Metode Need Assessment (Pengkajian Kebutuhan)
Dalam melakukan pengkajian dibutuhkan suatu metode yang bertujuan untuk mengumpulkan
data yang terdiri dari :
Tes / Ujian, lisan maupun tertulis
Observasi, diartikan pengamatan dan pencatatan secara sisttematik terhadap gejala yang
tampak pada objek penelitian/sasaran. Observasi merupakan metode yang cukup mudah
dilakukan untuk pengumpulan data. Banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam
kondisi lingkungan tertentu sehingga dapat terjadi gangguan yang menyebabkan
obeservasi tidak dapat dilakukan. Contoh observasi adalah dengan Survey Langsung kita
dapat melihat karakteristik tentang gaya hidup, tempat tinggal dan tipe rumah dan
lingkungan rumah. Jenis observasi yang lain :
a) Catatan anekdot : alat untuk mencatat gejala-gejala khusus atau luar biasa
menurut urutan kejadian, catatan dibuat segera setelah peristiwa terjadi.
Pencatatan ini dilakukan terhadap bagaimana kejadiannya, bukan pendapat
pencatat tentang kejadian tersebut.
b) Catatan berkala (Incidental record) : Pencatatan berkala walaupun dilakukan
berurutan menurut waktu munculnya suatu gejala tetapi tidak dilakukan terus
menerus, melainkan pada waktu tertentu dan terbatas pula pada jangka waktu
yang telah ditetapkan unutk tiap kali pengamatan.
c) Daftar ceklis (Checklist) : Penataan data dilakukan dengan menggunakan sebuah
daftar yang emuat nama observer dan jeniis gejala yang diamati.
d) Skala Penilaian (Rating Scale) : Pencatatan dta dengan alat ini dilakukan sperti
ceklis. Perbedaannya terletak pada kategorisasi gejala yang dicatat. Dalam rating
scale tidak hanya terdapat nama objek yang diobeservasi dan gejala yang
diselidiki akan tetapi tercantum kolom-kolom yang menunjukkan
tingkatan/jenjang setiap gejala tersebut.
Peralatan mekanis (Mecanical device) : Pencatatan dengan alat ini tidak dilakukan pada
saat observasi berlangsung, karena sebagian atau seluruh peristiwa direkam sesuai
dengan keperluan. Jenis pengumpulan data ini , Yaitu : angket, wawancara, teknik
sampling.
a) Informant Interviews, informasi yang diperoleh dari informan adalah kunci
melalui wawncara atau focus group discussion sangat menolong dalam mengatasi
masalah
b) Participant Observation, kita dapat mengkaji data objektif berdasarkan orang,
tempat dan social system yang ada di komunitas. Informasi ini dapat membantu
mengidentifikasi tren, kestabilan dan perubahan yang memberi dampak kesehatan
individu di komunitas.
- Kuisioner (Angket)
Angket atau kuesioner menurut Sugiyono (2010:199) merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau
pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Pada umumnya sebagian
besar penelitian banyak yang menggunkan angket atau kuesioner sebagai instrument
mengumpulkan data. Banyak peneliti yang menggunakan angket sebagai salah satu
metode pengumpulan data dikarenakan angket mempunyai banyak kebaikan sebagai
metode pengumpulan data
- Wawancara
Blaxter L, Hughes C, & Tight M (2001 :259) berpendapat bahwa metode
wawancara yang melibatkan pengajuan pertanyaan atau pembahasan hal-hal dengan
orang-orang. Metode ini dapat menjadi teknik yang bermanfaat dalam mengumpulkan
data yag tidak dapat diakses dengan menggunakan teknik-teknik observasi atau
kuesioner. Hal senada juga diungkapkan oleh Sugiyono (2013:194) wawancara
digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi
pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila
peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalamndan jumlah
respondennya sedikit/kecil.
Jadi ketika ditarik kesimpulan tentang pengertian metode wawancara bahwa
metode wawancara adalah metode wawancara adalah metode yang melibatkan
interaksi langsung antara peneliti dan subyek penelitian dengan mengajukan
pertanyaan seputar masalah penelitian serta metode ini dapat dilakukan secara
terstruktur maupun non-struktur yakni bisa secara tatap muka dan bisa juga melalui
telepon.
- Teknik sampling
Alat sampling membantu peneliti memilih unit wakil dari populasi. Data yang
dikumpulkan dari uni-unit ini, peneliti menarik kesimpulan tentang sifat dari seluruh
penduduk. Mereka generalisasi bahwa apa yang benar dari sampel akan menjadi kenyataan
dari populais. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sampling atau teknik sampel adalah
suatu alat pemecahan masalah yang akan memudahkan peneliti untuk mengidentifikasi
kesamaan dari seluruh penduduk.
Sumber data dalam need assessment terdiri dari:
a. Data primer: secara langsung diambil dari objek/sasaran, baik perorangan, kelompok, organisasi
maupun masyarakat.
b. Data sekunder: data yang didapat tidak secara langsung dari objek/sasaran. Data yang didapat sudah
jadi, yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara/ metode, baik komersial maupun non
komersial, misalnya melalui media cetak maupun elektronik.
