Gangguan Pendengaran pada Lansia
Gangguan Pendengaran pada Lansia
A. Pengkajian
1. Identitas klien/: Usia
Dapat terjadi mulai usia 40 tahun
2. Keluhan utama
Pendengaran berkurang, sulit berkomunikasi, telinga berdenging, diplakusis,
dapat disertai vertigo, klien susah mendengar pesan atau rangsangan suara.
3. Riwayat kesehatan
a. Riwayat penyakit sekarang :Pendengaran berkurang, sulit berkomunikasi,
telinga berdenging, diplakusis, dapat disertai vertigo yang disebabkan oleh
gangguan vestibular ditandai oleh mual dan penglihatan kabur
b. Riwayat penyakit dahulu : Kebisingan, Diet lemak tinggi, Merokok dan
ketegangan, Proses degenerasi tulang-tulang pendengaran bagian dalam,
Faktor intrinsik seperti genetik
c. Riwayat Kesehatan Keluarga
Adakah keluarga yang menderita penyakit diabetes militus, menderita
penyakit pada sisitem pendengaran.
4. Pola Fungsi Kesehatan menurut Gordon
a. Pola persepsi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan
Pasien biasanya terpapar dengan suara bising dalam waktu yang cukup lama
dan adanya riwayat merokok.
b. Pola aktifitas dan latihan
Pola aktivitas dan latihan pada pasien terganggu karena adanya gangguan
pendengaran.
c. Pola tidur dan istirahat
Pasien presbiakusis sering tidur dan istirahat untuk mengisi waktu
luangnya, karena merasa malu jika berkumpul dengan orang lain.
d. Pola persepsi kognitif dan sensori
Pasien presbiakusis mengalami penurunan kemampuan masuknya rangsang
suara dan pasien kurang mampu mendengar perkataan seseorang.
e. Pola persepsi dan konsep diri
Pasien mengalami perasaan tidak berdaya, putus asa dan merasa
minder/rendah diri.
f. Pola peran dan hubungan dengan sesama
Pasien sering menarik diri dari lingkungan dan merasa malu untuk
berkomunikasi dengan orang lain.
g. Pola mekanisme koping dan toleransi terhadap stress
Adanya perasaan cemas, takut pada pasien presbiakusis, pasien sering
menyendiri, pasien mudah curiga dan tersinggung.
Prosedur Tindakan
Pengkajian A. Memulai pengkajian Dengan menanyakan beberapa hal
berikut:
1. Bagaimanakah kondisi Pendengaran
Bapak/Ibu/Saudara/i?
2. Apakah ada gangguan pada pendengaran yang saat
ini dirasakan?Apabila pasien mengalami gangguan,
tanyakan:
3. Apakah gangguan yang dialami hanya terjadi pada 1
sisi pendengaran atau keduanya
4. Apakah gangguan terjadi secara tiba-tiba atau
bertahap?
5. Gejala apakah yang dirasakan?
B. Bedakan Jenis gangguan apakah gangguan konduksi
atau sensori neural:
1. Apakah ada kesulitan memahami percakapan orang
lain yang dialami
2. Apakah ada perbedaan kondisi yang dialami
3. dengan adanya perubahan lingkungan?
C. Kaji tanda dan gejala yang berhubungan dengan
gangguan pendengaran:
1. Nyeri pada telinga
2. Tinnitus
3. Vertigo
4. Discharge dari telinga
D. Kaji penyakit lain yang dapat menimbulkan nyeri pada
telinga
E. Kaji penggunaan obat
F. Kaji riwayat operasi dan alergi
B. Pemeriksaan fisik
PROSEDUR/LANGKAH-LANGKAH
Lihat warna, kesimetrisan, serta Telinga simetris, warna Telinga asimetris, warna
posisi telinga. Posisi telinga bagian sama dengan warna kulit kulit kebiruan (sianosis),
atas letaknya sejajar dengan mata lainnya, letaknya aurikel menghitam (nekrosis),
sejajar dengan mata, kemerahan berlebihan
dengan derajat deviasi (adanya infeksi), derajat
tidak lebih dari 10 deviasi lebih dari 100
(dapat ditemukan pada
penderita kelainan
kongenital, misalnya Down
syndrome)
Lihat saluran telinga bagian luar, Serumen kering ataupun Darah, pus, atau serumen
kebersihan, serta produksinya. serumen basah yang yang memadat dan
berwarna kekuningan menutupi lubang telinga
2. Dukungan kepatuhan
program pengobatan
Definisi :
memfasilitasi ketepatan
dan keteraturan menjalani
program pengobatan yang
sudah ditentukan
Tindakan : Observasi
a. Identifasi kepatuhan
menjalani program
pengobatan
Tindakan : Terapeutik
a. Diskusikan hal-hal
yang dapat mendukung
atau menghambat
berjalannya program
pengobatan
b. Libatkan keluarga
untuk mendukung
program pengobatan
yang dijalani.
