Potensi Biomassa Jabon Merah di HPT
Potensi Biomassa Jabon Merah di HPT
Volume 7. Nomor 3.
September 2019
Abstract
Red Jabon naturally, grows in the lowland Sulawesi forest to the mountains. One of the locations where
the Jabon Merah distribution is found is in the KPH Sivia Patuju management area. Plot determination in
this study used a systematic sampling with random star method, with a plot size of 20 m X 125 m as many
as 30 plots and a distance between plots of 50 meters. The results of the field data will be entered into a
tally sheet, then to calculate the potential, a formula is used to interpret Jabon's potential and allometrics to
calculate its biomass by statistical analysis. Based on the results of direct research in the field and analysis
of data that has been carried out, the data obtained are the estimation of the potential volume of the Red
Jabon tree (Anthocepalus macropillus) which is in the Limited Production Forest (HPT) of Tatari Village,
West Tojo District, Tojo Una-una District, which is 198,873, 2 m³ and volume 267.64 m³/ha. And
estimation of Biomass found in Jabon Merah stands (Anthocepalus macropillus) overall biomass of
112,870.2 tons and Biomass on average 151.5 tons/ha.
Keywords: Red Jabon (Anthocepalus macropillus), Volume, Biomass, Limited Production Forest
101
Jurnal Warta Rimba E-ISSN : 2579-6287
Volume 7. Nomor 3.
September 2019
Alat yang digunakan dalam penelitian ini Pengamatan dan pengukuran pohon Jabon
yaitu:Meteran Roll, GPS, Kayu, Parang, Merah (Anthocephalus macropillus) ditentukan
Klinometer, Kalkulator, Pita ukur,dan Kamera, menggunakan Sistematik Sampling dengan awal
Metode Penelitian acak (Sistematis Sampling With Random Star) data
Pengumpulan Data yang akan diukur adalah tingkat tumbuh yaitu:
Data yang di kumpulkan terdiri atas: 1. Tally Sheet,
a. Data primer a. Tingkat semai, setinggi < 1,5 m.
Data primer yaitu data yang diambil dilokasi b. Tingkat pancang, setinggi > 1,5 m dan
penelitian nantinya antara lain: Tinggi bebas diameter < 10 cm.
cabang pohon (TBC), tinggi total, diameter, c. Tingkat tiang, yang memiliki diameter >
(DBH) dan jumlah pohon Jabon. 10 cm - < 20 cm.
b. Data Sekunder d. Tingkat pohon, yang memiliki diameter >
Data ini mengenai tentang keadaan lokasi 20 cm.
pengamatan, yang akan didapatkan melalui 2. Diameter Batang
pencatatan arsip Badan Statistik, Sulawesi 3. Tinggi pohon dan tinggi bebas cabang.
Tengah, Palu, berupa letak lokasi secara Pengolahan Data
Geografis dan Administrasi, Kondisi Iklim, Pengolahan data hasil pengukuran di lapangan
Curah Hujan, Temperatur Udara, Kelembaban ditujukan untuk memperoleh volume pohon
Udara, Topografi, dan Tanah Serta data lain dengan tetapan antara lain, Keliling, Diameter,
yang mendukung dalam penelitian ini. Tinggi Bebas Cabang, Tinggi Total, dan Volume
Prosedur Pelaksanaan Penelitian Pohon.
