0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan25 halaman

Panduan Integral: Definisi dan Contoh

Integral dapat didefinisikan sebagai antiturunan atau operasi invers terhadap diferensial. Integral dinotasikan dengan "∫ ... dx" dan merupakan proses penentuan fungsi asal dari turunannya. Terdapat beberapa jenis integral seperti integral tak tentu, integral tertentu, integral substitusi, dan integral parsial beserta sifat-sifat dan contoh soalnya.

Diunggah oleh

Sukmono Spd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan25 halaman

Panduan Integral: Definisi dan Contoh

Integral dapat didefinisikan sebagai antiturunan atau operasi invers terhadap diferensial. Integral dinotasikan dengan "∫ ... dx" dan merupakan proses penentuan fungsi asal dari turunannya. Terdapat beberapa jenis integral seperti integral tak tentu, integral tertentu, integral substitusi, dan integral parsial beserta sifat-sifat dan contoh soalnya.

Diunggah oleh

Sukmono Spd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

INTEGRAL

[Type the document


title]
[Type the document subtitle]

[Type the abstract of the document here. The abstract is


typically a short summary of the contents of the document.
Type the abstract of the document here. The abstract is
typically a short summary of the contents of the
document.]

Indah
[Pick the date]
INTEGRAL
Kompetensi Dasar:

KD 3 KD 4
3.33 Menentukan nilai integral tak tentu dan 4.33 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
tertentu fungsi aljabar dengan integral tak tentu dan tertentu
fungsi aljabar
3.34 Menentukan luas permukaan dan 4.34 Menyelesaikan masalah luas
volume benda putar dengan permukaan dan volume benda putar
menggunakan integral tertentu dengan menggunakan integral tertentu

A. PengertianIntegral

Pada materisebelumnya, kalian telahmempelajarikonsepturunan.


Pemahamantentangkonsepturunaninidapat kalian gunakanuntukmemahamikonsep
[Link], cobaperhatikan permasalahan turunanfungsiberikut.

Perhatikanbahwajika suatu fungsimemilikibentukumum(‫=)ݔ‬ 2‫ ݔ‬3 . Sehingga dengan


menggunakan konsep turunamfungsiinimemilikiturunan݂ ′(‫=)ݔ‬6‫ݔ‬2 .
Jadi,turunanfungsi dari ݂ (‫=)ݔ‬2‫ݔ‬3adalah݂′ (‫=)ݔ‬6‫ݔ‬2 .

Menentukanfungsi(‫)ݔ‬dari݂’(‫)ݔ‬, berartimenentukanantiturunandari݂’(‫)ݔ‬. Sehingga, integral


dapat didefinisikan sebagaiantiturunan (antidiferensial) atauoperasi invers terhadapdiferensial.

Jika(‫)ݔ‬adalahfungsiumum yang bersifat݂’(‫)ݔ(݂=)ݔ‬, maka݂(‫)ݔ‬merupakanantiturunanatau


integral dari݂’(‫)ݔ(݂ =)ݔ‬.

Integral dinotasikan dengan “‫”ݔ݀ … ׬‬. Jika ݂’(‫)ݔ(݂ =)ݔ‬, maka ‫ܨ = ݔ݀ … ׬‬ሺ‫ )ݔ‬+ ‫ܥ‬, dengan
C disebut konstanta integral.

B. Integral Tak Tentu

Suatu fungsi F dikatakan sebagai anti turunan dari fungsi f apabila F’(x) = f(x) untuk setiap x dalam
domain dari f.


‫ ݔܽ ׬‬௡ ݀‫ = ݔ‬ሺ௡ାଵ) ‫ ݔ‬௡ାଵ + ‫ܥ‬,dengan n adalah bilangan rasional dan n ≠ -1.

