penjelasan tentang indikasi kepribadian berdasarkan ciri-ciri gambar yang dihasilkan. 2. Ciri-ciri yang dinilai antara lain ukuran, lokasi, kualitas garis, dan bagian-bagian dari gambar seperti mahkota. 3. Hasil penilaian ciri-ciri tersebut digunak

Diunggah oleh

Intan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
357 tayangan28 halaman

Modul Interpretasi Tes Grafis

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut merupakan laporan hasil tes grafis menggunakan metode Baum, yang memberikan penjelasan tentang indikasi kepribadian berdasarkan ciri-ciri gambar yang dihasilkan. 2. Ciri-ciri yang dinilai antara lain ukuran, lokasi, kualitas garis, dan bagian-bagian dari gambar seperti mahkota. 3. Hasil penilaian ciri-ciri tersebut digunak

Diunggah oleh

Intan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL INTERPRETASI-TES GRAFIS (DAP-BAUM-HTP-WARTEGG)

BY BEARTOPIA - 1:33 AM

LAPORAN GRAFIS

IDENTITAS
Nama : …………………………………………………………………………………
Jenis kelamin : ………………………………………………………………………….………
Usia : ………………………………………………………………………….………
Pendidikan : ………………………………………………………………………….………
Pekerjaan : ………………………………………………………………………….………
Tanggal tes : ………………………………………………………………………….………
Tester : ………………………………………………………………………….………