Pembuatan plot a. Kerapatan
Penentuan Plot pada penelitian ini K=
menggunakan metode sistematis sampling dengan b. Perhitungan Volume Pohon
awal random (Systematic Sampling With Random V = ¼ π D² ( t x fk )
Star) dengan jarak antar plot 50 meter. Secara Dimana : V = Volume
keseluruhan, areal luas hutan produksi terbatas di D = Diameter pohon
KPH Sivia Patuju yang berada pada Desa Tatari t = Tinggi Pohon Bebas Cabang
Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una fk = Faktor Koreksi (0,7), (Simon
adalah 745 Ha. Menurut Pedoman Inventarisasi H, 2007)
Menyuluruh Berkala (IHMB) Dalam Peraturan c. Perhitungan Biomassa Jabon
Menteri Kehutanan No.P33/Menhut-II/ tahun AGB = 0.015D^2.919
Ket : AGB = Biomassa di atas
2009, intensitas sampling yang akan digunakan 1
PermukaanTanah
%. Sehingga luas pengamatan dan pengukuran D = Diameter Setinggi Dada
pohon Jabon adalah 7,45 Ha. Dari luas areal (cm) (Siarudin et al.,
pengamatan dan pengukuran tersebut akan dibuat 2012 dalam Indrajaya,
plot berbentuk jalur berukuran 20 m X 125 m 2014)
atau seluas 0,25 Ha, dengan demikian akan d. Volume rata-rata
terdapat 30 plot contoh di lapangan. Masing- ∑Xi
v
masing plot contoh tersebut akan diletakan n
sebanyak 10 plot pada setiap ketinggian tempat Ket : v = nilai rata-rata
tumbuh. Pada plot contoh ukuran 20 m X 125 m ∑Xi Jumlah volume pohon
akan di buat petak-petak kecil (sub plot) berukuran n = Jumlah petak ukur (Simon H,
2007)
20 m X 25 m. Secara keseluruhan jumlah sub plot
e. Varians
adalah 150 plot. ∑"xi#
2
∑xi2 -
n
Inventarisasi Jabon Merah S2 = n-1
(Anthocephalusmacropillus)
102
Jurnal Warta Rimba E-ISSN : 2579-6287
Volume 7. Nomor 3.
September 2019
Ket : tumbuhan yakni ukuran besarnya populasi dapat
S2 = varians rata-rata
∑Xi =Jumlah volume pohon digambarkan dengan cacah individu yakni
n =Jumlah Petak Ukur (Simon H, biomasa populasi per satuan ruang dan volume.
2007) Adapun kerapatan Tegakan Jabon Merah
f. Standar Deviasi (Anthocpalus macropillus) di Hutan Produksi
S=
√' ( Terbatas pada Desa Tatari Kecamatan Tojo Barat
Ket :
S = Deviasi volume pohon jabon Kabupaten Tojo Una-una untuk lebih jelasnya
S2 = Varians volume pohon jabon (Simon dapat dilihat pada tabel berikut:
H, 2007) Tabel 1. Kerapatan Tegakan Jabon Merah
g. Varians volume rata-rata (Anthocpalus macropillus)
' ( N-n
sx( × No Jenis Tegakan Jumlah Kerapatan
n N Individu (N) (N/Ha)
Ket : Sx2 = Varians volume rata-rata 1 Pohon 181 3.620
S2 = Varians 2 Tiang 129 12.900
N = jumlah populasi 3 Pancang 114 44.400
4 Semai 7 17.500
n = Jumlah petak ukur (Simon H, 2007) Total 431 78.420
h. Standar eror Sumber : Hasil Pengolahan Data 2019
Sx = √'* (
Ket : Sx = Standard error Berdasarkan pada tabel diatas dapat kita
Sx2 = Varians rata-rata (Simon H, ketahui bahwa pada jenis tegakan pohon memiliki
2007) kerapatan 3.620 N/ha dengan jumlah individu 181
i. Konviden interval t = 0.01 CI = x ± [Link] , jenis tegakan tiang memiliki kerapatan 12.900
Ket CI = Konviden Interval N/ha dengan jumlah individu 129, jenis tegakan
X = Volume Rata-rata pancang memiliki kerapatan 44.400 N/ha dengan
Sx = Standar eror (Simon H, 2007).
jumlah individu 114, dan jenis semai 17.500 N/ha
dengan jumlah individu 7. Total keseluruhan
HASIL DAN PEMBAHASAN
individu 431 dan kerapatan keseluruhan sebesar
Pendugaan Potensi Tegakan Jabon Merah
78.420 N/ha.
(Anthocpalus macropillus)
Volume Seluruh Tegakan Jabon Merah
Penelitian inventarisasi potensi tegakan Jabon
(Anthocepalus macropillus)
Merah (Anthocpalus macropillus) dilaksanakan
Adapun volume seluruh tegakan Jabon merah
pada hutan produksi terbatas di Desa Tatari
(Anthocpalus macropillus) di Hutan Produksi
Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-una,
Terbatas pada Desa Tatari Kecamatan Tojo Barat
terdapat 30 plot seluruhnya, pada setiap sampling
Kabupaten Tojo Una-una untuk lebih jelasnya
terdapat 10 plot, dimana setiap plot berukuran 20
dapat dilihat pada tabel berikut:
X 125 meter atau 0,25 Ha dan di dalamnya
terdapat 5 sub plot, dari luas hutan produksi
Tabel 2 . Volume seluruh tegakan Jabon Merah
terbatas yang ada di Desa Tatari yaitu 745 Ha.
