0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan6 halaman

Pemahaman Dasar Birama dan Tempo Musik

Dokumen tersebut membahas tentang seni musik, termasuk birama, tanda istirahat, tempo, dan dinamika. Dokumen memberikan penjelasan mengenai konsep-konsep dasar seni musik seperti ritme, irama, jenis-jenis birama, tanda istirahat, kecepatan lagu, dan kekuatan bunyi.

Diunggah oleh

Artahsasta Meylano
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan6 halaman

Pemahaman Dasar Birama dan Tempo Musik

Dokumen tersebut membahas tentang seni musik, termasuk birama, tanda istirahat, tempo, dan dinamika. Dokumen memberikan penjelasan mengenai konsep-konsep dasar seni musik seperti ritme, irama, jenis-jenis birama, tanda istirahat, kecepatan lagu, dan kekuatan bunyi.

Diunggah oleh

Artahsasta Meylano
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Artahsasta Meylano

Nirm : 1020186333
Kelas : C PAK

SENI MUSIK

A. Birama

Pengertian

Sebuah lagu, baik vokal maupun instrumental, merupakan alun bunyi yang teratur. Di dalam
lagu, selalu ada pertentangan bunyi antara bagian yang berat dan bagian yang ringan.
Pertentangan bunyi tersebut selalu terulang (kembali) dan teratur. Inilah yang disebut irama
atau ritme.

Sebuah lagu juga berlangsung dalam waktu yang tertentu. Waktu yang diperlukan bagi
sebuah lagu terbagi atas bagian-bagian yang sama. Setiap bagian yang pendek-pendek itu juga
telah mempunyai iramayang lengkap, artinya ada bagian yang berat (bertekanan) dan ada
bagian yang ringan (tak bertekanan). Bagian pendek inilah yang disebut: birama.

Tiap birama dibatasi oleh garis-garis tegak yang disebut garis birama. Di dalam tiap birama
terdiri dari beberapa bagian yang disebut bagian birama. Di dalam praktek, sebuah bagian
birama diberi waktu satu pukulan atau satu ketuk. Beberapa pukulan yang ada dalam setiap
birama bergantung kepada tanda birama dari lagu tersebut.

Tanda Birama

Tanda birama berupa sebuah angka pecahan, yang terdapat pada permulaan lagu, misalnya
¾; 4/4; 6/8 dan sebagainya. Pembilang menunjukkan jumlah bagian (jumlah pukulan) dalam
tiap-tiap birama. Sedangkan penyebut menunjukkan nilai nada dalam setiap pukulan. Misalnya
tanda birama 3/4: dalam birama berisi 3 pukulan; dan tiap-tiap pukulan nilainya = 1 not
seperempat. Ini tidak berarti bahwa nada-nadanya harus not seperempat saja, boleh not lain
asal tiap-tiap birama nilainya = 3 x not seperempat.
Macam-macam Birama

Atas dasar “saat jauthnya” tekanan pada tiap-tiap birama, kita mengenal 2 (dua) macam
birama yang pokok, yaitu:

1. Jenis birama perpaduan (binair): di sini tekanan jatuh sesudah membilang (menghitung):
dua
2. Jenis birama pertigaan (Ternair): di sini tekanan jatuh sesudah membilang (menghitung):
tiga

Masing-masing jenis birama tersebut di atas dapat dibedakan menjadi 2 (dua) bagian lagi,
yaitu:

1. Birama Binair
a. TUNGGAL: pembilangnya selalu angka 2 (dua), yaitu: 2/1; 2/2; 2/4; 2/8; 2/16. Dalam
hali ini, di dalam tiap-tiap birama harus ada 1 (satu) tekanan.
b. SUSUN: pembilang 4 atau 8: 4/1; 4/2; 4/4; 4/8; 4/16. Dalam hal ini tiap-tiap birama ada
1 (satu) tekanan pokok dan 1 (satu) tekanan tambahan.
2. Birama Ternair:
a. TUNGGAL: pembilangnya selalu angka 3; jadi yang termasuk jenis ini : 3/1; 3/2; ¾; 3/8;
3/16.
b. SUSUN: pembilangnya 6;9; atau 12, misalnya: 6/1; 6/2; 6/4; 6/8; 6/16; 9/2; 9/4; 9/8;
9/16;.1

