Analisis Sistem Pembayaran Proyek Konstruksi
Analisis Sistem Pembayaran Proyek Konstruksi
Abstrak: Pembiayaan proyek konstruksi merupakan suatu hal yang sangat penting dan berpengaruh
terhadap sistem keuangan suatu kontraktor dalam menyelesaikan proyek yang akan dilaksanakan. Dalam
sistem pembayaran Turnkey pembayaran atas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh kontraktor dibayar
sekaligus setelah pekerjaan selesai seluruhnya, sedangkan pada sistem pembayaran Monthly Payment
pembayaran dilakukan setiap bulan sesuai prestasi pekerjaan. Maka dibutuhkan suatu analisis ilmiah agar
dengan sistem pembayaran yang digunakan dengan modal kerja yang dikeluarkan dapat menghasilkan
keuntungan yang maksimal untuk bisa mengambil keputusan pemilihan sistem pembayaran proyek yang
tepat. Analisis Time Value of Money merupakan suatu teknik perhitungan nilai uang dalam jangka waktu
tertentu, segala hal yang bersangkutan dengan pengeluaran dan penerimaan uang dihitung nilainya pada
waktu tertentu dengan suku bunga tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan Time
Value of Money pada pelaksanaan proyek pembangunan Guest House Ulun Tanjung dengan sistem
pembayaran Turnkey dan Monthly Payment. Pengolahan data dilakukan dengan pengendalian penerimaan
dan pembiayaan yang dibuat dalam analisis akuntansi. Dari perhitungan Time Value of Money pada sistem
pembayaran Turnkey didapat nilai NPV = Rp. 1,537,312,505.00 dan nilai IRR yang terlalu tinggi
dikarenakan terlalu besar rasio antara aspek benefit dan aspek cost sehingga tidak terdapat nilai NPV negatif.
Dan pada sistem pembayaran Monthly Payment didapat nilai NPV = Rp. 1,834,812,505.00 dan nilai IRR
yang terlalu tinggi dikarenakan terlalu besar rasio antara aspek benefit dan aspek cost sehingga tidak terdapat
nilai NPV negatif. Jadi, kedua sistem pembayaran proyek antara Turnkey dan Monthly Payment
menunjukkan nilai yang layak untuk dilaksanakan, tapi akan lebih menguntungkan apabila menggunakan
sistem pembayaran Monthly Payment karena keuntungan yang didapat lebih tinggi.
Abstract: Construction project funding is an important and have effect on financial system in a contractor in
completion of project that will be conducted. In Turnkey payment system at payment on the job has been
conducted by contractor paid all at once after the job at whole is complete, while at Monthly Payment system
the payment conduct montly as according progress of work. Then it takes a scientific analysis to the payment
systems that are used with working capital issued can produce the maximum profit to be able to take a
decision on the election of the right project payment system. Analysis of the time value of money is a
techique of calculation of the value for money within a certain period, all matters concerned with money
expediture and reciept calculated the value at any given time with a given interest rate. This study aims to
find out comparation of Time Value of Money at Guest House development project of Ulun Tanjung with
Turnkey payment system and Monthly Payment. Data processing have done with control acceptance and
funding that made in accountancy analysis. Of calculation of Value of Money at Turnkey payment system
obtained NPV value = IDR. 1,537,312,505.00 and IRR value that highest because too high of ratio between
benefit aspect and cost aspect so that there is no NPV value is negatif. And at Monthly Payment system
obtained NPV value = IDR. 1,834,812,505.00 And IRR value that too high it caused by too big ratio
between benefit aspect and cost apsect so that there is no NPV value is negatif. So that, both project payment
system shows feasible value to be conducted, but it will have benefit if using Monthly Payment system
because will get higher benefit.
