100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
330 tayangan46 halaman

Optimalisasi Posbindu PTM Puskesmas Bangetayu

Rancangan ini membahas optimalisasi kegiatan Posyandu balita di wilayah Puskesmas Bangetayu Kota Semarang. Tujuannya adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita. Rancangan ini meliputi landasan teori, profil organisasi, dan rencana kegiatan yang meliputi sosialisasi, bimbingan teknis, dan evaluasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

amanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
330 tayangan46 halaman

Optimalisasi Posbindu PTM Puskesmas Bangetayu

Rancangan ini membahas optimalisasi kegiatan Posyandu balita di wilayah Puskesmas Bangetayu Kota Semarang. Tujuannya adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita. Rancangan ini meliputi landasan teori, profil organisasi, dan rencana kegiatan yang meliputi sosialisasi, bimbingan teknis, dan evaluasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

amanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR DALAM PERAN KEDUDUKAN


APARATUR SIPIL NEGARA

OPTIMALISASI KEGIATAN POSBINDU PTM


DI WILAYAH PUSKESMAS BANGETAYU
KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG

Disusun oleh:
Nama : dr. Aris Maulana
NIP : 19920514 201902 1 004
Gol./Angkatan : III / II
No. Presensi : 10
Jabatan : Dokter Ahli Pertama
Unit Kerja : UPTD PUSKESMAS BANGETAYU
Coach : Tri Mardiyanti Ratnasari, SE, [Link]
Mentor : dr. Suryanto Setyo Priyadi

PEMERINTAH KOTA SEMARANG BEKERJA SAMA DENGAN


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
2019

i
HALAMAN PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR


DALAM PERAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III
ANGKATAN II

OPTIMALISASI KEGIATAN POSBINDU PTM DI WILAYAH PUSKESMAS


BANGETAYU KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG

Nama : dr. Aris Maulana


NIP : 19920514 201902 1 004
Nomor Absen: 10

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada :


Hari/tanggal : Senin, 8 Juli 2019
Tempat : Balai Diklat Kota Semarang

Semarang, 08 Juli 2019


Peserta Pelatihan Dasar CPNS

dr. Aris Maulana


NIP. 199920514 201902 1 004

Menyetujui,
Coach, Mentor,

Tri Mardiyanti Ratnasari, SE, M. Acc dr. Suryanto Setyo Priyadi


Widyaiswara Ahli Muda Kepala Puskesmas Bangetayu
NIP. 19710317 199703 2 005 NIP.19650621 199903 1 004

ii
HALAMAN PENGESAHAN

Judul : Optimalisasi Kegiatan Posbindu PTM Di Wilayah


Puskesmas Bangetayu Kecamatan Genuk Kota Semarang
Nama : Aris Maulana
NIP : 19920514 201902 1 004
Unit Kerja : UPTD PUSKESMAS BANGETAYU

Telah diseminarkan,

Tempat : Balai Diklat Kota Semarang


Hari/tanggal : Senin, 08 Juli 2019

Peserta Pelatihan Dasar

dr. Aris Maulana


NIP. 199205142019021004

Coach, Mentor,

Tri Mardiyanti Ratnasari, SE, [Link] dr. Suryanto Setyo Priyadi


Widyaiswara Ahli Muda Kepala Puskesmas Bangetayu
NIP. 19710317 199703 2 005 NIP. 19650621 199903 1 004

Narasumber,

Drs. Sigit Sumarhaen Yanto, [Link]


Widyaiswara Ahli Utama
NIP. 19560401 198003 1 015

iii
PRAKATA

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat


dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Rancangan
Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai Dasar ASN Diklat Latsar CPNS
Golongan III Angkatan III dengan judul “Optimalisasi kegiatan Posbindu
PTM di wilayah bangetayu Wetan UPTD Puskesmas Bangetayu “
Rancangan aktualisasi ini dapat terwujud atas bantuan dari berbagai
pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyak hambatan
dalam penulisan karya tulis ini, namun karena bantuan dan dukungan dari
berbagai pihak maka karya tulis ini dapat terselesaikan. Dalam
kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada:
1. Allah SWT yang senantiasa mencurahkan Rahmatnya-Nya;
2. Hendrar Prihadi ,SE, MM. Selaku Walikota Semarang;
3. Drs. Mohamad Arief Irwanto, [Link], selaku kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi
Jawa Tengah beserta jajarannya;
4. [Link] Satyawati selaku Kepala BKPP Kota Semarang;
5. Drs. Sigit Sumarhaen Yanto, [Link] Selaku Narasumber yang
memberikan saran, masukan perbaikan untuk penyempurnaan
rancangan aktualisasi ini sehingga dapat diterapkan dengan lebih
baik;
6. dr. Suryanto Setyo Priyadi Kepala UPTD Puskesmas Bangetayu
selaku mentor yang telah memberikan masukan dan arahan sehingga
rancangan Aktualisasi ini dapat diselesaikan dengan baik;
7. Tri Mardiyanti Ratnasari, SE, [Link] selaku coach yang senantiasa
dengan sabar, cermat, teliti dan sepenuh hati membimbing penulis
dalam menyusun rancangan Aktualisasi ini;
8. Seluruh Widyaiswara dan Binsuh yang telah memberikan ilmunya
selama kegiatan pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan II;
9. Seluruh rekan-rekan peserta LATSAR golongan III tahun 2019,
terutama pada angkatan II atas Inspirasi, kekompakan, bantuan, dan
dukungannya;
10. Kedua orang tua yang selalu memberikan doa dan dukungannya
untuk penulis;

iv
11. Keluarga Besar UPTD Puskesmas Bangetayu Kota Semarang;
12. Semua pihak yang membantu terselesaikannya karya tulis ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan rancangan Aktualisasi ini
masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis berharap kritik
dan saran yang membangun untuk perbaikan rancangan ini. Semoga
rancangan ini bermanfaat dan dapat penulis realisasikan seluruhnya
dengan baik.

Semarang, 08 Juli 2019


Penulis

dr. Aris Maulana

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………….………….. I
HALAMAN PERSETUJUAN......................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN............................................................. iii
PRAKATA………………………………………................................ iv
DAFTAR ISI…………………………………..………....................... vi
DAFTAR GAMBAR………………………………………………….. viii

v
DAFTAR TABEL……………………………………………..……..... ix
BAB I PENDAHULUAN……………………………………...…...... 1
A. Latar Belakang………………...................................... 1
B. Identifikasi Isu 4
C. Dampak Jika Isu Tidak diselesaikan 8
D. Rumusan Masalah…………….... 8
[Link]..………………………………………………… 8
[Link]………………………………………………… 9
BAB II LANDASAN TEORI………………………………………… 10
[Link] dan Perilaku Bela Negara…………………….. 10
[Link] Dasar Pegawai Negeri Sipil……………………. 11
[Link] dan Peran PNS dalam NKRI…………... 27
BAB III PROFIL ORGANISASI……………………………………. 32
[Link] Organisasi…………………………………... 32
1. Dasar hukum pembentukan Organisasi…………. 32
2. Visi, Misi Dan Tujuan Organisasi………………….. 32
3. Struktur Organisa Dan Job Deskripsi……………… 34
4. Deskripsi SDM, Sarpras Dan Sumber Daya Lain 36
[Link] Jabatan Peserta Diklat………………………. 37
[Link] model……………………………………………. 37
BAB IV RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI……………... 39
[Link] Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan
dengan Nilai ANEKA……................................. 40
[Link] Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi 53
[Link] dan Strategi Menghadapi Kendala…… 54
BAB V PENUTUP………………………………………… 56
DAFTAR PUSTAKA……………………………………… 57
DAFTAR RIWAYAT HIDUP……………………………… 58

