Modul Elektronika Digital
PERTEMUAN 10:
MULTIVIBRATOR
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran pada bab ini, diharapkan mahasiswa
mampu menjelaskan prinsip kerja rangkaian multivibrator sebagai
pembangkit clock, membedakan rangkaian multivibrator astable dan
monostable, mendisain multivibrator astable dari IC 555 dan mendisain
rangkaian clock oscillator.
B. URAIAN MATERI
Dalam sistim digital, pewaktuan adalah hal yang sangat diperhatikan.
Multivibrator adalah rangkaian yang dapat menghasilkan sinyal kontinyu,
yang digunakan sebagai pewaktu dari rangkaian-rangkaian digital sekuensial.
Pada prinsipnya, multivibrator merupakan osilator, sedangkan osilator adalah
rangkaian elektronika yang menghasilkan perubahan keadaan pada sinyal
output. Osilator dapat menghasilkan clock / sinyal pewaktuan untuk sistem
digital seperti komputer. Osilator juga bisa menghasilkan frekuensi dari
pemancar dan penerima pada radio. Dengan input clock yang dihasilkan oleh
sebuah multivibrator, rangkaian seperti counter, shift register maupun memory
dapat menjalankan fungsinya dengan benar.
Berdasarkan bentuk sinyal output yang dihasilkan, ada 3 macam
multivibrator :
a) Multivibrator bistable : ditrigger oleh sebuah sumber dari luar
(external source) pada salah satu dari dua state digital. Ciri khas
dari multivibrator ini adalah statenya tetap bertahan pada nilai
tertentu, sampai ada trigger kembali yang mengubah ke nilai yang
berlawanan. SR Flip-flop adalah contoh multivibrator bistable.
b) Multivibrator astable : adalah oscillator free running yang bergerak
di dua level digital pada frekuensi tertentu dan duty cycle tertentu.
S1 Teknik Elektro Universitas Pamulang 1
Modul Elektronika Digital
c) Multivibrator monostable : disebut juga multivibrator one-shoot,
menghasilkan pulsa output tunggal pada waktu pengamatan
tertentu saat mendapat trigger dari luar.
Prinsip kerja dari sebuah rangkaian multivibrator dapat dijelaskan
dengan model pengisian dan pengosongan kapasitor yang berulang-ulang
seperti pada Gambar 10.1
Gambar 10.1 Prinsip Kerja Multivibrator
a. Rangkaian dasar RC saat pengisian dan pengosongan tegangan
kapasitor
b. Kurva saat pengisian
c. Kurva saat pengosongan
Diketahui :
Dimana
Δv = perubahan tegangan kapasitor.
S1 Teknik Elektro Universitas Pamulang 2
Modul Elektronika Digital
E = perbedaan tegangan antara tegangan kapasitor yang pertama dan
tegangan total.
e = ketetapan yang bernilai log (2,718)
t = waktu saat pengisian kapasitor
R = resistansi , ohm
C = kapasitansi , farad
Dari penurunan persamaan di atas, akan didapatkan nilai waktu pengisian
kapasitor, t, yaitu :
B.1. MULTIVIBRATOR ASTABLE
Sebuah multivibrator astable sederhana (atau free-running oscillator)
dapat dibuat dari inverter Schmitt trigger 74HC14 dan rangkaian RC seperti
Gambar 10.2.
Gambar 10.2. Multivibrator astable Schmitt Trigger
Sedangkan bentuk gelombang yang dihasilkan dapat ditunjukkan pada
gambar 3.3.
S1 Teknik Elektro Universitas Pamulang 3
Modul Elektronika Digital
Gambar 10.3. Bentuk gelombang dari rangkaian Oscillator Gambar 10.2.
Nilai dari tHI dan tLO dapat dicari dari persamaan:
Duty Cycle adalah rasio perbandingan antara panjang gelombang
kotak pada nilai HIGH terhadap periode totalnya, dimana :
Sedangkan frekuensi yang dihasilkan oleh multivibrator astable
tersebut adalah :
S1 Teknik Elektro Universitas Pamulang 4
Modul Elektronika Digital
B.2. MULTIVIBRATOR MONOSTABLE
Multivibrator monostabil ini sering disebut dengan one shot.
Multivibrator monostabil adalah suatu rangkaian yang banyak dipakai untuk
membangkitkan pulsa output yang lebarnya dan amplitudonya tetap. Pulsa
pada outputnya akan dihasilkan jika diberikan sebuah trigger pada inputnya.
Multivibrator monostabil ini dapat dibuat dengan menggunakan komponen-
komponen tersendiri atau dapat diperoleh dalam paket terintegrasi.
