0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan10 halaman

Lembar Kegiatan Pertidaksamaan Linear

Dokumen tersebut membahas tentang program linier dan pertidaksamaan linier dua variabel. Secara khusus membahas tentang pengertian daerah penyelesaian dari pertidaksamaan linier dan sistem pertidaksamaan linier, serta contoh-contoh soal untuk memahami konsep tersebut.

Diunggah oleh

Iron Zion
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan10 halaman

Lembar Kegiatan Pertidaksamaan Linear

Dokumen tersebut membahas tentang program linier dan pertidaksamaan linier dua variabel. Secara khusus membahas tentang pengertian daerah penyelesaian dari pertidaksamaan linier dan sistem pertidaksamaan linier, serta contoh-contoh soal untuk memahami konsep tersebut.

Diunggah oleh

Iron Zion
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Lembar Kegiatan Peserta Didik 1

Materi :

Pengertian program linier dan pengertian pertidaksamaan linier dua variabel

Kelas : ………………………
Nama Kelompok:……………………………
Tanggal :
…………………………

Tujuan Pembelajaran:

1. Siswa dapat mengungkapkan pengertian pertidaksamaan linier dua


variabel.
2. Siswa dapat menentukan daerah penyelesaian Pertidaksamaan linear 2
variabel
3. Siswa dapat menuliskan contoh sendiri pertidaksamaan linier dua
variabel dan bukan pertidaksamaan linier dua variabel.
1. SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINIER

1.1 Daerah Pertidaksamaan Linier

Pada pembelajaran Matematika di kelas X telah dibahas tentang persamaan linear ax + by = c.


Pernyataan matematika ax + by = c dinamakan persamaan karena kedua ruas dihubungkan
menggunakan tanda “sama dengan” (“=”). Apabila lambang “=” tersebut diganti dengan salah satu
dari lambang pertidaksamaan “<” (dibaca : “kurang dari”), “>” (dibaca : “lebih dari”), “≤” (dibaca :
“kurang dari atau sama dengan”), atau “≥” (dibaca : “lebih dari atau sama dengan”), maka bentuk
persamaan akan berubah menjadi pertidaksamaan. Bentuk ax + by < c, ax + by > c, ax + by ≤ c
atau ax + by ≥ c adalah bentuk-bentuk pertidaksamaan linear.
Bila pada persamaan linear diperoleh penyelesaian berupa himpunan titik-titik yang membentuk
garis lurus, maka pada pertidaksamaan akan diperoleh himpunan titik yang membentuk suatu
daerah, yang disebut sebagai daerah penyelesaian.
Sebagai contoh, perhatikan penyelesaian persamaan x + 2y = 6 dan pertidaksamaa x + 2y ≤ 6 dalam
bentuk di bawah ini.

Gambar 1. Penyelesaian persamaan x + 2y = 6 Gambar 2. Penyelesaian pertidaksamaan x +


yang 2y ≤ 6 yang
berbentuk garis. berbentuk “daerah penyelesaian”.
Untuk menyelesaikan (menemukan daerah penyelesaian) dari suatu pertidaksamaan linear, misal x
+ 2y ≤ 6, dapat dilakukan dengan cara :
1. Ubah pertidaksamaan linear menjadi persamaan linear dan gambar garis yang sesuai dengan
persamaan linear tersebut. Sebagai contoh, ubah pertidaksamaan x + 2y ≤ 6 sehingga menjadi
persamaan x + 2y = 6. Gambar garis yang sesuai untuk persamaan x + 2y = 0 dapat dilihat pada
gambar 1.
2. Untuk menentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan dapat dilakukan dengan
menggunakan uji titik. Dalam hal ini, perlu di tentukan sebuah titik yang tidak terletak pada
garis, bisa berada di dalam daerah “di atas” garis, atau “di bawah” garis. Substitusikan nilai x
dan y dari koordinat titik yang dipilih ke dalam bentuk pertidaksamaan. Jika diperoleh
pernyataan matematika bernilai “BENAR”, maka daerah dimana titik uji beradaadalah
merupakan daerah penyelesaian. Sebaliknya, bila bernilai “SALAH”, maka daerah dimana titik
uji berada “BUKAN” merupakan daerah penyelesaian.
Sebagai contoh, untuk menemukan daerah penyelesaian pertidaksamaan x + 2y ≤ 6 diambil titik
uji (0, 0) (bisa juga diambil titik-titik lain). Dari titik uji (0, 0) diperoleh x = 0 dan y = 0.
Substitusikan nilai ini ke pertidaksamaan x + 2y ≤ 6 sehingga diperoleh 0 + 2(0) ≤ 6 atau 0 ≤ 6.
Pernyataan 0 ≤ 6 adalah pernyataan yang BENAR. Dengan demikian daerah dimana titik (0, 0)
berada adalah merupakan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan x + 2y ≤ 6. Secara visual
daerah penyelesaian dari pertidaksamaan x + 2y ≤ 6 dapat dilihat pada gambar 2.

