0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan10 halaman

Definisi dan Klasifikasi Terapi Komplementer

Terapi komplementer merupakan pengobatan non-konvensional yang melengkapi pengobatan medis konvensional. Terapi komplementer diklasifikasikan menjadi terapi mind-body, sistem pelayanan alternatif, terapi biologis, manipulatif, dan energi. Jenis terapi komplementernya meliputi praktek tradisional, terapi fisik, homeopati, pemanfaatan energi, dan teknik relaksasi. Fokus terapi komplementer antara lain untuk pasien penyakit j

Diunggah oleh

Resky Ekky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan10 halaman

Definisi dan Klasifikasi Terapi Komplementer

Terapi komplementer merupakan pengobatan non-konvensional yang melengkapi pengobatan medis konvensional. Terapi komplementer diklasifikasikan menjadi terapi mind-body, sistem pelayanan alternatif, terapi biologis, manipulatif, dan energi. Jenis terapi komplementernya meliputi praktek tradisional, terapi fisik, homeopati, pemanfaatan energi, dan teknik relaksasi. Fokus terapi komplementer antara lain untuk pasien penyakit j

Diunggah oleh

Resky Ekky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS KEPERAWATAN KOMUNITAS

TERAPI KOMPLEMENTER

Dosen :Ibu Euis Dedeh Komariah, Ns,MSN

Disusun oleh : kelompok 5


Grace Saija
Idawanti Rema
Marta Kanisia Ohoiledwarin
Naning Karlina L
Yumelthin Tomalego
Libertus Ardiono

