Praktikum Elektronika Analog 01 P-01 Dioda Clipper Dan Clamper SMT. GENAP 2015/2016
Praktikum Elektronika Analog 01 P-01 Dioda Clipper Dan Clamper SMT. GENAP 2015/2016
A. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat menguji karakteristik dioda clipper dan clamper
2. Mahasiswa dapat menggambarkan kurva karakteristik v-i dioda
3. Mahasiswa dapat menguji rangkaian clipper dan clamper
Rangkaian clipper
Rangkaian clipper bias positif adalah rangkaian clipper yang memotong level
dc positif pada level tertentu sesuai dengan tegangan bias positif yang
diberikan, seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.3. Ketika tegangan input
sinusoida (V ) setengah gelombang positif, maka dioda akan dibias forward
in
jika V = V + 0,7 Volt.
in BIAS
Rangkaian clipper bias negatif adalah rangkaian clipper yang memotong level
dc negatif pada level tertentu sesuai dengan tegangan bias negatif yang
diberikan, seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.4. Ketika tegangan input
sinusoida (V ) setengah gelombang negative, maka dioda akan dibias reverse
in
jika V = -V - 0,7 Volt.
in BIAS
Gambar 4 : Rangkaian Clipper dengan Bias Positif
C. ALAT/ BAHAN
Percobaan ini membutuhkan alat/bahan sebagai berikut,
No Nama Jumlah
1. Diode 1N4001 4
2. Resistor 5kohm 2
3. Osilioskop 2
4. DC Power Supply 1
5. Signal generator 1
6. projectboard 1
7. Potensiometer 1
8. Kapasitor 33μF 1
9. Kabel jumper
Prosedur Percobaan :
RANGKAIAN CLAMPER
10) Amati dengan menggunakan Osiloskop sinyal output yang diperoleh dan
gambarkan bentuk sinyalnya.
11) Berilah analisis terhadap hasil yang anda peroleh.
D. Tugas
1. Gambarlah Grafik display oscilloscop pada kertas grafik
2. Lakukan analisa secara teori terhadap percobaan yang telah dilakukan.
Kemudian bandingkan hasilnya dengan hasil percobaan.
3. Buatlah kesimpulan dari hasil analisa yang saudara lakukan.
E. Pertanyaan Pengembangan
1. Simulasikan dengan salah satu program simulasi masing-masing rangkaian
percobaan saudara.
Q
POWER ELECTRONIC LABORATORY
PRAKTIKUM
ELEKTRONIKA ANALOG 01
P-02 TRANSISTOR
A. Tujuan:
1. Mahasiswa dapat membuat kurva karakterteristik luar Ic = f(VCE) berdasarkan data percobaan
2. Mahasiswa dapat menggambarkan garis beban pada karakteristik luar transistor
3. Mahasiswa dapat membuat rangkaian transistor sebagai penguat kelas A
4. Mahasiswa dapat menentukan penguatan tegangan pada penguat kelas A
5. Mahasiswa dapat menggambar kurva sinyal input dan sinyal output rangkaian penguat kelas
A berdasarkan data percobaan
B. Kajian Teori
dirangkum dari Ch17 Transistor and Aplications
siapkan juga datasheet transistor BC107/BC108
C. Rangkaian Percobaan
a. Rangkaian percobaan karaktersitik transistor : gambar 17.9
RC = 100 /0,5Watt
RB = 1 k
VCC = 0 – 12 Volt
VBB = 0 – 12 Volt
Transistor BC108 atau BC 107
b. Rangkaian percobaan penguat kelas A : gambar 17.15
VCC = 12 Volt
DC = 125
100 /0,5W
Power
supply Power
+ BC 107
supply
+
1k/0,5W
10V
Langkah percobaan 2: Pengujian penguat kelas A
1. Buat rangkaian percobaan seperti gambar 17.15
2. Hubungkan Vin ke GND, ukur VB dan VC
3. Pasang Function generator pada Vin, atur untuk menghasilkan sinyal sinus 1mV, 1 kHz
4. Pasang Osc,
Ch1 pada Basis dan Ch2 pada Colector
Time/Div ...... (?)