XII-1
Analisis Perbandingan Sistem Pembayaran……………………………………(Diputera, Warsika, Frederika)
House Ulun Tanjung untuk melakukan dengan jumlah kredit dan untuk mengetahui
pengembalian modal yang dipinjam dari pihak apakah ada kesalahan dalam posting dan
bank tersebut dan memperkirakan manfaat modal penjumlahan. Hasil perhitungan Neraca Saldo
kerja terkait pelaksanaan proyek. pada bulan Mei dapat dilihat pada Tabel 2
Tabel 2. Neraca Saldo Bulan Mei 2012
Hasil Analisis PT. PALU AJI
NERACA SALDO
Dari hasil analisis yang digunakan akan Mei 2012
didapat hasil : DEBET KREDIT
1. Keuntungan perusahaan yang dapat dilihat Kas 1,006,950,000.00
dari hasil penyusunan sistem akuntansi. Biaya Material 49,773,000.00
2. Nilai NPV dan IRR yang menentukan layak Biaya overhead 94,000,000.00
Biaya Upah 36,777,744.41
atau tidaknya suatu proyek dilaksanakan dan Biaya operasional 12,500,000.00
presentase keuntungannya dapat dilihat. Modal 1,200,000,000.00
1,200,000,000.00 1,200,000,000.00
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Laporan Laba /Rugi
Laporan rugi laba ini menyajikan hasil usaha
Analisis Laporan Keuangan Terhadap
perusahaan dalam rentang waktu tertentu, yang
Sistem Pembayaran Turnkey terdiri dari pendapatan, biaya, laba atau rugi.
Laporan keuangan adalah laporan yang Dalam pembahasan ini dapat dilihat laba yang
menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada dihasilkan setelah proyek selesai dikerjakan. Hasil
saat ini dimana keadaan keuangan perusahan pada perhitungan Laporan Laba/Rugi pada bulan Mei
tanggal tertentu dan periode tertentu. Untuk dapat dapat dilihat pada Tabel 3
memperoleh data tentang cost budget untuk Tabel 3. Laporan Laba/Rugi Bulan Mei 2012
bahan, upah dan alat digunakan bantuan kertas PT. PALU AJI
kerja seperti : Jurnal, Buku Besar, Laporan Laba/ Laporan Laba Rugi
rugi, Laporan Perubahan Modal dan Neraca. Mei 2012
Neraca awal proyek pembangunan Guest House Pendapatan :
Ulun Tajung dapat dilihat pada Tabel 1 Biaya :
Tabel 1. Neraca Awal Bulan Mei 2012 Biaya Material 49,773,000.00
Biaya overhead 94,000,000.00
Kontraktor PT. PALU AJI
NERACA Biaya upah 36,777,000.00
Mei 2012 Biaya operasional 12,500,000.00
Aktiva Pasiva Total biaya 193,050,000.00
Kas Rp. 1,200,000,000.00 Modal Rp. 1,200,000,000.00 Laba/ Rugi bersih
Total Total (persediaan bahan) 193,050,000.00
Aktiva Rp. 1,200,000,000.00 pasiva Rp. 1,200,000,000.00
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013 Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013)
Hasil perhitungan Neraca Akhir pada bulan Mei debet serta kolom kelima tempat penjumlahan
2012 dapat dilihat pada tabel 4.11 kredit.
Tabel 5. Neraca Akhir Bulan Mei 2012
PT. PALU AJI Buku Besar
Neraca Akhir
Mei 2012 Buku besar merupakan tahapan kedua dari
sistem akuntansi. Buku besar ini berfungsi untuk
AKTIVA PASIVA
Kas 1,006,950,000.00 Hutang dagang mengumpulkan transaksi–transaksi yang bersifat
Piutang Modal sama.
