0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan7 halaman

Analisis Sistem Pembayaran Proyek Konstruksi

Artikel ini membandingkan sistem pembayaran turnkey dan monthly payment pada proyek pembangunan guest house. Analisis nilai waktu uang digunakan untuk menghitung nilai masa depan dari modal kerja yang dikeluarkan. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua sistem layak digunakan tetapi sistem monthly payment lebih menguntungkan karena memberikan keuntungan yang lebih tinggi.

Diunggah oleh

Bianca
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan7 halaman

Analisis Sistem Pembayaran Proyek Konstruksi

Artikel ini membandingkan sistem pembayaran turnkey dan monthly payment pada proyek pembangunan guest house. Analisis nilai waktu uang digunakan untuk menghitung nilai masa depan dari modal kerja yang dikeluarkan. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua sistem layak digunakan tetapi sistem monthly payment lebih menguntungkan karena memberikan keuntungan yang lebih tinggi.

Diunggah oleh

Bianca
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM PEMBAYARAN TURNKEY DAN


MONTHLY PAYMENT PADA PROYEK PEMBANGUNAN GUEST HOUSE ULUN
TANJUNG
I Gede Angga Diputera ¹, I Putu Darma Warsika ² , Ariany Frederika²
¹Alumni Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana, Denpasar
²Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana, Denpasar
E-mail: angga_bad91@[Link]

Abstrak: Pembiayaan proyek konstruksi merupakan suatu hal yang sangat penting dan berpengaruh
terhadap sistem keuangan suatu kontraktor dalam menyelesaikan proyek yang akan dilaksanakan. Dalam
sistem pembayaran Turnkey pembayaran atas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh kontraktor dibayar
sekaligus setelah pekerjaan selesai seluruhnya, sedangkan pada sistem pembayaran Monthly Payment
pembayaran dilakukan setiap bulan sesuai prestasi pekerjaan. Maka dibutuhkan suatu analisis ilmiah agar
dengan sistem pembayaran yang digunakan dengan modal kerja yang dikeluarkan dapat menghasilkan
keuntungan yang maksimal untuk bisa mengambil keputusan pemilihan sistem pembayaran proyek yang
tepat. Analisis Time Value of Money merupakan suatu teknik perhitungan nilai uang dalam jangka waktu
tertentu, segala hal yang bersangkutan dengan pengeluaran dan penerimaan uang dihitung nilainya pada
waktu tertentu dengan suku bunga tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan Time
Value of Money pada pelaksanaan proyek pembangunan Guest House Ulun Tanjung dengan sistem
pembayaran Turnkey dan Monthly Payment. Pengolahan data dilakukan dengan pengendalian penerimaan
dan pembiayaan yang dibuat dalam analisis akuntansi. Dari perhitungan Time Value of Money pada sistem
pembayaran Turnkey didapat nilai NPV = Rp. 1,537,312,505.00 dan nilai IRR yang terlalu tinggi
dikarenakan terlalu besar rasio antara aspek benefit dan aspek cost sehingga tidak terdapat nilai NPV negatif.
Dan pada sistem pembayaran Monthly Payment didapat nilai NPV = Rp. 1,834,812,505.00 dan nilai IRR
yang terlalu tinggi dikarenakan terlalu besar rasio antara aspek benefit dan aspek cost sehingga tidak terdapat
nilai NPV negatif. Jadi, kedua sistem pembayaran proyek antara Turnkey dan Monthly Payment
menunjukkan nilai yang layak untuk dilaksanakan, tapi akan lebih menguntungkan apabila menggunakan
sistem pembayaran Monthly Payment karena keuntungan yang didapat lebih tinggi.

