100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
621 tayangan3 halaman

Penerapan Sistem Informasi dalam Organisasi

Sistem informasi dapat diterapkan pada berbagai tingkatan organisasi. Pada tingkat operasional, sistem pakar membantu pengguna menyelesaikan masalah, sedangkan sistem penunjang keputusan dan sistem informasi eksekutif membantu pengambilan keputusan manajemen. Pada tingkat manajerial, sistem informasi geografis menganalisis data spasial dan atribut untuk mengelola informasi berbasis lokasi.

Diunggah oleh

ayu wanasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
621 tayangan3 halaman

Penerapan Sistem Informasi dalam Organisasi

Sistem informasi dapat diterapkan pada berbagai tingkatan organisasi. Pada tingkat operasional, sistem pakar membantu pengguna menyelesaikan masalah, sedangkan sistem penunjang keputusan dan sistem informasi eksekutif membantu pengambilan keputusan manajemen. Pada tingkat manajerial, sistem informasi geografis menganalisis data spasial dan atribut untuk mengelola informasi berbasis lokasi.

Diunggah oleh

ayu wanasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jawaban :

Tugas 1

A). Contoh penerapan sistem informasi dalam suatu organisasi atau perusahaan :

sistem teknologi informasi atau yang biasa disebut STI itu adalah suatu system yang
terbentuk sehubungan adanya penggunaan teknologi informasi. STI ini dapat di aplikasikan ke
dalam level-level organisasi, sebelumnya definisi organisasi itu adalah suatu tempat, wadah
dan suatu media dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan berstruktur,
terencana, terpimpin dan terkendali, dalam mengelola suatu sumber daya, sarana-parasarana
yang ada, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai
tujuan tertentu dan tujuan organisasi itu sendiri.

B). Aplikasi yang dipakai dalam setiap level organisasi tersebut

1. System Pakar

sistem pakar adalah suatu system untuk mengadopsi pengetahuan yang dimiliki
manusia ke komputer yang dirancang untuk memaksimalkan kemampuan dalam
menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar atau orang yang sudah terbiasa
menghadapi masalah itu. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan
masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya
dapat diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya. Dalam penyusunannya, sistem pakar
mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis
pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu.
Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya digunakan
dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu.

Suatu sistem pakar yang baik harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut :

a) Memiliki informasi yang handal.


b) Mudah dimodifikasi.
c) Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
d) Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi.

2. Sistem Penunjang Keputusan & Sistem Informasi Eksekutif

System penunjang keputusan(SPK) disebut juga dengan DSS (Decision Suport system)
Pengembanag DSS berawal pada akhir tahun 1960-an dengan adanya pengguna computer
secara time-sharing (berdasarkan pembagian waktu). Pada mulanya seseorang dapat
berinteraksi langsung dengan computer tanpa harus melalui spesialis informasi. Timesharing
membuka peluang baru dalam penggunaan computer. Tidak sampai tahun 1971, ditemukan
istilah DSS, G Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang keduanya frofesor MIT,
bersama-sama menulis artikel dalam jurnal yang berjudul “A Framework for Management
Information System” mereka merasakan perlunya ada kerangka untuk menyalurkan aplikasi
computer terhadap pembuatan keputusan manajemen. Gorry dan Scott Morton mendasarkan
kerangka kerjanya pada jenis keputusan menurut Simon dan tingkat manajemen dari Robert N.
Anthony. Anthony menggunakan istilah Strategic palnning, managemen control dan
operational control (perencanaan strategis, control manajemen, dan control manajemen). DSS
adalah sebuah system yang memberikan dukungan kepada seorang manajer, atau kepada
sekelompok manajer yang relative kecil yang bekerja sebagai team pemecah masalah, dalam
memecahkan masalah semi terstrukitur dengan memberikan informasi atau saran mengenai
keputusan tertentu. Informasi tersebut diberikan oleh laporan berkala, laporan khusus, maupun
output dari model matematis. Model tersebut juga mempunyai kemampuan untuk memberikan
saran dalam tingkat yang bervariasi. Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS
dilakuikan oleh Steven L. Alter. Alter melakukan study terhadap 56 sistem penunjang
keputusan yang digunakan pada waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam
mengidentifikasi enam jenis DSS, yaitu :

a) Retrive information element (memanggil eleman informasi)


b) Analyze entries fles (menganali semua file)
c) Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)
d) Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
e) Propose decision (menawarkan keputusan )
f) Make decisions (membuat keputusan)

3. Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis merupakan system yang berbasis computer didesain untuk
mengumpulkan, mengelola, memanipulasi, dan menampilkan informasi spasial (keruangan).
Yakni informasi yang mempunyai hubungan geometric dalam arti bahwa informasi tersebut
dapat dihitung, diukur, dan disajikan dalam sistem koordinat, dengan data berupa data digital
yang terdiri dari data posisi (data spasial) dan data semantiknya (data atribut). SIG dirancang
untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisis suatu obyek dimana lokasi geografis
merupakan karakteristik yang penting, dan memerlukan analisis yang kritis. Penanganan dan
analisis data berdasarkan lokasi geografis merupakan kunci utama SIG. Oleh karena itu data
yang digunakan dan dianalisa dalam suatu SIG berbentuk data peta (spasial) yang terhubung
langsung dengan data tabular yang mendefinisikan bentuk geometri data spasial. Misalnya
apabila kita membuat suatu theme atau layer tertentu, maka secara otomatis layer tersebut akan
memiliki data tabular yang berisi informasi tentang bentuk datanya (point, line atau polygon)
yang berada dalam layer tersebut .

SIG juga merupakan sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan
komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi. Teknologi SIG mengintegrasikan operasi
pengolahan data berbasis database yang biasa digunakan saat ini, seperti pengambilan data
berdasarkan kebutuhan dan analisis statistik dengan menggunakan visualisasi yang khas serta
berbagai keuntungan yang mampu ditawarkan melalui analisis geografis melalui
gambargambar petanya. Kemampuan tersebut membuat SIG berbeda dengan system informasi
pada umumnya. Dengan SIG kita mampu melakukan lebih banyak dibanding hanya dengan
menampilkan data semata-mata. SIG menggabungkan semua kemampuan, baik yang hanya
berupa sekedar tampil saja, sistem informasi yang tersaji secara thematis, dan sistem pemetaan
yang berdasarkan susunan dan jaringan lalu-lintas jalan, bersamaan dengan kemampuan untuk
menganalisa lokasi geografis dan informasi-informasi tertentu yang terkait terhadap lokasi
yang bersangkutan.

Dan jangan lupa, SIG adalah sebuah aplikasi dinamis yang akan terus berkembang. Peta
yang dibuat pada aplikasi ini tidak hanya akan berhenti dan terbatas untuk keperluan saat
dibuatnya saja. Peremajaan terhadap informasi yang terkait pada peta tersebut dapat dilakukan
dengan mudah, dan secara otomatis peta tersebut akan segera menunjukkan akan adanya
perubahan informasi tadi. Semuanya itu dapat dikerjakan dalam waktu singkat, tanpa perlu
belajar secara khusus. SIG sangat memungkinkan untuk membuat tampilan peta,
menggunakannya untuk keperluan presentasi dengan menunjuk dan meng-kliknya, serta untuk
menggambarkan dan menganalisis informasi dengan cara pandang baru, mengungkap semua
keterkaitan yang selama ini tersembunyi, pola, beserta kecenderungannya.
Secara umum, Sistem Informasi Geografis bekerja berdasarkan integrasi komponen, yaitu:
Hardware, Software, Data, Manusia, dan Metode.

Common questions

Didukung oleh AI

Konsep Sistem Penunjang Keputusan (DSS) berkembang sejak akhir tahun 1960-an dengan adanya pengguna komputer secara time-sharing yang memungkinkan interaksi langsung tanpa harus melalui spesialis informasi. Istilah DSS ditemukan pada tahun 1971 oleh G Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang mengusulkan kerangka aplikasi komputer untuk pembuatan keputusan manajemen. Steven L. Alter kemudian mengidentifikasi enam jenis DSS: memanggil elemen informasi, menganalisis file, mempersiapkan laporan dari beberapa file, meramalkan akibat dari keputusan, menawarkan keputusan, dan membuat keputusan .

Sistem Penunjang Keputusan (DSS) dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan pada berbagai tingkatan dalam hierarki manajemen, seperti perencanaan strategis, kontrol manajemen, dan kontrol operasional. DSS dapat digunakan untuk memecahkan masalah semi-terstruktur dengan memberikan informasi atau saran, seperti melalui laporan berkala atau model matematis. Contoh jenis keputusan yang dapat didukung oleh DSS termasuk meramalkan akibat dari keputusan, menawarkan keputusan, dan membuat keputusan .