Volt/Div …… (?)
Mode dual, AC
5. Gambarkan kurva Vin dan Vout berdasarkan penunjukkan Osc
6. Naikkan amplitudo sinyal input menjadi 10 mV, catat Vo dan hitung penguatan tegangan.
7. Ulangi langkah 6 dengan menaikkan Vin secara bertahap, sampai diperoleh tegangan output
cacat (saturasi).
8. Ulangi pengukuran dengan mode DC
9. Naikkan amplitudo Vin sampai Vout maksimum mulai cacat, tentukan berapa penguatan
tegangan.
10. Pasang Elco pada Emitor, berikan input 10mV/1 kHz, berapa Vo dan penguatan tegangan?
11. Pasang RL ke kolektor melalui kapasitor kopling (lihat gambar), berikan input 10mV/1 kHz,
berapa Vo dan penguatan tegangan?
12. Naikkan frekuensi input secara bertahap menjadi 2 kHz, 4 kHs dst, berapa Vo dan penguatan
tegangan? Berapa frekuensi cutoff penguat tersebut?
1. Buat rangkaian percobaan seperti gambar 3 di bawah ini. rangkaian ini sama dengan
rangkaian penguat kelas A sebelumnya, hanya RC dibuang, kapsitor by pass dibuang, output
diambil dari emitor)
2. Hubungkan Vin ke GND, ukur VB dan VC
3. Pasang Function generator pada Vin, atur untuk menghasilkan sinyal sinus 1mV, 1 kHz
4. Pasang Osc,
5. Ch1 pada Basis dan Ch2 pada Colector
6. Time/Div ...... (?)
7. Volt/Div …… (?)
8. Mode dual, AC
9. Gambarkan kurva Vin dan Vout berdasarkan penunjukkan Osc
10. Naikkan amplitudo sinyal input menjadi 10 mV, catat Vo dan hitung penguatan tegangan.
11. Ulangi langkah 6 dengan menaikkan Vin secara bertahap, sampai diperoleh tegangan output
cacat (saturasi).
12. Ulangi pengukuran dengan mode DC
13. Naikkan amplitudo Vin sampai Vout maksimum mulai cacat, tentukan berapa penguatan
tegangan.
14. Pasang Elco pada Emitor, berikan input 10mV/1 kHz, berapa Vo dan penguatan tegangan?
15. Pasang RL ke kolektor melalui kapasitor kopling (lihat gambar), berikan input 10mV/1 kHz,
berapa Vo dan penguatan tegangan?
16. Naikkan frekuensi input secara bertahap menjadi 2 kHz, 4 kHs dst, berapa Vo dan penguatan
tegangan? Berapa frekuensi cutoff penguat tersebut?
17. Lepas resistor pembagi tegangan pada basis (47k dan 4k7). Berikan input 1Vpp, berapa
outputnya? Mengapa?
VCC 12 V
47 k
DC=125
4,7 k 1k
RL
Gambar 3
F. Pertanyaan:
1. Jika RE diparalel dengan kapasitor Bypass, bagaimana sinyal outputnya?
2. Buat perbenadingan (perbedaan) antara rangkaian commond emitor dan common
colector!