B. Tanda Istirahat dalam Notasi Angka

Tanda diam/tanda istirahat bila dalam notasi angka berupa angka nol (0), artinya tidak ada
bunyi, diam.2 Ada tiga penamaan tanda istirahat yaitu: tanda diam penuh,setengah, seperempat.
Tanda istirahat berfungsi untuk meniadakan bunyi, atau memberhentikan bunyi nada. Dalam
musik vokal, kesempatan ini digunakan oleh penyanyi untuk mengambil nafas. Seperti halnya
not, nilai atau panjang pendeknya bunyi berhenti (istirahat), ditunjukkan oleh bentuk tanda
istirahat itu sendiri.3

1
Al. Sukohardi, “Teori Musik Umum”, (Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi, 2018), hlm. 11-12.
2
Theo Sunu Widodo, “Belajar Menyanyi Dengan Not Balok 1”, (Yogyakarta: KANISIUS, 1997), hlm. 14.
3
Sukohardi, [Link]., 10.
Ketika bernyanyi tentu ada saatnya pengambilan nafas untuk melanjutkan bernyanyi. Ketika
mengambil nafas tentunya penyanyi beristirahat sejenak. Biasanya dalam pengambilan nafas
terjadi pada akhir kalimat, kalaupun ingin memenggal pada pertengahan kalimat, pemenggalan
tidak boleh merubah arti dari lagu tersebut. Jadi membutuhkan kemampuan yang baik saat
ingin memenggal di pertengahan kalimat agar tidak merubah artinya.

Saat bermain musik pun dibutuhkan istirahat sejenak seperti orang uang sedang bernyanyi.
Oleh karena itu dibutuhkan tanda diam untuk beristirahat dalam bernyanyi artinya penjedaan
pada tiap kalimat dalam bernyanyi. Agar sebuah lagu itu terdengar alami dan natural serta
karena adanya penjedaan pada lagu maka maksud dari lagu itu bisa tersampaikan dengan jelas
dan tepat.4

C. TEMPO

TEMPO, sebuah istilah dari bahasa Italia yang secara harafiah berarti: waktu, dan di dalam
msuik menunjukkan pada kecepatan, Musik dapat bergerak pada kecepatan yang sangat cepat,
sedang, atau lambat, serta dalam berbagai tingkatan di antara semua itu.

Tempo berkaitan erat dengan panjangnya hitungan dasar dalam musik dan biasanya terkait
dengan not ¼ dan dengan not ½ dalam musik alla breve. Sejak abad 10 terdapat beberapa istilah
dalam notasi musik untuk menyatakan bhawa sebuah lagu harap dinyanyikan dengan cepat
(‘celeriter’), sedang (mediocriter) atau lambat (‘tarde’). Dalam perkembangan not antara abad
13-16 tempo diungkapkan juga dalam bentuk not ‘hitam’ untuk tempo sedang, not dengan
bendera untuk tempo cepat. Dari bentuk not tersebut, mulai tahun 1600 berkembanglah istilah-
istilah tempo yang lebih mendetail yang di tulis diawal sebuah karya musik yang masih berlaku
sampai sekrang; bahkan terjadi pula; bahwa istilah tempo menjadi judul sebuah bagian musik.
Lambat laun berkembang pula istilah untuk perubahan tempo seperti accelerando, stringendo,
piu allegro, piu presto – untuk mempercepat tempo, ritardando, rallentando, meno allegro,
meno mosso, untuk memperlambat tempo.

