RENCANA
PROGRAM MUTU
PEKERJAAN
REHABILITASI PERPUSTAKAAN SMAN 5 TANJUNG BALAI
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA UTARA
TAHUN ANGGARAN 2019
PENDAHULUAN
Kualitas adalah penilaian total dari sebuah material atau jasa terhadap
kesanggupannya untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Manajemen mutu adalah
perencanaan, penjaminan, serta pengendalian kualitas seluruh produk atau jasa.
Manajemen mutu terdiri dari:
1) Quality Planning: Mengidentifikasi standar kualitas yang relevan dengan kebutuhan
proyek serta cara untuk memenuhi standar tersebut. Mencakup pemilihan spesifikasi
standar dan design criteria.
2) Quality Assurance: Mengevaluasi performa proyek secara keseluruhan dan sistematik
untuk memastikan bahwa proyek telah memenuhi standar. Dilakukan pemilihan
prosedur pekerjaan, manual, dan prosedur pengujian material.
3) Quality Control: Pemantauan secara spesifik terhadap elemen-elemen yang ada di
konstruksi dan cara untuk mengantisipasi apabila terdapat kualitas yang kurang baik.
Staff Quality Control akan pengawasan, pengambilan sampel material, dan pengujian
material.
Pengendalian mutu merupakan hal yang penting disamping biaya dan waktu, karena
kegagalan dalam pemenuhan standar kualitas dapat menyebabkan:
1) Pembatalan kontrak
2) Pembayaran / kompensasi atas kerusakan
3) Tuduhan pidana, dalam hal terjadinya kegagalan/runtuhnya bangunan
Di lapangan, biasanya yang bertanggungjawab dalam hal penjaminan mutu adalah:
1) Konsultan pengawas dari owner
2) Staff quality control dari kontraktor
3) Field Inspectors
4) Supervisor/Inspectors dari pemerintah apabila merupakan proyek pemerintah
Pengecekan Gambar Proyek
Pekerjaan proyek harus sesuai dengan spesifikasi gambar proyek. Setiap proses pembuatan
gambar harus melalui proses kontrol dan pemeriksaan hasil. Pembuatan shop drawing
dilakukan oleh kontraktor pelaksana, kemudian dilakukan pemeriksaan yang dilakukan oleh
konsultan pengawas. Pada pengawasan terhadap shop drawing, terdapat tiga parameter
yang menyatukan status gambar, yakni :
a. Approved : artinya shop drawing disetujui untuk dijadikan pedoman pelaksanaan di
lapangan.
b. Approved as note : artinya shop drawing disetujui dengan catatan-catatan yang ada
unuk dijadikan pedoman pelaksaan di lapangan.
c. Not approved : artinya shop drawing tidak disetujui, maka kontraktor harus melakukan
perbaikan-perbaikan sesuai dengan kesalahan dan catatan yang ada.
Pengecekan Pekerjaan Formwork / Bekisting
Pengawasan pekerjaan form work adalah pengawasan terhadap pelaksanaan pembuatan
bekisting.
Yang merupakan pelaksanaan pekerjaan form work adalah pengawasan terhadap elevasi
lantai, pinjaman as, dimensi bekisting, kekokohan scaffolding dan support, pemeriksaan
bahan bekisting yang memenuhi syarat, dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan lapangan.
Pentingnya pengawasan terhadap pekerjaan form work karena pekerjaan ini yang akan
memberikan bentuk pekerjaan pembesian dan pekerjaan beton. Sehingga pekerjaan from
work harus dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi shop drawing
Rebar Controlling
Setelah pengawasan pekerjaan form work, diisyaratkan pula untuk pemeriksaan mutu besi
beton yang digunakan, Besi beton yang dipakai dalam bangunan harus memenuhi
persyaratan terhadap metode pengujian dan pemeriksaan untuk bermacam-macam mutu
baja beton (yang luas penampang batang dalam mm² telah eksak ditentukan) sehingga
batang mengalami putus.