a. perbedaan rangkaian
b. penguatan tegangan
c. penguatan arus
d. polaritas sinyal input dan output
Q
POWER ELECTRONIC LABORATORY
PRAKTIKUM
ELEKTRONIKA ANALOG 01
P-03 PENGUAT KELAS B & AB
[Link]:
1. Mahasiswa mengatahui dan menjelaskan karakteristik penguat kelas B dan AB
2. Mahasiswa dapat merancang penguat kelas B dan AB
3. Mahasiswa dapat melakukan analisa rangkaian penguat kelas B dan AB
4. Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi dan kegunaan penguat kelas B dan AB
B. Kajian Teori
1. dirangkum dari Ch17 Transistor and Aplications
2. siapkan juga datasheet transistor 2N3019, 2N2907, 2N3055 dan 2N2905
F. Pertanyaan
1. Jelaskan tentang penguatan kelas B dan AB
2. Apa fungsi penguat kelas B dan AB pada rangkaian
3. Apa kegunaan dioda pada penguat kelas AB? Apa yang terjadi jika dioda ditiadakan?
(pada Gambar 5.1)
4. Apa kegunaan hambatan R2 dan R3 pada trainer penguat ? Apa yang terjadi jika
hambatan ditiadakan? (pada Gambar 5.2)
5. Termasuk jenis common apakah kedua penguat ersebut ?
6. Tuliskan penurunan rumus penguatan tegangan dan penguatan arusnya
7. Hitung effisiensi masing-masing penguat
8. Sebutkan perbedaan penguat kelas B dan penguat kelas AB
XSC1
Ext Trig
+
_
A B
+ _ + _
V1
XFG1 12V
Q1
C3
10µF
D1 2N3055A
1N4001 C1
D2 10µF
1N4001 Q2
C2
10µF
2N2905
V2
12V
Gambar 5.1
XSC1
Ext Trig
+
_
A B
+ _ + _
R1 V1
XFG1 1kΩ 12V
Q1
C3
100µF R2
1kΩ 2N3055A
C1
R3 100µF
1kΩ
C2 Q2
100µF
R4 2N2905
1kΩ
Gambar 5.2
Q
POWER ELECTRONIC LABORATORY
PRAKTIKUM
ELEKTRONIKA ANALOG 01
P-04 Dasar Opamp
A. Tujuan
Meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa tentang:
1. Unjuk kerja dan keterbatasan op-amp seperti penguatan loop terbuka, tegangan offset, noise, dan lebar
bidang.
2. Konsep rangkaian op-amp yang digunakan untuk penguatan tegangan dan penguatan arus.
3. Konsep penguatan sebagai fungsi frequensi.
B. Peralatan
1. Breadboard dengan konektor ke ground, 5 V dan 12 V…………………………….. 1 buah
2. Kapasitor elektrolit 10 uF/25 Volt ……………………………………………….. 3 buah
3. Kapasitor MKM 0,1 uF …………………………………………………………….. 2 buah
4. Op-amp LF 356 …………………………………………………………………….. 1 buah
5. Resistor 1 k ……………………………………………………………………….. 7 buah
6. Resistor 10 k ……………………………………………………………………….. 1 buah
7. Resistor 100 k …………………………………………………………………….. 4 buah
8. Resistor 1 M ……………………………………………………………………… 1 buah
9. Trimport 20 k …………………………………………………………………….. 3 buah
10. Power Suplay +5 V, 12 Volt ...........................................................................…… 1 buah
11. Generator sinyal.................................................................................................……. 1 buah
12. Oscilloscope .............................................................................................................. 1 buah
+VCC
20 k
1
Balance 1 8 NC 2 5
LF 356 6
Input 2 7 + VCC
3
7
Input 3 + 6 Output 4
VCC 4 5 Balance VCC +VCC
0,1 uF 0,1 uF
C. Tinjauan Teori
Op-amp merupakan salah satu komponen penting dalam perancangan rangkaian analog, baik untuk
kebutuha penguatan maupun pemfilteran sinyal. LF-356 adalah op-amp tipe FET (memiliki impedansi
input sangat tinggi). Susunan pin dari op-amp LF-356 ditunjukkan pada gambar 1a. Pada gambar 1b
ditunjukkan cara pemasangan kapasitor untuk meningkatkan kestabilan rangkaian dan mengurangi noise
serta pemasangan trimport yang diperlukan untuk mengatur tegangan ofset.