Peran utama sistem informasi dalam sebuah organisasi adalah untuk mengelola data dan sumber daya secara efisien, serta mendukung pengambilan keputusan yang efektif. Penerapan sistem informasi dapat dilakukan melalui penggunaan teknologi seperti Sistem Penunjang Keputusan (DSS) atau Sistem Informasi Geografis (SIG) yang membantu mengintegrasikan dan menganalisis data spasial dan atribut. Dengan ini, organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional melalui automasi proses bisnis dan akses cepat ke informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan .

Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) mengubah cara organisasi mempresentasikan dan menganalisis data dengan memungkinkan visualisasi data dalam bentuk peta yang interaktif dan dinamis. SIG memungkinkan pengguna untuk secara mudah memperbaharui dan memanipulasi data spasial serta mengungkap pola dan keterkaitan yang mungkin tersembunyi dengan cara pandang baru. Hal ini membuat analisis lebih efisien dan efektif, khususnya ketika data memiliki hubungan geografis yang penting .

Sistem pakar dapat meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah dalam suatu organisasi dengan mengadopsi pengetahuan pakar ke dalam sistem komputer, memungkinkan pengguna untuk memperoleh informasi dan saran yang biasanya hanya dapat diberikan oleh seorang ahli. Ciri-ciri utama dari sistem pakar yang efektif adalah memiliki informasi yang handal, mudah dimodifikasi, dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer, dan memiliki kemampuan untuk belajar serta beradaptasi .

Teknologi SIG menawarkan beberapa keuntungan dibandingkan sistem informasi tradisional, termasuk kemampuannya untuk mengintegrasikan data spasial dengan data tabular dan memberikan visualisasi geografis yang kuat. SIG memungkinkan analisis lokasi geografis dan tren data yang terkait, serta kemampuan untuk membuat peta dinamis yang dapat diperbaharui secara terus-menerus. SIG juga fleksibel untuk digunakan dalam presentasi dan pengambilan keputusan yang memerlukan informasi geografis .

Peremajaan informasi penting dalam penerapan SIG karena memastikan bahwa data tetap akurat dan terkini, sesuai dengan perubahan informasi geografis atau atribut yang terjadi. Hal ini penting untuk pengambilan keputusan yang berbasis data yang valid. Peremajaan dapat dilakukan dengan mudah dalam SIG karena sistem ini dirancang untuk mengakomodasi pembaruan secara otomatis, memungkinkan pengguna untuk mempercepat proses perubahan atas informasi yang ditampilkan pada peta, tanpa memerlukan pelatihan khusus .

Data spasial dan atribut penting dalam Sistem Informasi Geografis karena memungkinkan pengolahan data yang terkait dengan lokasi geografis yang spesifik, yang merupakan kunci untuk analisis dan pengambilan keputusan yang akurat. Data spasial memberikan informasi tentang posisi geografis, sedangkan data atribut menyediakan detail yang menjelaskan entitas spasial tersebut. Gabungan dari kedua jenis data ini memungkinkan analisis yang mendalam mengenai pola spasial dan karakteristik terkait, yang sangat penting dalam banyak aplikasi, seperti perencanaan tata ruang dan pengelolaan sumber daya .

Sistem informasi berbasis komputer seperti SIG berbeda dari sistem informasi eksekutif tradisional dalam kemampuannya untuk menangani data spasial dan menyediakan visualisasi geografis yang interaktif. SIG memungkinkan pengolahan dan analisis data dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh sistem informasi tradisional, yang umumnya hanya menangani data tabular tanpa integrasi spasial. Selain itu, SIG menawarkan kemampuan dinamis untuk memperbaharui dan menciptakan peta yang membantu dalam pengambilan keputusan berbasis lokasi, yang tidak ditemukan dalam sistem tradisional .

Manfaat utama yang ditawarkan oleh Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah kemampuannya untuk menangani dan menganalisis data berdasarkan lokasi geografis, yang memungkinkan visualisasi dan analisis data spasial secara efektif. SIG mengintegrasikan operasi pengolahan data berbasis database dengan analisis geografis melalui peta. Komponen utama yang membentuk SIG meliputi perangkat keras, perangkat lunak, data, manusia, dan metode, yang semuanya bekerja bersama untuk menyajikan dan menganalisis informasi secara efektif .

Anda mungkin juga menyukai