Jenis-Jenis Sapi dan Ciri-Cirinya
Jenis-Jenis Sapi dan Ciri-Cirinya
SAPI ONGOLE
CIRI - CIRI :
1. Warna kulit putih kelabu.
2. Berpunuk kecil.
3. Tinggi dan ramping.
4. Bercincin mata hitam di sekitar mata.
5. Moncong, rambut ekor dan kuku berwarna hitam.
6. Gelambir dari bawah mandibula sampai dada.
7. Pada kaki sering tampak lingkaran warna gelap
8. Pita yang mengelilingi bagian di atas kuku.
9. Kepala terangkat
10. Dahi cembung
11. Tanduk pendek.
12. Warna straw biru muda.
KEUNGGULAN :
1. Tahan terhadap panas karena permukaan kulit luas dengan adanya gelambir yang
besar.
2. Berkaki kuat dan lurus.
3. Daya tahan untuk kerja sangat baik.
4. Mampu adaptasi terhadap kualitas pakan yang jelek.
1
Peranakan Ongole (PO)
Sapi Peranakan Ongole terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja dan
menjadi salah satu primadona utama yang paling banyak dicari di pasaran karena
mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan,
memiliki tenaga yang kuat dan aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal
setelah beranak serta jantannya memiliki kualitas semen yang baik.
Sapi PO telah ditetapkan sebagai salah satu rumpun sapi lokal Indonesia dengan
Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2841/Kpts/LB.430/8/2012 tentang Penetapan
Rumpun Sapi Peranakan Ongole. Untuk mendukung usaha pembibitan Sapi Peranakan
Ongole , juga telah dibuat standar bibit Sapi Peranakan Ongole dengan nomor SNI
7356:2008. Standar ini ditetapkan sebagai acuan bagi peternak dalam upaya
mengembangkan Sapi Peranakan Ongole baik kualitas maupun kuantitasnya.
Penampilan Fisik
2
Secara fisik Sapi Peranakan Ongole mempunyai ciri-ciri yang hampir sama dengan
Sapi Ongole hanya saja ukuran tubuhnya lebih kecil dibandingkan dengan Sapi
Ongole. Berikut adalah ciri- ciri fisik dari Sapi Peranakan Ongole :
1. Warna bulunya bervariasi, tetapi kebanyakan berwarna putih atau putih keabu-
abuan
Pertumbuhan
Tinggi Sapi Peranakan Ongole jantan berkisar 150 cm dengan berat badan
mencapai 600 Kg. Sementara itu, betina memiliki tinggi badan berkisar 135 cm dan
berat badan 450 Kg. Pertambahan bobot badan Sapi Pernakan Ongole dapat mencapai
0,9 Kg per hari dengan kualitas karkas mencapai 45 – 58%. Rasio daging dengan
tulangnya adalah 1 : 423.
3
1. Mampu berdaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan
2. Cepat bereproduksi
3. Tempramen bagus
Sapi Madura
Ada 2 pendapat mengenai asal-usul dari jenis sapi lokal ini (Sapi Madura), yaitu
Pendapat yang pertama, disebutkan bahwa Sapi Madura adalah hasil dari persilangan
antara Bos sondaicus (yang menurunkan ciri-ciri sapi berpunuk) dengan Bos indicus
(yg memberikan warna pada bulu). Pendapat yang kedua Sapi Madura adalah hasil dari
perkawinan silang antara indukan Bos taurus dengan pejantan Bos indicus. Hal ini bisa
kita lihat dengan kemiripan Sapi Madura dengan Bos taurus. Untuk Sapi Madura betina
dengan kualitas bagus mempunyai peran sebagai induk betina untuk diambil anaknya
atau keturunannya.
Ciri-ciri
Berikut ini adalah ciri-ciri sapi madura:
4
1. Baik Sapi madura Jantan maupun betina berwana coklat terang.
4. Pada betina tanduk agak kecil dan pendek biasa nya berukuran sekitar 10
centimeter.
6. Panjang badannya mirip seperti sapi bali tetapi sapi madura mempunyai punuk
walaupun punuknya berukuran kecil.
2. Mudah dikembangbiakan
4. Warna daging sapi Madura merah cerah, berserat halus, rendah lemak dan
sangat empuk.
