NAMA : GAGAS PERDANA PUTRA
NPM : 2121161134
TUTORIAL SAP 2000 – BANGUNAN BERTINGKAT
Mendefinisikan bangunan bertingkat beserta analisisnya
1. Klik New model ( )
2. Ubah satuan menjadi Kg, m, C
3. Pilih Grid Only
Kemudian akan muncul tampilan berikut :
- Number of grid line adalah jumlah garis
X direction isikan 5
Y direction isikan 6
Z direction isikan 4
- Grid spacing adalah jarak antar garis
X direction isikan 4
Y direction isikan 5
Z direction isikan 4
First grid line section tidak usah diisi,
Setelah masuk layar utama, klik kanan, pilh edit grid data, pilih modify, lalu akan muncul
tampilan berikut ini :
Kenapa kita masuk pada tampilan ini? Karena kita akan sedikit mengubah data pada
sumbu x, karena pada saat awa tadi, di kolom Quick grid lines, pada kolom grid spacing
hanya bisa menggunakan 1 ukuran saja, maka dari itu kita harus masuk ke bagian edit
Grid data ini.
4. Pendefinisian pertama, kita harus mengetahui material apa yang digunakan
Klik Define- kemudian klik Material ( )
Ada dua material standar yang diberikan/bawaan dari aplikasi SAP2000 yaitu
992Fy50 untuk material Baja, dan 4000 psi untuk beton.
Kali ini kita akan mencoba menggunakan material yang berasal dari Indonesia, karena
Indonesia tidak ada dalam pilihan table, kita akan membuatnya terlebih dahulu.
Dengan mendefinisikan Material Type : Steel/ Bajal, Concrete/ Beton, Alumunium,
Rebar/Tulangan, Tendon/Kabel, Atau Other/ Lainnya)
Ada beberapa parameter yang harus diketahui untuk membuat material baru, seperti :
- Weight Per Unit Volume (berat per volume/ massa jenis)
- Modulus of Elasticity, E (modulus elastisitas/ perbandingan antara tegangan dan
regangan amterial tersebut)
- Poisson’s Ratio, U (Perbandingan Antara perpanjangan dan perpendekan akibat
beban, deformasi axial vs deformasi lateral)
- Coefficient of Thermal Expansion, A (Faktor muai akibat suhu)
- Shear Modulus (Modulus geser, secara otomatis di definisikan)
5. Klik Add Material, akan muncul tampilan seperti berikut :
- Pilih User karena akan membuat material sendiri
- Material Type untuk jenis materialnya
6. Setelah itu klik Modify/Show Material, disini kalian bisa mengedit data dari material yang
akan digunakan
Material Name and Display Color, untuk mengganti nama material (isikan Beton SNI
Fc25Mpa)
Material Type, jenis material yang digunakan (isikan Concrete)
Material Grade, untuk merubah kuat tekan beton (isikan 2500 psi)
Weight per Unit Volume, berat jenis harus sesuai dengan PPURG dalam kasus ini
menggunakan beton bertulang (isikan 24 kN/m)
Modulus of Elasticity, E juga diatur dalam PPURG (isikan 23500 MPA)
Poisson’s Ratio, U menggunakan 0.17 untuk beton
Specified Concrete Compressive Strength, Fc (isikan 25 MPA)
7. Kemudian Klik Add Material, untuk mendesain Tulangan Pokok
8. Setelah itu klik Modify/Show Material, disini kalian bisa mengedit data dari material yang
akan digunakan
Material Name and Display Color, untuk mengganti nama material (isikan Tulangan
Pokok)
Material Type, jenis material yang digunakan (isikan Rebar)
Material Grade, (isikan 40)
Weight per Unit Volume, berat jenis harus sesuai dengan PPURG dalam kasus ini
menggunakan baja (isikan 78,5 kN/m)
Modulus of Elasticity, E juga diatur dalam PPURG (tidak usah dirubah)
Minimum Yield Stress, Fy menggunakan 240 MPA untuk baja
Minimum Tensile Stress, Fu (isikan 370 MPA)
Expected Yield Stress, Fye menggunakan 240 MPA
Expected Tensile Stress, Fue menggunakan 370 MPA
9. Untuk membuat Tulangan Sengkang,
klik Add Copy of Material
lalu merubah Material Name and Display Color menjadi (Tulangan Sengkang).
