0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan7 halaman

Potensi Biomassa Jabon Merah di HPT

Estimasi potensi volume dan biomassa tegakan jabon merah (Anthocephalus macropillus) di Hutan Produksi Terbatas Desa Tatari adalah sebesar 198.873,2 m3 dan 267,64 m3/ha untuk volume, serta 112.870,2 ton dan 151,5 ton/ha untuk biomassa.

Diunggah oleh

FatimahZahra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan7 halaman

Potensi Biomassa Jabon Merah di HPT

Estimasi potensi volume dan biomassa tegakan jabon merah (Anthocephalus macropillus) di Hutan Produksi Terbatas Desa Tatari adalah sebesar 198.873,2 m3 dan 267,64 m3/ha untuk volume, serta 112.870,2 ton dan 151,5 ton/ha untuk biomassa.

Diunggah oleh

FatimahZahra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Warta Rimba E-ISSN : 2579-6287

Volume 7. Nomor 3.
September 2019

PENDUGAAN POTENSI VOLUME DAN BIOMASSA TEGAKAN JABON MERAH


( Anthocepalus macropillus) PADA HUTAN PRODUKSI TERBATAS (HPT)

Tandi Medita Saputra1), Hamzari2), Hasriani Muis2)


Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako
Jl. Soekarno Hatta Km.9 Palu, Sulawesi Tengah 94118
1)
Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako
E-mail : tandisaputra158@[Link]
2)
Staf Pengajar Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako

Abstract
Red Jabon naturally, grows in the lowland Sulawesi forest to the mountains. One of the locations where
the Jabon Merah distribution is found is in the KPH Sivia Patuju management area. Plot determination in
this study used a systematic sampling with random star method, with a plot size of 20 m X 125 m as many
as 30 plots and a distance between plots of 50 meters. The results of the field data will be entered into a
tally sheet, then to calculate the potential, a formula is used to interpret Jabon's potential and allometrics to
calculate its biomass by statistical analysis. Based on the results of direct research in the field and analysis
of data that has been carried out, the data obtained are the estimation of the potential volume of the Red
Jabon tree (Anthocepalus macropillus) which is in the Limited Production Forest (HPT) of Tatari Village,
West Tojo District, Tojo Una-una District, which is 198,873, 2 m³ and volume 267.64 m³/ha. And
estimation of Biomass found in Jabon Merah stands (Anthocepalus macropillus) overall biomass of
112,870.2 tons and Biomass on average 151.5 tons/ha.
Keywords: Red Jabon (Anthocepalus macropillus), Volume, Biomass, Limited Production Forest