PENGECEKAN MUTU BETON
Selama masa pelaksanaan mutu beton dan mutu pelaksanaan perlu diawasi dan
diperiksa secara kontinu dengan jalan membuat dan menerima benda uji yang diambil dari
campuran beton. Dimana bentuk dan ukuran dari benda uji yang akan dipergunakan dapat
mempengaruhi kekuatan tekan dari beton.
Penggunaan beton pada proyek ini adalah beton siap pakai (ready mix) karena melihat factor
efisiensi pembuatan beton tersebut. Sebelum dipergunakan, terlebih dahulu diadakan
pengetesan dengan pengujian kekentalan adukan beton ke dalam kubus atau silinder untuk
diperiksa kekuatan beton terhadap gaya tekan. Sebagai perbandingan kekuatan tekan pada
berbagai benda uji.
PENGECEKAN PEKERJAAN PEMASANGAN
Selama masa pelaksanaan pekerjaan finishing arsitektur juga sangat perlu pengawasan yang
tinggi, seperti pada pekerjaan pemasangan mulai dari mutu adukan, air yang digunakkan,
kelurusan dan kerapihan pasangan, sebab apabila terjadi kesalahan akan membuang waktu
dan biaya.
Selanjutnya pekerjaan plesteran dan acian, apabila pekerjaan pasangan lurus dan rapi maka
ketebalan plesteran menjadi efisien karena ketebalan plesteran rata-rata sama.
PENEGASAN TERHADAP ADANYA PENYIMPANGAN PEKERJAAN
Pada setiap pekerjaan konstruksi tidak dipungkiri akan terjadi penyimpangan yang mungkin
dilakukan oleh pekerja. Penyimpangan yang dimaksud bisa berupa penyimpangan terhadap
bidang keteknikan, pencurian material, ketidaktepatan waktu penyelesaian pekerjaan, tidak
menaati aturan K3, dan lain-lain.
SASARAN MUTU
Sasaran mutu Pelaksanaan Kegiatan
Terselenggaranya kegiatan pekerjaan Pekerjaan Pembangunan Prasarana Sarana dan
Utilitas Umum (PSU) di Kawasan Perumahan MBR di Kabupaten Serdang
Bedagai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pada jadwal
pelaksanaan kegiatan dan mengevaluasi hambatan-hambatan yang mungkin dan telah
muncul agar tidak mempengaruhi kegiatan inti.
Melaksanakan kegiatan pekerjaan Pekerjaan Pembangunan Prasarana Sarana dan
Utilitas Umum (PSU) di Kawasan Perumahan MBR di Kabupaten Serdang Bedagai
demgan mengutaman kepuasan pelanggan dengan prinsip tepat waktu dan mutu.
STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Organisasi merupaka suatu kesatuan dari beberapa unsur dalam kerangka pengelolaan dan
mangemen suatu kegiatan, organisasi dibentuk agar pelaksanaan kegiatan dapat efisien dan
efektif, dalam rangka mencapai tujuan akhir dari suatu kegiatan.
Keberhasilan suatu kegiatan juga ditentukan oleh keberhasilan dalam berkoordinasi antar
masing-masing organisasi yang terlibat baik internal maupun external selama proses kegiatan
berlangsung.
STRUKTUR ORGANISASI PENYEDIA JASA
Berisi bagan organisasi penyedia jasa Pekerjaan Pembangunan Prasarana Sarana dan Utilitas
Umum (PSU) di Kawasan Perumahan MBR di Kabupaten Serdang Bedagai yang akan
melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan Pekerjaan Pembangunan Prasarana Sarana dan
Utilitas Umum (PSU) di Kawasan Perumahan MBR di Kabupaten Serdang Bedagai seperti
yang terlihat pada gambar dibawah ini :
Uraian Tugas Unsur Penyedia Jasa
Pihak-pihak dari kontraktor yang akan terlibat dalam proyek adalah sebagai berikut :
Direktur
Divisi Operasional
Project Manager
Keuangan/adm
Site Manager
Quality & Quantity Engeneer
Pelaksana
Logistik
Surveyor
Operator
Tugas dan kewajiban unsur-unsur organisasi penyedia jasa
1. Direktur
1. Menandatangani kontrak dan addendumnya dengan pengguna jasa.
2. Mempelajari dan memahami kontrak kerja yang akan dilaksanakan.
3. Memimpin dan mengarahkan semua kegiatan pelaksanaan sesuai rencana pelaksanaan
pekerjaan.
