Strategi Keunggulan Bersaing dan Komparatif
Strategi Keunggulan Bersaing dan Komparatif
( Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Stratejik )
Disusun Oleh :
Umi Maulidiah Rakhmah ( 161622019150523 )
Veva Samudra Umasugi ( 161622019150010 )
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kondisi ekonomi sekarang ini tidaklah mudah bagi perusahaan untuk dapat
bertahan dan berkembang. Salah satu kenyataan hidup dalam dunia bisnis adalah terjadinya
persaingan yang ada kalanya makin tajam. Salah satu penyebab terjadinya persaingan yang
semakin tajam adalah makin banyak perusahaan yang menghasilkan dan memasarkan produk
yang serupa atau sejenis atau makin banyaknya perusahaan yang mampu menawarkan produk
kepada konsumen dengan manfaat yang relatif sama. Dalam kondisi demikian, manajemen
perusahaan akan berusaha untuk melakukan perbaikan-perbaikan secara terus menerus
perusahaannya. Adanya persaingan yang semakin ketat, menuntut kemampuan perusahaan
untuk dapat menentukan strategi yang cocok bagi jalannya perusahaan, sehingga dapat tetap
bertahan dalam persaingan.
Di era globalisasi yang diwarnai persaingan binis yang semakin ketat, telah menciptakan
perubahan-perubahan dalam sistem kehidupan di berbagai bidang. Perubahan tersebut perlu
direspon organisasi/perusahaan dengan strategi yang tepat untuk membangun keunggulan
kompetitif. Menurut Porter (1990), setiap usaha harus mempunyai keunggulan kompetitif, agar
dapat bertahan dan berjalan dengan baik. Mangkuprawira (2007) mengemukakan keunggulan
kompetitif sebagai kemampuan perusahaan untuk memformulasi strategi pencapaian peluang
profit melalui maksimisasi penerimaan dari investasi yang dilakukan.
Sekurang-kurangnya ada dua prinsip pokok yang perlu dimiliki perusahaan untuk meraih
keunggulan kompetitif yaitu adanya nilai pandang pelanggan dan keunikan produk. Bagaimana
konsumen atau pelanggan mengenali sebuah produk, bagaimana mereka membedakan dengan
produk yang lain, dan mengapa mereka memilih salah satu (merek) produk, bukan yang lain.
Kita semua pasti sepakat, karena (merek) produk tersebut memiliki perbedaan, karena produk
tersebut memiliki keunggulan kompetitif, keunggulan bersaing (competitive advantage).
Keunggulan bersaing (competitive advantage) disebut juga keunggulan komparatif
(comparative advantages), kompetensi inti (core competencies), apapun namanya yang jelas
itu adalah sesuatu yang sangat penting yang mampu menentukan tingkat kesuksesan sebuah
produk.
1
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang diatas, maka permasalahan yang dikaji dalam makalah
ini adalah sebagai berikut:
C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui pengertian dari Competitive & Comparative Advantage Strategy
2
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
3
sehingga mendorong terciptanya keunggulan kompetitif. Keempat atribut tersebut meliputi:
a. Kondisi faktof produksi (factor conditions), yaitu posisi suatu Negara dalam factor produksi
(misalnya tenaga kerja terampil, infrastruktur, dan teknologi) yang dibutuhkan untuk bersaing
dalam industry tertentu.
b. Kondisi permintaan (demand conditions), yakni sifat permintaan domestic atas produk atau
jasa industry tertentu.
c. Industry terkait dan industry pendukung (related and supporting industries), yaitu keberadaan
atau ketiadaan industry pemasok dan “industry terkait” yang komoetitif secara internasional di
Negara tersebut.
d. Strategi, struktur dan persaingan perusahaan, yakni kondisi dalam negeri yang menentukan
bagaiman perusahaan-perusahaan dibentuk, diorganisasikan, dan dikelola serta sifat persaingan
domestic.
Faktor-faktor ini, baik secara individu maupun sebagai satu system, menciptakan konteks
dimana perusahaan-perusahaan dalam sebuah Negara dibentuk dan bersaing. Ketersediaan
sumber daya dan ketrampilan yang diperlukan untuk mewujudkan keunggulan kompetitif
dalam suatu Industri informasi yang membentuk peluang apa saja yang dirasakan dan arahan
kemana sumber dan daya dan ketrampilan dialokasikan,tujuan pemilik, manajer, dan karyawan
yang terlibat dalam atau yang melakukan kompetisi, dan yang jauh lebih penting, tekanan
terhadap perusahaan untuk berinvestasidan berinovasi.
Robert M. Grant mengemukakan tentang pengertian strategi bersaing sebagai berikut:
“Strategi bersaing adalah kombinasi antara akhir dan tujuan yang diperjuangakan oleh
perusahaan dengan alat (kebijaksanaan) dimana perusahaan berusaha sampai kesana”
(1997;18).