2
Sifat – sifat Integral yaitu sebagai berikut:

1. ∫ k f ( x ) dx = k ∫ f ( x) dx
2. ∫ ( f ( x ) ± g ( x ) ) dx = ∫ f ( x ) dx ± ∫ g ( x ) dx

3. ∫ k ( f ( x ) ± g ( x ) ) dx = k ∫ f ( x ) dx ± k ∫ g ( x ) dx

Contoh Soal :

1. Selesaikan integral berikut:

∫ 12 x dx
3
a.
2
b. ∫x 3
dx

Jawab:

12 3+1
∫ 12 x
3
a. x + C = 3x 4 + C
dx =
3+1
2 2 5
1 +1 3 3
b. ∫ x 3 dx = x 3 + C = x 3 + C = 3 x5 + C
2 5 5
+1
3
2. Selesaikan integral berikut ini!

∫ (18x
8
a. − 25 x 4 + 3 x 2 )dx

2 x 3 − 3x 2 + 1
b. ∫( x2
)dx

Jawab:

∫ (18x − 25 x 4 + 3 x 2 )dx = ∫ 18 x 8 dx − ∫ 25 x 4 dx + ∫ 3 x 2 dx
8
a.
18 9 25 5 3 3
x − x + x = 2 x 9 − 5x 5 + x 3 + C
= 9 5 3
2 x 3 − 3x 2 + 1 2x 3 3x 2 1
b. ∫( x 2
) dx = ∫ x 2
dx − ∫ x 2
dx + ∫ 2 dx
x
2 1 1
= ∫ 2 xdx − ∫ 3dx + ∫ x − 2 dx = x 2 − 3x + x −1 + C = x 2 − 3x − + C
2 −1 x

3
C. Integral Tak Tentu

Misalkan f kontinu pada ሾܽ, ܾሿ dan F adalah antiturunan dari f, maka berlaku

න ݂ሺ‫ = ݔ݀)ݔ‬ሾ‫ܨ‬ሺ‫)ݔ‬ሿ௕௔ = ‫ܨ‬ሺܾ) − ‫ܨ‬ሺܽ)

Sifat – sifat integral tertentu sebagai berikut:

b
1. ∫ k dx = k (b − a)
a
a
2. ∫ U dx = 0
a
b b
3. ∫
a
k U dx = k U dx ∫
a
b a
4.
a
∫ U dx = − ∫ U dx b
b c c
5. ∫ U dx + ∫ U dx = ∫ U dx a ≤ b ≤ c
a b a
b b b
6. ∫ (U ± V ) dx = ∫ U dx ± ∫ V dx
a a a

Contoh Soal :

Tentukan nilai integral berikut ini.


5

∫x
2
a. dx
2
3
∫ (3x
2
b. + 4 x + 2)dx
0
3
5
∫ 3x dx + ∫ 3x 2 dx
2
c.
3
0
Jawab:

5 5
1 3  1 3 1 1
a.
2 3
[
∫2 x dx =  3 x  2 = 3 5 − 2 = 3 [125 − 8] = 3 (117) = 39]
3 [ ]
3
(3 x 2 + 4 x + 2) dx = x 3 + 2 x 2 + 2 x 0 = (33 − 2.(3) 2 + 2.3) − (0 3 + 2.0 2 + 2.0)
b. ∫ (27 + 18 + 6) − (0 + 0 + 0) = 51
0

3 2
5
c. ∫ 3 x dx + ∫ 3 x dx = x
2 2 3
3
[ ] = (3 3 − 2 3 ) − (5 3 − 3 3 ) = ( 27 − 8) + (125 − 27 ) = 19 + 98 = 117
0 3
4
D. Integral Substitusi

Jika u = g(x), maka du = u’ = g’(x) dx dengan g adalah suatu fungsi yang dapat diturunkan, dan F
adalah antiturunan dari f, maka:

