0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan3 halaman

Notula Rapat Inovasi Produk PT Abadi Jaya

Notula rapat ini membahas strategi untuk meningkatkan penjualan produk PT Abadi Jaya yang mengalami penurunan, meliputi melakukan riset pasar untuk mengetahui preferensi konsumen, meningkatkan mutu produk, serta memperluas pemasaran menggunakan metode door to door dan sistem kredit.

Diunggah oleh

Elva Yunari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan3 halaman

Notula Rapat Inovasi Produk PT Abadi Jaya

Notula rapat ini membahas strategi untuk meningkatkan penjualan produk PT Abadi Jaya yang mengalami penurunan, meliputi melakukan riset pasar untuk mengetahui preferensi konsumen, meningkatkan mutu produk, serta memperluas pemasaran menggunakan metode door to door dan sistem kredit.

Diunggah oleh

Elva Yunari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS

OTOMATISASI DAN TATA KELOLA HUMAS DAN KEPROTOKOLAN


“MEMBUAT NOTULA RAPAT”

Oleh :

NAMA : RAHMA AMALIA


NOMOR ABSEN : 21
KELAS : XII OTKP 3

SMK NEGERI 1 WONOSARI


Jalan Veteran Wonosari Telepon (0274) 391054 Faksimile (0274) 391054
[Link] Email: smk1wonosari@[Link] Kode Pos 55812
2019
PT ABADI JAYA
Alamat: Kusumanegara No.22 Yogyakarta Telp (021) 7998484, Fax (021) 7998485

NOTULA RAPAT INOVASI PRODUK PRODUK

Sifat Rapat : Tertutup


Hari/Tanggal : Kamis, 24 Oktober 2019
Waktu : 09.00 – 11.30 WIB
Tempat : Ruang Rapat Pimpinan
Pimpinan : Ir. Irwansyah, [Link].
Sekretaris : Rahma Amalia
Peserta : 5 Orang
Hadir : 1. Ibu Dwi Astuti (Kepala Cabang Pemasaran Wilayah Jabodetabek)
2. Bapak Surya Agung (Kepala Cabang Pemasaran Wilayah Bandung)
3. Bapak Edi Purnama (Kepala Cabang Pemasaran Wilayah Purwakarta)
4. Ibu Sari Dewi (Kepala Cabang Pemasaran Wilayah Sumedang)
5. Bapak Firman (Kepala Cabang Pemasaran Wilayah Banten)
Tidak Hadir : -

Agenda Rapat :
1. Laporan Masing-Masing Bagian
2. Strategi Pemasaran Produk

Risalah Rapat :
1. Pembukaan
Rapat dibuka tepat pukul 09.00 WIB
2. Pengarahan Direktur Utama Ir. Irwansyah, [Link].
a. Berdasarkan hasil pemeriksaaan laporan bulanan omzet penjualan produk PT
Abadi Jaya mengalami penurunan.
b. Oleh karena itu, peserta rapat diminta memberikan masukan dan informasi
bagaimana cara terbaik untuk meningkatkan kembali penjualan produk PT
Abadi Jaya, agar omzet penjualan tetap stabil.
c. Peserta rapat dipersilahkan memberikan tanggapan atau usulan untuk
meningkatkan kembali usaha.
3. Pembahasan dan Tanya Jawab :
a. Ibu Dwi Astuti (Kepala Cabang Pemasaran Wilayah Jabodetabek) berpendapat
bahwa menurunnya omzet penjualan PT Abadi Jaya dikarenakan semakin
banyak saingan produk yang sejenis sehingga perlu meninjau kembali mutu
produk agar tetap bisa bersaing dengan produk lain.
b. Bapak Surya Agung (Kepala Cabang Pemasaran Wilayah Bandung) menyetujui
pendapat dari Ibu Dwi Astuti untuk selalu meningkatkan mutu produk dan
harga yang ditawarkan kepada masyarakat jangan terlalu tinggi, karena jika
harga terlalu tinggi kurang terjangkau oleh masyarakat.
c. Bapak Edi Purnama (Kepala Cabang Pemasaran Wilayah Purwakarta)
berpendapat bahwa penurunan penjualan produk juga disebabkan karena krisis
ekonomi yang terjadi di negara kita sehingga daya beli masyarakat berkurang.
d. Bapak Edi Purnama (Kepala Cabang Pemasaran Wilayah Purwakarta)
memberikan saran jika pemasaran produk dilakukan dengan door to door dan
dengan sistem kredit, sehingga masyarakat akan lebih dekat dengan produk
kita.
e. Ibu Sari Dewi (Kepala Cabang Pemasaran Wilayah Sumedang) menyetujui
pendapat Bapak Edi Purnama dikarenakan PT Abadi Jaya belum pernah
mencoba pemasaran dengan cara door to door, tetapi hanya dengan sistem
agen.
f. Bapak Firman (Kepala Cabang Pemasaran Wilayah Banten) mengusulkan
dibentuk tim yang melakukan riset pasar untuk mendapatkan data yang akurat
tentang mutu dan harga produk kita yang dibandingan dengan produk sejenis
dan bisa mengetahui produk yang diinginkan masyarakat sehingga kita bisa
lebih memenuhi keinginan masyarakat.
4. Kesimpulan :
a. Untuk meningkatkan omzet penjualan kita perlu melakukan riset pasar.
b. Memperhatikan dan meningkatkan mutu produk.
c. Pemasaran dengan cara door to door dan melayani pembelian dengan sistem
kredit.
5. Penutup
Rapat ditutup tepat pukul 11.30 WIB.