Gambar 10.4. Multivibrator monostabil yang dibangun dari gerbang NAND
Cara kerja rangkaian pada Gambar 10.4. adalah :
1. Ketika tegangan diberikan, anggaplah A’ bahwa dalam keadaan tinggi,
Q = rendah, Q’= tinggi dan pada C terjadi pengosongan tegangan,
sehingga titik D = tinggi.
2. Jika diberikan pulsa negatif pada A’, maka Q menjadi tinggi dan Q’=
rendah.
3. Tegangan kapasitor akan berubah dengan segera dan titik D akan drop
menjadi 0 V.
4. Karena pada titik d = 0 V, maka akan menyebabkan salah satu input
pada gerbang 1 menjadi rendah, meskipun A’ ditrigger menjadi tinggi.
Oleh karena itu Q tetap dalam keadaan tinggi dan Q’= rendah.
5. Beberapa lama kemudian akan terjadi pengisian kapasitor terhadap
VCC. Ketika tegangan kapasitor pada titik D menuju level tegangan
input (VIH) dari gerbang 1 dalam keadaan tinggi, maka Q akan
menjadi rendah dan Q’ menjadi tinggi.
S1 Teknik Elektro Universitas Pamulang 5
Modul Elektronika Digital
6. Rangkaian kembali pada state yang stabil, sampai munculnya sinyal
trigger dari A’ dan pada kapasitor terjadi lagi pengosongan
tegangan ≈ 0 V.
Bentuk gelombang pada Gambar 10.5 dibawah menunjukkan
karakteristik input/output dari rangkaian dan akan digunakan untuk
membangun suatu persamaan untuk menentukan tw. Pada kondisi state stabil (
Q’= tinggi ), tegangan pada titik D akan sama dengan VCC.
Gambar 10.5. Bentuk gelombang input/output untuk rangkaian
Multivibrator Monostabil dengan gerbang NAND
B.3. MULTIVIBRATOR BISTABIL
Multivibrator ini disebut juga dengan flip flop atau latch (penahan)
yang mempunyai dua state. Flip flop merupakan elemen dasar dari rangkaian
logika sekuensial. Output dari flip flop tergantung dari keadaan rangkaian
sebelumnya. Output dari flip flop terdiri dari Q dan Q’. Dimana keadaan Q’
berlawanan dengan Q. Salah satu contoh dari triggered flip flop adalah RS flip
flop. Pada Gambar 3.6 menunjukkan trigger pulsa tiga buah input. Sesudah
pulsa ke tiga outputnya tetap tinggi.
S1 Teknik Elektro Universitas Pamulang 6
Modul Elektronika Digital
Gambar 10.6 Flip Flop sebagai Multivibrator Bistabil
C. SOAL LATIHAN/TUGAS
1. Berdasarkan gambar di bawah ini, anggap bahwa mulanya tegangan pada
kapasitor berisi sebesar 1 V. Hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan
setelah saklar dirubah dari posisi 2 ke posisi 1 dan tegangan kapasitor
menuju 3 V? Gambarkan bentuk grafik dari tegangan kapasitor tersebut?
2. Berdasarkan gambar yang sama diatas, anggap bahwa mulanya tegangan
kapasitor berisi sebesar 4,2 V. Hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan
jika saklar dirubah dari posisi 2 ke posisi 3 dan menyebabkan tegangan
pada kapasitor drop menjadi 1,5 V? Gambarkan juga bentuk grafik dari
tegangan kapasitor tersebut?
3. a. Buatlah bentuk gelombang dari rangkaian multivibrator astabil Schmitt
trigger berdasarkan rangkaian Scmitt Trigger yang mempunyai spesifikasi
CMOS 74HC14 (VCC = 5 V).
VOH = 5 V, VOL = 0 V
VT+ = 2,75 V, VT- = 1,67 V
b. Hitunglah waktu yang dibutuhkan saat pengisian tegangan kapasitor
(tHI), pengosongan tegangan kapasitor (tLO), duty cycle dan rekuensi jika
R = 10 K Ω dan C = 0,022μF.
S1 Teknik Elektro Universitas Pamulang 7
Modul Elektronika Digital
D. DAFTAR PUSTAKA
Buku
Maini, Anil K, 2007, Digital Electronics: Principles, Decive, and
Applications, John Willey and Sons, England.
Tocci, Ronald J, Widmer, Neal, S, 2001, Digital Systems: Principles and
Applications, Prentice Hall, New Jersey.
Tokhem, Roger L, 1995, Elektronika Digital, Edisi Kedua, PT Erlangga,
Jakarta.
Link and Sites:
Kristalina, P, Elektronika Digital,
[Link] diakses tanggal 30
Agustus 2016.
S1 Teknik Elektro Universitas Pamulang 8