0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan3 halaman

Densitas Relatif dan Sifat Batubara

Dokumen tersebut membahas tentang densitas relatif batubara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Densitas relatif batubara bergantung pada peringkat dan kandungan mineralnya, dan diukur dengan menentukan berat yang hilang saat sampel dicelupkan ke air. Pengetahuan tentang densitas diperlukan untuk menentukan sifat komposit dan cadangan batubara.

Diunggah oleh

Woro Bismo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan3 halaman

Densitas Relatif dan Sifat Batubara

Dokumen tersebut membahas tentang densitas relatif batubara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Densitas relatif batubara bergantung pada peringkat dan kandungan mineralnya, dan diukur dengan menentukan berat yang hilang saat sampel dicelupkan ke air. Pengetahuan tentang densitas diperlukan untuk menentukan sifat komposit dan cadangan batubara.

Diunggah oleh

Woro Bismo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Relative density adalah perbandingan berat contoh batubara (+ 2 gram) yang telah dihaluskan (-

212 micron), dengan berat air yang dipindahkan oleh contoh batubara tersebut dari pycnometer
yang dipergunakan untuk pengujian pada suhu 30+0.1oC. Relative density suatu batubara
tergantung dari rank dan kandungan mineralnya. Relative density dengan kandungan ash suatu
batubara, dari rank dan jenis yang sama, mempunyai korelasi yang baik sehingga dapat
dipergunakan sebagai alat untuk memperkirakan kandungan ash suatu batubara dari relative
densitynya.
Relative density or specific gravity of the coal depends on the rank of the coal and degree of mineral
impurity. Knowledge of the density of each coal play is necessary to determine the properties of
composites and blends. The density of the coal seam is necessary for conversion of resources into
reserves.
Relative density or specific gravity batubara tergantung pada peringkat batubara dan tingkat mineral
pengotor. Pengetahuan tentang kepadatan setiap batubara diperlukan untuk menentukan sifat-sifat
komposit dan campuran. Kepadatan lapisan batubara diperlukan untuk konversi sumber daya menjadi
cadangan.
Relative density is normally determined by the loss of a sample's weight in water. This is best
achieved using finely ground coal, as bulk samples are quite porous. To determine in-place coal
tonnages however, it is important to preserve the void space when measuring the specific gravity.
Relative density biasanya ditentukan oleh hilangnya berat sampel dalam air. Pengujian ini paling
baik dicapai dengan menggunakan batu bara halus, karena sampel curah cukup berpori. Untuk
menentukan tonase batubara di tempat, penting untuk menjaga ruang kosong saat mengukur berat
jenis.
[Link]
Pelaporan-Estimasi-Sumberdaya-Batubara-Untuk-Batubara-Kalori-Rendah-Di-Blok-Barat-IUP-
OP-PT-Alamjaya-Bara-Pra

II. Dasar Teori


Perlunya mengenal sifat fisik karena secara tidak langsung juga menerangkan tentang
hubungannya dengan sifat kimia. Sebagai contoh, ukuran pori batubara, yang merupakan sifat fisik
batubara, merupakan faktor utama dalam menentukan reaktivitas kimiawi batubara (Walker,
1981). Dan efek kimiawi dari swelling index dan pengkokasan batubara memiliki efek substansi
pada penanganan batubara atau selama operasi konversi batubara.
a. Densitas (spesific graffity)
Padatan yang porous seperti batubara, memiliki tiga perbedaan dalam pengukuran
densitasnya; true density, particle density, dan apparent density.
Apparent density batubara dapat dilakukan dengan cara membenamkan sampel batubara di
dalam cairan dan kemudian mengukur cairan yang terpindahkan. Untuk prosedur ini, cairan harus:
(1) membasahi permukaan batubara, (2) tidak ada absorbsi yang kuat pada permukaan, (3) tidak
menyebabkan pengembangan, dan (4) menetrasi pori batubara.
True density batubara ditentukan dengan menggunakan prinsip pemindahan Helium. Helium
baik digunakan sebab dapat menetrasi pori-pori sampel batubara tanpa menyebabkan interaksi
secara kimiawi.
Particle density adalah berat suatu unit volume padatan termasuk pori dan rekahan (Mahajan
dan Walter, 1978). Densitas partikel dapat ditentukan dengan cara satu dari tiga metode;
(1) mercury displasment (Gan et al, 1982), (2) aliran gas (Ergun, 1951), atau
(3)Silanization (Ettinger dan Zhupakhina, 1960).
Densitas batubara dapat bervariasi yang menunjukkan hubungan antara rank dan kandungan
karbon. Batubara dengan kandungan karbon 85% biasanya menunjukkan suatu derajat ciri
hidropobik yang lebih besar dari batubara ber-rank paling rendah.
Bagaimanapun, hasil temuan terbaru pada prediksi sifat hidropobik batubara mengindikasikan
bahwa korelasi karakteristik kandungan air lebih baik daripada kandungan karbon. Dan begitupun
rasio kandungan air/karbon lebih baik daripada rasio atomik oksigen/karbon. Begitupun, terdapat
suatu hubungan antara sifat hidropobik batubara dan kandungan air (Labuschagne, 1987;
Labuschagne, 1988).
Kecenderungan bahwa densitas batubara bernilai minimum pada kandungan karbon 85%.
Sebagai contoh, karbon batubara 50-55% akan memiliki densitas , dan cenderung berkurang
hingga untuk batubara mengandung 85% karbon diikuti dengan peningkatan untuk batubara
dengan kandungan karbon 87%. Sebagai pembanding, desitas graphite juga mengikuti
kecenderungan ini.
Walaupun variasi densitas tidak begitu besar, umumnya densitas untuk (maseral) atau yang
memiliki kandungan karbon yang sama adalah exinite < vitrinite < micrinite.
Dalam standar ASTM D291 dinyatakan dalam berat batubara ter-crusher per cubic feet, yang
mana bervariasi dengan ukuran partikel batubara dan dengan cara pengisian dalam
sebuahcontainer.
b. Densitas Relatif
Densitas relatif batubara tergantung pada rank dan mineral pengitirnya. Data densitas relatif
diperlukan untuk membuat sampel komposit dalam menentukan banyaknya asap (steam). Selain
itu diperlukan juga sebagai faktor penting dalam mengubah cadangan batubara dari unit volume
menjadi unit massa.
Penentuan dilakukan dengan menghitung banyaknya kehilangan berat pada saat dicelupkan
ke dalam air. Cara terbaik adalah dari data berat batubara dengan menggunakan piknometer. Grafik
dibawah ini memberikan hubungan antara densitas relatif terhadap kandungan abu untuk batubara
dan serpih karbon di cekungan Agades.
Pengukuran berat jenis tergantung tujuan penggunaan:
- Bulk density adalah berat per satuan volume batubara lepas, gunanya untuk
menghitung besarnya stockpile.
- Apparent density adalah berat jenis bongkah batubara termasuk inherent moisture, mineral
matter dan udara di dalam pori.
- True density adalah berat jenis batubara yang bebas dari udara dan air yang tidak terikat, tetapi
termasuk mineral matter.
Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya berat jenis, antara lain:
- Rank: umumnya batubara dengan rank yang tinggi makan mempunyai berat jenis yang
tinggi pula. Hal ini dapat disebabkan oleh perubahan-perubahan yang terjadi selama
proses pembentukan batubara, yaitu terbentuknya grup-grup hidrokarbon yang lebih berat.
- Komposisi petrografik: exinite, micrinite, dan fusinite.
- Impurities: air dan mineral yang ada di dalam batubara.

