0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan5 halaman

Sejarah Taman Margasatwa Ragunan

Dokumen tersebut membahas tentang Taman Margasatwa Ragunan sebagai taman konservasi dengan keanekaragaman hayati tinggi dan ekologi komunitas pohon mahoni di taman tersebut. Metode yang digunakan adalah kunjungan lapangan untuk mengamati individu dan populasi pohon mahoni serta mendokumentasikan hasil pengamatan.

Diunggah oleh

Muhamad Iqbal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan5 halaman

Sejarah Taman Margasatwa Ragunan

Dokumen tersebut membahas tentang Taman Margasatwa Ragunan sebagai taman konservasi dengan keanekaragaman hayati tinggi dan ekologi komunitas pohon mahoni di taman tersebut. Metode yang digunakan adalah kunjungan lapangan untuk mengamati individu dan populasi pohon mahoni serta mendokumentasikan hasil pengamatan.

Diunggah oleh

Muhamad Iqbal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan (TMR) merupakan sebuah taman dengan keanekaragaman hayati
yang memiliki nilai konservasi tinggi. Taman Margasatwa Ragunan terletak di daerah Pasar Minggu,
sekitar 20 km dari pusat kota Jakarta, Ia berada di ketinggian 50 m di atas permukaan laut dengan curah
hujan 2300 mm, suhu 27 ° C dan kelembapan 60 %. Taman Margasatwa Ragunan berdiri di atas tanah
latosol merah seluas 147 hektar yang berpenghuni lebih dari 2.009 ekor satwa serta ditumbuhi lebih dari
20.000 pohon.

Taman Margasatwa Ragunan didirikan pada tanggal 19 September tahun 1864 di Batavia ( kini
Jakarta ) dengan nama “Planten en Dierentuin” ini pertama kali di kelola oleh perhimpunan penyayang
Flora dan Fauna Batavia (Culture Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia ).Taman ini berdiri di atas
lahan seluas 10 hektar di Jalan Cikini Raya No 73 yang di hibahkan oleh Raden Saleh, pelukis ternama di
Indonesia.

Setelah Indonesia Merdeka, pada tahun 1949 namanya di ubah menjadi Kebun Binatang Cikini.
Dengan perkembangan Jakarta, Cikini menjadi tidak cocok lagi untuk peragaan satwa. Pada tahun 1964.
Pada masa Gubernur DCI Jakarta Dr. Soemarno dibentuk Badan Persiapan Pelaksanaan Pembangunan
Kebun Binatang untuk memindahkan dari Jl. Cikini Raya no 73 Ke Pasar Minggu Jakarta Selatan yang
diketuai oleh Drh. T.H.E.W. Umboh. , Pemerintah DKI Jakarta menghibahkan lahan seluas 30 ha di
Ragunan , Pasar Minggu. Jaraknya kira-kira 20 Km dari pusat kota. Kepindahan dari Kebun Binatang
Cikini ke Ragunan membawa lebih dari 450 ekor satwa yang merupakan sisa koleksi terakhir dari Kebun
Binatang Cikini.

Kebun Binatang Ragunan dibuka secara resmi pada 22 Juni 1966 oleh Gubernur DKI ( Daerah
Khusus Ibukota ) Jakarta Mayor Jenderal Ali Sadikin dengan nama Taman Margasatwa Ragunan. Pada
tahun 1974 Taman Margasatwa Ragunan dipimpin oleh Benjamin Galstaun direktur pertama waktu itu.

Taman Margasatwa Ragunan mengalami banyak perubahan nama. Namanya berubah menjadi
Badan Pengelola Kebun Binatang Ragunan pada tahun 1983, Kantor Taman Margasatwa Ragunan pada
tahun 2001, UPT ( Unit Pelayanan Teknis ) Taman Margasatwa Ragunan pada tahun 2009, BLUD
(Badan Layanan Umum Daerah ) Taman Margasatwa Ragunan pada tahun 2010, dan Kantor Pengelola
Taman Margasatwa Ragunan sesuai dengan Perda Nomor 12 Tahun 2014 tentang Organisasi Perangkat
Daerah pada tahun 2015.
2.2 Keanekaragaman Hayati

A. Keanekaragaman

Istilah keanekaragaman hayati atau “biodiversitas” menunjukkan sejumlah variasi yang ada pada
makhluk hidup baik variasi gen, jenis dan ekosistem yang yang di suatu lingkungan tertentu.
Keanekaragaman hayati yang ada di bumi kita ini merupakan hasil proses evolusi yang sangat lama,
sehingga melahirkan bermacam-macam makhluk hidup.

Keanekaragaman hayati dapat dikelompokkan atas keanekaraman gen, jenis dan ekosistem.
a. Keanekaragaman Tingkat Gen

• Makhluk hidup tersusun atas unit satuan terkecil yang kita kenal sebagi sel.

• Dalam inti sel terdapat materi pembawa sifat yang disebut gen. Setiap individu memiliki jumlah
dan variasi susunan gen yang berbeda-beda. Pada prinsipnya bahan penyusun Gen setiap
makhluk hidup adalah sama, namun jumlah dan susunanya yang berbeda-beda sehingga
menampilkan sifat-sifat yang berbeda-beda pula.

b. Keanekaragaman jenis

• Variasi warna pada ikan dan warna bunga menunjukkan adanya variasi dalam tingkatan jenis
makhluk hidup.

