Sejarah Perumtel dan Transformasi Telkom
Sejarah Perumtel dan Transformasi Telkom
Era colonial
Pada tahun 1882, didirikan sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegraf.
Layanan komunikasi kemudian dikonsolidasikan oleh Pemerintah Hindia Belanda ke dalam
jawatan Post Telegraaf Telefoon (PTT). Sebelumnya, pada tanggal 23 Oktober 1856, dimulai
pengoperasian layanan jasa telegraf elektromagnetik pertama yang menghubungkan Jakarta
(Batavia) dengan Bogor (Buitenzorg).Pada tahun 2009 momen tersebut dijadikan sebagai
patokan hari lahir Telkom.
Perusahaan Negara
Pada tahun 1961, status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi
(PN Postel). Kemudian pada tahun 1965, PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos
dan Giro (PN Pos & Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).
Perumtel
1
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero)
Pada tahun 1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)
Telekomunikasi Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1991.
Pada tanggal 14 November 1995 dilakukan Penawaran Umum Perdana saham Telkom. Sejak
itu saham Telkom tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek
Surabaya (BES) (keduanya sekarang bernama Bursa Efek Indonesia (BEI)), Bursa Saham
New York (NYSE) dan Bursa Saham London (LSE). Saham Telkom juga diperdagangkan
tanpa pencatatan di Bursa Saham Tokyo. Jumlah saham yang dilepas saat itu adalah 933 juta
lembar saham.
Tahun 2001 Telkom membeli 35% saham Telkomsel dari PT Indosat sebagai bagian dari
implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia yang ditandai dengan
penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara Telkom dan Indosat. Sejak
bulan Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.
Pada 23 Oktober 2009, Telkom meluncurkan “New Telkom” (“Telkom baru”) yang ditandai
dengan penggantian identitas perusahaan.
Visi
2
Misi
Menyediakan layanan TIMES yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.
Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.
Visi dan Misi ditetapkan berdasarkan keputusan Komisaris PT Telekomunikasi
Indonesia
STRATEGI PERUSAHAAN
Sasaran strategi kami untuk mencapai tujuan Perusahaan di tahun 2013 adalah improving
market capitalization. Strategi kami terdiri dari:
BUDAYA PERUSAHAAN
Sistem dan budaya terus dikembangkan sesuai dengan tuntutan dan perubahan bisnis untuk
mewujudkan cita- cita agar kami terus maju, dicintai pelanggannya, kompetitif di industrinya
dan dapat menjadi role model Perusahaan.
Sejak tahun 2009 dilakukan transformasi budaya baru perusahaan yang disebut dengan “The
Telkom Way”. Pengembangan budaya selanjutnya, dilakukan pada tahun 2013 dengan
ditetapkannya Arsitektur Kepemimpinan Dan Budaya Perusahaan (“AKBP”) Telkom Group.
Secara lengkap Budaya Perusahaan digambarkan sebagai berikut:
Philosophy to be the Best: Always The Best adalah sebuah basic belief untuk selalu
memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan. Always the Best memiliki esensi “Ihsan”
yang dalam pengertian ini diterjemahkan “terbaik”. Karyawan yang memiliki spirit Ihsan
akan selalu memberikan hasil kerja yang lebih baik dari yang seharusnya, sehingga sikap
ihsan secara otomatis akan dilandasi oleh hati yang ikhlas. Ketika setiap aktivitas yang di
lakukan adalah bentuk dari ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Philosophy to be the Best: Integrity, Enthusiasm, Totality Always the Best menuntut setiap
insan Telkom memiliki integritas (integrity), antusiasme (enthusiasm), dan totalitas (totality).
3
Principles to be the Star dari The Telkom Way adalah 3S yakni Solid, Speed, Smart yang
sekaligus menjadi core values atau great spirit.
Practices to be the Winner : Imagine – Focus – Action Practices to be the Winner dari The
Telkom Way adalah IFA yakni Imagine, Focus, Action sekaligus sebagai Key Behaviors.