Karena parameter nya hampir sama dengan Tulangan Pokok
Klik Ok jika sudah selesai
- pada tampilan diatas, kita sudah memiliki 3 material dengan standar SNI, setelah itu kita
akan lanjut ke bagian lain yaitu merencanakan struktur bangunan itu sendiri.
- Mengapa untuk material dibedakan menjadi beberapa bagian? Karena jika pada saat
mendesain, lalu tidak terdesain dengan baik maka kita tinggal merubah desain salah satu
material yang dirasa kurang baik.
10. Mendefinisikan bentuk dari penampang struktur, dalam kasus ini terdiri dari bentuk profil
Balok yang umum
pilih Define - pilih Section Properties ( ) – pilih Frame Section ( )
pilih Add New Property
kemudian pilih material yang ingin digunakan, dalam kasus ini menggunakan
Concrete /Beton berbentuk Rectangular
- Beri nama profil tersebut, (isikan Balok 25/20)
- Depth (t3) / tinggi, isikan : 0,25 m
- Width (t2) / lebar, isikan : 0,20 m
- Material, isikan sesuai dengan material yang digunakan pada saat define
material, pilih Beton SNI Fc25MPA, sebagaimana tadi kita sudah
membuatnya.
-
Concrete Reinforcement, mendefinisikan perkuatan beton
- Longitudinal Bars, tulangan penahan momen (isikan Tulangan Pokok)
- Confinement Bars, tulangan penahan geser (isikan Tulangan Sengkang)
- Design Type, pilih Beam
- Concrete Cover, untuk top dan bottom (isikan 0,04)
Setelah selesai klik OK
Untuk menambahkan batasan Momen Inersia dari balok, klik Set Modifier – Moment
of Inertia (isikan 0.35) sesuai dengan SNI Beton
11. Mendefinisikan penampang kolom, Add New Property – Concrete ( )
– Retangular.
Section Name, ubah nama menjadi Kolom 30/25
Depth (t3) / tinggi, isikan : 0,3 m
Width (t2) / lebar, isikan : 0,25 m
Material, isikan sesuai dengan material yang digunakan pada saat define material,
pilih Beton SNI Fc25MPA
Concrete Reinforcement, mendefinisikan perkuatan beton
- Longitudinal Bars, tulangan penahan momen (isikan Tulangan Pokok)
- Confinement Bars, tulangan penahan geser (isikan Tulangan Sengkang)
- Design Type, pilih Column
- Clear Cover for Confinement Bars (isikan 0,04)
Setelah selesai klik OK
- Number of Longit Bars Along in 3-dir (isikan 4)
- Number of Longit Bars Along in 2-dir (isikan 5)
- Longitudinal Bar Size (isikan 16d)
- Confinement Bar Size (isikan 10d)
- Longitudinal Spacing (isikan 0,3)
- Untuk Check/Design pilih Reinforcement to be Designed
Set Modifiers, Faktor pengurangan Inersia (isikan 0.7) sesuai dengan SNI Beton
Jika sudah membuat frame properties, klik ok.