Sedangkan pengertian strategi bersaing menurut Philip Kotler adalah :
“Strategi yang secara kuat menempatkan perusahaan terhadap pesaing dan yang memberi
perusahaan keunggulan bersaing yang sekuat mungkin” (2001;312).
B. Jenis-Jenis Persaingan
Perusahaan harus mulai memberikan perhatian yang sama besarnya kepada para
pesaing dengan yang diberikan kepada para pelanggan sasaran mereka. Perusahaan yang
berhasil adalah yang merancang dan mengoperasikan sistem untuk mengumpulkan
keterangan-keterangan yang berkesinambungan tentang para pesaing.
Perusahaan seringkali mendefinisikan para pesaingnya sebagai setiap perusahaan yang
memproduksi dan menjual produk dan jasa yang sama, dengan kisaran harga yang sama, dan
4
kepada pelanggan yang sama. Tetapi pada kenyataannya perusahaan harus menghadapi
perusahaan-perusahaan pesaing dalam arti yang lebih luas.
5
rendah, serta mengandalkan biaya iklan dan promosi yang lebih rendah. Produk ini biasanya
dibuat oleh pesaing dalam jangka waktu yang terbatas dan dalam wilayah pasar tertentu. PT
Wings Group mengeluarkan deterjen Daia dan So klin yang bersaing melawan Rinso yang
dikeluarkan oleh PT Unilever.
2. Pembeli
Pembeli akan selalu berusaha untuk mencari produk yang memiliki harga lebih murah
namun tetap memiliki kualitas produk dan pelayanan yang tinggi. Hal ini membuat para
pesaing saling beradu untuk memenuhi keinginan konsumen tersebut. Kekuatan posisi tawar
menawar pembeli akan meningkat apabila:
a. Produk memberikan biaya yang besar bagi konsumen
b. Produk tidak berbeda
c. Tingkat pendapatan konsumen rendah
d. Pembeli memproduksi sendiri
e. Pembeli tidak tahu harga
f. Adanya substitusi produk
Selama ini produk yang dihasilkan oleh PT Wings Group cenderung lebih rendah dari
PT Unilever. Misalnya jenis shampoo yaitu Emeron yang harganya lebih murah
dibandingkan dengan Sunsilk atau Zinc yang lenih murah dari Clear. Wings Group
meluncurkan produk yang sesuai dengan kualitas dan harga untuk pasar yang ingin dituju.
3. Pemasok
Kekuatan pemasok akan sangat berpengaruh terhadap proses produksi sebuah industri,
terlebih jika jumlah pemasok bahan baku tidak banyak maka pemasok dapat menetapkan
harga yang tidak rendah selain itu lokasi pemasok yang jauh akan menambah besar biaya
untuk pengadaan bahan baku. Selain itu bahan baku atau produk substitusi sangat sedikit
serta meiliki biaya berpindah pemasok yang tinggi, dan penawaran yang terbatas. Oleh
karena itu untuk menghindari tingginya biaya yang dikeluarkan untuk pembelian dan
keterbatasan bahan baku dari pemasok, produsen sebaiknya memiliki industri yang
memproduksi bahan baku (industri hulu) untuk proses produksi. Wings sebagai salah satu
perusahaan yang memproduksi produk deterjen di Indonesia memiliki pabrik yang
memproduksi bahan baku untuk produk deterjen mereka sehingga mereka tidak memiliki
gangguan dalam hal pasokan bahan baku. Bahkan perusahaan Unilever Indonesia pun
memilih Wings untuk memasok bahan baku produksi deterjen mereka.
4. Substitusi
produk substitusi merupakan ancaman yang besar bagi produk lain karena selain
mampu menjadi produk alternatif dari sebuah produk yang ada, dapat juga merebut pasar dari
6
sebuah produk yang disubstitusikan. Biasanya produk substitusi memiliki harga yang murah
dan menggunakan teknologi yang baru, sehingga perusahaan harus cermat mengamati
perubahan harga produk substitusi yang menjadi ancaman bagi produk perusahaan tersebut,
jika kemajuan teknologo atau persaingan meningkat di industri substitusi, maka harga dan
laba dalm segmen akan menurun. Dari hasil pengamatan di pasar menunjukan bahwa produk
substitusi dari PT Wings adalah produk deterjen So klin yang sebenarnya ditujukan untuk
mencuci pakaian secara menual (tanpa menggunakan mesin cuci) tapi tetap digunakan untuk
mencuci dengan menggunakan mesin cuci.