Tindakan :Edukasi
a. Informasikan program
pengobatan yang harus
dijalaninya
b. Anjurkan pasien dan
keluarga melakukan
konsultasi kepelayanan
kesehatan terdekat jika
perlu.
3. Perawatan telinga
Definisi:
mengidentifikasi, merawat
dan mencegah gangguan
pada telinga dan
pendengaran
Tindakan: Observasi
a. Memeriksa fungsi
pendengaran
b. Monitor tanda dan
gejalah infeksi telinga
c. Monitor tanda dan
gejalah disfungsi
telingga
d. Melakukan tes
pendengaran
Tndakan: Terapetik
a. Hindari suara keras
b. Lakukan irigasi telinga
jika perlu
Tindakan: Edukasi
a. Jelaskan tanda dan
gejala disfungsi
pendengaran
b. Ajarkan cara
menggunakan dan
merawat alat bantu
dengar
2 Gangguan interaksi 1. Interaksi social 1. Modifikasi perilaku
social Definisi : keterampilan social
Kategori : Relasonal kuantitas dan atau Definisi:
Subkategori : kualitas hubungan Menggubah
osial yang cukup pengembangan atau
Definsi : kuantitas dan Ekspektasi : peningkatan keterampilan
atau kualitas hubunggan meningkat social interpersonal
social yang kurang atau Kriteria hasil:
berlebih. a. Perasaan yang Tindakan : Observasi
nyaman dengan a. Identifikasi penyebab
Penyebab situasi social (4) kurangnya
a. Defisiensi bicara b. Perasaan mudah keterampilan social
b. Hambatan menerima atau b. Identifikasi focus
perkembangan/matura mengkomunikasik pelatihan social
si an perasaan (4)
Gejalah dan tanda mayor Tindakan : Terapeutik
Subjektif 2. Dukungan social a. Libatkan keluarga
1. Merasa sulit Definsi : selama latihan
menerima atau Ketersediaan keterampilan social
mengkomunikasi sokongan dari orang jika perlu
kan perasaan lain untuk memenuhi b. Edukasi keluarga
kebutuhan individu untuk dukungan
yang menjalani keterampilan social
perawatan
2. Promosi sosialisasi
Ekspetasi : meningkat Definisi :
Kriteria : Meningkatkan
a. Kemampuan kemampuan untuk
meminta berinteraksi dengan orang
kebutuhan yang lain
menjalani
perawatan Tindakan :
b. Jaringan social a. Ideentifikasi
yang membantu kemampuan
melakukan interaksi
3. Keterlibatan social dengan orang lain
Definisi :
Kemampuan untuk Tindakan Terapeutik
membina hubungan a. Motivasi
yang erat, hangat, meningkatkan
terbuka, dan keterlibatan dalam
independen dengan suatu hubungan
orang lain.
Tindakan Edukasi :
Ekspetasi : a. Ajarkan berinteraksi
Meningkat dengan orang lain
Kriteria : secara bertahap
a. Verbalisasi social
b. Perilaku menarik 3. Dukungan kelompok
diri Definisi :
c. Tugas Memfasilitasi peningkatan
perkembangan kemampuan peneyelesaian
sesuai usia masalah dan perasaan
didukung oleh kelompok
individu dengan
pengalaman dan masalah
yang sama sehingga lebih
memahami situasi masing-
masing
Tindakan :
a. Identifikasi masalah
yang sebenarnya
dihadapi kelompok
4. promosi komunikasi
deficit pendengaran
Definsi :
Menggunakan teknik
komunikasi tambahan
pada individu dengan pda
gangguan pendengaran
Tindakan : Observasi
a. periksa kemampuan
pendengaran
b. monitor akumulasi
serumen berlebihan
c. Identifikasi metode
komunikasi yang
disukai pasien ( mis.
