0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
230 tayangan20 halaman

Definisi dan Contoh FPB dalam Matematika

Makalah ini membahas tentang Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) yang merupakan bilangan bulat positif terbesar yang dapat membagi habis dua bilangan atau lebih. Makalah ini menjelaskan definisi FPB, istilah terkait seperti faktor dan bilangan prima, serta cara menentukan FPB dengan menggunakan faktor-faktor suatu bilangan.

Diunggah oleh

mia nofriana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
230 tayangan20 halaman

Definisi dan Contoh FPB dalam Matematika

Makalah ini membahas tentang Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) yang merupakan bilangan bulat positif terbesar yang dapat membagi habis dua bilangan atau lebih. Makalah ini menjelaskan definisi FPB, istilah terkait seperti faktor dan bilangan prima, serta cara menentukan FPB dengan menggunakan faktor-faktor suatu bilangan.

Diunggah oleh

mia nofriana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Makalah Matematika Kelas Tinggi di SD

Topik :
Faktor Persekutuan Terbesar ( FPB )

Disusun oleh :
KELOMPOK 8

1. Ridha Nanda Murtias 17129404


2. Rezi Kurnia 17129403
3. Riny Rahma Putri 17129406
4. Nirmayanti 17129456

PERTEMUAN :7

SESI : 17 BB 05
DOSEN PENGAMPU : Masniladevi, [Link], [Link]

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua,
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Faktor Pesekutuan Terbesar (FPB)” ini
tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini tidak lupa pula penulis meyampaikan banyak terima kasih kepada dosen
pengampu mata kuliah yang telah membimbing dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari
sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu diharapkan saran dan keritik dari
para pembaca yang sifatnya membangun untuk kesampurnaan makalah berikutnya.

Wassalam
Padang , 28 Sepetember 2019

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........... ……………………………………………………………………………..i


KATA PENGANTAR ......... ……………………………………………………………………………ii
DAFTAR ISI .......... …………………………………………………………………………………….iii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………………………..
1. Latar Belakang………………………………………………………………………………………….
2. Rumusan Masalah ………………………………………………………………………………………
3. Tujuan Masalah……………………………………………………………………………………….
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………….
1. Definisi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)………………………………………………………..
2. Istilah-istilah yang berhubungan dengan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)…………………………
3. Cara pengerjaan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)………………………………………………
4. Contoh soal Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dalam kehidupan sehari-hari……………………
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………………
a. Kesimpulan ……………………………………………………………………………………..
b. Saran …………………………………………………………………………………………….
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin pesat telah membawa
implikasi perubahan dalam dunia pendidikan. Untuk itu dibutuhkan Matematika adalah sebagai salah
satu ilmu dasar yang dewasa ini telah berkembang amat pesat, baik materi maupun kegunaannya. Di
samping itu matematika juga bisa menumbuhkembangkan kemampuan-kemampuan dan membentuk
pribadi peserta didik yang terpadu mengikuti ilmu pengetahuan dan teknologi (Mulyadi, 2009:7).
Pendidikan matematika di tingkat sekolah dasar mempunyai peranan yang sangat penting sebab
jenjang ini merupakan pondasi yang sangat menentukan dalam membentuk sikap, kepribadian, dan
kecerdasan anak. Pentingnya pendidikan matematika di tingkat SD menuntut guru lebih kreatif dalam
proses pembelajaran matematika. Tidak hanya mengajarkan teori tetapi juga harus memberikan contoh
– contoh yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari – hari. Akan tetapi, matematika termasuk salah
satu mata pelajaran yang tidak digemari sebagian besar siswa.
Rendahnya minat siswa terhadap matematika salah satunya karena para siswa menganggap
matematika sebagai sesuatu yang sulit dipahami. Nawangsari (2007, 4) menyatakan bahwa matematika
sejak dulu memang dianggap oleh siswa sebagai pelajaran yang sulit dan menakutkan.
FPB atau faktor persekutuan terbesar merupakan salah satu materi penting yang wajib dikuasai
terutama sebagai Calon Guru di tingkat Sekolah Dasar yang nantinya akan mengajarkannya kepada siswa
di jenjang SD yang dibelajarkan sejak kelas 4. Namun seringkali siswa masih kesulitan saat memecahkan
soal FPB. Hal ini karena beberapa faktor yakni penguasaan konsep yang kurang maksimal dan metode
mengajar guru yang kurang bervariasi dalam menyampaikan materi. Sehingga siswa merasa bahwa
materi FPB sangat sulit dipahami di awal-awal.
Dalam latihan mengerjakan soal, umumnya siswa sering dihadapkan pada bentuk soal cerita yang
terkait dengan kehidupan sehari-hari atau dunia nyata anak. Namun, justru soal bentuk cerita itulah yang
selalu tidak mudah dipahami atau diselesaikan siswa. Bahkan kesulitan soal cerita sebenarnya bukanlah
monopoli murid dan guru di Indonesia, tetapi memang gejala umum dalam pelajaran matematika yang
kurang menekankan analisis (Soedjadi, 2001: 65).
B. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dalam Makalah ini adalah
1. Apakah definisi dari Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) ?
2. Apa sajakah istilah – istilah yang berhubungan dengan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) ?
3. Bagaimanakah cara pengerjaan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) ?
4. Bagaimanakah contoh soal tentang pemecahan masalah sehari – hari yang berkaitan dengan Faktor
Persekutuan Terbesar (FPB) ?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui definisi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)
2. Untuk mengetahui istilah – istilah yang berhubungan dengan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB
3. Untuk mengetahui cara pengerjaan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)
4. Untuk mengetahui contoh soal tentang pemecahan masalah sehari – hari yang berkaitan dengan Faktor
Persekutuan Terbesar (FPB)
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB)

