LAPORAN RESMI PARKTIKUM ELNIKA DASAR
INFRARED, PHOTODIODA, OPTOCOUPLER
Praktikan: 1. Ade Putra Yunanda (P27838115023)
2. Nadhia Regitasari (P27838115026)
3. Hazhiyah Nur Amalina (P27838115028)
Asisten: Aina Ulfa Rahmania
Waktu Percobaan: Kamis, 1 Oktober 2015
TEM412209 – Praktek Elektronika Diskrit
Laboratorium Elektronika
Jurusan Teknik Elektromedik-Poltekkes Surabaya
Infrared merupakan salah satu jenis LED Dilihat dari jangkah frekuensi yang begitu
(Light Emitting Diode) yang dapat memancarkan cahaya lebar, infra merah sangat fleksibel dalam
pengunaanya. LED ini akan menyerap arus
infra merah yang tidak kasat mata. Photodiode adalah yang lebih besar dari pada dioda biasa.
komponen pendeteksi cahaya yang dapat mengubah energi Semakin besar arus yang mengalir maka
cahaya menjadi energi listrik semakin besar daya pancarnya dan semakin
jauh jarak sapuannya.
Optocoupler merupakan
Kata kunci: Infrared, Photodiode, Resistor.
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pada rangkaian elektronika sering
Gambar LED Infrared Simbol Infrared
kali kita menemukan beberapa buah
tahanan atau resistor yang dihubungkan Cahaya infra-merah tidak mudah
secara seri, paralel, ataupun seri paralel terkontaminasi atau teresonan dengan
(gabungan). Pada percobaan kali ini cahaya lain, sehingga dapat digunakan baik
hambatan yang digunakan adalah resistor, siang maupun malam. Aplikasi dari LED infra
merah ini dapat digunakan sebagai
LDR dan potensiometer. Rangkaian seri transmitter remote control maupun sebagai
pada percobaan kali ini adalah saat LDR, line detektor pada pintu gerbang maupun
potensiometer, LED disusun secara sebagai sensor pada robot. Aplikasi cahaya
berturut. Sedangkan rangkaian gabungan infra merah sendiri dapat digunakan sebagai
link pada jaringan telekomunikasi atau dapat
merupakan rangkaian kombinasi antara juga dipancarkan pada fiber optic. Sebagai
rangkaian seri dan paralel, sebagai receiver cahaya infra merah dapat digunakan
contohnya LDR dab LED di pasangkan foto dioda, fot transistor maupun modul
secara berderet atau paralel lalu diserikan receiver infra merah.
dengan resistor atau potensiometer.
Cara mengukur LED infrared
1.2 Tujuan Penelitian menggunakan avometer :
Praktikum ini bertujuan agar kita
Siapkan AVO meter.
dapat mengetahui fungsi dan kegunaan
Infrared, Photodioda, dan Optocoupler
serta agar kita dapat mengetahui cara
merangkai Infrared, Photodioda, dan Putar selektor ke bagian Ohm.
Optocoupler .
2. Dasar Teori Kalibrasilah terlebih ,dengan
2.1 LED Infrared menempelkan kedua ujung probe.
LED Infra Merah merupakan salah
satu jenis LED (Light Emiting Diode) yang
dapat memancarkan cahaya infra merah
yang tidak kasat mata. Cahaya infra merah Letakkan kedua ujung probe pada
merupakan gelombang cayaha yang berapa
pada spectrum cahaya tak kasat mata. LED
kedua lengan Infrared.
infra merah dpat memacarkan cahaya infra
1
merah pada saat diode LED ini diberikan
tegangan bias maju pada anoda dan
Halaman
katodanya. LED infra merah ini dapat Siapkan kamera handphone dan
memancarkan gelombang cahaya infra letakkan di depan infrared.
merah karena dibuat dengan bahan khusus
untuk memendarkan cahaya infra merah.
Bahan pembuatan LED infra merah tersebut
adalah bahan Galium Arsenida (GaAs). Lihatlah cahaya yang dikeluarkan
Secara teoritis LED infra merah mempuyai oleh Infrared.
panjang gelombang 7800 Å dan mempuyai
daerah frekuensi 3.104 sampai 4.104 Hz.
LAPORAN RESMI PARKTIKUM ELNIKA DASAR
Siapkan AVO meter
Putar selektor ke bagian
Ohm
2.2 Photodioda
Tempelkan kedua probe
Photo Dioda adalah komponen Untuk kalibrasi
elektronika yang merupakan jenis dioda
biasanya berfungsi mendeteksi cahaya.
Meskipun merupakan jenis dioda, tetapi Letakkan probe negatif
cara kerjanya berbeda dengan dioda biasa. pada kaki katoda dan
probe positif di kaki
Photo Dioda akan mengubah cahaya
anoda
menjadi arus listrik. Komponen
elektronika ini mampu mendeteksi
bermacam-macam jenis cahaya yaitu
mulai dari cahaya infra merah, cahaya Catat hasil yang
ditunjukkan oleh AVO
tampak, ultra violet sampai dengan Sinar- meter
X. Photo Dioda dapat digunakan mulai
dari penghitung kendaraan di jalan umum
secara otomatis, pengukur cahaya pada
kamera serta beberapa peralatan di bidang
medis.