Lisan, tulisan, gerak
bibir, bahasa isarat)
Tindakan Terapeutik :
a. Fasilitasi
pengguanakan alat
pendengaran
b. Berhadapan dengan
pasien secara langsung
selama komunikiasi
c. Hindari kebisingan
saat komunikasi
3 Gangguan Persepsi 1. Fungsi sensori 1. Dukungan
Sensori Definisi : pengungkapan
Definisi: Kemampuan untuk kebutuhan
Perubahan persepsi merasakan stimulasi Definisi :
terhadap stimulus baik suara, rasa, raba, Memudahkan
internal maupun eksternal aroma dan gambar mengungkapkan
yang disertai dengan visual kebutuhan dan keinginan
respon yang berkurang, secara efektif
berlebihan atau terdistor. Kriteria hasil :
a. ketajaman Tindakan : Observasi
Penyebab: pendengaran a. periksa gangguan
a. Gangguan pendengaran komunikasi verbal
b. Usia lanjut 2. Proses informasi (mis.
Definisi: Ketidakmampuan
Gejala dan tanda mayor Kemampuan untuk berbicara, kesulitan
Objektif: mencari, mengekspresikan
a. Respon tidak sesuai mengorganisasi dan pikiran secara verbal)
menggunakan b. ajukan pertanyaan
Kondisi klinis terkait informasi dengan jawaban
a. presbikusis singkat, dengan isyarat
Kriteria hasil: anggukan kepala jika
a. memahami cerita mengalami kesulitan
b. menyampaikan berbicara
pesan yang c. fasilitasi komunikasi
keheren dengan (mis. Pensil
c. menjelaskan dan kertas, computer,
kesamaan antara kartu kata)
dua item
d. menjelaskan
perbedaan antara
dua item Tindakan : Edukasi
a. informasikan keluarga
dan tenaga kesehatan
lain teknik
berkomunikasi, dan
gunakan secara
konsisten
b. anjurkan keluarga dan
staf mengajak bicara
meskipun tidak
mampu berkomunikasi
kolaborasi.
2. Menegemen Mood
Definisi :
Mengidentifikasi dan
mengelola
keselamatan,stabilisasi
,pemulihan,dan perawatan
gangguan mood (keadaan
emosional yang bersifat
sementara)
Tindakan
a. identifikasi mood
(mis,tanda,gejala,riwa
yat penyakit)
b. monitor aktivitas dan
tingkat stimulasi
lingkungan
Tindakan terapeutik
a. Berikan kesempatan
untuk menyampaikan
perasaan dengan cara
yang tepat
Tindakan edukasi
a. Anjurkan peran aktif
dalam pengenalan obat
dan rehabilitas
b. Ajarkan mengenali
pemicu gangguan
mood
c. Ajarkan memonitor
mood secara mandiri
5 Deficit pengetahahuan 1. Tingkat pengetahuan 1. Edukasi kesehatan
tentang (spesifikasi). Definsi : Definisi :
Kategori : prilaku Kecukupan informasi Mengajarkan pengelolaan
Subkategori : penyuluhan kognitif yang berkaitan factor resiko penyakit dan
dan pembelajaran dengan topic tertentu. prilaku hidup bersih serta
sehat
Definisi : Ekspetasi meningkat
Ketiadaan atau kurangnya Kriteria hasil Tindakan observasi
informasi kognitif yang a. Kemampuan a. Identifikasi kesiapan dan
berkaitan dengan topic menjelaskan kemampuan menerima
tertentu pengetahuan tentang informasi
suatu topic (4) b. Identifikasi factor-faktor
Penyebab b. Perilaku sesuai yang dapat
a. Kurang terpapar dengan meningkatkan dan
informasi pengetahuan(4) menurunkan motivasi
b. Kurang mampu c. Persepsi yang keliru perilaku hidup bersih
mengingat terhaap masalah(4) dan sehat.
c. Ketidaktahuan
menemukan sumber 2. Proses informasi 2. Edukasi alat bantu dengar
informasi Definsi: kemampuan Definisi :
untuk mencari, Mengajarkan pengaturan
Gejalah dan tanda mengorganisasi dan aktivitas dan istiraht
mayor mengguanakan
Subjektif informasi Tindakan
a. Menanyakan masalah a. Identifikasi kesiapan dan
yang dihadapi Ekspektasi membaik kemampuan
Kriteria hasil : b. Periksa telinga yang
a. Memahami cerita memerlukan alat bantu
b. Menyampaikan dengar
pesan yang keren c. Jadwalkan pemberian
c. Pesan verbal yang pendidiakan kesehatan
kheren sesuai kesepakatan
d. Menjelaskan d. Berikan kesempatan
kesamaan antara kepada pasien dan
dua item keluarga untuk bertanya
e. Anjurkan membersihkan
serumen jika menutupi
liang telinga
f. Ajarkan menyesuaikan
volume dengan
kebutuhan pasien.