න ݂൫݃ሺ‫)ݔ‬൯݃ᇱ ሺ‫ = ݔ݀)ݔ‬න ݂ሺ‫ܨ = ݑ݀)ݑ‬ሺ‫ )ݑ‬+ ‫ܨ = ܥ‬൫݃ሺ‫)ݔ‬൯ + ‫ܥ‬

Contoh Soal :

Tentukan nilai integral berikut ini


1
a. ∫ (2 x − 1) 2
dx =

∫ (3 + 6 x )
7
b. dx =
18 x 2
c. ∫ 2x3 + 8
dx =

Jawaban:

a. Misalkan

u = 2x −1
du du
= 2 ⇔ dx =
dx 2
1 1 1
= ∫ 2 x − 1 dx = 2 ∫ u 2
Contoh:
1
2 ∫ u − 2 du = − u −1 + C = −
1 1
+C
2 2u
1
=− +C
2(2 x − 1)

b. Misalkan
u = 3 + 6x
du
du = 6dx ⇔ dx =
6
du
(3 + 6 x) 7 dx = ∫ u 7
6
∫ 1 7 1 1 1
= ∫ u du = . u 8 + C = (3 + 6 x) 8 + C
6 6. 8 48

5
c. Misalkan

u = 2x3 + 8
du
du = 6x2 dx ⇔ dx =
6x 2
1 1 1 1
18x2 du 3 − 3 2
. 2 = ∫ du = ∫ 3u du = u + C = 6u + C = 6(2x + 8) 2 + C
2 2 3

18x 2 u 6x u 1
∫ 2x3 + 8
dx = ∫
2
3
= 6 2x + 8 + C

E. Integral Parsial

Misalkan f dan g adalah fungsi-fungsi yang diintegralkan, u = f(x) dan v = g(x), maka berlaku:

න ݂൫݃ሺ‫)ݔ‬൯݃ᇱ ሺ‫ = ݔ݀)ݔ‬න ݂ሺ‫݀ )ݔ‬൫݃ሺ‫)ݔ‬൯ = න ‫ ݒݑ = ݒ݀ ݑ‬− න ‫ݑ݀ ݒ‬

∫ u dv dapat diselesaikan adalah memilih bagian dv sehingga v


Hal yang perlu diperhatikan agar

dengan mudah dapat diperoleh melalui pengintegralan v = ∫ dv .

Contoh Soal :

Selesaikan integral berikut ini:

∫ x(x + 4)
5

Jawaban:

∫ x( x + 4)
5

misal
u = x ⇔ du = dv
1
dv = ( x + 4) 5 dx ⇔ v = ∫ ( x + 4) 5 dx = ( x + 4) 6 + C
6

6
F. Menentukan Luas Daerah dan Volume Benda Putar

Integral tertentu dengan berbagai macam sifat-sifatnya yang telah dibahas pada pasal
sebelumnya dapat digunakan untuk menentukan selesaian masalah-masalah praktis dalam
kehidupan nyata. Beberapa diantara penggunaan integral yang di bahas dalam buku ini adalah
menetukan luas suatu luasan, menghitung volume benda pejal, menentukan panjang busur
suatu kurva yang telah ditentukan persamaannya, dan menentukan luas permukaan benda
putar.

Untuk memperjelas masing-masing pembahasan tentang penggunaan integral tertentu, penulis


menggunakan beberapa ilustrasi dan gambar yang diharapkan gambar tersebut akan
memudahkan pembaca untuk memahaminya. Pembahasan selengkapnya adalah sebagai
berikut:

1. Luas Suatu Luasan

Luasandidefinisikansebagaisuatudaerahdalambidang XOY denganpersamaan y = f (x) atau


x = g ( y) atau y = f ( x), x = g ( y ) yang berbatasandengansumbu-sumbukoordinatataugaris
yang
[Link]
[Link] y = f (x) dansumbu-sumbukoordinat
yang terletak di atassumbu X atauluasandenganpersamaan x = g ( y) dansumbu-
sumbukoordinat yang terletakdisebelahkanansumbu Y . Berikutinigambarluasanpositip yang
dimaksud.

