JS. 07.
PENGATURAN PENERANGAN
DENGAN SAKLAR TUKAR (SAKLAR HOTEL)
I. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat membuat rangkaian pengaturan penerangan dengan saklar tukar
dengan baik dan benar.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan cara kerja rangkaian pengaturan penerangan
dengan saklar tukar secara baik.
3. Mahasiswa dapat mengatasi berbagai kendala yang timbul pada rangkaian
pengaturan penerangan dengan saklar tukar.
4. Mahasiswa dapat memahami fungsi dari saklar hotel.
II. ALAT
1. Power supply 1 buah
2. Kotak hubung 1 buah
3. Saklar tukar 1 buah
4. Lampu pijar 25 W / 220 V 2 buah
5. Fitting lampu pijar 2 buah
6. Kabel penghubung 20 buah
III. DASAR TEORI
Saklar tukar atau saklar hotel adalah salah satu jenis saklar dalam dunia instalasi
tegangan rendah yang memiliki satu input dan dua output di mana satu input tersebut
adalah phasa yang tetap dan dua output adalah yang berlawanan kondisi satu dengan
yang lainnya dengan sekali perlakuan ON/OFF. Sehingga saklar tukar dapat digunakan
untuk menghidupkan dan mematikan lampu dari tempat yang berbeda. Pengaturan
penerangan dengan saklar tukar adalah penggunaan saklar untuk meyalakan dan
menghidupkan dua buah lampu dengan cara bergantian. Rangkaian instalasi
penerangan yang menggunakan saklar tukar banyak dijumpai di hotel-hotel atau di
rumah penginapan maupun di lorong-lorong yang panjang, serta dapat digunakan untuk
penerangan anak tangga. Sehingga saklar tukar ini dikenal juga sebagai saklar hotel
maupun saklar lorong. Tujuan dari penggunaan ini ialah untuk efisiensi waktu dan
tenaga karena penggunaan saklar ini sangat praktis.
IV. GAMBAR RANGKAIAN
1. Single Line Diagram
2. Multiline Diagram
3. Diagram Kerja
4. Diagram Kerja Fungsi Waktu
ON
E2
OFF
ON
E1
OFF
1
S1
0
t
1 2 3 4 5 6 7 8
V. LANGKAH KERJA
1. Menyiapkan alat yang akan digunakan
2. Memasang kedua lampu pijar pada fitting lampu pijar.
3. Membuat jalur fasa untuk menyusun rangkaian dengan cara:
a. Menghubungkan kabel fasa dari power supply ke kotak hubung.
b. Menghubungkan kabel fasa dari kotak hubung ke saklar tukar, di mana kabel
pertama dan kedua ini terletak dalam satu rangkaian.
c. Menghubungkan kabel fasa dari kotak hubung ke saklar tukar, kemudian
dihubungkan ke fitting lampu pijar pertama. Pada jalur ini tempatkan kabel
pada line yang berbeda dengan poin a dan b.
d. Lakukan hal yang sama dengan poin c kemudian hubungkan kabel ke fitting
lampu pijar kedua. Pada jalur ini kabel juga ditempatkan pada line yang berbeda
dari kabel yang sudah terpasang.
4. Membuat jalur netral untuk menyusun rangkaian dengan cara :
a. Menghubungkan kabel netral dari power supply ke kotak hubung.
b. Menghubungkan dua kabel netral masing-masing ke fitting lampu pijar.
c. Pastikan ketiga kabel terletak pada satu rangkaian.
5. Membuat jalur grounding (kabel kuning) dengan cara menghubungkan kabel
ground dari kotak hubung ke power supply
6. Pastikan seluruh rangkain terpasang dengan tepat, kemudian hubungkan power
supply ke stop kontak.
7. Lakukan pengamatan dengan menekan tombol saklar sesuai dengan posisi yang
telah ditentukan.
8. Amati kemudian catat hasil pengamatan.
VI. DATA
No Posisi Keadaan
S1 E1 E2
1 0 ON (Menyala) OFF (Padam)
2 1 OFF (Padam) ON (Menyala)
VII. ANALISA DATA
Saklar tukar memiliki cara kerja bergantian dalam hal ON/OFF hanya dengan
satu kendali saaklar untuk dua buah lampu. Keadaan lampu yang terjadi adalah sebagai
berikut :
a. Saat saklar S1 pada posisi 0 (terbuka) lampu E 1 ON (menyala) sedangkan E2 OFF
(padam)
b. Saat saklar S1 pada posisi 1 (tertutup) lampu E 1 OFF (padam) sedangkan E2 ON
(menyala)
Keadaan tersebut terjadi karena saklar tukar memiliki satu input dan dua output
di mana satu input tersebut adalah phasa yang tetap dan dua output adalah yang
berlawanan kondisi satu dengan yang lainnya dengan sekali perlakuan ON/OFF.