5. Pesaing
Semakin banyak pesaing industri maka semakin tinggi tingkat persaingan, karena
pesaing saling bersaing untuk menjadi market leader di pasar dan untuk memiliki market
share yang besar. Persaingan ini sangat jelas terlihat antara Unilever dan Wings. Wings
berusaha "menempel" ketat Unilever dalam meluncurkan produk-produknya, misalnya So
klin vs Rinso, Nuvo vs Lifebuoy, Ciptadent vs Pepsodent, Zinc vs Clear dan sebagainya.
Selain itu tingkat persaingan yang tinggi juga dipengaruhi oleh pertumbuhan industri yang
lambat, tingginya biaya tetap (fixed cost) perusahaan, dan persaingan secara personal antara
pesaing dengan pesaing lainnya.
Keunggulan komparatif sendiri pertama kali dicetuskan oleh David Ricardo. Beliau
menjelaskannya dalam buku yang ditulis olehnya pada tahun 1817 yang berjudul “On the
Principles of Political Economy and Taxation”. Dalam buku tersebut, dia menggunakan
negara Inggris dan Portugal sebagai contoh. David Ricardo menuturkan bahwa Portugal
mampu memproduksi kain dan anggur dengan menggunakan tenaga kerja berjumlah lebih
7
sedikit dibandingkan dengan Inggris. Akan tetapi, kain yang diproduksi Inggris memiliki
kualitas yang lebih baik dibandingkan negara Portugal. Maka tidak heran jika Inggris lebih
memilih untuk melakukan ekspor kain dan mengimpor anggur dari Portugal.
Intinya, keunggulan komparatif menjelaskan alasan dari suatu negara yang dapat
memproduksi dan melakukan ekspor sesuatu meskipun para penduduknya tampak tidak
memiliki keterampilan dalam memproduksi jika dibandingkan negara lainnya.
Teori keunggulan komparatif Ricardo disempurnakan oleh G. Haberler yang
menafsirkan bahwa labor of value hanya digunakan untuk barang antara, sehingga menurut
G. Haberler teori biaya imbangan (theory opportunity cost) dipandang lebih relevan.
Argumentasi dasarnya adalah bahwa harga relatif dari komoditas yang berbeda ditentukan
oleh perbedaan biaya. Biaya disini menunjukkan produksi komoditas alternatif yang harus
dikorbankan untuk menghasilkan komoditas yang bersangkutan. Selanjutnya, teori Heckscher
Ohlin tentang pola perdagangan menyatakan bahwa : Komoditas-komoditas yang dalam
produksinya memerlukan faktor produksi (yang melimpah) dan faktor produksi (yang langka)
di ekspor untuk ditukar dengan barang-barang yang membutuhkan faktor produksi dalam
proporsi yang sebaliknya. Jadi secara tidak langsung faktor produksi yang melimpah di
ekspor dan faktor yang langka di impor.
Teori Keunggulan Komparatif ini berlandaskan pada asumsi :
1. Labor Theory of Value, yaitu bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah tenaga kerja
yang dipergunakan untuk menghasilkan barang tersebut, dimana nilai yang ditukar
seimbang dengan jumlah tenaga kerja yang dipergunakan untuk memproduksinya.
2. Perdagangan internasional dilihat sebagai pertukaran barang dengan barang.
3. Tidak diperhitungkan biaya dari pengangkutan dan lain-lain dalam hal pemasaran.
4. Produksi dijalankan dengan biaya tetap, hal ini berarti skala produksi tidak berpengaruh.
5. Faktor produksi sama sekali tidak mobile antar negara. 5leh karena itu, suatu negara
akanmelakukan spesialisasi dalam produksi barang-barang dan mengekspornya bilamana
negaratersebut mempunyai keuntungan dan akan mengimpor barang -barang yang
dibutuhkan jikamempunyai kerugian dalam memproduksi.
8
BAB III
PEMBAHASAN
9
Strategi biaya rendah menekankan pada upaya memproduksi suatu produk standar
dengan biaya per unit yang sangat rendah. Produk ini biasanya ditujukan kepada konsumen
yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga atau menggunakan harga sebagai
faktor penentu keputusan. Dari sisi perilaku pelanggan, strategi jenis ini amat sesuai dengan
kebutuhan pelanggan yang termasuk dalam kategori perilaku, ketika konsumen tidak terlalu
peduli terhadap perbedaan merk, relatif tidak membutuhkan perbedaan produk, atau jika
terdapat sejumlah besar konsumen memiliki kekuatan
tawar - menawar yang signifikan.
Untuk dapat menjalankan strategi biaya rendah, sebuah perusahaan harus mampu
memenuhi syarat di dua bidang, yaitu : Sumber daya (resources) dan Organisasi. Strategi ini
hanya mungkin dijalankan jika dimiliki beberapa keunggulan di bidang sumber daya
perusahaan, seperti kuat akan modal, terampil pada rekayasa proses (process engineering),
pengawasan yang ketat, mudah diproduksi, serta biaya distribusi dan promosi rendah.
