SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) TERAPI BERMAIN “MEWARNAI
GAMBAR” PADA ANAK DI RUANG AROFAH RS PKU MUHAMADIYAH
KARANGANYAR
Disusun Oleh:
Nama Kelompok :
1. Amrina Nur Rosyada ( S17162 )
2. Dewa Samudra H.P ( S1719 )
3. Endang Novianti ( S17124)
4. Nianda Ryehan p ( S17090 )
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
TAHUN 2019/2020
A. LATAR BELAKANG
Bermain adalah salah satu aspek penting dari kehidupan anak dan salah satu alat
paling penting untuk penatalaksanaan stres, karena hospitalisasi. Anak-anak perlu
bermain untuk mengeluarkan rasa takut dan cemas yang mereka alami sebagai alat
koping dalam menghadapi stress. Bermain sangat penting bagi mental, emosional dan
kesejahteraan anak seperti kebutuhan perkembangan dan kebutuhan bermain tidak juga
terhenti pada saat anak sakit atau anak di rumah sakit (Wong, 2009).
Terapi bermain adalah suatu bentuk permainan yang direncanakan untuk membantu
anak mengungkapkan perasaannya dalam menghadapi kecemasan dan ketakutan
terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan baginya. Bermain pada masa pra sekolah
adalah kegiatan serius, yang merupakan bagian penting dalam perkembangan tahun-
tahun pertama masa kanak-kanak. Hampir sebagian besar dari waktu mereka dihabiskan
untuk bermain (Elizabeth B Hurlock, 2009).
Anak-anak dapat merasakan tekanan (stress) pada saat sebelum hospitalisasi, selama
hospitalisasi, bahkan setelah hospitalisasi, karena tidak dapat melakukan kebiasaannya
bermain bersama teman-temannnya, lingkungan dan orang-orang yang asing baginya
serta perawatan dengan berbagai prosedur yang harus dijalaninya terutama bagi anak
yang baru pertama kali di rawat menjadi sumber utama stress dan kecemasan / ketakutan
(Carson, dkk, 2012)
Hospitalisasi merupakan masalah yang dapat menyebabkan terjadinya kecemasan
bagi anak. Dengan demikian berarti menambah permasalahan baru yang bila tidak
ditanggulangi akan menghambat pelaksanaan terapi di rumah sakit. Pemberian terapi
bermain ini dapat menunjang tumbuh kembang anak dengan baik. Pada kenyataannya
tidak semua anak dapat melewati masa kanak-kanaknya dengan baik, ada sebagian yang
dalam proses tumbuh kembangnya mengalami gangguan kesehatan. Dengan
memperhatikan hal-hal tersebut diatas, kami melakukan terapi bermain di rumah sakit
khususnya di ruang perawatan anak, sehingga diharapkan asuhan keperawatan dapat
menunjang proses penyembuhan dan dapat menunjang tumbuh kembang anak selama di
Rumah Sakit (Elizabeth B Hurlock, 2009).
B. TUJUAN
1. Tujuan instruksional umum :
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit tentang terapi bermain diharapkan
dapat meminimalkan dampak stress hospitalisasi pada anak.
2. Tujuan instruksional khusus :
Setelah melalui penyuluhan diharapkan klien dan keluarga dapat :
a. Bisa merasa tenang selama dirawat.
b. Anak bisa merasa senang dan tidak takut lagi dengan dokter dan perawat
c. Mau melaksanakan anjuran dokter dan perawat
d. Anak menjadi kooperatif pada perawat dan tindakan keperawatan
e. Kebutuhan bermain anak dapat terpenuhi
f. Dapat melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal
g. Dapat mengekspresikan keinginan, perasaan, dan fantasi anak terhadap suatu
permainan
h. Dapat mengembangkan kreativitas melalui pengalaman bermain yang tepat
i. Agar anak dapat beradaptasi lebih efektif terhadap stress karena sakit
j. Anak dapat merasakan suasana yang nyaman dan aman seperti dirumah Sebagai
alat komunikasi antara perawat – klien.
C. JENI PERMAINAN
Mewarnai gambar
D. MEDIA
1. Crayon
2. Tissue
3. Karpet
4. Kertas bergambar
5. Lembar penilaian
E. METODE
1. Anak diberi penjelasan tentang prosedur pelaksanaan terapi bermain yang meliputi
waktu kegiatan, cara membuat, serta hal-hal lain yang terkait dengan program terapi
bermain.
2. Diawal permainan, anak diperkenalkan dengan kertas bergambar dan crayon, lalu
diberikan penjelasan mengenai cara permainannya .
3. Setelah itu dengan panduan leader, anak diberi contoh bagaimana cara mewarnai yang
baik dan benar seperti contoh.
4. Fasilitator mendampingi dan mengarahkan anak selama bermain mewarnai gambar.
5. Ibu dapat berperan sebagai fasilitator, tetapi tidak boleh ikut terlibat dalam kegiatan
permainan.
6. Setelah waktu yang ditentukan untuk terapi bermain habis, anak dipersilahkan untuk
berhenti, dan diberikan pujian atas keterlibatan anak selama terapi bermain
berlangsung.
7. Observer melakukan pengamatan dan memberikan evaluasi terhadap perilaku anak dan
proses jalannya terapi bermain.
8. Setelah anak selesai mewarnai, anak diharapkan untuk dapat menyebutkan tentang
benda yang dia warnai.
9. Pada akhir kegiatan diberikan pengumuman hasil mewernai terbaik seperti contoh dan
memberikan reward.
10. Kemudian fasilitator mengembalikan hasil karya mereka dan memberikan pujian
kepada semua peserta sebagai reward.