Bahan diskusi :
1. Lukis garis 2x - 3y = 6
Jawab : 2x - 3y = 6
x = 0 maka y = .… sehingga titik potong dg sumbu Y adalah (...,...)
y = 0 maka x = .… sehingga titik potong dg sumbu X adalah (...,...)
Gambar garisnya :
Y

0 X

Untuk menentukan daerah pertidaksamaan linier dengan menggunakan uji salah satu titik pada
pertidaksamaan linier tersebut .
- Jika benar (memenuhi) maka daerah penyelesaiannya merupakan daerah yang terdapat titik
tersebut, lalu arsirlah.
-Jika salah (tidak memenuhi) maka daerah penyelesaiannya yang tidak terdapat titik tersebut.,
lalu arsirlah.
2. Tentukan daerah penyelesaian -2x + 5y  10

Jawab : Pertama melukis garis -2x + 5y = 10

x = 0 maka y = ….

y = 0 maka x = ….

Daerah yang dibatasi oleh garis -2x + 5y = 10 ada dua daerah yaitu daerah atas dan bawah.
Misal kita ambil titik (0,0) yang terletak di bawah garis -2x + 5y = 10.
Titik (0,0) kita ujikan ke -2x + 5y  10
........  10
...  10 ( .... )

Jadi daerah penyelesaiannya adalah daerah …..

Karena -2x + 5y  10 maka garisnya bersambung.

Daerahnya :
1.2 Daerah Sistem Pertidaksamaan Linier
Sistem pertidaksamaan linier berarti kesatuan dari beberapa pertidaksamaan linier yang
saling berhubungan. Himpunan penyelesaian suatu pertidaksamaan linear akan berbentuk suatu
daerah yang disebut daerah penyelesaian. Demikian pula halnya sistem pertidaksamaan linear.
Daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear berupa irisan dari daerah penyelesaian masing-
masing pertidaksamaan linear.
Cara menentukan daerah dari sistem pertidaksamaan linier :
1. Lukis garis-garis persamaan liniernya
2. Ujilah sebuah titik pada masing-masing pertidaksamaan linier
3. Tentukan daerah penyelesaiannya yang merupakan daerah irisannya.
4. Arsirlah daerah yang merupakan daerah penyelesaiannya

Contoh. Tentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear :


x+y≤3
x≥0
y≥0
Penyelesaian :

Daerah Penyelesaian : x + y ≤ 3 Darah Penyelesaian : x ≥ 0 Daerah Penyelesaian : y ≥ 0

Irisan daerah penyelesaian pertidaksamaan x + y ≤ 3, x ≥ 0 dan y ≥ 0


Bahan Diskusi
3. Lukislah daerah penyelesaian dari :  x  y  4 dan 2 x  y  2

Jawab : Y

0 X

Daerah yang terbagi oleh kedua garis tersebut terdapat 4 daerah. Misal kita ambil titik (0,0)
Titik (0,0) kita ujikan ke  x  y  4 dan 2 x  y  2 sbb:
x  y  4 2x  y  2

....... ........
....... ( .... ) ......... ( .... )
Jadi irisan dari kedua daerah di atas adalah daerah ....
LATIHAN SOAL

1. Lukislah garis berikut :


a). x + 2y = 6 c). -3x + 4y = -12
1
b). -2x + 5y = 10 d). x  4 y  18
2
2. Arsirlah daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linier :

x  y  5
a) 3x  2 y  6 b) 2  x  4 c) 
y0 
3 x  4 y  12  x  2y  6
 2 x  y  12  
d)  e) x0  f) x0 
x0   
y0  y0 
x y 5 2 x  y  10
3 x  4  36
2 x  y  6
 x  y  18 
 
g)  h)  i) 2  x  8 
x0  x8 
0 y6  
y0   y8  

y  2x 

j) x  2 y  8
y0  
2. PROGRAM LINIER.