7
Y Y
y=d
y = f ( x)
x = f ( y)
R
R X
x=a x=b
X
y=c

Gambar 1.1
Luasannegatifadalahluasandenganpersamaan y = f (x) dansumbu-sumbukoordinat yang
terletak di bawahsumbu X atauluasandenganpersamaan x = g ( y) dansumbu-sumbukoordinat
yang terletakdisebelahkirisumbu Y . Berikutinigambarluasannegatiftersebut.

Y Y

y=d
x=a x=b
X
R
R
X
x = f ( y)
y = f (x)

y=c

Gambar 1.2

Luasan positif dan negatif sebagaimana telah dijelaskan di atas, pembatasn juga dapat terjadi
bukan hanya satu kurva tetapi dapat juga berupa dua kurva sekaligus, misalnya y 2 = f ( x) dan

y 2 = g ( x ) . Pembahasan dalam buku ini diawali dengan menentukan luas luasan


menggunakan integral untuk daerah yang dibatasi oleh satu kurva.

a. Daerah antara SatuKurvadanSumbuKoordinat.


Perhatikangambarluasandibawahini

8
Y

y = f ( x)

R
x=b X
x=a

Gambar 1.3

R sebagaimanaterlihatpadagambar 1.3 adalahluasan yang dibatasiolehkurva-kurva


y = f ( x), x = a, x = b. Dengan menggunakan integral tertentu luas luasan R dinyatakan
dengan

b
A( R ) = ∫ f ( x )dx
a
Jika luasan terletak di bawah sumbu X maka integral tertentu di atas bernilai negatif, karena
luas daerah tidak mungkin bilangan negatif maka nilai integral tersebut dimutlakkan.
Sehingga luas luasan daerah negatif dinyatakan dalam bentuk
b b
A(R) = ∫ − f ( x) dx = ∫ f ( x)dx
a a

Untuk menghitung luas luasan dengan integral tertentu dapat diikuti langkah-langkah sebagai
berikut :
a) Gambar luasan yang akan ditentukan luasnya sehingga tampak jelas batas-batasnya dan
mudah dilihat.
b) Buatlah garis-garis yang sejajar sumbu X atau sumbu Y , selanjutnya bagilah luasan
dalah bidang yang disebut partisi dan berikan nomor pada masing-masing partisi yang
terbentuk.
c) Hampiri luas masing-masing partisi tertentu tersebut dengan menggunakan luas persegi
panjang
d) Jumlahkan luas masing-masing partisi pada luasan yang telah dibentuk.

9
e) Dengan menggunakan limit dari jumlah luas partisi diatas dengan lebar masing-masing
partisi menuju 0, maka diperoleh integral tertentu yang menrupakan luas luasan.

Contoh:
1) Segitiga ABC terletak pada XOY , titik-titik sudutnya dinyatakan dalam koordinat
kartesius yaitu A(0,0), B(3,0) dan C(3,7). Dengan menggunakan integral tertentu tentukan
luas segitiga ABC.

Jawab :

Gambar segitiga ABC adalah

C (3,7)
Y

X
A(0,0) B (3,0)

Gambar 1.4

Persamaan garis AC dinyatakan dengan rumus

y − yA yc− yA
=
x − xA xc − x A

y−0 7−0
Diperoleh persamaan =
x −0 3−0

7x
3 y = 7 x atau y =
3

10
b

Sehingga luas yang dicari dinyatakan dengan A( R) = ∫ f ( x) dx


a

3 3
7x 7  7 
⇔ ∫ dx =  x2  =  9  = 10,5
0
3  6 0  6 

2) Tentukan luas luasan yang dibatasi oleh kurva y = 4 − x 2 dan sumbu-sumbu koordinat.
Jawab