I. BAUM

KESAN / DESKRIPSI INDIKASI


DETAIL
A. Kesan Umum Mantap Kepribadian yang mantap, intelektual, perasaan dan
aktualisasi motivasi yang jelas.
Sempurna dan cepat Aktualisasi dorongan, yang sangat baik dan cepat.
Kabur, samar memudar Aktualisasi dorongan yang kabur, tidak jelas. Kurang
berani tampil dan menampakkan potensi diri, cemas
dan ragu-ragu, takut, tidak aman, tidak mantap,
kendali diri yang kaku didasari atas rasa tertekan dan
tidak mantap. Kendali diri yang kaku didasari atas
rasa tertekan dan tidak mampu, depresi dan kurang
bergairah, merasa tidak cocok, skizofrenik widrawal.
Sketsa/skets Perasaan cemas, takut, tidak pasti dan tidak merasa
aman.
Menggunakan pola atau Perasan terisolir
garis dasar (skema)
dengan garis terputus dan
ditekan.
1. Ukuran Besar dan dominan Paranoid
Sedang Normal
Kecil Secara hipotesisi subyek merasa kecil sehingga
kurang berani, represi, inferior, rasa tidak mantap,
kurang bersemangat menghadapi tugas, persoaalan,
tantangan. Merasa kesempitan, penarikan diri suka
menonjolkan ilmunya, kecemasan, ketergantungan
emosional, rasa tidak aman dan merasa dibatasi. Ego
yang terdesak.
2. Lokasi Cenderung ke kiri Ke arah aku (ego), dipengaruhi oleh masa lampau,
introvert, subjektif, terlalu meng-hubungkan segala
sesuatu ke dalam dirinya, senang menimbang dirinya,
sukar dipengaruhi, senang menyembunyikan
problem.
Cenderung ke kanan Ekstovert, Orientasi ke arah masa datang, Lebih
terbuka, Lebih objektif, Lebih mudah dipengaruhi
dunia luar.
Cenderung ke bawah Mudah di dominasi oleh drive nya (ketidak
sadarannya)
Cenderung ke atas Penuh dengan dunia ide, imajinatif, intelektual,
kesadaran yang over indi-vidual.
Cenderung di tengah Mudah mengadaptasi pada hal-hal yang riil/nyata,
(centrum) Adanya kesadaran individuil, cenderung kearah yang
lebih objektif, Sphere dari ego yang empiris, banyak
mendasarkan dari yang empiris
3. Kualitas garis Tekanan sangat kuat Enerjik, gangguan organis, kepribadian anti sosial,
dalam. ketegangan yang ekstrim, asertif dan
ambisius. Membatasi tindakan yang menimbulkan
stress. Kemungkinan paranoid, psikopat atau metal
defisiensi.
Tekanan kuat, berat Dorongan kemauan vitalitas dan energi yang kuat
tendensi agresif dan sadis. Sikap tegas.
Tekanan lemah ringan Dorongan, kemauan, vitaliats dan energi yang lemah.
Konstan Kondisi katatonik (dalam setting
scizoprenia). Kemungkinan retarded
Tekanan variatif Sifat agresif, pribadi yang fleksibel, kemampuan
adaptasi yang baik, dorongan tidak konsisiten, cemas,
impulsif, mudah fsustasi, emisi tak stabil,
histeris. Immature dalam emosi, juga tidak stabil,
pemurung, perasaan tegang, rasa tidak aman.
Kualitas garis Lancar Aktualisasi dorongan lancar tanpa hambatan
Fluktuatif Tidak tegas, berubah-ubah tidak stabil.
Bergetar Kurang dapat mempertahankan
Bergerigi dengan sudut Bermusuhan
diberi tekanan
Berulang-ulang diganti Perasaan yang mudah berubah, aktualisasi potensui
yang mengikuti perasaan.
Putus-putus (sketsa) Perasan terisolir, anxiety, tidak aman.
Garis samar Khawatir akan neurotik, katatonik, scizofrenia,
scizoprenia menghindar, dan scizoprenia kronis.
Garis tegas Ambisius pada dorongan.
4. Penyelesaian Relatif sistematis Keteraturan dalam berpikir, kontak dengan realitas
baik.
Tidak sistematis Gangguan proses berpikir, tidak sistematis. Awal
mula muncul psikopat.
B. Bagian-bagian
1. Mahkota Seperti dengan daun Berbakat dkoratif, tajam dalam pengamatan, butuh
nyata pengakuan, suka dipuja dan pergaulan lincah
Mahkota yang tertutup Banyak fantasi, Kurang konstruktif, Mempunyai
interest yang kurang diferensiasi
Mempunyai sikap yang naif (asli), Takut menghadapi
realita dan kurang produktif.
Berombak tapi tidak Jiwanya hidup, Mudah bergaul, Lemah lembut.
seperti awan
Mahkota yang digambar Mudah nervous, Mudah terganggu, perasaannya,
bergetar Mudah ragu-ragu dan mudah takut
Dahan Tertutup, Kurang jujur, Takut bergaul
terselubungi crown
Batang tampak dalam Tertutup, kurang jujur, takut bergaul
mahkota (tetapi tidak
jelas)
Batang tampak terpisah Tendensi ragu-ragu didalam menghadapi realita,
didalam mahkota dengan Mudah mengingat perasaan orang lain, Takut
disertai mahkota yang menyakiti hati orang lain, Cenderung diplomatis,
terpisah-pisah Kurang memperhatikan maksudnya yang sebetulnya
Mahkota seperti daun Sifat curiga, Berhati-hati sekali, tertutup
pisang (tetapi bukan daun
pisang)
Mahkota seperti kipas Regresi, Mudah bertindak kasar (hantam kromo),
Kurang pengalaman, Suka kebutuhan yang
mengenakkan, Cenderung malas, Konsentrasi
kurang, Kurang tenang
Kurang pengalaman, Kurang ajar.
Unter-unter menjadi Narsisme (perhatian terhadap dirinya sendiri besar),
kecil Mudah bosan (mudah pindah-pindah) tapi aktivitas
keluar tidak ada
Mahkota yang ruwet Kegelisahan, Motorik, Suka bicara, Ringan hati,
seperti lokan/krul Mempunyai sikap yang menyenangkan, gembira,
Banyak humor, tapi daya tahan lemah.
Bila terlalu ruwet sekali Jiwa bergolak, Tidak aturan, Tak mempunyai
kemauan, Pikiran kacau, Kurang sistematis, Tidak
stabil, Konsentrasi juga kurang, Tidak senang
bergantung, Intelegensi tinggi / psikopat, retardasi.
Bergantung Tak ada kemauan, Kurang agresif, Tak dapat
memutuskan sendiri, Sukar menghilangkan perasaan
sedih, Depresi sukar diatasi
Mahkota seperti nyala Kurang dapat membedakan, Kelemahan intelek,
api terbuka mungkin embisil, debil dan, sebagainya, Sering lupa
inti persoalan, Mudah melamun, Mudah dibelokkan
perhatiannya, Kontrol diri yang kurang
Seperti nyala api yang suka menggertak, suka berlagak, suka main
tertutup dan lebih ruwet sandiwara, tendensi pikiran suka mengembara.
Seperti asap dan ruwet suka menggertak, suka main sandiwara, berlagak,
dengan dahan berbelok pikiran mengembara.
Yang dibentuk tendensi pandai membentangkan sesuatu, perasaan
dengan shading mudah dipengaruhi, suka melamun, gejala pasif /
lemah – kurang enerjik, mudah nervous, kadang-
kadang depresif tanpa alasan, suka warna.
Digambar tipe depresif, banyak problem pada emosi, suasana
dengan shading yang hati tidak hidup, mudah dipengaruhi.
hitam dan ruwet
Seperti cemara dengan tendensi tidak ada kemauan, kurang agresif, kurang
samping bagian bawah mampu mengambil keputusan, mudah diliputi sedih,
tergantung tendensi depresif.
Berat ke kanan Keinginan untuk merasakan sensasi, berkuasa,
menyombongkan diri, modis, [Link]
Mahkota yang berat ke Introvert, pendiam tapi perasaannya dalam,
kiri cenderung menolak dunia luar, egosentris
mudah tertekan/ depresif.
Seimbang antara kiri dan Narsisme, ada keseimbangan dalam jiwanya, tapi
kanan kurang luas, over estimate terhadap dirinya sendiri.
Crown yang digambar ketidakpastian dalam suasana hati, ketidakpastian di
dengan titik-titik dan dalam vitalitasnya, juga, cara kerjanya (bukan
bentuk yang tidak tetap bekerjanya), mudah cemas.
Crown yang beringgit- lebih mengutamakan penampilan diri (performance),
inggit (seperti tangan) penyesuaian agak sukar, selalu memperhatikan tata
cara pergaulan
Yang didalamnya diberi pribadi yang tertutup tapi cenderung oposisi dan
tanda silang sukar di dalam menyesuaikan diri
Centripetal (banyak tendensi konsentrasi baik, cepat dalam mengambil
lingkaran didalamnya) keputusan, mempunyai satu tujuan yang pasti,
keadaan diri yang tertutup tabah dan ulet, sukar
kontak atau cenderung menolak, sukar dipengaruhi,
kemampuan berdiri sendiri
Centrifugal Agresif, ada usaha kuat atau besar dorongannya
untuk bekerja, kurang ada penyaluran dengan baik
sehingga kurang mempunyai tujuan, cenderung
inisiatif banyak tapi tidak tetap di dalam bekerja
(beda dengan no. 19 )
Crownnya saja tanpa mudah menonjolkan diri, narsisme, banyak aktivitas
batang yang kedalam, introvert.
Crown hanya digambar cenderung regresi, dan dangkal, kurang cerdas,
garis-garis tingkah lakunya seperti anak dalam masa trote, tidak
ada ketenangan, tidak ada tujuan yang pasti,
menentang, mudah keras kepala, agresif.
Crown yang keriting vitalitas yang cukup, dorongan yang cukup
cepat menyesuaikan diri, cenderung suka humor
tetapi kadang kurang realistik, lebih mengutamakan
hal-hal yang lahiriah, sering menonjolkan diri,
mudah untuk improvisasi
Seperti benang ruwet ada keinginan untuk berproduksi banyak, dalam
orintasi kurang baik, sehingga mudah menimbulkan
kesalahpahaman dalam penyesuaian, konsentrasi
lemah.
Crown yang tersebar cukup dapat memisahkan antara rasio dan emosi,
takut akan realitas masa yang akan datang, kurang
prinsip, pendirian mudah berubah (bunglon), selalu
menyembunyikan sesuatu, kurang dapat bertindak
agresif pada saat tertentu
Vlekkon / bagian-bagian perasaan rendah karena mengalami sesuatu yg
yang kosong menyebabkan tujuannya tidak tercapai
Gepeng merasa dirinya tertekan dari luar, menurut
rasa diri tidak bebas. perkembangan tertekan, merasa
diri dirugikan
Arah streep (garis lurus) tendensi sebagai pengikut, sugestibel
ke kanan suka bekerja, pandai menyesuaikan diri
rasa sosial yang baik
Arah streep (garis lurus) Introvert, Meditasi, Kurang ikatan
ke kiri Mudah tersinggung
Streep seperti tertiup Merasa dikejar waktu, Tak punya pegangan
angin ke kanan
2. Dahan Tidak ada / terlupakan Kelemahan dan tidak mendapatkan kese-nangan
melalui hubungan interpersonal, tidak puas bergaul &
bergabung dengan orang lain.
Dahan seperti pipa yang Tendensi adanya keinginan yang masih ingin dicapai,
tidak tertutup Ada keinginan berprestasi dan kerja sebanyak
mungkin, Kurang dapat menentukan sikap, Tidak ada
kepastian dalam menghadapi lingkungan
Dahan terbuka tersebar Menjalankan banyak kegiatan tetapi tidak menentu,
Tidak tetap cara kerjanya, Mudah terpengaruh
Dahan yang tersebar Tidak mempunyai ketetapan diri dalam bekerja atau
berpikir, Mudah dipengaruhi, Impulsif, Oposisi,
Mudah konflik diri.
Dahan tersebar Skizophrenia
bertentangan
Dahan tersebar sekali dan Suka oposisi, Ekplosif, Mudah terkena konflik
tak teratur
Dahan yang makin Mempunyaikemampuan mengsikronisasikan masa
mengecil lalu dan masa yang akan datang, Mudah
menyesuaikan diri dengan lingkungannya
Digambar sampai yang Sangat peka, Daya reaksi tinggi, Indera halus
terkecil
Harmonis dan kecil Ringan hati, ‘Nrimo’, Kurang dinamis
Tidak teratur dan kecil Reaktif, Gelisah, Mudah dikacau.
Susunan sembarang Mudah lupa, Tidak suka berpikir, Sifat kekanak-
(kacau) dan kecil kanakan, Suka melamun, Tidak dapat mengendalikan
diri, Sifat malu.
Bersambung–sambung Debil, Rajin tapi tidak efektif, Tidak dapat,
seperti pohom kaktus menyesuaikan diri, E ilepsi ( lengket )
Dahan yang makin Ekstrovet, Kasar, Vital, Prestasi kuantitatif
membesar (melebar) Kemauan besar, Ingin memegang peranan
Ingin mengalami sensasi
lurus sekali dan sejajar Kelihatannya menurut tapi kepala batu, Kurang
penyesuaian diri, Tidak terbuka, Jiwa yang kaku,
Jalan pikiran terang dan jelas
Dahan yang tersebar Sulit menyesuaikan diri, Selalu menuruti keinginan
dalam mahkota sendiri tapi kurang punya tujuan
Dasar pikirannya yang dangkal
Dahan yang dekoratif Sistematis, Tradisional, konservatif, disiplin dan
dan simetris sikap yang kaku, mau menangnya sendiri dan kepala
batu, cenderung lebih praktis daripada teoritis ( bakat
teknis )
kemampuan konstruktif
Dahan yang terputus – tidak mempunyai kestabilan, sifat ragu – ragu,
putus / bergerigi / tidak kurang baik daya abstraksinya dalam konsentrasi /
jelas berpikirnya, hambatan kontak sosial
Dahan yang berkelok – cenderung diplomtis
kelok mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan
disiplin diri yang kuat
mudah tegang dan konflik diri dengan lingkungan
yang dianggap sebagai musuh
konflik dirinya ingin disalurkan dengan dorongannya
Dahan yang merupakan gelisah
garis – garis mudah berubah dari sedih ke ketawaa
dalam crown dan ada akar gantung menunjukan sifat dependent
akar gantungnya
tidak ada variasi kurang dapat menyatakan diri
regresi
retardasi
debil
tak self standing dalam keputusan
dahan yang dipotong hambatan perasaan ( remming ) karena adanya
traumatis masa lalu
kurang percaya pada diri sendiri
cenderung regresi
adanya konflik
ingin berkuasa
merasa dirinya di rugikan
merasa tidak mengerti
tidak berterus terang
menarik diri
simbol pubertas
nasib yang kurang enak
dahan yang bersilangan sering membuat masalah dengan lingkungan
selalu ada konflik antara perasaan dengan pikiran /
ambivalensi
kontrol diri yang kuat
mudah menyesuaikan diri tapi menimbulkan problem
ingin menonjolkan diri tapi self kritik kurang, juga
kalau dikritik orang lain tidak terima
jalan pikirannya tak terang
dahan yang mengarah ke introvet
bawah dorongan yang lemah
tak punya daya tahan
keinginan tapi tak dapat dilaksakan
depresif dan biasanya terdapat pada orang yang
frustrasi
dahan yang ke bawah sifat yang ekspansif
yang diimbangi dengan dorongan yang kuat untuk menyalurkan
batang yang besar keinginannya
dahan yang ke bawah ekstrim untuk abnormal, adanya waham kebesaran
yang diimbangi dengan keinginan terlalu banyak tak disertai dengan
batang yang kecil kemampuan
arah ke atas rajin dan tak kenal batas
vital aktif
ke kanan atas religius
3. Batang Digambar Licin Sensitif tetapi tidak mudah menimbulkan masalah.
Digambar Kasar Sensitif, Setiap rangsang diterima mudah
menimbulkan problem. Misal: mudah marah

