Nuramina Muslimin
Dita Saskia Avisa
Muh. Wahyudi Jasman
BUKU AJAR
PSIKOTROPIKA
Untuk SMA/MA
Sederajat
Kelas XI
Semester Genap
Jurusan Biologi FMIPA UNM
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah, Puji dan syukur dipanjatkan atas kehadirat Allah SWT karena
dengan limpahan rahmat-Nya, Buku Ajar materi Psikotropika untuk kelas XI SMA dapat
diselesaikan. Buku Ajar ini merupakan hasil kerja kelompok kami sebagai tugas pada mata
kuliah Pengembangan Bahan Ajar
Selesainya Buku Ajar ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan dan dorongan serta
pengarahan dari berbagai pihak, untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada
dosen pembimbing, keluarga dan teman-teman semua yang telah banyak membantu baik
dukungan moral maupun spiritual.
Penulis menyadari nahwa dalam pembuatan Buku Ajar ini masih terdapat kesalahan-
kesalahan, dikarenakan terbatasnya kemampuan yang dimiliki, untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun guna kesempurnaan
Buku Ajar kelas XI ini untuk edisi mendatang, kami berusaha menyesuaikan dengan
masalah-masalah tersebut. Kami mohon maaf apabila usaha kami tersebut belum sesuai
dengan yang diharapkan.
Akhir kata, penulis berharap Buku Ajar ini dapat menambah pengetahuan serta
bermanfaat bagi semua pihak, baik untuk peserta didik, tenaga pengajar, penulis dan halayak
umum.
Makassar, 23 Oktober 2018
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii
PSIKOTOPIKA ......................................................................................................... 1
A. Pengertian Psikotropika ........................................................................................ 2
B. Macam-Macam Jenis Psikotropika ....................................................................... 3
C. Golongan Psikotropika .......................................................................................... 4
D. Dampak Penyalahgunaan Psikotropika ................................................................. 5
E. Kaitan Penggunaan Psikotropika Terhadap Sistem Regulasi Manusia ................. 6
F. Pencegahan Ketergantungan Psikotropika ............................................................ 7
G. Pengobatan Bagi Pemakai Psikotropika................................................................ 8
Daftar Pustaka ............................................................................................................ 9
A. PSIKOTROPIKA
1. Pengertian psikotropika
Psikotropika adalah suatu zat atau obat yang bisa berpengaruh pada pikiran dan
sistem saraf penggunanya. Psikotropika ini bisa didapat secara alamiah maupun buatan
manusia (sintetik) yang bersifat psikoaktif dan berpengaruh pada susunan saraf pusat
sehingga akan menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku.
Psikotropika bisa menurunkan kinerja otak atau merangsang susunan syaraf pusat
sehingga akan menimbulkan kelainan perilaku yang disertai dengan timbulnya
halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, dan mengakibatkan ketergantungan.
Penggunaan psikotropika secara berlebihan bisa menyebabkan gangguan kesehatan
penggunanya yang pada akhirnya dapat berujung kepada [Link]
Psikotropika baru diperkenalkan sejak lahirnya suatu cabang ilmu farmakologi yakni
psikofarmakologi yang khusus mempelajari psikofarma atau psikotropik. Istilah
psikotropik mulai banyak dipergunakan pada tahun 1971 sejak dikeluarkannya
convention on psycotropic substance oleh General Assembly yang menempatkan zat-
zat tersebut di bawah kontrol internasional.
Dalam United Nation conference for Adoption of Protocol on Psychotropic
Substance disebutkan batasan-batasan zat psikotropik adalah bentuk bahan-bahan yang
memiliki kapasitas menyebabkan:
a. Keadaan ketergantungan
b. Depresi dan stimulan susunan saraf pusat (SSP)
c. Menyebabkan halusinasi
d. Menyebabkan gangguan fungsi motorik atau persepsi
2. Pengertian Psikotropika Menurut Para Ahli
Berikut Ini Merupakan Pengertian Psikotropika Menurut Para Ahli.
a. Hari Sasangka, 2003: 63
Psikotropika adalah obat yang bekerja pada atau mempengaruhi fungsi psikis,
kelakuan atau pengalaman.
b. Menurut undang-undang nomor 5 tahun 1997
Tentang psikotropika, dalam pasal 1 butir 1 disebutkan, bahwa Psikotropika adalah
zat atau obat. baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika. Yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan
perubahan khas pada aktivitas mental dan prilaku.
c. Wikipedia
Psikotropika adalah suatu zat atau obat alamiah maupun sintetis bukan narkotika,
yang berkhasiat psikoaktifmelalui pengaruh selektif pada susunansaraf pusat yang
menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
B. Macam-Macam Jenis psikotropika
Berdasarkan efek yang ditimbulkan, psikotropika bisa dikelompokkan menjadi obat
stimulan, depresan, dan halusinogen.