4. Memantau dan mengarahkan proses pelaksanaan pekerjaan guna mendapatkan hasil
yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
5. Melakukan monitoring dan pemeliharaan serta melakukan perbaikan bila terjadi.
6. Bertanggung jawab atas semua pelaksanaan baik kualitas maupun kuantitas.
2. Divisi Operasinal
1. Mengelola dan mengkoordinasikan serta melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan
proyek dalam hubungannya dengan Pimpinan pada Kantor Pusat, Divisi bagian teknik pusat
dan struktur proyek cabang, agar proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana, baik yang
menyangkut biaya, Mutu Waktu dan Administrasi, serta membantu kelancaran proses tender
dan hubungannya dengan masalah teknis.
Tanggung Jawab
1. Memantau terlaksananya kegiatan pelaksanaan proyek khususnya maslah teknis,
termasuk fasilitas pendukung sesuai rencana yang diterapkan.
2. Terselenggaran pengadministrasian kegiatan-kegoatan yang berkaitan dengan
penanganan teknis proyek sampai dengan proses penyerahan.
3. Tersedianya rencana kebutuhan biaya proyek secara periodik.
4. Terlaksananya pengendalian biaya, mutu, waktu dan administrasi proyek.
5. Tugas
6. Terlaksananya kegiatan kegiatan pelaksanaan proyek, termasuk semua pendukung
sesuai rencana
7. Bertugas menyelesaikan tersusunnya RAP beserta team penyusun RAP.
8. Secara periodik memacu dan memotivasi tenaga ahli proyek agar bisa bekerja sesuai
rencana.
9. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelaksanaan proyek, agar sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan.
10. Selalu mengusulkan dan mencari alternatif-alternatif metode kerja yang lebih baik
untuk menyelesaikan pekerjaan.
11. Terselenggaranya pengadministrasian kegiatan yang berkaitan dengan penanganan
proyek sampai dengan proses serah terima.
12. membandingkan realisasi pekerjaan dengan rencana yang ditetapkan.
13. Melakukan dan atau mengarahkan tindakan perbaikan atas pekerjaan bila terjadi
penyimpangan.
14. Memimpin rapat koordinasi kegiatan proyek termasuk dengan para subkontraktor.
3. Project Manager
1. Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan proyek agar dapat berjalan sesuai
dengan rencana, baik menyangkut biaya, mutu, waktu dan Administrasi serta
membantu kelancaran proses penagihan.
2. Bertanggung jawab kepada : Divisi Operasinal
3. Membawahi : Site Manager/Quantity Engineer
4. Terlaksananya kegiatan pelaksanaan proyek, termasuk fasilitas pendukung sesuai
rencana yang diterapkan.
5. Terselenggaranya pengadministrasian kegiatan – kegiatan yang berkaitan dengan
penanganan proyek sampai dengan proses penagihan serta ersedianya rencana
kebutuhan biaya proyek secara periodik dan terlaksananya pengendalian biaya, mutu
dan waktu proyek.
6. Terlaksananya kegiatan pelaksanaan proyek, termasuk fasilitas pendukung sesuai
rencana yang diterapkan.
7. Memimpin dan mengarahkan kegiatan pelaksanaan proyek.
8. Menyelenggarakan rapat – rapat mingguan proyek guna menjabarkan rencana
pelaksanaan dan monitoringnya.
9. Aktif dalam rapat yang diadakan oleh Konsultan dan Direksi, Pemberi Tugas dan
mengusulkan hal – hal yang menguntungkan perusahaan.
10. Mengadakan hubungan dan pendekatan – pendekatan secara positif terhadap
masyarakat sekeliling proyek dan penguasa setempat maupun Konsultan / Direksi agar
mendukung kelancaran pekerjaan.
11. Terselenggaranya pengadministrasian kegiatan – kegiatan yang berkaitan dengan
penanganan proyek sampai dengan proses penagihan.
12. Mempersiapkan dan memproses Berita Acara tepat pada waktunya sesuai kemajuan
proyek guna terlaksananya penagihan.