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Struktur UPTD Puskesmas Bangetayu……….................. 35

Gambar 3.2 Role Model........................................................................ 37

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Identifikasi Isu........................................................................4


Tabel 1.2 Analisis APKL.........................................................................6
Tabel 1.3 Indikator USG.........................................................................8
Tabel 4.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi di UPTD Puskesmas
Bangetayu ........................................................................... 42
Tabel 4.2 Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi.............52
Tabel 4.3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala........................53

viii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah dan diangkat oleh petugas pembina
kepegawaian serta digaji berdasarkan peraturan perundang-
undangan. Kondisi ideal tata perilaku ASN diatur dengan detail
dalam UU ASN No.5 th.2014 pasal 3 yaitu bertingkah laku sesuai
nilai dasar, berkode etik, komitmen, integritas, tanggung jawab
pada pelayan publik bagi masyarakat, berkompeten, professional
dalam bertugas, dan mampu menjalankan peran sebagai perekat
persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila serta UUD
1945. ASN memiliki peranan yang penting menentukan dalam
mengelola kekayaan alam yang melimpah, potensi sumber daya
manusia, peluang pasar yang besar dan demokrasi yang stabil
secara efektif dan efisien. Sejumlah keputusan strategis mulai dari
merumuskan kebijakan sampai pada implementasi kebijakan dalam
berbagai sektor pembangunan dilaksanakan oleh PNS.
Untuk dapat membentuk sosok ASN yang mampu mengerti
tugas pokok dan fungsi yang sesuai kode etik, nilai dasar, dan kode
perilaku ASN yang diaktualisasikan kedalam tindakan sehari hari
maka perlu dilaks anakan pembinaan melalui jalur pendidikan dan
pelatihan (diklat). Dasar penyelenggaraan pelatihan dasar CPNS
adalah mengacu pada UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara dan PP No. 11 tahun 2017 tentang manajemen ASN.
Tujuan dari diklat prajabatan ini yaitu untuk membangun integritas
moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan
kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung
jawab dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
Menurut Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN),
nomor 12 tahun 2018 tentang pedoman penyelenggaraan diklat
latsar CPNS golongan III, dinyatakan untuk membentuk ASN

1
profesional dibutuhkan pembaharuan pola diklat. Untuk itu LAN
memadukan pembelajaran klasikal dan non-klasikal. Untuk
pembelajaran klasikal berfungsi untuk memperkuat nilai-nilai dasar
ASN, yaitu mengenai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti korupsi. Lima nilai dasar ini dikenal
dengan ANEKA. Sedangkan untuk pembelajaran non klasikal dapat
dilaksanakan di tempat pelatihan lain maupun di tempat kerja
sehingga memungkinkan peserta mampu menginternalisasi,
menerapkan, serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi).
Program aktualisasi ditujukan untuk membentuk ASN yang
berkarakter yang sesuai dengan nilai nilai dasar ASN. Aktualisasi
dilaksanakan pada tiap unit kerja masing-masing dengan tahapan
pertama yaitu menyusun rancangan aktualisasi. Penulis akan
melakukan aktualisasi pada unit kerjanya yaitu Puskesmas
Bangetayu. Puskesmas Bangetayu adalah unit pelaksana teknis
Dinas Kesehatan Kota Semarang yang bertanggung jawab
menyelenggaraan pembangunan Kesehatan di wilayah kerja
sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan kota Semarang,
Puskesmas Bangetayu berperan menyelenggarakan sebagian dari
tugas teknis operasional Dinas Kesehatan Kota Semarang dan
merupakan unit pelaksana tingkat pertama dalam memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Puskesmas berperan
menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal.
Dengan demikian Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak
pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata
pertama.
Penyakit tidak menular (PTM) telah menjadi masalah besar di
masyarakat Indonesia. Penyakit tidak menular cenderung terus
meningkat secara global dan nasional telah menduduki sepuluh
besar penyakit penyebab kematian. Kasus terbanyak dari penyakit

2
tidak menular tersebut salah satunya adalah diabetes melitus (DM)
dan hipertensi.
Meningkatnya Penyakit Tidak Menular (PTM) tidak saja
berdampak pada meningkatnya morbiditas, mortalitas, dan
disabilitas di kalangan masyarakat, melainkan juga berdampak
pada meningkatnya beban ekonomi baik di tingkat individu maupun
di tingkat negara pada skala nasional. Sebab, PTM berakibat pada
63% atau 57 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun. Total
biaya yang dikeluarkan untuk menanggulangi penyakit diabetes di
Amerika pada tahun 2007 mencapai 218 milyar dolar. Sementara
itu, World Economic Forum menyatakan bahwa total pengeluaran
dunia untuk mengatasi PTM adalah lebih dari US $ 30 triliun untuk
20 tahun ke depan.
Data dari puskesmas Bangetayu menunjukkan angka penyakit
tidak menular meningkat dari tahun 2017 hingga tahun 2018.
Penyakit hipertensi dan diabetes mellitus menjadi penyakit
terbanyak yang mendominasi pada sektor penyakit tidak menular di
wilayah kerja Puskesmas Bangetayu. Pada tahun 2017, jumlah
penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu
mencapai 4165, sedangkan tahun 2018 mencapai 4464. Penderita
DM di wilayah kerja puskesmas Bangetayu mencapai 1641 jiwa
pada tahun 2017, sedangkan pada tahun 2018 mencapai 1793.
Prinsip pencegahan penyakit tidak menular dilakukan dengan
mengutamakan preventif, promotif melalui berbagai kegiatan
edukasi dan promotif-preventif, dengan tidak mengesampingkan
aspek kuratif-rehabilitatif melalui peningkatan jangkauan dan
kualitas pelayanan gizi dan kesehatan. Cara lain yang dapat
dilakukan yaitu dengan cara menggerakkan masyarakat untuk
melakukan aktivitas fisik dan menimbang berat badan secara
teratur. Puskesmas juga dapat melibatkan semua sektor, baik
Pemerintah maupun masyarakat, untuk secara nyata melakukan
sinergi dalam melakukan PTM.
Berdasarkan uraian tersebut, peserta berniat untuk mengambil
peningkatan kasus tidak menular dikarenakan jumlah dan

3
penanganan kasus tidak menular di puskesmas Bangetayu masih
belum optimal.
B. Identifikasi Isu
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi
beberapa isu yang ditemukan penulis dalam melaksanakan tugas
sebagai Dokter Umum di instansi tempat kerja, yaitu di UPTD
Puskesmas Bangetayu, diantaranya:
Tabel 1.1 identifikasi isu

Sumber
Isu/Peran dan
Kondisi yang
No Identifikasi Isu Kedudukan Kondisi Saat Ini
Diharapkan
ASN Dalam
NKRI

Kurang maksimalnya Pelayanan Setiap Petugas Setiap Petugas


upaya promotif dan Publik Medis/ Paramedis Medis/ Paramedis
preventif kepada hanya melakukan tidak hanya mampu
penderita PTM/ dengan upaya kuratif saja, melakukan upaya
resiko PTM di wilayah tetapi kurang kuratif saja, tetapi
UPTD Puskesmas maksimal juga dapat
1 Bangetayu memberikan upaya memberikan upaya
promotif dan promotif dan
preventif kepada preventif kepada
penderita PTM/ penderita PTM/
dengan resiko PTM. dengan resiko PTM.