Kata Kunci : Time Value of Money, Turnkey, dan Monthly Payment

COMPARATIVE ANALISYS OF TURNKEY PAYMENT SYSTEM AND MONTHLY


PAYMENT AT GUEST HOUSE DEVELOPMENT PROJECT OF
ULUN TANJUNG

Abstract: Construction project funding is an important and have effect on financial system in a contractor in
completion of project that will be conducted. In Turnkey payment system at payment on the job has been
conducted by contractor paid all at once after the job at whole is complete, while at Monthly Payment system
the payment conduct montly as according progress of work. Then it takes a scientific analysis to the payment
systems that are used with working capital issued can produce the maximum profit to be able to take a
decision on the election of the right project payment system. Analysis of the time value of money is a
techique of calculation of the value for money within a certain period, all matters concerned with money
expediture and reciept calculated the value at any given time with a given interest rate. This study aims to
find out comparation of Time Value of Money at Guest House development project of Ulun Tanjung with
Turnkey payment system and Monthly Payment. Data processing have done with control acceptance and
funding that made in accountancy analysis. Of calculation of Value of Money at Turnkey payment system
obtained NPV value = IDR. 1,537,312,505.00 and IRR value that highest because too high of ratio between
benefit aspect and cost aspect so that there is no NPV value is negatif. And at Monthly Payment system
obtained NPV value = IDR. 1,834,812,505.00 And IRR value that too high it caused by too big ratio
between benefit aspect and cost apsect so that there is no NPV value is negatif. So that, both project payment
system shows feasible value to be conducted, but it will have benefit if using Monthly Payment system
because will get higher benefit.

Keywords : Time Value of Money, Turnkey, Monthly Payment

XII-1
Analisis Perbandingan Sistem Pembayaran……………………………………(Diputera, Warsika, Frederika)

PENDAHULUAN kontrak dengan sistem pembayaran monthly


payment tidak harus memakai modal kerja awal
Proyek konstruksi merupakan suatu kegiatan seperti pada kontrak turnkey. Dalam sistem
sementara yang berlangsung dalam jangka waktu pembayaran monthly payment kontraktor dibayar
yang terbatas, dengan alokasi sumber daya setiap bulan sesuai dengan prestasi pekerjaan.
tertentu serta mempunyai tujuan dan sasaran yang
terarah dengan jelas. Unsur-unsur yang Karena pelaksanaan proyek membutuhkan
terkandung dalam suatu proyek adalah unsur waktu yang relatif lama, sehingga modal kerja
biaya, waktu, dan mutu pekerjaan, dan yang dipinjam akan menimbulkan bunga yang
didalamnya terdapat berbagai komponen dan harus dibayarkan kepada pihak Bank, maka harus
sumber daya yang saling bekerja sama untuk dilakukan perbandingan analisis konsep Time
mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada awal Value of Money agar dapat diketahui efektifitas
proyek. modal kerja yang dikeluarkan oleh kontraktor.

Demi memenuhi tujuan tersebut diperlukan


pedoman yang mengatur agar proses pencapaian
sasaran tersebut dapat terealisasi dengan baik. MATERI DAN METODE
Kontraktor harus mampu membuat suatu
perencanaan yang baik terkait dengan biaya dan Proyek
waktu, khususnya dalam bidang keuangan dimana
kontraktor harus dapat menyediakan sejumlah Kegiatan proyek merupakan suatu kegiatan
dana sebagai modal untuk mengambil sebuah sementara yang berlangsung dalam jangka waktu
proyek, baik untuk investasi pada aktiva tetap terbatas, dengan sumber daya tertentu dan
maupun investasi pada aktiva lancar. Investasi dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang
pada aktiva lancar atau modal kerja haruslah sasaran dan tujuannya tersebut telah digariskan
diperhatikan dengan sungguh - sungguh oleh dengan jelas (Soehato,1997).
pihak manajer keuangan perusahaan, karena
modal kerja erat hubungannya dengan kegiatan Biaya
proyek seperti pembelian material, upah tenaga Menurut Soeharto (1995), biaya adalah
kerja, dan biaya- biaya operasi lainnya. segala usaha dan pengeluaran yang dilakukan
dalam mengembangkan, memproduksi dan
Modal kerja merupakan hal yang sangat aplikasi produk. Penghasilan produk selalu
penting bagi kelangsungan siklus proyek, karena memikirkan akibat dari adanya biaya terhadap
tanpa modal kerja proyek tidak mungkin dapat kualitas, reabilitas dan maintainability karena ini
beroperasi sebagaimana mestinya. Modal kerja akan berpengaruh tehdap biaya bagi pemakai.
merupakan modal yang diperlukan oleh
kontraktor untuk menjalankan/ memulai kegiatan Rencana Anggaran Biaya
proyek. Sebelum proyek konstruksi dimulai, akan Rencana anggaran biaya adalah besarnya
dilakukan perundingan dan negosiasi antar pihak- biaya yang diperkirakan dalam pekerjaan proyek
pihak yang terlibat sehingga menghasilkan yang disusun berdasarkan volume dari setiap item
kesepakatan yang dinyatakan dalam suatu kontrak. pekerjaan pada gambar atau bestek.