Bentuk T Merupakan bentuk awal pada anak-anak, kurang


cerdas, cenderung dikendalikan/pada, segi naluri
(sangat instingtif), sehingga vitalitas kuat, jadi
banyak dikendalikan oleh segi naluri
Bentuknya membengkak adanya hambatan dalam afeksi
adanya need yang tak dapat disalurkan/tersalurkan
mempunyai dorongan yang kuat tetapi tak disertai
adanya kemampuan
Bentuknya keroak adanya guilty feeling yang besar, sehingga ada
kecenderungan rasa minder / rasa rendah diri
pernah mengalami trauma
Bentuknya seperti konkrit dalam menghadapi sesuatu
kerucut cenderung statis
gejala retardasi
ada kemungkinan lambat dalam belajar
lebih praktis tapi sangat teoritis (motorik agak kasar)
Batang menerobos kroon primitif, rigid
vitalitas kuat tetapi kurang godiferen
sangat instinktif
lebih bersifat praktis
ada gejala retardasi
remming untuk mengembangkan bakat
kurang mampu untuk mengobyektifir sesuatu yang
primitif
Batang menonjol trauma atau kesukaran yang dirasakan benar-benar
biasanya sesudah sakit atau kecelakaan berat
(dirasakan subyektif)
Batang berkelok-kelok levendig, hidup, lincah
dinamis
mudah menyesuaikan diri, juga mudah terpengaruh
diplomatis
Batang digambar sensible, sensitive, ikut merasakan suka dan duka
scribling (garis muter- tidak mengetahui batas antara aku dan dia
muter) (kehilangan pribadi sendiri
Batang berbelok-belok berpegang teguh pada prinsip,sering menentang
hatinya sendiri, mempunyai sifat malu-malu,
kemauan yang tegang, Pathologis: Obsesi neurosa,
tertekan, tegang, tertutup, tak dapat menyesuaikan
diri, rasa takut yang besar, regresi
Terbuka ujungnya Serba ingin tahu, tidak terang tujuannya, tidak dapat
memutuskan sesuatu, tidak mau mengikat diri, daya
cipta kurang, mudah marah.
Ditumpuk-tumpuk sampai umur 13 tahun : normal, 13 th : ke arah debil
daya kombinasi kurang, tak logis, tak ada
pertimbangan
kurang abstraksi, ganti-ganti pekerjaan, tanda
nervous
jiwa belum dewasa, tidak terbuka
Diganjal/ada bentuk perlindungan, ragu-ragu, kebutuhan untuk
penolongnya dipimpin, tidak dapat berdiri sendiri, tak percaya
pada dirinya sendiri, keadaan jasmani yang lemah
Digambar tiga dimensi bakat baik, mempunyai idea yang baik, originil
percaya pada diri sendiri, kurang diplomatis
Konturnya terputur-putus Batang yang terputus-putus
Batangnya ada noda/flek Batang yang disertai flek/noda hitam yang tebal
hitam yang tebal
Batang yang terkelupas Traumatis , tendensi menarik diri dari lingkungan
kulitnya atau berlubang dan cepat cemas.
Shadow di kanan kemampuan kontak baik
penyesuaian diri baik
Shadow di kiri mudah melamun, cenderung introvert, ingin
mengeluarkan perasaan
Shadow Dimential - intelligentif
Shadow Penebalan timbunan efek, sifat malu, tegang, remming,
verstoping (tertutup),verdringin (terdesak
Condong ke kiri tidak secara terang-terangan
tertekan
menekan perasaannya sendiri
terikat pada masa lalu
keras kepala
kadang-kadang malas
sikap defensif
Condong ke kanan ekstrovet
penyesuaian baik
sugestible
mudah dipermainkan
suka menolong
Permukaan batang Impulsif, cepat nervous dan tidak sabar, mudah
terputus-putus tersentuh perasaannya, nervous namun tidak
mendalam. Kecenderungan ekstrovert. Sikapnya
tidak pasti, sulit diperkirakan mudah berubah-ubah,
tidak stabil perasannya. Sombong. Kesukaran dalam
berpikir dan berkonsentrasi.
4. Stem basis Seimbang Hambatan dalam perkembangannya, ke-sukaran
dalam belajar, pelan tapi pasti
Melebar ke kiri remming untuk menghadapi sesuatu
terikat pada hal yang lampau
lambat dalam
kleverto : tak dapat melepaskan dari sesuatu yang
dikerjakan
melebar ke kanan perasaan segan atau takut terhadap kekuasaan
mudah merasa tidak percaya
hambatan di dalam kerja sama, kepala batu, ragu-
[Link].
Stem basis nampak praktis daripada teoritis
seimbang dan akar kurang pandangan yang luas
tampak di atas tanah kurang pengertian terhadap globalitas
serta grongsong tergesa – gesa ingin segera berbuat ( impulsive / id )
5. Akar Tidak digambar Normal
Digambar (pada orang Belum tercapainya tingkat kedewasaan yang baik
dewasa) Sedang mencari pegangan
Ada kelemahan dalam dirinya terutama kemauannya
Terikat pada hal – hal yang konservatif / tradisioanal
Banyak dikendalikan oleh hal – hal yang a sadar
Atatis
Sukar melepaskan diri dari problem yang dihadapi
Kadang – kadang double life ( mendua )
Menuruti hawa nafsu
Akar tunggal debilitas (primitif) dalam arti luts principlenya bukan
berdasarkan intelegensi, serta ada kecendrungan
abnormal.
Akar double Normal
Akar digambar kelihatan sifat yang primitif ( freud )
banyak dipengaruhi ketidaksadaran
terikat pada insting
terikat pada tradisi ( childish )
Akar nampak dan lebih intelegensi rendah
dalam ke tanah sukar bergerak ( kurang kreatif )
konservatif
Akar di gambar tidak hambatan perkembangannya terutama belajar dan
penuh ( tidak gathuk ) kesulitan lain yang menghambat perkembangannya
memanifestasikan bakat yang ada
Akar yang lebar pada hambatan perkembangan ( seperti di atas )
stem basisnya sebelah kurang reaktif terhadap rangsang
kiri (stem basis : yang terikat pada masa lampau
menghubungkan akar terikat pada ibu
dgn batang )
Akar nampak / muncul di sifat primitif ( freud : das es ), impulsive, statis
atas tanah yang di hidup dalam mendua (belum ada pegangan)
gambar oleh orang
dewasa
Akar yang muncul dan ada konflik yang belum terselesaikan
berbelit – belit
Akar yang tergantung dependensi yang besar
sseperti buah (ekstrim
lagi kalau ditambaah akar
gantung dari daunnya
yang turun)
6. Lain-lain Proporsi dengan titik Mencurahkan pada fantasi, bayangan, cita-cita,
berat pada puncak ambisi ekspansif, idealisme, tendensi ke
arah geestelijkheid, titik berat pada keinginan, ingin
berkuasa, zelf-bewusizijn, angkuh, sombong, mudah
antusias, fanatis, merasa penting, gila hormat, kurang
nyata, tidak mendalam.
Menitik beratkan pada Sangat intuitif
Stem (panjang sekali) Hidupnya terutama didasarkan pada a sadar
Tertarik pada hal-hal yang nyata
Perasaan atau emosinya mudah bergerak, sensitif,
sensualitis, kurang kesadaran.
Negatifnya: remming in de ontwikkeling ( belum
masak, ada hambatan dalam perkembangan), infantil
Dominan Daun Superego yang berkuasa, Intelektual
Ide-ide, Fantasi, Norma-norma dsb
Dominan Batang Realita, Prinsip Mengakuai yang nyata (didominir)
Dominan akar Id, Drive yang berkuasa
Pohon, sarang, dan telur Berani bergaul
burung suka mengkritik/mengajak
Humor yang menyakitkan
Agresif yang sinis
Pohon dan buah Wajar pada anak-anak, sedang pada dewasa:
Tajam dalam pengamatan
Sombong
Mudah mendemonstrasikan sesuatu kemampuannya
atau mempertahankan kedaulatan.
Impulsif dalam keputusannya
Sering membesrkan realita
Regresi kearah pubertas
Ingin lekas mencapai tujuan
Kurang riil dalam menghadapi masalah
Butuh sanjungan
Suka melanggar peraturan
Sering membesar-besarkan kenyataan
Bila buah tersebut seperti buah Nangka (misalnya)
disamping itu digambar buah jenis lain yang
bentuknya beda, ini adalah sifat ekstrim dan punya
indikasi :
Regresi/kekanak-kanakan
Belum dewasa
Tidak dapat menerima realita
Pohon, Adanya traumatis
Buah/Daun/Bunga yang Kehilangan sesuatu
berguguran Sifat putus asa dan depresif
Biasanya perasaan mudah tersinggung
Kurang tabah
Kurang tekun/sensibel
Melepaskan suatu tujuan
Buah yang tidak karuan Debil
tempatnya Agresif
Pohon yang dikelilingi Kurang percaya pada diri sendiri
Rumput Rasa tergantung
Kurang diakui lingkungan
Gambar pohon Banyak Orang yang kaku dalam perasaan
dan simetris Emosi tidak stabil
Ada gangguan intelek
Sukar mengambil keputusan
Keinginan agas tidak diperhatikan oleh lingkungan
atau orang lain
Pohon dan matahari Individu butuh bantuan atau penerangan karena
keraguan dalam dirinya.
Pohon yang tinggi Intelegensi baik tapi kurang evektif
Banyak Shading Ragu-ragu dan pikiran ruwet
Kroon dengan batasan Menutup diri
yang jelas Kurang menyesuaikan diri dengan dunia sekitar
Daun yang jatuh Putus asa
Melepaskan sesuatu
Trauma di Stem Kejadian yang menggoncang
Rumput Rasa dependent yang tidak diakui
Bayangan/Shading Tiga dimensi Rasional, fantasi (khayalan). Intelektual (berisikan
ide-ide kreatif).
Dua dimensi Dipenuhi perasaan dan emosi berupa fantasi
emosional (khayalan).
Terarah arsirnya Perasaan yang peka, agresi yang ditekan.
Tidak terarah arsirnya Ada hambatan dalam diri, cemas dan stress, kinginan
beraktifitas yang mujncul tak terkendali,
Banyk arsirnya, kotor. tendensi pikotik, minay pada nak erotik.
Coretan diluar gambar Agresi ekstravert
Penghapusan Sedikit/ada Kecemasan, gelisah kecenderunga neurotis pada
konflik.
Sesekali Regresi .
Sangat banyak Ketidak mampuan memutuskan sesuatu, ketidak
puasan diri.