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

STELLA MARIS MAKASSAR

2019
A. Definisi Terapi Komplementer
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terapi adalah usaha
untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit, pengobatan penyakit,
perawatan penyakit. Komplementer adalah bersifat melengkapi, bersifat
menyempurnakan. Pengobatan komplementer dilakukan dengan tujuan
melengkapi pengobatan medis konvensional dan bersifat rasional yang tidak
bertentangan dengan nilai dan hukum kesehatan di Indonesia. Standar praktek
pengobatan komplementer telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia. Terapi komplementer adalah sebuah kelompok dari
macam - macam sistem pengobatan dan perawatan kesehatan, praktik dan
produk yang secara umum tidak menjadi bagian dari pengobatan
konvensional.
Menurut WHO (World Health Organization), pengobatan
komplementer adalah pengobatan non-konvensional yang bukan berasal dari
negara yang bersangkutan. Jadi untuk Indonesia, jamu misalnya, bukan
termasuk pengobatan komplementer tetapi merupakan pengobatan tradisional.
Pengobatan tradisional yang dimaksud adalah pengobatan yang sudah dari
zaman dahulu digunakan dan diturunkan secara turun – temurun pada suatu
negara. Tapi di Philipina misalnya, jamu Indonesia bisa dikategorikan sebagai
pengobatan komplementer.
Terapi komplementer adalah cara penanggulangan penyakit yang
dilakukan sebagai pendukung kepada pengobatan medis konvensional atau
sebagai pengobatan pilihan lain diluar pengobatan medis yang konvensional.
Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Kesehatan Dunia pada
tahun 2005, terdapat 75 – 80% dari seluruh penduduk dunia pernah menjalani
pengobatan non-konvensional. Di Indonesia sendiri, kepopuleran pengobatan
non-konvensional, termasuk pengobatan komplementer ini, bisa diperkirakan
dari mulai menjamurnya iklan – iklan terapi non – konvensional di berbagai
media
B. Klasifikasi terapi komplementer
1. Mind-body therapy : intervensi dengan teknik untuk memfasilitasi
kapasitas berpikir yang mempengaruhi gejala fisik dan fungsi berpikir
yang mempengaruhi fisik dan fungsi tubuh (imagery, yogo, terapi musik,
berdoa, journaling, biofeedback, humor, tai chi, dan hypnoterapy).
2. Alternatif sistem pelayanan yaitu system pelayanan kesehatan yang
mengembangkan pendekatan pelayanan biomedis (cundarismo,
homeopathy, nautraphaty).
3. Terapi biologis yaitu natural dan praktik biologis dan hasil-hasilya
misalnya herbal, dan makanan.
4. Terapi manipulatif dan sistem tubuh (didasari oleh manupulasi dan
pergerakan tubuh misalnya kiropraksi, macam-macam pijat, rolfiing,
terapi cahaya dan warna, serta hidroterapi.
5. Terapi energi : terapi yang berfokus pada energy tubuh (biofields) atau
mendapatkan energi dari luar tubuh (terapetik sentuhan, pengobatan
sentuhan, reiki, external qi gong magnet) terapi ini kombinasi antar energi
dan bioelektromagnetik.
C. Tipe materi terapi komplementer
1. Terapi komplementer invasive
Terapi komplementer invasive adalah akupuntur dan cupping (bekam
basah) yang menggunakan jarum dalam pengobatannya
2. Terapi komplementer non invasive
Terapi komplementer non invasive seperti terapi energy (reiki, chikung,
taichi, prana, terapi suara), terapi biologis (herbal, terapi nutrisi, food
combining, terapi jus, terapi urin, hidroterapi kolon dan terapi sentuhan
modalitas: akupressur, pijat bayi, refleksi, reiki, rolfing dan terapi lainnya
D. National Center For Complementary/alternative medicine (NCCAM)
membuat klasifikasi dari berbagai terapi dan system pelayanan dalam lima
kategori :
1. Kategori pertama
Mind body therapy yaitu memberikan intervensi dengan berbagai tekhnik
untuk memfasilitasi kapasitas berfikir yang mempengaruhi gejala fisik dan
fungsi tubuh misalnya perumpamaan (imagery), yoga, terapi music,
berdoa, journaling, biofeedback, humor, taichi dan terapi seni.
2. Kategori kedua
Alternative system pelayanan kesehatan yang mengembangkan
pendekatan pelayanan biomedis berbeda dari barat misalnya pengobatan
tradisional cina, Ayurveda, pengobatan asli amerika, cundarismo,
homeophaty, naturopathy.
3. Kategori ketiga
Kategori ketiga dari klasifikasi NCCAM adalah terapi biologis yaitu
natural dan praktik biologis dan hasil-hasilnya misalnya herbal, makanan.
4. Kategori keempat
Kategori keempat adalah terapi manipulative dan system tubuh. Terapi ini
didasari oleh manipulasi dan pergerakan tubuh misalnya pengobatan
kiropraksi, macam macam pijat, rolfing, terapi cahaya dan warna, serta
hidroterapi. Terakhir terapi energy yaitu terapi yang fokusnyaberasal dari
energy dalam tubuh (biofields) atau mendatangkan energy dari luar tubuh
misalnya terapeutik sentuhan, pengobatan sentuhan, reiki, external qi
gong, magnet.
5. Kategori kelima
Klasifikasi kategori kelima ini biasanya dijadikan satu kategori berupa
kombinasi antara biofields dan bioelektromagnetik