masa pertumbuhan cabang akan rontok dengan


PENDAHULUAN sendirinya (Setyaji T. dkk, 2014).
Latar Belakang Jabon merah (Anthocephalus macrophyllus
Jabon adalah hasil hutan kayu dan merupakan (ROXB.)Havil) merupakan jenis kayu pertukangan
salah satu pohon komersial cepat tumbuh yang unggulan yang memiliki penyebaran alami lebih
penyebarannya merata secara alami di seluruh sempit bila dbandingkan dengan jabon putih
Indonesia. Jabon merah juga dikenal secara meluas (Anthocephalus cadamba Roxb.). Jenis tanaman
di dunia internasional. Kayu jabon sangat ini merupakan jenis tanaman cepat dan mudah
dibutuhkan pada industri kayu lapis (playwood) tumbuh serta tidak menuntut persyaratan
bahan baku meubel, dan furniture serta bahan kesuburan tanah yang tinggi. Jenis kayu dari
bangunan nonkonstruksi. Selain itu jabon juga tanaman ini merupakan jenis kayu yang
memiliki banyak manfaat lainnya seperti bahan mempunyai kelas awet IV dan kelas kuat II- III
obat-obatan dan parfum (Mansur dan Tuheteru, dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku
2010). playwood, meubel/furniture, dan interior ruangan
Jabon merah termasuk jenis tanaman pionir (Hidayah dan Irawan, 2012).
cepat tumbuh (Fast growing) yang tumbuh di Pohon Jabon merah dapat tumbuh tinggi
daerah tropis. Seperti pada umumnya pionir, Jabon sampai 45 meter dengan batang bebas cabang bisa
Merah termasuk jenis tanaman intoleran. Tanaman mencapai 30 meter dan lingkar batang mencapai
ini tidak tahan naungan dan membutuhkan 150 cm dengan diameter 40-50 cm. Berdasarkan
pencahayaan penuh dalam periode hidupnya. pengamatan pada pertanaman uji BBPBPTH
Tanaman ini juga termasuk jenis yang Yogyakarta di Wonogiri, pada tahap awal
menggugurkan daun (deciduous) dan mempunyai pertumbuhan diperoleh tafsiran riap tinggi 4
sifat self pruning yang cukup kuat dimana pada m/tahun dan riap diameter 5 cm/tahun. Pada
100
Jurnal Warta Rimba E-ISSN : 2579-6287
Volume 7. Nomor 3.
September 2019
umumnya berbatang tunggal (single steam), relatif peningkatan. Kayu jabon merah sebagai salah satu
lurus, silindris, dan terkadang berbanir ringan. hasil hutan kayu di KPH Sivia Patuju
Percabangan relatif mendatar dengan sudut kurang berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat di
lebih 90° terhadap batang dan membentuk tajuk Desa Tatari Kecamatan Tojo Barat Kabupaten
seperti payung. Papagan kulit batang berwarna Tojo Una-Una. Masyarakat Desa Tatari
gelap coklat kemerahan, kulit timpasan berwarna memanfaatkan kayu Jabon Merah sebagai bahan
merah jambu sampai dengan merah marun. Kayu pertukangan dengan memanfaatkan pohon Jabon
berwarna putih kemerahan menyerupai kayu Merah yang yang memiliki diameteter berukuran
meranti merah dan tidak mempunyai kayu teras 30 cm keatas. Untuk itu, diperlukan data dan
(Setyaji T dkk 2014). informasi terkait potensi kayu Jabon Merah yang
Pohon dan organisme foto-ototrof lainnya masih tersedia agar pemanfaatan dan
melalui proses fotosintesis menyerap CO2 dari kontribusinya dapat dirasakan secara