Anak Perusahaan:
Saham Telkomsel 65% dimiliki oleh PT Telkom dan sisanya dimiliki oleh Singapore
Telecommunications. Telkomsel merupakan anak perusahaan PT Telkom sebagai operator
telekomunikasi seluler pertama di Indonesia yang berbasis teknologi jaringan GSM Dual
Band (900 & 1800), GPRS, WiFi, EDGE, 3G, HSDPA dan HSPA di seluruh Indonesia.
Untuk jaringan internasional, Telkomsel telah berkolaborasi dengan 362 roaming partners di
196 negara.
TFBV merupakan anak perusahaan dari Telkomsel yang berada di Amsterdam, Belanda.
Perusahaan ini didirikan dengan tujuan peminjaman dan pengumpulan dana, termasuk
penerbitan obligasi, surat kesanggupan bayar dan surat berharga lainnya. Telkom memiliki
saham TFBV melalui Telkomsel sebesar 65%.
TSFL merupakan anak perusahaan Telkomsel yang didirikan pada tanggal 22 April 2002 dan
bergerak di bidang investasi dan keuangan. Telkom menguasai 65% saham TSFL melalui
Telkomsel.
4
Telkom dalam menjalankan bisnis di bidang telco adjacent industries dengan visi sebagai
pemimpin masa depan dalam industri. TelkomMetra menargetkan pendapatan usaha senilai
Rp10 triliyun pada tahun 2015.
Mojopia (Metranet)
100% saham Mojopia dimiliki oleh Multimedia Nusantara. MetraNet adalah nama lain dari
Mojopia. Mojopia bergerak dalam membina dan membantu memasarkan produk Usaha Kecil
dan Menengah (UKM) di Indonesia secara perdagangan elektronik.
PT Sigma Cipta Caraka memiliki kepemilikan mayoritas pada perusahaan sebagai berikut:
AdMedika didirikan pada tahun 2002 dan merupakan perusahaan third party
administrator (TPA) pertama di Indonesia yang mengombinasikan aplikasi proses
klaim kesehatan secara daring dengan layanan administrasi asuransi/jaminan
kesehatan. Sejak tahun 2010, AdMedika resmi bergabung di Telkom Group dengan
akuisisi melalui anak perusahaan Telkom yang bernama PT Multimedia Nusantara
(Metra) dengan kepemilikan saham mayoritas 75%.
5
PT Finnet Indonesia (Finnet)
PT Finnet Indonesia adalah anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang sistem
pembayaran elektronik. Finnet didirikan oleh Telkom dalam bentuk joint venture company
antara anak perusahaan Telkom yaitu Multimedia Nusantara dengan PT Mekar Prana Indah
(MPI) yang sahamnya dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia
(YKBI). Adapun komposisi kepemilikan antara Metra dan MPI adalah masing-masing 60%
dan 40%. Pendirian Finnet adalah langkah nyata Telkom dalam rangka menangkap peluang
pasar dalam menyediakan Layanan sistem pembayaran secara elektronik dengan
menyediakan layanan solusi terpadu sistem pembayaran elektronik untuk perbankan atau
semua sektor yang berkaitan dengan transaksi finansial elektronik.
Melon merupakan perusahaan joint venture didirikan pada tanggal 16 Agustus 2010 oleh
Multimedia Nusantara dan South Korea Telecom dengan komposisi saham 51% dan 49%.
Perusahaan yang merupakan realisasi ekspansi di bisnis media pedidikan yang berfokus pada
bisnis layanan musik digital dan konten lain untuk telepon seluler, komputer pribadi, kanal
elektronik konsumen dan media digital lainnya.
PT. Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom) didirikan oleh PT. Telkom, PT. Indosat, PT.