• Variasi ini disebabkan karena adanya rekombinasi (pencampuran) gengen dalam jenis tersebut
sehingga melahirkan variasi yang lebih beragam.

c. Keanekaragaman tingkat ekosistem

• Suatu ekosistem terdiri dari komunitas hewan, tumbuhan dan mikroorganisme beserta
lingkungan abiotik dimana semua makhluk hidup tersebut berada.

• Kedua komponen ini saling berinteraksi satu dengan lainnya dengan berbagai cara yang berperan
dalam siklus materi dan energi. Keanekaragaman ekosistem dapat dilihat dari variasi ekosistem
berdasarkan batas geografi.

B. Klasifikasi Makhluk Hidup

1. Sistem Klasifikasi

Sistem klasifikasi adalah suatu kajian tentang pengelompokkan makhluk hidup ke dalam tingkatan atau
takson tertentu disebut taksonomi. Seorang tokoh yang sangat berepran dalam klasifikasi makhluk hidup
dan dikenal sebagai Bapak taksonomi adalah Carolus Linnaeus (17071778). Seiring dengan
perkembangan ilmu klasifikasi makhluk hidup, system klasifikasi dapat dibedakan berdasarkan cara dan
tujuannya, yaitu:
a. Sistem klasifikasi buatan (artificial)

Didasarkan pada pertimbangan secara sekehendak hati para ahli taksonomi dengan melihat habitat
(tempat hidup) dan nilai guna dari makhluk hidup tersebut.

b. Sistem klasifikasi alamiah (natural)

Sistem ini didasarkan pada kesamaan morfologi secara fenotip yang ada hubungannya dengan makhluk
hidup yang sesungguhnya

c. Sisitem klasifikasi evolusi (filogenetik)

Sistem klasifikasi ini lebih menekankan aspek hubungan kekerabatan dan sejarah perkembangan evolusi
makhluk hidup yang ada sekarang.

2. Sistem Binomial nomenclatur

Pada pertengahan abad ke-18 (1707-1778) Carolus Linnaeus mengajukkan system penamaan
makhluk hidup dalam tulisannya “Systema nature” dengan istilah “:Binomial nomenclatur” (bi = dua,
nomen = nama) yang artinya tata nama seluruh organisme ditandai dengan nama ilmiah yang dterdiri dari
dua kata latin atau yang dilatinkan.

Kata pertama menunujukkan genus, yang penulisannya dimulai dengan huruf besar, sedangkan
kata kedua merupakan “epitethon spesificum“ artinya penunjukkan jenis (spesies) yang penulisannya
dimulai dengan huruf kecil.

3. Tingkatan/Takson Makhluk Hidup

Kelompok taksonomi pada takson yang sama memiliki katagori yang sama. Urutan takson dari
yang tertinggi sampai terendah adalah Kingdom, Filum/Divisi, Class, Ordo, Familia, Genus,lalu Species.

Setiap takson memiliki persamaan dan perbedaan ciri. Makin tinggi takson makin sedikit
persamaan ciri yang dimilkinya dan dengan demikian makin banyak pula perbedaanya. Sebaliknya makin
rendah takson, mka makin banyak persamaannya dan makin sedikit perbedaanya

2.3 Ekologi

Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yaiutu oikos yang artinya rumah
atau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bsik
interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannnya. Ekologi
berkepentingan dalam menyelidiki interaksi organisme dengan lingkungannya. Pengamatan ini bertujuan
untuk menemukan prinsip-prinsip yang terkandung dalam hubungan timbal balik tersebut.

Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan
ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau),
konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivore), dan pengurai (mikroorganisme).
2.3.1 Interaksi Antarorganisme

Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain, tiap individu akan
selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jens, baik individu dalam satu populasinya
atau individu-indijvidu daripopulasi lain. Interaksi demikian banyak kita lihat di sekitar kita. Interaksi
antar organisme dalm komunitas ada yang sangat erat dan ada yang kurang erat. Interaksi antar organisme
dapat dikategorikan sebagai berikut.

a. Netral
Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama bersifat tidak
menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak, disebut netral. Contohnya: antara capung
dan sapi.
b. Predasi
Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa. Hubungan ini sangat erat sebab tanpa
mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol
populasi mangsa. Contoh: Singan dengan mangsanya, yaitu kijang dan burung hantu dengan tikus.
c. Parasitisme
Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies. Bila salah satu organisme
hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifatr
merugikan inangntya. Contoh: Plasmodium dengan manusia, Taeniasaginata dengan sapi, dan
benalu dengan pohon inang.
d. Komensalisme
Komensalisme merupakan hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies dalam bentuk
kehidupan Bersama berbagi sumber makanan. Salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya
tidak dirugikan. Contoh: anggrek dengan pohon yang ditumpoanginya.
e. Mutualisme
Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling
menguntungkan kedua belah pihak. Contoh: Bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar
kacang-kacangan.
BAB III

Metodelogi

3.1 Lokasi

Praktikum lapangan dilaksanakan pada hari Rabu 25 September 2019 (08.00-Selesai) dengan
mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR).

3.2 Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah alat tulis, smartphone, dan komunitas pohon
mahoni yang ada di Taman Margasatwa Ragunan.

3.3 Cara Kerja

Dalam kunjungan ke Taman Margasatwa Ragunan, dilakukan pengamatan terhadap komunitas


pohon mahoni dengan:

1. Mengamati langsung individu dan populasi yang ada di komunitas pohon mahoni Taman
Margasatwa Ragunan
2. Mengambil gambar dari individu dan populasi yang diamati di komunitas pohon mahoni, serta
mencatat hal-hal penting.

Anda mungkin juga menyukai