13. Tersedianya metode kerja, bahan, alat dan tenaga yang menjadi tanggung jawabnya
sesuai jadual pelaksanaan yang telah ditetapkan.
14. Membuat schedule bahan, alat, sumber daya manusia dan lain – lain.
15. Mengkoordinasikan dan memonitor persediaan bahan, alat dan tenaga sesuai
rencana.
16. Memimpin dan mengarahkan kegiatan – kegiatan pelaksanaan pengadaan dan
pendistribusian bahan dan alat.
17. Melakukan pengecekan kegiatan pengusulan dan pemakaian bahan, alat dan tenaga.
18. Tersedianya rencana kebutuhan biaya proyek secara periodik.
19. Memimpin dan mengarahkan kegiatan penyusunan cashflow proyek secara rutin dan
pendistribusian biaya.
20. Melakukan pengecekan kegiatan penggunaan keuangan proyek.
21. Terlaksananya pengendalian biaya, mutu dan waktu proyek.
22. Mencatat semua hasil pekerjaan yang telah dilakukan / dilaksanakan.
23. Membandingkan realisasi pekerjaan dengan rencana yang ditetapkan.
24. Melakukan dan atau mengarahkan tindakan perbaikan atas pekerjaan bila terjadi
penyimpangan.
25. Memantau dan mengarahkan proses kegiatan pekerjaan proyek guna mendapatkan
hasil yang telah ditetapkan.
26. Memimpin rapat koordinasi kegiatan proyek termasuk dengan paraSubkontraktor.
27. Membuat rencana Anggaran Proyek (RAP) dan kegiatan perencanaan (Action Plan)
review Doc. Spesifikasi Teknik, Metode Pelaksanaan dan Menghitung kembali.
Menangani Tugas-tugas :
1. Engineering (termasuk Administrasi & Kontrak)
2. Administrasi Keuangan, Personalia & Umum.
3. Operasionala Lapangan (Quality Plan, Production Plan dan Safety Plan).
Membina Hubungan Kerja dengan :
1. Pengguna Jasa
2. Konsultan Supervisi
3. Mitra Kerja
4. Supplier
5. Sub Kontraktor
6. Mandor
7. Tokoh Masyarakat dan pemuda di lingkungan lokasi pekerjaan.
Melaksanakan Rapat mingguan dan bulanan internal maupun external.
Mengadakan Evaluasi terhadap :
1. Progres Fisik (Harian, Mingguan, Bulanan)
2. Biaya
3. Quality/Quantity
4. Waktu/Schedules
5. Standard
Membuat rencana tindak lanjut / Corrective Action terhadap penyimpangan yang terjadi.
Membina bagian administrasi, Engineering dan pelaksanaan guna peningkatan kinerjanya
dalam mendukung visi Perusahaan.
a. Tugas Project Manager
1. Mengkoordinir bagian-bagian dibawahnya dan menjamin pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh pihak pengguna jasa serta mengoreksi
bila ada review design.
2. Mengkoordinir pelaksanaan penyelesaian keluhan pelanggan dan bertanggung jawab
terhadap pelaksanaan penyelesaian produk yang tidak sesuai.
3. Mendata perubahan-perubahan pelaksanaan terhadap kontrak.
4. Melakukan tindakan koreksi dan pencegahan yang telah direkomendasi pengendalian
sistem mutu.
5. Menghentikan pelaksanaan pekerjaan yang tidak memenuhi standard mutu yang telah
ditetapkan.
6. Membuat laporan-laporan yang telah ditetapkan perusahaan dan laporan-laporan lain
yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
7. Berkoordinasi dengan pihak konsultan supervisi (jika ada), aparat setempat, utamanya
pihak Direksi pekerjaan dari pengguna jasa serta menyelesaikan masalah-masalah
teknis dilapangan dengan pengawas.