atmosfer dan mengubahnya menjadi karbon berkelanjutan. Di sisi lain khususnya terkait pada
organik (karbohidrat) dan menyimpannya dalam pendataan potensi volume dan biomassa Jabon
biomassa tubuhnya seperti dalam batang, daun, Merah pada KPH Sivia Patuju khususnya pada
akar, umbi buah dan-lain-lain. Keseluruhan hasil Desa Tatari Kecamatan Tojo Barat Kabupaten
dari proses fotosintesis ini sering disebut juga Tojo Una-Una belum pernah dilakukan.
dengan produktifitas primer. Dalam aktifitas Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan
respirasi, sebagian CO2 yang sudah terikat akan penelitian yang difokuskan pada kegiatan
dilepaskan kembali dalam bentuk CO2 ke inventarisasi potensi volume dan biomassa Jabon
atmosfer. Selain melalui respirasi, sebagian dari Merah.
produktifitas primer akan hilang melalui berbagai Rumusan Masalah
proses misalnya herbivory dan dekomposisi. Berdasarkan latar belakang di atas maka
Sebagian dari biomassa mungkin akan berpindah dapat dirumuskan masalah yaitu bagaimana
atau keluar dari ekosistem karena terbawa aliran potensi volume dan biomassa tegakan Jabon
air atau agen pemindah lainnya. Kuantitas Merah pada Hutan Produksi Terbatas (HPT) di
biomassa dalam hutan merupakan selisih anatara Desa Tatari Kecamatan Tojo Barat Kabupaten
produksi melalui fotosintesis dan konsumsi. Tojo Una-Una yang masuk wilayah KPH Sivia
Perubahan kuantitas biomassa ini dapat terjadi Patuju.
karena suksesi alami dan oleh aktifitas manusia Tujuan Dan Kegunaan
seperti silvikultur, pemanenan dan degradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
Perubahan juga dapat terjadi karena adanya potensi volume dan biomassa tegakan Jabon
bencana alam (Sutaryo, 2009 dalam Misra 2011). Merah di areal KPH Sivia Patuju Desa Tatari
Tegakan Jabon memiliki potensi untuk Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una.
menyerap CO2, secara alami jabon, khususnya Kegunaan dari penelitian adalah untuk
jabon merah, tumbuh di hutan Sulawesi dataran memberikan informasi kepada pihak KPH Sivia
rendah sampai pegunungan. Salah satu lokasi di Patuju mengenai potensi volume dan biomassa
temukannya sebaran jabon merah adalah di tegakan Jabon Merah di areal Hutan alam di Desa
wilayah kelola UPT KPH Sivia Patuju. KPH Sivia Tatari Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo
Patuju ditetapkan berdasarkan SK.968/Menhut- Una-Una.
II/2013 dengan luasan 109.492 hektar tediri atas MATERI DAN METODE PENELITIAN
Hutan Lindung (HL) seluas 39.922 Ha, Hutan Waktu Dan Tempat
Produksi Tetap (HP) seluas 10.643 hektar, dan Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan,
Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 58,927 yaitu bulan September hingga Oktober 2018.
hektar. Kemudian Hutan Produksi Terbatas (HPT) Lokasi penelitian ini berada di wilayah KPH Sivia
yang ada di Desa Tatari Kecamatan Tojo Barat Patuju Desa Tatari Kecamatan Tojo Barat
Kabupaten Tojo Una-Una yaitu seluas 750 Ha. Kabupaten Tojo Una-Una.
Di Sulawesi Tengah, pemanfaatan dan Bahan Dan Alat
permintaan jabon merah terus mengalami