Jenis kontrak sangat mempengaruhi modal Siklus Akuntansi


kerja yang dibutuhkan oleh kontraktor karena Untuk menghitung seberapa besar modal
setiap kontrak akan memiliki cara pembayaran perusahaan mempergunakan modal kerjanya
yang berbeda. Pada kontrak Turnkey akan untuk mnyelesaikan proyek tersebut, maka
memerlukan modal kerja sebesar 100% karena dipergunakan siklus akuntansi terdiri dari
pembayaran atas pekerjaan yang telah (Munawir, 2004):
dilaksanakan oleh kontraktor dibayar sekaligus 1. Jurnal
setelah pekerjaan selesai seluruhnya. Penyediaan 2. Buku Besar
modal kerja oleh kontraktor harus benar- benar 3. Laporan Laba Rugi
diperhitungkan oleh pihak manajemen, artinya 4. Laporan Perubahan Modal
modal kerja proyek yang dikeluarkan tidak 5. Neraca
kurang ataupun tidak lebih jika dibandingkan
dengan modal kerja yang dibutuhkan serta
penyediaannya harus tepat waktunya. Sehingga
Time Value of Money
kegiatan proyek setiap saat dapat berjalan dengan
Analisis ini digunakan untuk mengetahui
lancar dan efisien, tidak mengalami kesulitan
besar Future Value (nilai yang akan datang)
finansial untuk membayar kewajiban yang segera
dengan perhitungan NPV dan IRR dari suatu
jatuh tempo serta kemungkinan untuk memiliki
modal kerja yang dikeluarkan oleh perusahaan
persediaan dalam jumlah yang cukup supaya
untuk melaksanakan proyek pembangunan Guest
dapat melayani konsumen. Sedangkan pada
XII-2
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

House Ulun Tanjung untuk melakukan dengan jumlah kredit dan untuk mengetahui
pengembalian modal yang dipinjam dari pihak apakah ada kesalahan dalam posting dan
bank tersebut dan memperkirakan manfaat modal penjumlahan. Hasil perhitungan Neraca Saldo
kerja terkait pelaksanaan proyek. pada bulan Mei dapat dilihat pada Tabel 2
Tabel 2. Neraca Saldo Bulan Mei 2012
Hasil Analisis PT. PALU AJI
NERACA SALDO
Dari hasil analisis yang digunakan akan Mei 2012
didapat hasil : DEBET KREDIT
1. Keuntungan perusahaan yang dapat dilihat Kas 1,006,950,000.00
dari hasil penyusunan sistem akuntansi. Biaya Material 49,773,000.00
2. Nilai NPV dan IRR yang menentukan layak Biaya overhead 94,000,000.00
Biaya Upah 36,777,744.41
atau tidaknya suatu proyek dilaksanakan dan Biaya operasional 12,500,000.00
presentase keuntungannya dapat dilihat. Modal 1,200,000,000.00
1,200,000,000.00 1,200,000,000.00
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Laporan Laba /Rugi
Laporan rugi laba ini menyajikan hasil usaha
Analisis Laporan Keuangan Terhadap
perusahaan dalam rentang waktu tertentu, yang
Sistem Pembayaran Turnkey terdiri dari pendapatan, biaya, laba atau rugi.
Laporan keuangan adalah laporan yang Dalam pembahasan ini dapat dilihat laba yang
menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada dihasilkan setelah proyek selesai dikerjakan. Hasil
saat ini dimana keadaan keuangan perusahan pada perhitungan Laporan Laba/Rugi pada bulan Mei
tanggal tertentu dan periode tertentu. Untuk dapat dapat dilihat pada Tabel 3
memperoleh data tentang cost budget untuk Tabel 3. Laporan Laba/Rugi Bulan Mei 2012
bahan, upah dan alat digunakan bantuan kertas PT. PALU AJI
kerja seperti : Jurnal, Buku Besar, Laporan Laba/ Laporan Laba Rugi
rugi, Laporan Perubahan Modal dan Neraca. Mei 2012
Neraca awal proyek pembangunan Guest House Pendapatan :
Ulun Tajung dapat dilihat pada Tabel 1 Biaya :
Tabel 1. Neraca Awal Bulan Mei 2012 Biaya Material 49,773,000.00
Biaya overhead 94,000,000.00
Kontraktor PT. PALU AJI
NERACA Biaya upah 36,777,000.00
Mei 2012 Biaya operasional 12,500,000.00
Aktiva Pasiva Total biaya 193,050,000.00
Kas Rp. 1,200,000,000.00 Modal Rp. 1,200,000,000.00 Laba/ Rugi bersih
Total Total (persediaan bahan) 193,050,000.00
Aktiva Rp. 1,200,000,000.00 pasiva Rp. 1,200,000,000.00