Keunggulan / Kelebihan sapi madura lainnya, yaitu : karkas (berat daging tanpa
kepala, jerowan, kaki dan kulit) daging sapi Madura dapat mencapai 48 % dari bobot
badannya.
Sapi BAli
5
Pedet jantan maupun betina sejak lahir hingga berumur 1,5 tahun memiliki
warna bulu sawo matang kemerahan. Namun setelah berumur 1,5 tahun keatas warna
bulu pedet jantan berubah menjadi hitam hingga dewasa. Sedangkan sapi betina tetap
berwarna merah. Warna hitam dapat berubah menjadi merah bata jika dikastrasi,
karena pengaruh hormon testosteron. Sedangkan warna bulu sapi betina tidak akan
berubah.
Pada punggung sapi bali akan selalu ditemukan garis belut, yaitu bulu hitam
yang membentuk garis memanjang dari gumba hingga pangkal ekor, dan ini akan
ditemukan pada sapi jantan maupun betina. Selain itu bulu pada kaki yang berada di
bawah persendian karpal dan tarsal berwarna putih.
Warna bulu putih juga terdapat pada bibir bagian atas dan bawah, ujung ekor
dan tepi daun telinga. Terkadang juga akan dijumpai diantara bulu badan yang
berwarna coklat, berupa bintik putih, namun ini merupakan penyimpangan genetik
yang hanya berkisar 1% dari populasi. Kulit berwarna putih juga akan dijumpai pada
bagian pantat dan paha bagian dalam berbentuk oval (white mirror).
Ciri Fisik
Sapi bali mempunyai ciri badan berukuran sedang dan bentuk badan yang
memanjang, kepala agak pendeh dengan dahi datar, badan padat dengan dada yang
dalam, tidak berpunuk dan seolah tidak bergelambir. Sapi bali berkaki ramping, agak
pendek menyerupai kaki kerbau. Cermin hidung, kuku dan bulu ujung ekornya
berwarna hitam. Tanduk pada sapi bali jantan tumbuh agak keluar kepala, sebaliknya
untuk betina tumbuh condong ke dalam.
6
SAPI BRAHMAN
Ciri – ciri
1. Warna kulit putih atau keabu-abuan.
2. Berpunuk dan gelambir.
3. Bentuk tubuh kekar, kompak dan berotot.
4. Cocok terhadap daerah yang beriklim panas dan bercurah hujan tinggi.
5. Warna straw biru tua.
KEUNGGULAN
1. Tidak mempunyai masalah dalam: melahirkan, penyakit mata dan tahan terhadap
"footroot".
2. Tahan terhadap parasit internal (cacing) dan parasit eksternal (caplak), penyakit
kembung perut (Bloat).
SAPI LIMOUSIN
Ciri – ciri
1. Warna seluruhnya coklat muda, kuning agak kelabu (biege), kisaran merah gelap
7
dan hitam.
2. Badan kompak dan padat
3. Cocok pada daerah dengan curah hujan tinggi.
4. Cocok di daerah dengan iklim sedang.
5. Warna straw pink.
KEUNGGULAN
1. Pertumbuhan cepat dengan pertambahan berat badan harian (PBBH) 1,0 - 1,4 kg.
2. Umur 2 tahun 800 - 900 kg.
3. Dewasa 1.000 - 1.100 kg.
4. Kualitas daging baik.
5. Dikenal dan disukai peternak.
SAPI SIMENTAL
CIRI - CIRI :
1. Muka putih dan badan berwarna merah bata.
2. Berat jantan dewasa 1.000 - 1.200 kg.
3. Berat badan sapi betina 700 - 800 kg.
4. Karkas tinggi dengan sedikit lemak
5. Dual porpose (daging dan susu).7. Berkembang baik hampir di seluruh daerah di
Indonesia.
8
SAPI PFH
Sapi Friesian Holstein merupakan jenis sapi perah dengan kemampuan produksi
susu tertinggi dengan kadar lemak lebih rendah dibandingkan bangsa sapi perah lainya.