101
Jurnal Warta Rimba E-ISSN : 2579-6287
Volume 7. Nomor 3.
September 2019
Alat yang digunakan dalam penelitian ini Pengamatan dan pengukuran pohon Jabon
yaitu:Meteran Roll, GPS, Kayu, Parang, Merah (Anthocephalus macropillus) ditentukan
Klinometer, Kalkulator, Pita ukur,dan Kamera, menggunakan Sistematik Sampling dengan awal
Metode Penelitian acak (Sistematis Sampling With Random Star) data
Pengumpulan Data yang akan diukur adalah tingkat tumbuh yaitu:
Data yang di kumpulkan terdiri atas: 1. Tally Sheet,
a. Data primer a. Tingkat semai, setinggi < 1,5 m.
Data primer yaitu data yang diambil dilokasi b. Tingkat pancang, setinggi > 1,5 m dan
penelitian nantinya antara lain: Tinggi bebas diameter < 10 cm.
cabang pohon (TBC), tinggi total, diameter, c. Tingkat tiang, yang memiliki diameter >
(DBH) dan jumlah pohon Jabon. 10 cm - < 20 cm.
b. Data Sekunder d. Tingkat pohon, yang memiliki diameter >
Data ini mengenai tentang keadaan lokasi 20 cm.
pengamatan, yang akan didapatkan melalui 2. Diameter Batang
pencatatan arsip Badan Statistik, Sulawesi 3. Tinggi pohon dan tinggi bebas cabang.
Tengah, Palu, berupa letak lokasi secara Pengolahan Data
Geografis dan Administrasi, Kondisi Iklim, Pengolahan data hasil pengukuran di lapangan
Curah Hujan, Temperatur Udara, Kelembaban ditujukan untuk memperoleh volume pohon
Udara, Topografi, dan Tanah Serta data lain dengan tetapan antara lain, Keliling, Diameter,
yang mendukung dalam penelitian ini. Tinggi Bebas Cabang, Tinggi Total, dan Volume
Prosedur Pelaksanaan Penelitian Pohon.
Pembuatan plot a. Kerapatan
Penentuan Plot pada penelitian ini K=
menggunakan metode sistematis sampling dengan b. Perhitungan Volume Pohon
awal random (Systematic Sampling With Random V = ¼ π D² ( t x fk )
Star) dengan jarak antar plot 50 meter. Secara Dimana : V = Volume
keseluruhan, areal luas hutan produksi terbatas di D = Diameter pohon
KPH Sivia Patuju yang berada pada Desa Tatari t = Tinggi Pohon Bebas Cabang
Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una fk = Faktor Koreksi (0,7), (Simon
adalah 745 Ha. Menurut Pedoman Inventarisasi H, 2007)
Menyuluruh Berkala (IHMB) Dalam Peraturan c. Perhitungan Biomassa Jabon
Menteri Kehutanan No.P33/Menhut-II/ tahun AGB = 0.015D^2.919
Ket : AGB = Biomassa di atas
2009, intensitas sampling yang akan digunakan 1
PermukaanTanah
%. Sehingga luas pengamatan dan pengukuran D = Diameter Setinggi Dada
pohon Jabon adalah 7,45 Ha. Dari luas areal (cm) (Siarudin et al.,
pengamatan dan pengukuran tersebut akan dibuat 2012 dalam Indrajaya,
plot berbentuk jalur berukuran 20 m X 125 m 2014)
atau seluas 0,25 Ha, dengan demikian akan d. Volume rata-rata
terdapat 30 plot contoh di lapangan. Masing- ∑Xi
v
masing plot contoh tersebut akan diletakan n
sebanyak 10 plot pada setiap ketinggian tempat Ket : v = nilai rata-rata
tumbuh. Pada plot contoh ukuran 20 m X 125 m ∑Xi Jumlah volume pohon
akan di buat petak-petak kecil (sub plot) berukuran n = Jumlah petak ukur (Simon H,
2007)
20 m X 25 m. Secara keseluruhan jumlah sub plot
e. Varians
adalah 150 plot. ∑"xi#
2
∑xi2 -
n
Inventarisasi Jabon Merah S2 = n-1
(Anthocephalusmacropillus)