(Anthocpalus macropillus)
Pengamatan dan pengukuran pohon Jabon Merah
Volume Volume
ditentukan menggunakan Sistematik Sampling No Jenis Tegakan
(M3/Ha) (M3)
dengan awal acak (Sistematis Sampling With 1 Pohon 764,95 142.471,2
Random Star). 2 Tiang 564,61 21.031,85
Kerapatan 3 Pancang 749,63 35.370,12
Kerapatan didefinisikan sebagai massa atau Total 2.079,19 198.873,2
berat per satuan volume, kerapatan biasanya Sumber : Hasil Pengolahan Data 2019
dinyatakan dalam gram per sentimeter kubik Berdasarkan pada tabel diatas dapat kita
(g/cm³). Kerapatan populasi adalah ukuran ketahui bahwa volume pohon Jabon Merah
besarnya populasi dalam suatu ruang atau volume. (Anthocpalus macropillus) 764,95 m³/ha, dan
Pada umumnya kerapatan populasi hewan dan volume total pohon 142.471,2 m³, volume jenis
103
Jurnal Warta Rimba E-ISSN : 2579-6287
Volume 7. Nomor 3.
September 2019
tegakan tiang Jabon Merah (Anthocpalus 30 cm keatas, masyarakat memanfaatkan pohon
macropillus) 564,61 m³/ha dan volume total Jabon merah (Anthocpalus macropillus) sebagai
tegakan tiang 21.031,85 m³, volume jenis tegakan kayu pertukangan.
pancang Jabon Merah (Anthocpalus macropillus) Dari hasil penelitian tersebut dapat kita ketahui
749,63 m³/ha dan volume total tegakan pancang jumlah keseluruhan tegakan Jabon Merah
35.370,12 m³. Dengan demikian volume perhektar (Anthocpalus macropillus) ialah 428 dimana,
tegakan Jabon yaitu 2.079,19 m³/ha dan total pohon sebanyak 184, tiang sebanyak 132, pancang
keseluruhan volume Tegakan Jabon Merah sebanyak 105 dan semai hanya 7, hal ini
198.873,2 m³. dikarenakan tempat tumbuh Jabon Merah
Volume Jabon Merah (Anthocepalus (Anthocpalus macropillus) yang ada di hutan
macropillus) produksi terbatas Desa Tatari Kecamatan Tojo
Perhitungan-perhitungan untuk mengetahui Barat Kabupaten Tojo Una-una memiliki vegetasi
volume rata-rata, varians, standar deviasi, varians yang rapat sehingga sangat jarang dijumpai anakan
rata-rata, standar eror, kecermatan, dan tafsiran Jabon Merah (Anthocpalus macropillus). Karena
volume dapat disajikan pada tabel berikut ini : menurut (Setyaji T. dkk, 2014) Jabon Merah
Tabel 3. Analisis statistik volume Jabon merah (Anthocpalus macropillus) termasuk jenis cepat
k(Anthocepalus macropillus) tumbuh (fast growing) yang tubuh di daerah tropis.
