LAPORAN PRAKTIKUM
HIDROLOGI
GEOMETRI AKUIFER
Disusun Oleh:
Muhammad Burhanuddin
21100117140049
LABORATORIUM GEOTEKNIK, GEODINAMIK DAN
GEOFISIKA
DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
SEPTEMBER 2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Maksud
Mengetahui keterdapatan air tanah
Mampu menganalisis jenis litologi dari hasil analis
Mampu mengolah data hasil lapangan dalam bentuk hasil manual dan
dalam bentuk analisis dengan software
1.2 Tujuan
Dapat Mengetahui keterdapatan air tanah
Dengan kemampuan pengolahan data secara manual dan dengan software
dapat menginterpretasi litologi daerah studi lapangan
Dapat mengoperasikan pengolahan data dengan software, RES2DIN,
PROGRESS lebih baik lagi
1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Selasa 25 September 2019
Waktu : 15.30 - 17.45 WIB
Tempat : Gedung Pertamina Sukowati Ruang G202
BAB II
LANGKAH KERJA
2.2 Pengolahan Data Manual
MULAI
Siapkan data yang akan di plot pada kurva bantu
Kemudian plot data AB/2 sebagai Koordinat X
dan data Rho rata-rata sebagai koordinat Y
Didapatlah Plot titik-titik pada mika
Lalu gambar kurva smooth sesuai pola titik
yang tadi telah kita plot
Didapatlah Kurva manual
Kemudian buat beberapa Segmen pada kurva kita
dengan tanda Q,H,A,K sesuai aturannya dengan
menggunakan kurva masing-masing Q,H,A,K sesuai
kebutuhan
Kemudian buat tabel perhitungan dibawah
kurva sesuai yang diajarkan
Lakukan perhitungan sesuai yang diajarkan
SELESAI
2.3 Pengolahan data dengan software
2.3.1 Progress
1. Siapkan data terlebih dahulu
2. Buka aplikasi progress pada file yang sudah disediakan
3. Kemudian isi kolom spacing dengan data pada kolom AB/2 dan isi kolom
observed data dengan data pada kolom rata-rata Rho
4. Kemudian klik forward modelling lalu klik save. Save data pada file yang
diinginkan. Kemudian akan muncul plot titik-titik beserta tabel
disebelahnya.
5. Kemudian isi kolom Depth pada tabel tersebut dengan data dn yang sudah
dicari secara manual pada kertas Mika. Kemudian isi lagi kolom
Resistivity dengan data ρn.
6. Kemudian klik tanda panah merah sebelah forward modelling dan didapat
RMSnya
7. Lalu Kemudian klik inverse modelling.
8. Lalu klik tanda panah merah disebelah inverse modelling dan didapat
RMS yang baru.
9. Selanjutnya klik interpreted data
2.3.2 Aplikasi RES2DIN
1. Siapkan data yang akan dimasukkan ke dalam notepad yang nantinya akan
dimasukkan ke dalam RES2DIN
2. Kemudian Isi data sesuai aturan pengisian data notepad untuk RES2DIN
3. Kemudian buka aplikasi RES2DIN
4. Lalu klik File – Read data . Tampilan yang muncul sebagai berikut. Lalu
buka data notepad yang telah kita buat tadi
5. Kemudian Klik open data notepad tersebut. Maka read completed klik yes.
6. Selanjutnya pilih inversion – Inbersion method – choose logarithm.
Tampilannya sebagai berikut.
7. Kemudian akan muncul tamilan sebagai berikut klik use apparent
resistivity. Klik Ok
8. Kemudian klik inversion lagi. Lalu klik Least-squares invertions
9. Maka akan kita dapat hasil berupa hasil RES2DIN sebagai berikut
BAB III
PEMBAHASAN
Praktikum Hidrologi kali ini praktikan diharapkan mampu mengolah data
geolistrik. Metode pengukuran kali ini menggunakan metode Schlumberger untuk
nantinya akan diperoleh akuisisi dasil lapangan. Kemudian data tersebut diolah
secara manual untuk mendapatkan nilai dn dan pn nya. Kemudian setelah diolah
secara manual, data-data tersebut diolah kembali dengan berbagi software yaitu
Progress, RES2DIN
3.1 SOFTWARE PROGRESS
Berdasarkan data yang telah diperoleh dari software Progress. Didapat
data dengan RMS 17,2045 % yang menandakan pengolahan data tersebut baik.
Kemudian berdasarkan data resistivity log yang telah didapat terlihat ada
perbedaan nilai resitivitas yang mencolok di beberapa kedalaman. Seperti pada
kedalaman 0 -5 m nilai resistivitynya 2.40 dan selanjutnya pada kedalaman 5- 30
m tiba-tiba nilai resistivitynya menjadi 5.54 lalu pada kedalaman 30 - 130 m
mengalami kenaikan kembali menjadi 20.97 dan turun 5.77 pada kedalaman 130-
140m. Setelah itu pada kedalaman 140 – 280 m memiliki nilai resistivitas
terendah yaitu 0.42. selanjutnya pada kedalaman 280 - 420m nilai resistivitasnya
menjadi 4.61 nila Berdasarkan data log tersebut maka diinterpretasikan bahwa
pada kedalaman 0 - 5m merupakan soil karena nilai resistivitynya yg sangat
rendah. Dikarenakan semakin rendah resestivitas kandungan air didalam batuan
akan semakin banyak, maka dapat diindikasikan bawah pada lapisan batuan dari
kedalaman 130 – 280 memiliki nilai resistifitas yang kecil hal ini memungkinkan
bawasannya pada kedalaman tersebut terdapat kandungan air tanah yang banyak.
Pada kondisi tersebut dimana lapisan atas dari batuan tersebut meiliki nilai
resitivitas yang tinggi maka dapat diindikasikan bahwa termasuk ke dalam jenis
akuifer tertekan.
2.3 SOFTWARE RES2DINV
Pada permodelan RES2DINV terdapat beberapa warna yang berbeda
terdapat warna merah, orange, kuning, hijau, dan biru . Pada warna merah terlihat
nilai resistivitasnya adalah lebih dari 50Ω, pada warna orange lebih dari 15Ω,
pada warna hijau nilai resistivitasnya 4.5Ω, dan pada warna biru nilai
resitivitasnya 0.4Ω. Jika dilihat menggunakan table tellford nilai resistivitas
batuan pada warna merah, orange, kuning, dan hijau termasuk dalam kondisi
batuan dimana batuan tersebut memiliki nilai resistivitas yang tinggi dan memiliki
porositas dan permeabilitas yang rendah pada daerah penelitian diindiakasikan
batuan tersebut adalah batuan metamorf berupa schicst dan phylite. Pada warna
biru dengan nilai resistivitas yang rendah maka dapat diindikasikan bawasannya
sifat batuan tersebut memiliki porositas dan permeabilitas yang tinggi dimana
pada daerah penelitian yang berlokasi di Bayat termasuk kedalam litologi
batugamping. Dapat diinterptrasikan pada penampang tersebut ada 2 jenis akuifer
yang berkembang di daerah penelitian yaitu adalah akuifer bebas dan akuifer
menggantung
akuifer mengantung
akuifer tertekan
DAFTAR PUSTAKA
https : //[Link]/media/publications/114-id-pengaruh-kadar-air-tanah-
lempung (pdf) (diakses pada hari Sabtu, 28 Septembet 2019 pukul 23.20
WIB)
[Link]
(diakses pada hari Sabtu, 28 Septembet 2019 pukul 23.20 WIB)
LAMPIRAN