Data yang dikumpulkan terdiri dari :
1) Data epidemiologi
2) Data sosial ekonomi
3) Pandangan profesional
4) Informasi Kualitas Kehidupan : diperoleh dengan melihat data sekunder (Strata keluarga) informasi ini
hanya berfungsi sebagai latar belakang masalah saja
5) Informasi tentang perilaku sehat : diperoleh dari kunjungan rumah atau di Pos Yandu
6) Informasi tentang faktor penyebab (predisposing, enabling dan reinforcing factors) diperoleh melalui
survei cepat etnografi (Rapid etnography assesment) yang dilakukan oleh tingkatan kabupaten atau
kota.
7) Informasi tentang faktor internal (tenaga, sarana, dana promosi kesehatan) dan eksternal (peraturan,
lingkungan di luar unit) diperoleh dari lapangan/tempat.
Sasaran need assessment
Populasi structural (yaitu pekerja : tingkat kompetensi, umur, genre, ras,)
Populasi fungsional (relasi sosial : keluarga, sekolah, kelompok patil, dll)
Tingkat status kesehatan (angka kesakitan/kematian, kesehatan kerja, klaim asuransi,
perubahan ikli)
Sistem layanan kesehatan (dokter, asuransi kesehatan, akses pelayanan kesehatan lain)
Program promosi kesehatan kerja (program aktif, akhir program, evaluasi, insetif program)
Lingkungan (lokasi, cuaca, kawasan industry, dll)
Struktur sosial politik (pemerintahan daerah, sistem pendidikan, fasilitas umum, rekreasi,
kelompok keagamaan, hubungan antar etnis)
Angak kematian (penyakit infeksi, peyakit deenratif,kecelakaan kerja, dll)
Factor resiko (resiko prilaku, resiko non prilaku)
Memprioritaskan kebutuhan promkes
Memprioritaskan kebutuhan., teanlm mempriorotaskan masalah berdasarkan keinginan dan kebutuhan
masalah-masalah yang mempengaruhi kesehatan.
Tipe kebutuhan (type needs)
Normative needs (perlu pendapat ahli untuk melihat kebutuhan masyarakat
Expressed needs (mengacu pada kebutuhan masyarakat dengan melakukan survey pelayanan kesehatan
yang di butuhkan mereka)
Comparative needs (berasal dari kebutuhan akan pelayanan kesehatan di suatu populasi dan digunakan
sebagai dasar untuk menentukan pelayanan kesehatan yang di perlukan di area lain dengan populasi yang
hampir sama)
Felt needs (kebutuhan yang di rasakan masyarakat).
Kebutuhan akan Promosi Kesehatan perlu dikaji dan didentifikasi dari berbagai sumber dan faktor-faktor
yang berhubungan dengan munculnya kebutuhan tersebut berdasarkan metode yang disesuikan dengan
data yang akan dikaji/dikumpulkan dari sasaran. sebelum kita menentukan diagnosa masalah. Dalam
mengkaji kebutuhan promosi kesehatan, perawat perlu memahami tentang kebutuhan manusia, tujuan
, metode, proses dan bagaimana mengidentifikasi pengkajian kebutuhan promosi kesehatan tersebut.
Saat melakukan pengkajian promosi kesehatan, perawat perlu menentukan prioritas. Hirarki Maslow
(1970) tentang kebutuhan merupakan metode yang sangat berguna untuk menetukan prioritas. Hirarki
tentang kebutuhan manusia mengatur kebutuhan dasar dalam lima tingkat. Tingkat pertama atau
tingkat paling dasar mencakup kebutuhan seperti udara, air, dan makanan. Tingkat kedua mencakup
kebutuhan keselamatan dan keamanan. Tingkat ketiga mengandung kebutuhan dicintai dan memiliki.
Tingkat keempat mengandung
kebutuhan dihargai dan harga diri. Tingkat kelima adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri.
Lain halnya dengan Bradshaw (1972), Bradshaw secara umun mengunakan suatu taksonomi yang
membedakan kebutuhan kesehatan dan sosial menjadi empat tipe kebutuhan, yaitu:
a. Kebutuhan normatif: Didasarkan pada pertimbangan ahli profesional.
Contohnya perencanaan karir, keuangan, asuransi, dan liburan.
b. Kebutuhan yang dirasakan: Kebutuhan yang diidentifikasi sebagai apa yang mereka inginkan.
Tergantung pada kesadaran dan pengetahuannya
c. Kebutuhan yang dinyatakan: Kebutuhan yang dirasakan yang telah diubah menjadi permintaan yang
terungkap (demand), biasanya berupa keinginan.
d. Kebutuhan ini bisa bertentangan dengan kebutuhan normatif.
e. Kebutuhan Komparatif: Kebutuhan dengan membandingkan diantara kelompok yang sama.
Empat (4) kunci yang perlu dipertimbangkan dalam mengidentifikasi kebutuhan:
1) Ruang lingkup tugas;
2) Reaktif atau proaktif;
3) Menempatkan kebutuhan klien lebih dulu;
4) Pendekatan pemasaran