Produksi susu sapi perah Friesian Holstein di negara asalnya mencapai 6.000-8.000
kg/ekor/laktasi, di Inggris sekitar 35% dari total populasi sapi perah dapat mencapai
8.069 kg/ekor/laktasi.
9
Sapi perah Friesian Holstein masuk ke Indonesia dibawa oleh Hindia Belanda pada
tahun 1891-1893 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sapi perah lokal. Sapi
perah Friesian Holstein murni telah ada di Jawa Barat sejak tahun 1900, tepatnya di
daerah Cisarua dan Lembang. Dari kedua daerah inilah sapi perah Friesian Holstein
kemudian menyebar ke beberapa daerah di Jawa Barat.
Sayangnya, produksi susu yang dihasilkan oleh sapi perah Friesian Holstein di
Indonesia ternyata lebih rendah, berkisar antara 3000-4000 liter per laktasi. Produksi
rata-rata sapi perah di Indonesia hanya mencapai 10,7 liter per ekor per hari (3.264 liter
per laktasi).
Susu, adalah hasil akhir dari rangkaian proses fisiologis yang kompleks dan
berulang sehingga terjadi banyak macam interaksi yang berperan dalam menentukan
produksi susu. Interaksi yang mempengaruhi produksi susu di antaranya hereditas dan
lingkungan.
10
JENIS – JENIS KAMBING
Kambing Etawah
Kambing perah Etawah merupakan kambing perah yang baik dan juga sering
digunakan sebagai produsen daging. Warna bulunya bervariasi dengan warna dasarnya
putih, coklat dan hitam. Telinga menggantung dan panjangnya ± 30 cm. Ambing
biasanya berkembang baik. Berat badannya yang jantan 68-91 kg, sedang yang betina
36-63 kg. produksi susu dapat mencapai 235 kg dalam periode laktasi 261 hari dan
produksi susu tertinggi tercatat 569 kg. kadar lemak rata-rata 5,2% karkas kambing
jantan dan betina umur 12 bulan dapat mencapai 44-45% berat hidup (Blakely,1991).
11
kondisi Indonesia. Kambing ini dikenal sebagai kambing PE (Peranakan
Etawa), dan saat ini juga dianggap sebagai kambing Lokal.
Warna bulu belang hitam, putih, merah, coklat dan kadang putih.
Badannya besar sebagaimana Etawa, bobot yang jantan bisa mencapai 91 kg,
sedangkan betina mencapai 63 kg.
Kambing Peranakan Etawa mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per
hari.
JAMNAFARI
12
Kambing Jamnapari (disebut juga kambing Jamunapari, atau terkenal dengan
nama kambing Etawa di Indonesia) merupakan salah satu nenek moyang kambing
Nubia Amerika. Kambing Nubia ini berasal dari perkawinan silang kambing Jamnapari
dari India dan kambing Zaraibi Mesir dengan kambing asli Inggris, setelah kambing
ini tiba di Inggris dibawa kapal dagang sebagai bagian dari setiap kargo.
Habitat Daerah asal kambing Jamnapari terletak di antara 26,8 derajat lintang
utara dan 79,3 derajat bujur timur. Daerah Chakarnagar terletak 24 mil di sebelah
tenggara kota Etawah di sepanjang sungai Jamuna di daerah seluas 34 hektar. Karena
keadaan tanahnya mengalami erosi parah, permukaan tanah di daerah ini bergelombang
tidak merata, membentuk ngarai-ngarai dan jurang-jurang dengan kedalaman 3 hingga
46 meter. Pada musim panas cuacanya kering dan panas dengan temperatur mencapai
66°C. Pada musim dingin, temperaturnya turun hingga 14 sampai 16°C.
Curah hujan per tahun sekitar 456 cm3, yang tersebar selama musim hujan. Ngarai dan
13
jurang tertutup semak lebat dan tumbuhan pohon tahan kering, terutama mesquite
(Prosopis juliflora), plum (Ziziphus jujuba), babul (Acacia nilotica), conkra (Prosopis
spicigera), dan hingota (Balanites aegyptica). Tanaman pepadian utama adalah arhar
yang eksotis (Cassia cacjam), gram (Cassia erientinum) dan bajara (Pennisetum
aegypticum), dan tergantung pada hujan karena tidak ada sarana irigasi di daerah ini.