E. Jenis – Jenis Terapi Komplementer


1. Praktek-praktek penyembuhan tradisional seperti ayurweda dan
akupuntur.
Akupuntur adalah Sebuah prosedur untuk menstimulasi titik spesifik di
tubuh. Akunpuntur di jaman modern tak hanya ditusuk aja, melainkan
juga diialiri listrik. Walaupun populer, teknik ini cukup kontroversial.
Tanpa adanya teknik yang benar, dapat menyebabkan gangguan pada
tubuh. Beberapa studi menunjukkan akunpuntur dapat mengurangi rasa
sakit dan depresi, namun buktinya masih diperdebatkan.
Aryuveda Pengobatan ini datang dari India dan telah digunakan ribuan
tahun. Ayurveda menggunakan berbagai teknik, seperti herba, pijat, dan
diet khusus. Pengobatan Ayurvedic digunakan untuk menyeimbangkan
kembali tubuh, pikiran dan spiritual
2. Terapi fisik seperti chiropractic, pijat, dan yoga.
Chiropractic sudah dikenal masyarakat umum jaman sekarang dan lebih
bisa dipercaya ketimbang pengobatan alternatif lainnya. Praktek ini
difokuskan pada pembenaran tulang punggung sehingga sistem saraf tidak
terhambat. Praktik pengobatan ini terbukti mampu menyebmbuhkan rasa
sakit di punggung hingga sendi-sendi tubuh yang lain. Prosedur paling
umum dinamakan manipulasi tulang belakang.
Pijat refleksi merupakan metode terapi dengan menekan titik-titik tubuh
yang terletak di kaki, kepala hingga telinga. Secara teori, menekan titik-
titik tersebut memberikan dampak positif respon terhadap organ dalam
serta saraf yang berbeda. Pengobatan ini dapat dilakukan secara sendirian
maupun dibantu oleh sang praktisi.
Yoga merupakan cara yang sangat dianjurkan dan masuk ke dalam salah
satu jenis relaksasi yang umum dilakukan bnayak orang. Dengan
melakukan yoga dapat membuat fikiran jauh lebih tenang karena di
dalamnya melibatkan pergerakan berbagai macam pose, seluruh tubuh kita
akan merasa tenang dan nyaman. Berbagai macam pose dapat kita lakukan
dengan melakukan latihan dengan pelatih yoga. Salah satu pose yang
dapat dilakukan adalah pose syasana, merupakan sebuah cara yang
sederhana dan sangat efektif untuk mengendurkan otot-otot sehingga
tubuh akan merasa rileks. Dengan melakukan yoga juga dapat
menghilangkan depresi, menghilangkan sakit kepala dan bahkan dapat
menyembuhkan berbagai macam penyakit hal ini juga dapat berkaitan
tentang fungsi jiwa dalam psikologi.
3. Homeopati atau jamu-jamuan.
Homeopati adalah pengobatan yang menggunakan unsur-unsur alami,
seperti tanaman, hewan, dan mineral. Berbeda dengan pengobatan lainnya,
homeopati mengobati seseorang menggunakan unsur alami yang
menyebabkan penyakit itu atau serupa dengan reaksi penyakit yang
diderita. Misalnya, ketika seseorang tersengat lebah, pengobatannya bisa
jadi menggunakan lebah juga.
4. Pemanfaatan energi seperti terapi polaritas atau reiki
Reiki adalah bentuk energi penyembuhan yang hadir di seluruh tubuh. Di
terapi ini, sang praktisi akan men”transfer” energi ke pasien dengan
meletakkan tangannya ke tubuh sang pasien atau paling tidak sedikit jauh
dari tubuh. Tujuan dari terapi ini adalah untuk relaksasi, mempercepat
pemulihan, mengurangi rasa sakit, dan lain-lainnya.
5. Teknik-teknik relaksasi, termasuk meditasi dan visualisasi.
Meditasi merupakan salah satu jenis relaksasi yang dilakukan dengan cara
latihan dengan berbagai macam teknik, dengan melakukan meditasi juga
sesorang dapat mengatur stress dan meningkatkan energy positif serta
menghilangkan fikiran negative di dalamnya, banyak sekali manfaat dari
meditasi yang data kita dapatkan, salah satu nya juga membantu dalam
pengobatan penyakit jiwa, migraine, depresi, tekanan psikologis dan juga
meghilangkan rasa sakit.
Visualisasi merupakan salah satu jenis dari relaksasi yang dapat dilakukan
dengan melibatkan praktek, rinci gambaran dan fikiran anda, fungsi dari
melakukan visualisai juga sebagai elemen untuk mengalihkann perhatian
dari sesuatu yang dapat menyebabkan diri kita stress dengan alternative,
hal di dalamnya juga termasuk control motoric, perhatian persepsi,
perencanaan serta memori dalam hal mengurangi rasa stress yang ada
dalam diri kita
6. Suplemen diet, seperti vitamin dan mineral
F. Fokus Terapi Komplementer
1. Pasien dengan penyakit jantung.
2. Pasien dengan autis dan hiperaktif
3. Pasien kanker
G. Peran Perawat Dalam Terapi Komplementer
1. Perawat adalah sebagai pelaku dari terapi komplementer selain dokter dan
praktisi terapi.
2. Perawat dapat melakukan intervensi mandiri kepada pasien dalam
fungsinya secara holistic dengan memberikan advocate dalam hal
keamanan, kenyamanan dan secara ekonomi kepada pasien.
H. Teknik Terapi Komplementer
Di Indonesia ada 3 jenis teknik pengobatan komplementer yang telah
ditetapkan oleh Departemen Kesehatan untuk dapat diintegrasikan ke dalam
pelayanan konvensional, yaitu sebagai berikut :
1. Akupuntur
Akupunktur medik yang dilakukan oleh dokter umum berdasarkan
kompetensinya. Metode yang berasal dari Cina ini diperkirakan sangat
bermanfaat dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan tertentu dan juga
sebagai analgesi (pereda nyeri). Cara kerjanya adalah dengan
mengaktivasi berbagai molekul signal yang berperan sebagai komunikasi
antar sel. Salah satu pelepasan molekul tersebut adalah pelepasan
endorphin yang banyak berperan pada system tubuh.
2. Terapi hiperbarik
Terapi heperbarik yaitu suatu metode terapi dimana pasien dimasukkan ke
dalam sebuah ruangan yang memiliki tekanan udara 2 – 3 kali lebih besar
daripada tekanan udara atmosfer normal (1 atmosfer), lalu diberi
pernapasan oksigen murni (100%). Selama terapi, pasien boleh membaca,
minum, atau makan untuk menghindari trauma pada telinga akibat
tingginya tekanan udara
3. Terapi herbal medic
Terapi herbal medic yaitu terapi dengan menggunakan obat bahan alam,
baik berupa herbal terstandar dalam kegiatan pelayanan penelitian maupun
berupa fitofarmaka. Herbal terstandar yaitu herbal yang telah melalui uji
preklinik pada cell line atau hewan coba, baik terhadap keamanan maupun
efektivitasnya. Terapi dengan menggunakan herbal ini akan diatur lebih
lanjut oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Dari 3 jenis teknik pengobatan komplementer yang ada, daya