Apabila lampu tidak menyala bergantian , hal ini dimungkinkan terdapat kesalahan
pemasangan rangkaian umumnya pada saat membuat jalur fasa yang penempatannya
pada kotak hubung tidak sesuai dengan sebagaimana mestinya, atau dapat pula terjadi
kerusakan pada fitting lampu sehingga lampu tidak dapat menyala.
VIII. PERTANYAAN
1. Jelaskan cara kerja rangkaian pengaturan penerangan dengan saklar tukar !
2. Gambarkan simbol :
a. Kumparan motor 3 phasa sambungan segitiga
b. Kumparan motor 3 phasa sambungan segitiga terbuka
c. Kumparan motor 3 phasa sambungan bintang
d. Kumparan motor 3 phasa sambungan bintang dengan netral
e. Kumparan motor 3 phasa sambungan zigzag
f. Kumparan motor 3 phasa sambungan double bintang
g. Kumparan motor 3 phasa sambungan polygon
h. Konduktor fleksibel
i. Satu pipa berisi 2 konduktor
j. Satu pipa berisi 3 konduktor
3. Gambarkan diagram pengawatan, diagram kerja, dan diagram kerja fungsi waktu
dari gambar berikut :
4. Gambarkan diagram pengawatan, diagram kerja, dan diagram kerja fungsi waktu
dari gambar berikut :
IX. JAWABAN
1. Saklar tukar memiliki satu input dan dua output di mana satu input tersebut adalah
phasa yang tetap dan dua output adalah yang berlawanan kondisi satu dengan yang
lainnya dengan sekali perlakuan ON/OFF. Sehingga saklar tukar dapat digunakan
untuk mengendalikan dua lampu dari tempat yang berbeda. Saat saklar S1 pada
posisi 0 (terbuka) lampu E1 ON (menyala) sedangkan E2 OFF (padam) dan Saat
saklar S1 pada posisi 1 (tertutup) lampu E1 OFF (padam) sedangkan E2 ON
(menyala).
2. Gambar simbol :
[Link] motor 3 phasa [Link] motor 3 phasa
sambungan segitiga sambungan segitiga terbuka
[Link] motor 3 phasa
sambungan bintang [Link] motor 3 phasa
sambungan bintang dengan netral
[Link] motor 3 phasa [Link] motor 3 phasa sambungan
sambungan zigzag double bintang
[Link] motor 3 phasa [Link] fleksibel
sambungan polygon
2 3
[Link] pipa berisi 2 konduktor [Link] pipa berisi 3 konduktor
3. Digram Pengawatan
Diagram Kerja
Diagram Kerja Fungsi Waktu
ON
H1
OFF
ON
E4
OFF
ON
E3
OFF
E2 ON
OFF
ON
E1
OFF
1
S3
0
1
S2
0
S1 1
t
1 2 3 4 5 6 7 8
4. Digram Pengawatan
Diagram Kerja
Diagram Kerja Fungsi Waktu
220 V
STK1
0V
ON
E4
OFF
ON
E3
OFF
E2 ON
OFF
ON
E1
OFF
1
S2
0
1
S1b
0
S1a 1
t
1 2 3 4 5 6 7 8
X. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Pengaturan penerangan dengan saklar tukar adalah penggunaan saklar untuk
meyalakan dan menghidupkan dua buah lampu dengan cara bergantian.
2. Cara kerja saklar tukar yaitu saat saklar S1 pada posisi 0 (terbuka) lampu E1 ON
(menyala) sedangkan E2 OFF (padam) dan Saat saklar S1 pada posisi 1
(tertutup) lampu E1 OFF (padam) sedangkan E2 ON (menyala).
3. Kendala yang terjadi umumnya yaitu kesalahan dalam perangkaian jalur fasa
dan kendala dapat diatasi dengan memperbaiki susunan rangkaiannya sebelum
menghubungkan ke sumber listrik.
4. Saklar tukar berfungsi dalam instalasi di hotel-hotel atau di rumah penginapan
maupun di lorong-lorong yang panjang, serta dapat digunakan untuk
penerangan anak tangga karena dinilai memiliki efisiensi waktu.
B. Saran
1. Dibutuhkan ketelitian dalam mengkoneksikan kabel fasa dan netral pada setiap
lubang input ataupun output yang terdapat di perlatan listrik yang digunakan,
sehingga jika semua koneksi antar kabel penghubung terpasang dengan benar
maka keseluruhan rangkaian itu dapat beroperasi sebagaimana mestinya.
2. Pada saat penyusunan rangkaian, sebaiknya pastikan rangkaian tersusun
dengan benar sebelum dihubungkan dengan sumber listrik, agar tidak terjadi
korsleting arus listrik. Apabila hendak melepas susunan kabel pada seluruh
rangkaian, cabut terlebih dahulu kabel power supply yang terhubung pada
sumber listrik.
3. Lakukan pengecekkan terhadap alat-alat yang digunakan apakah alat tersebut
masih dapat berfungsi atau tidak.