F. PESERTA
5 pasien anak ruang arofah
G. SETTING TEMPAT
Moderator
Penyaji
peserta peserta peserta peserta peserta
fasilitator Notulen
H. WAKTU PELAKSANAAN
1. Hari / tanggal :
2. Waktu :
3. Tempat :
I. PENGORGANISASIAN
1. Penyaji : Dewa Samudra H.P
2. Moderator : Nianda Ryehan P
3. Fasilitator : Endang Novianti
4. Notulen : Amrina Nur Rosyada
J. RENCANA PELAKSANAAN
NO. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. 5 Menit Pembukaan :
Memberikan salam dan
memperkenalkan diri. Menjawab salam
Kontrak waktu mendengarkan
Menyampaikan tujuan
penyuluhan pada sasaran
2. 25 Menit Kegiatan inti :
Memberikan materi tentang terapi Mendengarkan dan
bermain mengikuti arahan
Mewarnai dan menggambar
3. 10 menit Kegiatan Penutup :
Memberikan kesempatan untuk
bertanya.
Menanyakan hal-hal yang telah Mendengarkan dan
dijelaskan. menjawab salam
Memberikan kesimpulan
Pemberian doprize
Menutup acara dengan
mengucapkan salam.
K. KRITERIA EVALUASI
a. Evalusi Struktur
1) Anak hadir di ruangan minimal 6 orang.
2) Penyelenggaraan terapi bermain dilakukan di ruang hematologi BONA lantai 2.
3) Pengorganisasian penyelenggaraan terapi dilakukan sebelumnya
b. Evaluasi Proses
1) Anak antusias dalam kegiatan mewarnai gambar
2) Anak mengikuti terapi bermain dari awal sampai akhir
3) Tidak terdapat anak yang rewel atau malas untuk mewarnai gambar
c. Kriteria Hasil
1) Anak terlihat senang dan gembira
2) Kecemasan anak berkurang
3) Mewarnai gambar sesuai dengan contoh
4) Anak mampu menyebutkan warna yang dipakai
L. ABSENSI
Nama TTD
M. DAFTAR PUSTAKA
Erlita, dr. (2014). Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak. Terdapat pada :
[Link] Diakses pada tanggal 18 Maret 2014
Hurlock, E B. 2012. Perkembangan Anak Jilid 1. Erlangga : Jakarta
Markum, dkk. [Link] Ajar Ilmu Kesehatan Anak, EGC : Jakarta
Munandar, Utami. 2012. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta
Sujiono, Yuliani Nurani dan Bambang Sujiono. 2013. Menu Pembelajaran Anak Usia
Dini. Jakarta: Citra Pendidikan
N. LAMPIRAN
MATERI PENYULUHAN
DEMAM THYPOID PADA ANAK
1. Definisi
Mewarnai adalah proses memberi warna pada suatu media. Mewarnai gambar
diartikan sebagai proses memberi warna pada media yang sudah bergambar. Mewarnai
gambar merupakan terapi permainan yang kreatif untuk mengurangi stress dan kecemasan
serta meningkatkan komunikasi pada anak.
2. Manfaat Bermaain Mewarnai
a. Memberikan kesempatan pada anak untuk bebas berekspresi dan sangat terapeutik
(sebagai permainan penyembuh/”therapeutic play”).
b. Dengan bereksplorasi menggunakan gambar, anak dapat membentuk,
mengembangkan imajinasi dan bereksplorasi dengan ketrampilan motorik halus.
c. Mewarnai gambar juga aman untuk anak usia toddler, karena menggunakan media
kertas gambar dan crayon.
d. Anak dapat mengeskpresikan perasaannya atau memberikan pada anak suatu cara
untuk berkomunikasi, tanpa menggunakan kata.
e. Sebagai terapi kognitif, pada anak menghadapi kecemasan karena proses hospitalisasi,
karena pada keadaan cemas dan stress, kognitifnya tidak akurat dan negative.
f. Bermain mewarnai gambar dapat memberikan peluang untuk meningkatkan ekspresi
emosinal anak, termasuk pelepasan yang aman dari rasa marah dan benci.
g. Dapat digunakan sebagai terapi permainan kreatif yang merupakan metode
penyuluhan kesehatan untuk merubah perilaku anak selama dirawat di rumah sakit.
3. Metode Mewarnai
Ada beberapa metode dalam menggambar yang tujuannya mengembangkan kreativitas
dan imajinasi anak, yaitu :
a. Mewarnai dengan cara mengamati (observasi).
Anak bisa mewarnai gambar tanpa menjiplak atau dengan contoh pola. Dengan
demikian anak dapat melupakan observasi dengan cara menciptakan, bereksperimen,
dan melampaui kemampuannya.
b. Mewarnai berdasarkan pengalaman/kenangan.
Mewarnai dengan metode ini lebih memotivasi anak untuk mewarnai sesuatu
berdasarkan pengalaman dan kenangannya. Saat latihan, harus banyak menggunakan
pertanyaan untuk membantu mereka mengingat detail yang berarti dari pengalaman
mereka.
c. Mewarnai imajinasi.
Kejadian mendorong kita untuk keluar dan bisa diekspresikan dalam bentuk
warna yang cocok untuk gambar tersebut. Mewarnai dengan imajinasi menjadi lebih
efektif dengan latihan yang rutin.
4. Hal – hal Yang Perlu di Perhatikan Saat Mewarnai
a. Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak.
b. Mewarnai disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak..
c. Jangan memaksa anak mewarnai, bila anak sedang tidak ingin mewarnainya.