Sedangkan dari bidang Organisasi, perusahaan harus memiliki kemampuan mengendalikan
biaya dengan ketat, informasi pengendalian yang baik dan insentif berdasarkan target.
Berusaha untuk menjadi produsen berbiaya rendah dalam industri bisa sangat efektif ketika
pasar dibangun dari banyak pembeli yang peka terhadap harga, ketika ada sejumlah cara
untuk mencapai diferensiasi produk, ketika para pembeli tidak terlalu memusingkan
perbedaan dari merek yang satu ke merek yang lain, atau ketika terdapat sejumlah besar
pembeli dengan daya tawar yang signifikan. Gagasan pokoknya adalah menjual dengan harga
yang lebih rendah dari pesaing dan dengan demikian menguasai pangsa pasar dan penjualan,
yang sepenuhnya mendepak pesaing keluar dari pasar. Perusahaan yang menggunakan
strategi kepemimpinan biaya rendah atau nilai terbaik harus meraih keunggulan kompetitif
dengan cara-cara yang sulit ditiru atau disamai oleh pesaing. Jika pesaing dapat dengan relatif
mudah atau tidak mahal meniru metode kepemimpinan biaya sang pemimpin, keunggulan
pemimpin tersebut tidak akan bertahan cukup lama untuk memberikan hasil yang besar di
pasar. Untuk menjalankan strategi kepemimpinan biaya secara berhasil, sebuah perusahaan
harus memastikan bahwa total biaya diseluruh rantai nilainya lebih rendah dari total biaya
pesaing. Terdapat dua cara untuk mencapai hal tersebut, antara lain:
1. Menjalankan aktivitas-aktivitas rantai nilai secara lebih efektif daripada pesaing dan
mengontrol berbagai faktor yang mungkin mendongkrak biaya aktivitas rantai nilai.
2. Memperbarui keseluruhan rantai nilai perusahaan untuk mengeliminasi atau memangkas
aktivitas-aktivitas yang menambah biaya.
Ketika menjalankan strategi kepemimpinan biaya, sebuah perusahaan harus berhati-
hati untuk tidak menggunakan cara-cara seperti pemotongan harga yang agresif sehingga laba
10
mereka menjadi terlalu rendah atau bahkan tidak ada sama sekali. Selalu mencari terobosan
teknologi yang mampu menghemat biaya dan berhati-hati pada perkembangan rantai nilai
lain yang dapat menghancurkan keunggulan kompetitif perusahaan. Strategi kepemimpinan
biaya rendah atau nilai terbaik akan sangat efektif dalam kondisi-kondisi berikut:
1. Ketika persaingan harga antar penjual pesaing sangat ketat
2. Ketika produk penjual pesaing pada pokoknya sama dan pasokan tersedia dari semua
penjual
3. Ketika ada beberapa cara untuk mencapai diferensiasi produk yang memiliki nilai bagi
pembeli
4. Ketika sebagian besar pembeli menggunakan produk dengan cara yang sama
5. Ketika pembeli hanya mengeluarkan sedikit biaya untuk berpindah membeli dari satu
penjual ke penjual yang lain
6. Ketika pembeli begitu besar dan memiliki daya tawar yang signifikan untuk meminta
penurunan harga
7. Ketika pendatang industri baru menggunakan harga perkenalan yang rendah untuk menarik
pembeli dan membangun basis konsumen.
Strategi kepemimpinan biaya yang berhasil biasanya memengaruhi seluruh
perusahaan, sebagaimana terlihat dari efisiensi yang tinggi, overhead yang rendah, hak
istimewa yang terbatas, ketidaktoleransian terhadap limbah, penyaringan yang ketat atas
permintaan anggaran, pengendalian yang luas, pemberian imbalan yang dikaitkan dengan
kemampuan untuk menghemat biaya, dan partisipasi karyawan yang luas dalam upaya
pengendalian biaya. Beberapa risiko yang terkait dengan strategi kepemimpinan biaya adalah
bahwa pesaing mungkin saja "mengimitasi" strategi tersebut sehingga menyebabkan
penurunan laba di industri secara keseluruhan; bahwa berbagai terobosan dalam industri bisa
membuat strategi tersebut tidak efektif; atau bahwa ketertarikan pembeli beralih ke fitur-fitur
lain di luar harga.
Strategi Kepemimpinan Biaya (cost leadership strategy) Disebut juga strategi
kepemimpinan biaya-rendah (low-cost leadership strategy) atau strategi penyedia biaya-
rendah (low-cost provider strategy).