Anatomi Kambing Jamnapari berbulu putih dan pendek kecuali di bagian paha dan kaki
belakangnya yang berbulu panjang. Ciri utama galur kambing Jamnapari adalah
hidungnya yang sangat cembung dan telinganya yang panjang menggantung. Lehernya
panjang, berotot dan tegak. Pinggangnya kuat tapi biasanya melengkung; ekornya
pendek dan biasanya melengkung keatas.
Kambing Saanen
14
Kambing Saanen ini aslinya berasal dari lembah Saanen, Swiss
(Switzerland) bagian barat. Merupakan salah satu jenis kambing terbesar di
Swiss dan penghasil susu kambing yang terkenal. Sulit berkembang di wilayah
tropis karena kepekaannya terhadap matahari. Oleh karena itu di Indonesia jenis
kambing ini disilangkan lagi dengan jenis kambing lain yang lebih resisten
terhadap cuaca tropis dan tetap diberi nama kambing Saanen, antara lain dengan
kambing peranakan etawa.
Bulunya pendek berwarna putih atau krim dengan titik hitam di hidung, telinga
dan di kelenjar susu.
Berat dewasa 68-91 kg (Jantan) dan 36kg – 63kg (Betina), tinggi ideal kambing
ini 81 cm dengan berat 61 kg, di saat tingginya 94 cm beratnya 81 kg.
kambing Kacang
15
Jenis kambing ini adalah salah satu ras unggul kambing yang pertama kali
dikembangkan di Indonesia. Kambing kacang merupakan kambing lokal Indonesia,
kambing ini memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi alam setempat serta
memiliki daya reproduksi yang tinggi pula. Kambing kacang jantan dan betina
keduanya merupakan tipe kambing pedaging.
Memiliki tubuh yang relatif kecil dengan kepala ringan dan kecil.
Umumnya memiliki warna bulu tunggal putih, hitam, coklat, atau kombinasi
ketiganya.
Berat tubuh jantan dewasa dapat mencapai 30 kg, serta betina dewasa mencapai
25 kg.
Memiliki bulu pendek pada seluruh tubuh, kecuali pada ekor dan dagu, pada
kambing jantan
juga tumbuh bulu panjang sepanjang garis leher, pundak dan punggung sampai
ekor dan pantat
Kambing Damaskus.
16
Kambing bangsa ini merupakan kambing yang banyak dipelihara di Libang,
Syria,Cyprus. Ciri- ciri Kambing tersebut baik yang jantan maupun betina tidak
bertanduk., warna pada umumnya merah, atau merah dan putih, profil muka konveks,
daun telinga panjang dan menggantung. Tinggi gumba 70-75 cm dan berat badan antara
40-60 kg. produksi susu 3-4 liter perhari dapat mencapai 6 liter, dengan jumlah
produksi 300-600 liter dalam 8 bulan. Kambing Damaskus lebih subur dibandingkan
dengan Saanen, dimana tiap kelahiran rata-rata 1,76 cempe (Prihadi,1997).
17
JENIS – JENIS DOMBA
Menurut para pakar domba seperti Prof. Didi Atmadilaga dan Prof. Asikin
Natasasmita, bahwa Domba Garut merupakan hasil persilangan segitiga antara domba
lokal (asli Indonesia), Domba Cape/Capstaad (Domba Ekor Gemuk atau Kibas) dari
Afrika Selatan dan Domba Merino dari Asia Kecil. Yang dibentuk kira-kira pada
pertengahan abad ke 19 (±1854) yang dirintis oleh Adipati Limbangan Garut.
Sekitar 70 tahun kemudian yaitu tahun 1926 Domba Garut telah menunjukan suatu
keseragaman, misalnya bentuk tanduk yang besar melingkar diturunkan dari Doa
Merino.
Pada awalnya domba priangan atau domba garut ini berkembang di Priangan
(Jawa Barat), terutama di daerah Bandung, Garut, Sumedang, Ciamis, dan
Tasikmalaya. Namun saat ini sudah berkembang di seluruh pulau Jawa khususnya dan
Indonesia pada umumnya. Domba ini dipelihara selain sebagai domba potong atau
domba pedaging, juga dipelihara sebagai domba aduan.