Kesimpulan:
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………
II. DAP

KESAN / DESKRIPSI INDIKASI


DETAIL
[Link] Umum Gambar orang muda Penghayatan tepat sesuai dengan usianya
Usia
Lebih muda dari usia Immature, tidak dapat menghayati
subyek perkembangan dunianya, fiksasi emosi pada usia
yang sama dengan figur yang digambar atau
mengalami regresi.
Sama dengan usia subeyk Penghayatan tepat sesuai dengan usianya
Lebih tua dari usia subyek Pengahyatan kehidupan yang melebihi usianya,
identifikasi pada orang tua
Aktif/pasif Duduk bersandar/berbaring Kelelahan emosional, kurang semangat dan
vitalitas lemah.
Duduk Ada hambatan kurang dorongan/motif. Merasa
ada pengurangan energi/vitalitas
Terhuyung-huyun, bingung Kemungkinan scizoprenia dini
Tidak ada gerak (seperti Merasa ada himpitan, menahan sesuatu kurang
orang mati) kaku sperti tegas, mempertahankan keterbatasan aktivitas,
mayat kontrol emosi kaku.
Lengkap atau Lengkap semua bagian Kecenderungan ekshibisionis, merasa mampu
tidak diterima secara sosial, keter-gantungan sosial.
Tidak lengkap Depresif, tidak mengakui kenyataan, tertekan
secraa neurotis, kurang dorongan berprestasi.
JK Jenis kelamin sama dengan Normal
subjek
Jenis kelamin berlawanan Menunjukkan kekaburan (confuse) di dalam
dengan JK subyek mengidentifikasikan dirinya. Individu
mempunyai sifat dependent yang kuat sekali
terhadap orang tua yang berlawanan jenis
seksenya.
Tampan/tdk Tampan Kepuasan/kemantapan pada diri sendiri.
Sangat tampan dengan Tendensi narsistis
perhiasan
Tidak Tidak puas atau tidak mantap pada diri sendiri
Sedih/gembira Sedih Perasaan sedih /tertekan
Gembira Bersemangat dan motivasi berprestasi
Kuat/tdk Kuat Deskripsi diri yang kuat, kalau
berlebihan=agresif
Loyo Deskripsi diri yang loyo
Formil/acak- Formil Terikat aturan dalam menyatakan diri
acakan
Acak-acakan Keterbelakangan mental, primitive cultural
origin, scizoprenia
Agresif Agresif
Pasif
Boneka Pasrah dan rela merasa dikuasai orang lain
Robot Depersonalisasi , merasa dikekang oelh kekautan
lain
1. Ukuran Sedang Wajar, normal
Kecil
Besar
Keluar garis
2. Lokasi Diatas (dewasa) Kurang kuat pegangan, kurang mantap,
berfantasi untuk nampak kuat. Mungkin takabur
atau tak mau tahu, mungkin optimis terhadap
kerjanya, memandang rendah terhadap orang
lain, tendensi kurang yakin akan dirinya.
Diatas (anak-anak) Kemauan cukup tinggi, potensi anak cukup
besar, antusias sekali, rasio baik (kadang-kadang
sampai kelewat batas).
Di tengah Memiliki adaptasi yang cukup baik, bersifat
egosentris, insecure dan rigid, berusaha kontrol
secara cermat.
Di dasar/di bawah Perasaan insecure dan tak pasti, berpikir pada
hal-hal konkrit/ berpijak pada realita. Kebutuhan
akan kepastian/depresif, kurang usaha, mudah
menyerah, di dominasi oleh asadar, kebutuhan
keseimbangan, kontrol, menunjukkan
keseimbangan, ketenangan kestabilan (secara
demonstratif).
Di kanan/cenderung ke Kontrol emosionil, berusaha keras untuk sukses,
kanan orientasi lingkungan/dunia luar, ekstrofert,
orientasi masa yang akan datang.
Di kanan atas Negativisme pada diri sendiri, agresif,
memberontak.
Di kiri/ cenderung ke kiri Dikuasai emosi, menekankan masa yang lalu,
tendensi impulsif, self oriented, depresif tapi
banyak frustasi, introfert, bayak dikendalikan
ketaksadaran.
Di bawah sebelah kiri Dikuasai emosi, menekankan masa lalu, tendensi
impulsif, self-oriented, intro-vert, banyak
dikendalikan ketidaksa-daran, depresif.
3. Kualitas garis Konsinsten Penyesuaian diri baik
Kabur Kurang berani tampil dan menyatakan diri,
cemas, insecure, ragu, takut, tidak pasti, kontrol
yang rigid yang didasari oleh rasa tertekan dan
kurang mampu berkarya, depresif, kurang
mampu dan kurang gairah, intelektual dan
introversive, spirituil.
Tebal Penuntut, menguasai, menentang keku-asaan,
dorongan bermusuhan, yakin diri, anxiety,
tegang, kerusakan otak organis, manic
Tipis Ada hambatan berhubungan dengan lingkungan,
biasa nampak pada tendebsi skizoid.
Tenanan berubah-ubah Tak stabil, impulsif, mudah frustasi, histeris atao
siklotomik.
Tipis dan patah, tidak tetap. Ketakutan, tidak aman, tidak pasti.
Keriting, patah berulang Tendensi skizoid alkoholik
disertai tekanan ringan.
Seperti gergaji Kecemasan, kontrol motorik, rendah, kurang
dapat mencapai keseimbangan.
Gambar terdiri dari garis- Perasaan tak aman, ingin diakui kelompoknya,
garis dasar
Koordinasi jelek Tegangan yang muncul, cemas, mungkin
kerusakan otak.
Garis tebal, kotor, shading Adalah hal biasa untuk anak kecil, anxiety
berlebihan. neurotics, psikotis,
Gambar sketsa anxiety, tidak tetap, insecure.
4. Penyelesaian Sistematis Keteraturan dalam berpikir, kontak de-ngan
realitas yang baik
[Link]-bagian
1. Kepala Digambar tidak lengkap Tendensi hambatan dalam hubungan sosial,
(tanpa alis, mata, dll.) neourotis.
Agak besar Ada kemungkinan gangguan organis (misalnya,
orang sering sakit, kerusakan otak, kemunduran,
tendensi hipokondriasis, intelegensi kurang,
pikirannya melayang (over) pada paranoid,
terlalu membanggakan intelek, penekanan pada
fantasi (pada anak-anak) aspirasi intelektuil
(mungkin disertai orandiosity), kurang masak
dalam instropeksi atau fantasi, simptom-simptom
pada kepala.
Kepala terlalu besar Tendensi aspirasi lebih besar dari pada
kemampuan .
Di gambar akhir Konflik dalam hubungan manusiawi, mungkin
ada kesulitan bicara.
Kabur/ tidak jelas Kesadaran pribadi , keraguan shy.
Kepala besar pada JK lain Opposite sex regarded as smarter or as possesing
greater social authority.
Bentuk kurang tepat Organicity
Aneh/ganjil Identifikasi feminin berhubungan dengan
narcisistik dan obsesif kompulasif.
2. Rambut Rambut botak (pada pria) Merasa kurang jantan,
Menekankan pada rambut infantil dan kemunduran dorongan seks,
sensuaitas kebutuhan seksualitas.
Menekankan rambut Lambang kejantanan, mungkin anxiety akan
(shaded) sensual needs
Perhatian berlebihan pada Nascistis, mungkin tendensi homoseks.
rambut
Rambut acak-acakan Immorality sexuil
Rambut pada bagian tengah Identifikasi feminin berhubungan dengan
nascistis, obsesive kompulsif,
Di ulang-ulang Suka menyerang
Rambut putih pada pria Merasa terhambat kejantanannya,.
Rambut pada wanita yang Regresi.
yang tidak ada pada pria
Penempatan rambut yang Tekanan/ tuntutan kejantanan
tepat
Rambut tipis atau tanpa Kurang jantan / tidak pasti
tekanan.
Rambut menyolok dan Sifat kekacauan pada individu
kacau
Gundul atau sedikit sekali Tendensi castrasi kompleks
Rambut gondrong Erotis protes/ kemungkinan ada konflik
Jambang, kumis, dan Keraguan pada kejantanan sehingga
rambut yang lain. kompensasinya jadi sok jantan , ketidak pastian
seksuil.
Rambut pada rahang Skizoid
Jenggot seperti kambing Ingin menunjukkan kejantanan dengan cara tak
wajar/ kurang wajar, indikasi artistik, anti sosial,
atau ada unsur-unsur skizoid.
Jenggot dengan tekanan Perhatian berlebihan pada kejantanan
shading
Jenggot/jambang yang di Mengingkari atau sangsi pada kejantanan .
tekankan.
3. Alis Tebal Wajar, normal
Teratur Sebagai hiasan, refleksi sikap kritis namun tidak
menentang, kecenderungan kehalusan budi
pekerti, kesopanan, cenderung menjaga,
memelihara
4. Mata Menekankan pada pupil Paranoia dan menampakkan fantasi, angan-
mata angan
Mata berbentuk bulatan Egosentris histeris, tidak masak, egosentris,
regresi
Mata benrbentuk bulatan Pertautan ide-ide, paranoid
dengan tekanan terkatup
Mata terkatup Paranoid
Mata terlalu kecil Ingin mencampakkan dunia luar (tak acuh), self
absorption.
Tidak melihat Emotional immaturity dan egosentris, kekanak-
kanakan, cacat mental tingkat ringan, biasa
unutk anak-naak yang masih muda, tergantung,
emosi datar, hambatan dalam membedakan
sesuatu.
Buta, terutup, tertutup topi, Tanda keengganann memperhatikan sekitar,
cekung mungkin suka bertengakar. Tendensi menolak
keadaan yang tidak menyenangkan , tendensi
menyatakan ketidaksenangan
Tebal, diberintekanan Bermusuhan dan mengancam, bersemnagat,
indikasi pamer terutama pada gadis,
hoimoseksual. Histeris egoistik.
Tajam, besar, disertai kepala Paranoid, unsur agresif, sadisme, ingin berkuasa
besar besar sekali.
Setengah tertutup Introfert, kurang kontak dengan dunia luar,
kontak sosila sangat kurang, terlebih bila tidak
digambar.
Mata digambar tanpa ada Kekanak-kanakan dalam perasaan Kurang masak
variasi (mis:egosentris)
Diberi kacamata Kompensasi dalam pergaulan karena merasa
mau terhadap konflik yang dialami
Mata sipit Kepicikan pandangan
Mata membelalak Rangsangan /gairah seksuil
Mata juling Pikiran kacau
Lingkaran bola mata besar, Rasa ingin tau hal dosa, konflik voyourism.
tetapi mata kecil.
5. Hidung Agak kecil Kemungkinan ada konflik seksual, takut pada
kastrasi.
Dengan lubang Kecenderungan agresif, diasosiasi-kan dengan
psikosomatis gangguan per-nafasan
Tidak digambar
6. Mulut/bibir Cekung Menerima dan membutuhkan ketergan-tungan,
pasif
Melengkung ke atas Psikosomatik pada pernafasan, memak-sakan
diri, berpura-pura sebagai kom-pensasi perasan
tidak menerima, ten-densi menunjukkan senyum.
Mulut besar (ditonjolkan) Biasa pada anak kecil, regresi, infantilisme (pada
dewasa)
Mulut di tekankan erotis oral , kebutuhan tergantung, tidak masak.
Mulut tebal dan lurus oral agresif, .mengkritik terus dapat dikatakan
sadisme
Bibir tebal dan melengkung sedikit feminin, narcistime (senang pada diri
pada gambar wanita sendiri)
Mulut bulat cenderung feminin
Mulut terbuka cenderung oral erotis, cenderung dependensi.
Mulut tertutup/terkatup Menutup diri tidak mau terbuka, menolak
ketergantungan, menekan permusuhan.
Mulut mencibir Menhina orang lian , agresif, bermusuhan,
mungkin karena perasaan tidak mampu dan
aman, independen
Mulut yang cekung lekuk Oral dependensi, ketidakmasakan psikoseksuil,
butuh perhatian.
Mulut cupit ban Erotismen remaja, narcistik, sombong, pada
gadis remaja)
Slash of mouth Kemarahan dan permusuhan, agresif, over kritik,
sadistik verbal.
Mulut mnegarah ke atas Memaksanakan diri, berpura-pura sebagai
kompensasi perasaan yang bisa menerima,
tendensi menunjukkan senyum.
Giginya kelihatan Oral agresif (suka mengkritik) tendensi
menyerang secara oral, sinisme.
Tetawa lebar Tendensi orang depresif dengan kompensasi
tertawa lebar.
Sangat kecil Menentang oral dependency, independent.
Mulut tidak Penolakan terhadap kebutuhan afektif, guilty
digambar/dihilangkan feeling, depresi, kontak verbal yang
terganggu(dengan lingkungan).
7. Telinga Penekanan/pembesaran Jika berlebihan mungkin halusinasi pendengaran,
pada telinga tendensi gangguan pengakit telinga, paranoid,
skizoid, tuna rungu, ketidaks tabilan rungu, ideas
of reference/keingintahuan yang besar, daya
kritik kurang, peka terhadap kritik/sikap orang
lan kerena neurotik ekstrim, paranoid, tendensi
konfik homoseksual pasif.
Teliga besar, mulut lurus Tendensi oposisi terhadap otoritas/atasannya.
dan tebal
Telinga lebar Peka terhadap kritik
Telinga kabur/tidak jelas Kesadaran pribadi goncang, keraguan
Telinga digambar akhir Konflik dengan hubungan manusiawi, mungkin
ada kesulitan bicara. Penolakan terhadap kritik.
Kurang tekanan Penolakan terhadap kritik, menolak pendapat
orang lain, menghindari halusianasi
pendengaran, lebih umum pada orang lanjut usia
dari pada orang muda.
8. Dagu ditekankan Kompensasi ketidak pastian , tak bisa
mengambil keputusan takut bertanggung jawab,
fantasi.
Melebih-leboiihkan dagu Kompensasi dari perasan tak mampu tak dapat
mengambil keputusan.
Perluasan dagu Adanya dorongan agresif
Tekanan pada dagu (pada Ketergantungan pada jenis lain
ganbar seks lain)
Jakun Menunjukkan sifat kejantanan 9tak disadari),
wajar pada remaja.
9. Leher Panjang dan tipis (kurus) Kurang mampun mengontrol dorongan ,
mungkin permusuhan,
Besar dan gemuk mungkin rigid, penggabungan impils yang baik
Satu dimensi Kurang mampu mengontrol dorongan dan nafsu.
Menghilangkan pangkal Sering membiarkan dorongan-dorongan dengan
leher kobtrol yang tidak cermat.
Ditutup dengan dasi dan Melakukan Kontrol intelektual terhadap impuls-
krah impuls atau dorongannya.
10. Bahu Lebar & besar Dorongan kekuatan fisik, merasa mampu
Pundak yang sempit/kecil Perasaan inferior, kurang mampu mencoba
mencari kompensasi.
Persegi Kaku dan bermusuhan, defensif terhadap
permusuhan.
Pundak satu sisi tal Ketidaks eimbangan emosi, konflik peran
seimbang dengan bagian seksualnya
lain
Pundak sering dihapus dan Kurang yakin pada kemampuan dan
diualang perkembanga dirinya
Proporsi dan bentuk pundak Lancar , felksibel, seimbang dan merasa mampu.
yang bagus
11. Lengan Lengan dan tangan yang Pandangan tidak pasti, scizoprenic depressi,
dihilangkan aktiviyas, rpoduktif, guilty feelings berhubungan
dengan permusuhan seksuil
Lengan tidak digambar Gangguan otak yang berhubungan dengan
sama sekali motorik
Digambar tidak seuai Konflik dalam kontak dengan orang lian, sifat
dengan tangan agresi, terlebih bila hal ini terdapat pada anak
umur belasan tahun, tendensi psikopat (pada
orang dewasa)
Lengan dilipat (sedekap) Ambivalensi, usaha nampak kuat, bermusuhan
dan seksualitas.
Dilipat di belakang Menolak dunia luar karena rasa curiga dan
bermusuhan.
Lengan pendek sekali Ambisi, kemauan lemah, merasa lemah, loyo.
Lengan yang kecil dan tipis Merasa lemah dan sia-sia /tidak berguna
Lengan seperti sayap Lemah, ada hambatan kontak sosial
Langan di belakang Guilty feeling, ingin menghukum tangan,
kebutuhan mengontrol agresi
Lengan dengan garis tebal Perasaan menghukum
Lengan yang luas/tebal Mengutamakan kekautan , mementingkan otot
daripada otak
Lengan yang panjang Ambisius, usaha untuk sukses, mengharapkan
perhatian dan kasih sayang.
Lengan yang sangat panjang Ambisi dan mencari kompensasi dari perasaan
tidak pasti.
Lengan yang nampak Melaksanakan interaksi sosial
meraih
Garis lengan yang langsung Siap berhubungan dengan lingkungan
dan lancar
Lengan yang nampak Butuh dorongan emosionil
terulur