Luasan y = 4 − x 2 yang dibatasi sumbu-sumbu koordinat gambarnya adalah

y = 4 − x2

R
−2 2 X

Gambar 1.5

Tampak pada gambar 4.5 di atas luasan yang diketahui (R) berada di atas sumbu x
sehingga luasnya dapat dinyatakan dengan menggunakan integral yaitu:
b
A(R) = ∫ f ( x)dx
a

∫ (4 − x ) dx
2

−2

2
(
⇔ 2∫ 4 − x 2 dx )
0

11
2
 1 
⇔ 2 4x − x3 
 3 0

 1   1 
⇔ 2 4.2 − .23  − 2 4.0 − .03 
 3   3 

 8  32
⇔ 2 8 −  =
 3 3

3) Tentukan luas luasan yang dibatasi oleh kurva x = y 2 dan garis x = 4

Y x = y2

R X

x=4

Gambar 1.6

Dengan cara yang sama luasluasan di atas dinyatakandengan

4 4

∫ f ( x)dx + ∫ − f ( x)dx
0 0

4 4
⇔ ∫ f ( x )dx + ∫ − f ( x)dx
0 0

4 4
⇔ ∫ x dx + ∫ − − x dx ( )
0 0

12
4
⇔ 2∫ x dx
0

4
2  4 32
⇔ 2 x 3 / 2  = .8 =
3 0 3 3

Selanjutnya, perhatikan gambar luasan berikut ini :

Y
d

x = f ( y)
R
X

c
Gambar 1.7

Luasan R pada gambar 1.7 di atas dibatasi oleh kurva x = g ( y), y = c, y = d , dan x = 0 .
Dengan integral tertentu luas luasan R yang berada disebelah kanan sumbu x dinyatakan
dalam bentuk
d
A( R ) = ∫ g ( y )dy
c

Jika gambar terletak disebelah kiri sumbu x maka integral tertentu di atas bernilai negatif,
karena luas daerah tidak mungkin bilangan negatif maka nilai integral tersebut dimutlakkan,
sehingga diperoleh:

13
d d
A(R) = ∫ − g ( y)dx = ∫ g ( y)dy
c c

Contoh

1) Tentukan luas luasan yang dibatasi oleh kurva x = y 2 dan garis y = −2, y=2
Jawab

Luasan x = y 2 dan garis y = −2, y = 2 dapat digambarkan sebagai berikut:

Y x=y2
y=2

R X

y = −2

Gambar 1.8

Sehingga luas luasan tersebut adalah

d
A(R) = ∫ g ( y)dy
c

2
⇔ ∫ y 2 dy
−2
2
⇔ 2∫ y 2 dy
0
2
 1  16
⇔ 2 y 3  =
 3 0 3

14
b. Daerah antara dua kurva

Daerah antara dua kurva adalah luasan yang pembatsanya adalah y = f (x) dan y = g (x)

dengan f ( x) ≥ g ( x) pada selang [a, b] . Sepertihalnya luasan yang dibatasi oleh satu kurva,
luasan yang dibatasi dua kurva dapat berupa luasan positip dan luasan negatip. Dengan
demikian aturan menentukan luas luasan dengan integral pada luasan yang dibatasi satu kurva
juga berlaku untuk luasan yang dibatasi oleh dua kurva. Perhatikan gambar 1.9 berikut ini.

Y y = g(x)

f (x) − g(x)

∆x y = f (x)

x=a x =b X

Gambar 1.9

∆A ≈ ( f ( x ) − g ( x) )∆x
Sehingga luas luasan dinyatakan dengan:
b
A(R ) = ∫ ( f ( x ) − g ( x )) dx
a

Rumus di atas berlaku untuk luasan di atas sumbu x, jika luasannya disebelah kanan sumbu y,
maka luas luasan yang dibatasi oleh dua kurva dinyatakan dengan
d
A(R ) = ∫ ( f ( y ) − g ( y )) dy
c