18
Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan
terletak di belakang tanduk.
Domba jantan mempunyai berat 40-80 kg, sedangkan betina 30-40 kg.
Keunggulan domba priangan ini adalah kulitnya merupakan salah satu kulit
dengan kualitas terbaik di dunia, selain itu dengan leher yang kokoh dan
tubuh yang besar, kuat, domba ini sesuai untuk domba aduan. Keunggulan
lainnya adalah penghasil daging yang sangat baik dan mudah dipelihara.
Domba Ekor Gemuk dikenal juga dengan nama Domba Kibas (di Jawa), juga
dikenal sebagai domba Donggala, yang sekarang sudah dipatenkan menjadi domba
ekor gemuk lokal Palu dari Sulawesi Tengah. Domba ini berasal dari Asia Barat atau
India yang dibawa oleh pedagang bangsa Arab pada abad ke-18. Pada sekitar tahun
1731 sampai 1779 pemerintah Hindia Belanda telah mengimpor domba Kirmani, yaitu
domba ekor gemuk dari Persia.
19
Bentuk badannya sedikit lebih besar daripada domba lokal lainnya.
Berat domba jantan mencapai 40-60 kg, sedangkan domba betina 25-50 kg.
Tinggi badan pada jantan dewasa antara 52 – 65 cm, sedangkan pada betina
dewasa 47 – 60 cm.
Ekor yang besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan
timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor kecil karena tidak terjadi
penimbunan lemak. Cadangan lemak di bagian ekor berfungsi sebagai sumber
energi pada musim paceklik.
Dada terlihat serasi dan kuat seperti bentuk perahu, ke empat kakinya kalau
jalan agak lamban karena menanggung berat badan dan ekornya yang gemuk.
Umumnya domba jantan tidak bertanduk dan hanya sedikit yang mempunyai
tanduk kecil, sedangkan yang betina tidak bertanduk.
Keunggulan Domba Domba ekor gemuk ini adalah tahan terhadap panas dan
kering.
Domba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia dan sering disebut
Domba Gembel, dalam Bahasa Inggris disebut Javanesse Thin-Tailed sheep.
20
Pada awalnya domba ini berkembang di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat, namun
saat ini sudah berkembang di seluruh pulau jawa khususnya dan Indonesia pada
umumnya.
Bulu wolnya gembel berwarna putih dominan dengan warna hitam di sekeliling
mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.
Keunggulan domba ekor tipis ini adalah bersifat prolific (dapat melahirkan anak
kembar 2-5 ekor setiap kelahiran), mudah berkembang biak dan tidak dipengaruhi
musim kawin, serta mampu beradaptasi pada daerah tropis dan makanan yang buruk.
Domba Merino
21
Berikut adalah ciri- ciri domba merino
Domba Dorset
Jenis Domba penghasil daging (Domba Dorset) ini dapat dikenali berdasarkan dari
beberapa ciri-ciri seperti dibawah ini:
22
Jenis – jenis kerbau
Kerbau Murrah
Ciri – ciri
23
11. Kerbau Murrah jantan memiliki ukuran panjang badan 151 cm tinggi pundak
142 cm, lingkar perut 223 cm, panjang muka 53 cm, lebar muka 27 cm dan
panjang telinga 28 cm. Sedangkan pada betina panjang badan 149 cm, tinggi
pundak 133 cm, lingkar perut 220 cm, panjang muka 51 cm, lebar muka 21 cm
dan panjang telinga 28 cm (Cockrill, 1974).
