0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
401 tayangan3 halaman

Pengertian dan Kelebihan Iklan Cetak

Print Ad (iklan cetak) merupakan salah satu media promosi yang efektif karena mampu menarik perhatian pembaca dalam waktu singkat melalui unsur visual, headline, dan copywriting yang kreatif. Iklan cetak memiliki kelebihan seperti dapat terus terpapar selama berhari-hari dan menjangkau pembaca yang loyal pada media cetak tertentu. Unsur-unsur penting dalam iklan cetak antara lain headline, body copy, gambar, dan mandatories. Ada berbagai mac

Diunggah oleh

Retno Dwi Setya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
401 tayangan3 halaman

Pengertian dan Kelebihan Iklan Cetak

Print Ad (iklan cetak) merupakan salah satu media promosi yang efektif karena mampu menarik perhatian pembaca dalam waktu singkat melalui unsur visual, headline, dan copywriting yang kreatif. Iklan cetak memiliki kelebihan seperti dapat terus terpapar selama berhari-hari dan menjangkau pembaca yang loyal pada media cetak tertentu. Unsur-unsur penting dalam iklan cetak antara lain headline, body copy, gambar, dan mandatories. Ada berbagai mac

Diunggah oleh

Retno Dwi Setya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Print Ad (Iklan Cetak) 1.