102
Jurnal Warta Rimba E-ISSN : 2579-6287
Volume 7. Nomor 3.
September 2019
Ket : tumbuhan yakni ukuran besarnya populasi dapat
S2 = varians rata-rata
∑Xi =Jumlah volume pohon digambarkan dengan cacah individu yakni
n =Jumlah Petak Ukur (Simon H, biomasa populasi per satuan ruang dan volume.
2007) Adapun kerapatan Tegakan Jabon Merah
f. Standar Deviasi (Anthocpalus macropillus) di Hutan Produksi
S=
√' ( Terbatas pada Desa Tatari Kecamatan Tojo Barat
Ket :
S = Deviasi volume pohon jabon Kabupaten Tojo Una-una untuk lebih jelasnya
S2 = Varians volume pohon jabon (Simon dapat dilihat pada tabel berikut:
H, 2007) Tabel 1. Kerapatan Tegakan Jabon Merah
g. Varians volume rata-rata (Anthocpalus macropillus)
' ( N-n
sx( × No Jenis Tegakan Jumlah Kerapatan
n N Individu (N) (N/Ha)
Ket : Sx2 = Varians volume rata-rata 1 Pohon 181 3.620
S2 = Varians 2 Tiang 129 12.900
N = jumlah populasi 3 Pancang 114 44.400
4 Semai 7 17.500
n = Jumlah petak ukur (Simon H, 2007) Total 431 78.420
h. Standar eror Sumber : Hasil Pengolahan Data 2019
Sx = √'* (
Ket : Sx = Standard error Berdasarkan pada tabel diatas dapat kita
Sx2 = Varians rata-rata (Simon H, ketahui bahwa pada jenis tegakan pohon memiliki
2007) kerapatan 3.620 N/ha dengan jumlah individu 181
i. Konviden interval t = 0.01 CI = x ± [Link] , jenis tegakan tiang memiliki kerapatan 12.900
Ket CI = Konviden Interval N/ha dengan jumlah individu 129, jenis tegakan
X = Volume Rata-rata pancang memiliki kerapatan 44.400 N/ha dengan
Sx = Standar eror (Simon H, 2007).
jumlah individu 114, dan jenis semai 17.500 N/ha
dengan jumlah individu 7. Total keseluruhan
HASIL DAN PEMBAHASAN
individu 431 dan kerapatan keseluruhan sebesar
Pendugaan Potensi Tegakan Jabon Merah
78.420 N/ha.
(Anthocpalus macropillus)
Volume Seluruh Tegakan Jabon Merah
Penelitian inventarisasi potensi tegakan Jabon
(Anthocepalus macropillus)
Merah (Anthocpalus macropillus) dilaksanakan
Adapun volume seluruh tegakan Jabon merah
pada hutan produksi terbatas di Desa Tatari
(Anthocpalus macropillus) di Hutan Produksi
Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-una,
Terbatas pada Desa Tatari Kecamatan Tojo Barat
terdapat 30 plot seluruhnya, pada setiap sampling
Kabupaten Tojo Una-una untuk lebih jelasnya
terdapat 10 plot, dimana setiap plot berukuran 20
dapat dilihat pada tabel berikut:
X 125 meter atau 0,25 Ha dan di dalamnya
terdapat 5 sub plot, dari luas hutan produksi
Tabel 2 . Volume seluruh tegakan Jabon Merah
terbatas yang ada di Desa Tatari yaitu 745 Ha.
(Anthocpalus macropillus)
Pengamatan dan pengukuran pohon Jabon Merah
Volume Volume
ditentukan menggunakan Sistematik Sampling No Jenis Tegakan
(M3/Ha) (M3)
dengan awal acak (Sistematis Sampling With 1 Pohon 764,95 142.471,2
Random Star). 2 Tiang 564,61 21.031,85
Kerapatan 3 Pancang 749,63 35.370,12
Kerapatan didefinisikan sebagai massa atau Total 2.079,19 198.873,2
berat per satuan volume, kerapatan biasanya Sumber : Hasil Pengolahan Data 2019
dinyatakan dalam gram per sentimeter kubik Berdasarkan pada tabel diatas dapat kita
(g/cm³). Kerapatan populasi adalah ukuran ketahui bahwa volume pohon Jabon Merah
besarnya populasi dalam suatu ruang atau volume. (Anthocpalus macropillus) 764,95 m³/ha, dan
Pada umumnya kerapatan populasi hewan dan volume total pohon 142.471,2 m³, volume jenis