Dalam matematika, Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan adalah bilangan bulat
positif terbesar yang dapat membagi habis kedua bilangan itu. Dalam bahasa Inggris FPB dikenal
dengan Greatest Common Divisor (GCD), sering juga disebut sebagai Greatest Common Factor (GCF)
atau Highest Common Factor (HCF). Faktor adalah suatu bilangan yang dapat tepat membagi (tanpa
sisa) suatu bilangan lain. Faktor Persekutuan terbesar ( FPB ) dari beberapa bilangan adalah faktor
persekutuan yang paling besar diantara faktor-faktor persekutuan yang ada dari bilangan yang diketahui.

B. ISTILAH – ISTILAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN FAKTOR PERSEKUTUAN


TERBESAR (FPB)
1. Faktor
Faktor suatu bilangan adalah suatu bilangan yang dapat habis membagi bilangan tersebut
Contoh :
Faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12
Faktor dari 18 adalah 1, 2, 3, 6, 9, dan 18
2. Faktor Persekutuan
Faktor Persekutuan adalah faktor – faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih
a. Faktor pesekutuan dua bilangan adalah bilangan-bilangan yang merupakan faktor dari dua
bilangan tersebut.
b. Faktor persekutuan tiga bilangan adalah bilangan-bilangan yang merupakan faktor dari tiga
bilangan tersebut.
Contoh :
Faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12
Faktor dari 18 adalah 1, 2, 3, 6, 9, dan 18
Faktor persekutuan dari 12 dan 18 adalah 1, 2, 3, dan 6
3. Bilangan Prima
Bilangan Prima adalah bilangan yang hanya memiliki dua faktor. Kedua faktor tersebut adalah 1
(satu) dan bilangan itu sendiri.

Contoh :
Carilah faktor dari 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.
Faktor dari 1 adalah 1; satu faktor
Faktor dari 2 adalah 1 dan 2; dua faktor
Faktor dari 3 adalah 1 dan 3; dua faktor
Faktor dari 4 adalah 1, 2, dan 4; tiga faktor
Faktor dari 5 adalah 1 dan 5; dua faktor
Faktor dari 6 adalah 1, 2, 3, dan 6; empat faktor
Faktor dari 7 adalah 1 dan 7; dua faktor
Faktor dari 8 adalah 1, 2, 4, dan 8; empat faktor
Faktor dari 9 adalah 1, 3, dan 9; tiga faktor
Jadi diantara bilangan 1 sampai 9, yang termasuk bilangan prima adalah 2, 3, 5, dan 7
Tabel Bilangan Prima

4. Faktor Prima
Faktor Prima adalah faktor – faktor suatu bilangan berbentuk bilangan prima.
Contoh :
Faktor dari 30 adalah 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, dan 30.
Dari faktor-faktor 30 tersebut terdapat faktor prima, yaitu 2, 3, dan 5.
Jadi faktor prima dari 30 adalah 2, 3, dan 5.

5. Faktorisasi Prima
Faktorisasi Prima merupakan perkalian dari semua faktor – faktor primanya
Contoh :
Faktor dari 30 adalah 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, dan 30.
Dari faktor-faktor 30 tersebut terdapat faktor prima, yaitu 2, 3, dan 5.
Jadi faktor prima dari 30 adalah 2, 3, dan 5.
Faktorisasi prima dari 30 adalah 2 x 3 x 5.
Kamu perhatikan bahwa perkalian faktor-faktor primanya 2 x 3 x 5 = 30. Jadi. hasil faktorisasi
prima adalah bilangan yang difaktorkannya.