12. Tangan/jari Tangan yang besar dan luas Usaha untuk kuat, ingin memperbaiki hubungan
sosial karena merasa tak pasti dan mantap,
biasa(nornal)unutk remaja dan orang muda.
Tangan dihilangkan Perasaan tidak pasti dalam kontak sosial,
perasaan tidak mampu, permusuhan dan seksuil,
guilty feeling dari sikap agresif.
Tangan dan jari yang Kesulitan dan ketidak sediaan dalam kontak
digambar akhir sosial.
Tangan yang masuk Menolak atau ketidaksediaan berhubungna
saku/dibelakang dengan sosial. Psikopat, ingion berhubungan
sosail tapi merasa kurang mampu, inferior, takut,
dll. (pasif). (biasanya ada kombinasi dengan
yang ada kancinya)
Tangan yang bergaris tebal Rasa bersalah, masturbasi, curang, merampas.
Tangan yang digamnbar Perhatian pada seksual, guilty feeling seksuil,
dekat genital menolak terhadap rangsangan seksual.
Tangan disertai dengan jari- Cenderung ke arah paraniod
jari yang jelas
Tangan disertai dengan Agresi terhadap/ sebagai penutupan terhadap
senjata (pisau, dll) kelemahan atau kekuarangan terhadap dirinya
(biasanya disertai dengan gambar kancing baju
yang jelas)
Jari yang disertai dengan Agresif dalam bentuk motorik, seperti robot,
kuku keahlian pekerjaan dengan lemah, pada anak
wajar, pada dewasa , kekanak-kanakan.
13. Tubuh Tubuh dihilangkan Penolakan terhadap impuls fisik, kehilangan
kebanggaan fisik, biasa digambar oleh anak-
anak.
Tubuh panjang dan kecil Karakter skizoid
Failure to close (tidak Kekurangmasakan seksuil
sambung)
Tubuh yang sangat kecil Menhindari dorongan fisik, perasaan inferior,
merasa kurangs ehat/kuat.
Tubuh yang sangat Kurang merasakan kepauasan fisik, mencoba
besar(lebar) menunjukkan kekuatan fisik.
Tubuh digambar dengan Menentang /nermusuhan dengan jenis kelamin
shading tebal pada jenis lain
kelamin lain
14. Paha Tanpa kaki Perasaan tertekan dan tergantung yang bersifat
patologis, tidak mampu, perasaan kastrasi,
kesulitan dalam menanggapi adanya dorongan
seksuil.
Panjang besar Berusaha mencapai otoritas, ambivalensi.
Pendek Merasa kurang [Link] mampu
Terpentang Menentang kekuasaan, bersiap
[Link] perasaan tidak aman yang
terpendam, kebutuhan untuk mendapatkan
keseimbangan.
Dicorat-coret Rigid, penolakan terhadap sesksualitas, menolak
pendekatan seksuil.
Loyo Merasa kurang mampu, tidak pasti, penurunan
kemampuan sehubungan dengan penambahan
umur.
Dengan bayangan/arsir tebal Kadang-kadang memberi gambaran
homoseksual, konflik dalam usaha menemukan
jati diri, menenkankan pada dorongan seksuil
(pada wanita).
Digambar pertama Kesedihan dan penekanann diri, ketidak
bahagiaan.
15. Kaki Gambar kaki secara simbol Traumatis, kontrol diri secara impulsif
Kaki dihilangkan Perasan tidak mampu, kurang efektif, sakit-
sakitan, tertekan.
Sangat kecil Tertekan, kontrol kaku terhadap seksualitas,
ketergantungan pada orang lain.
Sangat besar Kebutuhan yang besar akan rasa aman, butuh
banyak dorongan.
Kaki sangat panjang Berhubungan dengan seksualitas pria,
mengaharapkan kebebasan, depresif.
Kaki sangat dipentingkan Permusuhan yang ditekan,atau di kontrol
digambar munculnya
Kaki yang digambar Mencari pegangan dan menunjukkan kebutuhan
mengangkat untuk membebaskan diri dari kungkungan
tumit/berjingkat frustasi, ambisi yang kurang frustasi.
Digambar sangat teliti Obsesif
Bersilangan Ambivalensi
Kaki digambar Kurang yakin pada kemampuan melakukan
ditekuk/dibengkokkan sesuatu. Tidak sehat (pada gambarr yang dibuat
oleh anak)
Kaki digambar panjang Depresi karena frustasi aspirasi yang terlalu
dnegan telapak kaki kecil besar tapi kemampuan melaksanakannya
kecil/tak memadai
Kaki digambar terlalu Sifat kepala batu
pendek
Kaki ditonjolkan dengan Wajar bagi anak kecil, Tendesi infantil (bagi
memaki sepatu orang dewasa)
Bila kaki memakai sepatu Kompensasi terhadap dirinya yang memilki sifat
terlalu besar ragu-ragu.
Kaki digambar belums Vitalitas lemah
eslsai