Minimnya peran serta Pelayanan Masyarakat yang Meningkatnya


kader untuk mengikuti Publik belum terlalu jumlah antusias
program Posbindu antusias mengikuti masyarakat dalam
program posbindu kegiatan posbindu di
2 diwilayah UPTD
wilayah puskesmas
Puskesmas Bangetayu bangetayu

4
Belum optimalnya Manajemen Belum optimalnya Diharapkan pasien
kerjasama lintas ASN kerjasama dalam dengan (Penyakit
program di UKP dengan penangan gizi pada Tidak Menular)
mendapatkan
poli gizi untuk melawan pasien dengan
penangan/ konseling
dan mencegah PTM di Penyakit Tidak gizi secara optimal.
3 wilayah lingkup UPTD Menular (PTM).
Puskesmas Bangetayu
Kota Semarang.

Belum optimalnya Pelayanan Kurang optimalnya Posbindu PTM yang


kegiatan Posbindu Publik Posbindu PTM yang sudah terbentuk
Posbindu PTM di sudah terbentuk di nantinya dapat
WoG (Whole of wilayah kerja dimanfaatkan
4 wilayah UPTD Government) puskesmas maksimal oleh
Puskesmas Bangetayu. bangetayu masyarakat untuk
kegiatan deteksi dini
PTM

5 Belum optimalnya Pelayanan Belum optimalnya Dengan adanya


Posyandu remaja dalam Publik posyandu remaja posyandu remaja
upaya pencegahan yang sudah nantinya dapat di
penyakit tidak menular di terbentuk manfaatkan untuk
wilayah UPTD deteksi dini dan
Puskesmas bangetayu. konseling.

Dari uraian isu diatas, kemudian ditetapkan berdasarkan


pendekatan APKL, yaitu aktual, problematik, kekhalayakan, dan
layak/kelayakan. Kemudian, setelah diperoleh hasil dari APKL, maka
akan dianalisis ke tahap selanjutnya. Dari kelima isu tersebut, perlu
dilakukan analisa untuk mengetahui bagaimana memahami isu tersebut
secara utuh. Maka diperlukan alat bantu penetapan problematik isu
dengan teknik menentukan apakah isu tersebut memenuhi problema A-
P-K-L (aktual, problematic, kekhalayakan, layak) atau tidak.

1. Aktual artinya isu tersebut benar-benar terjadi dan sedang hangat


dibicarakan dalam masyarakat.

2. Problematik artinya isu tersebut memiliki dimensi masalah yang


kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya secara
komprehensif.

5
3. Kekhalayakan artinya isu tersebut menyangkut hajat hidup orang
banyak.

4. Layak artinya isu tersebut masuk akal, realistis, relevan, dan dapat
dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

Table 1.2 Analisis APKL


Kriteria
No Sumber Isu Identifikasi Isu Keterangan
A P K L

Kurang maksimalnya
upaya promotif dan
preventif kepada penderita
Pelayanan
1 PTM/ dengan resiko PTM + + + + MS
Publik
di wilayah UPTD
Puskesmas Bangetayu
Kota Semarang.

Minimnya peran serta


kader untuk mengikuti
Pelayanan program Posbindu
2 + + - + TMS
Publik diwilayah UPTD
Puskesmas Bangetayu
Kota Semarang.

Belum optimalnya
Manajemen kerjasama lintas program
ASN di UKP dengan poli gizi
untuk melawan dan
3 + + + - TMS
WoG (Whole mencegah PTM di wilayah
of lingkup UPTD Puskesmas
Government) Bangetayu Kota
Semarang.

Pelayanan Belum optimalnya


Publik kegiatan Posbindu PTM di
wilayah UPTD Puskesmas
4 + + + + MS
WoG (Whole Bangetayu Kota
of Semarang.
Government)

Belum optimalnya
Posyandu remaja dalam
Pelayanan upaya pencegahan
5 penyakit tidak menular di + + + - MS
Publik wilayah UPTD
Puskesmas bangetayu
Kota Semarang.

Keterangan: (+) : memenuhi syarat, (-) : tidak memenuhi syarat

6
Berdasarkan metode APKL dari tabel di atas diperoleh 3 (tiga)
isu yang memenuhi syarat yaitu: Kurang maksimalnya upaya
promotif dan preventif kepada penderita PTM/ dengan resiko PTM
di wilayah UPTD Puskesmas Bangetayu, Belum optimalnya
promosi kegiatan Posbindu di wilayah yang sudah terbentuk
Posbindu PTM di wilayah bangetayu Wetan UPTD Puskesmas
Bangetayu, dan Belum optimalnya Posyandu remaja dalam upaya
pencegahan penyakit tidak menular di wilayah UPTD Puskesmas
bangetayu. Beberapa isu tersebut kemudian dianalisis lagi dengan
menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth)
dengan rentang penilaian 1-5.
1. Urgency yaitu seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,
dianalisis dan ditindaklanjuti.
2. Seriousness yaitu seberapa serius suatu isu harus dibahas
yang dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan.
3. Growth didefinisikan sebagai seberapa besar memburuknya isu
tersebut jika tidak ditangani dengan segera.
Tabel 1.3 Indikator USG

No Isu U S G Jumlah Prioritas

Kurang maksimalnya upaya


promotif dan preventif kepada
1 penderita PTM/ dengan resiko 5 5 3 13 II
PTM di wilayah UPTD Puskesmas
Bangetayu.

Belum optimalnya kegiatan


Posbindu di wilayah yang sudah
2 terbentuk Posbindu PTM di 5 5 4 14 I
wilayah UPTD Puskesmas
Bangetayu.

Belum optimalnya Posyandu


remaja dalam upaya pencegahan
3 4 3 3 10 III
penyakit tidak menular di wilayah
UPTD Puskesmas bangetayu

Keterangan: berdasarkan Skala Likert 1-5


1 = sangat kecil, 2 = kurang
3 = cukup 4 = besar 5 = sangat besar.