12. Mendifinisikan bentuk dari plat lantai
pilih Define - pilih Section Properties ( ) – pilih Area Section ( )
pilih Add New Property
- Beri nama profil tersebut, (isikan Pelat Tebal 12 cm)
- Type, (isikan Shell – Thin)
- Material Name (isikan Beton SNI Fc25MPA
- Thickness, untuk Membrane dan Bending (isikan 0,12)
pilih Set Modifiers, faktor pengurangan Inersia menurut SNI Beton
- Membrane f11 modifiers (isikan 0,25)
- Membrane f22 modifiers (isikan 0,25)
- Membrane f12 modifiers (isikan 0,25)
- Bending m11 modifiers (isikan 0,25)
- Bending m22 modifiers (isikan 0,25)
- Bending m12 modifiers (isikan 0,25)
13. Menggambar garis untuk mendefinisikan balok arah sumbu y dengan draw special
joint,pilih draw, pilih special joint, lalu akan muncul tampilan berikut
Sebelum mulai menggambar, pastikan pada kolom section, ubah menjadi Balok karena
kita akan menggambar balok, Lalu langsung mulai saja menggambar, hasilnya seperti
berikut :
Setelah semua selesai, agar lebih mudah menggambar untuk lantai berikutnya, ,
Lalu, akan muncul tampilan berikut :
- dx, adalah jarak kearah sumbu X
- dy, adalah jarak kearah sumbu Y
- dz, adalah jarak kearah sumbu Z (isikan 4)
- Number adalah jumlah yang akan di Replicate (isikan 2)
14. Menggambar garis untuk mendefinisikan kolom dengan draw special joint,pilih draw,
pilih special joint, lalu akan muncul tampilan berikut :
Setelah selesai satu bagian, lalukan Replicate agar lebih cepat sesuai searah sumbu y, lalu
setelah 1 lantai selesai, lakukan replicate kembali searah sumbu z, maka hasilnya akan
seperti berikut :
15. Untuk memberikan tumpuan pada Gedung, Klik tampilan X-Y Plane, untuk menampilkan
sumbu X-Y dari Atas
Setelah tampilan nya aktif, lalu klik ( ) untuk menempatkan detail gambar dilantai
bawah
16. Klik Assign, Joint, Restraints, karena yang pertama dilakukan adalah mengedit tumpuan
17. Lalu akan muncul tampilan seperti gambar dibawah, pilih ( ) anggap bangunan ini
menggunakan sendi jepit
18. Setelah berada dilantai 2, lalu klik Quick Draw Area ( ) – Pelat Tebal 12 cm.
Kemudian klik pada suatu area untuk memasang pelat lantai tersebut, jangan lupa pada
properties object diganti menjadi lantai.
Hasilnya akan seperti dibawah
19. Untuk mempermudah membuat pelat lantai, Klik Set Select Mode ( ) – klik pada lantai
yang sudah terpasang pelat lantai. Klik Edit – Replicate.
Bila pelat lantai sudah terpasang maka akan tampil seperti berikut
Tampilan pada saat akan me-Replicate
- dx, adalah jarak kearah sumbu X
- dy, adalah jarak kearah sumbu Y
- dz, adalah jarak kearah sumbu Z (isikan 4)
- Number adalah jumlah yang akan di Replicate
20. Langkah berikutnya membagi pelat tersebut menjadi section yang lebih kecil tujuan
nya untuk menghasilkan analisa pelat yang lebih akurat. Block semua pelat lantai, Edit
– Edit Areas ( ) – Devine Areas ( )
Along Edge from Point 1 to 2 adalah bentang searah sumbu X berarti bentang
sejauh 4m (isikan 4)
Along Edge from Point 1 to 3 adalah bentang searah sumbu Y berarti bentang
sejauh 4m (isikan 5)
Lalu tampilan akan menjadi seperti dibawah ini :
21. Pertama kita membuat beban gempa, Devine – Functions ( ) – Response Spectrum (
). Choose Function Type to Add diganti ke User lalu klik Add New Function
Function Name, (WILAYAH 2 TANAH SEDANG)
Define Function, Untuk mengisi kolom tersebut kita harus mengikuti peraturan
SNI gempa tentang Response Spectrum dan Memasukan nilai – nilai yang ada di
kurva.