Meskipun istilah tempo musik selalu relatif, namun pada abada 19 ditentukan juga secara
absolut berapa hitungan per menit dikehendaki oleh sang komponis dengan angka Metronom
Malzel (M.M.).5

4
M. Zainal Fahri, “Rahasia Jago Keyboard Secara Otodidak Tanpa Guru”, (Jakarta: Lembar Pustaka Indonesia,
2015), hlm. 45.
5
Karl-Edmund Prier. Kamus Musik (Yogyajarta: Pusat Musik Liturgi,2018), h. 214-215.
Tempo adalah waktu kecepatan; kecepatan dalam ukuran langkah tertentu; kecepatan
dengan memperbandingkan gerak atau gerak tari tertentu seperti dalam contoh: tempo primo
(kecepatan semula), tempo minuetto, tempo di ballo (dengan kecepatan gerak tari.) dan
sebagainya.6

Tanda tempo, sesuai dengan watak dan maksudnya, kita mengenal lagu-lagu yang lambat
(calm), lagu yang sedang, dan lagu-lagu yang cepat. Sebenarnya berdasarkan perasaan kita
dapat menetapkan suatu lagu harus dilaksanakan dengan cepat, lambat, atau sedang. Tetapi
lebih muda bila pada permulaan suatu lagu di cantumkan tanda tempo berupa suatu kata dalam
dalam bahasa latin.

1. Untuk tempo yang sangat lambat:


a. Largissimo = sangat lebar = sangat berlahan-lahan.
b. Largo = luas, lebar- kadang-kadang di tambah kata-kata lagi.
c. Ma non troppo = jangan berlebih-lebihan; assai = molto= lebih luas, lebih lebar.
d. Adagio = lambat (prlahan-lahan).
e. Lento = lambat menarik-narik, merana.
f. Grave = berat, sangat lambat, khidmat dan berat.
2. Untuk tempo yang lambat ugahari (tidak terlalu lambat):
a. Larghetto = lambat tetapi lebih cepat sedikit daripada largo.
b. Andante = tempo berjalan-jalan.
c. Andantino = sedikit lebih cepat daripada andante.
3. Untuk tempo sedang :
a. Moderato = sedang; juga merupakan singkatan dari Algero moderato.
b. Allgeretto = agak ramai, ringan agak cepat.
4. Untuk tempo cepat:
a. Algero = cepat.
b. Algero con brio = ramai dan suka hati.
c. Algero con fuoco = berapi-api, menyala-nyala.
d. Algero con spirito = ramai dan bersemangat.
e. Algero agitato = ramai, bernafsu.
5. Untuk tempo yang sangat cepat:

6
Pono Baneo Kamus Musik (Yogyakarta: Deresan, 2003) , h.410.
a. Allgero assai, allegrissimo, allegro vivace = sangat ramai, suka hati.
b. Vicace= ramai, suka hati.
c. Presto = cepat.
d. Presto assai = sangat cepat.
e. Prestissimo = secepat mungkin.
f. Presto volance = tercepat.7

A. Dinamika/ dinamik
Dinamik artinya keras lembutnya dalam cara memainkan musik, dinyatakan
dengan berbagai istilah seperti: p (piano), f (forte), cresc (crescendo), mf (mezzo-forte),
dan sebagainya.8
Tanda dinamik adalah tanda yang dipergunakan untuk membeda-bedakan
kekuatan suara. Tanda-tanda tersebut ialah:
Ppp : singkatan dari pianissimo possible = paling lembut
pp : singkatan dari pianissimo = sangat lembut.
p : singkatan dari piano = lembut.
mp : singkatan dari mezzo piano = setengah lembut.
mf : singkatan dari mezzo forte = sedang, cukup keras.
f : singkatan dari forte = kuat, keras.
ff : singkatan dari fortissmo = keras sekali.
fff : lebih keras lagi = lebih keras dari ff.
Tanda-tanda tersebut ditulis diatas titinada dan berlakuuntuk sebagian dari lagu
(kalimat lagu). Tetapi ada pula tanda-tanda dinamik yang hanya berlaku untuk satu
titinada, yaitu:
fp : singkatan dari forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lunak.
sf atau sfz : singkatan dari sfozato = bertekanan, biasanya memakai tanda > atau ^
rs atau rfz atau rinf : singkatan dari rinforzato atau rinforsando = dikuatkan(menjadi
keras).
Sfp : singkatan dari sforzato piano = mula-mula kuat dan segera lembut lagi
(hampir sama dengan fp).

7
Al. Sukohardi. Teori Musik Umum, (Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi, 2017), h. 63.
8
Pono Baneo Kamus Musik (Yogyakarta: Deresan, 2003) , h.116.

Anda mungkin juga menyukai