Mengetahui, Disusun oleh,


Pimpinan Rapat Notulis

Ir. Irwansyah, [Link]. Rahma Amalia

Common questions

Didukung oleh AI

The economic crisis likely reduces consumer spending power, compelling PT Abadi Jaya to adopt strategies that accommodate reduced budgets, such as offering competitive pricing and flexible payment options like credit sales. It also demands innovative marketing to sustain sales and customer engagement. However, these strategies need balancing against maintaining product quality and brand reputation .

The main outcomes focused on conducting market research to inform product and pricing adjustments, improving product quality, and adopting a door-to-door sales approach supplemented by credit systems to enhance customer accessibility and address declining sales .

Accurate data collected through market research can guide product development by revealing consumer preferences, unmet needs, and emerging trends. This allows PT Abadi Jaya to innovate and tailor offerings to market demand, potentially improving competitiveness, customer satisfaction, and sales performance. It also aids in identifying opportunities for product diversification .

Revising the pricing strategy involves determining price points that are competitive yet profitable. Challenges include balancing cost, customer valuation, and competitors' pricing. A lower price might increase sales volume but could reduce profit margins if costs aren't controlled. It could also risk the brand's perceived value. Strategic price adjustment requires understanding customer elasticity and market positioning .

Product quality is seen as a critical factor in maintaining competitiveness. By ensuring high quality, PT Abadi Jaya aims to differentiate itself amidst competitive pressure from similar products, potentially leading to higher customer satisfaction and loyalty, which can stabilize or improve sales .

The strategies proposed in the meeting include improving the product quality to stay competitive amidst growing similar product options, revisiting the pricing strategy to ensure affordability, implementing door-to-door marketing combined with a credit sales system to increase accessibility, and forming a market research team to align product offerings with market demands .

Implementing a door-to-door marketing strategy may enhance customer proximity and accessibility, probably increasing sales, especially when used alongside credit systems. However, it involves logistical challenges, increased operational costs, and requires training sales personnel for effective customer engagement. It may also require restructuring the sales team to focus on personalized communication .

The participants attributed the sales decline to several factors: increased competition from similar products, the economic crisis reducing consumers' purchasing power, and the company's current marketing strategy, which lacks direct engagement with customers .

Forming a market research team could provide PT Abadi Jaya with valuable insights into customer preferences and market trends, thus enabling data-driven decisions. It aids in product development and helps the company remain competitive. However, it involves costs and time for training and setting up the infrastructure, and the insights must be effectively translated into strategic actions .

Advantages of a credit sales system include increased sales as products become more accessible to consumers with limited immediate funds, potential customer base expansion, and enhanced customer loyalty. However, disadvantages involve the risk of defaults, requiring effective credit management, and potentially higher administrative costs due to the need for tracking and collections .

Anda mungkin juga menyukai