Tindakan :observasi
a. Jelaskan manfaat
pengunaan alat batu
b. Jelaskan pilihan alat
bantu yang
memungkinkan
c. Ajarkan cara
penggunaan alat bantu.
d. Ajurkan keluarga
mendukung pasien
menggunakan lat bantu.
6 Resiko harga diri rendah 1. Harga diri rendah 1. Peningkatan harga diri
Definisi: Definisi : penilaian Definisi :
Rentan terjadi persepsi harga diri sendiri Membantu pasien untuk
negative tentangmakna diri meningkatkan penilaian
sebagai respon terhadap Skala outcome pribadi mengenai harga diri.
situasi saat ini, yang dapat keseluruhan
mengganggu kesehatan a. Penerimaan Aktivitas-aktivitas
terhadap a. tentukan kepercayaan
Factor resiko : keterbatasan diri diri pasien dalam hal
a. Gangguan peran social b. Keseimbangan penilaian diri
b. Penurunan control dalam berpartisipasi b. dukungan pasien untuk
terhadap lingkungan dan mendengarkan bisa
dalam kelompok c. bantuan untuk
Populasi berisiko c. Respon yang menemukan penerimaan
a. Riwayat penolakan diharapkan dari diri
Kondisi terkait orang lain d. bantua pasien untuk
a. Penyakit fisik d. Gambaran tentang mengidentifikasi respon
sukses di kelompok postitf dari orang lain
social e. jangan mengkritisi
pasien secara negative
2. Penerimaan status f. monitor frekuensi
kesehatan verbalisasi negative
Definisi : terhadap diri
Tindakan personal g. buat pernyataan positif
untuk menyesuaikan mengenai pas
perubahan-perubahan
signifikan dalam situasi 2. Dukungan emosional
kesehatan Definisi :
Memberikan kenyamanan,
Skala outcome penerimaan dan dukungan
keseluruhan selama masa stress
a. Mempertahan kan
hubungan Aktivitas-aktivitas
b. menyesuaikan a. dukungan penggunakan
perubahan dalam mekanisme pertahanan
status kesehatan yang sesuai
mencari informasi
tentang kesehatan 3. Dukungan Kelomook
Definisi:
3. Status Kesehatan Pemenfaatan kelompok
pribadi dilingkungan sekitar untuk
Definisi : untuk memberikan
Keseluruhan fungsi dukungan emosional dan
fisik, psikologis, social informasi kesehatan kepada
dan spiritual dari orang semua anggota
dewasa usia 18 tahun Aktivitas-aktivitas
atau lebih a. kaji tingkatakan dan
kesesuaian system
Skala outcome pendukung yang telah
keseluruhan ada
a. fungsi sensori b. menfaatkan kelompok
b. kemampuan pendukung selama masa
untukmengatasi transisi untuk membantu
masalah pasien beradaptasi
c. kemampuan untuk dengan kondisi
berkomunikasi c. tentukan tujuan dan
d. hubungan social fungsi kelompok
pendukung
ASKEP KEPERAWATAN GERONTIK
A. Pengkajian fisik
1. Inspeksi
Saat bertemu dengan klien, perhatian penampilan umum, postur, dan cara berjalan. Saat
menjabat tangan perhatikan genggaman, mobilitas, kontak mata, bicara, pola
pernapasan, warna kulit, dan pakaian. Observasi cepat dan hati-hati menunjukan
integritas sistem neurologis dan muskuloskeletal, sistem mental dan emosional, serta
minat dan kemampuan untuk perawatan mandiri. Inspeksi berlanjut melalui
wawancara dan pengkajian fisik dengan berpedoman pada hal-hal berikut ini.
a. Penerangan dan pemajanan adekuat untuk ispeksi warna, ukuran, tekstur,
dan mobilitas.
b. Penerangan tangensial untuk kontur dan variasi pada permukaan tubuh.
c. Bagian tubuh yang diperiksa, perhatikan simetri pada tubuh sebaliknya.
d. Observasi secara cermat, perhatian yang detail, dan catat hasil temuan.
e. Perhatikan klien dalam mengikuti instruksi dan melakukan maneuver untuk memperoleh
data kemampuan fungsional. Deteksi terhadap bau adalah bagian dari
inspeksi. Bau badan tidak sedap dapat terjadi akibat higiene yang buruk dan
penyakit. Bau parfum yang kuat menandakan terbatasnya indera penciuman. Perawat
waspada terhadap bahaya keamanan jika klien tidak dapat mendeteksi
gas/rokok
2. Palpasi
Melalui sentuhan karakteristik tekstur tubuh, suhu, ukuran ketajaman, dan
gerakan dibedakan dengan bagian tangan dan jari yang berbeda. Ujung jari
paling sensitive untuk menyentuh, dengan sensitivitas yang ditingkatkan
menggunakan gerakan sedikit memutar. Telapak tangan dan permukaan dorsal
digunakan untuk membedakan vibrasi dan memperkirakan suhu.