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013 Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013)

Jurnal Laporan Perubahan Modal


Jurnal ini terdiri dari empat kolom yang mana Pada laporan ini memudahkan perusahaan
pada kolom pertama terdapat tanggal transaksi dalam merencanakan peminjaman uang karena
yang terjadi, kolom kedua terdapat keterangan dari sini dapat dilihat seberapa besar modal yang
tempat perkiraan yang akan didebet dan dimiliki perusahaan. Hasil perhitungan Laporan
diperkiraan yang akan dikredit, kolom ketiga Perubahan Modal pada bulan Mei dapat dilihat
terdapat post reference atau nomor perkiraan, pada Tabel 4
kolom keempat terdapat tempat penjumlahan Tabel 4. Laporan Perubahan Modal Bulan Mei
debet serta kolom kelima tempat penjumlahan 2012
PT. PALU AJI
kredit. Laporan Perubahan Modal
Mei 2012
Buku Besar Modal Perusahaan : 1,200,000,000.00
Buku besar merupakan tahapan kedua dari Laba/Rugi bersih
(193,050,000.00)
sistem akuntansi. Buku besar ini berfungsi untuk Modal Akhir : 1,006,950,000.00
mengumpulkan transaksi–transaksi yang bersifat
sama. Sumber : Hasil Pengolahan data (2013)

Neraca Saldo Neraca Akhir


Setelah buku besar selesai dibuat, maka
Bagian akhir dari laporan keuangan adalah
jumlah dari setiap buku besar akan dipindahkan
neraca, dari sini dapat dilihat seberapa besar
kedalam neraca saldo. Fungsi dari neraca saldo ini
kekayaan yang dimiliki setelah proyek selesai
adalah untuk mengetahui apakah debet sama
seperti kas, peralatan, modal maupun hutang.
XII-3
Analisis Perbandingan Sistem Pembayaran……………………………………(Diputera, Warsika, Frederika)

Hasil perhitungan Neraca Akhir pada bulan Mei debet serta kolom kelima tempat penjumlahan
2012 dapat dilihat pada tabel 4.11 kredit.
Tabel 5. Neraca Akhir Bulan Mei 2012
PT. PALU AJI Buku Besar
Neraca Akhir
Mei 2012 Buku besar merupakan tahapan kedua dari
sistem akuntansi. Buku besar ini berfungsi untuk
AKTIVA PASIVA
Kas 1,006,950,000.00 Hutang dagang mengumpulkan transaksi–transaksi yang bersifat
Piutang Modal sama.
dagang Perusahaan 1,006,950,000.00