C. CARA MENENTUKAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB)


1. Dengan Menggunakan Faktor
Contoh :
a. Tentukanlah FPB dari 12 dan 16 !
Jawab :
Faktor dari 12 : 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor dari 16 : 1, 2, 4, 8, 16
Dapat dicermati dari faktor 12 dan 16 ternyata ada yang sama, yaitu : 1, 2, dan 4
Dengan kata lain faktor persekutuan dari 12 dan 16 adalah : 1, 2, dan 4
Jadi, Faktor Persekutuan Tebesar (FPB) dari 12 dan 16 adalah 4

b. Tentukanlah FPB dari 40 dan 48 !


Jawab :
Faktor dari 40 adalah : 1, 2, 4, 5, 8, 10, 20, 40
Faktor dari 48 adalah : 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 16, 24, 48
Dapat dicermati dari faktor 40 dan 48 ternyata ada yang sama, yaitu : 1, 2, 4 dan 8
Dengan kata lain faktor persekutuan dari 40 dan 48 adalah : 1, 2, 4, dan 8
Jadi, Faktor Persekutuan Tebesar (FPB) dari 40 dan 48 adalah 8
c. Tentukanlah FPB dari 20, 12 dan 8 !
Jawab :
Faktor dari 20 : 1, 2, 4, 5, 10, 20
Faktor dari 12 : 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor dari 8 : 1, 2, 4, 8
Dapat dicermati dari faktor 20, 12 dan 8 ternyata ada yang sama, yaitu : 1, 2, dan 4
Dengan kata lain faktor persekutuan dari 20, 12 dan 8 adalah : 1, 2, dan 4
Jadi, Faktor Persekutuan Tebesar (FPB) dari 20, 12 dan 8 adalah 4

2. Dengan Menggunakan Tabel


Contoh :
a. Tentukanlah FPB dari 36 dan 45 !
36 45

x x

1 36 1 45

2 18 3 15

3 12 5 9

4 9
6 6

Dari tabel tersebut bilangan pembagi yang dapat membagi habis 36 dan 45 adalah 1, 3 dan 9.
Artinya 1, 3 dan 9 ada kedua tabel
Jadi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 36 dan 45 adalah 9

b. Tentukanlah FPB dari 64 dan 96 !

96
x
1 96
2 48
3 32
4 24
64 6 16
x 8 12
1 64
2 32
4 16
8 8

Dari tabel tersebut bilangan pembagi yang dapat membagi habis 64 dan 96 adalah 1, 2, 4, 8, 16
dan 32 . Artinya 1, 2, 4, 8, 16 dan 32 ada pada kedua tabel
Jadi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 64 dan 96 adalah 32

3. Dengan Faktorisari Prima


Contoh :
a. Tentukanlah FPB dari 16 dan 24 !
Jawab :
Faktorisasi prima dari 16 : 24
Faktorisasi prima dari 24 : 23 x 3
Jadi Faktor Persekutuan Terbesar dari 16 dan 24 adalah 23 = 8

b. Tentukanlah FPB dari 33, 66 dan 231 !


Jawab :
Faktorisasi prima dari 33 : 3 x 11
Faktorisasi prima dari 66 : 2 x 3 x 11
Faktorisasi prima dari 231 : 3 x 7 x 11
Jadi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 33, 66 dan 231 adalah 3 x 11 = 33

4. Dengan Cara Metode Sisir / Pembagian


a. Tentukanlah FPB dari 16, 24 dan 32 !
Jawab :
Langkah 1 : Bagi ketiga bilangan dengan bilangan prima terkecil
2 16 24 32
8 12 16

Langkah 2 : Bagi lagi ketiga bilangan dengan factor prima terkecil sampai tidak dapat dibagi lagi
dengan bilangan prima kecil

2 16 24 32
2 8 12 16 3 tidak habis dibagi 2, maka 3 diturunkan
ke baris berikutnya.
2 4 6 8
2 2 3 4
1 3 2

Langkah 3 : Lanjutkan langkah-langkah diatas sampai diperoleh hasil satu

2 16 24 32
2 8 12 16
2 4 6 8 3 tidak habis dibagi 2 lagi, maka 3 turun
lagi ke baris berikutnya. Demikian
2 2 3 4 seterusnya sampai hasil tinggal 1 semua
2 1 3 2 (baris paling bawah)