7
Dari analisis USG yang telah dilakukan, isu yang terpilih atau
core issu adalah “Belum optimalnya kegiatan Posbindu di PTM di
wilayah UPTD Puskesmas Bangetayu” mendapat prioritas pertama
untuk diselesaikan dengan perolehan skor 14.
C. Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan
Dampak isu belum optimalnya kegiatan Posbindu PTM di
wilayah kelurahan bangetayu Wetan UPTD Puskesmas Bangetayu”
jika tidak dilakukan upaya peningkatan adalah:
1. Meningkatnya jumlah kasus resiko penyakit tidak menular di
UPTD Puskesmas Bangetayu
2. Kurang optimal dalam deteksi dini jumlah penyakit tidak
menular
3. Meningkatnya angka kecacatan karana komplikasi penyakit
tidak menular
4. meningkatnya angka kematian akibat penyakit tidak menular
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah pada rancangan
aktualisasi ini adalah
“Bagaimana menginternalisasi Nilai Dasar ASN Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi dalam
rangka Optimalisasi penangan penyakit tidak menular melalui
kegiatan posbindu di wilayah kecamatan genuk puskesmas
bangetayu sehingga dapet memberikan kontribusi visi misi dan nilai
organisasi?”
E. Tujuan
Untuk menginternalisasi Nilai Dasar ASN Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi dalam
rangka Optimalisasi penangan penyakit tidak menular melalui
kegiatan posbindu di wilayah kecamatan genuk puskesmas
bangetayu sehingga dapet memberikan kontribusi visi misi dan nilai
organisasi.

8
F. Manfaat
1. Manfaat
a. Bagi peserta latsar
1) Dapat menerapkan nilai-nilai dasar ASN pada saat
menjalankan tugas di Puskesmas Bangetayu
2) Dapat merubah pola pikir sehingga menjadi individu
yang lebih professional, berkomitmen, beretika dan
berintegritas.
3) Sebagai tempat belajar mengembang tugas dan
tanggung jawab sebagai abdi masyarakat
b. Manfaat bagi unit kerja
1) Terwujudnya visi, misi unit kerja
2) Semakin optimalnya Puskesmas Bangetayu dalam

memberikan pelayanan kepada masyarakat baik di


Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) maupun Upaya
Kesehatan Masyarakat (UKM)

BAB II
PROFIL ORGANISASI

9
A. IDENTITAS ORGANISASI

1. DASAR HUKUM PEMBENTUKAN ORGANISASI


Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 75 Tahun 2017 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif, dan preventif, untuk mencapai
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah
kerjanya.
Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang agar terwujud derajat masyarakat yang [Link]
upaya dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yang dilakukan
secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu.

2. VISI, MISI,DAN TUJUAN ORGANISASI


a. Visi
Terwujudnya pelayanan kesehatan dasar yang bermutu, serta
masyarakat yang mandiri dalam bidang kesehatan.
b. Misi
1) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar paripurna,
bermutu, manusiawi serta terjangkau oleh masyarakat
2) Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
3) Membangun citra pelayanan dengan memperlakukan
pengguna layanan kesehatan sebagai pusat perhatian
4) Membangun kemitraan dengan semua pihak pelayanan
kesehatan dalam pengembangan kesehatan masyarakat
c. Nilai-Nilai Organisasi Puskesmas
1) Cermat
2) Empati
3) Ramah
4) Inovatif
5) Amanah
d. Tujuan

10
1) Tujuan Umum
Melaksanakan pelayanan, pembinaan dan
pengembangan upaya kesehatan secara paripurna
kepada masyarakat di wilayah kerjanya
2) Tujuan Khusus
a) Pelayanan upaya kesehatan, kesejahteraan ibu dan
anak, KB, perbaikan gizi, perawatan kesehatan
masyarakat, pencegahan dan pemberantasan
penyakit, upaya kesehatan institusi, olah raga,
pengobatan termasuk pelayanan darurat karena
kecelakaan, kesehatan gigi dan mulut, laboratorium
kesehatan lainnya dan pencatatan serta pelaporan
b) Pembinaan upaya kesehatan, peran serta masyarakat,
koordinasi semua upaya kesehatan, sarana pelayanan
kesehatan, pelaksanaan pelayanan rujukan medic dan
rujukan kesehatan, pemantauan sarana dan
pembinaan teknis kepada Pustu, sarana pelayanan
kesehatan lainnya dan kader pembangunan kesehatan
c) Pengembangan upaya kesehatan dalam hal
pembangunan kader dibidang kesehatan di wilayah
kerjanya dan pengembangan kegiatan swadaya
masyarakat
d) Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh Kepala
Dinas Kesehatan
e. Sasaran
1) Melaksanakan dan mengembangkan upaya kesehatan
dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat.
2) Mengurangi penderita sakit
3) Membina masyarakat di wilayah kerja untuk berperan serta
aktif dan diharapkan mampu menolong diri sendiri dibidang
kesehatan
3. STRUKTUR ORGANISASI DAN JOB DESKRIPSI
a. Struktur organisasi
Sesuai dengan Peraturan Walikota Semarang No. 97 tahun
2016 tentang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi,
Tugas Dan Fungsi, Serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis
Dinas Pusat Kesehatan Masyarakat Kota Semarang, susunan
11
organisasi UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat adalah sebagai
berikut:
1) Susunan Organisasi UPTD Puskemas Bangetayu
terdiri dari :
a) Kepala
b) Sub Bagian Tata Usaha
c) Jabatan Fungsional.
2) Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian
yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala UPTD.
3) Bagan organisasi UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat
sebagaimana berikut :

12
STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS BANGETAYU DINAS KESEHATAN KOTA SEMARANG TAHUN 2019

KEPALA PUSKESMAS
dr. SURYANTO SETYO PRIYADI

KEPALA TATA USAHA


NURKHAYATI
MANAGER PELAYANAN
dr. YUNI SUSANTI

PERENCANAAN KEUANGAN PENCATATAN PELAPORAN INVENTARIS


NURKHAYATI BETTY K. SKM NUR HASANAH HENNY, SKM

Bendahara Bendahara BOK Bendahara Penerima Bendahara Pengeluaran


BLUD Indriyani Nur Hasanah Putu W
PENANGGUNG JAWAB UKM PENANGGUNG JAWAB UKP Betty K, SKM, Msi
Betty Khatalina, SKM, [Link] dr. Sri Wahyuningrum

