Pembentukan Masyarakat Peduli Api
Pembentukan Masyarakat Peduli Api
TENTANG
1
ditetapkan Peraturan Direktur
Jenderal Perlindungan Hutan
dan Konservasi Alam tentang
Pembentukan dan Pembinaan
Masyarakat Peduli Api.
Mengingat :
Peraturan Menteri Kehutanan
Nomor P. 12/Menhut-II/2009 tentang
Pengendalian Kebakaran Hutan.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan
: PERATURAN DIREKTUR JENDERAL
PERLINDUNGAN HUTAN DAN
KONSERVASI ALAM TENTANG
PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN
MASYARAKAT PEDULI API.
2
BAB I
KETENTUAN UMUM
Bagian Kesatu
Pengertian
Pasal 1
3
5. Pengendalian kebakaran hutan adalah semua
usaha pencegahan, pemadaman, penanganan
pasca kebakaran hutan dan penyelamatan.
6. Pencegahan kebakaran hutan adalah semua
usaha, tindakan atau kegiatan yang dilakukan
untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan
terjadinya kebakaran hutan.
7. Pemadaman kebakaran hutan adalah semua
usaha, tindakan atau kegiatan yang dilakukan
untuk menghilangkan atau mematikan api yang
membakar hutan.
8. Penanganan pasca kebakaran hutan adalah
semua usaha, tindakan atau kegiatan yang
meliputi inventarisasi, monitoring dan evaluasi
serta koordinasi dalam rangka menangani suatu
areal setelah terbakar.
9. Sarana dan prasarana adalah peralatan dan
fasilitas yang digunakan untuk mendukung
pengendalian kebakaran hutan.
10. Masyarakat adalah orang seorang, kelompok
orang, termasuk masyarakat hukum adat atau
Badan Hukum.
11. Manggala Agni adalah regu pengendali
kebakaran hutan yang personilnya berasal dari
Pegawai Negeri Sipil dan masyarakat yang telah
diberikan pembekalan pengendalian kebakaran
hutan.
4
12. Masyarakat Peduli Api yang selanjutnya disebut
MPA adalah masyarakat yang secara sukarela
peduli terhadap pengendalian kebakaran hutan
dan lahan yang telah dilatih/diberi pembekalan
serta dapat diberdayakan untuk membantu
kegiatan pengendalian kebakaran hutan.
13. Patroli adalah kegiatan pengawasan yang
dilakukan oleh Manggala Agni dan semua pihak
dalam rangka pencegahan dan pemadaman
kebakaran hutan dan lahan.
14. Patroli pencegahan adalah upaya mobilisasi
petugas oleh dua orang atau lebih ke suatu lokasi
untuk kegiatan pencegahan dan mengetahui
secara dini terjadinya kebakaran hutan dan lahan
dengan menggunakan sarana sesuai dengan
kondisi setempat sehingga ancaman bahaya
kebakaran dapat dicegah sedini mungkin.
15. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang
diserahi tugas dan tanggungjawab di bidang
Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam.
16. Unit atau Kesatuan Pengelolaan Hutan adalah
wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok
dan peruntukannya yang dapat dikelola secara
efisien dan lestari.
17. Unit atau Kesatuan Pengelolaan Hutan melliputi
Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP),
Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK),
Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL).
5
18. Desa sasaran adalah desa yang telah ditetapkan
untuk direncanakan pelaksanaan kegiatan
pembentukan MPA.
Bagian Kedua
Tujuan
Pasal 2
Bagian Ketiga
Ruang Lingkup
Pasal 3
6
BAB II
PEMBENTUKAN
Bagian Kesatu
Umum
Pasal 4
7
Bagian Kedua
Perencanaan
Pasal 5
Bagian Ketiga
Persyaratan
Pasal 6
8
c. sehat jasmani dan rohani;
d. berusia minimal 17 tahun;
e. dapat membaca dan menulis secara aktif;
f. berkelakuan baik;
g. mendaftarkan diri sebagai tenaga relawan;
h. membuat surat pernyataan sebagai tenaga
relawan; dan
i. mengikuti pembekalan bidang pengendalian
kebakaran hutan.
9
Bagian Keempat
Pembekalan
Pasal 7
10
(5) Fasilitator sebagaimana dimaksud pada ayat (4),
harus memiliki:
a. kemampuan mengajar, menguasai materi
yang diajarkan baik teori maupun praktek;
b. pengalaman yang cukup di bidang yang
akan diajarkan; dan
c. kemampuan menerapkan berbagai metoda
mengajar dan mengevaluasi proses
pembelajaran.
Bagian Kelima
Penetapan
Pasal 8
11
b. diberikan sertifikat sebagai bukti telah lulus
mengikuti pembekalan kebakaran hutan
dan lahan; dan
c. memiliki kartu anggota yang diberikan pada
saat penetapan.