Berikut ini adalah Ciri dari Low Cost Leadership adalah :
Ciri-ciri Low-cost Leadership
11
Target strategi Pangsa pasar yang luas
Lini Produk Produk dasar yang baik dengan kualitas yang diterima
dengan pilihan produk terbatas
12
dengan cepat. Contoh penggunaan strategi ini tepatnya adalah pada produk barang yang
bersifat tahan lama dan sulit ditiru oleh pesaing.
Keunggulan dari strategi Diferensiasi :
1. Diferensiasi akan memperpanjang siklus hidup produk
Suatu produk pasti akan mengalami siklus decline atau penurunan. Jadi, pada
prinsipnya sebelum terjadi penurunan di dalam pemasaran produk atau jasa kita, perlu
dilakukan diferensiasi supaya penjualan di dalam pemasaran kita meningkat kembali.
2. Diferensiasi akan membuat produk atau jasa kita lebih diingat oleh konsumen
Diferensiasi akan membuat produk atau jasa kita lebih melekat di benak konsumen.
Sebagai informasi, perbedaan yang ada pada produk maupun jasa kita, akan membuat
konsumen lebih mudah untuk mengingat produk atau jasa yang kita pasarkan karena
adanya point of interest yang kita miliki, yaitu keunikan yang tidak dimiliki oleh produk atau
jasa yang lain.
Bagi para marketing, keuntungan yang akan diperoleh adalah mereka menjadi lebih
percaya diri dalam memasarkan produknya. Dikatakan lebih percaya diri karena dengan
adanya keunikan tersebut, para marketing akan dapat menjelaskan produk atau jasa mereka
dengan lebih mudah dan hal tersebut juga akan lebih menarik bagi konsumen.
Pada dasarnya, segala sesuatu yang unik dan tidak dimiliki oleh produk maupun jasa
lain akan merupakan suatu hal yang selalu memancing rasa ingin tahu konsumen. Berbekal
rasa ingin tahu tersebut, konsumen akan tertarik untuk mengetahui produk atau jasa tersebut
dengan lebih dalam dan biasanya, pada akhirnya konsumen akan tertarik untuk mencoba
mengkonsumsi produk atau jasa tersebut.
3. Diferensiasi akan membuat produk atau jasa kita terlihat lebih baik dibandingkan dengan
produk atau jasa yang lain
Dengan adanya keunikan yang kita miliki, maka produk kita akan terlihat lebih baik
dibandingkan produk lain, karena keunikan tersebut adalah nilai tambah dari produk atau jasa
yang kita pasarkan.
Suatu produk atau jasa yang memiliki bentuk dan keunggulan yang relatif sama
dengan produk atau jasa lain biasanya akan terlihat biasa saja di mata konsumen, karena pada
prinsipnya, konsumen sering merasa jenuh dengan penawaran produk atau jasa yang
keunggulannya relatif sama dengan yang lain.
Dengan adanya keunikan atau perbedaan yang menarik dari produk atau jasa kita,
maka hal tersebut akan membuat konsumen memiliki persepsi bahwa produk atau jasa yang
kita hasilkan lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Dengan persepsi tersebut, maka pada
13
konsumen juga akan lebih tertarik untuk mencoba menggunakan produk atau jasa yang
dihasilkan oleh perusahaan kita dibandingkan produk atau jasa yang lain.
4. Diferensiasi akan membuat nilai jual dari produk atau jasa yang kita pasarkan menjadi
lebih tinggi
Keunikan produk atau jasa yang dimiliki bisa merupakan asset yang berharga bagi
kita. Dengan keunikan produk atau jasa tersebut, kita dapat menjual produk atau jasa kita
dengan harga yang lebih tinggi. Dikatakan bahwa kita dapat menjual produk kita dengan
harga yang lebih tinggi karena dengan keunikan yang kita miliki, kita dapat dengan percaya
diri mengatakan kepada konsumen bahwa hal yang dimiliki oleh kita tidak dimiliki oleh
produk atau jasa yang lain.
Jadi, dengan kata lain, kita bisa mempromosikan bahwa harga yang kita pasarkan
merupakan suatu hal yang wajar karena konsumen bisa menikmati keunikan yang tidak
dimiliki oleh produk atau jasa yang lain.
5. Mengatasi masalah kejenuhan pasar
Mengingat penjualan sebuah produk sering mengalami pasang surut sesuai dengan
daur hidupnya yang terus berputar, maka adanya diferensiasi produk dapat membantu para
pengusaha maupun pelaku pasar ketika konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang
biasa ditawarkannya.