Elnusa, PT. Panutan Duta dan PT. Humpuss pada tanggal 28 September 1995 dengan tujuan
untuk menyediakan sarana dan penyelenggaraan jasa Sistem Komunikasi Satelit
Perminyakan. Pada tahun 2001, Patrakom mendapat izin Penyelenggaraan Jasa Internet dari
Dirjen Pos & Telekomunikasi. Pada tahun 2002, Patrakom mendapat Izin Penyelenggaraan
Jaringan Tetap Tertutup dari Menteri Perhubungan. Ekspansi Usaha “Network & Provider”
menjadi “Solution & Network Provider” pada tahun 2008. Pada tahun 2010 mendapat izin
Penyelenggaraan Jasa Sistem Komunikasi Data dari Pos & Telekomunikasi. Mendapat Izin
Penyelenggaraan Jasa Interkoneksi Internet (Network Access Point/NAP ) dari Dirjen Pos &
[Link] Stasiun Bumi Patrakom di Surabaya untuk proyek Digital
Signal (DS-3 ) Telkomsel dengan Antenna 9M. Telkom mengambil seluruh saham patrakom
pada tahun 2013.
6
PT PINS Indonesia (PINS/Pramindo)
100% saham Pramindo dimiliki oleh Telkom. Pramindo didirikan dengan Akta Notaris
Benny Kristianto, S.H., No. 135 tanggal 17 Oktober 1995, berkedudukan di Jakarta. Akta ini
disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan Menteri No. C2-
[Link].95 tanggal 18 Oktober 1995 dan diumumkan dalam Tambahan Berita
Negara No. 101 tanggal 19 Desember 1995. Pramindo didirikan dengan tujuan
menyelenggarakan Kerja Sama Operasi (KSO) telekomunikasi di wilayah Sumatera dengan
Telkom untuk membangun jaringan baru sebanyak 516.487 sst.
Namun, krisis ekonomi melanda Indonesia pada sekitar 1997-1998. Akibatnya, dibuatlah
revisi perjanjian KSO antara Pramindo dan Telkom yang dituangkan dalam memorandum of
understanding dengan menyebutkan jumlah jaringan baru yang dibangun menjadi 290.000
sst. Kewajiban membangun tersebut telah dirampungkan seluruhnya oleh Pramindo pada 31
Maret 1999.
Tiga tahun berselang, tepatnya pada 19 April 2002, Telkom mengakuisisi seluruh saham
Pramindo. Berada sepenuhnya dalam kendali Telkom, pengelolaan Pramindodapat dilakukan
lebih terpadu sesuai rencana strategis Telkom.
Di bawah payung Telkom, Pramindo berkembang menjadi penyedia jaringan dan jasa
telekomunikasi & informatika yang dapat diandalkan. Tonggak-tonggak prestasi terpancang
melalui berbagai keberhasilan pelaksanaan pembangunan antara lain penyediaan dan
pemasangan Fastel USO/KPU berbasis teknologi radio di 386 desa di Sumatera (2004),
penyediaan dan pemasangan Fastel di Pulau Rondo- pulau terluar Provinsi Aceh (2008),
penyediaan dan pendistribusian terminal telepon Flexi ULCH se-Indonesia (2010-2011),
distribusi modem ADSL ke Telkom di seluruh Indonesia (2010-2011), serta penyediaan Pusat
Layanan Internet Kecamatan (PLIK)/USO di 1.396 Kecamatan di seluruh Indonesia (2010-
2014).
Pada 20 Desember 2012, PT Pramindo Ikat Nusantara secara resmi berganti nama menjadi
PT PINS Indonesia.
7
PT Infomedia Nusantara (Infomedia)
Infomedia merupakan sebuah perusahaan pada Telkom Group yang mengkhususkan diri di
bidang media penerbitan dan iklan sebagai jembatan komunikasi antar pelaku bisnis dan juga
saluran informasi bagi pelanggan telepon Telkom. 49% sahamnya dimiliki langsung oleh
Telkom, dan 51% sisanya dimiliki oleh anak perusahaan Telkom yang lain, yaitu Metra.
Balebat yang diakuisisi pada tanggal 1 Oktober 2003, melayani jasa percetakan. Telkom
memiliki 65% saham di Balebat melalui Infomedia.
Sebelumnya bernama PT Aria West International Finance. 100% sahamnya dimiliki oleh
Telkom. Telin bertanggungjawab mengelola telekomunikasi internasional serta mengelola
bisnis Telkom di luar negeri.
Telin Hong Kong didirikan di Hong Kong pada tanggal 8 Desember 2010 dan telah
memperoleh unified carrier license ("UCL") pada tanggal 1 Maret 2011 untuk membangun,
memberikan dan memelihara pelayanan jaringan telekomunikasi publik dengan
menggunakan instalasi radio komunikasi. Telkom memiliki 100% saham Telin Hong Kong
melalui Telin.
