0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan4 halaman

Aa

aa

Diunggah oleh

Albert Randa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan4 halaman

Aa

aa

Diunggah oleh

Albert Randa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Jelaskan tentang cara/teknologi untuk mengurangi emisi industri atau emisi boiler
Jawab :
Salah satu dari emisi yang dihasilkan dari pembakaran pada boiler adalah NOx. Ada
beberapa cara atau teknologi yang dilakukan untuk mengurangi emisi NOx pada boiler,
yaitu :
- Menggunakan teknologi Internal Flue Gas Recurcilation (IFGRT)
Pendahuluan :
Untuk meminimalisir pembentukan NOx dari thermal NOx route. Hal ini dapat
dilakukan dengan menggunakan Internal Flue Gas Recurcilation (IFGRT) dimana
memiliki konsep dengan pembakaran tanpa api. Teknologi IFGRT ini dapat
membangun/mendirikan kondisi pembakaran tanpa api (flameless combustion)
karena dapat memanaskan dan mengencerkan reaktan secara bersamaan, kombinasi
dari kedua efek ini dapat menekan suhu puncak pembakaran dan juga memperbesar
volume reaksi.
Mekanisme :
Untuk mengevaluasi IFGRT dapat digunakan metode numerical, dimana metode
numerical pada boiler sendiri dibagi menjadi dua strategi yaitu, decoupled modelling
dan integrated modelling. Pada decoupled modelling, dapat memodelkan konversi
bahan bakar di daerah fuel-bed yang kemudian menggunakan informasi (seperti laju
aliran gas, suhu dan konsentrasi) dari gas yang dilepaskan dari fuel-bed. Yang mana,
dapat di illustrasikan sebagai berikut :

Seperti yang diketahui, NOx terbentuk terutama dari bahan bakar NOx, NOx
thermal. Dalam jurnal ini, NOx-thermal dan NOx diprediksi oleh metode pasca-
pemrosesan berdasarkan hasil konvergen dari aliran reaksi. Mekanisme pengurangan
NO mempertimbangkan bahwa ada beberapa spesies reduktif di dalam gas yang
dihasilkan, seperti CO dan H2. Selanjutnya, jumlah NOx dihitung dengan sub-
tracting/sistem emisi NO total yang diukur dengan data thermal NOx dan emisi NOx
yang diprediksi. Menurut Santos dkk, NOx boiler gratefilter terbentuk di Zona 2,
Zona 3 dan Zone 4, dan akan berkurang sedikit demi sedikit. Oleh karena itu, dalam
model ini, bahan bakar NOx diasumsikan didistribusikan di lima zona dengan
persentase 5%, 40%, 30%, 20% dan 5%. Parallel over-fired air (OFA) digunakan
untuk implementasi yang menghasilkan emisi NOx yang lebih rendah

Hasil :
Hasil dari percobaan ini dapat dilihat pada gambar dibawah :

Pembentukan NOX termal tidak hanya terkait dengan suhu pembakaran, tetapi juga
tergantung pada waktu pada saat N2 berada di daerah dengan suhu tinggi. Dengan
demikian, kernel api yang lebih pendek bermanfaat untuk menurunkan pembentukan
NOx karena waktu tinggal yang lebih sedikit.
Baik Parallel dan Staggured OFA berhasil menurunkan emisi NOx akhir, tetapi
penurunan emisi NOx lebih banyak dilakukan oleh Parallel OFA.

2. Jelas karakteristik emisi industri/emisi boiler


Jawab :
Emisi dari boiler dapat berupa NOx, CO, NH3 and VOCs. Alat analisa gas buang/flue
gas (Testo 350) digunakan untuk menganalisis kandungan O2, suhu gas buang, kecepatan
gas asap, dan konsentrasi NOx, SO2 dan CO di outlet boiler industri berbahan bakar gas
sesuai dengan metode standar. Untuk emisi factor dari NOx, SO2, dan CO ini sendiri
dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

Dimana i merupakan polutan seperti NOx,NH3,dan CO. Sedangkan j merupakan


mode/tipe pembakaran, C merupakan konsentrasi emisi polutan dalam gas buang, Q
merupakan volume gas buang, dan S merupakan laju umpan dari gas alam.