22. Setelah Response Spectrum nya terbentuk, Klik lagi Define – Load Patterns ( ). Akan
muncul tampilan seperti berikut:
Untuk Beban Mati, (Load Pattern Name [DEAD], Type [DEAD], Sell Weight
Multiplier [1]) lalu klik Add New Load Pattern
Untuk Beban Hidup, (Load Pattern Name [LIVE], Type [LIVE], Sell Weight
Multiplier [0]) lalu klik Add New Load Pattern
Untuk Beban Gempa, (Load Pattern Name [QUAKE], Type [QUAKE], Sell
Weight Multiplier [0], Auto Lateral Load Pattern [USER COEFFITIENT]) lalu
klik Add New Load Pattern
Untuk Beban Hujan, (Load Pattern Name [RAIN], Type [OTHER], Sell Weight
Multiplier [0]) lalu klik Add New Load Pattern
- Load Pattern Name, (isikan sesuai dengan beban – beban yang akan
diberikan)
- Type, (isikan sesuai dengan Load Pattern Name)
- Sell Weight Multiplier, (isikan 0)
- Auto Lateral Load Pattern, (isikan dengan User Coeffitient, karena agar sesuai
dengan Response Spectrum yang telah dibuat)
23. Klik Define – Load Case ( ). Akan muncul tampilan seperti dibawah ini.
Pada fungsi Define Load Case ini untuk mengedit beban gempa, Klik pada
QUAKE – Modify/Show Load Case.
Mengganti Load Case Type (Response Spectrum)
- Load Name, (isikan U1) searah sumbu X karena menjadi sumbu terlemah yang
terdapat portal melintang
- Function, (isikan Zona Wilayah 2)
- Scale Factor, (isikan sesuai dengan tipe Gedung yang dirancang menurut SNI
gempa)
24. Klik Define – Mass Source ( ). Faktor besar pengaruh gempa akibat beban. Akan
muncul tampilan seperti dibawah ini. Pilih Modifiy/Show Mass Source.
Pilih Specified Load Patterns
- Untuk beban Mati (DEAD) isi Multiplier dengan (1) lalu klik Add. Jadi
beban mati suatu gedung yang dikonfersi ke beban gempa adalah satu kali.
- Untuk beban Hidup (LIVE), isi Multiplier dengan (0,3) lalu klik Add.
Karena ada koefisien reduksi beban hidup untuk gempa sesuai dengan
PPURG, untuk kasus ini diasumsikan fungsi gedung adalah kantor
25. Klik Define – Load Combination ( ) – Add New Combo. Kombinasi ini harus sesuai
dengan SNI Beton
Load Combination Name (1,4D), Load Case Name (DEAD), Load Case Type
(Linier Static), Scale Factor (1,4), lalu Add dan OK
Add New Combo, Load Combination Name (1,2D+1,6L+0.5R), Load Case Name
(DEAD), Load Case Type (Linier Static), Scale Factor (1,2), lalu Add, Load Case
Name (LIVE), Load Case Type (Linier Static), Scale Factor (1,6), Add Load Case
Name (RAIN), Load Case Type (Linier Static), Scale Factor (0,5), Add dan OK
Add New Combo, Load Combination Name (1,2D+1,0L+1,0Q), Load Case Name
(DEAD), Load Case Type (Linier Static), Scale Factor (1,2), lalu Add, Load Case
Name (LIVE), Load Case Type (Linier Static), Scale Factor (1,0), Add Load Case
Name (QUAKE), Load Case Type (Linier Static), Scale Factor (1,0), Add dan OK
26. Mendefinisikan beban yang bekerja seperti beban mati, beban hidup, dan beban angin.
Untuk memudahkan dalam pemberian beban, ubah ke pandangan atas (
) posisi kan pada lantai dua.
Block semua lantai dua dan tiga, klik Deselect ( )– Properties ( ) – Area
Section ( ) - Pelat Tebal 12 cm karena yang pertama kali diinput adalah beban
dinding.
Assign – Frame Loads ( ) – Distibuted ( )
- Load Pattern (isikan DEAD), Load (isikan 10)
Display – Show Object Load Assigns ( ) – Frame ( ) – Load Pattern Name
(DEAD)
Ada beberapa macam dalam pembebanan pelat (beban mati), tetapi dalam kasus
ini pembebanan mengikuti PPURG
klik Select ( )– Properties ( ) – Area Section ( ) - Pelat Tebal 12 cm
Klik Assign – Area Loads ( ) – Uniform Shell
- Load Pattern Name (DEAD)
- Load (isikan 0.77)
Sekarang memasukan beban hidup, yang diasumsikan hanya terdapat dilantai 2
dan 3
Seperti pada poin sebelumnya, posisikan tampilan pada lantai 2 dan 3 lalu Block
semua. Kemudian lakukan Deselect untuk menghilangkan seleksi terhadap balok
dan kolom.