Neraca Saldo
Total 1,006,950,000.00 Total 1,006,950,000.00 Setelah buku besar selesai dibuat, maka
jumlah dari setiap buku besar akan dipindahkan
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013) kedalam neraca saldo. Fungsi dari neraca saldo ini
Berdasarkan analisis laporan keuangan sistem adalah untuk mengetahui apakah debet sama
pembayaran Turnkey, maka diperoleh keuntungan dengan jumlah kredit dan untuk mengetahui
dari pelaksanaan proyek pembangunan Guest apakah ada kesalahan dalam posting dan
House Ulun Tanjung adalah sebesar Rp. penjumlahan. Hasil perhitungan Neraca Saldo
1,537,312,505.00. Selanjutnya akan dilakukan pada bulan Mei dapat dilihat pada tabel 4.18
analisis Time Value of Money untuk mengetahui Tabel 7 Neraca Saldo Bulan Mei 2012
kelayakan investasi dari proyek tersebut. PT. PALU AJI
Adapun grafik dari cashflow system pembayaran NERACA SALDO
Mei 2012
turnkey dapat dilihat pada gambar 1.
DEBET KREDIT
Kas 1,006,950,000.00
Biaya Material 49,773,000.00
Biaya overhead 94,000,000.00
Biaya Upah 36,777,000.00
Biaya operasional 12,500,000.00
Modal 1,200,000,000.00

Gambar 1. Grafik Cash Flow Sistem Pembayaran 1,200,000,000.00 1,200,000,000.00


Turnkey Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013)
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013)
Laporan Laba /Rugi
Analisis Laporan Keuangan Terhadap Laporan rugi laba ini menyajikan hasil usaha
Sistem Pembayaran Monthly Payment perusahaan dalam rentang waktu tertentu, yang
Laporan keuangan adalah laporan yang terdiri dari pendapatan, biaya, laba atau rugi.
menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada Dalam pembahasan ini dapat dilihat laba yang
saat ini dimana keadaan keuangan perusahan pada dihasilkan setelah proyek selesai dikerjakan. Hasil
tanggal tertentu dan periode tertentu. Untuk dapat perhitungan Laporan Laba/Rugi pada bulan Mei
memperoleh data tentang cost budget untuk dapat dilihat pada tabel 7.
bahan, upah dan alat digunakan bantuan kertas Tabel 7. Laporan Laba/Rugi Bulan Mei 2012
PT. PALU AJI
kerja seperti : Jurnal, Buku Besar, Laporan Laporan Laba Rugi
Laba/rugi, Laporan Perubahan Modal dan Neraca. Mei 2012
Neraca awal proyek pembangunan Guest House Pendapatan :
Biaya :
Ulun Tajung dapat dilihat pada Tabel 6 Biaya Material 49,773,000.00
Tabel 6. Neraca Awal Bulan Mei 2012 Biaya overhead 94,000,000.00
Kontraktor PT. PALU AJI Biaya upah 36,777,000.00
NERACA Biaya operasional 12,500,000.00
Mei 2012 Total biaya 193,050,000.00
Aktiva Pasiva Laba/Rugi bersih (193,050,000.00)
Kas Rp. 1,200,000,000.00 Modal Rp. 1,200,000,000.00
Total Total Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013)
Aktiva Rp. 1,200,000,000.00 pasiva Rp. 1,200,000,000.00

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013) Laporan Perubahan Modal


Pada laporan ini memudahkan perusahaan
Jurnal dalam merencanakan peminjaman uang karena
Jurnal ini terdiri dari empat kolom yang mana dari sini dapat dilihat seberapa besar modal yang
pada kolom pertama terdapat tanggal transaksi dimiliki perusahaan. Hasil perhitungan Laporan
yang terjadi, kolom kedua terdapat keterangan Perubahan Modal pada bulan Mei dapat dilihat
tempat perkiraan yang akan didebet dan pada Tabel 8
diperkiraan yang akan dikredit, kolom ketiga
terdapat post reference atau nomor perkiraan,
kolom keempat terdapat tempat penjumlahan