Untuk menganalisis karakteristik emisi NOx, CO dan SO2, seperti yang ditunjukkan pada
figs. 2–5.
Dalam hal boiler industri berbahan bakar gas beroperasi pada beban 95% dengan
FGR, durasinya sekitar 140 detik dari awal hingga operasi stabil. 0-100 detik
merupakan tahap murni ketika udara baru masuk. Dalam tahap ini,kandungan O2 gas
buang relatif tinggi dan polutan gas yang dipancarkan dari boiler industri berbahan
bakar gas tidak terdeteksi. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar/figs. 2 dan 3, 100-
140 detik adalah tahap awal ketika karakteristik polutan gas emisi dan gas buang
berganti atau berubah dengan cepat. Umumnya, emisi NOx dari pembakaran boiler
berbahan bakar gas adalah nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2).
NO adalah komponen utama yang terhitung lebih dari 95% dan teroksidasi lebih
lanjut menjadi NO2 di atmosfer. Pembentukan NOx dalam boiler yang mengandung
gas sangat kompleks dan terutama disebabkan oleh oksidasi nitrogen di udara. Tiga
mekanisme utama terlibat dalam, mekanisme termal (mekanisme Zeldovich),
mekanisme prompt (mekanisme Fenimore) dan mekanisme N2O-intermediate.
Pertama-tama konsentrasi NOx meningkat menjadi 62,50 mg/m3 pada 105 detik di
mana NO hanya menyumbang/memberikan sebagian kecil NOx. Bersamaan dengan
itu, konsentrasi NOx meningkat menjadi 73,27 mg/m3 pada 110 detik, dan kemudian
turun menjadi 27,95 mg/m3 pada 140 detik dengan prompt NOx menjadi dominan
terhadap NOx. Pada 105–125 detik, suhu ruang akan meningkat dan kecepatan gas
buang akan menurun. Konsentrasi CO berkisar dari 27,46 hingga 274,88 mg/m3,
yang menunjukkan pembakaran gas alam yang tidak sempurna. Dengan peningkatan
suhu ruang dan jumlah gas buang/flue gas dari FGR, konsentrasi CO menurun
menjadi 5,59 mg/m3 dan kecepatan gas buang meningkat menjadi 11,8 m/s pada 140
detik.
Boiler mencapai tahap pembakaran yang stabil setelah 140 detik ketika kandungan
O2 gas buang berada pada sekitar 4,89% dan kecepatan stabil pada sekitar 13,1 m/s.
Sementara itu, konsentrasi NOx dipertahankan pada sekitar 27,9 mg/m3 dengan rasio
volume NO/NO2 adalah 6, dan thermal-NOx menjadi komponen dominan.
Konsentrasi SO2 ditahan pada tingkat yang relatif rendah yaitu pada <2 mg/m3 dan
<6 mg/m3 selama keseluruhan proses operasi. Selanjutnya, dilakukan penelitian
boiler industri berbahan bakar gas beroperasi pada beban 90% tanpa FGR untuk
melakukan analisis kontrastif, seperti yang diillustrasikan dalam gambar/figs. 4 dan 5.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan perubahan/variasi emisi polutan
gas (NOx, CO, SO2), kadar O2,kecepatan gas buang, dan suhu ruang boiler
beroperasi pada beban 90% tanpa FGR hampir mendekati/sama dengan boiler
dioperasikan pada beban 95% dengan FGR. Diperlukan durasi sekitar 150 detik dari
operasi awal hingga stabil dalam boiler industri berbahan bakar gas yang beroperasi
pada beban 90% tanpa FGR. Kandungan dan kecepatan O2 dan gas buang masing-
masing dipertahankan sekitar 6.93% dan 11.2 m/s setelah 150 detik. Sementara,
konsentrasi NOx dari boiler industri berbahan bakar gas tanpa FGR sekitar 2,1 kali
lebih besar dari boiler industri berbahan bakar gas dengan FGR.

Anda mungkin juga menyukai