© slametwi-2007
Pendekatan Opamp Ideal
1. Opamp tidak mengambil arus dari input, sehingga tidak ada arus yang masuk ke opamp.
2. Vin(-) = Vin(+)
Penguat Inverting
Dengan pendekatan opamp ideal maka Vx = 0 dan arus pada R1 sama dengan arus pada Rf.
Vx 0
Rf Vi Vx R1.i
R1 V
Vi
Vx
i
Vo
i i
i + R1
R
Vx Vo R f .i
Vo R f .l
V
Gambar 2. Penguat inverting R f . i
R R1
Vo f Vi s
R1
Rf
disebut dengan penguatan tegangan.
Ri
i Vo Vx R f .i
i
R1 V
Vo Vi R f . i
R1
Gambar 3 Penguat noninverting R
Vo f 1 V1
R1
Buffer (Pengikut Tegangan)
Hampir sama dengan penguat noniverting, bedanya hanya menggunakan sebuah resistor, yaitu resistor Rf.
Dengan menggunakan pendekatan ideal maka tidak ada arus yang mengalir pada Rf sehingga Vo = Vx =
Vi.
Vi +
Vx Vo
-
R
Gambar 4. Rangkaian Buffer
Perlu diperhatikan
Jangan lupa memasang kapasitor elektrolit 10 uF/25 Volt pada setiap terminal power supply pada
breadboard. Perhatikan polaritas kapasitor elektrolit, jangan sampai terbalik. Kapasitor elektrolit ini
berguna untuk meningkatkan kestabilan level tegangan supply terhadap gangguan frequensi rendah
(misalnya 50 Hz). Untuk mengurangi gangguan frekuensi tinggi, pasang kapasitor 0,1 uF pada setiap pin
tegangan supply dari op-amp.
V3
V1 V2 100 k
GEN R1 1k
SIN Vo
+
LF 356
R2 1k
D. Langkah Kerja
c. Mengukur Noise
Dengan kondisi R1 terbuka dan R2 = 0 , atur trimport sampai Vo = 0 Volt. Ukur amplitudo noise
(gunakan oscilloscope dengan penguatan maksimum). Bedakan antara sinyal acak (random Fuzz)
dan sinyal-sinyal yang berulang seperti sinyal 50 Hz.
d. Mengukur penguatan sinyal kecil
Pasang R1 100 k dan R2 1 k, atur generator sinyal pada 1 kHz sinus dengan V1 = 1 Volt pp
(gunakan oscilloscope). Ukur amplitudo tegangan V1 , V2 dan Vo. Ulangi percobaan untuk
frekuensi 1 Hz, 100 Hz, 10 kHz, 100 kHz dan 1 MHz.
V1 V2
GEN R1
LF 356
+
SIG Vo
R2
100 k
1k
b. Mengukur Noise
Dengan kondisi R1 terbuka dan R2 = 0 , atur trimport sampai Vo = 0 Volt. Ukur amplitudo noise
(gunakan oscilloscope dengan penguatan maksimum). Bedakan antara sinyal acak (random Fuzz)
dan sinyal-sinyal yang berulang seperti sinyal 50 Hz.
R2
1 k
e. Mengukur Noise
Dengan kondisi R1 terbuka dan R2 = 0 , atur trimport sampai Vo = 0 Volt. Ukur amplitudo noise
(gunakan oscilloscope dengan penguatan maksimum). Bedakan antara sinyal acak (random Fuzz)
dan sinyal-sinyal yang berulang seperti sinyal 50 Hz.
E. Laporan Praktikum
A. Tujuan
1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian komparator sebagai aplikasi dari rangkaian
OP AMP.
2. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian komparator sebagai aplikasi dari rangkaian OP
AMP.
3. Mahasiswa dapat menganalisis karakteristik rangkaian komparator sebagai aplikasi
dari rangkaian OP AMP.
