0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
147 tayangan2 halaman

Obat Rhinitis Alergi di Apotek

Dokumen tersebut membahas tentang rhinitis alergi, termasuk mekanisme aksi beberapa obat untuk mengobati rhinitis alergi seperti loratadine dan cetirizine yang berfungsi sebagai antagonis reseptor H1, serta oksimetazolin yang berfungsi sebagai agonis reseptor α2. Dokumen juga membahas tentang pemilihan obat rhinitis alergi, dosis obat, efek samping jika digunakan dalam jangka panjang, dan cara

Diunggah oleh

Lisa selviani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
147 tayangan2 halaman

Obat Rhinitis Alergi di Apotek

Dokumen tersebut membahas tentang rhinitis alergi, termasuk mekanisme aksi beberapa obat untuk mengobati rhinitis alergi seperti loratadine dan cetirizine yang berfungsi sebagai antagonis reseptor H1, serta oksimetazolin yang berfungsi sebagai agonis reseptor α2. Dokumen juga membahas tentang pemilihan obat rhinitis alergi, dosis obat, efek samping jika digunakan dalam jangka panjang, dan cara

Diunggah oleh

Lisa selviani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rhinitis alergi – Mekanisme Aksi

1. Seseorang pasien anak, laki-laki, usia 6 tahun, didiagnosa dokter di suatu rumah sakit mengalami
rhinitis alergi. Salah satu obat yang diresepkan dokter adalah tablet loratadine syrup 5 mg/5 mL
(S.1. dd). Bagaimanakah mekanisme aksi obat tersebut?
a. Antagonis reseptor H-1 d. antagonis reseptor α1-adrenergik
b. Antagonis reseptor H-2 e. Antagonis enzim phospolipase A-2
c. Agonis reseptor α1-adrenergik

2. Seorang apoteker di apotek menyerahkan cetirizin atas resep dokter kepada seorang pasien
(laki-laki, usia 30 tahun, penderita rhinitis alergi). Obat tersebut berinteraksi dengan reseptor
histamine yang dapat mengurangi gejala alergi yang dialami pasien. Berdasarkan teori reseptor,
bagaimanakah mekanisme aksi obat tersebut?
a. Antagonis kompetitif d. Antagonis fungsional
b. Antagonis non-kompetitif e. Antagonis fisiologi
c. Antagonis kimiawi

3. Seorang pasien, perempuan, usia 28 tahun, penderita rhinitis alergi, datang ke apotik untuk
menebus resep dokter. Salah satu obat yang terdapat dalam resep adalah oksimetazolin HCl
nasal spray. Bagaimanakah mekanisme aksi obat yang diserahkan apoteker tersebut?
a. Antagonis reseptor H1 d. Antagonis reseptor α1
b. Antagonis reseptor β1 e. Agonis reseptor α1
c. Agonis reseptor α2

Rhinitis alergi – Pemilihan Obat yang Tepat


4. Seorang pasien, laki-laki, usia 28 tahun, penderita rhinitis alergi, datang ke apotek untuk membeli
obat tanpa resep untuk mengurangi gejala gatal pada tenggorokan dan bersin-bersin. Pasien
menginginkan obat alergi yang tidak bikin ngantuk dan jantung berdebar-debar. Obat apakah
yang tepat dipilihkan untuk pasien tersebut?
a. Difenhidramin d. Cetirizine
b. Klorfeniramin maleat e. Prometazine
c. Siproheptadin

Rhinitis alergi – Dosis


5. Seorang apoteker di apotek menerima resep yang berisi sirup Loratadine 5 mg/5mL untuk
seorang pasien laki-laki, usia 25 tahun yang sedang menderita rhinitis alergi. Aturan pakai obat
dalam resep tertulis dalam resep adalah “S. Semel. dd. cth 2“. Berapakan dosis Loratadin yang
masuk ke dalam tubuh pasien dalam 1 hari?
a. 5,0 mg d. 12,5 mg
b. 7,5 mg e. 15,0 mg
c. 10,0 mg

Rhinitis alergi – KIE


6. Seorang pasien, perempuan, usia 28 tahun, penderita rhinitis alergi, datang ke apotik untuk
menebus resep dokter. Salah satu obat yang terdapat dalam resep adalah oksimetazolin HCl
nasal spray (S.2. dd. tiap nostril. 2 gtt. prn). Apoteker tidak menganjurkan pasien untuk
menggunakan obat tersebut dalam jangka panjang karena berpotensi menimbulkan efek rebond.
Berapakah batasan waktu durasi penggunaan obat yang tepat disampaikan kepada pasien?
a. Tidak lebih dari 2 hari d. Tidak lebih dari 6 hari
b. Tidak lebih dari 3 hari e. Tidak lebih dari 7 hari
c. Tidak lebih dari 5 hari

7. Seorang pasien, perempuan, usia 28 tahun, penderita rhinitis alergi, datang ke apotik untuk
menebus resep dokter yang berisi oksimetazolin HCl nasal spray. Apoteker menjelaskan
prosedur penggunaan obat, dimana pasien harus menyemprotkan obat pada lubang hidung
sambil menghirup nafas secara perlahan. Ujung sediaan obat dicabut dari lubang hidung. Apakah
prosedur selanjutnya yang tepat disampaikan kepada pasien tersebut?
a. Menyemprotkan obat pada lubang hidung lainnya
b. Menutup lubang hidung yang telah disemprot obat
c. Menegadahkan kepala ke arah atas selama 10 detik
d. Posisi kepala dimajukan ke depan hingga berada diantara dua lutut
e. Membersihkan ujung tube obat dan memasang tutup obat
Rhinitis alergi – Compounding
8. Seorang apoteker menerima resep dokter untuk pasien anak (usia, 8 tahun) untuk mengatasi
gejala rhinitis alergi. Resep tersebut adalah sediaan puyer sebanyak 10 bungkus yang masing-
masing obat berisi 0,25 mg deksametason dan 2 mg CTM. Obat yang tersedia di apotek adalah
deksametason 0,5 mg dan CTM 4 mg. Berapakah jumlah tablet CTM yang diambil untuk
mempersiapkan resep tersebut?
a. 2 tablet d. 5 tablet
b. 3 tablet e. 6 tablet
c. 4 tablet

9. Seorang apoteker menerima resep dokter untuk pasien anak (usia, 8 tahun) untuk mengatasi
gejala rhinitis alergi. Resep tersebut adalah sediaan puyer sebanyak 12 bungkus yang masing-
masing obat berisi 0,25 mg deksametason dan 2 mg CTM. Obat yang tersedia di apotek adalah
deksametason 0,5 mg dan CTM 4 mg. Berapakah jumlah tablet CTM yang diambil untuk
mempersiapkan resep tersebut?
a. 2 tablet d. 5 tablet
b. 3 tablet e. 6 tablet
c. 4 tablet

Anda mungkin juga menyukai