dagang Perusahaan 1,006,950,000.00
Neraca Saldo
Total 1,006,950,000.00 Total 1,006,950,000.00 Setelah buku besar selesai dibuat, maka
jumlah dari setiap buku besar akan dipindahkan
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013) kedalam neraca saldo. Fungsi dari neraca saldo ini
Berdasarkan analisis laporan keuangan sistem adalah untuk mengetahui apakah debet sama
pembayaran Turnkey, maka diperoleh keuntungan dengan jumlah kredit dan untuk mengetahui
dari pelaksanaan proyek pembangunan Guest apakah ada kesalahan dalam posting dan
House Ulun Tanjung adalah sebesar Rp. penjumlahan. Hasil perhitungan Neraca Saldo
1,537,312,505.00. Selanjutnya akan dilakukan pada bulan Mei dapat dilihat pada tabel 4.18
analisis Time Value of Money untuk mengetahui Tabel 7 Neraca Saldo Bulan Mei 2012
kelayakan investasi dari proyek tersebut. PT. PALU AJI
Adapun grafik dari cashflow system pembayaran NERACA SALDO
Mei 2012
turnkey dapat dilihat pada gambar 1.
DEBET KREDIT
Kas 1,006,950,000.00
Biaya Material 49,773,000.00
Biaya overhead 94,000,000.00
Biaya Upah 36,777,000.00
Biaya operasional 12,500,000.00
Modal 1,200,000,000.00
XII-4
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil
Laba/Rugi bersih
(193,050,000.00)
Modal Akhir : 1,006,950,000.00
Cc ( FPB )
monthly payment dapat dilihat pada gambar 2
berikut : PWC t
t 0
Analisis perhitungannya dilakukan dengan
menggunakan tabel excel, sehingga nilai NPV
dapat dilihat pada Tabel 10
Tabel 10. Perhitungan NPV sistem pembayaran Turnkey
No. Bulan Turnkey Cost Net Benefit DF NVP
a b c d e = (c - d) f g = (e x f)
1 0 1,200,000,000.00 1,200,000,000.00 1 1,200,000,000.00
2 1 193,050,000.00 (193,050,000.00) 0.982 (189,636,542.24)
3 2 332,513,500.00 (332,513,500.00) 0.965 (320,858,631.08)
4 3 418,314,500.00 (418,314,500.00) 0.948 (396,514,966.77)
5 4 192,247,500.00 (192,247,500.00) 0.931 (179,006,824.69)
6 5 3,500,000,000.00 441,642,500.00 3,058,357,500.00 0.915 2,797,366,437.40
7 6 359,786,000.00 (359,786,000.00) 0.898 (323,264,185.76)
8 7 451,272,200.00 (451,272,200.00) 0.883 (398,294,339.41)
9 8 741,071,489.00 (741,071,489.00) 0.867 (642,507,025.92)
10 9 830,816,256.00 (830,816,256.00) 0.852 (707,579,078.74)
11 10 6,269,881,000.00 5,471,854,550.00 798,026,450.00 0.837 667,635,630.22
JUMLAH 10,969,881,000.00 9,432,568,495.00 1,537,312,505.00 1,507,340,473.00
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013) bulannya. Sehingga, untuk mendapatkan nilai
NPV dapat dimasukkan kedalam rumus :
Berdasarkan hasil perhitungan NPV pada NPV = PWB - PWC
tabel 4.28 bisa dilihat jumlah penerimaan (PWB) = Rp. 1,507,340,473.00 > 0 artinya
dan pengeluaran (PWC) yang terjadi setiap investasi menguntungkan/ layak.
XII-5
Analisis Perbandingan Sistem Pembayaran……………………………………(Diputera, Warsika, Frederika)
bulan pada bulan selanjutnya. Pada sistem Analisis perhitungannya dilakukan dengan
pembayaran ini kontraktor tidak harus melakukan menggunakan tabel excel, sehingga nilai NPV
pinjaman bank karena sesuai cash flow proyek ini dapat dilihat pada Tabel 11.
tidak terdapat devisit anggaran.