PENANGGUNG JAWAB JARINGAN PENUNJANG


DAN JEJARING PELAYANAN
Koordinator promkes : Marlina, SKM Pemeriksaan Umum : dr. Aris Maulana Dr. Dian Rukmorini
Pengelola UKS & UKGS : drg. Nugraheni Panca Pemeriksaan Lansia : Sukati , AmD Pemeliharaan cold chain : Esti Wijayanti
Pengelola PHBS : Marlina, SKM Kesehatan Ibu dan Kb : Ambarwati, SST Costumer service : Nizarudin Annas
Pengelola posyandu : Idah Hamidah Kesehatan Anak : Esti W, Amd, Keb Penyimpan barang : Henny Tavifi
Pengelola pengobatan Tradisional/selfcare : Sri anggraini Kesehatan gigi mulut : drg. Nugraheni P.I Kebersihan : Puji astutik, sulastri, Nurwati
PUSTU
Koordinator kesehatan lingkungan : Henny tavif ,SKM Ruang rawat inap Umum : St. Nurkhamah, AmK Penjaga malam: Supriyono
Ruang rawat inap bersalin : Putu W, Am. Keb  Pustu Kudu :
Koordinator KIA-KB masyarakat : Esty Wijayanti, [Link] 1. Nurul amin Sopir : Muhdi,Aditya Nur W.
Pengelola kesehatan anak : Esty Wijayanti, [Link] Pengelola ruang laboratorium: suyutinah, Am, Ak
Pengeola ruang apotek :Supriyanti, S. Farm, Apt 2. Vina puji rejeki
Pengelola kesehatan ibu : Ambarwati, SST 3. Wahyu hidayah
Pengelola kesehatan remaja : drg. Dendy vetriadi Pengelola ruang IGD : Indriyani, AMKeb
Koordinator gizi masyarakat : Agus Suseno, Am. Gz Pengelola ruang Gizi : Agus Suseno, Am. Gz
Pengelola ruang sanitasi : Henny Tavifi, SKM  Pustu karangroto
Koordinator pencegahan dan pengendalin penyakit : Betty Khatalina, SKM, [Link] 1. Siti Nurlaila S
Pengelola TBC/Kusta : Mulyo W 2. Supiyatun
Pengelola P2TVZ : Betty K, SKM, Msi 3. Sakban
Pengelola PTM : dr. Aris Maulana
Pengelola HIV/IMS : dr. Yuni Susanti
Pengelola Diare : Siti nurkhamah, AMK
Pengelola ISPA : M. Nurul amin
Pengelola imunisasi : Esty Wijayanti, [Link]
Koordinator Promkes : Sukati AmK

13
4. DESKRIPSI SDM, SARPRAS, DAN SUMBER DAYA LAIN
a. Keadaan Pegawai
Pegawai di UPTD Puskesmas Bangetayu berjumlah 59 orang
yang terdiri dari 31 orang PNS, 5 orang CPNS, dan 23 orang
pegawai non ASN.
b. Struktur Bangunan
UPTD Puskesmas Bangetayu memiliki 4 bangunan, yaitu :

1) Puskesmas Bangetayu terdiri dari 20 ruangan dalam


kondisi baik
2) Rawat Inap terdiri dari 9 ruangan dalam kondisi baik
3) Pustu Kudu terdiri dari 7 ruangan dalam kondisi baik
4) Pustu Karangroto terdiri dari 6 ruangan dalam kondisi
baik.

UPTD Puskesmas Bangetayu memiliki batas wilayah :

Utara : Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk

Selatan :Kelurahan Tlogomulyo , Kecamatan


Pedurungan

Barat : Kelurahan Muktiharjo Lor, Kecamatan Genuk

Timur : Kabupaten Demak

c. Sarana/ peralatan
Peralatan medis Puskesmas Bangetayu sudah cukup
memadai, missal : tensimeter, timbangan tinggi badan/ berat
badan, stetoskop, penlight, pulse oxymeter, alat bedah minor,
ekg, peralatan pelayanan BP Umum, BP Gigi, BP Lansia ,
laboratorium , KB, KIA, cukup untuk dapat menunjang
pelayanan dan masih dalam keadaan baik, berfungsi dan
terpelihara.

14
B. TUGAS DAN JABATAN PESERTA DIKLAT
Peserta Diklat ditempatkan di UPTD Puskesmas Bangetayu,
sebagai Dokter Umum. Tugas Pokok dan fungsi melaksanakan
tugas pelayanan di Puskesmas Bangetayu antara lain :
1. Pelaksana tindakan khusus o/ dr. Umum Tk pertama ;
2. Melakukan tindakan khusus o/ dr. Umum tk sederhana;
3. Melakukan kunjungan atau visit pada pasien rawat inap;
4. Menguji kesehatan individu;
5. Melakukan pemeriksaan fisik tk. sederhana;
6. Melakukan pemeliharaan kesehatan anak;
7. Melakukan penyuluhan medik;
8. Melakukan pencatatan medik baik rawat jalan maupun rawat
inap;

C. ROLE MODEL SEBAGAI INSPIRATOR

Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM (K). (lahir
di Jakarta, 11 April 1949; umur 69 tahun) adalah Menteri Kesehatan
Indonesia pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Ia juga seorang
ahli oftalmologi (ilmu penyakit mata) dan guru besar Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Nila Moeloek adalah putri pasangan perantau Minangkabau. Dia
menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia. Kemudian ia melanjutkan pendidikan spesialis
mata, serta mengikuti program sub-spesialis di International
Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di

15
Kobe University, Jepang. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan
konsultan Onkologi Mata dan Program Doktor Pasca-Sarjana di FKUI.
Selain menjadi dokter di Rumah Sakit Cipto
Mangunkusumo Kirana, ia juga menjadi ketua umum Dharma Wanita
Persatuan Pusat (2004-2009), Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis
Mata (Perdami), dan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI)
periode 2011-2016. Beliau juga sangat memikirkan perkembangan
kesehatan yang menyeluruh untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Penulis berharap dapat mencontoh teladan yang diberikan oleh
Menteri Kesehatan Republik Indonesia tersebut dan menerapkan hal-
hal yang beliau lakukan sesuai dengan kapasitas dan peranan di
lingkungan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

16
BAB IV
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan


Nilai ANEKA
Unit Kerja : UPTD Puskesmas bangetayu semarang.

Identifikasi isu :
1. Kurang maksimalnya upaya promotif dan
preventif kepada penderita PTM/ dengan
resiko PTM di wilayah UPTD Puskesmas
Bangetayu Kota semarang
2. Minimnya peran serta kader untuk mengikuti
program Posbindu diwilayah UPTD
Puskesmas Bangetayu Kota Semarang.
3. Belum optimalnya kerjasama lintas program
di UKP dengan poli gizi untuk melawan dan
mencegah PTM di wilayah lingkup UPTD
Puskesmas Bangetayu Kota Semarang.
4. Belum optimalnya kegiatan Posbindu PTM di
wilayah bangetayu Wetan UPTD Puskesmas
Bangetayu Kota Semarang.
5. Belum optimalnya Posyandu remaja dalam
upaya pencegahan penyakit tidak menular di
wilayah UPTD Puskesmas bangetayu Kota
Semarang.

Isu yang diambil : Belum optimalnya kegiatan Posbindu di wilayah


yang sudah terbentuk Posbindu PTM di wilayah
bangetayu Wetan UPTD Puskesmas Bangetayu
Kota Semarang.

17
Tabel 4.1 Rancangan Gagasan : Optimalisasi kegiatan Posbindu PTM (penyakit Kegiatan Aktualisasi
di UPTD Puskesmas penyelesaian Tidak Menular) di wilayah bangetayu Wetan Bangetayu Kota
Semarang isu UPTD Puskesmas Bangetayu Kota Semarang.
:
1. Melakukan koordinasi dengan kader-kader
Kegiatan yang
untuk sosialisasi dan menjalankan kembali
akan dilakukan
kegiatan posbindu di kelurahan bangetayu
wetan.
2. Melakukan penyuluhan dengan memberikan
leaflet tentang Penyakit Tidak Menular
3. Melakukan Deteksi Dini dengan pengukuran
Tekan Darah, BB, TB, dan Pemeriksaan lab
dengan GDS stik.
4. Melakukan pelatihan atau refresing kader
posbindu tentang tugas dan peran masing –
masing kader dalam melaksanakan kegiatan
posbindu .
5. Membuat Group WA berkoordinasi dengan
kader- kader posbindu.