Telin Singapore yang 100% sahamnya dimiliki Telin didirikan pada tanggal 6 Desember
2007 berdasarkan hukum di Singapura. Ragam layanan yang dimiliki adalah jasa
telekomunikasi termasuk data berbasis Internet, layanan data, callback/call-reorigination, jasa
kartu telepon prabaya, dan jasa sewa sirkuit.
8
Telekomunikasi Indonesia Internasional, S.A. (Telin Timor Leste)
Telekomunikasi Indonesia Internasional, S.A. merupakan anak perusahan Telin yang menjadi
operator seluler berbasis teknologi GSM di Timor Leste dengan merek dagang Telkomcel.
Telkom Australia didirikan pada 14 Januari 2013. Saham dari perusahaan ini 100% dimiliki
oleh Telin. Perusahaan ini didirikan berdasarkan hukum Australia. Usaha yang dilakukan
oleh Telkom Australia adalah Business Process Outsourcing (BPO), Information Technology
Outsourcing (ITO), dan juga layanan telekomunikasi.
Scicom didirikan pada tahun 1997, merupakan perusahaan penyedia jasa contact centre yang
berbasis di Malaysia. Kepemilikan saham Telkom di Scicom melalui Telin adalah sebesar
29,71% yang memposisikannya sebagai pemegang saham mayoritas.
Mitratel/Dayamitra didirikan pada tahun 1995. Berawal dari perusahaan mitra KSO di
wilayah Kalimantan dengan nama PT Dayamitra Malindo yang pada awalnya sahamnya
dimiliki oleh beberapa perusahaan swasta nasional dan swasta asing. Namun dalam
perjalanannya kepemilikan saham telah mengalami beberapa kali perubahan dan akhirnya
pada tanggal 3 Desember 2004 saham Mitratel 100% dimiliki Telkom.
Sejak penghujung tahun 2007 Mitratel mengalami transformasi bisnis dengan mulai
memasuki bisnis penyediaan infrastruktur telekomunikasi yang salah satu diantaranya berupa
penyediaan menara telekomunikasi (tower provider) untuk memenuhi kebutuhan penempatan
9
BTS bagi para operator telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini perusahaan
telah menyediakan penyewaan tower untuk beberapa operator teiekomunikasi antara lain : PT
Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT XL Axiata Tbk, PT Indosat Tbk, PT Axis Telekom
Indonesia, PT Hutchison CP Telecommunications, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Smartfren
Telecom Tbk, Divisi TelkomFlexi (DTF) yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat,
Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Nusa Tenggara, Sumatera Utara, Sumatera Barat,
Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi
Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara, Maluku hingga ke Papua
Dalam upaya mempercepat tercapainya sasaran perusahaan untuk menjadi leader dan
provider terbesar di bisnis penyediaan menara telekomunikasi dan infrastrukturnya, maka
Mitratel terus melakukan proses pembangunan yang berkesinambungan serta melakukan
berbagai macam proses akuisisi, baik akuisisi asset ataupun akuisisi atas perusahaan yang
sejenis.
GSD merupakan sebuah perusahaan properti terpadu yang dimiliki oleh Telkom pada tahun
2001, dengan porsi kepemilikan saham Telkom sebesar 99,99%.
GSD didirikan pada tanggal 30 September 1981 sebagai Graha Sarana Duta untuk
menyediakan Office Building, Jasa Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Bank Duta (pada
saat itu). Sejalan dengan perkembangan bisnis perusahaan, Perseroan kemudian
mengembangkan portofolio ke bidang Jasa Konstruksi dan dipercaya untuk membangun
beberapa kantor cabang Bank Duta dan Bank Bukopin serta sebuah Gedung Kampus YAI di
Jalan Salemba, Jakarta.