3 1 3 1
1 1 1

Langkah 4 : FPB adalah hasil kali pembagi yang membagi ketiga bilangan , yaitu : 2 x 2 x 2

Jadi FPB dari 16, 24 dan 32 adalah 23 = 8


5. Menggunakan Pohon Faktor
Contoh :
1) Tentukanlah FPB dari 16, 24, dan 32 !

Jawab :
16 24 32

2 8 2 12 2 16

2 4 2 6 2 8

2 2 2 3 2 4

2 2

16 = 2 × 2 × 2 × 2
24 = 2 × 2 × 2 × 3
32 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2
FPB = 2 × 2 × 2

Sehingga FPB dari 16, 24, dan 32 adalah 2 × 2 × 2 = 23 = 8. Dari penyelesaian tersebut, terlihat
bahwa untuk menentukan FPB dari tiga bilangan dapat dilakukan dengan mengalikan faktor-faktor prima
yang sama dari bilangan-bilangan tersebut dengan pangkat yang terkecil.

2) Tentukanlah FPB dari 147, 149, dan 231 !

Jawab :

147 149 231


3 49 3 63 3 77

7 7 7 9 7 11

3 3

147 = 3 × 7 × 7

149 = 3 × 7 × 3 × 3

231 = 3 × 7 × 11

FPB = 3 × 7

Sehingga FPB dari 147, 149, dan 231 adalah 3 × 7 = 21. Dari penyelesaian tersebut, terlihat bahwa
untuk menentukan FPB dari tiga bilangan dapat dilakukan dengan mengalikan faktor-faktor prima yang
sama dari bilangan-bilangan tersebut dengan pangkat yang terkecil.

6. Menentukan FPB dari dua bilangan secara geometris

Secara umum, dalam menentukan FPB secara geometris dari dua bilangan, adalah :

a. Bua persegi sebanyak mungkin dari ukuran persegi Panjang yang terkecil dan dimulai dari satu
titik sudut.
b. Apabila seluruh persegi panjang telah terisi dengan persegi-persegi, maka berarti proses telah
selesai.
c. Jika masih ada sisa pada persegi panjang, maka harus diulangi lagi prosesnya sampai dengan
diperoleh persegi yang paling kecil.
d. Ukuran panjang persegi yang terkecil merupakan FPB dari dua bilangan
Contoh :
Berapakah FPB dari 12 dan 20 ?
Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut
Langkah 1
Buatlah persegi panjang ukuran 12 x 20
Langkah 2
Gambar sebnyak mungkin persegi dari ukuran persegi panjang yang terkecil, yaitu 12 x 12 dan
dimulai dari salah satu titik sudut. Setelah dibua persegi, maka yang tersisa adalah persegi
Panjang yang ukuran 8 x 12.

Langkah 3
Ulangi kembali kegiatan yang di atas dengan menggambar sebanyak mungkin persegi paling
besar yang dapat dibuat, dalam hal ini adalah persegi berukuran 8 x 8, menyambung pada titi
sudut persegi sebelumnya.

Langkah 4
Sisanya adalah persegi panjang berukuran 4 x 8. Ulangi lagi kegiatan di atas dengan menggambar
sebanyak mungkin persegi ukuran 4 x 4, dan diperoleh dua buah persegi.
Langkah 5
Nampak dari gambar tersebut persegi panjang 12 x 20 sudah terisi dengan persegi, dan persegi
terakhir ukuran 4 x 4, maka FPB dari 12 dan 20 adalah 4

D. CONTOH SOAL TENTANG PEMECAHAN MASALAH SEHARI – HARI YANG


BERKAITAN DENGAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB)

Contoh 1 :

“Pak Makmur memiliki kebun di daerah yang berhawa sejuk. Kebun tersebut ditanami jeruk dan
apel. Ternyata kedua tanamannya berbuah pada waktu yang hampir bersamaan. Ada beberapa buah yang
sudah dapat dibagikan ke tetangga sekitar rumah pak Makmur yaitu 20 butir buah jeruk dan 50 butir buah
apel. Jika pak Makmur ingin membagi buah tersebut dengan jumlah bagian yang sama, maka berapakah
jumlah tetangga yang akan mendapatkan buah-buahan tersebut? Lalu berapa jumlah jeruk dan apel yang
akan diperoleh oleh setiap tetangga pak Makmur? “