Ruas kaki digambar jelas Skizoid.


16. Pakaian Digambar normal
Terlalu lengkap Narsistis (pemujaan terhadap pakaian)
Pakaian minim sekali Pemujaan terhadap fisik, introfert, self absorbed,
pemujaan terhadap perkembangan fisik, tendensi
suka berfantasi di dalam pergaulan sosial, kurang
berpastisipasi sosilal.
Tidak jelas antara Kurang mantap pada kekautan fisiknya
berpakaian atau tidak
Ada tambahan ornamen Kompulsif.
(dasi, alung dlll
17. Perhiasan Perhiasan Ada secara Mencari perhatian, menunjukkan penyesuaian
/ornamen mencolok yang bersifat psikopatik (kurang wajar) (bila
digambar wanita muda, lebih –lebih bila
ditekankan bagian seksuilnya)
Ada Dasi yang dikenakan Sering dihubungkan dengan agresi seksuil yang
dimunculkan, kurang masak seksuil.
Saku pada baju/celana Deprifasi afeksi, ketergantungan pada ibu.
Ikat pinggang Ada Ketergantungan
Saku digambar ditekankan Infantil, etrgantung dependent, kikir, suka minta,
kehausan kasih sayang dan perlindungan, usaha
mengatasi ketergantungan secara jantan,
ketergantungan oral, menekan kebebasan sendiri
(terutama pada wanita).
Kancing baju di bawah garis Ketergantungan pada ibu (egosentris)
tengah
Kancing baju sangat jelas, Ketergantungan, tidak masak , tidak pasti
menonjol, ditekankan.
Kancing baju dalam manset Sangat teliti, formil.
Sabuk ditekankan shading Kontrol kuat terhadap nafsu
kuat
Tanpa ikat pinggang Biasa, mudah menyatakan dorongan, tanpa
hambatan, sebaliknya mungkin menyatakan
kefleksbelan terhadap kontrolm seksuil.
Talis sepatu dan baju kusut, Obsesif kompulsif.
detil yang tidak perlu