Berikut adalah simbol Photo Dioda:
2.3 optocoupler
Dalam Dunia Elektronika,
Optocoupler juga dikenal dengan sebutan
Simbol Photo Dioda Opto-isolator, Photocoupler atau Optical
Isolator. Optocoupler adalah komponen
Photo Dioda juga termasuk elektronika yang berfungsi sebagai
sensor cahaya yang bisa mengalirkan arus penghubung berdasarkan cahaya optik.
listrik dalam satu arah dari satu sisi ke sisi Pada dasarnya Optocoupler terdiri dari 2
lainnya ketika menyerap atau menangkap bagian utama yaitu Transmitter yang
cahaya. Semakin banyak cahaya yang berfungsi sebagai pengirim cahaya optik
diserap, maka semakin banyak pula arus dan Receiver yang berfungsi sebagai
yang mengalir. Photo Dioda ini juga biasa pendeteksi sumber cahaya.
digunakan untuk mendeteksi pulsa cahaya Masing-masing bagian Optocoupler
dalam serat optik yang sensitif terhadap (Transmitter dan Receiver) tidak memiliki
gerakan cahaya. Photo Dioda ini prinsip hubungan konduktif rangkaian secara
kerjanya merupakan kebalikan dari LED ( langsung tetapi dibuat sedemikian rupa
Light Emitting Diode ). dalam satu kemasan komponen.
Berikut Bentuk Fisik Photo Dioda:
2
Halaman
Pada prinsipnya, Optocoupler
dengan kombinasi LED-Phototransistor
adalah Optocoupler yang terdiri dari
Gambar Photo Dioda sebuah komponen LED (Light Emitting
Diode) yang memancarkan cahaya infra
LAPORAN RESMI PARKTIKUM ELNIKA DASAR
merah (IR LED) dan sebuah komponen
semikonduktor yang peka terhadap
cahaya (Phototransistor) sebagai bagian
yang digunakan untuk mendeteksi cahaya
infra merah yang dipancarkan oleh IR
LED. Untuk lebih jelas mengenai Prinsip Resistor
kerja Optocoupler, silakan lihat rangkaian
internal komponen Optocoupler dibawah
ini :
Projectboard
Power supply
Alat tulis
Dari gambar diatas dapat
dijelaskan bahwa Arus listrik yang
mengalir melalui IR LED akan Langkah – Langkah percobaan:
menyebabkan IR LED memancarkan
sinyal cahaya Infra merahnya. Intensitas Siapkan alat dan bahan.
Cahaya tergantung pada jumlah arus
listrik yang mengalir pada IR LED
tersebut. Kelebihan Cahaya Infra Merah Susun resistor (270 Ω) dengan LED yang
adalah pada ketahanannya yang lebih baik dirangkai secara seri di atas projectboard.
jika dibandingkan dengan Cahaya yang
tampak. Cahaya Infra Merah tidak dapat
dilihat dengan mata telanjang. Cahaya Ukur tegangan pada masing – masing
Infra Merah yang dipancarkan tersebut komponen, lalu catat hasilnya.
akan dideteksi oleh Phototransistor dan
menyebabkan terjadinya hubungan atau
Switch ON pada Phototransistor. Prinsip
kerja Phototransistor hampir sama Lakukan tahap – tahap yang sama ke
dengan Transistor Bipolar biasa, yang percobaan – percobaan berikutnya dengan
membedakan adalah Terminal Basis model rangkaiannya potensiometer (50K
(Base) Phototransistor merupakan Ω) yang disusun seri bersama resistor
penerima yang peka terhadap cahaya. (270Ω ) dan LED, kemudian LDR dengan
LED yang disusun decara seri, setelah itu
resistor ( 1K5 Ω ) yang disusun secara
3. Metodologi paralel dengan potensiometer ( 50K ) dan
Alat dan bahan : [Link] oleh
Catat tegangan yang
Avometer AVO meter
Cara mengukur percobaan 1:
+5V
Jepit buaya
R1
220
LDR ( Light Dependent Resistor )
LED
3
Halaman
VR ( Variabel Resistor ) 0
1. Persiapkan alat dan bahan
2. Susun secara seri resistor dan LED
3. Ukur tegangan pada resistor dan LED
4. Catat hasil pengukuran
LED ( Light Emitting Diode ) Cara mengukur percobaan 2:
LAPORAN RESMI PARKTIKUM ELNIKA DASAR
+5V
4. Hasil dan Analisis
4.1 Terlampir
5. Kesimpulan
R1 LDR sebagai sensor yang
50K
reisitansinya tergantung dari
intensitas cahaya yang di
terimanya. Semakin besar
R2 270
intensitas cahaya yang
diterimanya maka semakin kecil
nilai resistansinya dan
LED
sebaliknya semakin kecil
intensitas cahaya yang di
terimanya semakin besar nilai
0
resistansinya
1. Persiapkan alat dan bahan
2. Susun secara seri resistor dan LED VR adalah sebuah resistor yang
3. Ukur tegangan pada resistor dan LED dapat diubah-ubah nilai
4. Catat hasil pengukuran resistansinya sesuai keinginan
kita dengan cara memutar tuas
Cara mengukur percobaan 3 : yang terdapat pada resistor
+5V variabel barjenis potensiometer
LED adalah sebuah komponen
listrik yang dapat memancarkan
LDR cahaya, LED berkerja
berrdasarkan arus listrik. Jika
arus listrik yang menuju ke LED
LED
besar maka nyala lampu LED
akan terang dan sebaliknya jika
arus listrik yang menuju LED
0 kecil maka nyala lampu LED
akan redup.