BAB III
ORGANISASI
Pasal 9
12
melakukan kegiatan antara lain:
a. memberikan informasi kepada personil
unit atau Kesatuan Pengelolaan Hutan
terkait kejadian kebakaran dan atau pelaku
pembakaran;
b. menyebarluaskan informasi peringkat
bahaya kebakaran hutan dan lahan;
c. melakukan penyuluhan secara mandiri atau
bersama-sama dengan petugas unit atau
Kesatuan Pengelolaan Hutan;
d. melakukan pertemuan secara rutin dalam
rangka penguatan kelembagaan.
Pasal 10
13
c. ikut aktif membantu manggala agni dalam
pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Pasal 11
14
BAB IV
SARANA DAN PRASARANA
Pasal 12
15
BAB V
PEMBINAAN, MONITORING, EVALUASI DAN
PELAPORAN
Bagian Kesatu
Pembinaan
Pasal 12
16
Bagian Kedua
Monitoring dan Evaluasi
Pasal 13
Bagian Ketiga
Pelaporan
Pasal 14
(1) Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3
huruf d, dapat berupa data dan informasi antara
lain meliputi kondisi, jumlah dan kegiatan.
17
(2) Pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), disampaikan oleh Unit Pelaksana Teknis atau
Kesatuan Pengelolaan Hutan kepada Direktur
Jenderal setiap 6 (enam) bulan.
BAB VI
PEMBIAYAAN
Pasal 15
18
BAB VII
PENUTUP
Pasal 16
Ditetapkan di : J a k a r t a
pada tanggal : 19 Mei 2014
DIREKTUR JENDERAL,
19
LAMPIRAN I : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL
PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM
NOMOR : P. 2/IV-SET/2014
TANGGAL : 19 Mei 2014
TENTANG : PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN DAN
PEMBINAAN MASYARAKAT PEDULI API
Nama : .......................................................
Warga Negara : .......................................................
Penduduk Asli/Pendatang : .......................................................
Agama : .......................................................
Pekerjaan : .......................................................
Alamat lengkap : .......................................................
No Tlp/Hp : .......................................................
Meterai Rp 6000
ttd
Nama lengkap
20
LAMPIRAN II : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL
PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM
NOMOR : P. 2/IV-SET/2014
TANGGAL : 19 Mei 2014
TENTANG : PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN DAN
PEMBINAAN MASYARAKAT PEDULI API
21
MATERI TEORI BAHASAN POKOK JPL
Teknik Dasar a. Pengenalan peralatan pemadaman 2
Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (prosedur
Kebakaran Hutan penggunaan, mobilisasi, dan
dan Lahan pemeliharaan peralatan)
b. Sistem informasi kejadian kebakaran
c. Teknik pemadaman (pemadaman
langsung, tidak langsung dan moping
up)
22
LAMPIRAN III : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL
PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM.
NOMOR : P. 2/IV-SET/2014
TANGGAL : 19 Mei 2014
TENTANG : PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN DAN
PEMBINAAN MASYARAKAT PEDULI API
METODA
MATERI POKOK INDIKATOR
NO DAN ALAT
PELAJARAN BAHASAN KEBERHASILAN
BANTU
A. MATERI PELATIHAN:
1 Gambaran a. Kebakaran Setelah mengikuti a. Ceramah,
Umum hutan dan pelajaran ini peserta Tanya
Pengendalian lahan di diharapkan mampu; jawab,
Kebakaran Indonesia, • Mampu menjelaskan diskusi
Hutan dan dampak tentang penyebab b. LCD,
Lahan dan upaya kebakaran hutan dan Laptop
pengendalian. lahan
b. Kebijakan • Mampu menjelaskan
Pengendalian dasar hukum,
Kebakaran pemberian sanksi
Hutan bagi pelaku
dan Lahan kebakaran hutan dan
(peraturan lahan
perundangan
terkait
kebakaran
hutan dan
lahan serta
penerapan
sanksi)
23
METODA
MATERI POKOK INDIKATOR
NO DAN ALAT
PELAJARAN BAHASAN KEBERHASILAN
BANTU
2 Teknik Dasar a. Teori dasar Setelah mengikuti a. Ceramah,
Pencegahan kebakaran pelajaran ini peserta Tanya
Kebakaran hutan dan diharapkan mampu : jawab,
Hutan dan lahan (segitiga • Mampu menjelaskan diskusi.