Kerbau Surti
Kerbau Zaffarabadi
24
Kerbau Zaffarabadi ini berasal dari Pakistan. Banyak dipelihara di India Barat,
khususnya di daerah Gujarat
Ciri-Ciri Umum Kerbau Zaffarabadi Adalah :
Ciri-Ciri Umum
25
Leher panjang dan pipih
Tanduk kecil
Ekornya panjang
Warna kulitnya hitam dan dan ada kalanya coklat serta bulu disekitar mata
kepala dan bagian ujung mulut memiliki warna putih
26
JENIS – JENIS BABI
Babi Hereford
Babi Hereford merupakan bangsa babi unggul asal dari Amerika Serikat, dengan ciri-
ciri berikut :
Warna dasar merah, pada bagian kepala, telinga, tubuh bagian bawah dan
keempat kaki berwarna putih
Tubuh relatif kecil
Kepala kecil
Kaki pendek dan halus
Babi Tamworth
Pada dasarnya ada tiga tipe usaha beternak babi, yakni : 1) dari lepas sapih sampai
siap dipasarkan (penggemukan), 2) dari anak lahir sampai disapih, dan 3) dari anak
27
lahir sampai dipasarkan, namun ada pula yang melakukan kombinasi dari ketiga
kegiatan tersebut.
Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memelihara ternak babi dalam kandang
relative sedikit, ada hubungannya dengan tipe perkandangan dan manajemen yang
diterapkan dan juga pengalaman ketrampilan pekerja. Sebagai pegangan di Negara
maju dipakai asumsi bahwa seorang tenaga kerja penuh (full time) berpengalaman
dapat memelihara 80-100 induk dengan anaknya sejak lahir sampai dipasarkan, sedang
yang kurang pengalaman terbatas 50-60 induk saja. Seorang tenaga kerja penuh dapat
menangani 1500-4000 ekor babi gemukan per tahun. Banyak tenaga kerja yang
dibutuhkan tergangung dari ketrampilan dan sistim pemeliharaan babi.
Babi Tamworth merupakan bangsa babi dengan kualitas daging yang bermutu tinggi.
Berasal dari Inggris, di kota Tamworth. Babi ini memiliki ciri-ciri berikut :
Poland China
28
Babi Poland China berasal dari Lembah Miami di Ohio. Babi ini bukan
berasal dari Poland, tetapi nama Poland China diberikan oleh seorang petani Polandia
bernama Mr. Asher. Suatu perkumpulan dibawah pimpinan Mr. Asher tersebut
mengusulkan nama untuk babi baru tersebut Poland China . Babi Poland China
berwarna hitam dengan kaki, muka dan ujung ekornya berwarna putih. Bangsa babi
ini dikembangkanbiakkan dan terkenal karena karkas pahanya yang padat dan
kemampuan tumbuhnya yang baik, mencapai berat maksimal pada umur tertentu.
Landrace
Landrace merupakan babi unggul yang berasal dari Denmark, dengan ciri-ciri
tubuh panjang besar dan dalam, kepala kecil agak panjang, telinga terkulai rebah ke
depan, warna putih dengan bulu halus.
Babi Landrace termasuk bacon type atau babi tipe sedang, dengan ukuran lebar
tubuh sedang dan timbunan lemak sedang dan halus (Mangisah, 2003). Menurut
sejarahnya, babi Landrace awalnya dikembangkan di Denmark, kemudian masuk ke
Amerika Serikat. Babi Landrace berasal dari persilangan antara pejantan babi Large
white dengan babi lokal Denmark. Babi Landrace juga banyak digunakan untuk
program persilangan babi-babi di daerah tropik, terutama di Asia Tenggara
(Reksohadiprodjo, 1995).
29
Ciri-ciri babi Landrace adalah berwarna putih dengan bulu yang halus, badan
panjang, kepala kecil agak panjang dengan telinga terkulai, kaki letaknya baik dan kuat,
dengan paha yang bulat dan tumit yang kuat pula serta tebal lemaknya lebih tipis. Babi
Landrace mempunyai karkas yang panjang, pahanya besar, daging di bawah dagu tebal
dengan kaki yang pendek (Mangisah, 2003). Budaarsa (2012) melaporkan bahwa babi
Landrace menjadi pilihan pertama para peternak karena pertumbuhannya cepat,
konversi makanan sangat bagus dan temperamennya jinak. Lebih lanjut dilaporkan
bahwa babi Landrace yang diberi pakan komersial (ransum yang seimbang), maka
pertambahan berat badannya bisa mencapai 1 kg per hari dengan berat sapih pada umur
35 hari bisa mencapai 15 kg.
Babi Duroc
Babi Duroc merupakan bangsa babi unggul asal Amerika Serikat. Babi
Duroc termasuk babi tipe daging dengan ciri-ciri berikut :
30