No Analisis Data Nilai Seperti pada umumnya jenis pionir, Jabon Merah
(Anthocpalus macropillus) termasuk jenis
1 Volume Rata-rata (m³/ha) 7.13
2 Varians 35.04
intoleran. Tanaman ini tidak tahan naungan dan
3 Standar Deviasi 5.92 membutuhkan pencahayaan penuh dalam periodik
4 Varians Volume Rata-Rata 0.14 hidupnya.
5 Standar Eror 0.38 Dari hasi perhitungan didapat kan volume rata-
6 Kecermatan (%) 5.34 rata (mean) tegaakan Jabon Merah (Anthocpalus
Konviden Interval pada t =
7 6.09 – 8.18 macropillus) 8.97 m³/ha, dengan nilai standar
0.01(m³/ha)
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2019 deviasi atau penyimpangan yang didapatkan dari
Dari hasil perhitungan, didapatkan volume rata- nilai varians 61.24 yaitu 7.83m³/ha, maka dapat
rata kayu Jabon Merah (Anthocepalus dinyatakan bahwa tingkat penyimpangan lebih
macropillus) yaitu 7.13 m³, dengan nilai standar kecil (nilai sebaran lebih besar) dari nilai mean
deviasi yaitu 5.92 m³, penyimpangan yang (rata-rata) volume tegakan yang didapatkan,
didapatkan dari nilai varians 35.04 m³, maka dapat sehingga sebaran data yang diperoleh bervariasi
dinyatakan bahwa nilai penyimpangan lebih kecil (tak sama). Sedangkan nilai standar eror yang
dari volume rata-rata yang didapatkan, sehingga diperoleh yaitu 4.90 m³, dengan tingkat
tingkat sebaran data yang diperoleh bervariasi. kecermatan hasil sampling ialah 54.58 % (besar).
Sedangkan nilai standar eror yang didapatkan Penyimpangan data dan tingkat kecermatan data
yaitu 0.38 m³, dengan tingkat kecermatan hasil yang diperoleh sangat dipengaruhi oleh besaran
sampling yang diperoleh sangatlah kecil yaitu 5.34 intensitas sampling yang di gunakan, intensitas
%. Tingkat penyimpangan data dan tingkat yang di gunakan yaitu 1%.
kecermatan data yang didapatkan sangat Analisis data yang digunakan adalah
dipengaruhi oleh besaran intensitas sampling, menghitung tingkat kepercayaan (konviden
intensitas sampling yang digunakan yaitu 1%. interval, CI ) dengan nilai tingkat kepercayaan t =
Adapun tafsiran volume yang didapatkan dari 30 0.01 (95%). Volume rata-rata Jabon merah
petak ukur yang berukuran 20 m X125 m dengan (Anthocpalus macropillus) yaitu 8.97 m³/ha.
luasan hutan 7.5 Ha, dengan jumlah individu 113 Interval kepercayaan (konviden interval, CI)
yaitu 213.96 m³. Menghitung volume pohon Jabon dalam tingkat signifikan t = 0.01 (95%) didapakan
dengan berdasarkaan diameter pohon Jabon 30 cm nilai (-) 6.09 m³/ha dan (+) 8.18 m³/ha di mana
keatas dikarenakan masyarakat Desa Tatari dipercaya nilai parameter sebuah populasi terletak
melakukan pemanfaatan kayu Jabon pada diameter di dalam interval tersebut.
104
Jurnal Warta Rimba E-ISSN : 2579-6287
Volume 7. Nomor 3.
September 2019
Biomassa Tegakan Jabon Merah (Anthocepalus Berdasarkan hasil penelitian secara langsung di
macropillus) lapangan dan analisis data yang telah dilakukan,
Menurut (Brown, 1997 dalam Hakim, 2014) maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
biomassa adalah jumlah total bahan organik hidup 1. Potensi volume pohon Jabon Merah
di atas tanah pada pohon termasuk ranting, daun (Anthocepalus macropillus) yang berada pada
cabang, batang utama, dankulit. Biomassa tegakan Hutan Produksi Terbatas Desa Tatari
Jabon Merah (Anthocpalus macropillus) di atas Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-
permukaan tanah dengan plot pengamatan una yang didapatkan yaitu 198.873,2 m³ dan
berukuran 20 m X 125 m sebanyak 30 petak ukur volume perhektarnya yaitu 267,64 m³/ha.
dengan pengukuran diameter 130 cm di atas 2. Biomassa keseluruhan tegakan Jabon Merah
permukaan tanah dapat dilihat pada tabel berikut (Anthocepalus macropillus) pada Hutan
ini. Produksi Terbatas Desa Tatari Kecamatan
Tabel 4. Biomassa tegakan Jabon Merah Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-una
(Anthocpalus macropillus) 112.870,2 ton dan biomassa perhektar yaitu
No Jenis Tegakan
Biomassa Biomassa 151,5 ton/ha.