18
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

1. Melakukan 1. Konsultasi 1. Dalam Akuntabilitas Dilaksanakan Dengan Tidak


koordinasi dengan konsultasi (Tanggung jawab) nya kegiatan melaksanakan optimalnya
dengan kepala dengan kepala sosialisasi kegiatan peran kader
kader-kader puskesmas puskesmas, kader untuk sosialisasi dalam
untuk tentang saya Etika Publik menjalankan kader untuk melakukan
sosialisasi rencana mengedapankan sopan santun kembali menjalankan kegiatan
dan materi sikap sopan (kebajikan). kegiatan kembali posbindu di
menjalanka sosialisai santun(kebajika (respect) posbindu di kegiatan wilayah
n kembali pengumpulan n). (respect) kelurahan posbindu di kelurahan
kegiatan kader . menjelaskan bangetayu kelurahan bangetayu
posbindu di tujuan konsultasi wetan. bangetayu wetan.
kelurahan sehingga sesuai wetan
bangetayu Tersusunnya dengan misi menguatkan
wetan. konsep kegiatan ke 2 nilai organisasi
aktualisasi dan organisasi :
habituasi serta yaitu Cermat
terbentuknya tim Mendorong
(sumber: teknis atas kemandirian
inovasi ) arahan Kepala masyarakat
Puskesmas. untuk hidup
sehat

19
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

2. Membuat 2. Tercetaknya Akuntabilitas


undangan undangan,saya ( Tanggung jawab)
mengedepan ( kejelasan )
kan ketelitan,
cermat
(kejelasan) dan
dapat
dipertanggung
jawabkan .

[Link] [Link] Akuntabilitas


dengan kader koordinasi dengan ( Tanggung jawab)
posbindu kader posbindu
dengan jumlah Etika Publik
yang hadir sesuai (koordinasi)
undangan
dilakukan dengan
komitmen yang
kuat dan rasa
tanggung jawab.

20
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

2. Melakukan 1. Membuat [Link] Akuntabilitas Dilaksanakan Dengan Pengetahuan


penyuluhan desain leaflet konsultasi dan ( Tanggung jawab) nya kegiatan melaksanakan masyarakat
dengan dan disetujuinya leaflet penyuluhan kegiatan tentang
memberikan mengkonsulta yang telah dibuat Nasionalisme dengan penyuluhan penyakit
leaflet sikan kepada oleh kepala (Musyawarah, sila memberikan dengan tidak menular
tentang kepala puskesmas, dalam ke-4 Pancasila) leaflet memberikan kurang,
Penyakit puskesmas. berkonsultasi saya tentang leaflet tentang sehingga
Tidak mengedepan sikap Penyakit Penyakit Tidak dapat
Menular sopan santun Komitmen Mutu Tidak Menular meningkatka
(kebajikan). (efektif dan Menular. mengutamaka n kasus baru
(respect) leaflet inovatif) sesuai n nilai : PTM.
dibuat secara dengan visi Ramah
(sumber: inovatif dan Etika Publik organisasi
Inovasi) efektif ,dan (sosialisasi) yaitu
tanggung jawab (Kebajikan) Terwujudnya
serta (respect) pelayanan
mengutamakan kesehatan
musyawarah. dasar yang
Menghargai setiap bermutu,
masukan yang serta
diberikanoleh masyarakat
kepala yang mandiri
puskesmas . dalam bidang
kesehatan.

21
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

2. Mencetak 1. Tercetaknya .
leaflet leaflet yang Anti Korupsi
sudah ( jujur)
dikonsultasikan,
dalam mencetak
menggunakan
dana secara
jujur apa
adanya.

22
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

3. Membagikan 3. Terbaginya Etika public


leaflet kepada leaflet dan (Kebijakan)
peserta terlaksananya
kemudian penyuluhan
melakukan dengan tata Komitmen Mutu
penyuluhan. bahasa yang (inovatif)
sopan, santun
dan ramah, Anti Korupsi
dikemas dengan (sederhana)
bahasa sederhana (Adil)
dan inovatif.
Membuka sesi
tanya jawab
secara adil
sehingga Setelah
dilakukannya
penyuluhan
diharapkan
masyarakat
mampu memahami
tentang penyakit
tidak menular

23
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

3. Melakukan 1. Menyiapkan 1. Saya Akuntabilitas Dilaksanakan Deteksi Dini Terlambatnya


Deteksi Dini alat tensi meter, menyiapkan (Tanggung jawab) nya kegiatan dengan penanganan
dengan gluko test, peralatan dengan Deteksi Dini pengukuran penyakit
pengukuran timbangan. tanggung jawab Komitmen Mutu dengan Tekan Darah, tidak
Tekan dan sepenuh hati (sepenuh hati) pengukuran BB, TB, dan menular.
Darah, BB, sehingga Tekan Darah, Pemeriksaan
TB, dan tersedianya alat BB, TB, dan lab dengan Menurunnya
Pemeriksaa tensi Pemeriksaan gds stik. case
n lab meter,timbangan, lab dengan detection rate
gluko test. gds stik untuk kasus

24
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

dengan 2. Melakukan 2. Dalam Akuntabilitas memberikan menguatkan penyakit


GDS stik. pemeriksaan melakukan (tanggung jawa kontribusi nilai-nilai tidak menular
sederhana dan pemeriksaan fisik (transparan) terhadap misi cermat ramah
pengukuran sederhana dan ke 3
tekan darah, pengukuran Etika public yaitu
BB, TB dan lab tekanan darah, (melakukan Menyelengga
(sumber: TB,BB dan pemeriksaan) rakan
Inovasi) laboratorium saya (kebajikan) pelayanan
mengedepan sikap kesehatan
sepenuh hati, Komitmen Mutu dasar
tanggung jawab, (sepenuh hati) paripurna,
transparan dan bermutu,
ramah(kebajikan) manusiawi
sehingga serta
Terkumpulnya data terjangkau
data masyarakat oleh
yang beresiko masyarakat
PTM.