2. Volume Benda Putar

a. Pemutaran mengelilingi sumbu X

15
Misal R adalah luasan yang dibatasi oleh y = f ( x), x = a, x = b Selanjutnya R diputar
mengelilingi sumbu x. Lintasan kurva karena mengelilingi sumbu X membentuk bangun
berupa benda padat (pejal). Dengan menggunakan integral tertentu volume benda padat
b


2
tersebut dapat didekati dengan menggunakan rumus: V = π y dx .
a

y = f ( x)

a b X

Gambar 1.10

Gambar 1.11

Jika R dibatasi oleh dua kurva yaitu y1 = f ( x), y 2 = g ( x), x = a, x = b . Dengan y1 ≥ y 2


Selanjutnya R diputar mengelilingi sumbu x, maka terbentuk benda pejal yang volumenya
dapat didekati dengan menggunakan integral tertentu, yaitu:
16
b

∫ (y ) dx
2 2
V = π 1 − y 2
a

Gambar 1.12

2. Pemutaran mengelilingi sumbu Y

Misal R adalah luasan yang dibatasi oleh x = g ( x), y = c, y = d Selanjutnya R diputar


mengelilingi sumbu x. Lintasan kurva akan membentuk bangun berupa benda pejal. Benda
d
tersebut volumenya dapat didekati dengan menggunakan integral tertentu yaitu: V = π ∫ x 2 dy .
c

Gambar 1.13

17
Y
y=d

x = f ( y)

X
y=c

Gambar 1.14

Gambar 1.15

Jika R dibatasi oleh dua kurva yaitu x1 = f ( x), x 2 = g ( x), y = c, y = d . Dengan x1 ≥ x 2


Selanjutnya R diputar mengelilingi sumbu y, maka terbentuk benda pejal yang volumenya
dapat didekati dengan menggunakan integral tertentu, yaitu:

∫ (x )
2
V =π 1 − x 22 dy
c

18
Benda putar yang sederhana dapat kita ambil contoh adalah tabung dengan besar volume
adalah hasilkali luas alas (luas lingkaran) dan tinggi tabung. Volume dari benda putar secara
umum dapat dihitung dari hasilkali antara luas alas dan tinggi. Bila luas alas dinyatakan
dengan A(x) dan tinggi benda putar adalah panjang selang [ a,b ] maka volume benda putar
dapat dihitung menggunakan integral tentu sebagai berikut :

b
V = ∫
a
A ( x ) dx

Untuk mendapatkan volume benda putar yang terjadi karena suatu daerah diputar terhadap
suatu sumbu, dilakukan dengan menggunakan dua buah metode yaitu metode cakram dan
kulit tabung.

3. Volume Benda Putar yang DibatasiDuaKurvaJikaDiputarMengelilingiSumbu x

Jika ada sebuah luasan yang dibatasi oleh dua kurva yaitu f(x) dan g(x) dimana |f(x)| ≥ |g(x)|
dengan interval [a,b] diputar mengelilingi sumbu x, maka volume benda putar tersebut dapat
dihitung dengan rumus:

4. Volume Benda Putar yang DibatasiDuaKurvaJikaDiputarMengelilingiSumbu y


19
Sama prinsipnya dengan yang ada di huruf b, jika ada sebuah luasang yang terbentuk dari dua
buah kurva x = f(y) dan x = g(y) dan interval [a.b] yang diputar mengitari sumbu y maka
volume yang dihasilkan dapat dicari dengan rumus:

Contoh Soal :

Hitunglah volume benda putar yang terjadi jika daereah yang dibatasi oleh kurva y = √x ,
garis x = 2, garis y = 4, dan garis y = 3.

Jawab:

Kita gambar dulu luasan dimaksud

daerah berwarna biru muda di atas akan diputar mengelilingi sumbu x maka volume benda
putar yang terjadi:
20
Jadi, volume benda putar tersebut adalah 12 π satuan volume.