(Ton/Ha) (Ton)
1 Pohon 434,57 80.938,54 DAFTAR PUSTAKA
2 Tiang 301,46 11.229,38
3 Pancang 438,76 20.702,31 Daniel, T.W., J.A helms., dan F.S. Barker. 1980.
Total 1.174,79 112.870,2
Prinples of Silvikultur. Mc. Graw Inc. New
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2019 York.
Berdasarkan pada tabel tersebut dapat kita Hakim, AA. 2014. Cadangan Karbon pada Hutan
ketahui bahwa biomassa tingkat pohon Jabon Rakyat Mitra PT. BUMN Hijau Lestari Unit
Merah (Anthocpalus macropillus) 434,57 ton/ha Arjasari Kabupaten Bandung. Institut
dan biomassa keseluruhan tingkat pohon Jabon Pertanian Bogor. Bogor.
Merah (Anthocpalus macropillus) 80.938,54 ton, Hidayah dan Irawan, 2012. Kesesuaian Media
biomassa tingkat tiang Jabon Merah (Anthocpalus Sapih Terhadap Persentase Hidup semai
macropillus) 301,46 ton/ha dan biomassa Jabon Merah (Athocepahalus macrophyllus).
keseluruhan tingkat tiang Jabon Merah Manado : Balai Penelitian Kehutanan
(Anthocpalus macropillus) 11.229,38 ton, Manado.
biomassa tingkat pancang Jabon Merah Mansur. I dan Tuheteru. F. D, 2010. Kayu Jabo.
(Anthocpalus macropillus) 438,76ton/ha dan Penebar Swadaya. Depok.
biomassa keseluruhan tingkat pancang Jabon Misra. 2011. Analisis Citra Landsat Untuk
Merah (Anthocpalus macropillus) 20.702,31 ton. Mengestimasi Potensi Karbon Di Atas
Dengan jumlah biomassa 1.174,79 ton/ha dan total Permukaan Tanah Di Kawasan Hutan
keseluruhan biomassa Jabon Merah (Anthocpalus Pendidikan Universitas Tadulako. Skripsi.
UNTAD. Palu (Tidak dipublikasikan).
macropillus) yaitu 112.870,2 ton, dari hasil
tersebut diketahui biomassa tertinggi ada pada Peraturan Pemerintah Nomor P33. 2009. Dasar
tingkat tegakan pohon, hal ini disebabkan karena Penyusunan Rencana Kerja Usaha (RKU)
pohon memiliki diameter yang lebih besar jika Jangka 10 Tahunan Sebagai Persyaratan
dibandingkan dengan diameter jenis tiang dan Memperoleh IUPHHK Baik Hutan Alam
Maupun Hutan Tanaman, Pedoman
pancang. Ini sesuai dengan pendapat Mark dan
Harper (1977) dalam Tresnawan (2002) Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala
menyatakan bahwa ukuran individu pohon sangat (IHMB).
mempengaruhi jumlah biomassa pohon tersebut. Setyaji T. dkk, 2014. Budi Daya Intensif Jabon
Merah (Athocepahalus macrophyllus). Bogor
Dan menurut Daniel dkk (1980), biomassa satu
jenis pohon dipengaruhi oleh pertumbuhan jenis : kampus IPB Taman Kencana.
tanaman tersebut. Indrajaya Y, 2014. Karbon Tersimpan Dalam
KESIMPULAN Biomassa Agroforestry Jabon-Kapulaga dan
Rumput Gajah Di Kecamatan Pakenjeng,
105
Jurnal Warta Rimba E-ISSN : 2579-6287
Volume 7. Nomor 3.
September 2019
Garut, Jawa Barat ”. Jurnal Balai Penelitian
Teknologi Agroforestry, Ciamis.
Simon H. 2007. Metode Inventore Hutan.
Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Tresnawan H dan Rosalina U, 2002. Pendugaan
Biomassa di atas Tanah di Ekosistem Hutan
Primer dan Hutan Bekas Tebangan, Jurnal.
IPB. Bogor
106