MAKALAH MANAJEMEN KREDIT
PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata kuliah Pengantar Manajemen
Disusun Oleh :
Alfian Humaan (C11189038)
Berliana Aritonang (C11180012)
Ismi Damayanti (C11180015)
Izmi Alifiah Alwati (C11189012)
Novita Kris (C111800)
Ipit Fitri (C111800)
Fitria Nurmala (C11180003)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI EKUITAS
BANDUNG
2019
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr... Wb...
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga
kami, kelompok 4, selaku penyusun telah menyelesaikan pembuatan makalah yang berjudul
“PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH”.
Makalah ini dibuat sebagai salah satu tugas dari mata kuliah Manajemen Kredit. Dan
kami susun bertujuan untuk memberikan pembahasan tentang ruang lingkup mengenai
penyelesaian masalah kredit yang macet.
Mungkin dalam penyusunan makalah ini, masih banyak terdapat kekurangan yang tidak
kami sadari. Oleh karena itu, kami memohon maaf atas segala kekurangan yang ada dalam
makalah ini, dan mengharapkan kritik dan saran yang membangun sebagai pembelajaran
selanjutnya.
Akhir kata, penulis mengucapakan terima kasih kepada semua pihak. Semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi kita.
Wassalamualaikum Wr... Wb...
Bandung, Agustus 2019
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I........................................................................................................................................................ 3
PENDAHULUAN ...................................................................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................................ 4
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................................. 4
1.3 Tujuan Penulisan .................................................................................................................... 4
BAB II....................................................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ........................................................................................................................................ 5
2.1 Tahapan dan Upaya Penyelesaian dan Penyelamatan Kredit Bermasalah................................ 5
2.2 Menarik Kembali Kredit Bermasalah ........................................................................................... 7
BAB III ..................................................................................................................................................... 9
KESIMPULAN .......................................................................................................................................... 9
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................................... 9
3.2 Saran ............................................................................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimana tahapan penyelesaian kredit bermasalah?
b. Bagaimana upaya penyelesaian kredit bermasalah?
c. Bagaimana menarik kembali kredit bermasalah?
1.3 Tujuan Penulisan
a. Mengetahui tahapan penyelesaian kredit bermasalah
b. Mengetahui upaya penyelesaian kredit bermasalah
c. Mengetahui cara menarik kembali kredit bermasalah
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Tahapan dan Upaya Penyelesaian dan Penyelamatan Kredit Bermasalah
1. Persyaratan Kembali (Restructuring)
Kredit yang resmi biasanya berhubungan langsung dengan pihak bank sebagai
penyedia layanan kredit. Oleh karena itu, segala kondisi yang menyebabkan kredit macet
perlu sepengetahuan dari bank yang bersangkutan. Anda bisa datang kepada bank untuk
meminta persyaratan kembali. Maka, bank akan menaksir beberapa kemungkinan yang
sesusai dengan keadaan Anda sehingga kredit bisa diatur ulang.
Dalam reconditioning ini dapat pula diberikan kepada debitur keringanan berupa
pembebasan sebagian bunga tertunggak atau penghentian perhitungan bunga bagi debitur yang
bersifat jujur, terbuka dan kooperatif serta usahanya masih potensial dapat beroperasi dengan
menguntungkan namun mengalami kesulitan keuangan.
2. Penjadwalan Kembali (Rescheduling)
Kredit macet pada umumnya terjad karena ketidakmampuan konsumen untuk
membanyar dalam tenggang waktu tertentu. Biasanya sudah ada peringatan sebelum kredit
macet ini terjadi. Jika sudah sampai peringatan terakhir tetapi sang konsumen masih belum
dapat membayar kreditnya, dia bisa mengajukan penjadwalan kembali. Hal ini memuat
penambahan waktu pembayaran yang mampu dilakukan oleh konsumen.
Dalam proses rescheduling ini tunggakan pokok dan bunga di jumlahkan
(dikapitalisasi) untuk kemudain di jadwalkan kembali pembayaran untuk di buat perjanjian
rescheduling tersendiri
3. Menambah fasilitas kredit
Kredit merupakan fasilitas terbaik saat ini. Anda bisa menggunakan barang secara
langsung tanpa harus membayar lunas dalam hari itu juga. Namun, jika kredit masih belum
mampu untuk dibayar, maka seorang konsumen bisa berkonsultasi kepada bank dan meminta
untuk ditambah fasilitas kredit. Contohnya dengan membagi pembayaran lebih kecil sehingga
tidak memberatkan konsumen.