Pengertian Print Ad Print Ad adalah salah satu media promosi yang cukup
efektif dan sangat berpengaruh, dengan pengolahan komunikasi visual based, kekuatan headline,
copywriter dan visualisasi unik, sebagai bahasa bentuk kreatifitas yang mempengaruhi audience
untuk segera bertidak sesuai dengan pesan yang disampaikan, dan terkadang hampir sama dengan
poster yang lebih 8 mengutamakan gambar dari pada kata atau kalimat yang kreatif. Mampu
mencuri perhatian pembaca, kalimat yang digunakan singkat, jelas, padat sehingga inti masalah
dapat dibaca orang sambil lalu sehingga mudah diingat dan sugestif atau berkesan (Sumber:
[Link] /2015/01/desain-print-ad_36.html, diakses tanggal 8
Oktober 2015). Seorang Art Director bilang bahwa tren print ad zaman sekarang sangat visual-driven
dengan semangat yang sangat mendobrak. Print Ad yang bagus dengan visual sederhana mampu
memberi stimulus yang dalam tiga detik pertama akan sanggup mencuri perhatian orang yang
melihatnya (Hendroyono, 2013:102). Suatu iklan media cetaktampil dalam perwujudan visual yang
terdiri dari unsur-unsur garis, bidang, gambar, warna, foto, maupun teks yang menyatu dalam suatu
komposisi yang bernilai artistik dan kreatif (Riyanto, 2000:20). 2. Kelebihan Print Ad Print ads
campaign seperti di majalah dan koran memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan online
advertising. Print ads campaign cenderung untuk menarik perhatian pembaca lebih lama dan pesan
yang dibawa melalui print ads campaign tersebut juga cenderung untuk bisa diingat lebih lama oleh
orang. Pembaca pada print media juga merupakan pembaca yang loyal. Orang-orang yang membaca
majalah atau koran cenderung memiliki kebiasaan membaca reguler. Loyalty ini jika dimanfaatkan
dengan print ads campaign menarik akan menjadikan print media merupakan medium 9 yang
penting untuk branding (sumber:[Link] print-ads-campaign-brand-
besar-dengan-keindahan-desain/, diaksees tanggal 8 Oktober 2015). Menurut Rhonda Abrams dan
Alice LaPlante dalam bukunya Passion to Profit (2010:168) memasang iklan di media cetak dalam
surat kabar, majalah, atau nawala (newletter) merupakan metode pemasaran yang hemat waktu.
Beberapa manfaat memasang iklan dalam media cetak antara lain : a. Lamanya waktu simpan Iklan
radio atau TV berlangsung selama satu menit atau kurang, dan kemudian menghilang. Di sisi lain
iklan media cetak bisa terus ada selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan,
yang menawarkan lebih banyak lagi peluang bagi pelanggan untuk melihatnya. b. Jumlah pembaca
Orang berbagi media cetak dengan orang lain, yang mungkin juga menjadi pelanggan yang menjadi
sasaran. “Jumlah pembaca yang saling berbagi” mengembangkan jangkauan iklan dan meningkatkan
peluang untuk lebih terpapar. c. Audiens yang lebih khusus Secara umum lebih mudah menyasar
pelanggan menggunakan media cetak. Cara ini sangat tepat jika beriklan di majalah-majalah yang
ditujukan bagi pembaca-pembaca yang memiliki minat khusus (seperti mode, yoga, atau
peningkatan urusan-urusan rumah) atau orang-orang dengan “sirkulasi terkendali”, yang
didistribusikan hanya kepada daftar 10 pembaca yang sangat khusus (seperti dokter, eksekutif, atau
para profesional sumber daya manusia) 3. Unsur-Unsur Visual Dalam Iklan Menurut Adi Kusrianto
dalam bukunya Pengantar Desain Komunikasi Visual (2007:310) dalam pembuatan iklan terdapat
beberapa unsur yang perlu diperhatikan. Berikut unsur-unsur tersebut : a. Splash Unsur ini
memperkuat sarana promosi, dengan tampilan menyolok atau mengejutkan (WOW, GELEGAR, BOM,
dsb). Pendekatan dengan unsur tersebut banyak digunakan dalam iklan-iklan yang ditujukan kepada
kalangan menengah ke bawah, di mana kalangan itu mudah tertarik pada hal-hal yang berbau
kejutan. Splash tidak selalu berupa gambar ledakan, tetapi bisa juga dalam bentuk lain yang
menonjol. b. Headline Unsur yang memegang peranan penting, besar, singkat, dan padat. Headline
itulah yang diharapkan akan dibaca pertama kali serta akan melekat dalam ingatan pembacanya.
Selain itu, Headline berguna untuk memancing agar pembaca melanjutkan membaca teks berikutnya
secara lebih detail. c. Body copy Teks informasi lengkap yang berisi informasi detail pada isi iklan. 11
d. Cross head Unsur ini berisi atau berfungsi memberikan penekanan informasi pada body copy e.
Caption Caption artinya keterangan gambar. Unsur ini sangat berguna bila iklan menampilkan
gambar atau foto yang membuat orang penasaran. Oleh karena itu, inti pesan dapar disampaikan
dalam bentuk caption. f. Mandatories Mandatories artinya penyelenggara atau alamat perusahaan
atau Distributor atau Produsen. Bagian ini dimuat dalam ikla sebagai bentuk tanggung jawab
terhadap isi iklan. Jika ada pertanyaan maupun komplain sehubungan dengan materi iklan maupun
produk yang diiklankan, maka pembaca dapat menghubungi alamat itu. Akhir-akhir ini, setiap
perusahaan besar yang beriklan selalu mencantumkan mandatories dalam iklannya. Selain dalam
bentuk alamatnya surat, produsen dapat mencantumkan alamat website dan e-mail. g. Disclaimer
Disclaimer adalah sangkalan atau penolakan tertentu untuk menghindari sesuatu yang tidak