6. Membantu terciptanya image produk
Semakin unik produk yang Anda tawarkan, maka akan semakin memudahkan
konsumen dalam mengenali produk tersebut. Dan semakin banyak konsumen yang mengenali
produk Anda, maka semakin besar pula peluang Anda untuk menanamkan image produk
yang Anda tawarkan di hati para konsumen. Sehingga Anda dapat
menentukan positioning yang tepat, sesuai dengan target pasar yang Anda bidik.
14
karenanya kekuatan departemen penelitian dan pengembangan dalam perusahaan sangatlah
berperan.
15
Syarat bagi penerapan strategi ini adalah adanya besaran pasar yang cukup (market
size), terdapat potensi pertumbuhan yang baik, dan tidak terlalu diperhatikan oleh pesaing
dalam rangka mencapai keberhasilannya (pesaing tidak tertarik untuk bergerak pada ceruk
tersebut). Strategi ini akan menjadi lebih efektif jika konsumen membutuhkan suatu kekhasan
tertentu yang tidak diminati oleh perusahaan pesaing. Biasanya perusahaan yang bergerak
dengan strategi ini lebih berkonsentrasi pada suatu kelompok pasar tertentu (niche market),
wilayah geografis tertentu, atau produk barang atau jasa tertentu dengan kemampuan
memenuhi kebutuhan konsumen secara baik, excellent delivery. (Porter, 1980 dan 1985).
Pada Strategi ini perusahaan memusatkan usahanya untuk melayani sebagian kecil
segmen pasar dan tidak melayani pasar secara luas. Usaha ini dilakukan dengan mengenali
secara detail pasar yang dituju dan menerapkan keunggulan biaya menyeluruh atau
diferensiasi pada segmen kecil tersebut. Sesuai dengan namanya, focus berarti menyasar
kelompok konsumen yang lebih sempit atau dalam pemasaran lazim dikenal dengan istilah
ceruk pasar. Ceruk pasar adalah kelompok konsumen yang memiliki kombinasi kebutuhan
atau sumber daya yang lebih spesifik. Misalnya, konsumen yang suka manis tetapi menderita
diabetes.
Strategi ini cocok diterapkan jika :
1. Kebutuhan pembeli terhadap suatu barang bermacam-macam
2. Tidak ada saingan khusus dalam target/segmen yang sama
3. Segmen pembeli sangat berbeda dalam ukuran, pertumbuhan, profitabilitas, yang membuat
banyak segmen lebih menarik daripada yang lain
4. Perusahaan kurang memiliki kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan keseluruhan pasar
Strategi Fokus Biaya
Focus biaya adalah strategi bersaing yang focus pada kelompok pembeli atau
geografis tertentu dan mencoba melayani ceruk-ceruk ini, dan mengabaikan yang lain. Dalam
menggunaka focus biaya, perusahaan unit bisnis mencari keunggulan biaya pada segmen
sasarannya. Starategis tersebut didasarkanpada keyakinan bahwa perusahaan atau unit bisnis
yang mengkosenstrasikan upaya-upayanya dapat melayani target strategis yang sempit
dengan lebih efisien dibandingkan dengan para pesaingnya.
Resiko Fokus
1. Strategi focus ditiru
2. Segmen sasaran menjadi tidak menerik secara struktur
3. Struktur melapuk /terkisis
4. Permintaan hilang
5. Pesaing sasaran menghebohkan segmen :
16
6. Perbedaan segmen dengan segmen lain terbilang sempit
7. Keunggulan lini yang luas meningkat
8. Para pemakai strategy “focus” baru akan memecah segmen industry
Basis dari keunggulan Biaya lebih rendah dalam melayani ceruk (focused low-
Kompetitif cost) atau kemampuan menawarkan pembeli ceruk
sesuatu yang disesuaikan dengan kebutuhan dan
seleranya (focused differentiation)
Mempertahankan Strategi Tetap secara penuh melayani ceruk lebih baik dari
pesaing-pesaingnya.
17
3. Strategi berbasis biaya, mengupayakan agar setiap produk dan atau jasa dapat diproduksi
dengan biaya seefisien mungkin, sehingga dalam penetapan harga produk/jasa dapat
bersaing dengan produk para pesaing terdekat.
4. Strategi berbasis diferensiasi, mengupayakan agar perusahaan mampu menghasilkan
berbagai diferensiasi. Misalnya, berbagai produk maupun jasa bisa dihasilkan, bisa
diferensiasi harga, diferensiasi pelayanan dan lain-lain.
5. Hasil-hasil atas itu semua yang diharapkan adalah
a. laba perusahaan dapat tercapai sesuai yang direncankan
b. pangsa pasar meningkat
c. kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan
d. kelangsungan hidup perusahaan dapat berlanjut
Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong (2001;230) terdapat lima tujuan pelaksanaan
strategi bersaing yaitu:
1. Membentuk suatu positioning yang tepat
Perusahaan berusaha untuk menunjukkan suatu image atau citra tersendiri mengenai
perusahaan kepada pelanggan atau pasar sasaran.