Permasalahan pak Makmur ini dapat kita selesaikan dengan menggunakan faktor persekutuan terbesar
(FPB). Jadi,
Buah jeruk = 20 buah, faktornya 1, 2, 10, 20
Buah apel = 50 buah, faktornya 1, 2, 5, 10, 25, 50
FPB = 10
Atau dengan cara sebagai berikut :
20 = 2 x 2 x 5 = 22 x 5
50 = 2 x 5 x 5 = 2 x 52
FPB = 5 x 2 = 10

Dengan cara 1 maupun cara 2 diperoleh nilai FPB antara 20 dan 50 adalah 10. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa tetangga pak Makmur yang mendapatkan buah–buahan ada 10 orang. Di mana di
masing–masing buah–buahan yang diberikan terdapat:

Buah jeruk = 20 : 10 = 2 buah


Buah apel = 50 : 10 = 5 buah

Kesimpulannya, 10 tetangga pak Makmur masing–masing mendapatkan 2 buah jeruk dan 5 buah apel

Contoh 2 :

“Sari akan berulang tahun seminggu lagi, dia akan mengundang teman-temannya untuk
merayakan hari jadinya. Dia membeli 72 balon berwarna merah lalu 63 balon berwarna hijau dan 54
balon berwarna puth bergambar. Sari ingin menggelompokan balon–balon tersebut dengan jumlah dan
perpaduan warna yang sama tetapi sari mengalami kesulitan. Dapatkah kalian membantu menentukan
jumlah masing–masing balon berwarna dalam setiap kelompok?”

Saatnya kita gunakan FPB dan akan kita gunakan cara faktorisasi prima
Balon merah : 72 = 2 x 2 x 2 x 3 x 3 = 23 x 32
Balon hijau : 63 = 3 x 3 x 7 = 32 x 7
Balon putih bergambar : 54 = 3 x 3 x 3 x 2 = 33 x 2

FPB = 32 = 3 x 3 = 9, artinya ada 9 kelompok balon

Jadi, jumlah masing masing warna pada setiap kelompok balon adalah

Balon merah = 72 : 9 = 8
Balon hijau = 63 : 9 = 7
Balon putih bergambar = 54 : 9 = 6

Contoh 3 :

“Cinta memiliki bisnis menghias kotak kado. Jika Cinta memiliki pita merah sepanjang 18 meter,
pita biru 54 meter, dan pita kuning 36 meter. Ketiga pita tersebut akan digunakan untuk menghias kotak
kado sebanyak-banyaknya dengan panjang dan warna yang sama tiap kotaknya. Berapakah jumlah kotak
kado terbanyak yang dapat dihias oleh Cinta?”

Untuk menyelesaikan persoalan yang ditanyakan Cinta dapat kita gunakan metode faktor persekutuan
terbesar (FPB). Kali ini akan kita gunakan cara mencari faktor dari masing–masing bilangan.
Pita merah : 18 = 1, 2, 3, 6, 9, 18
Pita biru : 54 = 1, 2, 3, 6, 9, 18, 27, 54
Pita kuning : 36 = 1, 2, 3, 4, 9, 12, 18, 36

FPB dari 18, 54 dan 36 adalah 18

Jadi, jumlah terbanyak kotak kado yang dapat dihias oleh Cinta adalah 18 buah.
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
1. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan adalah bilangan bulat positif terbesar yang dapat
membagi habis kedua bilangan itu.
2. Istilah – istilah yang berhubungan dengan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) adalah Faktor, Faktor
Persekutuan, Bilangan Prima, Faktor Prima dan Faktorisasi Prima
3. Cara pengerjaan soal – soal yang berhubungan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) adalah dengan
menggunakan himpunan faktor persekutuan, menggunakan pohon faktor dan menggunakan tabel.
4. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dapat digunakan untuk pemecahan masalah sehari – hari yang
tentunya berkaitan dengan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)

B. Saran
1. Bagi Guru dan Tenaga Pendidik, hendaknya lebih kreatif dalam menciptakan metode-metode
pemecahan masalah matematika yang mudah dipahami siswa, sehingga siswa tidak merasa kesulitan
dalam mengerjakan soal-soal matematika
2. Bagi mahasiswa hendaknya lebih giat dalam mempelajari alternatif pemecahan masalah matematika
yang mungkin dapat digunakan ketika mengajar di SD kelak, terutama yang berhubungan dengan
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB).
Daftar Pustaka

Pujiati, & Suharjana, A. (2011). Pembelajaran Faktor Persekutuan Terbesar dan Kelipatan Persekutuan Terkecil
di SD. Yogyakarta: Kementrian Pendidikan Nasional Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Matematika.

Anda mungkin juga menyukai