diinginkan. Contoh :  Isi di luar tanggung jawab percetakan.  Selama persediaan masih ada.  Bank
dapat mengubah suku bunga sewaktu-waktu, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. 12  Harga
dapat berubah sewaktu-waktu, dsb. h. Border Border artinya garis tepi atau pembatas. Kadang kita
bisa memakai ornamen atau decorative atau elemen grafis tertentu sebagai border. Semua unsur
tersebut tidak selalu harus ada dalam sebuah iklan. Unsurunsur tersebut ditampilan sesuai
kebutuhan saja. 4. Layout Iklan Cetak Menurut Adi Kusrianto dalam bukunya Pengantar Desain
Komunikasi Visual (2007:310) menuliskan beberapa istilah atau sebutan layout iklan cetak, antara
lain : 1. Mondrian Layout Mengacu pada konsep seorang pelukis Belanda bernama Piet Mondrian,
yaitu penyajian iklan yang mengacu pada bentuk-bentuk square atau landscape atau portrait.
Masing-masing bidangnya sejajar dengan bidang penyajian serta memuat gambar atau copy yang
saling berpadu sehingga membentuk suatu komposisi yang konseptual. 2. Multipanel Layout Bentuk
iklan di mana satu bidang penyajian dibagi menjadi beberapa tema visual dalam bentuk yang sama
(square atau double square semuanya) 13 3. Picture Window Layout Tata letak iklan di mana produk
yang diiklankan ditampilkan secara close up. Bisa dalam bentuk produknya itu sendiri atau bisa juga
menggunakan model (public figure). 4. Copy Heavy Layout Tata letaknya mengutamakan bentuk
copywriting (naskah iklan) atau dengan kata lain komposisi layout-nya didominasi dengan teks
(copy). 5. Frame Layout Suatu tampilan iklan di mana border atau bingkai atau framenya
membentuk suatu naratif (memiliki cerita) 6. Silhouette Layout Sajian iklan yang berupa gambar
ilustrasi atau teknik fotografi di mana hanya ditonjolkan bayangannya saja. Penyajiannya bisa berupa
TextRap atau warna spot color yang berbentuk gambar ilustrasi atau pantulan sinar seadanya
dengan teknik fotografi. 7. Type Specimen Layout Tata letak iklan yang hanya menekankan pada
penampilan jenis huruf dengan point size yang besar. Pada umumnya hanya berupa Head Line saja.
8. Sircus Layout Penyajian iklan yang tata letaknya tidak mengacu pada ketentuan buku. Komposisi
gambar visualnya, bahkan kadang-kadang teks dan susunannya tidak beraturan. 14 9. Jumble Layout
Penyajian iklan yang merupakan kebalikan dari sircus layout, yaitu komposisi beberapa gambar dan
teksnya disusun secara teratur. 10. Grid Layout Suatu tata letak iklan yang mengacu pada konsep
grid, yaitu desain iklan tersebut seolah-olah bagian per bagiannya (gambar atauteks) beradadalam
skala grid. 11. Bleed Layout Sajian iklan di mana sekeliling bidang menggunakan frame (seolaholah
belum dipotong pinggirnya) 12. Vertical Panel Layout Tata letaknya menghadirkan garis pemisah
secara vertikal dan membagi layout iklan tersebut. 13. Alphabet Inspired Layout Tata letak iklan yang
menekankan pada susunan huruf atau angka yang berurutan atau membentuk suatu kata dan
diimprovisasikan sehingga menimbulkan kesan narasi (cerita). 14. Angular Layout Penyajian iklan
dengan susunan elemen visualnya membentuk sudut kemiringan, biasanya membentuk sudut antara
40-70 derajat. Hal itu bisa dibentuk dari pembagian bidangnya maupun arah gambar yang diatur
dengan kemiringan diagonal. 15 15. Informal Balance Layout Tata letak iklan yang tampilan elemen
visualnya merupakan suatu perbandingan yang tidak seimbang. 16. Brance Layout Bentuk tampilan
iklan yang gambarnya dibagi menjadi empat bagian dengan volume atau isi yang berbeda. Misalnya,
kotak pertama 45%, kedua 5%, ketiga 12%, dan keempat 38% (memiliki perbedaan yang menyolok
apabila dibagi empat sama besar). 17. Comic Strips Layout Penyajian iklan yang dirancang secara
kreatif sehingga merupakan bentuk media komik, lengkap dengan captionnya. 18. Rebus Layout
Susunan layout iklan yang menampilkan perpaduan gambar dan teks sehingga membentuk suatu
cerita. 5. Pertimbangan Layout Iklan Dalam penyusunan layout sebuah iklan, seorang desainer harus
mempertimbangkan unsur-unsur yang akan memperoleh perhatian terlebih dahulu dari
pembacanya. Dari prioritas yang akan ditentukan itulah nantinya sebuah iklan akan mampu
memberikan dampak yang signifikan sebagaimana yang diinginkan atau justru sebaliknya. Oleh
karena itu, seorang perancang haruslah mengindahkan faktor-faktor yang biasa disebut AIDAS
(Attention, Interest, Desires, Action, Satisfaction). 16 Hal itu merupakan urutan reaksi dari
kebanyakan orang Asia terhadapiklan yang dibacanya, yaitu sesuatu yang dilihat atau dibaca akan
mendapatkan: Attention = perhatian, atau suatu iklan yang harus menarik perhatian. Interest =
setelah berhasil menarik perhatian, buatlah seseorang menyenanginya atau memiliki kesan positif.
Desires = setelah tertarik dan menyenangi akan timbul keinginan. Action = reaksi dari keinginan
selanjutnya adalah tindakan. Mencoba, membeli, atau sekedar mencari informasi lebih lanjut.
Satisfaction = setelah membeli, mencoba, atau memperoleh informasi lebih lanjut, akan muncul rasa
puas. Berdasarkan urutan kebiasaan itu, pembuatan iklan hendaknya mempertimbangkan kebiasaan
tersebut sebagai poin-poin dari iklan.

Anda mungkin juga menyukai