4. Mengonversi tunggakan menjadi pokok kredit baru
Kredit yang berkepanjangan berpotensi untuk menimbulkan bunga pembayaran. Hal
tersebut yang membuat orang semakin malas dan tidak mampu mengeluarkan uang untuk
membayar kreditnya. Jika Anda di posisi yang demikian, maka cobalah untuk datang kepada
bank dan meminta konversi tunggakan. Hal ini akan membuat Anda bisa membayar kredit dan
membayar bunganya di belakang sehingga tidak berat.
5. Pembebasan bunga kepada debitur
Jika cara yang di atas mewajibkan seseorang membayar bunga kreditnya, maka cara
yang ini berbeda. Biasanya bank akan menghapuskan bunga yang dimiliki oleh konsumen.
Konsumen hanya diwajibkan untuk membayar sisa pinjaman pokok. Hanya saja hal ini harus
melalui proses yang panjang dan memastikan bahwa konsumen yang akan dikenai fasilitas ini
memang tidak mampu secara finansial.
6. Melakukan prinsip peminjaman yang tekun
Pada dasarnya pinjaman ditujukan bukan semakin memberatkan orang yang
menggunakan sebuah barang. Oleh karena itu, yang Anda perlukan hanyalah melakukan
prinsip peminjaman dengan tekun, yaitu membayarkan kredit tepat pada waktunya. Maka
hutang yang ada tidak akan menumpuk dan Anda tidak keberatan untuk membayarkan
sisanya.
7. Menjaminkan barang gadai
Jika Anda benar-benar tidak memiliki uang yang tersisa untuk melakukan
pembayaran, maka Anda bisa mengatasinya dengan dengan menggadaikan barang yang
memiliki taksiran yang sama. Sebab, ketika barang tersebut digadaikan, Anda tidak perlu repot
untuk memikirkan bagaimana cara melunasi. Sebab, barang gadai yang tidak dapat dilunasi
akan tersita secara langsung oleh pegadaian.
8. Bermain dengan collector
Saran ini adalah untuk para pelaku usaha yang menjalankan sistem kredit. Maksudnya
adalah seorang collector yang mau selalu mengingatkan kondisi konsumen. Tidak perlu
menggunakan kekerasan, hanya butuh mengigatkan setiap saat dengan datang ke rumah atau
via telepon. Siapa tahu konsumen yang dihadapi sebenarnya lupa kapan harus membayar
kreditnya.
9. Memperketat taksiran ulang
Bagi pelaku usaha juga penting untuk menjalankan sistem ini. Hal ini berfungsi agar
tidak mempermudah orang yang sulit dalam pelunasan untuk melakukan sejumlah
pembayaran. Selain itu, taksiran juga dapat difasilitasi dengan mempertanyakan berapa
barang yang telah masuk kredit, yang dapat menjadi pertimbangan pelaku usaha.
10. Meluangkan sejumlah uang khusus untuk pembayaran kredit
Sebuah kegiatan yang jarang disadari oleh sebagian orang adalah meluangkan
sejumlah uang. Hal ini akan mempermudah setiap debitur dalam melunasi hutangnya setiap
bulan. Luangkan uang sesuai gaji yang Anda terima, jika di awal, maka bayarlah di awal,
demikian juga ketika menerima gaji di akhir bulan.
Selain cara di atas penyelesaian kredit bermasalah bisa juga melalui lembaga hukum.
Yang dimaksud dengan lembaga hukum dalam hal ini adalah Panitia Urusan Piutang Negara
(PUPN) dan Direktorat Jendral Piutang dan Lelang Negara (DJPLN), melalui Badan Peradilan,
dan melalui Arbitrase atau Badan Alternatif Penyelesaian sengketa.
Proses Penyelesaian Kredit Bermasalah
PREVENTION
DETECTION
GATHER INFORMATION &
ANALYSE
ACTION PLAN
NEGOTIATED LIQUIDATE COLLATERAL OBTAIN JUDGEMENT
SETTLEMENT
EXECUTE
2.2 Menarik Kembali Kredit Bermasalah
Upaya menarik kembali kredit dari debitur dilakukan bilamana upaya penyelamatan
kredit tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan. Upaya tersebut bukan suatu pekerjaan
yang mudah, karena membutuhkan ketekunan dan keuletan bank serta banyak pertimbangan
segi hukum, disamping seringkali juga memakan biaya yang cukup besar. Bank sendiri memiliki
jalan keluar untuk mengatasi kredit macet ini. Secara umum, terdapat dua jalur tindakan atau
game plan, yaitu:
1. Tindakan Non-Litigasi
Pertama ada tindakan non-litigasi. Tindakan pada masalah kredit macet ini umumnya
dilakukan tanpa campur tangan pengadilan. Dengan tindakan non-litigasi, bank hanya akan
bermusyawarah demi memberikan pengertian antara bank dan nasabah untuk
menyelamatkan aktivitas usaha nasabah yang hampir terhenti.