103
Jurnal Warta Rimba E-ISSN : 2579-6287
Volume 7. Nomor 3.
September 2019
tegakan tiang Jabon Merah (Anthocpalus 30 cm keatas, masyarakat memanfaatkan pohon
macropillus) 564,61 m³/ha dan volume total Jabon merah (Anthocpalus macropillus) sebagai
tegakan tiang 21.031,85 m³, volume jenis tegakan kayu pertukangan.
pancang Jabon Merah (Anthocpalus macropillus) Dari hasil penelitian tersebut dapat kita ketahui
749,63 m³/ha dan volume total tegakan pancang jumlah keseluruhan tegakan Jabon Merah
35.370,12 m³. Dengan demikian volume perhektar (Anthocpalus macropillus) ialah 428 dimana,
tegakan Jabon yaitu 2.079,19 m³/ha dan total pohon sebanyak 184, tiang sebanyak 132, pancang
keseluruhan volume Tegakan Jabon Merah sebanyak 105 dan semai hanya 7, hal ini
198.873,2 m³. dikarenakan tempat tumbuh Jabon Merah
Volume Jabon Merah (Anthocepalus (Anthocpalus macropillus) yang ada di hutan
macropillus) produksi terbatas Desa Tatari Kecamatan Tojo
Perhitungan-perhitungan untuk mengetahui Barat Kabupaten Tojo Una-una memiliki vegetasi
volume rata-rata, varians, standar deviasi, varians yang rapat sehingga sangat jarang dijumpai anakan
rata-rata, standar eror, kecermatan, dan tafsiran Jabon Merah (Anthocpalus macropillus). Karena
volume dapat disajikan pada tabel berikut ini : menurut (Setyaji T. dkk, 2014) Jabon Merah
Tabel 3. Analisis statistik volume Jabon merah (Anthocpalus macropillus) termasuk jenis cepat
k(Anthocepalus macropillus) tumbuh (fast growing) yang tubuh di daerah tropis.
No Analisis Data Nilai Seperti pada umumnya jenis pionir, Jabon Merah
(Anthocpalus macropillus) termasuk jenis
1 Volume Rata-rata (m³/ha) 7.13
2 Varians 35.04
intoleran. Tanaman ini tidak tahan naungan dan
3 Standar Deviasi 5.92 membutuhkan pencahayaan penuh dalam periodik
4 Varians Volume Rata-Rata 0.14 hidupnya.
5 Standar Eror 0.38 Dari hasi perhitungan didapat kan volume rata-
6 Kecermatan (%) 5.34 rata (mean) tegaakan Jabon Merah (Anthocpalus
Konviden Interval pada t =
7 6.09 – 8.18 macropillus) 8.97 m³/ha, dengan nilai standar
0.01(m³/ha)
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2019 deviasi atau penyimpangan yang didapatkan dari
Dari hasil perhitungan, didapatkan volume rata- nilai varians 61.24 yaitu 7.83m³/ha, maka dapat
rata kayu Jabon Merah (Anthocepalus dinyatakan bahwa tingkat penyimpangan lebih
macropillus) yaitu 7.13 m³, dengan nilai standar kecil (nilai sebaran lebih besar) dari nilai mean
deviasi yaitu 5.92 m³, penyimpangan yang (rata-rata) volume tegakan yang didapatkan,
didapatkan dari nilai varians 35.04 m³, maka dapat sehingga sebaran data yang diperoleh bervariasi
dinyatakan bahwa nilai penyimpangan lebih kecil (tak sama). Sedangkan nilai standar eror yang
dari volume rata-rata yang didapatkan, sehingga diperoleh yaitu 4.90 m³, dengan tingkat
tingkat sebaran data yang diperoleh bervariasi. kecermatan hasil sampling ialah 54.58 % (besar).
Sedangkan nilai standar eror yang didapatkan Penyimpangan data dan tingkat kecermatan data
yaitu 0.38 m³, dengan tingkat kecermatan hasil yang diperoleh sangat dipengaruhi oleh besaran
sampling yang diperoleh sangatlah kecil yaitu 5.34 intensitas sampling yang di gunakan, intensitas
%. Tingkat penyimpangan data dan tingkat yang di gunakan yaitu 1%.
kecermatan data yang didapatkan sangat Analisis data yang digunakan adalah
dipengaruhi oleh besaran intensitas sampling, menghitung tingkat kepercayaan (konviden
intensitas sampling yang digunakan yaitu 1%. interval, CI ) dengan nilai tingkat kepercayaan t =
Adapun tafsiran volume yang didapatkan dari 30 0.01 (95%). Volume rata-rata Jabon merah
petak ukur yang berukuran 20 m X125 m dengan (Anthocpalus macropillus) yaitu 8.97 m³/ha.
luasan hutan 7.5 Ha, dengan jumlah individu 113 Interval kepercayaan (konviden interval, CI)
yaitu 213.96 m³. Menghitung volume pohon Jabon dalam tingkat signifikan t = 0.01 (95%) didapakan
dengan berdasarkaan diameter pohon Jabon 30 cm nilai (-) 6.09 m³/ha dan (+) 8.18 m³/ha di mana
keatas dikarenakan masyarakat Desa Tatari dipercaya nilai parameter sebuah populasi terletak
melakukan pemanfaatan kayu Jabon pada diameter di dalam interval tersebut.