B. Dasar Teori
Operasional Amplifier (Op-am p) sebagai Komparator
Operational Amplifier atau disingkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang
populer digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. Aplikasi op-amp populer yang
paling sering dibuat antara lain adalah rangkaian inverter, non-inverter, integrator dan
differensiator. Pada pokok bahasan kali ini akan dijelaskan aplikasi op-amp yang paling dasar,
yaitu sebagai pembanding tegangan (komparator).
Komparator digunakan sebagai pembanding dua buah tegangan. Pada perancangan ini,
tegangan yang dibandingkan adalah tegangan dari sensor dengan tegangan referensi. Tegangan
referensinya dilakukan dengan mengatur variabel resistor sebagai pembanding. Rangkaian dasar
komparator dengan catu tegangan tungggal ditunjukkan pada Gambar 1.1.
Prinsip kerja rangkaian adalah membandingkan amplitudo dua buah sinyal, jika +Vin dan
−Vin masing-masing menyatakan amplitudo sinyal input tak membalik dan input membalik, Vo
dan Vsat masing-masing menya takan tegangan output dan tegangan saturasi, maka prinsip
dasar dari komparator adalah
+Vin ≥ −Vin maka Vo = Vsat+
Keterangan:
E. Langkah Percobaan
Percobaan 1
1) Lihat Gambar 1.3, lalu pahami fungsi tiap konektor pada modul komparator.
Gambar 1.3 Rangkaian Dasar Komparator
2) Hubungkan konektor VCC 12 Volt pada tegangan sumber 12 Volt
3) Hubungkan konektor GND pada ground.
4) Sambunglah masukan V in + pada tegangan 5 Volt
5) Atur tegangan potensio lalu ukur tegangan sebesar 1V pada V in -
6) Amati IND OUT dan ukur tegangan pada Vout
7) Catat hasil pada tabel hasil yang telah disediakan
8) Kemudian atur lagi tegangan pada potensio sesuai tabel percobaan lalu catat tegangan
V out
9) Kemudian analisis lalu beri kesimpulan hasil praktikum yang telah dilakukan.
F. Hasil Percobaan 1
Tabel 7.1 Hasil Percobaan
Kondisi IND
No Tegangan Vin + Tegangan Vin - Tegangan V out
out
1 5 Volt 1 Volt
2 5 Volt 2 Volt
3 5 Volt 3 Volt
4 5 Volt 4 Volt
5 5 Volt 5 Volt
6 5 Volt 6 Volt
7 5 Volt 7 Volt
8 5 Volt 8 Volt
9 5 Volt 9 Volt
10 5 Volt 10 Volt
G. Analisis
Tabel 7.2 Analisis Hasil Percobaan
Hasil
No Hasil Percobaan Teori
Perbandingan
+Vin < −Vin → Vo = Vsat+ +Vin < −Vin → Vo = Vsat+ .... Sesuai
5
....V < …..V → Vo = .….V 5 V < 5V → Vo = 0 V .... Tidak sesuai
Percobaan 2
1. Rangkai pada project board rangkaian pada Gambar 1.4
XFG2
XSC2
V2 Ext Trig
5V +
_
R6 A B
330Ω + _ + _
U1
R5
R4
50kΩ 21 % osci2 330Ω
Key=A osci2
Percobaan 2
1. Rangkai pada project board rangkaian pada Gambar 1.5
XFG1 XSC1
Ext Trig
+
_
A B
R3 + _ +
_
330Ω
U2 R2
R1
osci1
50kΩ 21 % osci1 330Ω
Key=A
V1
5V
I. Analisa Data
1. Simulasikan masing-masing rangkaian yang ada pada percobaan, kemudian
bandingkan dengan teori komparator yang anda ketahui
2. Simulasikan komparator input negatif dan input positif pada satu simulasi dan hubungkan
probe oscilloscope channel A pada komparator input positif dan oscilloscope channel B pada
komparator input negatif, bagaimana inputnya? Apakah perbedaan keduanya?
J. Latihan
1) Bagaimanakah prinsip rangkaian komparator!