Kesimpulan:
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………
III. HTP

KESAN / DETAIL DESKRIPSI INDIKASI


A. Kesan Umum
1. Lokasi Atas Keinginan terlalu tinggi / tenaga kurang.
Defens dengan cara (over) kompensasi.
Sikap optimis
Tingkat aspirasi tinggi.
Daya khayal tinggi,Kreatif.
Atas pojok kanan Keinginan menahan kejadian yang tidak
menyenangkan di masa lalu
Optimisme berlebihan terhadap masa depan.
Ada ambisi yang ingin diraih
Hambatan pada usaha mencapai keinginan dan
idealitas.
Atas kanan Hasrat untuk menekan hal-hal yg tidak
menyenangkan.
Optimisme terhadap masa depan.
Atas Tengah Sifat kekanak-kanakan.
pemalu, tertutup, menarik diri.
menghindari realitas.
Atas Kiri Menekankan rasionalitas, intelektual, religiusitas dan
etik yang pada dasarnya bersifat hambatan pada
keinginan dan idealisme yang tidak tercapai.
Kecenderungan regresi, cemas, kekanak-kanakan,
fantasi yang kuat.
Atas pojok kiri Tendensi regresi
Perasaan tak aman
Cenderung Psikotik.
Tengah besar Tendensi maniak, paranoid dengan waham kebesaran
Tengah besar dan lebar Memperkuat hipotesa tendensi agresif.
(garis kuat dan kotor)
Tengah cenderung Penuh dengan dunia ide, gagasan, abstrak imajinatif,
keatas intelektual rasional.
Kesadaran yang berlebihan secara individu
Perasaan puas akan fantasi.
Kanan orientasi pada lingkungan, ekstrovet
Perilaku relatif stabil
Berprinsip realitas
Orientasi kemasa depan
Negativitas : mungkin ekspresi kecenderungan
memberontak.
Kiri Orientasi pada diri sendiri
Impulsif, terus terang
Kemungkinan ekstravet
Orientasi perhatian lebih ke masa lalu
2. Posisi Orang lebih dekat pada Terikat, mencari perlindungan dan kebutuhan untuk
pohon lebih dekat dengan bapak.
Orang cenderung dekat Terikat, mencari perlindungan dan kebutuhan untuk
dengan rumah lebih dekat dengan ibu.
gambar yang tidak ada Daya abstraksi jelek.
hubungannya Hubungan emosi tidak ada / dingin.
gambar yang ada Daya abstraksi baik
hubungan baik Hubungan emosi hangat.
jarak berjauhan Perasaan yang tidak dapat didekati / tidak ada jalan.
Keinginan untuk melarikan diri.
Situasi dirumah diluar kemampuan subyek untuk
mengendalikan.
Perasaan ditolak atau perilaku menolak.
Jarak berdekatan Perasaan dalam hubungan interpersonal yang hangat.
Accessibility secara psikologis.
3. Proporsi ==lihatlah proporsinya - kecerdasan == baik, sedang, kurang ==
== - emosi ==lihat penampilan bagian-bagiannya,
peranan dalam keluarga ==
4. Komposisi ==lihatlah komposisi Lebih menghargai peran== Rumah: Ibu, pohon:
antar rumah, pohon, Ayah, orang: diri sendiri (ego)==
orang==
5. Penyelesaian Semua unsur lengkap Keluarga yang utuh.
Penekanan pada rumah Penghargaan lebih kepada ibu.
Penekanan pada pohon Penghargaan lebih kepada Ayah
Gambar pemandangan Adanya perasaan suka berkhayal
luas, dan HTP sebagai Kurang realistis.
bagian yang kecil saja
(atau menggambar yang
tidak termasuk
permintaan tapi
memasukkan hal-hal
lainnya)
[Link]-bagian
1. Pohon Kecil dan kering Fungsi ayah mengalami hambatan atau otoritas ayah
kurang.
Besar dan dominan Ayah menunjukkan sikap otoriter, menguasai, galak,
kurang memberi kesempatan, dll.
Pohon Perdu, penghias, Fungsi Ayah sangat lemah.
pagar, dll Ayah tak punya otoritas, tak punya keberanian,
kurang jantan, dll.
Pohon jamak Fungsi ayah sangat kabur, tak berharga, tak
dipercaya, dll.
Tidak ada gambar Ayah sudah tidak ada atau meninggal.
pohon
2. Rumah Kembar / banyak Fungsi figure Ibu yang kabur dan peranannya dalam
Kondisi umum keluarga relative kecil (barangkali karena ada ibu
rumah tiri).
Kembar dan kabur Ada kekaburan dalam peran dan fungsi Ibu.
Semakin banyak Semakin kecilnya simbolisasi peran dan fungsi Ibu.
Terlihat sebagian Unsur kesengajaan untuk menyisihkan peran dan
fungsi Ibu.
Besar dan bagus Peranan ibu baik, persepsi terhadap ibu baik.
Teliti Kecenderungan kecemasan
Rusak Figur Ibu yang sangat tidak menyenangkan subyek.
Ibu dalam melakukan perannya tidak berfungsi sama
sekali.
Jelek Figur ibu yang tidak menyenangkan subyek.
Kemungkinan ada kelemahan dari ibu dalam
melakukan peranannya (karena tidak memenuhi
seluruh fungsinya).
Tidak digambar / Menentang dan merasa tidak ada hubungan dengan
menolak keluarga (Depresi oleh suasana rumah) .
Atap Rumah Atap ditegaskan Memberi tekanan pada fantasi kepuasan, perhatian
berlebih pada kontrol fantasi
Atap jatuh tertiup angin. Perasaan berlebihan beban dengan kekuatan asing
yang tidak dapat dikendalikan.
Hanya bagian atap saja Pengguanaan fantasi yang ekstrim.
tidak ada rumahnya Kemungkinan Skizoprenia.
Diberi bayangan / shade Kecemasan akan sesuatu yang menekan dari keluarga
Dihilangkan Kepribadian yang sangat patologis.
Kemungkinan kemunduran mental (retardasi).
Genteng detil Kecemasan
Cerobong Asap Cerobong asap Kemunduran mental (retardasi).
rumah berbentuk persegi Regresi.
Kemungkinan ketakutan ketidakberdayaan ( fear
kastrasi).
Cerobong asap berasap Normal
tertiup angin kekiri dan Tekanan lingkungan.
kekanan (intens)
Cerobong asap berasap Pesimis
tertiup angina dari Perasaan tertekan
kanan ke kiri
Cerobong asap berasap Realitas patologis,
tertiup angin dari kiri ke Perlu diuji sebagai psikosis.
kanan
Pancuran hujan Pancuran Hujan Pertahanan diri (defens) yang ditambah, ditinggikan.
ditegaskan atau Kecurigaan.
diperkuat Kemungkinan erotisme.
Dinding Rumah Dinding kuat Ego yang kuat
Dinding tipis Ego lemah
Dinding Transparan Pendapat yang dilemahkan dengan keras
Menguji realitas tidak adekuat
Kebutuhan kompulsif situasi sebanyak mungkin.
Kemungkinan defissiensi mental.
Garis batas dinding Kecemasan,
ditekan Oposisi,
Kecenderungan pengendalian diri yang sedikit sekali.
Dimensi horizontal Terlalu peka untuk menerima tekanan dari luar.
dinding terlalu Orientasi sesaat yang miskin.
ditegaskan Kemungkinan gangguan afeksi dan homoseksual
yang laten.
Dimensi Vertikal Kenikmatan berfantasi.
dinding terlalu Kurang dalam kontak dengan dunia realitas.
ditegaskan
Dinding tidak Dapat dimungkinakan perasaan dorongan primitive
bersambung yang tidak terkendali,
Perasaan depersonal dan organik.
Perspekif ganda dengan Pertahanan diri (defens) regresif,
ujung dinding Kemungkinan defisiensi mental,
menyempit Kontrol indikasi,
Organik.
Perspekif ganda dengan Kondisi Schizoferenia
ujung dinding
berlebihan
Dinding Satu perspektif Kebutuhan yang sangat kuat untuk menunjukkan
hubungan interpersonal.
Dinding Satu perspektif, Kecenderungan yang serius dari mengucilkan diri
hanya satu dinding (withdrawl)
Oposisi
Kemungkinan rekasi paranoid.
Dinding tidak ada Kontak dengan realita sedikit,
Perasaan tidak realistis.
Jendela Rumah Jendela tertutup Mengucilkan diri (withdrawal).
Kemungkinan pertahanan diri yang patologis
Jendela terbuka Kapasitas untuk sensitive menyesuaikan dalam
kontak interpersonal.
Jumlah daun jendela Regresi
sedikit
Beberapa daun jendela Kecenderungan ekshibisionis
Jendela tanpa bayangan sebuah kesiapan untuk kontak dengan lingkungan
atau daun jendela
Jendela dengan Perhatian yang besar pada interaksi lingkungan
bayangan
Jendela dengan tirai Kecenderungan mengucilkan diri (withdrawal),
jendela enggan didekati.
Bila tidak dibuka, control kesadaran dalam sosialisasi
dengan implikasi beberapa kecemasan.
Jendela sangat kecil Tidak tersentuh secara psikologis.
Tidak tertarik dengan orang
Jendela tanpa kaca Kecenderungan bermusuhan dan oposisi.
Kemungkinan oral atau anal erotis
Tidak ada jendela Kecenderungan bermusuhan
Mengucilkan diri (withdrawal)
Pintu Rumah Pintu tidak tampak Tidak dapat didekati secara psikologis.
Renggang dalam keluarga.
Pintu sangat besar Ketergantungan pada orang lain.
kebutuhan untuk memberi kesan orang lain dengan
kemampuan sosial yang mudah dikontak.
Pintu besar, berat dan Pelarian dan bertahan yang jelas.
terkunci Mungkin bermusuhan dan sangat curiga.
Pintu sangat kecil Perasaan sosial yang tidak adekuat dan tidak jelas.
Enggan disentuh atau didekati.
Kecenderungan pendiam.
Pintu tertutup Penerimaan yang kurang dari ibu atau lingkungan
sosial.
Pintu terbuka Penerimaan yang baik dari ibu atau lingkungan
sosial.
3. Orang Kecil Dirinya tidak / kurang berperan dalam keluarga.
Kondisi Umum Merasa kurang dipercay, kurang diperhatikan, kurang
berharga.
Besar menguasai Menilai dirinya lebih dalam lingkungan keluarga
Adanya rasa penonjolan diri / egoisme besar.
Sikap ingin berkuasa, ingin diperhatikan, tak suka
diperintah, kompensaai rasa tidak mampu.
Jamak Fungsi diri yang kabur.
Merasa kurang / tidak berfungsi, tidak dipercaya,
tidak berharga, dikucilkan.
Orang bersandar Orang bersandar/ Perasaan tergantung dan kurang berani
berlindung mengaktualisasikan diri.
Orang bersandar/ Keinginan untuk selalu dibantu.
berlindung di pagar
Orang duduk bersandar Kelelahan emosi, kurang semangat, energi yang
rendah.
Orang bersandar/ Ketergantungan pada Ibu dan kurang semangat
berlindung di rumah menyelesaikan masalah, selalu minta tolong.
Tekanan lebih besar pada kondisi diluar rumah,
berbentuk aktivitas luar.
Aktivitas orang Orang melihat kearah Perhatian lebih besar pada keadaan diluar
lain keluarganya (tekanan pada perhatiannya saja).
Anak rejektif atau ditolak.
Melakukan aktivitas Tekanan lebih besar pada keadaan diluar keluarganya
yang tidak ada (sudah pada tindakan).
hubungannya dengan
keluarga
Melakukan sesuatu yang Kesatuan
ada hubungan dengan perhatian
keluarga memelihara keluarga.
Mengerjakan sesuatu Keinginan untuk melepaskan diri dari tanggungjawab
tanpa tujuan kehidupan bersama, keinginan mencari kesibukan
sendiri.
Orang mendekati rumah Ada kebutuhan terhadap perhatian, kasih saying,
/ pohon kesatuan.
Orang meninggalkan Keinginan untuk meninggalkan kegiatan-kegiatan
rumah / pohon keluarganya
Lokasi Orang Orang di dalam pagar Hambatan dalam hubungan sosial.
Orang di luar pagar Perasaan dikucilkan oleh keluarga
Orang akan masuk Hubungan sosial baik dan ada kontak yang baik pula
pagar dengan keluarga.
Di dekat/bagian teras Kebutuhan terhadap perhatian, kesatuan, kasih
rumah sayang
yang terlihat dari Hanya bagian atas saja menilai diri lebih tinggi daripada orang lain.
orang yang nampak
Hanya bagian bawah Rendah diri, melihat sesuatu lebih tinggi dari dirinya.
saja yang nampak Kurang inisiatif, kurang berani.
4. Lain-lain Jalan setapak mengarah Penghargaan yang kurang, lemah.
Jalan setapak kedinding kosong Sukar untuk didekati (kontak sosial).
Konflik karena kemampuan.
Selalu menguji realita.
Kemungkinan gangguan organik.
Jalan setapak dengan Kontrol dan taktik dalam hubungan interpersonal.
proporsi yang bagus dan
mudah digambar
Jalan setapak sangat Kemampuan untuk kontak sosial yang direduksi.
panjang Kemampuan sosial yang adekuat.
Kemungkinan merasakan kebutuhan.
Jalan setapak sempit Keinginan untuk menjauh.
dengan ujung lebar Meninggalkan hubungan.
Hubungan persahabatan dangkal.
Pagar Pagar terbuka Disiplin longgar.
Anak bertindak terlalu bebas.
Pagar tertutup Disiplin ketat, cenderung mati.
Anak kurang bebas dalam melakukan sesuatu.
Kondisi Alam Hujan Perasaaan sedih dan muram pada diri sendiri
Angin Badai Merasa dijadikan sasaran dan dikalahkan oleh
tekanan dan desakan yang kuat dari lingkungan.
Memerlukan sentuhan afeksi, diperhatikan dengan
kehangatan.
Ketakutan akan psikosis.
Matahari cerah Kebutuhan akan afeksi, dalam bentuk pemneliharaan
dan pengasuhan yang penuh kehangatan.