10
Pada tanggal 25 April 2001, kepemilikan Graha Sarana Duta diambil alih sepenuhnya oleh
Telkom untuk mengelola gedung-gedung kantor dan asset properti Telkom, yang sebelumnya
dikelola oleh Divisi Properti Telkom. Di bawah kendali Telkom, GSD terus berkembang
menjadi perusahaan properti yang terpadu (integrated property development) dan kini
memiliki tiga portofolio bisnis yaitu :
Property Services antara lain Building Management, Partial Property Services, Office Space
Leasing, Security Management dan Space & Occupancy Management.
Project Management seperti Office Fit Out & Interior, Building Renovation dan Construction
Property Development & Investment untuk Office Buildings, Residential Estates dan
Technical Building
Selama tiga puluh tahun sejak didirikan oleh PT Bank Duta pada tahun 1981, Perseroan
menggunakan nama belakang ‘Duta’ yang diadopsi dari nama PT Bank Duta dan
menggunakan logo Perseroan yang diciptakan oleh PT Bank Duta. Pada tahun 2011,
manajemen Perseroan memutuskan untuk melakukan pencitraan kembali perusahaan
(corporate rebranding) dilatar belakangi oleh alasan – alasan sebagai berikut :
Pencitraan yang Ingin Dibangun Perseroan; bahwa manajemen Perseroan berkomitmen untuk
melakukan transformasi bisnis perusahaan dalam aspek kinerja, kultur, dan kompetensi
internal perusahaan, untuk dapat bersaing dengan pelaku bisnis lainnya di industri properti
Indonesia
Tanggal atau Momen Tertentu; pada tahun 2011, Perseroan merayakan ulang tahun ke-30 (ke
tiga puluh) sejak tanggal pendirian perusahaan pada 30 September 1981 dan 10 (sepuluh)
tahun kepemilikan GSD oleh Telkom sejak tanggal 25 April 2001.
11
Saat ini, GSD memiliki cakupan wilayah kerja di seluruh Indonesia dan melakukan
pengelolaan terhadap gedung-gedung perusahaan Telkom Group seperti gedung PT
Telekomunikasi Indonesia, PT Telkomsel, PT Infomedia Nusantara dan PT Multimedia
Nusantara. Selain itu, GSD juga mengelola 106 lokasi gedung lain yang dimiliki oleh
berbagai bidang usaha di luar Telkom Group seperti perkantoran, apartemen, mall, dan
bandara baik secara keseluruhan maupun secara parsial.
Sejak tahun 2012, Telkom mengubah nama Graha Sarana Duta menjadi TelkomProperty
sebagai nama anak perusahaan baru Telkom bidang Properti.
PT Telkom Akses
Telkom Akses merupakan salah satu anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang
konstruksi pembangunan dan manage service infrastruktur jaringan. PT Telkom Akses
didirikan pada tanggal 12 Desember 2012.
12
PT Napsindo Primatel Internasional (Napsindo)
Napsindo yang 60% saham dimiliki oleh Telkom dan lebihnya dimiliki oleh PT Infoasia
Teknologi Global Tbk (IATG) merupakan perusahaan milik Telkom Group yang bergerak
pada bidang Bisnis dan Pemasaran
Pusat Pertanggungjawaban
Suatu pusat pertanggungjawaban dapat dipandang sebagai suatu sistem yang mengolah
masukan menjadi keluaran. Setiap pusat pertanggungjawaban dalam melaksanakan
aktivitasnya memerlukan masukan yang berasal dari sumber daya dan keluaran yang berasal
dari masukan dengan bantuan masukan lain.
13
Perusahaan yang memiliki banyak pusat pertanggungjawaban biasanya memilih salah satu
dari dua pendekatan pengambilan keputusan untuk mengelola kegiatan mereka yang
kompleks dan beragam : sentralisasi dan desentralisasi
pada pengambilan keputusan sentralisasi, berbagai keputusan dibuat pada jenjang yang lebih
rendah bertanggungjawab terhadap pengimplementasian keputusan-keoutusan tersebut.
Pengendalian manajemen adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh manajemen untuk
menjamin bahwa sumber-sumber diperoleh dan digunakan dengan efektif dan efisien dalam
rangka pelaksanaan strategi dasar yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan organisasi.