Net Present Value (NPV)
a b c d e = (c - d) f g = (e x f)
1 0 1,200,000,000.00 1,200,000,000.00 1.00 1,200,000,000.00
2 1 - 193,050,000.00 (193,050,000.00) 0.982 (189,636,542.24)
3 2 295,812,911.63 332,513,500.00 (36,700,588.37) 0.965 (35,414,202.86)
4 3 799,690,908.50 418,314,500.00 381,376,408.50 0.948 361,501,822.06
5 4 1,054,621,666.72 192,247,500.00 862,374,166.72 0.931 802,979,811.34
6 5 176,878,407.22 406,642,500.00 (229,764,092.78) 0.915 (210,156,713.75)
7 6 103,762,281.71 307,286,000.00 (203,523,718.29) 0.898 (182,864,061.07)
8 7 842,354,433.32 398,772,200.00 443,582,233.32 0.883 391,507,149.33
9 8 1,185,041,452.97 688,571,489.00 496,469,963.97 0.867 430,438,149.01
10 9 845,233,246.11 778,316,256.00 66,916,990.11 0.852 56,991,015.61
11 10 966,485,691.82 1,919,354,550.00 (952,868,858.18) 0.837 (797,178,089.34)
JUMLAH 7,469,881,000.00 5,635,068,495.00 1,834,812,505.00 1,828,168,338.10
Sehingga investasi proyek Guest House Ulun
Dari Tabel 11 diketahui pada proyek ini cash Tanjung ini layak dan menguntungkan.
flow tanpa nilai IRR, karena terlalu besar 2. Dengan sistem pembayaran Monthly
perbandingan antara aspek benefit dan aspek cost Payment penggunaan modal kerja yang sama
disebabkan nilai NPV selalu positif tidak terdapat sebesar Rp. 1,200,000,000.00 mendapatkan
nilai negatif yang artinya proyek layak/ keuntungan finansial sebesar Rp.
menguntungkan. Rp1,834,812,505.00 pada akhir pelaksanaan
proyek. Dan hasil perhitungan Analisis Time
Value of Money menunjukkan bahwa nilai
SIMPULAN DAN SARAN NPV yang diperoleh adalah Rp.
1,828,168,338.10 > 0 , nilai IRR yang tinggi
Kesimpulan dikarenakan terlalu besar antara aspek benefit
Berdasarkan hasil analisis yang telah dan aspek cost yang tidak terdapat nilai NPV
dilakukan, perbandingan Time Value of Money negatif, maka ini merupakan cash flow tanpa
pada proyek pembangunan Guest House Ulun IRR. Sehingga investasi proyek Guest House
Ulun Tanjung ini layak dan menguntungkan.
Tanjung dengan sistem pembayaran Turnkey dan Jadi, kesimpulan dari hasil analisis diperoleh
Monthly Payment adalah : bahwa kedua sistem pembayaran proyek antara
1. Dengan sistem pembayaran Turnkey dengan Turnkey dan Monthly Payment menunjukkan
modal awal sebesar Rp. 1,200,000,000.00 nilai yang layak untuk dilaksanakan, tapi akan
dan modal pinjaman Bank sebesar Rp. lebih menguntungkan apabila menggunakan
3,500,000,000.00 mendapat keuntungan sistem pembayaran Monthly Payment karena
finansial sebesar Rp. 1,537,312,505.00 pada keuntungan yang didapat lebih tinggi.
akhir pelaksanaan proyek. Dan hasil
perhitungan Analisis Time Value of Money
menunjukkan bahwa nilai NPV yang Saran
diperoleh adalah Rp. 1,507,340,473.00 > 0 , 1. Dalam pembuatan siklus akuntansi
nilai IRR yang tinggi dikarenakan terlalu diperlukan ketelitian mulai dari pencatatan
besar antara aspek benefit dan aspek cost transaksi-transaksi yang terjadi, posting
yang tidak terdapat nilai NPV negatif, maka sampai pembuatan laporan keuangan untuk
ini merupakan cash flow tanpa IRR. menghindari terjadinya kesalahan yang bisa
berakibat fatal.
XII-6
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil
XII-7