21
 2 
Latihan Soal 4. ∫  3 x+  dx adalah ...
x2 
2
A. 3x x − +C
1. Hasil dari ∫ 3x (2 x + 7 )dx adalah ….
2
x
2 4 2
A. x + 7x3 + C B. 3x x + +C
3 x
3 3
B. x + 7x2 + C 2
2 C. 2x x − +C
3 4
x2
C. x + 7x3 + C
2 2
D. 2x x + +C
2 3 x
D. x + 7x2 + C
3 2
2 3 2
E. 2x x − +C
E. x + 7x + C x
3
dx
2. ∫ (3x − 5)(2 x + 3) dx = … . 5. ∫ (x − 4)5 = ....
1 2 1
A. 2x3 + x − 15 x + C A. ( x − 4 )4 + C
2 4
−4
1 2 B. 4(x − 4) + C
B. 2x3 − x + 15 x + C 4
2 C. 4( x − 4 ) + C
1 2 1
C. 2x3 − x − 15 x + C D. (x − 4 )−4 + C
2 4
1 −4
1 2 E. − (x − 4 ) + C
D. 3x 3 + x − 15 x + C 4
2 2

∫ ( 3x + 2 x − 7 )dx adalah ….
2
6. Nilai dari
1
E. 3 x − x 2 − 15 x + C
3 1
2 A. -7

∫ (x ) B. 3
3 2
3. Hasil dari − 6 x + 2 x − 1 dx = … .
C. 6
A. 3 x 4 − 12 x 3 + 2 x + C D. 11
4 E. 15
B. 3x 3 + x 2 + +C 2
x2
∫ (− x
2
7. + 2 x + 2) dx = ....
1 4
C. x − 2x3 + x 2 − x + C −1
4 ଶ
A. 4 E. 6ଷ
1 4
D. x − x3 + x2 − x + C 1
4 B. 4
2
1 3
E. x − 2x3 + x 2 − x + C 2
4 C. 4
3
D. 6

22
4
C. 1 x 3 + 1 x 2 − 1 x − 1
8. ∫ (3 )
x − x dx = ....
D.
3 2 2
1 x3 + x 2 − x − 1
3
0
3 3
A. –2½
E. 1 x3 + 2 x 2 − 2 x − 1
B. 2 3 3
2
C. 8 13. Hasil dari ∫  x − 1  dx adalah…….
D. 16  x
E. 20 x3 − 8x x − 1
A. +C
2 2x
9. ∫ (2 x − 1)(x + 3)dx = .... B.
x 2 − 8x x − 1
0 +C
1 2x
A. 9 x3 − 4 x − 2
3 C. +C
1 4x
B. −9
3 x2 − 4 x − 2
D. +C
2 4x
C. 9
3 x2 − 4x x − 2
E. +C
2 4x
D. −9
3 14. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh
E. 9 kurva y= x² – 2x – 3 dan garis x= 1 ; x=
0

∫ (3 x
2
10. − 2 x + 1) dx = ... . 4 ; sumbu x dan sumbu y ?

6 satuan luas
−3
a.
A. – 39 ଷ

6 satuan luas
B. – 21
b.
C. 21 ଷ

8 satuan luas
D. 27
c.
E. 39 ଷ

1
∫ (2 x − 3) 4 dx d. 7 ଷ satuan luas
11. adalah……… ଶ
1 1 e. 7 ଷsatuan luas
A. ( 2 x − 3) −3 + C D. +C
6 (2 x − 3) −3
15. Hitunglah luas daerah yang dibatasi

B. − 1 ( 2 x − 3) −3 + C E. (3x − 3) −3 + C oleh kurva y = x² dan kurva y = -x²+4x


6
; sumbu x dan sumbu y ?