25
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

3. Melakukan 3. Terlaksananya Akuntabilitas


konsultasi hasil konsultasi (Kejelasan)
pemeriksaan kesehatan setelah (tanggung jawab)
dilakukan
pemeriksaan fisik Etika public
sederhana, (kebajikan)
pengukuran (respect)
tekanan darah, TB,
BB dan Komitmen Mutu
laboratorium, saya (sepenuh hati)
mengedepankan (orientasi Mutu)
sikap sopan
santun
(kebajikan),
respect, ramah,
sepenuh hati,
menjelasakan hasil
pemeriksaan
dengan cermat
(orientasi mutu)
jelas dan
tanggung jawab

26
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

4 Melakukan 1. Menyiapkan 1. Saya Akuntabilitas Dilaksanakan Dengan Kader kader


pelatihan materi tentang mengedepan (Tanggung jawab) nya program pelatihan atau tidak
atau tugas dan peran sikap tanggung tersebut refresing kader memahami
refresing kader jawab, inovatif, Komitmen Mutu pelatihan posbindu peran dan
kader sepenuh hati (inovatif) atau tentang tugas tugasnya
posbindu dan berorientasi (sepenuh hati) refresing dan peran masing –
tentang mutu sehingga (orientasi mutu) kader masing – masing
tugas dan Tersusunnya posbindu masing kader sehinga
peran konsep materi tentang menguatkan kegiatan
masing - kegiatan. tugas dan nilai-nilai: tidak optimal.
masing peran inovatif
kader dalam masing –
melaksanak masing kader

27
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

an kegiatan 2. Konsultasi 2 . Dalam Akuntabilitas dalam


posbindu. dengan kepala konsultasi dengan (Tanggung jawab) melaksanaka
puskesmas kepala puskesmas, n kegiatan
saya Nasionalisme posbindu
(sumber: mengedapankan (Musyawarah, sila sesuai
inovasi yang sikap sopan ke-4 Pancasila) dengan misi
disetujui santun(kebajikan). ke-1 yaitu
atasan) (respect) Etika Publik Menyelengga
menjelaskan (Kebajikan) rakan
tujuan konsultasi (respect) pelayanan
dengan penuh kesehatan
kejelasan, dan dasar
tanggung jawab paripurna,
serta bermutu,
mengutamakan manusiawi
musyawarah. serta
masukan yang terjangkau
diberikan oleh oleh
kepala puskesmas masyarakat
sehingga di
setujuinya
kegiatan.

28
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

3. Melakukan 3. Saya Akuntabilitas


revisi materi mengedepankan (tanggung jawab)
sikap tanggung
jawab, cermat
sehingga
terselesainya revisi
materi tepat waktu.
4. Membuat 4. Saya Akuntabilitas
undangan mengedepankan ( Tanggung jawab)
ketelitani, cermat ( kejelasan )
(kejelasan) , dan
dapat
dipertanggung
jawabkan
sehingga
tercetaknya
undangan.
[Link] 5. Terlaksananya Akuntabilitas
kegiatan kegiatan pelatihan (tanggung jawab)
pelatihan atau tentang tugas dan
refresing kader peran kader Etika Publik
posbindu posbindu PTM (kebersamaan)
tentang tugas saya
dan peran kader mengedepankan
dalam rasa

29
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

melaksanakan kebersamaan dan


kegiatan tanggung jawab
posbindu . kader posbindu
PTM paham akan
tugas dan
perannya masing-
masing.
5 Membuat 1. Konsultasi 1. Terlaksananya Akuntabilitas Dilaksanakan Dengan Bila tidak ada
Group WA dengan konsultasi dengan (Tanggung jawab) nya program melaksanakan group
berkoordina kepala kepala puskesmas, Membuat koordinasi di WhatsApp
si dengan puskesmas saya Group WA grop whatsApp akan
kader- kader tentang mengedapankan Etika Publik berkoordinasi akan menyulitkan
posbindu. pembuatan sikap sopan (Kebajikan) dengan menguatkan untuk
dan santun(kebajikan) (respect) kader- kader nilai-nilai berkoordinasi
persetujan . (respect) posbindu inovatif tentang
group menjelaskan memberikan kegiatan
(sumber: WhatsApp tujuan pembuatan kontribusi posbindu
inovasi) group whatApp terhadap misi penyakit
dengan penuh ke-4 yaitu tidak
kejelasan, Membangun menular.
tanggung jawab Kemitraan
mendapatkan dengan
arahan dan semua pihak
pesrsetujan. pelayanan

30
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

2. Meminta 2. Mendapatkan Akuntabilitas kesehatan


persetujuan nomer telpon (kepercayaan) dalam
para kader kader kader untuk pengembang
dan mendata memudahkan an kesehatan
nomer telpon. komunikasi Komitmen Mutu masyarakat.
seacara efektif (Efektif)
dan efisien dalam (Efisien)
kegiatan posbindu
PTM, saya
mengedapankan
sikap sopan
santun(kebajikan)
. (respect)
menjelaskan
tujuan pembuatan
group whatsApp
agar terbinanya
kepercayaan.

31
N Kegiatan Tahapan Output/hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Dampak jika
o Kegiatan Kegiatan dengan terhadap Visi Nilai-Nilai kegiatan tidak
Materi Misi Organisasi Dilaksanakan
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8

3. Membuat 3. Terbentuknya Akuntabilitas


group group whatsApp (tanggung jawab)
WhatsApp saya mengedepan
BATAS PILAR kan tanggung Etika Publik
(Bangetayu jawab untuk (Kebersamaan)
Berantas menjaga
Penyakit kerahasiaan. Komitmen Mutu
Tidak Membuat WA (inovasi)
menular). group merupakan
inovasi untuk
mendorong
komunikasi dan
kerjasama dalam
kegiatan posbindu

B. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi


Tabel 4.2 Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi
JULI AGUSTUS
N Bukti
Kegiatan
o Kegiatan
10

12
13
14
15

16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10

12
13

14

15
11
32
Foto,
notulen,
Koordinasi
undanga
1. dengan kader-
ndan
kader
daftar
hadir
Foto,
Melakukan

Dislipidemi
undanga

Hipertensi

Jantung
penyuluhan
n, leaflet

PENERIMAAN LAPORAN HASIL


DM
2. tentang
dan
Penyakit Tidak
daftar
Menular
hadir

SEMINAR HASIL
Foto,
Melakukan undanga
pengukuran n, daftar
3. Tekan Darah, hadir,
BB, TB, dan dan hasil
GDS pemeriks
aan
Foto,
Melakukan
materi,
pelatihan atau
4. dan
refresing kader
daftar
posbindu
hadir
Tangkapa
Membuat Group n layar
5.
WA group
whatsapp

C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala


Kegiatan habituasi rancangan aktualisasi nilai–nilai dasar ASN akan dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2019
sampai dengan 12 Agustus 2019 di posbindu diwilayah puskesmas bangetayu. Dalam pelaksanaannya
dimungkinkan terjadinya kendala-kendala yang berisiko menghambat kegiatan yang telah direncanakan menjadi

33
kurang optimal. Oleh karena itu diperlukan antisipasi untuk menghadapi kendala-kendala tersebut, sehingga dampak
yang menghambat kegiatan tersebut dapat diminimalisir. Antisipasi dalam menghadapi kendala-kendala selama
aktualisasi dapat dijelaskan lebih lanjut pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
Antisipasi dan Strategi
No Kegiatan Kendala
Menghadapi Kendala
Melakukan koordinasi dengan Beberapa kader tidak hadir dalam Mengunjungi rumah kader agar
kader-kader untuk sosialisasi dan undangan tersebut. tidak miss communication.
menjalankan kembali kegiatan
1
posbindu di kelurahan bangetayu
wetan.

Melakukan penyuluhan dengan Peserta tidak paham tentang materi Membuat rancangan penyuluhan
memberikan leaflet tentang yang di sampaikan. semenarik mungkin.
2
Penyakit Tidak Menular

Melakukan Deteksi Dini dengan Stik GDS kurang atau habis sehingga Mengedukasi untuk cek di
pengukuran Tekan Darah, BB, TB, peserta tidak mendapatkan puskesmas.
3 dan Pemeriksaan lab dengan gds pemeriksaan lab Menambah stik GDS
stik.