Kesimpulan:
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………

KESIMPULAN UMUM DAN DINAMIKA PSIKOLOGIS

KESIMPULAN UMUM
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………

DINAMIKA PSIKOLOGIS
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
……
LAPORAN WARTEGG

IDENTITAS
Nama :
Jenis kelamin :
Usia :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Tanggal tes :
Tester :

PROFILE
ANALISIS PROFILE
Emosi :
Imajinasi :
Intelectual. :
Aktivitas :
NON-SCORED CRITERIA.
S–D–R
Stimulus 1
Organis Insensibility Defisiensi emosi yang ringan, sikap yang asing terhadap
kehidupan, mengalami hambatan.
Afinity Pembentukan kepribadian yang feminin, impuls viceral
emosional yang dominan, sensitif, mudah beradaptasi.
Sederhana Insensibility Kompleks (sulit/rumit), penuh ketegangan, tidak merasa
aman.
Afinity Sikap yang alami dan rileks, mengutamakan akal sehat.
Lepas Insensibility Penuh keterpaksaan, kaku (hambatan).
Afinity Aktif dan penuh kegembiraan, fleksibel, spontan, (bila
stimulus dilihatsebgai pusat=mengutamakan intelek daripada
emosi).
Kecil Insensibility Santai, tingkat pemahaman rendah, penolakan terhadap hal-
hal yang dianngap remeh.
Afinity Sangat sensibel (berperasaan) memilki pengertian yang
tajam (mendetail),sangat teliti (cepat marah dan kompulsif).

Stimulus
2
Organis Insensibility Defisiensi emosi yang ringan, sikap yang asing terhadap
kehidupan, mengalami hambatan.
Afinity Pembentukan kepribadian yang feminin, impuls viceral
emosional yang dominan, sensitif, mudah beradaptasi.
Sederhana Insensibility Kompleks (sulit/rumit), penuh ketegangan, tidak merasa
aman.
Afinity Sikap yang alami dan rileks, mengutamakan akal sehat.
Garis lengkung Insensibility Kaku, penuh ketegangan, terlalau mengutamakan
intelektualitas (suka bermusuhan).
Afinity Lembut, fleksibel, selalu mengaitkan dnegan kehidupan,
menyenangkan dapat menunjukkan afeksi.
Lepas Insensibility Penuh keterpaksaan, kaku (hambatan).
Afinity Aktif dan penuh kegembiraan, fleksibel, spontan, (bila
stimulus dilihatsebgai pusat=mengutamakan intelek daripada
emosi).

Stimulus 3
Mekanis Insensibility Sikap tidak realistis dan tidak praktis, menguatamakan
emosi ada tendensi estetika, memiliki sifat kewanitaan.
Afinity Merupakan pribadi maskulin, fungsi kesadaran lebih
dominan, berpijak pada fakta-fakta. .
Kompleks Insensibility Intelektual rendah, kurang dinamis, kurang aktifitas.
Afinity Kemampuan unutk mengorganisasikan dan membangun
(konstruktif). Intelegensi dalam taraf analisis sintesis. Dapat
memusatkan perhatian. Berbakat dan efisien.
Garis lurus Insensibility Lebih dominan fungsi ketidaksadarannya, kurang kontrol,
tidak konsisiten.
Afinity Lebih dominan fungsi intelektual dan kemauannya
kuat. Tegas, sangat tekun (kompulsif).
Orientasi Insensibility Kurang tegas, memilki sikap hati-hati, tenang
(menghambat).
Afinity Dorongan vital kuat, memiliki rasa percaya diri, ulet.

Stimulus 4
Mekanis Insensibility Sikap tidak realistis dan tidak praktis, menguatamakan
emosi ada tendensi estetika, memiliki sifat kewanitaan.
Afinity Merupakan pribadi maskulin, fungsi kesadaran lebih
dominan, berpijak pada fakta-fakta. .
Sederhana Insensibility Kompleks (sulit/rumit), penuh ketegangan, tidak merasa
aman.
Afinity Sikap yang alami dan rileks, mengutamakan akal sehat.
Statis Insensibility Kepekaan yang berlebihan, tidak stabil.
Afinity Konsisiten, ketertarikan pada realitas yang konkrit. (bila
muncul pada darkness=maka berarti kecemasan).

Stimulus 5
Mekanis Insensibility Sikap tidak realistis dan tidak praktis, menguatamakan
emosi ada tendensi estetika, memiliki sifat kewanitaan.
Afinity Merupakan pribadi maskulin, fungsi kesadaran lebih
dominan, berpijak pada fakta-fakta. .
Kompleks Insensibility Intelektual rendah, kurang dinamis, kurang aktifitas.
Afinity Kemampuan unutk mengorganisasikan dan membangun
(konstruktif). Intelegensi dalam taraf analisis sintesis. Dapat
memusatkan perhatian. Berbakat dan efisien.
Garis lurus Insensibility Lebih dominan fungsi ketidaksadarannya, kurang kontrol,
tidak konsisiten.
Afinity Lebih dominan fungsi intelektual dan kemauannya
kuat. Tegas, sangat tekun (kompulsif).
Orientasi Insensibility Kurang tegas, memilki sikap hati-hati, tenang
(menghambat).
Afinity Dorongan vital kuat, memiliki rasa percaya diri, ulet.
Dinamis Insensibility Pendiam, tidak suka berlagak, penolakan terhadap konflik.
Afinity Penuh kewasapadaan, berani, berambisi dan suka
berkompetisi, memiliki kecennderungan untuk
mendominasi.

Stimulus 6
Mekanis Insensibility Sikap tidak realistis dan tidak praktis, menguatamakan
emosi ada tendensi estetika, memiliki sifat kewanitaan.
Afinity Merupakan pribadi maskulin, fungsi kesadaran lebih
dominan, berpijak pada fakta-fakta. .
Kompleks Insensibility Intelektual rendah, kurang dinamis, kurang aktifitas.
Afinity Kemampuan unutk mengorganisasikan dan membangun
(konstruktif). Intelegensi dalam taraf analisis sintesis. Dapat
memusatkan perhatian. Berbakat dan efisien.
Garis lurus Insensibility Lebih dominan fungsi ketidaksadarannya, kurang kontrol,
tidak konsisiten.
Afinity Lebih dominan fungsi intelektual dan kemauannya
kuat. Tegas, sangat tekun (kompulsif).

Stimulus 7
Organis Insensibility Defisiensi emosi yang ringan, sikap yang asing terhadap
kehidupan, mengalami hambatan.
Afinity Pembentukan kepribadian yang feminin, impuls viceral
emosional yang dominan, sensitif, mudah beradaptasi.
Kompleks Insensibility Intelektual rendah, kurang dinamis, kurang aktifitas.
Afinity Kemampuan unutk mengorganisasikan dan membangun
(konstruktif). Intelegensi dalam taraf analisis sintesis. Dapat
memusatkan perhatian. Berbakat dan efisien.
Garis lengkung Insensibility Kaku, penuh ketegangan, terlalau mengutamakan
intelektualitas (suka bermusuhan).
Afinity Lembut, fleksibel, selalu mengaitkan dnegan kehidupan,
menyenangkan dapat menunjukkan afeksi.
Kecil Insensibility Santai, tingkat pemahaman rendah, penolakan terhadap hal-
hal yang dianngap remeh.
Afinity Sangat sensibel (berperasaan) memilki pengertian yang
tajam (mendetail),sangat teliti (cepat marah dan kompulsif).

Stimulus 8
Organis Insensibility Defisiensi emosi yang ringan, sikap yang asing terhadap
kehidupan, mengalami hambatan.
Afinity Pembentukan kepribadian yang feminin, impuls viceral
emosional yang dominan, sensitif, mudah beradaptasi.
Sederhana Insensibility Kompleks (sulit/rumit), penuh ketegangan, tidak merasa
aman.
Afinity Sikap yang alami dan rileks, mengutamakan akal sehat.
Garis lengkung Insensibility Kaku, penuh ketegangan, terlalau mengutamakan
intelektualitas (suka bermusuhan).
Afinity Lembut, fleksibel, selalu mengaitkan dnegan kehidupan,
menyenangkan dapat menunjukkan afeksi.
Besar Insensibility Indikator masalah (mal ajustment yang ringan,
hambatan/represi).
Afinity Keterbukaan, tidak penuh pemaksaan, hanagt dan lembut.

KESIMPULAN S-D-R
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………

I. LAIN-LAIN
Urutan Menggambar.
§ waktu menggambar :
§ mutu jawaban :
Tingkat kesenangan
§ yang paling disukai :
§ yang tidak disukai :
Tingkat Kesulitan
§ paling sulit :
§ paling mudah :

II. KESIMPULAN UMUM & DINAMIKA PSIKOLOGIS


…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………

LAPORAN GABUNGAN
(Baum, DAP, HTP, Wartegg)

IDENTITAS
Nama :
Jenis Kelamin :
Usia :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Tanggal tes :
Tester :

KESIMPULAN MASING MASING LAPORAN


1. BAUM
2. DAP
3. HTP
4. Wartegg

KESIMPULAN UMUM & DINAMIKA PSIKOLOGIS

Anda mungkin juga menyukai