Tangan yang hangat dan kuku jari yang pendek penting untuk
kenyamanaan klien. Posisi klien relaks, palpasi yang lembut dan tenang. Area
yang diketahui nyeri tekan sebaiknya dipalpasi terakhir
Karena sensitivitas terhadap sentuhan dapat dangkal pada tekanan kontinu
dan berat jari tangan, perawat harus menggunakan sedikit palpasi pada awalnya.
Palpasi dalam untuk memeriksa isi abdomen, tekanan yang berlebilhan akan
menurunkan sensitivitas. Tekanan diberikan dengan ujung jari saat susunan jari
pertama melakukan palpasi
Teknik bimanual dengan kedua tangan untuk menekan organmasa antara
ujung jari untuk mengkaji ukuran dan ketajaman. Ballottement adalah teknik
palpasi yang digunakan untuk mengevalusi konsistensi organ atau tegangan
cairan dengan gerakan ujung jari yang kuat mengetuk. Tekanan digunakan
dengan ujung jari, sementara ujung jari pendeteksi mengkaji kekuatan.
a. Variasi palpasi yang sepesifik adalah sebagai tajam/tumpul, ringan/dalam,
panas/dingin, dan nyeri tekan
b. Penurunan penglihatan, pendengaran, dan sentuhan memerlukan instruksi
yang jelas serta dekat untuk pemahaman adekuat.
c. Penurunan massa otot, tonus, kekuatan, daya tahan, kegesitan, klarifikasi
kartilago dan ligament. Penurunan massa tulang dapat menimbulkan nyeri
dan melelahkan saat palpasi.
d. Pengkajian turgor pda abdomen didapatkan penurunan elastisitas kulit dan
peningkatan keriput.
e. Penebalan dinding arteri dan penurunan elastisitas mengakibatkan
penurunan nadi pada palpasi.
3. Perkusi
Digunakan untuk mengkaji ukuran, posisi dan densitas struktur dasar.
Perkusi terdiri atas ketukan tajam yang menghasilkan vibrasi dan gelombang
bunyi lanjut. Gelombang bunyi terdengar seperti nada perkusi, perkusi
mengkaji adanya udara, cairan serta materi padat dan struktur dasar.
Metode perkusi langsung yaitu menyentuh permukaan tubuh secara
langsung dengan satu/dua jari secara terpisah. Metode perkusi langsung sering
digunakan dan paling umum. Teknik ini dilakukan dengan menempatkan falang
distal dari jari tengah (pleksimeter) tangan nondominan mendatar terhadap area
yang deperkusi. Pukulan perkusi dengan ujung jari tangan dominan. Target
pukulan adalah persendian antara falangeal dari jari pleksimeter, atau area distal
pada persendian tersebut. Pikulan dihantarkan dengan gerakan dari pergelangan
tangan. Pukulan harus tajam dan cepat, tarik kembali pergelangan dengan cepat.
Kuku jari harus pendek.
Bunyi yang dihasilkan oleh perkusi diklarifikasikan menurut sipat akustik
dan nada yang dihasilkan, dari yang paling keras sampai yang paling lembut.
Karena sensasi taktil tumpul pada lansia, palpasi dalam penting untuk
mendapatkan respon pada waktu mengkaji sensasi.
Keterangan :
a. Tidak pernah : selama satu minggu tidak pernah merasakan hal tersebut
b. Jarang : selama satu minggu Cuma 1 kali merasakan hal tersebut
c. Kadang-kadang : selama satu minggu 3 kali merasakan hal tersebut
d. Sering : Hampir setiap hari merasakan hal tersebut.
2. Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi, palpasi, perkusi, dan
auskultasi untuk mengetahui perubahan fungsi sistem tubuh
b. Pendekatan yang digunakan dalam pemeriksaan fisik adalah head to toe
(dari ujung kepala sampai ujung kaki) dan sistem tubuh
3. Psikologis
a. Apakah mengenal masalah utamanya
b. Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan
c. Apakah dirinya merasa di butuhkan atau tidak
d. Apakah memandang kehidupan dengan optimis
e. Bagai mana mengatasi stres yang di alami
f. Apakah mudah dalam menyesuaikan diri
g. Apakah lanjut usia sering mengalami kegagalan
h. Apakah harapan pada saat ini dan akan dating
i. Perlu di kaji juga mengenai fungsi kognitif, daya ingat, proses fikir, alam
perasaan, orientasi dan kemampuan dalam penyelesaian masalah
4. Sosial ekonomi
a. Sumber keuangan lanjut usia
b. Apa saja kesibukan lanjut usia dalam mengisi waktu luang
c. Dengan siapa ia tinggal
d. Kegiatan organisasi apa yang di ikuti lanjut usia
e. Bagaimana pandangan lanjut usia terhadap lingkungannya
f. Berapa sering lanjut usia berhubungan dengan orang lain di luar rumah
g. Siapa saja yang bisa mengunjungi
h. Seberapa besar ketergantungannya
i. Apakah dapat menyalurkan hobi atau keinginannya dengan fasilitas yang
ada.
5. Spiritual
a. Apakah secara teratur melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya
b. Apakah secara teratur mengikuti atau terlibat aktif dalam kegiatan
keagamaan
c. Bagaimana cara lanjut usia menyelesaikan masalah apakah dengan berdoa
d. Apakah lanjut usia terlihat sabar atau tawakal
ASUHAN KEPERAWATAN KESEPIAN
Keterangan :
a. Tidak pernah
menunjukan [1]
b. Jarang menunjukan[2]
c. Kadang-kadang
menunjukan[3]
d. Ssering menunjukan[4]
e. Secara konsisten
menunjukan[5]
2 Isolasi sosial 1. Keparah kesepian 1. Terapi aktivitas
Definisi : Definisi : keperahan dari Definisi:
Kesendirian yang dialami tanda dan gejala secara Persepan terkait dengan
oleh individu dan emosiona, sosial, extensial menggunakan bantuan
dianggap timbul karena terhadap isolasi. aktivitas fisik, kognisi,
orang lain dan sebagai sosial dan spiritual untuk
suatu keadaan negative Setelah dilakukan meningkatkan frekuensi
atau mengancam tindakan keperawatan dan durasi dari aktivitas
klien diharapkan : kelompok
Batasan karakteristik: 1. Rasa keputusasaan [4]
1. Tidak ada system 2. Rasa kehilangan Aktivitas-aktivitas :
pendukung harapan [4] a. Pertimbangkan
2. Kesendirian yang 3. Rasa tidak memiliki kemampuan klien
disebabkan oleh [4] dalam berpartisipasi
orang lain 4. Rasa kehilngan akibat melalui aktivitas
3. Ingin sendirian kepisah dari orang lain spesifik
4. Merasa tidak [4] b. Pertimbangkan
aman ditempat 5. Perasaan terisolasi komitmen klien untuk
umum secara sosial [4] meningkatkan
6. Rasa tidak dimengerti frekuensi dan jarak
oleh orang lain [4] aktivitas
7. Rasa dicampakan [4] c. Bantu klien untuk
mengeksplorasi tujuan
Keterangan : personal dari aktivitas-
1. Berat aktivitas yang biasa
2. Cukup Berat dilakukan (misaslnya
3. Sedang bekerja) dan aktivitas-
4. Ringan aktivitas yang disukai
5. Tidak Ada
d. Bantu klien untuk
memilih aktivitas dan
pencapaian tujuan
2. Dukungan sosial
melalui aktivitas yang
Definisi : bantuan yang
konsisten dengan
dapat dipercaya diri orang
kemampuan fisik,
lain
fisiologis dan sosial
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
2. Peningkatan sosialisasi
klien diharapkan :
Definisi:
a. Kemauan untuk Fasilitasi kemampuan
menghubungi orang orang untuk berinteraksi
lain untuk meminta dengan orang lain.
bantuan
b. Bantuan yang Aktivitas-aktivitas:
ditawarkan oleh a. Anjurkan kegiatan
orang lain sosial dan masyarakat
c. Informasi yang b. Anjurkan kesabaran
disediakan orang lain dalam pengembangan
d. Orang-orang yang hubungan
membantu sesuai c. Minta dan harapkan
kebutuhan komunikasi verbal
e. Jaringan sosial yang d. anjurkan perencanaan
membantu kelompok kecil untuk
f. Koneksi dukungan kegiatan-kegiatan
sosial khusus
ASKEP KEPERAWATAN GERONTIK
Tindakan : observasi
a. Identifikasi defisit
2. Interaksi Sosial tingaky aktivitas
b. Identifikasi
Definisi : kemampuan
Kuantitas dan/atau kualitas berpartisipasi dalam
hubungan sosial yang cukup aktivitas yang
diinginkan
Kreteria hasil c. Identifikasi sumber
a. Perasaan nyaman dengan daya untuk aktivitas
situasi sosial (4) yanng diinginkan
b. Perasaan mudah menerima d. Identifikasi startegi
atau mengkomunikaikan menigkatkan
perasaan (4) partiipasi dalam
c. Responsif pada orang lain aktivitas
(4) e. Monitor respon
d. Minat melalukan kontak emosional, fisik,
fisik (4) sosial, dan spiritual
e. Kontak mata (4) terhadap aktivitas.