1. Persiapkan alat dan bahan 6. Daftar Pustaka
2. Susun secara seri resistor dan LED
3. Ukur tegangan pada resistor dan LED [1] [Link]
4. Catat hasil pengukuran [Link]/komponen/led-infra-merah/
[2] [Link]
7/tugas-2-proyek-sensor-parking/
Cara mengukur percobaan 4 :
[3] [Link]
+5V /02/[Link]
[4] [Link]
21/90
R2 270
[5] [Link]
optocoupler-fungsi-prinsip-kerja-
optocoupler/
R1 LED
50K
PARAF
0 0
ASISTEN
1 Persiapkan alat dan bahan
4
TGL
2 Susun secara seri resistor dan LED
Halaman
3 Ukur tegangan pada resistor dan LED JAM
4 Catat hasil pengukuran
LAPORAN RESMI PARKTIKUM ELNIKA DASAR
Gambar 1
1. Infrared, Photodiode, Resistor
𝑅𝑔𝑟𝑜𝑢𝑛𝑑
Vamin = 𝑅𝑡𝑜𝑡 𝑥 𝑉𝑠
20 𝑘
= 76 𝑘 𝑥 5
= 1,31 𝑉
𝑅𝑔𝑟𝑜𝑢𝑛𝑑
Vamax = 𝑅𝑡𝑜𝑡 𝑥 𝑉𝑠
56 𝑘
= 𝑥5
250 𝑘
= 1,09 V
VR (R2) Volt R1 Volt R2 Volt Volt R3 Volt
INFRARED PHOTODIODE
5 kΩ 0,16 V 3,6 V 1,1 V 3,6 V 1,8 V
2,5 kΩ 0,25 V 3,6 V 1V 2,1 V 1V
0 kΩ 3,6 V 0,025 V 1,2 V 4,8 V 0,08 V
Kesimpulan : Ketika nilai resistansi VR besar, maka nyala infrared akan redup,
resistansi photodioda besar, dan nilai tegangan pada Va besar. Ketika nilai resistansi VR
kecil, maka nyala infrared akan terang, resistansi pada photodioda kecil, dan niulai
tegangan pada Va kecil.
Gambar 2
𝑅𝑔𝑟𝑜𝑢𝑛𝑑
Vbmin = 𝑅𝑡𝑜𝑡
𝑥 𝑉𝑠
20 𝑘
= 76 𝑘 𝑥 5
= 1,31 V
𝑅𝑔𝑟𝑜𝑢𝑛𝑑
Vbmax = 𝑅𝑡𝑜𝑡 𝑥 𝑉𝑠
200 𝑘
= 256 𝑘 𝑥 5
= 3,9 V
2. Infrared, Photodiode, Resistor
VR (R2) Volt R1 Volt R2 Volt Volt R3 Volt
INFRARED PHOTODIODE
5 kΩ 0,17 V 3,8 V 1V 3,8 V 0,01 V
2,5 kΩ 3,6 V 0,027 V 1,1 V 3,6 V 0,004 V
0 kΩ 3,6 V 0,028 V 1,1 V 2,2 V 1,8 V
Kesimpulan : Ketika nilai resistansi pada VR besar, nyala infrared akan redup,
5
tegangan R3 besar, sehingga Vb kecil. Ketika nilai resistansi pada VR kecil, nyala
Halaman
infrared akan terang, tegangan R3 kecil, sehingga Vb besar.
Gambar 3
LAPORAN RESMI PARKTIKUM ELNIKA DASAR
3. Optocoupler, LED, Resistor
OPTOCOUPLER Volt LED Volt Kolektor Volt R2 Kondisi LED
Emitor
DITUTUP 0,2 V 10 V 0,001 V Mati
DIBUKA 2,8 V 6,2 V 2,2 V Menyala
Kesimpulan : Saat mengukur tegangan dalam kolektor emitor dalam keadaan
ditutup, tegangan kolektor paling besar karena tegangan sumber langsung
mengalir melewati AVO meter.
6
Halaman