Select – Deselect ( ) – Deselect Line Parallel to ( ) – Coordinate Axes or
Plane ( )– Deselect Coordinate X dan Y
Assign – Area Load ( ) - Uniform Shell
Sekarang memasukan beban hujan, yang diasumsikan hanya terdapat dilantai 4
Seperti pada poin 34, posisikan tampilan pada lantai 4 lalu Block semua.
Kemudian lakukan Deselect untuk menghilangkan seleksi terhadap balok dan
kolom.
Select – Deselect ( ) – Deselect Line Parallel to ( ) – Coordinate Axes or
Plane ( )– Deselect Coordinate X dan Y
Assign – Area Load ( ) - Uniform Shell
27. Jika terjadi masalah seperti overlap balok dan posisi pelat yang terlalu masuk ke balok
pada tampilan 3D yang telah di-Extrude.
Maka hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
Select ( )– Select Line Parallel to ( ) – Coordinate Axes or Plane ( )–
Pilih X dan Y – OK
Assign – Frame ( ) – Insertion Point ( ), Untuk memperbaiki posisi pelat
- Insertion Point adalah fasilitas untuk menggeser balok guna meletakan nya
pada posisi yang tepat
- Cardinal Point, (isikan Top Center)
Select ( )– Select Line Parallel to ( ) – Coordinate Axes or Plane ( )–
Pilih X dan Y – OK
Assign – Frame ( ) – End (Length) Offsets ( )- Automatic from Connectivity,
Untuk memperbaiki overlap balok
28. Setelah itu dapat dilakukan analisis
Analyze – Set Analysis Option ( ) – Space Frame – OK
Analyze – Run Analysis Option ( ) – MODAL (Do Not Run) – Run Now – Beri nama
(Gedung Lantai 3)
Kembalikan ke bentuk awal ( ) – klik ( ) – pilih Frame/Cable/Tendons (Untuk
portal)– pilih kombinasi (1,2D+1L+1Q) – pilih moment 3-3 – OK
Klik ( ) – Shells (Untuk Pelat) – pilih kombinasi (1,2D+1,6L+0,5R) – pilih
MMax – OK
29. Tahap terakhir adalah pendisainan
Klik ( ) – View/Revise preference
- pilih (ACI318-05/IBC 2009)
- Phi (Tension Controlled) diganti menjadi 0,8
Select Design Combos
- Klik semua kombinasi nya
- Lalu klik Add
- Untuk Automatically Generate Code based Design jangan diceklis
- Ok
Start Design/Check of Structure
- Untuk mengidentifikasi batang mana yang dirasa perkuatan nya lemah
Verify All Members Passed
- Lalu akan muncul notifikasi, klik Yes untuk memperbaiki batang yang
perkuatannya dirasa lemah
View – Show Selection Only ( ) – Klik kanan pada bagian yang telah terseleksi –
Summary –
- Maka akan muncul hasil analisis dari bagian tersebut
- Dan cara memperiki nya adalah sebagai berikut
Klik Unlock Mode ( )
Perbesar penampang yang setelah dianalisis lemah
- Devine – Section Properties ( ) – Frame Sections ( )
- Modify bagian yang akan diperbesar penampangnya
30. Lalu analisis ulang
Analyze – Run Analysis Option ( ) – MODAL (Do Not Run) – Run Now
Klik View - Show All ( ) – klik ( )
Lalu klik Verify All Members Passed, jika masih terdapat bagian yang kurang kuat
maka lakukan perbaikan dengan cara mengulang langkah sebelumnya sampai tidak
ada bagian yang lemah.