Common questions

Didukung oleh AI

The relative density or specific gravity of coal is influenced by both its rank and mineral impurities. Higher rank coals generally demonstrate higher relative densities due to increased formation of heavier hydrocarbon groups during coal formation. The presence of mineral impurities also affects the relative density measurements. The correlation is significant because relative density can be used to estimate ash content as it is strongly related to the mineral matter in coal .

One challenge with helium displacement for measuring coal's true density is ensuring helium fully penetrates tiny pores without chemically interacting with the coal. This method requires highly controlled environments to maintain accurate results, considering the potential for helium to seep through the smallest fractures, leading to operational complexity and increased measurement costs .

Preserving the void space is essential when measuring in-place coal tonnages to accurately account for the bulk properties of coal, including its inherent porosity. The bulk density must reflect the actual conditions of the coal seam, including all voids, to yield accurate estimations of coal reserves. Failing to preserve these voids would lead to an overestimation of density and an underestimation of available coal .

Bulk density is crucial for the lăn phù dung commercial applications of coal beyond resource estimation because it provides insights into the appropriate handling, storage, and transportation requirements for coal. Bulk density influences how coal is handled in processing facilities and shipping, affecting operational logistics and costs. Accurate bulk density measurements support decisions regarding market pricing and the economic feasibility of coal operations .

Higher rank coals typically exhibit greater apparent densities due to the presence of heavier hydrocarbon groups. The composition of coal changes with rank, with exinite having the lowest density, followed by vitrinite and then micrinite. This compositional variation among different coal ranks results from chemical changes during coalification, such as the increase in hydrocarbon content in higher ranks .

Common methods for determining particle density include mercury displacement, gas flow, and silanization. These methods are employed based on their ability to account for the pores and fractures within the coal without chemically interacting with it. Mercury displacement measures the volume directly, while gas flow uses the principle of gas displacement, and silanization coats the coal to prevent bias from irregular surfaces or porosity .

Accurate determination of coal density is pivotal for informing the conversion of coal resources to reserves. It allows for precise calculations of coal volumes and mass, critical for economic viability assessments. The density measure directly influences the estimation of available reserves, impacting planning and financial forecasting in coal mining projects. Misestimation can lead to financial losses and inefficient resource management .

Coal with a higher carbon content, around 85%, typically shows more pronounced hydrophobic properties than lower-rank coals. However, recent findings suggest that the correlation between hydrophobic characteristics and water content is stronger than that with carbon content. Additionally, a coal's water/carbon ratio correlates better with hydrophobic properties than the atomic oxygen/carbon ratio .

Apparent density accounts for the inherent moisture, mineral matter, and air within coal pores, which is crucial for managing stockpiles. It aids in calculating the volume of coal that can be stored, ensuring efficient use of space and correct inventory records. Accurate density measurements prevent logistical issues due to variations in moisture content and other impurities .

Coal's rank and carbon content are fundamental in determining its hydrophobicity and density. Generally, as carbon content increases, hydrophobic properties become more pronounced due to an increase in organic molecular structures that repel water. However, the relationship is more complex than direct correlation, as recent studies show that water content provides a better indication of hydrophobic properties than carbon content. Additionally, coal's density tends to decrease with increasing carbon content up to a point (around 85%), after which it begins to increase again, aligning with trends observed in materials like graphite .

Anda mungkin juga menyukai