1. Obat Stimulan
Jenis psikotropika yang satu ini merupakan termasuk obat stimulan yang bisa
memberikan rangsangan kepada syaraf sehingga bisa menimbulkan efek lebih percaya
diri. Banyak jenis psikotropika yang termasuk obat stimulan,
contohnya : kafein, kokain, ganja, dan amfetamin. Zat amfetamin biasanya terdapat
pada pil ekstasi.
2. Obat Depresan
Jenis psikotropika yang satu ini merupakan termasuk obat depresan yang bisa
memberikan efek, yakni kerja sistem saraf berkurang, menurunkan kesadaran, dan
mengantuk. Jenis zat yang termasuk obat depresan.
contonhya : alkohol, sedatin atau pil BK, Magadon, Valium, dan Mandrak (MX),
Cannabis dan Barbiturat.
3. Obat Halusinogen
Jenis psikotropika yang satu ini merupakan Obat halusinogen yang bisa menimbulkan
halusinasi, yakni mendengar atau melihat sesuatu yang tidak nyata.
Contohnyanya : yaitu Licercik Acid Dhietilamide (LSD), psylocibine, micraline dan
mariyuana.
C. GOLONGAN PSIKOTROPIKA
Berdasarkan Undang-undang yang berlaku, Psikotropika dikelompokkan menjadi empat
golongan berdasarkan potensi atau kekuatan bahan dalam menimbulkan ketergantungan.
1. Psikotropika Golongan I
Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak
digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat kuat mengakibatkan sindrom
ketergantungan. Obat yang termasuk psikotropika golongan I yaitu:
a. Brolamfetamina/DOB
b. DET
c. DMA
d. DMHP
e. Ekstasi dst.
2. Psikotropika Golongan II
Psikotropika golongan II adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat
digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai
potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan. Obat yang termasuk psikotropika
golongan II yaitu:
a. Amfetamina
b. Deksafetamina
c. Fenitilina
d. Fenmetrazina
e. Fensiklidina/PCP dst.
3. Psikotropika Golongan III
Psikotropika golongan III adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan
banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindrom ketergantungan. Obat yang
termasuk psikotropika golongan III yaitu:
a. Amobarbital
b. Buprenorfina
c. Butalbital
d. Glutetimida
e. Pentazosina dst.
4. Psikotropika Golongan IV
Psikotropika golongan IV adalah psikotropika yang digunakan sangat luas dalam
terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan. Hal ini karena obat-obat tersebut
mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan. Obat yang
termasuk psikotropika golongan IV yaitu:
a. Allobarbital
b. Barbital
c. Delorazepam
d. Etinamat
e. Fendimetrazina dst.
D. DAMPAK PENYALAHGUNAAN PSIKOTROPIKA
Penggunaan psikotropika dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Selain
itu, banyak terjadi tindakan kriminal, mengalami kehancuran dalam hidupnya, gangguan
kesehatan dan masa depan suram yang disebabkan karena penyalahgunaan psikotropika.
Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan zat psikotropika adalah
sebagai berikut:
1. Berbagai macam zat narkotika seperti candu, heroin, dan ganja dapat menyebabkan
syaraf terganggu dan menimbulkan ketagihan yang pada akhirnya akan berujung
kepada kematian.
2. Kokain dapat menimbulkan rasa takut yang berlebihan dan menimbulkan depresi.
3. Morfin menimbulkan rasa ngantuk, gangguan pernapasan, bahagia yang berlebihan
(eufhoria), dan kematian.
4. Pil ekstasi menimbulkan rasa lelah dan ketenangan.
5. Barbiturate dapat mengakibatkan mudah tertidur lelap dan dapat menimbulkan
kematian.