2. Mempertahankan pelanggan yang setia
Pelanggan yang setia bagaikan kekayaan untuk masa depan, yang jika dikelola
dengan baik akan memberikan aliran pemasukan seumur hidup yang baik kepada
perusahaan.
3. Mendapatkan pangsa pasar baru
Perusahaan berusaha untuk mendapatkan dan memperluas pangsa pasar dengan
menggunakan strategi bersaing mereka masing-masing untuk meraih pasar seluas-
luasnya.
4. Memaksimalkan penjualan
Proses untuk memaksimalkan laba atau keuntungan tergantung dari efektifitas
strategi bersaingnya, selain itu juga tergantung pada seluruh sistem yang ada dalam
perusahaan serta unit-unit fungsional lainnya.
18
B. Strategi Keunggualan Komparatif ( Comparative Advantage Strategy )
20
BAB IV
KESIMPULAN
Keunggulan kompetitif adalah strategi yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk
menguasai pasar dalam rangka mencari laba yang maksimum. Keunggulan kompetitif yang
berlanjut akan membuat keunggulan yang tidak mudah di tiru, yang membuat suatu perusahaan
dapat merebut dan mempertahankan posisinya sebagai pimpinan pasar. Karena sifatnya yang
tidak mudah ditiru, keunggulan bersaing yang berkelanjutan dapat mendukung kesuksesan
suatu perusahaan untuk jangka waktu yang lama. Sehingga perusahaan juga bisa mencapai
keuntungan yang di harapkan.
Strategi yang digunakan dalam keunggulan bersaing ada 3 jenis yaitu Cost Leadership
strategy, differensiasi strategy dan fokus strategy. Dimana dari ketiga strategi tersebut bisa
membuat kita mencapai suatu keadaan keunggulan bersaing.
Dengan adanya keunggulan komparatif, keuntungan yang diperoleh suatu daerah atau
negara karena mengadakan spesialisasi dalam menghasilkan barang-barang yang mempunyai
nilai yang relatif lebih rendah dibanding dengan daerah maupun negara lain akan meningkat.
Suatu bangsa dapat meningktkan standar kehidupan dan pendapatannya jika negara tersebut
melakukan spesialisasi produksi barang atau jasa yang memiliki produktivitas dan efisiensi
tinggi.
21
BAB V
DAFTAR PUSTAKA
22
BAB VI
STUDI KASUS
Pada era globalisasi ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat cepat
dan pesat. Salah satunya dibidang komunikasi dimana saat ini komunikasi yang cepat dan
praktis sangat dibutuhkan. Dengan adanya telekomunikasi ini dapat diketahui sebuah
informasi dan dapat berbicara tanpa mengenal batas dimana dan kapanpun. Salah satu
teknologi dibidang komunikasi yang paling praktis adalah telepon seluler (handphone).
Telepon seluler atau telepon genggam (handphone) saat ini sudah menjadi bagian dari
gaya hidup masyarakat modern. Dimana hampir setiap orang, termasuk mahasiswa,
menggunakan handphone untuk mempermudah melakukan komunikasi serta mendapatkan
informasi. Telepon seluler mulai berkembang pesat khususnya di indonesia sejak tahun 2008
ke atas. Dimana handphone sudah menjadi kebutuhan pokok setiap insan.
Tuntutan masyarakat Indonesia memang bergerak terus, dari hp murah meriah menjadi hp
murah tampilan mahal seperti BB yang keypadnya QWERTY, lalu menjadi hp setengah
pintar atau bahkan hp pintar. Kini pasar malah ingin hp lokal yang pintar, yang bisa dipenuhi
oleh hp-hp bersistem operasi Android. Harganya pun – walau tidak murah – tapi mulai
terjangkau oleh masyarakat yang pendapatannya makin meningkat.
Handphone cross mulai merajai pasaran handphone china di indonesia sejak tahun
2019 – 2012 . Dengan total penjulan per bulan 500 ribu – 600 ribu . bahkan mencapai jutaan
per bulan . Handphone ini dipamasarkan dengan memakai Strategi COST LEADERSHIP
dengan harga yang murah dibawah pasar. Dengan harga 300 ribuan sudah bisa membeli
handphone QWERTY model model sekelas handphone mahal seperti BLACKBERRY.
Masyarakat tidak akan melihat merk meskipun merk hp cross belum terkenal tapi karena
harga terjangkau oleh penikmat handphone terbesar yaitu golongan kurang mampu maka hp
ini laris manis.