efektivitasnya untuk mengatasi berbagai jenis gangguan penyakit tidak bisa
dibandingkan satu dengan lainnya karena masing – masing mempunyai teknik
serta fungsinya sendiri – sendiri. Terapi hiperbarik misalnya, umumnya
digunakan untuk pasien – pasien dengan gangren supaya tidak perlu
dilakukan pengamputasian bagian tubuh. Terapi herbal, berfungsi dalam
meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara, terapi akupunktur berfungsi
memperbaiki keadaan umum, meningkatkan sistem imun tubuh, mengatasi
konstipasi atau diare, meningkatkan nafsu makan serta menghilangkan atau
mengurangi efek samping yang timbul akibat dari pengobatan kanker itu
sendiri, seperti mual dan muntah, fatigue (kelelahan) dan neuropati.

I. Persyaratan Dalam Terapi Komplementer


Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya manusia harus tenaga dokter dan atau dokter gigi yang sudah
memiliki kompetensi.
2. Bahan yang digunakan harus yang sudah terstandar dan dalam bentuk
sediaan farmasi.
3. Rumah sakit yang dapat melakukan pelayanan penelitian harus telah
mendapat izin dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan akan
dilakukan pemantauan terus – menerus
DAFTAR PUSTAKA

Allender, J.A., and Spradley, B.W.(2001). Community health nursing : Concepts and
practice,4 th .ed, Philadelpia: Lippincott

Clark, M.J.(1999). Nursing in the community: Dimensions of community health


nursing,Standford, Connecticut: Appleton & Lange

George B. Julia , Nursing Theories- The base for professional Nursing Practice , 3rd
[Link], Appleton and Lange.

Hidayat Aziz Halimul. 2004. Pengantar Konsep Keperawatan Dasar. Salemba


Medika :Jakarta.

Mubarak, Iqbal Wahit. 2009. Pengantar dan Teori Ilmu Keperawatan Komunitas 1.
CvSagung Seto : Jakarta.

[Link]
[Link]. Author : dian maharani

Gusti. 2016. Prinsip Keperawatan Holistik dalam Terapi Komplementer. Diakses dari
:[Link]

Widyanti, terapi komplementer dalam keperawatan :2008. Diakses melalui


[Link] tanggal 2 april 2019

Anda mungkin juga menyukai