1. a. Menurun Definisi :
b. Meningkat memfasilitasi
c. Memburuk peningkatan kemampuan
2. a. Cukup menurun penyelesaian masalah dan
b. cukup meningkat perasaan didukung oleh
c. cukup memburuk kelompok individu
3. Sedang dengan pengalaman dan
4. a. Cukup meningkat masalah yang sama
b. cukup menurun sehinngga lebih
c. cukup membaik memahami situasi
5. a. Cukup meningkat masing-masing.
b. cukup menurun
c. cukup membaik Tindakan : Edukasi
a. Anjurkan angota
kelompok
mendengarkan dan
memberi dukungan
saat mendiskusikan
masalah dan perasaan
b. Anjurkan bersikap
jujur dalam
menceritakan
perasaan masalah
c. Anjurkan sertiap
angota kelompok
mengemukakan
ketidakpuasan,
keluhan, keritik,
dalam kelompok
dengan cara santun
d. Anjurkan kelompok
untuk menuntasakan
ketidakpuasa, keluhan
dan kritik.
e. Anjurkan relaksasi
pada setiap sesi, jika
perlu
2 Gangguan interaksi 1. Keterlibatan sosial 1. Dukungan kelompok
sosial
Definisi : Definisi :
Definisi : Kemampuan untuk membina Memfasilitasi
Kuantitas dan/atau hubungan yang erat, hangat, peningkatan kemampuan
kualitas hubungan terbuka, dan independen penyelesaian masalah dan
sosial yang kurang dengan orang lain. perasaan didukung oleh
atau berlebih. kelompok individu
Kreteria hasil dengan pengalaman dan
Penyebab : a. Minat interaksi (4) masalah yang sama
Ketiadaan orang b. Minat terhadap aktivitas (4) sehingga lebih
terdekat c. Verbalisasi isolasi (2) memahami situasi
d. Perilaku menarik diri (2) masing-masing.
Gejala dan tanda
mayor Keterangan : Tindakan : terapeutik
Subjektif : a. Siapkan lingkungan
a. Merasa tidak 1. a. Menurun terapeutik dan rileks
nyaman dengan b. Meningkat b. Bentuk kelompok
situasi sosial c. Memburuk dengan pengalaman
b. Merasa sulit 2. a. Cukup menurun dan masalah yang
menerima atau b. cukup meningkat sama
mengkomunikasi c. cukup memburuk c. Hindarkan
kan perasaan 3. Sedang percakapan ofensif,
4. a. Cukup meningkat tidak sensitif, seksual
Objektif : kurang b. cukup menurun atau humor yang tidak
responsive atau c. cukup membaik perlu/tidak pada
tertarik pada orang 5. a. Cukup meningkat tempatnya
lain. b. cukup menurun d. Sediakan media untuk
c. cukup membaik kebutuhan
berkomunikasi diluar
kelompok (mis,
emaol. Telepon, sms,
Wa)
2. Interaksi Sosial
2. Promosi Dukungan
Definisi : Sosial
Kuantitas dan/atau kualitas
hubungan sosial yang cukup Definisi :
Meningkatkan
Kreteria hasil kemampuan untuk
a. Perasaan nyaman dengan berinteraksi dengan orang
situasi sosial (4) lain.
b. Perasaan mudah menerima
atau mengkomunikaikan Tindakan : terapeutik
perasaan (4) a. Pertahankan
c. Responsif pada orang lain kesabaran dan
(4) kejujuran dalam
d. Minat melalukan kontak mengembangkan
fisik (4) hubungan
e. Kontak mata (4) b. Berikan umpan balik
positif terhadap
Keterangan : aktivitas yang
dilakukan
1. a. Menurun c. Motivasi partisipan
b. Meningkat dalam kegiatan
c. Memburuk individu, kelompok,
2. a. Cukup menurun dan sosial
b. cukup meningkat d. Motivasi untuk
c. cukup memburuk mempertahankan
3. Sedang komunikasi verbal
4. a. Cukup meningkat
b. cukup menurun
c. cukup membaik
5. a. Cukup meningkat
b. cukup menurun
c. cukup membaik
3 Gangguan Persepsi 1. Status Orientasi 1. Manajemen Halusinasi
Sensori
Definisi : Definisi :
Definisi : Keyakinan yang sesuai dengan Mengidentifikasi dan
Perubahan persepsi kenyataan. mengelola peningkatan
terhadap stimulus keamanan, kenyamanan
baik internal Kriteria Hasil : dan orientasi realita.