104
Jurnal Warta Rimba E-ISSN : 2579-6287
Volume 7. Nomor 3.
September 2019
Biomassa Tegakan Jabon Merah (Anthocepalus Berdasarkan hasil penelitian secara langsung di
macropillus) lapangan dan analisis data yang telah dilakukan,
Menurut (Brown, 1997 dalam Hakim, 2014) maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
biomassa adalah jumlah total bahan organik hidup 1. Potensi volume pohon Jabon Merah
di atas tanah pada pohon termasuk ranting, daun (Anthocepalus macropillus) yang berada pada
cabang, batang utama, dankulit. Biomassa tegakan Hutan Produksi Terbatas Desa Tatari
Jabon Merah (Anthocpalus macropillus) di atas Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-
permukaan tanah dengan plot pengamatan una yang didapatkan yaitu 198.873,2 m³ dan
berukuran 20 m X 125 m sebanyak 30 petak ukur volume perhektarnya yaitu 267,64 m³/ha.
dengan pengukuran diameter 130 cm di atas 2. Biomassa keseluruhan tegakan Jabon Merah
permukaan tanah dapat dilihat pada tabel berikut (Anthocepalus macropillus) pada Hutan
ini. Produksi Terbatas Desa Tatari Kecamatan
Tabel 4. Biomassa tegakan Jabon Merah Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-una
(Anthocpalus macropillus) 112.870,2 ton dan biomassa perhektar yaitu
No Jenis Tegakan
Biomassa Biomassa 151,5 ton/ha.
(Ton/Ha) (Ton)
1 Pohon 434,57 80.938,54 DAFTAR PUSTAKA
2 Tiang 301,46 11.229,38
3 Pancang 438,76 20.702,31 Daniel, T.W., J.A helms., dan F.S. Barker. 1980.
Total 1.174,79 112.870,2
Prinples of Silvikultur. Mc. Graw Inc. New
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2019 York.
Berdasarkan pada tabel tersebut dapat kita Hakim, AA. 2014. Cadangan Karbon pada Hutan
ketahui bahwa biomassa tingkat pohon Jabon Rakyat Mitra PT. BUMN Hijau Lestari Unit
Merah (Anthocpalus macropillus) 434,57 ton/ha Arjasari Kabupaten Bandung. Institut
dan biomassa keseluruhan tingkat pohon Jabon Pertanian Bogor. Bogor.
Merah (Anthocpalus macropillus) 80.938,54 ton, Hidayah dan Irawan, 2012. Kesesuaian Media
biomassa tingkat tiang Jabon Merah (Anthocpalus Sapih Terhadap Persentase Hidup semai
macropillus) 301,46 ton/ha dan biomassa Jabon Merah (Athocepahalus macrophyllus).
keseluruhan tingkat tiang Jabon Merah Manado : Balai Penelitian Kehutanan
(Anthocpalus macropillus) 11.229,38 ton, Manado.
biomassa tingkat pancang Jabon Merah Mansur. I dan Tuheteru. F. D, 2010. Kayu Jabo.
(Anthocpalus macropillus) 438,76ton/ha dan Penebar Swadaya. Depok.
biomassa keseluruhan tingkat pancang Jabon Misra. 2011. Analisis Citra Landsat Untuk
Merah (Anthocpalus macropillus) 20.702,31 ton. Mengestimasi Potensi Karbon Di Atas
Dengan jumlah biomassa 1.174,79 ton/ha dan total Permukaan Tanah Di Kawasan Hutan
keseluruhan biomassa Jabon Merah (Anthocpalus Pendidikan Universitas Tadulako. Skripsi.
UNTAD. Palu (Tidak dipublikasikan).
macropillus) yaitu 112.870,2 ton, dari hasil
tersebut diketahui biomassa tertinggi ada pada Peraturan Pemerintah Nomor P33. 2009. Dasar
tingkat tegakan pohon, hal ini disebabkan karena Penyusunan Rencana Kerja Usaha (RKU)
pohon memiliki diameter yang lebih besar jika Jangka 10 Tahunan Sebagai Persyaratan
dibandingkan dengan diameter jenis tiang dan Memperoleh IUPHHK Baik Hutan Alam
Maupun Hutan Tanaman, Pedoman
pancang. Ini sesuai dengan pendapat Mark dan
Harper (1977) dalam Tresnawan (2002) Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala
menyatakan bahwa ukuran individu pohon sangat (IHMB).
mempengaruhi jumlah biomassa pohon tersebut. Setyaji T. dkk, 2014. Budi Daya Intensif Jabon
Merah (Athocepahalus macrophyllus). Bogor
Dan menurut Daniel dkk (1980), biomassa satu
jenis pohon dipengaruhi oleh pertumbuhan jenis : kampus IPB Taman Kencana.
tanaman tersebut. Indrajaya Y, 2014. Karbon Tersimpan Dalam
KESIMPULAN Biomassa Agroforestry Jabon-Kapulaga dan
Rumput Gajah Di Kecamatan Pakenjeng,

105
Jurnal Warta Rimba E-ISSN : 2579-6287
Volume 7. Nomor 3.
September 2019
Garut, Jawa Barat ”. Jurnal Balai Penelitian
Teknologi Agroforestry, Ciamis.
Simon H. 2007. Metode Inventore Hutan.
Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Tresnawan H dan Rosalina U, 2002. Pendugaan
Biomassa di atas Tanah di Ekosistem Hutan
Primer dan Hutan Bekas Tebangan, Jurnal.
IPB. Bogor

106

Anda mungkin juga menyukai