2) Buatlah simulasi rangkaian komparator dengan input dua function generator Dengan
1. input Vin+ lebih besar input Vin-
2. input Vin- lebih besar input Vin+ ,
dengan tegangan Vcc +7v dan –Vcc -7v, bagaimana output keluarannya pada
oscilloscope? Apakah sesuai dengan teori yang anda ketahui?
K. Kesimpulan
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------
Q
POWER ELECTRONIC LABORATORY
PRAKTIKUM
ELEKTRONIKA ANALOG 01
P-06 PENGUAT DIFERENSIAL
I. Tujuan
1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian penguat diferensial sebagai aplikasi dari
rangkaian OP AMP.
2. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian penguat diferensial sebagai aplikasi dari rangkaian
OP AMP.
3. Mahasiswa dapat menganalisis karakteristik rangkaian penguat diferensial sebagai aplikasi
dari rangkaian OP AMP.
(3.1)
c) Langkah Percobaan 3
1) Lihat Gambar 3.2, lalu pahami fungsi tiap konektor pada modul penguat diferensial.
1 1 1
2 1 2
3 1 3
4 1 4
5 1 5
6 5 1
7 4 1
8 3 1
9 2 1
10 5 5
e) Analisis
Tabel 3.2 Analisis Hasil Penguat diferensial
f) Kesimpulan
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------
g) Latihan 3
1) Apakah kelebihan penguat diferensial?
2) Sebutkan aplikasi apa saja yang dapat dibangun dari penguat diferensial!
Jawaban
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------
I. Tujuan
1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian penguat instrumentasi sebagai aplikasi dari
rangkaian OP AMP.
2. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian penguat instrumentasi sebagai aplikasi dari rangkaian
OP AMP.
3. Mahasiswa dapat menganalisis karakteristik rangkaian penguat instrumentasi sebagai aplikasi
dari rangkaian OP AMP.
Pada gambar di atas penguat instrumentasi disusun dari penguat tersangga dan penguat
diferensial dasar dengan menghubungkan tahanan R3. Dari kedua op-amp masukan penguat
tersangga terdapat pengikut tegangan yang berfungsi untuk mempertahankan resistansi masukan
yang tinggi, dan tiga tahanan yang berfungsi untuk mengatur besarnya nilai penguatannya.
Penguat ini merupakan penguat serba guna dan bermanfaat yang terdiri atas tiga op-amp dan
tujuh buah tahanan. Rangkaian ini tersusun atas rangkaian penguat differensial dan penguat
penyangga. Untuk mengatur penguatan yang diinginkan diatur dengan mengubah-ubah nilai Rg.
Gambar 4.2 menunjukkan rangkaian dari penguat instrumentasi
Gambar 4.2 Penguat Instrumentasi
Rumus untuk menentukan penguatan dari penguat instrumentasi adalah sebagai berikut:
(4.1)
d) Hasil Percobaan 4
Tabel 4.1 Hasil Penguatan Instrumentasi
No. V1 (V) V2 (V) RG (kOhm) R (kOhm) V RG (V) Vout (V)
1 1 2 3K3 3K3
2 2 1 3K3 3K3
3 1 3 1 3K3
4 3 3 1 3K3
e) Analisis
Tabel 7.11 Analisis Hasil Penguatan Instrumentasi
No V out Perhitungan V out Praktikum Selisih
1 2.R
Vout V2 V1 1 1
V out = V
RG
V out =
2 2.R
Vout V2 V1 1 1
V out = V
RG
V out =
3 2.R
Vout V2 V1 1 1
V out = V
RG
V out =
4 2.R
Vout V2 V1 1 1
V out = V
RG
V out =
f) Kesimpulan
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------
g) Latihan 4
1) Dibangun dari rangkaian apakah penguat instrumentasi!
2) Sebutkan aplikasi apa saja yang dapat dibangun dari penguat instrumentasi!
Jawaban
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------