XII-4
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Tabel 8. Laporan Perubahan Modal Bulan Mei


2012
PT. PALU AJI
Laporan Perubahan Modal
Mei 2012
Modal Perusahaan : 1,200,000,000.00

Laba/Rugi bersih
(193,050,000.00)
Modal Akhir : 1,006,950,000.00

Gambar 2. Diagram Cash Flow Sistem


Sumber : Hasil Pengolahan data (2013) Pembayaran Monthly Payment
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013)
Neraca Akhir
Bagian akhir dari laporan keuangan adalah Analisis Time Value of Money
neraca, dari sini dapat dilihat seberapa besar
kekayaan yang dimiliki setelah proyek selesai
1. Sistem Pembayaran Turnkey
Pada sistem pembayaran turnkey ini,
seperti kas, peralatan, modal maupun hutang.
pembayaran dilakukan pada saat penyerahan
Hasil perhitungan Neraca Akhir pada bulan Mei
proyek kepada owner karena proyek telah selesai
dapat dilihat pada Tabel 9
dikerjakan secara menyeluruh (100%) oleh
Tabel 9. Neraca Akhir Bulan Mei 2012
PT. PALU AJI kontraktor dan dalam proyek pembangunan Guest
Neraca Akhir House Ulun Tanjung ini kontraktor hanya
Mei 2012
AKTIVA PASIVA
menyediakan modal awal sebesar Rp.
Hutang 1,200,000,000.00 sehingga untuk menyelesaikan
Kas 1,006,950,000.00 dagang proyek ini harus melakukan pinjaman Bank
Piutang Modal
dagang Perusahaan 1,006,950,000.00 sebesar Rp. 3,500,000,000.00 dengan bunga 1,5%
perbulan pada saat modal awal habis terpakai
Total 1,006,950,000.00 Total 1,006,950,000.00
pada bulan terakhir. Dan pengembalian hutang
Bank dilakukan setelah semua penerimaan
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013) turnkey diterima oleh kontraktor.
Berdasarkan analisis laporan keuangan sistem Net Present Value (NPV)
pembayaran Monthly Payment, maka diperoleh Jika : NPV > 0 artinya investasi
keuntungan dari pelaksanaan proyek menguntungkan/layak.
pembangunan Guest House Ulun Tanjung adalah NPV < 0 artinya investasi tidak
sebesar Rp 1,834,812,505.00. Selanjutnya akan menguntungkan/layak.
dilakukan analisis Time Value of Money untuk NPV = PWB - PWC
n
mengetahui kelayakan investasi dari proyek
tersebut. PWB   Cb t ( FPB )
t 0
Adapun grafik dari cashflow sistem pembayaran
n

 Cc ( FPB )
monthly payment dapat dilihat pada gambar 2
berikut : PWC  t
t 0
Analisis perhitungannya dilakukan dengan
menggunakan tabel excel, sehingga nilai NPV
dapat dilihat pada Tabel 10
Tabel 10. Perhitungan NPV sistem pembayaran Turnkey
No. Bulan Turnkey Cost Net Benefit DF NVP
a b c d e = (c - d) f g = (e x f)
1 0 1,200,000,000.00 1,200,000,000.00 1 1,200,000,000.00
2 1 193,050,000.00 (193,050,000.00) 0.982 (189,636,542.24)
3 2 332,513,500.00 (332,513,500.00) 0.965 (320,858,631.08)
4 3 418,314,500.00 (418,314,500.00) 0.948 (396,514,966.77)
5 4 192,247,500.00 (192,247,500.00) 0.931 (179,006,824.69)
6 5 3,500,000,000.00 441,642,500.00 3,058,357,500.00 0.915 2,797,366,437.40
7 6 359,786,000.00 (359,786,000.00) 0.898 (323,264,185.76)
8 7 451,272,200.00 (451,272,200.00) 0.883 (398,294,339.41)
9 8 741,071,489.00 (741,071,489.00) 0.867 (642,507,025.92)
10 9 830,816,256.00 (830,816,256.00) 0.852 (707,579,078.74)
11 10 6,269,881,000.00 5,471,854,550.00 798,026,450.00 0.837 667,635,630.22
JUMLAH 10,969,881,000.00 9,432,568,495.00 1,537,312,505.00 1,507,340,473.00
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2013) bulannya. Sehingga, untuk mendapatkan nilai
NPV dapat dimasukkan kedalam rumus :
Berdasarkan hasil perhitungan NPV pada NPV = PWB - PWC
tabel 4.28 bisa dilihat jumlah penerimaan (PWB) = Rp. 1,507,340,473.00 > 0 artinya
dan pengeluaran (PWC) yang terjadi setiap investasi menguntungkan/ layak.
XII-5
Analisis Perbandingan Sistem Pembayaran……………………………………(Diputera, Warsika, Frederika)