Lahan api, sumber teori dasar b. LCD,
api, type kebakaran Laptop,
kebakaran, • Mampu menjelaskan White
jenis bahan tentang indikator board,
bakaran,dll) bahan bakaran yang spidol
b. Uji remas mudah terbakar
daun kering • Mampu menyusun
c. Pembuatan Peta Desa Rawan
sekat bakar Kebakaran secara
bagi lahan partisipatif.
masyarakat. • Mampu
d. Pengenalan menggunakan
SPBK/Sistem peralatan perpetaan
PerIngkat dan groundchek
Bahaya hotspot
Kebakaran
dan rambu-
rambu
kebakaran
3 Dasar-Dasar a. Pemanfaatan Setelah mengikuti a. Ceramah,
PLTB / bahan pelajaran ini peserta Tanya
Pembukaan bakaran untuk diharapkan mampu : jawab,
Lahan Tanpa pembuatan • Mampu mengolah diskusi
Bakar kompos lahan yang akan b. LCD,
organik dan ditanami tanpa Laptop,
briket arang bakar dengan
mengolah daun,
serasah, ranting
menjadi kompos dan
briket arang serta
rumah abu
24
METODA
MATERI POKOK INDIKATOR
NO DAN ALAT
PELAJARAN BAHASAN KEBERHASILAN
BANTU
4 Teknik Dasar a. Pengenalan Setelah mengikuti a. Ceramah,
Pemadaman peralatan pelajaran ini peserta Tanya
kebakaran pemadaman diharapkan mampu : jawab,
Hutan dan kebakaran • Mampu diskusi
Lahan hutan menggunakan b. LCD,
dan lahan peralatan Laptop
(prosedur pemadaman c. Alat
penggunaan, • Mampu melakukan peraga
mobilisasi dan pemadaman
pemeliharaan dengan berbagai
teknik pemadaman
peralatan
(pemadaman
b. Sistem
langsung, tidak
informasi
langsung dan
kejadian moping up)
kebakaran, • Mampu
c. Tehnik melaksanakan
pemadaman kerjasama dalam
(pemadaman Tim/Regu dan lintas
langsung, sektoral
tidak • Mampu
langsung dan mengkomunikasikan
moping up) dan memberikan
informasi kejadian
kebakaran
25
PRAKTEK POKOK INDIKATOR METODA DAN
NO
LAPANGAN BAHASAN KEBERHASILAN ALAT BANTU
B. PRAKTEK LAPANGAN
1 Pencegahan a. Praktek Setelah mengikuti a. Praktek,
Kebakaran pembuatan praktek ini peserta Bimbingan
Hutan dan sekat bakar diharapkan mampu b. Perlengkapan
Lahan b. Praktek Uji mengidentifikasikan Praktek
remas daun indikator bahan c. Lokasi
tunggal bakaran yang Praktek
c. Pembuatan mudah terbakar
rambu-rambu
SPBK
26
PRAKTEK POKOK INDIKATOR METODA DAN
NO
LAPANGAN BAHASAN KEBERHASILAN ALAT BANTU
3 Simulasi a. Penggunaan Setelah mengikuti a. Praktek,
Pemadaman peralatan praktek ini Bimbingan
kebakaran tangan untuk peserta diharapkan b. Perlengkapan
hutan dan pemadaman mampu dan Praktek
lahan dini kebakaran mahir c. Lokasi
hutan dan menggunakan Praktek
lahan peralatan
b. Simulasi sistem pemadaman
informasi, kebakaran,
kejadian penyampaian
kebakaran informasi
hutan dan serta koordinasi
lahan dalam dan luar
c. Simulasi Tim/Regu
pemadaman
kebakaran
hutan dan
lahan
27
LAMPIRAN IV : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL
PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM
NOMOR : P. 2/IV-SET/2014
TANGGAL : 19 Mei 2014
TENTANG : PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN DAN
PEMBINAAN MASYARAKAT PEDULI API
Nama : .....................................................................................................
Tempat/Tgl Lahir : .....................................................................................................
Agama : .....................................................................................................
Pendidikan : .....................................................................................................
Alamat : .....................................................................................................
.....................................................................................................
Telp : .....................................................................................................
28
LAMPIRAN V : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERLINDUNGAN
HUTAN DAN KONSERVASI ALAM
NOMOR : P. 2/IV-SET/2014
TANGGAL : 19 Mei 2014
TENTANG : PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN DAN
PEMBINAAN MASYARAKAT PEDULI API
29
LAMPIRAN VI: PERATURAN DIREKTUR JENDERAL
PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM
NOMOR : P. 2/IV-SET/2014
TANGGAL : 19 Mei 2014
TENTANG : PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN DAN
PEMBINAAN MASYARAKAT PEDULI API
30
LAMPIRAN VII : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL
PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM
NOMOR : P. 2/IV-SET/2014
TANGGAL : 19 Mei 2014
TENTANG : PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN DAN
PEMBINAAN MASYARAKAT PEDULI API
PERALATAN MEKANIK
PEMADAMAN KEBAKARAN
DIREKTUR JENDERAL,
31