Salah satu unsur sistem pengawasan manajemen adalah struktur yang mengelompokkan
pusat-pusat pertanggungjawaban.
a. Pusat Pendapatan
b. Pusat Beban
Pusat beban adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan
input yang diukur secara moneter, akan tetapi outputnya tidak diukur.
14
Pusat Beban dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
c. Pusat Laba
Pusat laba merupakan pusat pertanggungjawaban dimana kinerja finansialnya diukur dalam
ruang lingkup laba, yaitu selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Laba merupakan ukuran
kinerja yang berguna karena laba memungkinkan pihak manajemen senior dapat
menggunakan satu indikator yang komprehensif dibandingkan harus menggunakan beberapa
indikator. Keberadaan suatu pusat laba akan relevan ketika perencanaan dan pengendalian
laba mengaku kepada pengukuran unit masukan dan keluaran dari pusat laba yang
bersangkutan.
d. Pusat Investasi
Bentuk pusat pertanggungjawaban yang paling lengkap adalah pusat investasi. Pusat investasi
memiliki semua hak keputusan pusat biaya dan pusat laba serta hak keputusan atah jumlah
modal yang akan diinvestasikan. Pengertian pusat investasi menurut Mulyadi dalam bukunya
15
Akuntansi Manajemen : Konsep, Manfaat dan Rekayasamenerangkan bahwa: Pusat investasi
adalah pusat laba yang manajernya diukur prestasinya dengan menghubungkan laba yang
diperoleh pusat pertanggungjawaban tersebut dengan investasi yang bersangkutan(20014;27)
Sebuah pusat investasi merupakan pengembangan utama dari ide pusat pertanggungjawaban
karena pusat ini mencakup semua elemen yang terdapat dalam tujuan perusahaan untuk
memperoleh kembalian investasi yang memuaskan. Laporan kinerja suatu pusat investasi
tidak hanya terbatas pada laba yang diperoleh tapi juga jumlah assetyang digunakan dalam
memperoleh laba.
Dibawah ini akan dipaparkan 2 tipe struktur organanisasi berkaitan dengan pusat-pusat
pertangggungjawaban, yaitu :
a. Organisasi Fungsional
Dalam organisasi fungsional, melibatkan gagasan mengenai seorang manajer yang membawa
pengetahuan khusus untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan fungsi spesifik, yang
16
berlawanan dengan manajer umum yang kurang memiliki pengetahuan khusus. Organisasi
fungsional merupakan bentuk organisasi yang biasanya dipakai oleh perusahaan besar
ditandai dengan adanya jumlah karyawan yang besar, spesialisasi kerja tinggi, wilayah kerja
luas, serta komando yang tidak lagi berada pada satu tangan pimpinan. Organisasi fungsional
memiliki kelemahan dan keuntungan, tetapi yang menjadi keuntungan terpenting dari struktur
fungsional adalah efisiensi. Contohnya seorang manajer pemasaran dan seorang mananjer
produksi yang terampil kemungkinan besar akan mampu mengambil keputusan yang lebih
baik dibidangnya masing-masing dibandingkan dengan seorang manajer yang
bertanggungjawab atas kedua bidang itu sekaligus.
17
Telkomsel Finance B.V (TFBV)
Merupakan Investment center, karena Telkomsel Finance B.V bergerak di bidang
permodala
Mojopia (Metranet)
Merupakan Profit center, karena Mojopia memiliki divisi marketing sebagai expense
centernya sedangkan revenue centernya jasa pemasran produk yang dilakukannya
18
PT PINS Indonesia (PINS/Pramindo)
Merupakan Expense center lebih tepatnya Engineered expense center, karena PINS
hanya bertugas untuk membuat jaringan baru
19
Scicom (MSC) Bhd. (Scicom)
Merupakan Expense center, karena Scicom adalah perusahaan yang melayani layanan
call center apabila ada keluhan dari pelanggan atau masalah
PT Telkom Akses
Merupakan Profit center, karena PT Telkom Akses bergerak di bidang usaha properti,
dimana pastinya ada jasa kontruksi yang merupakan salah satu divisinya, sedangkan
Revenue centernya adalah produknya berupa rumah atau properti serta infrastruktur
jaringan
20