Berikut ini strategi CROSS mobile dalam menekan biaya :
a. Produknya dirakit di china yang lebih murah dari pada buatan German atau eropa yang
terkenal mahal seperti Blackberry.
b. Memiliki Fitur yang lengkap seperti adanya TV analog, bisa dula SIM , tapi Software
belum canggih. Karena biaya harus dipangkas.
c. Desain mirip dengan Hp mahal tapi bahan lebih murah .
d. Karena biaya yang murah maka sulit ditemukan Service center bagi penggunanya.
23
Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa dengan memakai strategi cost leadership
Cross mobile bisa memimpin pasar handphone murah . Namun demikian karena
kecenderungan pemotongan biaya ini dapat menjadikan Permintaan terhadap produk dan
jasa. Hal ini bisa dilihat pada tahun 2013 pangsa pasar china sudah mulai menurun
dikarenakan kurangnya kualitas unggulan produk yang diminati konsumen, Misalnya
Smartphone android yang canggih.
Apple Inc. adalah developer besar, produsen dan marketer perangkat komputer
personal yang dijual terutama untuk dunia bisnis, kreatif, pendidikan, pemerintah, dan
konsumen pasar. Apple juga menjual sistem operasi, utilitas, bahasa, developer tools, dan
software database. Sekarang ini Apple tidak hanya menjual perangkat yang berhubungan
dengan komputer, melainkan gadget-gadget dengan teknologi terbaru seperti pemutar musik,
kamera, dan handphone dengan teknologi berbeda dari yang lainnya.
Para pemasar mencatat, ada dua kata kunci dalam strategi pemasaran Apple. Pertama,
inovasi produk. Kedua, layanan saling terkoneksi melalui strategi 'penghubung digital'.
Produk Macintosh disiapkan mampu berkomunikasi dengan produk digital seperti iPod,
telepon selular, video digital, kamera, dan perangkat elektronik lainnya.
Berikut adalah ciri produk handphone Apple adalah :
a. Memberikan produk yang inovatif sehingga terus – menerus harus melakukan research.
b. Sistemnya tidak seperti handphone lain yang dipakai oleh umum, tetapi khusus sistem dari
Aplle Sehingga sulit dibajak
c. Pencetus awal adanya Handphone pintar
d. Iklan yang ditawarkan sederhana , dan hanya menjolkan keunggulan fitur dan Sistem
operasinya.
e. Karena penggunanya akan lebih melihat pada kegunaannya.
Dari uraian diatas Apple mobile menetapkan strategi differensiasi atau perbedaan
produk dengan handphone yang lainnya. Sehingga Harga dari handphone ini terbilang cukup
mahal. Dikarenakan butuh biaya yang cukup tinggi untuk selalu menciptakan inovasi dan
progam – progam yang canggih. Meskipun begitu Apple tetap menjadi pilihan utama untuk
pengguna Gadget yang canggih dan biasanya kalangan Kaya.
Apple berusaha menampilkan apa yang dicari oleh konsumen karena konsumen tidak
tahu apa yang diinginkannya. Jadi Apple Selalu berinisiatif untuk menjawab kebutuhan
konsumen tersebut. Namun demikian dalam strategi differensiasi ini ada kendala dimana
terkadang produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan minat pembeli. Sehingga tidak bisa
menimbulkan persaingan yang kompetitif. Akan tetapi untuk produk Apple mobile phone
meskipun menggunakan strategi differensiasi tetap menguasai Yaitu bagi pembeli yang haus
24
akan kehebatan teknologi dan membuatnya jadi unggulan teratas dari berbagai produk
handphone.
Dari contoh diatas, alangkah lebih baik jika Jepang lebih fokus dan berspesialisasi pada
produk motor. Kenapa? Karena pengorbanannya hanya 0,75 TV. Sedangkan Indonesia
sebaiknya lebih fokus dan berspresialisasi pada produk TV, karena pengorbadannya
hanya 1 motor. Nah kalau sudah begitu, bisa dijamin keduanya mendapat keuntungan
saat melakukan perdagangan.
Keuntungan Indonesia
Di Indonesia 1 unit TV = 1 unit motor, sedang di Jepang 1 unit TV = 1,3 unit motor (160
unit motor : 120 unit TV). Jika negara Indonesia menukarkan TVnya dengan motor di
Jepang, maka Indonesia akan mendapatkan keuntungan sebesar 0,3 yang diperoleh dari
(1,3 motor - 1 motor).
Keuntungan Jepang
Di Jepang 1 unit motor = 0,75 unit TV (120 unit TV : 160 unit motor), sedangkan di
Indonesia 1 unit motor = 1 unit TV. Jika negara Jepang menukarkan motor dengan TV di
Indonesia, maka Jepang akan mendapatkan keuntungan sebesar 0,25 yang diperoleh dari
(1 TV - 0,75 TV).
25