maupun eksternal a. Menarik diri (3)
yang disertai dengan b. Kemampuan mengambil Tindakan :
respon yang keputusan (3) a. Monitor perilaku
berkurang, berlebih c. Proses pikir (3) yang mengindikasi
atau terdistorsi d. Perawatan diri (3) halusinasi
b. Monitor dan
Penyebab : 2. Orientasi Kognitif sesuaikan tingkat
a. Gangguan aktivitas dan
pendengaran Definisi : stimulasi lingkungan
b. Usia Lanjut Kemampuan mengidentifikasi c. Anjurkan memonitor
orang, tempat dan waktu sendiri situasi
secara akurat terjadinya halusinasi
d. Anjurkan bicara pada
Kriteria Hasil: orang yang dipercaya
a. Identifikasi diri (3) untuk memberi
b. Identifikasi orang terdekat dukungan dan umpan
(3) balik korektif
c. Identifikasi hari (3) terhadap halusinasi
d. Identifikasi bulan (3)
e. Identifikasi tahun (3) 2. Manajemen Stress
Definisi :
Mengidentifikasi dan
mengelola tingkat stress
dengan tujuan
meningkatkan fungsi
individu.
Tindakan :
a. Identifikasi tingkat
stress
b. Identifikasi stressor
c. Lakukan reduksi
ansietas
d. Anjurkan mengatur
waktu untuk
mengurangi kejadian
stres
Definisi :
Membantu pasien untuk
meningkatkan penilaian
pribadi mengenai harga
diri
Aktivitas-Aktivitas :
a. Monitor pernyataa
pasien mengenai
harga diri
b. Tentukan kepercayaan
diri pasien dalam hal
penilaian diri
c. Dukung pasien untuk
mengidentifikasi
kekuatan
d. Monitor tingkat harga
diri dari waktu ke
waktu dengan tepat
ASKEP KEPERAWATAN GERONTIK
2. Motivasi
Definisi:
Dorongan dari diri sendiri
yang menggerakan atau
meminta individu untuk
melakukan tindakan positif
keterangan:
a. Tidak pernah menunjukkan
(1)
b. Jarang menunjukkan (2)
c. Kadang-kadang
menunjukkan (3)
d. Sering menunjukkan (4)
e. Secara konsisten
menunjukkan (5)
Sdki Slki Siki
3. Distres spiritual Luaran utama : Intervensi utama :
Definisi: Status spiritual Dukungan spiritual
Gangguan pada keyakinan
atau sistem nilai berupa Luaran tambahan : Intervensi pendukung:
kesulitan merasakan makna a. Harapan 1. Dukungan spiritual
dan tujuan hidup melalui b. Status koping Definisi :
hubungan dengan diri, orang Memfasilitasi
lain, lingkungan atau tuhan. peningkatan perasaan
seimbang dan terhubung
Penyebab : dengan kekuatan yang
1. Menjelang ajal lebih besar
Tindakan:
Gejala dan tanda mayor: Observasi
Objektif : a. Identifikasi pandangan
1. Mempertanyakan makna tentang hubungan
dan tujuan hidup antara spiritual dan
kesehatan
b. Identifikasi ketaatan
dalam beribadah
Terapeautik :
a. Sediakan privasi dan
waktu tenang untuk
aktifitas spiritual
b. Fasilitasi melakukan
kegiatan ibadah
2. Dukungan keyakinan
Definisi :
Memfasilitasi integritas
keyakinan kedalam
rencana perawatan untuk
menunjangn pemulihan
kondisi kesehatan
Tindakan:
Observasi
a. Identifikasi
keyakinan, masalah,
dan tujuan perawatan
Terapeautik :
a. Fasilitasi memberikan
makna terhadap
kondisi kesehatan
Edukasi:
a. Jelaskan alternatif
yang berdampak
positif untuk
memenuhi keyakinan
dan perawatan
b. Berikan penjelasan
yang relevan dan
mudah dipahami