NPV = PWB - PWC


Sistem Pembayaran Monthly Payment n

Pada sistem pembayaran monthly payment PWB   Cb t ( FPB )


ini, pembayaran dilakukan sesuai bobot rencana t 0
n
yang telah terdapat didalam time schedule.
Dengan modal awal sebesar 1,200,000,000.00 dan PWC   Cc ( FPB )
t
pembayaran monthly payment dibayar pada awal t 0

bulan pada bulan selanjutnya. Pada sistem Analisis perhitungannya dilakukan dengan
pembayaran ini kontraktor tidak harus melakukan menggunakan tabel excel, sehingga nilai NPV
pinjaman bank karena sesuai cash flow proyek ini dapat dilihat pada Tabel 11.
tidak terdapat devisit anggaran.
Net Present Value (NPV)

Tabel 11. Perhitungan NPV sistem pembayaran Monthly Payment


No. Bulan Benefit Cost Net Benefit DF NVP

a b c d e = (c - d) f g = (e x f)
1 0 1,200,000,000.00 1,200,000,000.00 1.00 1,200,000,000.00
2 1 - 193,050,000.00 (193,050,000.00) 0.982 (189,636,542.24)
3 2 295,812,911.63 332,513,500.00 (36,700,588.37) 0.965 (35,414,202.86)
4 3 799,690,908.50 418,314,500.00 381,376,408.50 0.948 361,501,822.06
5 4 1,054,621,666.72 192,247,500.00 862,374,166.72 0.931 802,979,811.34
6 5 176,878,407.22 406,642,500.00 (229,764,092.78) 0.915 (210,156,713.75)
7 6 103,762,281.71 307,286,000.00 (203,523,718.29) 0.898 (182,864,061.07)
8 7 842,354,433.32 398,772,200.00 443,582,233.32 0.883 391,507,149.33
9 8 1,185,041,452.97 688,571,489.00 496,469,963.97 0.867 430,438,149.01
10 9 845,233,246.11 778,316,256.00 66,916,990.11 0.852 56,991,015.61
11 10 966,485,691.82 1,919,354,550.00 (952,868,858.18) 0.837 (797,178,089.34)
JUMLAH 7,469,881,000.00 5,635,068,495.00 1,834,812,505.00 1,828,168,338.10
Sehingga investasi proyek Guest House Ulun
Dari Tabel 11 diketahui pada proyek ini cash Tanjung ini layak dan menguntungkan.
flow tanpa nilai IRR, karena terlalu besar 2. Dengan sistem pembayaran Monthly
perbandingan antara aspek benefit dan aspek cost Payment penggunaan modal kerja yang sama
disebabkan nilai NPV selalu positif tidak terdapat sebesar Rp. 1,200,000,000.00 mendapatkan
nilai negatif yang artinya proyek layak/ keuntungan finansial sebesar Rp.
menguntungkan. Rp1,834,812,505.00 pada akhir pelaksanaan
proyek. Dan hasil perhitungan Analisis Time
Value of Money menunjukkan bahwa nilai
SIMPULAN DAN SARAN NPV yang diperoleh adalah Rp.
1,828,168,338.10 > 0 , nilai IRR yang tinggi
Kesimpulan dikarenakan terlalu besar antara aspek benefit
Berdasarkan hasil analisis yang telah dan aspek cost yang tidak terdapat nilai NPV
dilakukan, perbandingan Time Value of Money negatif, maka ini merupakan cash flow tanpa
pada proyek pembangunan Guest House Ulun IRR. Sehingga investasi proyek Guest House
Ulun Tanjung ini layak dan menguntungkan.
Tanjung dengan sistem pembayaran Turnkey dan Jadi, kesimpulan dari hasil analisis diperoleh
Monthly Payment adalah : bahwa kedua sistem pembayaran proyek antara
1. Dengan sistem pembayaran Turnkey dengan Turnkey dan Monthly Payment menunjukkan
modal awal sebesar Rp. 1,200,000,000.00 nilai yang layak untuk dilaksanakan, tapi akan
dan modal pinjaman Bank sebesar Rp. lebih menguntungkan apabila menggunakan
3,500,000,000.00 mendapat keuntungan sistem pembayaran Monthly Payment karena
finansial sebesar Rp. 1,537,312,505.00 pada keuntungan yang didapat lebih tinggi.
akhir pelaksanaan proyek. Dan hasil
perhitungan Analisis Time Value of Money
menunjukkan bahwa nilai NPV yang Saran
diperoleh adalah Rp. 1,507,340,473.00 > 0 , 1. Dalam pembuatan siklus akuntansi
nilai IRR yang tinggi dikarenakan terlalu diperlukan ketelitian mulai dari pencatatan
besar antara aspek benefit dan aspek cost transaksi-transaksi yang terjadi, posting
yang tidak terdapat nilai NPV negatif, maka sampai pembuatan laporan keuangan untuk
ini merupakan cash flow tanpa IRR. menghindari terjadinya kesalahan yang bisa
berakibat fatal.