8. Membantu bidang administrasi kontrak untuk memeriksa dan menyetujui tagihan
upah mandor, subkontraktor, dan sewa alat yang berhubungan dengan prestasi fisik
lapangan serta mengajukan request ke direksi pekerjaan sebelum pekerjaan dimulai
termasuk koordinasi dengan konsultan supervisi (jika ada).
b. Tanggung Jawab
1. Menetapkan sasaran mutu.
2. Memimpin setiap pertemuan.
3. Melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait dilokasi proyek.
4. Memberikan persetujuan atas permintaan kebutuhan proyek ke kantor pusat/cabang.
4. Site Manager
Tugas dan kewajiban site manager adalah sebagai berikut :
1. Menjamin bahwa semua isi dari kerangka acuan pekerjaan akan dipenuhi dengan baik
yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.
2. Membantu pejabat pelaksana teknis kegiatan dalam penyelesaian administrasi
kemajuan proyek. Bantuan ini termasuk mengumpulkan data proyek seperti kemajuan
pekerjaan, kunjungan pekerjaan, kunjungan lapangan, rapat-rapat koordinasi
dilapangan, data pengukuran kuantitas, dan pembayaran kepada kontraktor.
Semuanya dikumpulkan dalam bentuk laporan kemajuan bulanan dan memberikan
saran-saran untuk mempercepat pekerjaan serta memberikan penyelesaian terhadap
kesulitan yang timbul baik secara teknis maupun kontraktual untuk menghindari
keterlambatan pekerjaan.
3. Menjamin semua pelaksanaan detail teknis untuk pekerjaan mayor tidak akan
terlambat selama masa mobilisasi untuk masing-masing paket kontrak dalam
menentukan lokasi, tingkat serta jumlah dari jenis-jenis pekerjaan yang secara khusus
disebutkan dalam dokumen kontrak.
4. Membantu dan memberikan petunjuk kepada tim di lapangan dalam melaksanakan.
5. Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan proyek dalam hubungannya dengan
owner yang dilapangan, pengawas lapangan dan staff proyek yang ada dibawahnya
agar dapat berjalan sesuai dengan rencana, baik yang menyangkut biaya, mutu dan
waktu serta membantu kelancaran proses penagihan.
5. Kepala Pelaksana
a. Mengkoordinasikan semua pekerjaan dengan pengawas pekerjaan (direksi pekerjaan)
guna kesuksesan pelaksanaan pekerjaan.
b. Membuat rencana pelaksanaan pekerjaan, jadwal waktu pekerjaan, sehingga
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
c. Merencanakan pengadaan jumlah peralatan, material, bahan dan tenaga kerja serta
pengaturannya di lapangan.
d. Melakukan evaluasi pekerjaan dan membuat perhitungan MC 0% dan MC 100% bersama
koordinator pelaksanaan (direksi pekerjaan) dan pengawas lapangan dan
memonitoring pekerjaan selama masa pemeliharaan.
e. Mengarahkan dan memantau proses kegiatan guna menghasilkan pekerjaan yang
diharapkan.
f. Bertanggung jawab pada seluruh hasil pekerjaan agar terselenggaranya pengendalian
mutu, waktu, biaya dan kuantitas pekerjaan sesuai dengan kontrak.
g. Bertanggungjawab seluruh masalah administrasi kegiatan yang berkaitan dengan
pelaksanaan pekerjaan sampai proses penagihan (keuangan).
h. Melakukan diskusi dengan koordinator pelaksanaan (direksi pekerjaan) untuk evaluasi
kemajuan pekerjaan.
i. Membuat laporan harian, mingguan dan [Link] koordinasi dengan
seluruh team/personil pelaksana pekerjaan.
6. Pelaksana lapangan
a. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan dan memberi instruksi kepada mandor mengenai
kualitas dan kuantitas pekerjaan.
b. Menjaga dan mengamankan serta merencanakan tempat penyimpanan peralatan,
bahan dan material sesuai kebutuhan dalam menunjang terlaksananya pekerjaan.
c. Menghitung kemajuan pekerjaan, hasil opname setiap hari bersama pengawas
lapangan.
d. Membuat laporan harian dan mingguan bersama pengawas lapangan.
e. Memantau proses pelaksanaan pekerjaan guna mendapatkan hasil pekerjaan sesuai
kontrak dan syarat teknis dengan prosedur pelaksanaan yang ditentukan.
f. Membuat atau menghitung volume pekerjaan yang terpasang, MC 0%, MC 100% dan
gambar pelaksanaan bersama pengawas lapangan.
g. Melakukan pengambilan gambar pelaksanaan (dokumentasi) untuk setiap kegiatan
yang dilaksanakan.