Melakukan pelatihan atau jumlah kader yang datang sedikit dan Melaksanakan kegiatan di hari
refresing kader posbindu tentang kader tidak paham materi pelatihan minggu dan membuat materi
tugas dan peran masing – masing dengan bahasa yang mudah
4
kader dalam melaksanakan dipahami.
kegiatan posbindu .

5 Membuat Group WA berkoordinasi Tidak semua kader memiliki Melakukan koordinasi dengan

34
dengan kader- kader posbindu. smartphone jaringan komunikasi lewat sms

35
BAB V
PENUTUP

A. PENTINGNYA RANCANGAN AKTUALISASI DIBUAT


Pentingnya Rancangan Aktualisasi dibuat untuk menjadi pedoman
dan panduan untuk menyelesaikan isu melalui gagasan pemecah isu
yang tertuang dalam kegiatan yang dirancang. Dengan adanya
pelaksanaan kegiatan aktualisasi yaitu Optimalisasi penangan penyakit
tidak menular melalui kegiatan posbindu di wilayah kecamatan genuk
puskesmas bangetayu Kota Semarang diharapkan dapat menghasilkan
output yang sesuai dengan perencanaannya. Selain itu dengan
membuat Rancangan Aktualisasi, penulis dapat memahami nilai-nilai
dasar ANEKA yang diimplementasikan dalam berbagai kegiatan selama
melakukan aktualisasi maupun dalam pelaksanaan tugas dan
fungsinya. Penulis juga faham mengenai sikap dan perilaku yang
dapat memberikan kontribusi terhadap visi dan misi organisasi serta
menguatkan nilai organisasi.

B. DAMPAK APABILA RANCANGAN AKTUALISASI TIDAK DIBUAT

Apabila rancangan aktualisasi ini tidak dibuat maka dapat


mengakibatkan dampak berupa tidak terselesaikannya isu yang ada di
unit kerja dan dapat menghasilkan berbagai masalah yang lebih
kompleks terkait penyakit tidak menular. Selain itu pemahaman
mengenai nilai-nilai dasar ANEKA menjadi kurang karena tidak ada
pedoman dan panduan dalam mengimplementasikan nilai-nilai
tersebut.

36
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara,[Link] Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara,[Link] Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara,[Link] Publik Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara,[Link] Mutu Modul Pendidikan
dan Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta:Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara,[Link] Korupsi Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan III. Jakarta:Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara,[Link] Publik Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara,[Link] of Government Modul
Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara,[Link] ASN Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.

37
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Aris Maulana


Formasi Jabatan Dokter Ahli Pertama
NIP 19920514 201902 1 004
Tempat/Tgl. Lahir Demak, 14 Mei 1992
Alamat Rumah Bulusari Rt 01 Rw 02 Kec. Sayung [Link]

Nomor HP 081225803647
Alamat Kantor Jl. Raya Bangetayu Genuk Semarang Telp (024)
6584353
Alamat e-mail lanaaries@[Link]

RIWAYAT PENDIDIKAN

Nama Sekolah Tahun Lulus Jurusan


SD N Bulusari 2004 -
SLTP N 1 Sayung 2007 -
SMA N 2 Semarang 2010 IPA
Universitas Islam Sultan
2017 Profesi dokter
Agung

38

Common questions

Didukung oleh AI

Program Posyandu remaja berkontribusi dalam pencegahan penyakit tidak menular melalui kegiatan deteksi dini dan konseling kesehatan yang berfokus pada kelompok usia remaja, sehingga dapat menangkal faktor risiko sejak dini. Ini termasuk edukasi gaya hidup sehat yang penting dalam membangun kebiasaan baik pada remaja untuk menurunkan risiko PTM .

Pendekatan APKL digunakan untuk menilai apakah isu tersebut aktual, problematik, relevan untuk khalayak banyak, dan layak untuk dibahas lebih lanjut. Dalam kasus Puskesmas Bangetayu, hanya isu yang memenuhi keempat kriteria ini yang dianggap memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti, sehingga memprioritaskan tindakan yang lebih terfokus dan efektif .

Melakukan deteksi dini melalui pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tes laboratorium membantu dalam mengidentifikasi individu dengan risiko tinggi penyakit tidak menular lebih awal, sehingga memungkinkan intervensi tepat waktu dan upaya pencegahan yang lebih efektif .

Puskesmas dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Posbindu dengan melakukan sosialisasi yang efektif, melatih dan memberdayakan kader kesehatan, serta menyediakan fasilitas dan dukungan agar kegiatan posbindu dapat berjalan dengan baik. Studi kasus dari Puskesmas Bangetayu menunjukkan bahwa koordinasi dengan kader dan penyediaan informasi melalui sosialisasi dapat meningkatkan antusiasme masyarakat .

Pelatihan kader posbindu dapat mengoptimalkan kegiatan deteksi dini PTM dengan mempersiapkan kader dalam tugas dan peran mereka, memberikan pengetahuan dan alat yang mereka butuhkan untuk mendeteksi risiko PTM secara efektif. Ini memastikan bahwa mereka mampu menjalankan tugas secara mandiri dan tepat sasaran, yang membuat kegiatan posbindu lebih efektif .

Kegiatan promotif dan preventif lebih diutamakan karena bertujuan untuk mengurangi kejadian penyakit sebelum muncul dan menurunkan beban layanan kesehatan dengan mencegah penyakit dari awal. Ini merupakan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan cost-effective. Studi di Puskesmas Bangetayu menunjukkan bahwa pendekatan ini kurang maksimal diterapkan saat ini, sehingga menjadi fokus pengembangan .

Dampak dari tidak optimalnya kegiatan Posbindu PTM di wilayah UPTD Puskesmas Bangetayu antara lain meningkatnya jumlah kasus risiko penyakit tidak menular, kurang optimalnya deteksi dini penyakit tidak menular, meningkatnya angka kecacatan akibat komplikasi penyakit tidak menular, serta meningkatnya angka kematian akibat penyakit tidak menular .

Indikator yang digunakan dalam metode USG untuk menetapkan prioritas isu adalah Urgency (mendesaknya isu untuk dibahas), Seriousness (keseriusan isu terkait akibatnya), dan Growth (potensi memburuknya isu jika tidak segera ditangani). Isu dengan skor total tertinggi akan diprioritaskan untuk diselesaikan .

Tujuan internalisasi Nilai Dasar ASN adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, serta mencegah korupsi dalam rangka optimalisasi penanganan penyakit tidak menular. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap visi misi organisasi serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Puskesmas Bangetayu .

Koordinasi lintas program penting dilakukan untuk memastikan bahwa berbagai aspek penanganan PTM dapat dijalankan secara efektif dan komprehensif. Tanpa kerjasama optimal antara program seperti UKP dan poli gizi, upaya pencegahan dan penanganannya dapat terhambat, yang berpotensi menyebabkan tingginya angka kasus PTM .

Anda mungkin juga menyukai