XII-6
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

2. Dalam pelaksanaan suatu proyek diharapkan DAFTAR PUSTAKA


modal kerja yang dipakai adalah modal kerja
perusahaan sendiri sesuai dengan kebutuhan Asiyanto. 2003. Construction Project Cost
proyek tersebut, sehingga dapat memperkecil Management. Pradnya Paramita, Jakarta.
rentabilitas dan penyedianya harus tepat
waktu supaya aktivitas peusahaan dapat Asiyanto. 2005. Construction Project Cost
berjalan dengan lancar. Management. Pradnya Paramita, Jakarta.
3. Proyek dengan sistem pembayaran Monthly
Payment lebih disarankan untuk dilaksanakan Dipohusodo, I. 1996. Manajemen Proyek dan
karena nilai hasil dari perhitungan Analisis Konstruksi, jilid 1, Kamis, Yogyakarta.
Akuntansi dan Time Value of Money yang
dihasilkan memiliki nilai yang lebih Giatman, M. 2005. Ekonomi Teknik, Persada
menguntungkan. Grafindo Raja, Jakarta.

Jusup, Haryono AI. 2011. Dasar-Dasar Akuntansi


UCAPAN TERIMA KASIH Jilid 1. Bagian Penerbitan Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.
Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Yogyakarta.
Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-
Nyalah penulis dapat menyelesaikan Jurnal Kasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan,
Ilmiah yang berjudul ”Analisis Sistem Kencana, Jakarta.
Pembayaran Turnkey Dan Monthly Payment Pada
Proyek Pembangunan Guest House Ulun Soeharo, I, 1995. Manajemen Proyek Dari
Tanjung”. Tersusunnya Jurnal Ilmiah ini tidak Konseptual Sampai Operasional,
terlepas dari bantuan dari berbagai pihak. Untuk Erlangga, Jakarta.
itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen Soeharto, I., 1997. Manajemen Proyek dari
pembimbing Jurnal Ilmiah, orangtua dan semua Konseptual Sampai Operasional,
keluarga atas doa restu dan dukungannya serta Erlangga, Jakarta.
rekan-rekan Sipil angkatan 2008 serta semua
pihak yang telah membantu dalam penyelesaian
Jurnal Ilmiah ini.

XII-7

Anda mungkin juga menyukai