a. 2 satuan luas
−3
C. (2 x − 3) + C


12. Jika f ( x ) = ∫ ( x 2 − 2 x − 1) dx dan f(1) = b. 3 ଷ satuan luas

c. 2 ଷ satuan luas
0, maka f(x) =………..
A. 1 x 3 − x 2 + x − 1
3 3

B. 1 x3 − 1 x + 2 1 x− 1 d. 4ଷ satuan luas
3 2 2 3

23

e. 3 satuan luas Jika daerah yang diarsir diputar

mengelilingi sumbu Y, maka volume
16. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh
benda putar yang terjadi adalah….
garis y = x ; y= 2x + 5 dan sumbu x ?
ଷ ଵ a. 6 2/5 π satuan volume
a. 1଼ satuan luas d. 2଼ satuan luas
b. 8 π satuan volume
ହ ଻
b. 1଼ satuan luas e. 2଼ satuan luas c.13 2/3 π satuan volume

c. 1 satuan luas d. 15 1/3 π satuan volume

e. 25 3/5 π satuan volume
17. Hitunglah luas daerah yang dibatasi oleh
kurva y= x²-2x+1 dan garis y= x+5 ? 20. Volume benda putar yang terbentuk dari
ହ daerah yang di kuadran I yang dibatasi
a. 17 satuan luas

oleh kurva x = 2√2 y2, sumbu Y, dan

b. 20 satuan luas lingkaran x2 + y2 = 9, diputar


c. 18 satuan luas mengelilingi sumbu Y adalah....

ହ a. 106/15 π satuan volume
d. 21଺ satuan luas
b. 124/15 π satuan volume

e. 19଺ satuan luas c. 146/15 π satuan volume
18. Volume benda putar jika daerah yang d. 164/15 π satuan volume
dibatasi kurva y = − x2 + 4 dan y = − 2x e. 248/15 π satuan volume
+ 4 diputar 360° mengelilingi sumbu Y 21. Volume benda putar jika daerah yang
adalah..... dibatasi kurva = −‫ ݔ‬ଶ + 4 dan ‫= ݕ‬
a. 8 π satuan volume −2‫ ݔ‬+ 4 diputar 360°mengelilingi
b. 13/2 π satuan volume sumbu y adalah ….
c. 4 π satuan volume A. 8ߨ satuan volume
d. 8/3 π satuan volume ଵଷ
B. ߨ satuan volume

e. 5/4 π satuan volume
C. 4 ߨ satuan volume
19. Perhatikan gambar diarsir di samping! ଼
D. ߨ satuan volume


E. ߨ satuan volume

24
ESSAY 7. Tentukan integral subtitusi di bawah ini

1. Selesaikan tiap integral ∫ 5x 4 dx 4x


∫ dx
2. Tentukan tiap integral (5 − 4 x ) 5 − 4x
2 2

∫ (8x − 3x + 4) dx
3 2

8. Luas daerah arsiran pada gambar


dapat dinyatakan dengan rumus ….
9. Luas daerah yang dibatasi kurva y =
4 − x2, y = −x + 2, dan 0 ≤ x ≤ 2
adalah ….
10. Carilah volume benda putar yang
terbentuk dari daerah yang dibatasi
3. oleh kurva y = x2, sumbu x, dan 0 ≤
Hitunglah nilai dari tiap integral
1 x ≤ 2 jika diputar terhadap sumbu x?
tertentu ∫ 4x dx
0
11. Carilah volume benda putar yang

4. Hitunglah nilai tiap integral tertentu terjadi bila daerah yang dibatasi oleh
1
kurva y = x2 dan garis y = 2x diputar
∫ (x
2
− 1) dx
1 mengelilingi sumbu y?
5. Hitunglah nilai tiap integral tertentu
2
12. Hitunglah volume benda putar yang
∫ 4x
3
dx terbentuk dari daerah yang dibatai
0
6. Hitunglah nilai tiap integral tertentu oleh kurva y = x2 dan y = –x2 + 4x
4
jika diputar terhadap sumbu x
∫ 3x
2
dx
0

25

Anda mungkin juga menyukai