Pelaksanaan penarikan kembali kredit macet dapat dilakukan melalui prosedur di luar
proses pengadilan. Upaya menarik kembali kredit di luar proses pengadilan dapat dilakukan
dengan berbagai macam cara, antara lain:
a) Penagihan langsung
b) Mempergunakan bantuan biro jasa penagihan
c) Melalui iklan panggilan
d) Menagihkan kepada penjamin kredit
e) Bekerjasama dengan kreditur lain dan
f) Eksekusi Jaminan
2. Tindakan Litigasi
Jika bank merasa penyelesaian masalah kredit harus ditempuh dengan jalur pengadilan,
maka tindakan litigasi akan menjadi jalan keluar satu-satunya. Tindakan dapat dilakukan
melalui beberapa jalur, diantaranya :
Pengadilan Negeri, maka seluruh harta nasabah akan menjadi jaminan hutang untuk bank
dengan dasar hukum Pasal 1131 KUH Perdata
Pengadilan Niaga, dimana nasabah mengajukan kepailitan
Melaporkan ke Kepolisian, hanya apabila bank menemukan data fiktif saat mengumpulkan
informasi dari nasabah.
Oleh karena cara penarikan kembali kredit melalui proses pengadilan cenderung pada
eksekusi jaminan kredit, maka cara kedua ini lazim digolongkan pada cara pendekatan
penyelesaian melalui eksekusi jaminan atau collateral approach.
Penagihan kredit macet melalui Pengadilan Negeri dilakukan dengan cara mengajukan
gugatan kepada debitur melalui Pengadilan Negeri. Cara lain adalah meminta bantuan Pengadilan
Negeri untuk melakukan sita eksekusi atas harta yang dijaminkan serta melelangnya. Cara yang
kedua dapat dilakukan bilamana harta jaminan secara hukum telah dijaminkan secara sempurna,
misalnya dengan pemasangan hak tanggungan.
Walaupun terbuka kemungkinan bank pemerintah menyelesaikan kasus kredit bermasalah
mereka melalui Pengadilan Negeri, biasanya kasus tersebut melalui PUPN/BPUPLN.
Langkah pertama yang diambil PUPN setelah menerima pengalihan hak tagih kredit dari bank
adalah mencari kesepakatan dengan debitur tentang jumlah kredit yang terhutang dan kewajiban
debitur untuk melunasinya. Selanjutnya, kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat
pernyataan bersama. Apabila kemudian debitur tidak memenuhi isi surat pernyataan bersama,
PUPN dapat melakukan penagihan kredit secara langsung dengan surat paksa, penyitaan dan
pelelangan harta jaminan.
Untuk melakukan penagihan kredit bermasalah secara berhasil, dibutuhkan keahlian dan
pengetahuan khusus di bidang perbankan dan hukum. Oleh karena itu akan banyak manfaatnya
apabila dalam menangani kredit bermasalah itu, bank mau mempertimbangkan untuk
memanfaatkan jasa pengacara.
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Permasalah kredit yang tidak dapat dibayar oleh debitur menjadi permasalahan yang
serius dan menggangu baik pada kreditur maupun debitur itu sendiri. Masalah penyebab
debitur tidak dapat membayar kredit bisa dari berbagai macam hal, mulai dari yang disengaja
maupun tidak disengaja. Karena masalah-masalah yang muncul, dibuatlah penanggulangan di
awal perjanjian jika kredit tidak dapat dibayarkan seperti barang jaminan atau lain sebagainya
sesuai ketentuan kreditur atau kesepakatan bersama. Begitu pula jika pembayaran kredit
tidak di bayarkan sesuai waktu sehingga kreditur tidak dapat mengatasi debitur yang tidak
ingin membayar, kreditur dapat mengajukan tuntutan ke pengadilan negri sebagai solusi akhir
pemecahan masalah kredit macet.
3.2 Saran
Pengambilan dana melalui kredit memang menjadi solusi yang menggiurkan bagi
seorang calon debitur, Karena mendapatkan dana dengan mudah. Tapi sebelum meminjam
dana kredit, pastikanlah ada jalan lain yang dapat ditempuh untuk mendapatkan dana.
Jadikanlah pengambilan dana kredit menjadi pilihan terakhir dalam memperoleh dana.
Pastikan anda meminjam dana sesuai dengan yang dibutuhkan dan juga bahwa anda dapat
membayar kembali dana pinjaman tersebut sehingga anda dapat terhindar dari masalah
kredit macet dan terhindar dari tuntutan hukum.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]