7. Pelaksana mesin
a. Melakukan perencanaan sistem mekanikal yang berdasar kepada perhitungan
kebutuhan rencana.
b. Melakukan analisa dan perhitungan kebutuhan mengenai peralatan maupun material
mekanikal.
c. Melakukan koordinasi dengan kepala proyek dan tem leader.
d. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan Mekanikan.
e. Menjamin keselamatan bagi operator yang bekerja dibawahnya.
f. Melaksanakan tugas-tugas khusus secara langsung berdasarkan order dari kepala
pelaksana.
g. Melakukan pengawasan pekerjaan perbaikan mesin-mesin dan peralatan kepada
kepala pelaksana.
8. Pelaksana Administrasi /Keuangan
a. Mempersipkan rencana anggaran lapangan kepada project manager.
b. Mempersiapkan pembayaran tagihan-tagihan dari pekerjaan, peralatan, bahan dan
lainnya yang ada hubungannya dengan pekerjaan.
c. Membuat laporan keuangan kepada direktur.
d. Mempersiapkan pembayaran mingguan kepada pekerja sesuai laporan opname di
lapangan.
e. Membuat surat menyurat, administrasi kontrak, perijinan dan lain sebagainya.
f. Mempersiapkan administrasi penarikan termijn kepada pengguna jasa.
9. Pelaksana Sistem Manajemen Mutu
a. Memastikan bahwa sistem mutu di proyek berjalan dengan baik dan efektif.
b. Menentukan proses selanjutnya apakah bisa dilaksanakan.
c. Menganalisa dan melaporkan semua permasalahan yang menyangkut pelaksanaan
sistem mutu di proyek.
d. Membuat rencana berkala pelaksanaan pemeriksaan dan pengetesan.
e. Melaksanakan pengawasan dan atau pengetesan barang
f. Memelihara bukti – bukti kerjanya
10. Pelaksana SMK3
a. Membuat rencana kesehatan dan keselamatan kerja yang dibebankan kepada seluruh
jajaran yang terlibat di dalam proyek.
b. Berkoordinasi dengan Kepala Proyek untuk menyediakan peralatan keselamatan kerja.
c. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan terkait penggunaan peralatan keselamatan
kerja di lapangan.
d. Melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan terhadap pekerja dan seluruh jajaran yang
terlibat di dalam proyek.
11. Pelaksana Manajemen Konstruksi
a. Mengawasi jalannya pekerjaan di lapangan apakah sesuai dengan metode konstruksi
yang benar atau tidak
b. Meminta laporan progres dan penjelasan pekerjaan tiap item dari Bawahannya secara
tertulis
c. MK berhak menegur dan menghentikan jalannya pekerjaan apabila tidak sesuai
dengan kesepakatan
d. Mengadakan rapat rutin baik mingguan maupun bulanan dengan mengundang
konsultan perencana, wakil owner, dan kontraktor.
e. Berhubungan langsung dengan owner atau wakil owner dalam menyampaikan segala
sesuatu di proyek
f. Menyampaikan progres pekerjaan kepada Kepala Proyek langsung
g. Mengesahkan material yang akan digunakan apakah sesuai dengan spesifikasi kontrak
atau tidak.
h. Mengelola, mengarahkan, dan mengkoordinasi pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor
dalam aspek mutu dan waktu.
i. Melakukan perubahan kontrak yang diajukan
j. Memeriksa gambar shop drawing sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan.
k. Selalu meninjau ulang metode pelaksanaan pekerjaan agar memenuhi syarat K3LMP
(kesehatan dan keselamatan kerja, lingkungan, mutu, dan pengamanan)
l. Memberikan Site Instruction secara tertulis apabila ada pekerjaan yang harus
dikerjakan namun tidak ada di kontrak untuk mempercepat schedule.