Dalam kegiatan produksi dan perdagangan, baik industri skala besar maupun kecil tidak
terlepas dari masalah laba yang harus diperoleh oleh perusahan tersebut.
Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh pendapatan yang sebesar-besarnya dengan
meminimumkan pengeluarannya (Optimasi).
Untuk tujuan utama tersebut, tentunya pihak perusahaan membuat beberapa kemungkinan
strategi yang harus ditempuh untuk mencapainya. Misalnya, pedagang buah-buahan, pedagang
hendak membeli buah kelengkeng dan buah papaya karena dua jenis buah tersebut persediaanya
menipis. Tentunya pedagang buah akan mengeluarkan biaya untuk membeli dua jenis buah
tersebut dengan memperhitungkan keuntungan sebesar-besarnya yang mungkin dapat diperoleh
dari masing-masing buah buah dalam kg dan sebagainya.
Untuk menyesaikan masalah tersebut digunakan program linier. Program linier diartikan
sebagai cara untuk menyelesaikan suatu persoalan (penyelesaian optimum) dengan
menggunakan metode matematik yang dirumuskan dalam bentuk persamaan-persamaan atau
pertidaksamaan linier.
Untuk mendapatkan penyelesaian optimum tersebut digunakan metode grafik yang
diterapkan pada program linier yang terdiri dari dua variabel dengan cara uji titik pojok atau
titik-titik disekitar titik pojok jika titik pojoknya bukan merupakan bilangan bulat.
Masalah 1
“Sebuah keluarga membangun usaha mandiri dengan memproduksi roti. Roti yang diproduksi
terdiri dari dua jenis, yaitu roti A dan roti B. Untuk membuat satu roti A dibutuhkan 150 g tepung
dan 50 g mentega, sedang untuk roti B dibutuhkan 75 g tepung dan 75 g mentega. Bahan yang
tersedia terdiri dari 26,25 kg tepung dan 16,25 kg mentega. Buatlah model matematika dari
permasalahan di atas”

Untuk menyusun model matematika, diperlukan kemampuan memilah unsur-unsur cerita ke dalam
bentuk variabel-variabel dan nilai-nilai, serta memahami hubungan matematis yang terjadi. Sebagai
contoh, model matematika dari masalah di atas dapat dirumuskan sbb. :
1. Rangkum masalah ke dalam bentuk tabel agar mudah memahami masalahnya. Gunakan satuan
yang sama untuk semua ukuran bahan yang diperlukan.

Bahan yang diperlukan (dalam g)


Nama barang
Tepung Mentega
Roti A …. ….
Roti B …. ….
Tersedia : …… Tersedia : ……
Catatan : Tepung 26,25 kg = …… g,Mentega 16,25 kg = ……. g.
Karena yang ditanyakan menyangkut barang, maka dalam masalah di atas banyak barang
merupakan variabel. Untuk mempertegas, pilih nama variabel untuk setiap barang. Untuk barang
yang berbeda digunakan nama variabel yang berbeda pula. Untuk contoh masalah di atas, dibuat
nama varibel x1 untuk menyatakan banyak roti A dan x2 menyatakan banyak roti B.
Hubungan matematis yang dapat disusun antara lain :
Penggunaan tepung : 150.. + 75… ≤ ……
Penggunaan metega : ….. + …. ≤ …..
Syarat logis : x ≥ 0 dan y ≥ 0
Hasil dari langkah ke-3 diperoleh beberapa bentuk pertidaksamaan. Secara keseluruhan membentuk
suatu sistem pertidaksamaan linear. Sistem persamaan linear inilah yang disebut sebagai model
matematika dari masalah di atas.
Model matematika ini kemudian dapat diperoleh daerah penyelesaiannya dengan menggambar
grafik kartesius
Masalah 2.
Sebuah area parkir dengan luas 3.750 m 2, maksimal hanya dapat ditempati 300 kendaraan yang
terdiri atas sedan dan bus. Jika luas parkir untuk sedan 5 m 2 dan bus 15 m2, tentukanlah model
matematikanya!
Jawab:
Misalkan:
0 = banyaknya sedan
1 = banyaknya bus
Sedan (x) Bus (y) Total Pertidaksamaan Linear
Banyak kendaraan …. …. …… ….. + …… ≤ ……
Luas kendaraan …. …. …….. …… + …… ≤ ……
Jadi berdasarkan pertidaksamaan tersebut, model matematikanya adalah:
Untuk banyaknya kendaraan : ………………………………………
Untuk luas kendaraan : ………………………; disederhanakan menjadi x + 3y ≤ 750
Banyaknya sedan (x) tidak mungkin negatif: x ≥ 0
Banyaknya Bus (y) tidak mungkin negatif : y ≥ 0

Anda mungkin juga menyukai