12. Logistik
a. Mencari dan mensurvey data jumlah material beserta harga bahan dari beberapa
supplier atau toko material bangunan sebagai data untuk memilih harga bahan
termurah dan memenuhi standard kualitas yang telah ditetapkan.
b. Melakukan pembelian barang atau alat ke supplier atau toko bahan bangunan dengan
melaksanakan seleksi sebelumnya sehingga bisa mendapatkan harga material
termurah pada supplier terpilih.
c. Menyediakan dan mengatur tempat penyimpanan material yang sudah di datangkan
ke area proyek sehingga dapat tertata rapi dan terkontrol dengan baik jumlah
bahan/material yang di datangkan dan yang digunakan/pemakaiannya.
d. Membuat label keterangan pada barang yang disimpan untuk menghindari kesalahan
penggunaan akibat tertukar dengan barang lain.
e. Melakukan pencatatan keluan dan masuknya barang yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan proyek.
f. Mengelola persediaan barang dalam jumlah yang cukup pada waktu material tersebut
diperlukan.
g. Membuat dan menyusun laporan material sesuai dengan format perusahaan yang
telah disetujui pihak Direksi pekerjaan.
h. Membuat berita acara mengenai penerimaan atau penolakan material setelah melalui
kontrol mutu bahan oleh Quality Control perusahaan dan Direksi pekerjaan.
i. Berkoordinasi dengan pelaksana/kepala pelaksana dan bagian teknik proyek mengenai
jumlah dan schedule pengadaan bahan/material yang dibutuhkan pada masing-masing
waktu pelaksanaan pekerjaan.
13. Surveyor
a. Bertanggungjawab terhadap data-data survey yang dibuat dan bekerjasama dengan
pihak owner dalam joint survey.
b. Melakukan pencatatan hasil kerja.
c. Mengadakan dan mengkoordinasi pekerjaan pengukuran.
d. Mencatat, menyimpan dan menyediakan hasil pengukuran.
e. Orientasi area yang berhubungan dengan pekerjaan baru.
f. Mempersiapkan pekerjaan yang akan dimulai.
g. Mempersiapkan data yang berhubungan dengan data aktual pekerjaan.
h. Koordinasi proses perihal kelancaran pekerjaan.
i. Kontrol terhadap alat yang dipakai.
j. Check dan orientasi terhadap revisi yang terjadi di site.
k. Membantu pelaksana dalam menyelesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan data
survey
14. Mekanik
a. Melaksanakan tugas-tugas khusus secara langsung berdasarkan order dari kepala
pelaksana
b. Sebagai mekanik yang melaksanakan pekerjaan perbaikan mesin-mesin alat berat dan
harus mempertanggung jawabkan pekerjaannya kepada kepala pelaksana.
c. Melaksanakan pembelian suku cadang mesin-mesin berdasarkan order dari kepala
pelaksana.
d. Pengendalian pemakaian suku cadang agar dapat sehemat mungkin.
e. Memberikan petunjuk/pengarahan kepada para montir didalam melaksanakan
tugasnya.
f. Mengajukan permintaan suku cadang mesin-mesin motor yang diperkirakan sudah
rusak(aus) kepada dirut sehingga tidak merembet kesuku cadang lainnya.
g. Melakukan pemeliharaan segala macam mesin-mesin Peralatan agar tidak mudah
rusak.
15. Operator Alat Berat
a. Mengoperasikan jenis dan kapasitas Alat Berat sesuai dengan ISO yang dimiliki.
b. Dilarang meninggalkan kabin operator selama Alat beroperasi
c. Melakukan pemeriksaan dan pengamatan terhadap kemampuan kerja Alat Berat serta
merawat kondisinya termasuk juga alat-alat piranti keselamatannya dan alat
perlengkapan lainnya yang berkaitan dengan bekerjanya alat tersebut.
d. Operator bertanggungjawab penuh terhadap alat yang dioperasikannya.
e. Melaporkan kepada atasan jika terjadi kerusakan atau gangguan-gangguan lain pada
Alat Berat dan alat-alat perlengkapannya.
f. Operator harus mengisi buku pemeriksaaan harian dan buku pengoperasian harian
selama Alat beroperasi.